Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

14 hasil
Subjek: Guided Inquiry
DaftarKartu
ThesisOpen AccessPDF tersedia

PENGEMBANGAN MODUL PEMBELAJARAN IPA BERINTEGRASI KEARIFAN LOKAL MATA AIR PANAS PARIANGAN DENGAN MODEL GUIDED INQUIRY PADA MATERI SUHU DAN KALOR UNTUK KELAS VII SMP N 1 BATIPUH

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

NILAM PERDANA SARI NIM. 12107026, Judul Skripsi “Pengembangan Modul Pembelajaran IPA Bertintegrasi Kearifan Lokal Mata Air Panas Pariangan dengan Model Guided Inquiry pada Materi Suhu dan Kalor untuk Kelas VII SMP N 1 Batipuh” Jurusan Tadris Fisika Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan Instititut Agama Islam Negeri (IAIN) Batusangkar 2020. Kurangnya pengintegrasian materi pembelajaran dengan lingkungan alam sekitar merupakan salah satu penyebab peserta didik kesulitan memahami konsep-konsep ilmu pengetahuan alam. Sementara disekitar peserta didik banyak ditemukan gejala-gejala alam yang berhubungan dengan konsep ilmu pengetahuan alam, hal ini dapat dilihat dari hasil analisis pengetahuan peserta didik terkait konsep-konsep IPA. Tujuan penelitian ini adalah untuk menghasilkan modul IPA terintegrasi kearifan lokal mata air panas Pariangan dengan model guided inquiry dengan kriteria valid. Jenis penelitian ini adalah penelitian pengembangan (research and development). Model pengembangan yang digunakan adalah 4-D, terdiri dari 4 tahap pengembangan, yaitu : Define (Pendefinisian), Design (Perancanaan), Develop (Pengembangan), dan Disseminate (penyebaran). Penelitian yang dilakukan hanya sampai tahap develop, yaitu memvalidasi modul. Prosedur pengembangan dimulai dari tahap define (pendefenisian) dengan melakukan analisis peserta didik, analisis silabus pembelajaran IPA kelas VII SMP semester 1, analisis sumber belajar, analisis potensi lokal daerah dan analisis materi. Tahap design (perancangan) merliputi perancangan modul pembelajaran yang akan dikembangkan. Tahap develop (pengembangan) meliputi uji validitas oleh satu orang tenaga ahli dan satu orang praktisi. Instrument pengumpulan data berupa wawancara dengan guru IPA dan validitas. Hasil penelitian pada tahap pendefenisian yang diperoleh dari analisis peserta didik, analisis silabus pembelajaran IPA kelas VII SMP semester 1, analisis sumber belajar, analisis potensi lokal daerah dan analisis materi digunakan sebagai acuan pengembangan modul pembelajaran IPA berintegrasi kearifan lokal. Hasil tahap perancangan diperoleh modul pembelajaran IPA berintegrasi kearifan lokal dengan model guided inquiry. Hasil tahap pengembangan diperoleh modul pembelajaran IPA berintegrasi kearifan lokal dengan model guided inquiry memenuhi kriteria valid dengan persentase 78,66% menurut pakar. Berdasarkan hasil penelitian dapa disimpulkan modul pembelajaran IPA berintegrasi kearifan lokal dengan model guided inquiry dikategorikan valid dengan persentase 78,66% menurut pakar pada materi suhu dan kalor. Kata kunci: Modul pembelajaran IPA, Kearifan Lokal, Mata Air Panas Pariangan, Guided Inquiry, Suhu, Kalor

4 dilihat · 1 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

Pengembangan LKPD Berbasis Guided Inquiry pada Materi Pertumbuhan dan Perkembangan pada Kelas IX SMPIT Qurrata A'yun

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Hafizah Haq, NIM. 2230106020 (2026). Judul skripsi: “Pengembangan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) Berbasis Guided Inquiry pada Materi Pertumbuhan dan Perkembangan pada kelas IX SMPIT Qurrata A’yun”, Program Studi Tadris Biologi, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK), Universitas Islam Negeri (UIN) Mahmud Yunus Batusangkar. Pengembangan bahan ajar yang relevan dengan kebutuhan belajar peserta didik serta tuntutan kurikulum menjadi aspek penting dalam menciptakan pembelajaran biologi yang bermakna. Penelitian ini mengembangkan LKPD berbasis guided inquiry pada materi pertumbuhan dan perkembangan, menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan model 4D (Define, Design, Develop, Disseminate). Tahapan pertama yaitu define (pendefenisian) terdiri atas tahapan analisis awal, analisis peserta didik, analisis tugas, analisis konsep dan analisis tujuan pembelajaran, selanjutnya yaitu design (perancangan) berupa penentuan Flowchart, perancangan LKPD, dan Finishing, selanjutnya develop (pengembangan) terdiri atas tahap validasi dan praktikalitas, dan disseminate. Namun dalam penelitian ini tahap disseminate tidak dilakukan karena adanya keterbatasan waktu yang peneliti miliki, Subjek penelitian adalah 15 peserta didik kelas IX SMPIT Qurrata A’yun. Hasilnya menunjukkan bahwa LKPD berbasis guided inquiry pada materi pertumbuhan dan perkembangan ini sangat valid dengan persentase 90%. Persentase uji praktikalitas guru adalah 98% dan peserta didik 84%, dengan kriteria masing-masing berturut-turut adalah sangat praktis. Dengan demikian, LKPD berbasis guided inquiry pada materi pertumbuhan dan perkembangan dinyatakan sangat valid dan sangat praktis untuk digunakan sebagai bahan ajar pendamping dalam pembelajaran Biologi.

3 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

Pengembangan Video Pembelajaran Berbasis Guided Inquiry Terintegrasi Ayat Al-Quran pada Materi Sistem Reproduksi Kelas XI/Fase F di SMAN 3 Batusangkar

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh belum optimalnya pemanfaatan media pembelajaran digital sehingga peserta didik kesulitan memahami konsep biologi yang abstrak. Tujuan penelitian adalah mengembangkan video pembelajaran berbasis guided inquiry terintegrasi ayat Al-Qur’an pada materi sistem reproduksi agar valid dan praktis digunakan. Jenis penelitian adalah Research and Development dengan model 4D (Define, Design, Develop, Disseminate), namun penelitian ini tahap disseminate tidak di lakukan karena keterbatasan waktu yang peneliti miliki. Video pembelajaran divalidasi oleh ahli materi, ahli media, dan 1 guru biologi. Teknik penggumpulan data melalui angket, dengan instrumen berupa lembar validasi dan praktikalitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa video pembelajaran yang dikembangkan memenuhi seluruh aspek penelitian pengembangan dan sesuai dengan karakteristik media yang diinginkan. Video pembelajaran berbasis guided inquiry terintegrasi ayat Al-Qur’an dinilai sangat valid dengan rata-rata hasil validasi mencapai 85% dan dinilai praktis dengan rata rata hasil praktikalitas mencapai 83% oleh guru dan 87% oleh peserta didik.

6 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

Penerapan Model Problem Based Laerning Berbasis Guided Inquiry terhadap Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis Siswa di Kelas XI SMAN 1 Sungai Tarab

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Indah Cahyani, NIM 2130105021 Judul Skripsi “Penerapan Model Problem Based Learning Berbasis Guided Inquiry Terhadap Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis Siswa Di Kelas XI SMAN 1 Sungai Tarab”. Program Studi Tadris Matematika Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan Universitas Islam Negeri Mahmud Yunus Batusangkar. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan pemecahan masalah matematis peserta didik kelas XI SMAN 1 Sungai Tarab. Berdasarkan hasil sumatif tengah semester ganjil, sebanyak 70% peserta didik berada di bawah KKTP. Analisis tes observasi awal menunjukkan banyak peserta didik belum mampu mengidentifikasi kecukupan data, memilih strategi, serta memeriksa kembali hasil penyelesaian. Pembelajaran yang masih berpusat pada pendidik mengakibatkan keterlibatan peserta didik dalam berpikir kritis dan pemecahan masalah rendah. Kondisi ini dapat diatasi dengan penerapan model Problem Based Learning berbasis Guided Inquiry. Oleh karena itu , tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah kemampuan pemecahan masalah matematis peserta didik yang menggunakan model Problem Based Learning berbasis Guided Inquiry lebih baik daripada menggunakan model pembelajaran konvensional di kelas XI SMAN 1 Sungai Tarab. Jenis penelitian ini adalah jenis penelitian Quasi Experiment dengan rancangan penelitian Randomized Control Gropu Only Design. Metode penelitian yang digunakan yaitu kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini seluruh peserta didik kelas XI SMAN Sungai Tarab tahun ajaran 2024/2025. Pengambilan sampel kelas dilakukan dnegan teknik simple random sampling, yang terambil sebagai kelas eksperimen adalah kelas XI.F.7 dan kelas kontrol XI.F.6. Data diperoleh dari hasil tes kemampuan pemecahan masalah matematis peserta didik dan dianalisis menggunakan uji-t. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh signifikansi α atau 0,001 0,05. Hal ini menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara penggunaan model Problem Based Learning berbasis Guided Inquiry terhadap kemampuan pemecahan masalah matematis peserta didik kelas XI SMAN 1 Sungai Tarab. Dengan kata lain, rata-rata peningkatan kemampuan pemecahan masalah matematis peserta didik pada kelas eksperimen lebih tinggi dibandingkan dengan kelas kontrol. Jadi kemampuan pemecahan masalah matematis peserta didik yang menggunakan model Problem Based Learning berbasis Guided Inquiry Inquiry lebih baik daripada menggunakan model pembelajaran konvensional

3 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

Penerapan Model Pembelajaran Guided Inquiry untuk Meningkatkan Kemampuan Berfikir Kritis Siswa Kelas 5 pada Mata Pelajaran IPAS DI SDN 01 Pagaruyung

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

STEFANI , NIM. 2130111128. Judul Skripsi “Penerapan Model Pembelajaran Guided Inquiry untuk Meningkatkan Kemampuan Berfikir Kritis Siswa Kelas 5 pada Mata Pelajaran IPAS DI SDN 01 Pagaruyung” Prodi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan Universitas Islam Negeri Mahmud Yunus Batusangkar tahun 2025. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan berpikir kritis peserta didik kelas V SDN 01 Pagaruyung. Untuk itu penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bisa tidaknya penerapan Model Pembelajaran Guided Inquiry meningkatkan kemampuan berpikir kritis peserta didik kelas V SDN 01 Pagaruyung pada pelajaran IPAS. Jenis penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (Classroom Action Research). Subjek penelitian ini adalah siswa kelas V SDN 01 Pagaruyung. Penelitian ini menggunakan Model Spiral dari Kemmis dan Taggart yang terdiri dari 2 siklus. Instrument yang digunakan adalah instrument tes dan lembar observasi untuk mengukur kemampuan berpikir kritis peserta didik. Adapun teknik analisa yang digunakan dalam penelitian ini yaitu mean dan persentase, mean dignakan untuk mencar nilai rata-rata peserta didik sedangkan persentase untuk melihat peningkatan kemampuan berpikir kritis peserta didik dengan menggunakan Model Pembelajaran Guided Inquiry. Hasil penelitian menunjukan bahwa dengan pelaksanaan penggunaan Model Pembelajaran Guided Inquiry dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis peserta didik. Hal tersebut dibuktikan dengan meningkatnya rata-rata persentase kemampuan berpikir kritis peserta didik yaitu pada kondisi awal sebesar 72,3 ,dan setelah dilaksanakan pembelajaran dengan menggunakan Model Pembelajaran Guided Inquirypasa siklus I rata-rata skor persentase kemampuan berpikir kritis peserta didik meningkat mencapai angka 79,5. Artinya terjadi peningkatan kemampuan berpikir kritis peserta didik sebesar 7,4%. Setelah penelitian dilanjutkan kesiklus II kemampuan berpikir kritis peserta didik meningkat dengan rata-rata persentase 90,5 yang artinya mengalami peningkatan sebesar 10,8% sehingga menjadikan kemampuan berpikir kritis peserta didik kelas V SDN 01 Pagaruyung termasuk katergori baik.

2 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

Pengembangan Modul Bermuatan Etno Stem Berbasis Guided Inquiry Pada Materi Inovasi Teknologi Biologi Kelas X SMAN 1 Pariangan

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Juniza Anggela, NIM 2130106026 (2024). Judul skripsi: “Pengembangan Modul Bermuatan Etno STEM Berbasis Guided Inquiry Pada Materi Inovasi Teknologi Biologi Kelas X SMAN 1 Pariangan”. Program Studi Tadris Biologi, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK), Universitas Islam Negeri Mahmud Yunus Batusangkar (UIN). Pokok permasalahan didalam penelitian ini yaitu keterbatasan sumber belajar yang digunakan oleh peserta didik dan kurangnya kemampuan guru dalam mengembangkan media pembelajaran sehingga media yang digunakan belum bervariasi. Selain itu, pendekatan pembelajaran yang melatih kemampuan argumentasi dan berfikir kreatif peserta didik jarang digunakan. Sehingga penulis memberikan solusi untuk mengembangkan Modul Bermuatan Etno STEM Berbasis Guided Inquiry Pada Materi Inovasi Teknologi Biologi Kelas X SMAN 1 Pariangan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui validitas dan praktikalitas dari Pengembangan Modul Bermuatan Etno STEM Berbasis Guided Inquiry Pada Materi Inovasi Teknologi Biologi Kelas X SMAN 1 Pariangan. Jenis penelitian yang diterapkan melalui kegiatan ini adalah penelitian pengembangan (Research & Development), dengan model pengembangan 4-D yaitu define, design, develop, and disseminate. Pada penelitian ini tahap disseminate tidak dilakukan. Produk Modul Biologi divalidasi oleh 2 orang dosen ahli dan 1 guru mata pelajaran biologi. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu melalui pengisian angket oleh guru dan peserta didik. Instrumen pengumpulan data yang digunakan berupa lembar validasi dan lembar praktikalitas. Lembar validasi dan lembar praktikalitas dianalisis dengan menggunakan rumus persentase validasi dan praktikalitas. Dari penelitian yang penulis lakukan di lapangan, hasil yang peneliti dapatkan adalah Modul Bermuatan Etno STEM Berbasis Guided Inquiry yang dikembangkan dikategorikan sangat valid dengan rata-rata hasil validasi 96%. Dan rata-rata hasil praktikalitas dikategorikan sangat praktis dengan rata-rata hasil praktikalitas angket respon siswa 91% dan rata-rata angket respon guru yaitu 98%.

4 dilihat · 2 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

Pengembangan E-LKPD Berbasis Guidead Inquiry Pada Kelas X SMA 2 Rambatan

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

MUHAMMAD SYADAM NASHYRA, NIM 2030110009, Judul Skripsi “PENGEMBANGAN E-LKPD BERBASIS GUIDED INQUIRY BERBANTUAN PADA KELAS X SMA 2 RAMBATAN”. Program Studi Tadris Kimia, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, Universitas Islam Negeri Mahmud Yunus Batusangkar.Penelitian ini didasarkan pada rendahnya hasil belajar peserta didik. Faktor penyebab rendahnya hasil belajar peserta didik salah satunya adalah bahan ajar. Sumber belajar di SMAN 2 Rambatan yaitu menggunaka buku paket yang kurang, selain itu buku paket tersebut tebal yang membuatsiswa malas membawa buku tersebut. Jika dilihat dari bahan ajar contoh contoh soal dan pembahasannya kurang. Dalam proses pembelajaran siswa hanya bergantung pada pembahasan guru saja. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menghasilkan E-LKPD Berbasis Guided Inquiry Berbantuan Edmodo yang valid, praktis dan efektif. Penelitian ini menggunakan metode penelitian Research and Development dengan model pengembangan 4-D (define, design, development, dan disseminate), tetapi tahapan pada model 4-D ini hanya dilakukan dari tahap pertama hingga ketiga, yaitu tahap define, design, dan development. Penelitian ini menggunakan instrumen penelitian berupa lembar validasi dan angket praktikalitas. Teknik analisis data yang digunakan pada penelitian ini adalah teknik analisis validitas, analisis praktikalitas dan analisis efektivitas. Selanjutnya hasil dari E- LKPD awal yang dirancang dilanjutkan pada uji validitas, praktikalitas dan efektivitas. E-LKPD Berbasis Guided Inquiry Berbantuan Edmodo Sudah memenuhi kriteria valid dengan hasil validasi yang diperoleh 88 %. E-LKPD Berbasis Guided Inquiry Berbantuan Edmodo sudah memenuhi kriteria praktis dengan hasil angket respon peserta didik 89%.

4 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

Penerapan Model Pembelajaran Inkuiri Terbimbing untuk Meningkatkan Kemampuan Literasi Sains pada Materi Ekosistem Siswa Kelas X SMAN 1 Lembang Jaya

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Yulfi Indriani, NIM. 2030106044 (2024), Judul Skripsi “Penerapan Model Pembelajaran Inkuiri Terbimbing (Guided Inquiry) untuk Meningkatkan Kemampuan Literasi Sains Siswa pada Materi Ekosistem”. Jurusan Tadris Biologi Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan Universitas Islam Negeri Mahmud Yunus Batusangkar 2024. Pokok permasalahan dalam skripsi ini yaitu siswa merasa bosan belajar biologi dan berpendapat bahwa belajar biologi sulit, siswa tidak berminat untuk membaca dan kegiatan pembelajaran cenderung berjalan satu arah dengan cara guru menyampaikan materi dengan permasalahan atau fenomena kemudian nanti salah satu siswa nantinya akan menjawab, hal ini akan berdampak terhadap berkurangnya keaktifan siswa dikarenakan tidak semua siswa bisa menyampaikan gagasan atau pendapat yang dimilikinya dan juga beberapa siswa mengatakan malu jika berbicara didepan dan tugas dan soal – soal yang digunakan belum sepenuhnya efektif untuk mengembangkan literasi sains. Hal ini menandakan literasi sains siswa rendah dan kurang berfikir kritis. Oleh karena itu, guru perlu menyusun model pembelajaran yang menarik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan kemampuan literasi sains siswa dengan menerapkan model pembelajaran inkuiri terbimbing (Guided Inquiry) pada materi ekosistem. Jenis penelitian kuantitatif, dengan desain penelitian quasy experimental design dalam bentuk Pretest-Posttest Control Design. Populasi dalam penelitian adalah siswa kelas X SMAN 1 Lembang Jaya Tahun Ajaran 2023/2024 yang berjumlah 89 orang yang terdiri dari 3 lokal, untuk sampel pada penelitian ini adalah kelas X.2 sebagai kelas eksperimen dan Kelas X.1 sebagai kelas kontrol. Teknik penentuan sampel dengan menggunakan teknik random sampling dengan intrumen berupa pre-test dan post-test dalam bentuk essay yang diolah secara kuantitatif. Teknik analisis data dengan menggunakan perhitungan tes hasil kemampuan literasi sains siswa, uji normalitas, uji homogenitas, uji N-Gain dan uji hipotesis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan literasi sains siswa meningkat dikelas eksperimen, dimana terjadi peningkatan N-Gain sebesar 57,89% dengan kategori cukup efektif (sedang) yang artinya dengan menerapkan model pembelajaran inkuiri terbimbing (Guided Inquiry) dapat meningkatkan kemampuan literasi sains siswa, sedangkan pada kelas kontrol didapatkan nilai N-Gain 42,48% dengan kategori kurang efektif (rendah). Jadi dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran inkuiri terbimbing (Guided Inquiry) mampu meningkatkan kemampuan literasi sains siswa pada materi ekosistem.

2 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

PENGEMBANGAN E-MODUL KIMIA BERBASIS GUIDED INQUIRY BERBANTUAN FLIP PDF PADA MATERI PERKEMBANGAN ATOM DAN SISTEM PERIODIK UNSUR KELAS X IPA SMA/MA

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

HALIMATUSA’DIAH, NIM 1730110012, Judul Skripsi “Pengembangan E-Modul Berbasis Guided Inquiry Berbantuan Flip Pdf Pada Materi Perkembangan Atom Dan Sistem Periodik Unsur Untuk KELAS X IPA SMA /MA”. Program Studi Tadris Kimia, Fakultas Tarbiyah Dan Ilmu Keguruan, Universitas Islam Negeri Mahmud Yunus Batusangkar. Penelitian ini didasarkan pada proses pembelajaran yang diterapkan oleh pendidik masih mengunakan buku paket dan modul ajar. Namun pada buku paket dan modul ajar tersebut hanya menampilkan satu atau dua level representasi kimia. Sehingga diperlukan pengembangan modul yang lebih mernarik dan dapat menampilkan tiga level repesentasi kimia seperti E-Modul. E-Modul kimia yang di kembangkan berbasis guided inquiri. Tujuan penelitian ini untuk menghasilkan EModul kimia berbasis guided inquiry berbantuan flip pdf pada materi perkembangan atom dan sistem periodik unsur kelas X IPA SMA/ MA di MAN 2 Tanah Datar yang valid dan praktis. Penelitian ini mengunakan metode Research and Development (R&D) dengan model 4 D (define, design, develop, and desseminete). Tetapi tahapan pada penelitian dengan model 4 D hanya dilakukan dari tahap pertama hingga tahap ketiga, Yaitu: tahap define, design, dan develop. Hasil dari E-Modul kimia berbasis guided inquiri berbantuan flip pdf yang dirancang dilanjutkan pada uji validitas dan praktikalitas. Hasil penelitian menunjukan bahwa: 1) E-Modul berbasis guided inquiry berbantuan flip pdf pada materi perkembangan atom dan sistem periodik unsur memperoleh hasil validasi dengan presentase 77,08% kategori valid. 2) E-Modul berbasis guided inquiry berbantuan flip pdf pada materi perkembangan atom dan sistem periodik unsur memperoleh hasil praktikalitas peserta didik dengan presentase 78,42% kategori praktis dan praktikalitas pendidik dengan presentase 80,35% kategori praktis. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa E-Modul yang di kembangkan dapat di jadikan sebagai salah satu sumber belajar bagi peserta didik.

4 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

Pengaruh Kombinasi Model Pembelajaran Process Oriented Guided Inquiry Learning (POGIL) dan Discovery Learning Terhadap Hasil Belajar Siswa pada Mata Pelajaran IPA

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

HASRI AMELIA, NIM:1830106020, Judul skripsi: “Pengaruh Kombinasi Model Pembelajaran Process Oriented Guided Inquiry Learning (POGIL) Dan Discovery Learning Terhadap Hasil Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran IPA”. Jurusan Tadris Biologi Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, UIN Mahmud Yunus Batusangkar 2022. Latar belakang masalah dalam penelitian ini yaitu proses pembelajaran yang terjadi di kelas berpusat kepada guru (Teacher Center), guru kurang memvariasikan model-model dalam pembelajaran IPA, dalam proses pembelajaran guru lebih menuntut siswa untuk menghafal dari pada memahami pelajaran.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hasil belajar kognitif siswa dengan penerapan kombinasi model pembelajaran POGIL dan Discovery Learning pada mata pelajaran IPA. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian eksperimen semu dengan rancangan penelitian randomized countrol group only design. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIII di MTsN 8 Tanah Datar tahun ajaran 2022/2023 yang berjumlah sebanyak 39 orang, 20 orang kelas eksperimen dan 19 orang kelas kontrol. Hasil penelitian yang diperoleh rata-rata hasil belajar kognitif siswa pada kelas eksperimen 75,2 dengan persentase ketuntasan 70% sedangkan rata-rata yang diperoleh pada kelas kontrol 65,47 dengan persentase ketuntasan 31,57%. Maka uji-t didapat harga thitung = 8,203 sedangkan ttabel = 2,02 pada taraf α = 0,05 berarti thitung > ttabel dan h0 ditolak dan H1 diterima karena thitung > ttabel maka (8,203 > 2,02), maka dapat dikemukakan bahwa hasil belajar siswa dengan menggunakan kominasi model pembelajaran POGIL dan Discovery Learning lebih baik dari hasil belajar kognitif siswa dengan menngunakan pembelajaran konvensional pada mata pelajaran IPA kelas VIII di MTsN 8 Tanah Datar.

6 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

Pengembangan LKPD Berbasis Process Oriented Guided Inquiry Learning (POGIL) untuk Meningkatkan Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis Peserta Didik di MTsN 2 Sawahlunto

2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Alda Aldelina. NIM 1830105001. Judul Skripsi: “Pengembangan LKPD Berbasis Process Oriented Guided Inquiry Learning (POGIL) untuk Meningkatkan Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis Peserta Didik di MTsN 2 Sawahlunto”. Jurusan Tadris Matematika Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan Universitas Islam Negeri (UIN) Mahmud Yunus Batusangkar. Pokok permasalahan dalam penelitian ini adalah rendahnya kemampuan pemecahan masalah matematis peserta didik di MTsN 2 Sawahlunto, sumber belajar yang digunakan saat pembelajaran belum terdapat contoh soal yang dapat meningkatkan kamampuan pemecahan masalah matematis peserta didik. Untuk mengatasinya, maka perlu adanya ketersediaan sumber belajar yang dapat menunjang dan dapat meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematis peserta didik. Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk menghasilkan produk berupa LKPD berbasis process oriented guided inquiry learning untuk meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematis peserta didik yang valid, praktis dan efektif. Tujuan penelitian secara khusus adalah untuk memperoleh sebuah data, apakah LKPD yang dihasilkan sudah memenuhi kriteria valid, praktis dan efektif. Penelitian ini menggunakan metode penelitian pengembangan. Rancangan penelitian pengembangan terdiri dari 3 tahap yaitu (1) tahap define, dilakukan untuk mendapatkan gambaran kondisi di lapangan, dalam tahap ini dilakukan observasi dan wawancara dengan guru, analisis silabus dan RPP, analisis sumber belajar, analisis karakteristik peserta didik, serta analisis literatur tentang LKPD berbasis process oriented guided inquiry learning, (2) tahap design, digunakan untuk merancang design LKPD. Hasil dari tahap design dilanjutkan dengan (3) tahap develop, digunakan untuk melihat validitas, praktikalitas dan efektivitas dari LKPD berbasis process oriented guided inquiry learning. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah lembar validasi, angket respon peserta didik, dan tes kemampuan pemecahan masalah matematis. Selanjutnya teknik analisis data yang digunakan untuk mengemukakan hasil penelitian diantaranya analisis validitas, analisis praktikalitas dan analisis efektivitas. Berdasarkan hasil penelitian menunjukan bahwa LKPD berbasis process oriented guided inquiry learning yang dirancang telah valid, praktis dan efektif. Hasil validitas LKPD adalah 70,40% dengan kategori valid. Sementara hasil praktikalitas LKPD yang diperoleh dari hasil angket respon peserta didik yaitu 84,56% dengan kategori sangat praktis. Kemudian hasil efektifitas LKPD berbasis process oriented guided inquiry learning terlihat pada ketuntasan klasikal peserta didik kelas VII.D dengan persentase 88% dengan kategori sangat efektif.

3 dilihat · 2 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

PENGEMBANGAN MODUL BERBASIS METODE GUIDED INQUIRY PADA MATERI TURUNAN FUNGSI DI MAN 2 KOTA PAYAKUMBUH

2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Gina Dayana, NIM : 1830105020. Judul Skripsi: “Pengembangan Modul Berbasis Metode Guided Inquiry Pada Materi Turunan Di MAN 2 Kota Payakumbuh”, Jurusan Tadris Matematika, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Kependidikan, Universitas Islam Negeri Mahmud Yunus Batusangkar, 2022. Latar belakang permasalahan ini adalah hasil belajar peserta didik kelas XI MIA 1 MAN 2 Kota Payakumbuh masih dalam kategori rendah. Peserta didik mengaku kesulitan jika dituntut untuk menemukan konsep materi pelajaran secara sendiri. Salah satu alternatif solusi yang dapat digunakan adalah menerapkan pembelajaran dengan metode guided inquiry yaitu pembelajaran yang menuntut peserta didik untuk melakukan proses dalam menemukan pengetahuannya secara mandiri lewat serangkaian investigasi dengan cara dibimbing oleh pendidik. Selain itu keterbatasan jumlah sumber belajar yang disediakan sekolah juga menjadi penyebab rendahnya nilai peserta didik. Berdasarkan hasil wawancara dengan peserta didik, mayoritas peserta didik lebih menyukai belajar menggunakan sumber belajar yang berwarna dengan gambar-gambar yang menarik serta bervariasi. Oleh karena itu dikembangkan sumber belajar berupa modul berbasis metode guided inquiry. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana validitas, praktikalitas dan efektivitas modul yang dikembangkan pada saat pembelajaran. Jenis penelitian yang dilakukan adalah penelitian dan pengembangan (Research and Development) dengan model pengembangan 4D. Tahapan pelaksanaan yang peneliti lakukan ada tiga tahap, yaitu: define (pendefenisian), design (perencanaan), dan development (pengembangan). Subjek penelitian ini adalah peserta didik kelas XI MIA 1. Instrumen pada penelitian ini adalah lembar validitas, angket respon dan tes. Teknik analisis data menggunakan analisis data hasil validasi modul, analisis praktikalitas dan analisis efektivitas. Hasil penelitian ini menghasilkan modul berbasis metode guided inquiry yang valid dan sangat praktis. Hasil efektivitas melalui tes secara klasikal sudah lebih dari 85% dengan kategori efektif. Modul yang dikembangkan berukuran A5 dengan background berwarna pink yang memuat komponen: cover, kata pengantar, daftar isi, peta konsep, petunjuk, KD dan IPK, orientasi, rumusan masalah, definisi, eksplorasi, pembuktian, generalisasi, soal, cerpen dan komik, kunci jawaban, umpan balik dan pustaka. Kata Kunci: Modul, Turunan, Guided Inquiry

3 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

PENGEMBANGAN MODUL BIOLOGI BERBASIS GUIDED INQUIRY LABORATORY (GIL) PADA MATERI SISTEM EKSKRESI DI SMAN 1 X KOTO DIATAS KELAS XI MIPA

2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini dilatar belakangi oleh keterbatasan sumber belajar yang digunakan oleh peserta didik dan kurangnya kemampuan guru dalam mengembangkan bahan ajar berupa modul dan bahan ajar lainya. Selain itu proses pembelajaran masih dominan satu arah, disamping itu materi lebih banyak berkaitan dengan proses-proses yang membutuhkan gambar dan melakukan eksperimen, yang membuat peserta didik belum sepenuhnya memiliki sikap mandiri dan ilmiah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menghasilkan bahan ajar dalam bentuk Modul Berbasis Guided Inquiry Laboratory (GIL) Pada Materi Sistem Ekskresi di SMAN 1 X Koto Diatas yang valid dan praktis. Penelitian ini merupakan penelitian dan pengembangan (R&D) menggunakan model 4-D (Difine, Design, Develop, dan Disseminate). Instrument yang digunakan adalah angket validitas dan angket praktikalitas. Data validasi dan praktikalitas yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan skala likert 1-4. Hasil validasi ditampilkan dalam bentuk persentase. Hasil penelitian menujukan bahwa bahan ajar yang dikembangkan memenuhi semua aspek sebuah penelitian dan pengembangan sudah sesuai dengan karakteristik sebuah bahan ajar. Bahan ajar yang dikembangkan berbasis GIL. Bahan ajar yang dihasilkan memiliki persentase validitas sebesar 95,95% dengan kategori sangat valid dan rata-rata kepraktisan respon angket peserta didik dan guru dengan hasil 88,16% dan 96,87% dengan kategori sangat praktis, sehingga Modul Biologi Berbasis GIL ini sudah bisa digunakan dalam pembelajaran

4 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessPDF tersedia

Pengembangan Modul Pembelajaran IPA Bertintegrasi Kearifan Lokal Mata Air Panas Pariangan dengan Model Guided Inquiry pada Materi Suhu dan Kalor untuk Kelas VII SMP N 1 Batipuh

2020•Koleksi Perpustakaan

NILAM PERDANA SARI NIM. 12107026, Judul Skripsi “Pengembangan Modul Pembelajaran IPA Bertintegrasi Kearifan Lokal Mata Air Panas Pariangan dengan Model Guided Inquiry pada Materi Suhu dan Kalor untuk Kelas VII SMP N 1 Batipuh” Jurusan Tadris Fisika Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan Instititut Agama Islam Negeri (IAIN) Batusangkar 2020. Kurangnya pengintegrasian materi pembelajaran dengan lingkungan alam sekitar merupakan salah satu penyebab peserta didik kesulitan memahami konsep-konsep ilmu pengetahuan alam. Sementara disekitar peserta didik banyak ditemukan gejala-gejala alam yang berhubungan dengan konsep ilmu pengetahuan alam, hal ini dapat dilihat dari hasil analisis pengetahuan peserta didik terkait konsep-konsep IPA. Tujuan penelitian ini adalah untuk menghasilkan modul IPA terintegrasi kearifan lokal mata air panas Pariangan dengan model guided inquiry dengan kriteria valid. Jenis penelitian ini adalah penelitian pengembangan (research and development). Model pengembangan yang digunakan adalah 4-D, terdiri dari 4 tahap pengembangan, yaitu : Define (Pendefinisian), Design (Perancanaan), Develop (Pengembangan), dan Disseminate (penyebaran). Penelitian yang dilakukan hanya sampai tahap develop, yaitu memvalidasi modul. Prosedur pengembangan dimulai dari tahap define (pendefenisian) dengan melakukan analisis peserta didik, analisis silabus pembelajaran IPA kelas VII SMP semester 1, analisis sumber belajar, analisis potensi lokal daerah dan analisis materi. Tahap design (perancangan) merliputi perancangan modul pembelajaran yang akan dikembangkan. Tahap develop (pengembangan) meliputi uji validitas oleh satu orang tenaga ahli dan satu orang praktisi. Instrument pengumpulan data berupa wawancara dengan guru IPA dan validitas. Hasil penelitian pada tahap pendefenisian yang diperoleh dari analisis peserta didik, analisis silabus pembelajaran IPA kelas VII SMP semester 1, analisis sumber belajar, analisis potensi lokal daerah dan analisis materi digunakan sebagai acuan pengembangan modul pembelajaran IPA berintegrasi kearifan lokal. Hasil tahap perancangan diperoleh modul pembelajaran IPA berintegrasi kearifan lokal dengan model guided inquiry. Hasil tahap pengembangan diperoleh modul pembelajaran IPA berintegrasi kearifan lokal dengan model guided inquiry memenuhi kriteria valid dengan persentase 78,66% menurut pakar. Berdasarkan hasil penelitian dapa disimpulkan modul pembelajaran IPA berintegrasi kearifan lokal dengan model guided inquiry dikategorikan valid dengan persentase 78,66% menurut pakar pada materi suhu dan kalor.

3 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail