Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

43 hasil
Subjek: Modul Pembelajaran
DaftarKartu
ThesisOpen AccessPDF tersedia

PENGEMBANGAN MODUL PEMBELAJARAN BERBASIS TEKNIK SCAFFOLDING PADA MATERI HIMPUNAN KELAS VII SMP NEGERI 1 BATUSANGKAR

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

DELTA FEBRIANY NUR FADILAH 1630105010. “PENGEMBANGAN MODUL PEMBELAJARAN BERBASIS TEKNIK SCAFFOLDING PADA MATERI HIMPUNAN KELAS VII SMP NEGERI 1 BATUSANGKAR”. Jurusan Tadris Matematika, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Batusangkar, 2021. Penelitian ini bertolak dari permasalahan, yaitu rendahnya hasil belajar peserta didik dikarenakan peran aktif dan motivasi peserta didik dalam belajar kurang. Penyebabnya bersumber dari buku yang digunakan sekolah adalah buku paket yang belum maksimal dalam membuat peserta didik tertarik dan senang mempelajari matematika. Buku sumber yang digunakan belum sesuai dengan karakteristik peserta didik. Tingkat kesukaran soal pada sumber terlalu tinggi. Sehingga peserta didik agak sulit dalam memahami kebutuhan pengetahuannya dan juga dalam mencari tugas ketika diberikan guru. Salah satu cara mengatasi permasalahan tersebut dengan adanya suatu inovasi dalam pembelajaran matematika, sehingga dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik seperti penggunaan modul pembelajaran berbasis teknik scaffolding. Dengan diberikannya modul kepada peserta didik akan membuat pembelajaran yang dilakukan peserta didik lebih menyenangkan dan tidak membosankan, peserta didik memahami pesan yang disampaikan dan akan berusaha belajar dengan menggunakan modul baik ada guru ataupun tidak ada guru. Adapun tujuan penelitian untuk mengembangkan modul pembelajaran berbasis teknik scaffolding dalam pembelajaran matematika yang valid dan praktis. Penelitian ini adalah penelitian pengembangan yang terdiri dari 3 tahap yaitu : tahap define (pendefinisian), tahap design (perancangan) dan tahap develop (pengembangan). Instrument penelitian pengembangan ini menggunakan lembar validasi dan angket. Modul divalidasi oleh 3 orang validator yaitu 2 orang dosen matematika dan 1 orang guru bidang studi matematika. Pada proses praktikalitas modul matematika diuji cobakan pada peserta didik kelas VII SMP Negeri 1 Batusangkar, untuk melihat praktikalitas dengan uji keterbacaan modul yang dikembangkan. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa modul pembelajaran berbasis teknik scaffolding yang dirancang sudah valid dengan hasil validitas yang diperoleh adalah 86.13% dengan kriteria sangat valid. Kemudian modul pembelajaran berbasis teknik scaffolding telah praktis digunakan setelah diuji coba kepraktisannya pada siswa kelas VII.8 SMP Negeri 1 Batusangkar dengan hasil praktikalitas 81.112% dengan kriteria sangat praktis.

5 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

PENGEMBANGAN MODUL PEMBELAJARAN IPA BERINTEGRASI KEARIFAN LOKAL MATA AIR PANAS PARIANGAN DENGAN MODEL GUIDED INQUIRY PADA MATERI SUHU DAN KALOR UNTUK KELAS VII SMP N 1 BATIPUH

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

NILAM PERDANA SARI NIM. 12107026, Judul Skripsi “Pengembangan Modul Pembelajaran IPA Bertintegrasi Kearifan Lokal Mata Air Panas Pariangan dengan Model Guided Inquiry pada Materi Suhu dan Kalor untuk Kelas VII SMP N 1 Batipuh” Jurusan Tadris Fisika Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan Instititut Agama Islam Negeri (IAIN) Batusangkar 2020. Kurangnya pengintegrasian materi pembelajaran dengan lingkungan alam sekitar merupakan salah satu penyebab peserta didik kesulitan memahami konsep-konsep ilmu pengetahuan alam. Sementara disekitar peserta didik banyak ditemukan gejala-gejala alam yang berhubungan dengan konsep ilmu pengetahuan alam, hal ini dapat dilihat dari hasil analisis pengetahuan peserta didik terkait konsep-konsep IPA. Tujuan penelitian ini adalah untuk menghasilkan modul IPA terintegrasi kearifan lokal mata air panas Pariangan dengan model guided inquiry dengan kriteria valid. Jenis penelitian ini adalah penelitian pengembangan (research and development). Model pengembangan yang digunakan adalah 4-D, terdiri dari 4 tahap pengembangan, yaitu : Define (Pendefinisian), Design (Perancanaan), Develop (Pengembangan), dan Disseminate (penyebaran). Penelitian yang dilakukan hanya sampai tahap develop, yaitu memvalidasi modul. Prosedur pengembangan dimulai dari tahap define (pendefenisian) dengan melakukan analisis peserta didik, analisis silabus pembelajaran IPA kelas VII SMP semester 1, analisis sumber belajar, analisis potensi lokal daerah dan analisis materi. Tahap design (perancangan) merliputi perancangan modul pembelajaran yang akan dikembangkan. Tahap develop (pengembangan) meliputi uji validitas oleh satu orang tenaga ahli dan satu orang praktisi. Instrument pengumpulan data berupa wawancara dengan guru IPA dan validitas. Hasil penelitian pada tahap pendefenisian yang diperoleh dari analisis peserta didik, analisis silabus pembelajaran IPA kelas VII SMP semester 1, analisis sumber belajar, analisis potensi lokal daerah dan analisis materi digunakan sebagai acuan pengembangan modul pembelajaran IPA berintegrasi kearifan lokal. Hasil tahap perancangan diperoleh modul pembelajaran IPA berintegrasi kearifan lokal dengan model guided inquiry. Hasil tahap pengembangan diperoleh modul pembelajaran IPA berintegrasi kearifan lokal dengan model guided inquiry memenuhi kriteria valid dengan persentase 78,66% menurut pakar. Berdasarkan hasil penelitian dapa disimpulkan modul pembelajaran IPA berintegrasi kearifan lokal dengan model guided inquiry dikategorikan valid dengan persentase 78,66% menurut pakar pada materi suhu dan kalor. Kata kunci: Modul pembelajaran IPA, Kearifan Lokal, Mata Air Panas Pariangan, Guided Inquiry, Suhu, Kalor

6 dilihat · 3 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

Pengembangan Modul Pembelajaran Biologi Berbasis Android Tentang Materi Sistem Regulasi Untuk Siswa SMA/MA

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK HALMI PRATAMA. NIM, 13 106 028 Judul SKRIPSI “PENGEMBANG-AN MODUL PEMBELAJARAN BIOLOGI BERBASIS ANDROID TENTANG MATERI SISTEM REGULASI UNTUK SISWA SMA/MA”. Jurusan Tadris Biologi Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Batusangkar 2018. Teknologi yang berkembang saat ini membantu guru untuk membuat media pembelajaran. Salah satu contoh pemanfaatan teknologi dalam media pembelajaran adalah m-learning. M-Learning dapat diaplikasikan pada smartphone android yang umumnya dimiliki oleh siswa. pembelajaran yang terjadi saat ini hanya bersifat konvensional saja dan pemanfaatan media pembelajaran oleh guru belum berkembang sesuai kemajuan teknologi dan pemanfaatan terhadap tergnologi tersebut belum diaplikasikan dalam pembelajaran. Oleh karena itu, dilakukan penelitian yang bertujuan untuk menghasilkan modul pembelajaran biologi berbasis android tentang materi sistem regulasi untuk siswa SMA/MA yang valid dan praktis. Penelitian modul pembelajaran biologi berbasis android merupakan penelitian pengembangan menggunakan tiga tahap dari empat tahapan model pengembangan 4-D Models, yang terdiri dari fase pendefinisian (define), fase desain (design), fase pengembangan (develop), fase penyebaran (disseminate). Data penelitian ini adalah data primer yang diperoleh dari lembar validasi dan angket uji praktikalitas, kemudian dianalisis dengan analisis deskriptif. Penelitian ini menghasilkan produk berupa modul pembelajaran biologi berbasis android yang valid dan praktis Berdasarkan penilaian validator, modul pembelajaran biologi berbasis android di kategorikan sangat valid. Karna nilai rata-rata kevalidannya 82,84. Berdasarkan penilaian guru mata pelajaran biologi berbasis android di kategorikan sangat praktis didapat hasil rata-rata 87,92 dan berdasarkan penilaian siswa modul pembelajaran biologi di kategorikan sangat praktis dan memperoleh rata-rata nilai 86,6. Modul pembelajaran biologi berbasis android yang peneliti kembangkan layak untuk digunakan dalam proses pembelajaran

5 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

Pengembangan Modul Pembelajaran Bermuatan Augmented Reality (AR) pada Materi Perkembangan Model Atom Kelas X di SMAN 1 Sungai Tarab.

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Tiara Firjatullah, NIM 2230110020, Judul Skripsi “Pengembangan Modul Pembelajaran Bermuatan Augmented Reality (AR) Pada Materi Perkembangan Model Atom Kelas X Di SMAN 1 Sungai Tarab”. Program Studi Tadris Kimia, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, Universitas Islam Negeri Mahmud Yunus Batusangkar. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pembelajaran kimia yang masih dianggap sulit oleh peserta didik karena sebagian materi bersifat abstrak, salah satunya materi perkembangan model atom. Berdasarkan hasil observasi dan wawancara di SMAN 1 Sungai Tarab, pembelajaran masih didominasi oleh pendidik (teacher centered) dan bahan ajar yang digunakan berupa buku paket yang belum disesuaikan dengan kebutuhan peserta didik. Kondisi tersebut menyebabkan peserta didik cenderung pasif, kurang tertarik dalam pembelajaran, serta mengalami kesulitan dalam memahami konsep perkembangan model atom. Hasil penilaian harian menunjukkan kurang dari 50% peserta didik belum mencapai Kriteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran (KKTP) yang ditetapkan. Oleh karena itu, diperlukan bahan ajar inovatif yang mampu memvisualisasikan konsep abstrak secara konkret dan interaktif melalui teknologi Augmented Reality (AR). Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan Modul Pembelajaran Bermuatan Augmented Reality (AR) Menggunakan Assemblr Edu pada Materi Perkembangan Model Atom yang valid dan praktis. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian dan pengembangan (Research and Development) dengan model pengembangan 4-D yang meliputi tahap define, design, develop, dan disseminate. Tahap disseminate dilakukan secara terbatas karena keterbatasan waktu dan biaya penelitian. Penelitian ini merupakan penelitian Research and Development (R&D) menggunakan model pengembangan 4-D (Define, Design, Develop, dan Disseminate terbatas). Produk yang dikembangkan berupa modul pembelajaran bermuatan Augmented Reality (AR) menggunakan Assemblr edu. Data penelitian diperoleh melalui lembar validasi ahli, angket praktikalitas pendidik dan peserta didik. Validasi dilakukan oleh tiga orang validator yang terdiri atas ahli materi/isi, ahli konstruk, dan ahli bahasa. Uji praktikalitas dilakukan oleh satu orang pendidik kimia dan 31 peserta didik kelas X E.6 SMAN 1 Sungai Tarab. Hasil penelitian menunjukkan bahwa modul yang dikembangkan memperoleh persentase validitas sebesar 75% pada aspek kelayakan materi/isi, 90% pada aspek konstruk, dan 84% pada aspek kelayakan bahasa. Berdasarkan hasil tersebut, modul dinyatakan valid dan layak digunakan dalam proses pembelajaran. Hasil uji praktikalitas menunjukkan persentase sebesar 87% pada praktikalitas peserta didik kelas X.E.6 dengan kategori sangat praktis. Dengan demikian, Modul Pembelajaran Bermuatan Augmented Reality (AR) pada Materi Perkembangan Model Atom yang dikembangkan dinyatakan valid dan praktis untuk digunakan sebagai bahan ajar dalam pembelajaran kimia kelas X.

4 dilihat · 4 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

Pengembangan Modul Pembelajaran Berbasis Nilai-nilai Karakter untuk Mengakselerasi Metakognisi Elemen Sejarah Siswa Kelas V SD pada Materi Hijrah

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Harifal Mariadi, NIM 2230101046. Pengembangan Modul Pembelajaran Berbasis Nilai-Nilai Karakter untuk Mengakselerasi Metakognisi Elemen Sejarah Siswa Kelas V SD pada Materi Hijrah. Skripsi. Program Studi Pendidikan Agama Islam, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, Universitas Islam Negeri Mahmud Yunus Batusangkar, 2026. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan metakognisi elemen sejarah siswa kelas V SDN 21 Limo Kaum pada materi Hijrah Rasulullah SAW. Pembelajaran sejarah Islam di sekolah dasar masih bersifat konvensional, berpusat pada guru, dan belum tersedia modul yang secara sistematis mengintegrasikan pendekatan metakognitif dengan nilai-nilai karakter (keberanian, kejujuran, keikhlasan, dan kesabaran). Tujuan penelitian ini adalah menghasilkan modul pembelajaran berbasis nilai-nilai karakter pada materi hijrah yang valid, praktis, dan efektif dalam mengakselerasi metakognisi elemen sejarah siswa. Penelitian ini menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan model pengembangan 4D (Define, Design, Develop, Disseminate). Subjek penelitian terdiri atas 2 orang Validator materi PAI, 1 orang Validator desain pembelajaran, 1 orang guru PAI, dan 18 orang siswa kelas V SDN 21 Limo Kaum. Instrumen pengumpulan data meliputi lembar validasi Validator, angket praktikalitas guru dan siswa, soal pre-test dan post-test, serta Jurnal Metakognisi. Teknik analisis data menggunakan indeks V Aiken untuk validitas dan praktikalitas, serta uji paired samples t-test dan N-Gain untuk efektivitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) modul pembelajaran dinyatakan sangat valid dengan rata-rata indeks V Aiken sebesar 0,858 (kategori sangat valid), yang mencakup validasi Validator materi (V=0,875), Validator desain (V=0,858); (2) modul pembelajaran dinyatakan sangat praktis berdasarkan respons guru (V=0,925) dan respons siswa (V=0,847); (3) modul pembelajaran terbukti efektif dalam meningkatkan hasil belajar dan metakognisi siswa, dengan rata-rata nilai post-test (90,56) yang lebih tinggi secara signifikan dibandingkan pre-test (65,28) berdasarkan uji t-test (Sig. 0,000 0,05), serta perolehan rata-rata N-Gain sebesar 0,6911 (kategori sedang, mendekati tinggi). Sebanyak 94,1% siswa mengalami peningkatan hasil belajar pada kategori sedang hingga tinggi. Modul pembelajaran berbasis nilai-nilai karakter yang dikembangkan terbukti valid, praktis, dan efektif untuk mengakselerasi metakognisi elemen sejarah siswa kelas V SD pada materi hijrah. Penelitian ini merekomendasikan agar modul dapat digunakan sebagai bahan ajar alternatif dalam implementasi Kurikulum Merdeka serta dikembangkan lebih lanjut pada materi PAI lainnya dengan integrasi pendekatan metakognitif dan nilai karakter yang serupa.

8 dilihat · 4 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

PENGEMBANGAN MODUL PEMBELAJARAN AL-QUR’AN HADIS BERBASIS EXPERIENTIAL LEARNING TERINTEGRASI SAINS UNTUK SISWA KELAS XI MAN 2 TANAH DATAR

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini dilakukan oleh Nadya Rizki Amanda (NIM. 242032011) dengan judul “Pengembangan Modul Pembelajaran Al-Qur’an Hadis Berbasis Experiential Learning Terintegrasi Sains untuk Siswa Kelas XI Man 2 Tanah Datar.” Tesis ini disusun sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar Magister pada Program Studi Pendidikan Agama Islam, Pascasarjana Universitas Islam Negeri (UIN) Mahmud Yunus Batusangkar Tahun 2026 M/1448 H. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh perlunya inovasi bahan ajar pada pembelajaran Al-Qur'an Hadis yang mengintegrasikan konsep sains melalui pendekatan experiential learning. Pembelajaran di MAN 2 Tanah Datar belum didukung modul yang dirancang secara sistematis sehingga keterlibatan peserta didik dan pemahaman kontekstual terhadap materi belum optimal. Penelitian ini bertujuan menganalisis kebutuhan peserta didik, mengembangkan desain, serta menguji validitas, kepraktisan, dan efektivitas modul pembelajaran Al-Qur'an Hadis berbasis experiential learning terintegrasi sains. Penelitian menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan model ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, dan Evaluation). Subjek penelitian adalah peserta didik kelas XI MAN 2 Tanah Datar. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan angket. Validitas dinilai oleh dua dosen dan satu guru, kepraktisan oleh satu guru dan 35 peserta didik, sedangkan efektivitas diuji menggunakan desain pretest-posttest control group melalui uji Independent Sample t-Test dan N-Gain. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peserta didik membutuhkan modul berbasis experiential learning terintegrasi sains. Modul yang dikembangkan memperoleh nilai validitas rata-rata sebesar 0,83 dengan kategori sangat valid berdasarkan penilaian ahli pada aspek isi, penyajian, bahasa, dan kegrafikan. Tingkat kepraktisan mencapai 91,6% dengan kategori sangat praktis. Uji efektivitas menunjukkan perbedaan hasil belajar yang signifikan antara kelas eksperimen dan kelas kontrol (Sig. = 0,000 0,05), dengan rata-rata N-Gain kelas eksperimen sebesar 60,59% (cukup efektif) dan kelas kontrol 22,78% (tidak efektif). Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan modul pembelajaran Al-Qur'an Hadis berbasis experiential learning terintegrasi sains dinyatakan valid, praktis, dan efektif untuk meningkatkan hasil belajar peserta didik. Temuan ini mengimplikasikan bahwa modul pembelajaran Al-Qur'an Hadis berbasis experiential learning terintegrasi sains layak digunakan sebagai bahan ajar inovatif untuk mendukung pembelajaran yang aktif, kontekstual, dan bermakna.

14 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

Pengembangan Modul Pembelajaran Berbasis Discovery Learning pada Materi Hidrolisis Garam di SMA/MA

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Fitri Yanti, NIM. 2030110006, Judul Skripsi “Pengembangan Modul Pembelajaran Berbasis Discovery Learning pada Materi Hidrolisis Garam di SMA/MA”. Program Studi Tadris Kimia, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, Universitas Islam Negeri Mahmud Yunus Batusangkar, 2026. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh bahan ajar keterbatasan bahan ajar yang di gunakan dalam pembelajaran kimia di MAS Nurul Maulid Muara Panas, khususnya pada materi hidrolisis garam. Bahan ajar yang di gunakan secara optimal oleh peserta didik untuk belajar secara mandiri diluar kelas. Kondisi tersebut mendorong perlunya pengembangan bahan ajar berupa modul pembelajaran berbasis Discovery Learning yang dapat membantu peserta didik memahami materi secara lebih sistematis dan mandiri. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan modul pembelajaran berbasis Discovery Learning pada materi hidrolisis garam di SMA/MA yang valid dan praktis. Research and Development (R&D) dengan model pengembangan 4-D yang terdiri tahap define, design, develop, dan disseminate. Tahap disseminate dilakukan secara terbatas di MAS Nurul Maulid Panas. Validasi produk dilakukan oleh ahli materi, ahli konstruk, ahli bahasa, sedangkan uji praktikalitas melibatkan satu orang guru kimia dan 23 peserta didik kelas F.1. instrument pengumpulan data berupa lembar validasi modul, lembar validasi instrument, dan angket respon peserta didik serta pedoman wawancara guru. Data validitas di peroleh dari penilaian validator terhadap aspek materi, konstruk, dan bahasa, sedangkan data praktikalitas di peroleh melalui angket respon peserta didik dan wawancara guru. Teknik analisis data dilakukan secara deskriptif kuantitatif dan kualitatif dengan menghitung persentase skor yang diperoleh dibandingkan dengan skor maksimal, kemudian di kategorikan berdasarkan kriteria validitas dan praktikalitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa modul pembelajaran berbasis Discovery Learning pada materi hidrolisis garam memperoleh persentase validitas ahli materi sebesar 71% dengan kategori valid, ahli konstruk 84% dengan kategori sangat valid, dan ahli bahasa sebesar 75% dengan kategori valid. Setelah dinyatakan valid dan dilakukan revisi berdasarkan saran validator, nodul di uji praktikalitas kepada 1 orang guru kimia dan 23 orang peserta didik kelas XI memperoleh persentase sebesar 87% dengan kategori sangat praktis. Pada aspek praktikalis kemudahan penggunaan memperoleh 87, efisiensi waktu 86%, dan manfaat 88. Berdasarkan hasil tersebut, modul pembelajaran berbasis Discovery Learning pada materi hidrolisis garam yang dikembangkan dinyatakan valid sangat praktis sehingga dapat digunakan sebagai salah satu bahan ajar untuk mendukung proses pembelajaran dan belajar mandiri bagi peserta didik.

6 dilihat · 4 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

Pengembangan Modul Pembelajaran Berbasis Predict-Observe-Explain (POE) pada Materi Hakikat Ilmu Kimia Kelas X SMAN 2 Sungai Tarab

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Eka Wardani Hasibuan. NIM.2130110003. Judul Skripsi: "Pengembangan Modul Pembelajaran Berbasis Predict–Observe–Explain (POE) pada Materi Hakikat Ilmu Kimia Kelas X SMA Negeri 2 Sungai Tarab." Program Studi Tadris Kimia, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, Universitas Islam Negeri Mahmud Yunus Batusangkar. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh belum tersedianya bahan ajar yang mampu memfasilitasi peserta didik dalam memahami konsep pada materi Hakikat Ilmu Kimia secara optimal. Bahan ajar yang digunakan di sekolah masih didominasi oleh buku paket sehingga penyajian materi kurang sistematis, kurang kontekstual, dan belum memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk membangun pemahamannya melalui kegiatan pembelajaran yang aktif. Kondisi tersebut menyebabkan peserta didik mengalami kesulitan dalam memahami konsep-konsep dasar kimia. Oleh karena itu, diperlukan pengembangan bahan ajar berupa modul pembelajaran berbasis Predict–Observe–Explain (POE) yang mampu melibatkan peserta didik secara aktif melalui kegiatan memprediksi, mengamati, dan menjelaskan fenomena berdasarkan konsep ilmiah. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan modul pembelajaran berbasis Predict–Observe–Explain (POE)pada materi Hakikat Ilmu Kimia yang memenuhi kriteria valid dan praktis. Penelitian menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan model pengembangan 4-D (Define, Design, Develop, Disseminate) yang dibatasi sampai tahap Develop. Instrumen penelitian terdiri atas lembar validasi modul dan angket praktikalitas. Validasi dilakukan oleh tiga orang dosen ahli, sedangkan uji praktikalitas melibatkan satu orang guru kimia dan 22 peserta didik kelas X SMA Negeri 2 Sungai Tarab. Data dianalisis menggunakan skala Likert dan disajikan dalam bentuk persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa modul pembelajaran berbasis Predict–Observe–Explain (POE) memperoleh persentase validitas aspek materi sebesar 83% dengan kategori sangat valid, aspek konstruk sebesar 98,95% dengan kategori sangat valid, dan aspek kebahasaan sebesar 81% dengan kategori sangat valid. Hasil uji praktikalitas menunjukkan bahwa modul memperoleh persentase sebesar 93% dari guru kimia dan 88% dari peserta didik dengan kategori sangat praktis. Dengan demikian, modul pembelajaran berbasis Predict–Observe–Explain (POE) pada materi Hakikat Ilmu Kimia yang dikembangkan telah memenuhi kriteria valid dan praktis sehingga layak digunakan sebagai salah satu bahan ajar dalam proses pembelajaran kimia di kelas X SMA Negeri 2 Sungai Tarab.

5 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

“Pengembangan Modul Problem Based Learning (PBL) Berbasis Deep Learning Untuk Mata Pelajaran Pendidikan Pancasila Kelas II Sekolah Dasar”

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Nofriza Rahma. NIM 2230111110. Judul Skripsi 2026. Pengembangan Modul Problem Based Learning (PBL) Berbasis Deep Learning untuk Mata Pelajaran Pendidikan Pancasila Kelas II Sekolah Dasar. Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, Universitas Islam Negeri Mahmud Yunus Batusangkar. 2026. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh terbatasnya penggunaan modul pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik Kurikulum Merdeka dan mampu mendukung penerapan Problem Based Learning (PBL) berbasis Deep Learning pada mata pelajaran Pendidikan Pancasila kelas II sekolah dasar. Modul yang digunakan guru belum sepenuhnya mampu memfasilitasi peserta didik untuk belajar secara aktif, bermakna, dan berpusat pada peserta didik. Oleh karena itu, diperlukan pengembangan modul pembelajaran yang valid dan praktis sebagai salah satu bahan ajar yang dapat membantu guru dalam melaksanakan proses pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan modul Problem Based Learning (PBL) berbasis Deep Learning yang memiliki tingkat validitas dan praktikalitas yang tinggi pada mata pelajaran Pendidikan Pancasila kelas II di UPT SDN 20 Baringin. Penelitian ini merupakan penelitian dan pengembangan (Research and Development) dengan menggunakan model pengembangan 4D (Define, Design, Develop, dan Disseminate). Namun, penelitian ini hanya dilaksanakan sampai tahap Develop, yang meliputi validasi produk oleh validator ahli, revisi produk berdasarkan saran validator, serta uji praktikalitas oleh guru dan peserta didik. Tahap Disseminate tidak dilaksanakan karena keterbatasan waktu penelitian. Subjek penelitian terdiri atas satu orang guru kelas II, dan 35 peserta didik kelas II UPT SDN 20 Baringin. Instrumen penelitian yang digunakan berupa lembar validasi dan angket praktikalitas guru serta peserta didik. Data dianalisis menggunakan teknik analisis deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa modul yang dikembangkan memperoleh persentase validitas sebesar 86,1% dengan kategori sangat valid. Hasil uji praktikalitas guru memperoleh persentase sebesar 88,7% dengan kategori sangat praktis, sedangkan hasil uji praktikalitas peserta didik memperoleh persentase sebesar 90,3% dengan kategori sangat praktis. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, dapat disimpulkan bahwa modul Problem Based Learning (PBL) berbasis Deep Learning yang dikembangkan memenuhi kriteria sangat valid dan sangat praktis, sehingga layak digunakan sebagai salah satu bahan ajar pada mata pelajaran Pendidikan Pancasila kelas II di UPT SDN 20 Baringin.

4 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

Pengembangan Modul Pembelajaran Berbasis Learning Cycle 9E Pada Materi Sistem Imun Kelas XI di SMAN 1 Batusangkar

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan modul pembelajaran berbasis Learning Cycle 9E pada materi Sistem Imun kelas XI di SMAN 1 Batusangkar serta mengetahui tingkat validitas dan praktikalitas modul yang dihasilkan. Penelitian dilatarbelakangi oleh keterbatasan bahan ajar yang digunakan di sekolah, materi pada buku paket yang belum mencakup seluruh submateri secara komprehensif, serta proses pembelajaran yang masih didominasi oleh guru sehingga belum mampu mendorong keaktifan peserta didik secara optimal. Penelitian ini menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan model pengembangan 4-D (Four-D) yang meliputi tahap define, design, develop, dan disseminate. Namun, penelitian hanya dilaksanakan sampai tahap develop karena keterbatasan waktu, biaya, dan ruang lingkup penelitian. Tahap define meliputi analisis kebutuhan awal-akhir, analisis peserta didik, dan analisis literatur. Tahap design dilakukan dengan merancang prototipe modul berbasis Learning Cycle 9E, sedangkan tahap develop meliputi validasi oleh ahli, revisi produk, dan uji praktikalitas. Instrumen penelitian berupa lembar validasi dan angket praktikalitas. Teknik analisis data menggunakan analisis deskriptif kuantitatif dengan skala Likert empat tingkat. Data dianalisis melalui perhitungan persentase untuk menentukan kategori validitas dan praktikalitas modul. Validasi dilakukan oleh tiga validator yang terdiri atas dua dosen dan satu guru Biologi, sedangkan uji praktikalitas melibatkan satu guru dan 35 peserta didik kelas XI F.4 SMAN 1 Batusangkar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa modul pembelajaran berbasis Learning Cycle 9E memperoleh nilai validitas sebesar 87% dengan kategori sangat valid, sedangkan hasil uji praktikalitas memperoleh nilai 87% dengan kategori sangat praktis. Dengan demikian, modul yang dikembangkan dinyatakan layak digunakan sebagai bahan ajar pendukung pada pembelajaran Biologi, khususnya materi Sistem Imun kelas XI, karena mampu memfasilitasi pembelajaran yang lebih sistematis, aktif, dan berpusat pada peserta didik.

5 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

Pengembangan Modul Pembelajaran Biologi Berbasis Literasi Sains Terintegrasi Ayat Al Qur'an pada Materi Sistem Reproduksi di MAN 2 Tanah Datar

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh keterbatasan bahan ajar yang digunakan dalam pembelajaran biologi. Bahan ajar yang tersedia belum mampu mengaitkan materi dengan permasalahan nyata, memfasilitasi pembelajaran mandiri, serta mengintegrasikan nilai-nilai keislaman melalui ayat-ayat Al-Qur’an yang relevan. Tujuan penelitian ini adalah mengembangkan modul pembelajaran berbasis Literasi Sains Terintegrasi Ayat Al-Qur’an pada materi system reproduksi di MAN 2 Tanah Datar serta mengetahui tingkat validitas dan praktikalitas modul. Penelitian ini menggunakan metode research and development dengan model pengembangan 4-D yang meliputi tahap define (pendefenisian), design (perancangan), develop (pengembangan), dan disseminate (penyebaran). Teknik pengumpulan data dilakukan melalui angket, dengan instrumen berupa lembar validasi yang di validasi oleh 2 orang dosen ahli dan 1 pendidik dan untuk praktikalitas dilakukan oleh 32 peserta didik. Data dianalisis berdasarkan hasil validasi produk oleh validator dan praktikalitas berdasarkan skor angket respons siswa yang dihitung dalam bentuk persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa modul pembelajaran berbasis literasi sains terintegrasi ayat Al-Qur’an pada materi sistem reproduksi di MAN 2 Tanah Datar dinilai sangat valid oleh tiga validator dengan persentase 91%. Uji praktikalitas oleh siswa memperoleh persentase 88% (kategori sangat praktis). Dengan demikian, modul pembelajaran berbasis literasi sains terintegrasi ayat Al-Qur’an ini terbukti sangat valid dan sangat praktis untuk mendukung proses pembelajaran biologi, khususnya pada materi sistem reproduksi di MAN 2 Tanah Datar.

4 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

Pengembangan Modul Pembelajaran Kimia Berbasis Discovery Learning Berbantuan Multipel Representasi Kimia pada Materi Larutan Asam Basa Kelas XI/Fase F di SMAN 1 Padang Ganting

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Desri Wulandari , NIM 2230110008, Judul Skripsi “Pengembangan Modul Pembelajaran Kimia Berbasis Discovery Learning Berbantuan Multipel Representasi Kimia Pada Materi Larutan Asam Basa Kelas XI/Fase F di SMAN 1 Padang Ganting”. Program Studi Tadris Kimia, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, Universitas Islam Negeri Mahmud Yunus Batusangkar. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pelaksanaan pembelajaran kimia di SMAN 1 Padang Ganting yang masih menggunakan bahan ajar dengan berbagai keterbatasan. Bahan ajar yang digunakan berupa buku teks Kurikulum Merdeka 2022 dengan ketersediaan yang belum memadai, karena satu buku digunakan oleh dua orang peserta didik secara bersamaan sehingga akses belajar mandiri menjadi terbatas. Proses pembelajaran juga masih berpusat pada guru melalui model direct instruction, sementara bahan ajar yang tersedia cenderung menyajikan materi secara monoton dengan sedikit ilustrasi, sehingga menimbulkan kebosanan dan kesulitan dalam memahami konsep kimia yang bersifat abstrak. Kondisi tersebut berdampak pada rendahnya hasil belajar, terlihat dari perolehan penilaian harian (PH) pada materi larutan asam basa di kelas XI F.2 yang hanya mencapai ketuntasan sebesar 26,47%. Konsep kimia yang abstrak, khusufnya pada materi larutan asam basa, akan lebih mudah dipahami apabila disajikan melalui tiga level representasi, yaitu makroskopik, submakroskopik, dan simbolik. Dengan demikian, diperlukan pengembangan bahan ajar berupa modul pembelajaran yang mampu mengatasi keterbatasan tersebut dan mendorong keterlibatan aktif peserta didik. Modul yang dikembangkan berbasis Discovery Learning dan didukung multipel representasi kimia. Tujuan penelitian ini adalah menghasilkan modul pembelajaran berbasis Discovery Learning berbantuan Multipel Representasi Kimia pada materi larutan asam basa kelas XI/Fase F di SMAN 1 Padang Ganting yang valid dan praktis. Penelitian ini menggunakan metode Research and Development dengan model 4-D (define, design, development, dan disseminate). Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) modul memenuhi kriteria sangat valid, dengan persentase validitas isi materi 82%, konstruk 75%, dan bahasa 88%; 2) modul memenuhi kriteria sangat praktis, dengan respons pendidik 82,8% dan peserta didik 81%. Modul yang dikembangkan dapat dijadikan salah satu sumber belajar pada materi larutan asam basa.

4 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

Pengembangan Modul Pembelajaran Berbasis Process Oriented Guided Inquiry Learning (POGIL) Pada Materi Larutan Penyangga kelas XI di SMAN 1 Batusangkar

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Adilla Putri Ramadhani, NIM. 2230110001, Judul Skripsi “Pengembangan Modul Pembelajaran Berbasis Process Oriented Guided Inquiry Learning (POGIL) Pada Materi Larutan Penyangga Kelas XI di SMAN 1 Batusangkar”. Program Studi Tadris Kimia, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, Universitas Islam Negeri Mahmud Yunus Batusangkar. Penelitian ini didasarkan pada belum optimalnya penggunaan bahan ajar yang digunakan oleh pendidik saat proses pembelajaran kimia dan rendahnya pemahaman peserta didik dalam memahami materi kimia. Bahan ajar yang digunakan pendidik masih bergantung pada buku paket sebagai sumber utama pembelajaran. Penyajian buku paket masih bersifat monoton dan bahasa yang relatif sulit dipahami oleh peserta didik. Hal ini dapat mempengaruhi hasil belajar peserta didik. Tujuan dari Penelitian ini untuk mengembangkan modul pembelajaran berbasis Process Oriented Guided Inquiry Learning (POGIL) pada materi larutan penyangga kelas XI SMAN 1 Batusangkar yang valid dan praktis. Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Research and Development dengan model pengembangan 4-D (Define, Design, Develop, and Disseminate). Namun, Penelitian ini dibatasi hingga tahap disseminate terbatas untuk peserta didik dan pendidik kimia kelas XI SMAN 1 Batusangkar. Berdasarkan hasil Penelitian yang dilakukan didapatkan bahwa 1) Hasil uji validitas menunjukkan bahwa modul pembelajaran memperoleh kategori sangat valid, dengan persentase validitas ahli materi sebesar 83%, ahli bahasa sebesar 100%, dan ahli konstruk/kegrafikan sebesar 76%. 2) modul pembelajaran juga dinyatakan sangat praktis berdasarkan kemudahan penggunaan, efisiensi waktu, dan manfaat dalam proses pembelajaran dengan persentase sebesar 84%. Hasil Penelitian tersebut menunjukkan bahwa modul pembelajaran berbasis Process Oriented Guided Inquiry Learning (POGIL) pada materi larutan penyangga sangat baik dan layak digunakan sebagai bahan ajar di kelas serta untuk mendukung proses belajar mandiri peserta didik.

6 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

Pengembangan Modul Pembelajaran Berbasis Think Pair Share (TPS) pada Materi Pemanasan Global Kelas X Di SMAN 1 Pariangan

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Sishy Maharani Putri, NIM. 2230110019, Judul Skripsi "Pengembangan Modul Pembelajaran Berbasis Think Pair Share (TPS) Pada Materi Pemanasan Global Kelas X DI SMAN 1 Pariangan". Program Studi Tadris Kimia, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, Universitas Islam Negeri Mahmud Yunus Batusangkar. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh terbatasnya bahan ajar yang digunakan dalam pembelajaran kimia di SMAN 1 Pariangan, khususnya pada materi pemanasan global. Bahan ajar yang tersedia masih berupa buku paket yang kurang. mampu membantu peserta didik belajar secara mandiri. Oleh karena itu. diperlukan pengembangan bahan ajar yang dapat meningkatkan keaktifan dan pemahaman peserta didik, salah satunya melalui modul pembelajaran berbasis Think Pair Share (TPS). Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan modul pembelajaran berbasis Think Pair Share (TPS) pada materi pemanasan global kelas X yang valid dan praktis. Jenis penelitian yang digunakan adalah Research and Development (R&D) dengan model pengembangan 4-D yang meliputi tahap define, design, develop, dan disseminate. Namun, penelitian ini dibatasi sampai tahap disseminate secara terbatas. Instrumen penelitian yang digunakan berupa lembar validasi dan angket. praktikalitas. Validasi dilakukan oleh tiga orang validator yang terdiri atas ahli materi, ahli konstruk, dan ahli bahasa. Uji praktikalitas dilakukan oleh satu orang guru kimia dan 64 peserta didik kelas X E5 dan X E6 SMAN 1 Pariangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa modul pembelajaran berbasis Think Pair Share (TPS) pada materi pemanasan global memiliki tingkat validitas yang sangat baik dengan rata-rata persentase sebesar 91%, yang diperoleh dari aspek materi sebesar 75% (valid), aspek konstruk sebesar 100% (sangat valid), dan aspek bahasa sebesar 98% (sangat valid). Hasil uji praktikalitas oleh guru memperoleh persentase sebesar 92% dengan kategori sangat praktis, sedangkan uji praktikalitas oleh peserta didik memperoleh rata-rata persentase sebesar 91% dengan kategori sangat praktis. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa modul pembelajaran berbasis Think Pair Share (TPS) pada materi pemanasan global kelas X yang dikembangkan telah memenuhi kriteria valid dan sangat praktis sehingga layak digunakan sebagai bahan ajar dalam pembelajaran kimia.

4 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

Pengembangan Modul Pembelajaran Berbasis Socio Scientific Issues Untuk Melatih Keterampilan Berpikir Kritis Peserta Didik Pada Materi Pemanasan Global Kelas X SMA/MA

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh keterampilan berpikir kritis peserta didik di Indonesia yang masih belum berkembang optimal. Hasil tes awal di SMA Negeri 2 Batusangkar menunjukkan keterampilan berpikir kritis peserta didik kelas X berada pada kategori cukup, dengan kelemahan utama pada aspek analisis. Kondisi ini diperburuk oleh bahan ajar yang digunakan guru belum sepenuhnya memfasilitasi peningkatan keterampilan berpikir kritis, sehingga pembelajaran cenderung berpusat pada pendidik dan keterlibatan aktif peserta didik terbatas. Padahal, keterampilan berpikir kritis merupakan salah satu tuntutan utama abad ke-21 yang harus dimiliki peserta didik. Oleh sebab itu, peneliti mengembangkan modul pembelajaran berbasis Socio Scientific Issues (SSI) untuk melatih keterampilan berpikir kritis peserta didik pada materi pemanasan global kelas X SMA/MA. Pengembangan modul ini dipilih karena pembelajaran berbasis SSI memungkinkan peserta didik mengaitkan konsep kimia dengan isu-isu sosial nyata dalam kehidupan sehari-hari, sehingga dapat meningkatkan keterampilan analisis, evaluasi, dan pengambilan keputusan. Dengan modul ini, peserta didik diharapkan lebih siap menghadapi tantangan abad ke-21 melalui keterampilan berpikir kritis. Penelitian ini menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan model 4D (Define, Design, Develop, Disseminate), dibatasi sampai tahap Develop. Instrumen yang digunakan meliputi lembar validasi dan angket praktikalitas, dengan teknik analisis data menggunakan skala Likert. Validator terdiri dari ahli materi, ahli konstruk/kegrafikan, ahli bahasa, serta validator instrumen tes berpikir kritis. Subjek penelitian adalah 35 peserta didik kelas X.E1 SMA Negeri 2 Batusangkar dan satu orang pendidik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa modul pembelajaran berbasis SSI memenuhi kriteria sangat valid, dengan skor validasi ahli materi sebesar 88%, ahli konstruk 100%, ahli bahasa 95%, dan validitas soal tes berpikir kritis sebesar 75%. Modul juga memenuhi kriteria sangat praktis, dengan persentase praktikalitas 86% dari pendidik dan 93% dari peserta didik. Selain itu, keterampilan berpikir kritis peserta didik meningkat dari 55% (kategori cukup) menjadi 86% (kategori sangat baik) setelah menggunakan modul. Dengan demikian, modul pembelajaran berbasis SSI ini terbukti valid dan praktis dalam melatih keterampilan berpikir kritis peserta didik pada materi pemanasan global.

4 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

PENGEMBANGAN MODUL PEMBELAJARAN FIKIH DENGAN PENDEKATAN DEEP LEARNING DI SDIT INSAN MADANI BATUSANGKAR

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Fitrah Rahma Yani, NIM 232032010 judul tesis “Pengembangan Modul Pembelajaran Fikih dengan Pendekatan Deep Learning di SDIT Insan Madani Batusangkar” Program Studi Pendidikan Agama Islam Pascasarjana Universitas Islam Negeri Mahmud Yunus Batusangkar tahun 2026. Permasalahan dalam penelitian ini adalah belum adanya kebaruan dari modul pembelajaran fikih yang menggunakan pendekatan deep learning serta keterbatasan bahan ajar berupa modul fikih di SDIT Insan Madani Batusangkar. Belum ada bahan ajar lainnya yang dapat menunjang motivasi belajar siswa. Guru belum mampu membuat modul pembelajaran. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian pengembangan (Research and Developmen). Adapun prosedur pengembangan penelitian yang digunakan ialah model 4-D yaitu mencakup define, design, develop dan disseminate. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara dan angket. Subjek penelitiannya adalah siswa SDIT Insan Madani Batusangkar dengan data diperoleh melalui angket validasi, praktikalitas, dan efektivitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada tahap define di SDIT Insan Madani Batusangkar belum memiliki modul fikih dengan pendekatan deep learning. Pada tahap design dirancang modul fikih dengan pendekatan deep learning. Pada tahap develop modul pembelajaran yang sudah divalidasi oleh tiga orang dosen memperoleh persentase validasi sebanyak 93,33% termasuk kategori sangat valid. Selanjutnya, validasi materi atau isi modul pembelajaran fikih dengan pendekatan deep learning oleh tiga orang dosen ahli juga menunjukkan hasil 93,3% dengan kategori sangat valid. Uji praktikalitas oleh dua orang guru memperoleh skor 93% dengan kategori sangat praktis. Sedangkan praktikalitas oleh 21 orang siswa kelas 5 menunjukkan hasil 83% dengan kategori sangat praktis. Terakhir, uji efektivitas modul pembelajaran terhadap siswa memberikan hasil sebesar 85% dengan kateori sangat efektif. Hal ini membuktikan bahwa modul pembelajaran fikih dengan pendekatan deep learning ini valid, praktis, dan efektif untuk digunakan dalam proses pembelajaran. Pada tahap disseminate modul disebarkan kepada guru fikih di kecamatan Sungai Tarab.

5 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

Pengembangan Modul Pembelajaran Berbasis Socio-Scientific Issues untuk Melatih Kemampuan Berpikir Kreatif Siswa pada Materi Nanoteknologi Kelas X SMA/MA

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

MIFTAHUL JANNAH, NIM 2230110015 “Pengembangan Modul Pembelajaran Berbasis Socio-Scientific Issues untuk Melatih Kemampuan Berpikir Kreatif Siswa pada Materi Nanoteknologi Kelas X SMA/MA” Program Studi Tadris Kimia, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, Universitas Islam Negeri Mahmud Yunus Batusangkar. Penelitian ini didasarkan pada keterampilan berpikir kreatif dan kemampuan literasi sains siswa di Indonesia masih di bawah rata-rata OECD, yaitu 396 dari skor rata-rata 489. Rendahnya performa Indonesia bukan hanya soal skor numerik, tetapi ketidaksiapkan dalam menghadapi tuntutan abad ke-21 yaitu kreativitas. Pembelajaran abad ke-21 menekankan pendekatan berpusat pada siswa yang bersifat integratif dan berbasis teknologi dalam mengembangkan kompetensi. Ini sangat tidak sesuai dengan model tradisional (guru-sentris) ke pembelajaran aktif dan kontekstual. Pada pembelajaran kimia yang selalu di anggap sulit oleh siswa karena bersifat abstrak sangat dibutuhkan kemampuan pemikiran kreatif untuk memahami konsep kimia, sehingga diperlukan strategi pembelajaran kimia yang mampu mengintegrasikan prinsip pembelajaran abad ke-21, seperti pembelajaran melalui masalah nyata dan isu-isu sosial yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari. Di samping itu, bahan ajar yang digunakan guru belum sepenuhnya memfasilitasi terhadap peningkatan kemampuan berpikir kreatif siswa. Hal ini menyebabkan masih rendahnya kemampuan berpikir kreatif siswa. Oleh sebab itu, peneliti mengembangkan modul pembelajaran berbasis pembelajaran berbasis socio-scientific issues untuk melatih kemampuan berpikir kreatif siswa pada materi nanoteknologi kelas X SMA/MA. Pengembangan modul pembelajaran ini dipilih karena dengan modul pembelajaran berbasis socio-scientific issues dapat melatih kemampuan berpikir siswa pada materi nanoteknologi sehingga siswa lebih memahami materi kimia berdasarkan isu-isu sosial yang ada di kehidupan sehari-harinya. Dengan modul pembelajaran ini dapat menghadapi tuntutan abad ke-21 yaitu berpikir kreatif. Penelitian ini menggunakan metode penelitian Research and Development dengan model 4-D (define, design, develop, dan disseminate). Hasil dari modul pembelajaran berbasis berbasis socio-scientific issues untuk melatih kemampuan berpikir kreatif siswa yang dirancang dilanjutkan pada uji validitas dan praktikalitas. Penyebar luasan produk dibatasi di sekolah tempat peneliti melakukan penelitian. Instrumen yang digunakan adalah lembar validasi dan angket responden praktikalitas, teknil analisis data menggunakan skala Linket. Validator terdiri dari validator instrumen validasi dan praktikalitas, validator materi dan validator bahasa. Subjek pada penelitian ini adalah siswa dan siswi kelas X E4 SMAN 2 Batusangkar. Modul pembelajaran berbasis berbasis socio-scientific issues untuk melatih kemampuan berpikir kreatif siswa pada materi nanoteknologi sudah memenuhi kriteria sangat valid, yang terdiri dari kelayakan materi sebesar 87% dan kelayakan Bahasa sebesar 81%. Modul pembelajaran berbasis berbasis socio-scientific issues untuk melatih kemampuan berpikir kreatif siswa pada materi nanoteknologi juga telah memenuhi kriteria sangat praktis dengan hasil angket responden siswa sebesar 95%. Kemampuan berpikir kreatif siswa setelah menggunakan modul pembelajaran berbasis socio-scientific issues sebesar 84%. Kata Kunci: Modul Pembelajaran, Socio-Scientific Issues, Berpikir Kreatif, Validasi, Praktikalitas.  

4 dilihat · 2 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

Pengembangan Modul Pembelajaran Berbasis Problem Based Learning Terintegrasi TPACK pada Materi Jamur (Fungi)

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Fatimatul Darfi NIM 2230106010 (2026). Judul skripsi “Pengembangan Modul Pembelajaran Berbasis Problem Based Learning (PBL) Terintegrasi TPACK pada Materi Jamur (Fungi)” Progam Studi Tadris Biologi, Fakultas Tarbiyah dan ilmu Keguruan (FTIK), Universitas Islam Negeri Mahmud Yunus Batusangkar. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh keterbatasan sumber belajar yang tidak mencakup materi yang dipelajari sedangkan buku dengan cakupan materi yang lebih lengkap tersedia dengan jumlah yang terbatas, sehingga guru lebih banyak menjelaskan materi dengan metode ceramah dalam proses pembelajaran yang diselingi pengerjaan LKPD, hal ini mengindikasikan pada proses pembelajaran guru menjadi sumber belajar tunggal. Kondisi tersebut menjadikan proses belajar berjalan monoton, membuat siswa kurang bersemangat serta tidak terlibat secara aktif dalam kegiatan pembelajaran Tujuan penelitian ini adalah mengembangkan modul pembelajaran berbasis problem based learning (PBL) terintegrasi TPACK pada materi jamur (fungi), sehingga modul tersebut, valid dan praktis digunakan. Penelitian ini menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan model pengembangan 4D yang meliputi tahap Define, Design, Develop, dan Disseminate. Instrumen, penelitian yang digunakan mencakup lembar validitas, praktikalitas, serta wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa modul pembelajaran berbasis problem based learning (PBL) terintegrasi TPACK pada materi jamur (fungi) dinilai sangat valid oleh tiga validator dengan persentase 91%. Uji praktikalitas oleh guru memperoleh persentase 97% (kategori sangat praktis). sedangkan uji praktikalitas oleh siswa memperoleh persentase 95% (kategori sangat praktis). Dengan demikian, modul pembelajaran berbasis problem based learning (PBL) terintegrasi TPACK pada materi jamur (fungi) ini terbukti sangat valid dan sangat praktis untuk mendukung proses pembelajaran biologi, khususnya pada materi jamur (fungi).

4 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

Pengembangan Modul Pembelajaran Berbasis Multipel Representasi Kimia Terintegrasi Ayat Al-Qur'an pada Materi Ikatan Kimia Fase E SMA/MA

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pelaksanaan dalam proses pembelajaran dimana dalam proses pembelajaran tersebut menggunakan bahan ajar yang disediakan sekolah. Jika dilihat dari bahan ajar yang digunakan terdapat beberapa kekurangan yang berkenaan dengan bahan ajar yang terbatas, pembahasan materi kimia yang terlalu singkat dan bahasa bahan ajar yang digunakan sulit dipahami oleh peserta didik sehingga berdampak pada kualitas pembelajaran. Bahan ajar yang digunakan sekolah belum optimal dalam menyampaikan pembelajaran kimia yang bersifat abstrak, pembelajaran kimia akan mudah dipahami apabila direpresentasikan ke dalam tiga level yaitu level simbolik, mikroskop dan submikroskopik. Pendidik dan peserta didik memiliki kesamaan pemikiran terhadap pentingnya pengintegrasian pembelajaran kimia dengan ayat Alquran. Namun pengintegrasian ayat Alquran belum diimplementasikan dalam proses pembelajaran. Oleh karena itu perlu dikembangkan sebuah bahan ajar untuk dijadikan sumber belajar tambahan bagi peserta didik. Bahan ajar yang dikembangkan yaitu modul pembelajaran berbasis multipel Representasi Kimia Terintegrasi Ayat Al-Qur'an Pada Materi Ikatan Kimia Fase E SMA/MA. Tujuan dari penelitian ini untuk menghasilkan modul pembelajaran berbasis multipel Representasi Kimia Terintegrasi Ayat Al-Qur'an Pada Materi Ikatan Kimia Fase E SMA/MA yang valid dan praktis. Jenis penelitian yang digunakan penelitian pengembangan dengan model 4-D (define, design, development dan disseminate). Instrumen penelitian terdiri dari angket validasi yang diisi oleh 8 orang validator yang terdiri dari 2 orang ahli media, bahasa, materi dan tafsir. Serta angket respon peserta didik dari 2 orang pendidik kimia dan 29 orang peserta didik. Berdasarkan analisis data terhadap produk berupa modul pembelajaran berbasis multipel Representasi Kimia Terintegrasi Ayat Al-Qur'an Pada Materi Ikatan Kimia Fase E SMA/MA diperoleh untuk data validasi ahli materi 81,19%, ahli media 87,5% dan ahli tafsir 92,19% dengan kategori sangat valid serta ahli bahasa 77,6% dengan kategori valid. Sedangkan hasil data praktikalitas dari pendidik dan peserta didik yaitu 82,92% dan 84,82% dengan kategori sangat praktis. Sehingga dapat disimpulkan bahwa modul pembelajaran berbasis multipel Representasi Kimia Terintegrasi Ayat Al-Qur'an Pada Materi Ikatan Kimia Fase E SMA/MA dapat digunakan dalam pembelajaran oleh pendidik dan peserta didik.

5 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

Pengembangan Modul Pembelajaran Berbasis STEAM (Science, Technology, Engineering, Arts, and Mathematics) pada Materi Asam Basa Kelas XI SMAN 2 Batusangkar

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Ummia Istighosah, NIM: 2130110020, Judul Skripsi “Pengembangan Modul Pembelajaran Berbasis STEAM (Science, Technology, Engineering, Art, and Mathematics) Pada Materi Asam Basa Kelas XI SMAN 2 Batusangkar”. Program Studi Tadris Kimia, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, Universitas Islam Negeri Mahmud Yunus Batusangkar. Penelitian ini didasarkan pada rendahnya hasil belajar peserta didik. Faktor penyebabnya rendah hasil belajar peserta didik salah satunya yaitu kurangnya bahan ajar yang digunakan sebagai pedoman pembelajaran bagi peserta didik yang berdampak terhadap kualitas dan proses pembelajaran. Bahan ajar yang digunakan oleh pendidik adalah buku teks yang memiliki materi yang panjang dan menggunakan bahasa yang baku dan monoton sehingga peserta didik kesulitan dalam memahami isi buku saat proses pembelajaran. Dengan demikian, perlu dikembangkan sebuah modul pembelajaran untuk dijadikan sumber belajar tambahan bagi peserta didik. Modul pembelajaran yang dikembangkan yaitu modul pembelajaran berbasis STEAM (Science, Technology, Engineering, Art, and Mathematics). Tujuan dari penelitian ini untuk menghasilkan modul pembelajaran berbasis STEAM (Science, Technology, Engineering, Art, and Mathematics) yang valid dan praktis. Penelitian ini menggunakan metode penelitian Research and Development dengan model pengembangan 4-D. Tahap pengembangan model 4-D memiliki empat tahap yaitu tahap pendefinisian (define), tahap perancangan (design),tahap pengembangan (develop) dan tahap penyebaran (disseminate) Namun pada penelitian ini hanya dilakukan sampai tahap pengembangan (develop). Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini berupa lembar validitas dan lembar praktikalitas. Analisis data menggunakan rumus pesentase. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan, dihasilkan produk berupa modul pembelajaran berbasis STEAM (Science, Technology, Engineering, Art, and Mathematics) pada materi asam basa. Hasil validasi modul pembelajaran memenuhi kriteria valid dengan persentase kelayakan pada aspek materi 75%, kelayakan aspek bahasa memperoleh persentase 75% dan kelayakan pada aspek media memperoleh persentase 96% dengan kriteria sangat valid. Hasil praktikalitas modul pembelajaran berbasis STEAM (Science, Technology, Engineering, Art, and Mathematics) pada materi asam basa sudah memenuhi kriteria sangat praktis berdasarkan hasil angket respon peserta didik dengan persentase 89,7 % untuk aspek kemudahan penggunaan, 91,2% untuk aspek manfaat dan 87,6% untuk aspek efisiensi waktu. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa modul pembelajaran yang dikembangkan dapat dijadikan salah satu sumber belajar bagi peserta didik.

5 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail