Abstrak
Indah Cahyani, NIM 2130105021 Judul Skripsi “Penerapan Model Problem Based Learning Berbasis Guided Inquiry Terhadap Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis Siswa Di Kelas XI SMAN 1 Sungai Tarab”. Program Studi Tadris Matematika Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan Universitas Islam Negeri Mahmud Yunus Batusangkar. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan pemecahan masalah matematis peserta didik kelas XI SMAN 1 Sungai Tarab. Berdasarkan hasil sumatif tengah semester ganjil, sebanyak 70% peserta didik berada di bawah KKTP. Analisis tes observasi awal menunjukkan banyak peserta didik belum mampu mengidentifikasi kecukupan data, memilih strategi, serta memeriksa kembali hasil penyelesaian. Pembelajaran yang masih berpusat pada pendidik mengakibatkan keterlibatan peserta didik dalam berpikir kritis dan pemecahan masalah rendah. Kondisi ini dapat diatasi dengan penerapan model Problem Based Learning berbasis Guided Inquiry. Oleh karena itu , tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah kemampuan pemecahan masalah matematis peserta didik yang menggunakan model Problem Based Learning berbasis Guided Inquiry lebih baik daripada menggunakan model pembelajaran konvensional di kelas XI SMAN 1 Sungai Tarab. Jenis penelitian ini adalah jenis penelitian Quasi Experiment dengan rancangan penelitian Randomized Control Gropu Only Design. Metode penelitian yang digunakan yaitu kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini seluruh peserta didik kelas XI SMAN Sungai Tarab tahun ajaran 2024/2025. Pengambilan sampel kelas dilakukan dnegan teknik simple random sampling, yang terambil sebagai kelas eksperimen adalah kelas XI.F.7 dan kelas kontrol XI.F.6. Data diperoleh dari hasil tes kemampuan pemecahan masalah matematis peserta didik dan dianalisis menggunakan uji-t. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh signifikansi α atau 0,001 0,05. Hal ini menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara penggunaan model Problem Based Learning berbasis Guided Inquiry terhadap kemampuan pemecahan masalah matematis peserta didik kelas XI SMAN 1 Sungai Tarab. Dengan kata lain, rata-rata peningkatan kemampuan pemecahan masalah matematis peserta didik pada kelas eksperimen lebih tinggi dibandingkan dengan kelas kontrol. Jadi kemampuan pemecahan masalah matematis peserta didik yang menggunakan model Problem Based Learning berbasis Guided Inquiry Inquiry lebih baik daripada menggunakan model pembelajaran konvensional