Abstrak
NILAM PERDANA SARI NIM. 12107026, Judul Skripsi “Pengembangan Modul Pembelajaran IPA Bertintegrasi Kearifan Lokal Mata Air Panas Pariangan dengan Model Guided Inquiry pada Materi Suhu dan Kalor untuk Kelas VII SMP N 1 Batipuh” Jurusan Tadris Fisika Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan Instititut Agama Islam Negeri (IAIN) Batusangkar 2020. Kurangnya pengintegrasian materi pembelajaran dengan lingkungan alam sekitar merupakan salah satu penyebab peserta didik kesulitan memahami konsep-konsep ilmu pengetahuan alam. Sementara disekitar peserta didik banyak ditemukan gejala-gejala alam yang berhubungan dengan konsep ilmu pengetahuan alam, hal ini dapat dilihat dari hasil analisis pengetahuan peserta didik terkait konsep-konsep IPA. Tujuan penelitian ini adalah untuk menghasilkan modul IPA terintegrasi kearifan lokal mata air panas Pariangan dengan model guided inquiry dengan kriteria valid. Jenis penelitian ini adalah penelitian pengembangan (research and development). Model pengembangan yang digunakan adalah 4-D, terdiri dari 4 tahap pengembangan, yaitu : Define (Pendefinisian), Design (Perancanaan), Develop (Pengembangan), dan Disseminate (penyebaran). Penelitian yang dilakukan hanya sampai tahap develop, yaitu memvalidasi modul. Prosedur pengembangan dimulai dari tahap define (pendefenisian) dengan melakukan analisis peserta didik, analisis silabus pembelajaran IPA kelas VII SMP semester 1, analisis sumber belajar, analisis potensi lokal daerah dan analisis materi. Tahap design (perancangan) merliputi perancangan modul pembelajaran yang akan dikembangkan. Tahap develop (pengembangan) meliputi uji validitas oleh satu orang tenaga ahli dan satu orang praktisi. Instrument pengumpulan data berupa wawancara dengan guru IPA dan validitas. Hasil penelitian pada tahap pendefenisian yang diperoleh dari analisis peserta didik, analisis silabus pembelajaran IPA kelas VII SMP semester 1, analisis sumber belajar, analisis potensi lokal daerah dan analisis materi digunakan sebagai acuan pengembangan modul pembelajaran IPA berintegrasi kearifan lokal. Hasil tahap perancangan diperoleh modul pembelajaran IPA berintegrasi kearifan lokal dengan model guided inquiry. Hasil tahap pengembangan diperoleh modul pembelajaran IPA berintegrasi kearifan lokal dengan model guided inquiry memenuhi kriteria valid dengan persentase 78,66% menurut pakar. Berdasarkan hasil penelitian dapa disimpulkan modul pembelajaran IPA berintegrasi kearifan lokal dengan model guided inquiry dikategorikan valid dengan persentase 78,66% menurut pakar pada materi suhu dan kalor. Kata kunci: Modul pembelajaran IPA, Kearifan Lokal, Mata Air Panas Pariangan, Guided Inquiry, Suhu, Kalor