ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Rike Meidita, NIM. 15300500058, Judul Skripsi “Pengaruh Penerapan Model Pembelajaran Process Oriented Guided-Inquiry Learning (POGIL) Terhadap Self Confidence Siswa dan Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis Siswadi Kelas VIII UPT SMP Negeri 2 Lintau Buo”, Jurusan Tadris Matematika Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, Institut Agama Islam Negeri Batusangkar (IAIN) Batusangkar.
Penelitian ini berdasarkan hasil observasi yang telah dilakukan oleh peneliti di kelas VIII UPT SMP Negeri 2Lintau Buo bahwa self confidence siswa dan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa masih rendah. Hal ini dipengaruhi oleh berbagai faktor diantaranya model pembelajaran yang digunakan oleh guru masih konvensionaldimana pembelajaran lebih didominasi oleh aktivitas guru. Oleh karena itu, dilakukan penelitian untuk melihat peningkatanself confidence siswa dan kemampuan pemecahan masalah matematis. Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk mengetahuiapakah terdapat peningkatan self confidence siswa setelah menggunakan model pembelajaran Process Oriented Guided-Inquiry Learning (POGIL) dan untuk mengetahui bagaimana kemampuan pemecahan masalah matematis siswa yang pembelajarannya menggunakan model pembelajaran Process Oriented Guided-Inquiry Learning (POGIL).
Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini merupakan metode deskriptif kuantitatif dengan pendekatan kualitatif. Subjek penelitianadalah seluruh siswa kelas VIII.A UPT SMP Negeri 2Lintau Buo tahun ajaran 2019/2020 yang terdiri dari 32 siswa. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah pengisian angket, tes kemampuan pemecahan masalah matematis dan wawancara.
Berdasarkan hasil angket self confidence siswa, analisis data menunjukkan Self confidence siswa sebelum dan sesudah menggunakan model pembelajaran Process Oriented Guided Inquiry Learning (POGIL) mengalami peningkatan secara signifikan pada α=5%. Kemampuan pemecahan masalah matematis siswa selama penerapan model pembelajaran Process Oriented Guided Inquiry Learning (POGIL)berdasarkan hasil dari tes dan wawancara kemampuan pemecahan masalah matematis siswa cukup baik. Pada indikator mengidentifikasi unsur-unsur yang diketahui, ditanya dan kecukupan unsur yang diperlukan, secara umum siswa telah mampu menuliskan dan menyebutkan unsur-unsur yang ada pada soal. Pada indikator merumuskan masalah, secara umum siswa telah mampu membuatkan apa yang menjadi permasalahan didalam soal yang diberikan. Pada indikator menyelesaikan masalah, secara umum siswa telah mampu menyelesaikan masalah dari soal dengan benar tetapi tidak lengkap. Pada indikator menjelaskan atau menginterpretasikan hasil permasalahan menggunakan matematika secara bermakna, secara umum siswa kurang tepat dalam membuat kesimpulan pemecahan masalah.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Adilla Putri Ramadhani, NIM. 2230110001, Judul Skripsi “Pengembangan Modul Pembelajaran Berbasis Process Oriented Guided Inquiry Learning (POGIL) Pada Materi Larutan Penyangga Kelas XI di SMAN 1 Batusangkar”. Program Studi Tadris Kimia, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, Universitas Islam Negeri Mahmud Yunus Batusangkar. Penelitian ini didasarkan pada belum optimalnya penggunaan bahan ajar yang digunakan oleh pendidik saat proses pembelajaran kimia dan rendahnya pemahaman peserta didik dalam memahami materi kimia. Bahan ajar yang digunakan pendidik masih bergantung pada buku paket sebagai sumber utama pembelajaran. Penyajian buku paket masih bersifat monoton dan bahasa yang relatif sulit dipahami oleh peserta didik. Hal ini dapat mempengaruhi hasil belajar peserta didik. Tujuan dari Penelitian ini untuk mengembangkan modul pembelajaran berbasis Process Oriented Guided Inquiry Learning (POGIL) pada materi larutan penyangga kelas XI SMAN 1 Batusangkar yang valid dan praktis. Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Research and Development dengan model pengembangan 4-D (Define, Design, Develop, and Disseminate). Namun, Penelitian ini dibatasi hingga tahap disseminate terbatas untuk peserta didik dan pendidik kimia kelas XI SMAN 1 Batusangkar. Berdasarkan hasil Penelitian yang dilakukan didapatkan bahwa 1) Hasil uji validitas menunjukkan bahwa modul pembelajaran memperoleh kategori sangat valid, dengan persentase validitas ahli materi sebesar 83%, ahli bahasa sebesar 100%, dan ahli konstruk/kegrafikan sebesar 76%. 2) modul pembelajaran juga dinyatakan sangat praktis berdasarkan kemudahan penggunaan, efisiensi waktu, dan manfaat dalam proses pembelajaran dengan persentase sebesar 84%. Hasil Penelitian tersebut menunjukkan bahwa modul pembelajaran berbasis Process Oriented Guided Inquiry Learning (POGIL) pada materi larutan penyangga sangat baik dan layak digunakan sebagai bahan ajar di kelas serta untuk mendukung proses belajar mandiri peserta didik.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Sri Wanti, NIM 1930110008, judul skripsi “PENGEMBANGAN LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD) BERBASIS PROCESS ORIENTED GUIDED INQUIRY LEARNING (POGIL) PADA MATERI LARUTAN PENYANGGA KELAS XI DI SMAN 2 SAWAHLUNTO”. Program Studi Tadris Kimi, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, Universitas Islam Negeri (UIN) Mahmud Yunus Batusangkar. Penelitian ini didasarkan pada peserta didik kurang aktif dalam proses pembelajaran kimia di kelas. Kegiatan belajar dilaksanakan hanya berpusat kepada guru (teacher center). Hal ini karena bahan ajar yang digunakan belum efektif pada penerapan kurikulum merdeka. Pendidik menggunakan bahan ajar berupa buku paket yang memiliki tampilan kurang menarik, tidak berwarna, dan bahasa yang kaku. Hal ini menyebabkan peserta didik kurang memahami konsep materi kimia dan cenderung pasif dalam menjawab pertanyaan yang diberikan pendidik serta dampak ini juga menyebabkan rendahnya hasil belajar pada peserta didik. Dengan demikian, perlu dikembangkan sebuah bahan ajar yang dapat digunakan sebagai bahan ajar tambahan bagi peserta didik. Bahan ajar yang dikembangkan berupa LKPD berbasis Process Oriented Guided Inquiry Learning (POGIL). Tujuan dari penelitian ini untuk menghasilkan LKPD berbasis Process Oriented Guided Inquiry Learning (POGIL) pada materi Larutan Penyangga kelas XI Di SMAN 2 Sawahlunto yang valid dan praktis. Penelitian ini menggunakan metode penelitian Research and Development (R&D) dengan model pengembangan 4-D dengan tahap (define, design, development dan disseminate). Tetapi tahapan penelitian dengan model 4-D ini hanya dilakukan dari tahap pertama hingga tahap ketiga, yaitu: 1) tahap define, dilakukan untuk mendapatkan gambaran kondisi di lapangan, 2) tahap design, dilakukan untuk menyiapkan bahan ajar berupa LKPD berbasis POGIL pada materi larutan penyangga, dan 3) tahap development, dilakukan untuk hasil dari LKPD yang telah dirancang dilanjutkan pada uji validitas dan praktikalitas. Instrumen penelitian yang digunakan adalah lembar validasi dan angket praktikalitas. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) LKPD berbasis POGIL pada materi larutan penyangga memenuhi kriteria valid dengan hasil validasi 85,42%. 2) LKPD berbasis POGIL pada materi Larutan penyangga sudah memenuhi kriteria praktis dengan hasil angket respon praktikalitas pendidik 92,31% dan hasil angket respon peserta didik 82,15%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa LKPD berbasis Process Oriented Guided Inquiry Learning (POGIL) pada materi Larutan penyangga yang dikembangkan dapat dijadikan salah satu sumber belajar bagi peserta didik.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
HASRI AMELIA, NIM:1830106020, Judul skripsi: “Pengaruh Kombinasi Model Pembelajaran Process Oriented Guided Inquiry Learning (POGIL) Dan Discovery Learning Terhadap Hasil Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran IPA”. Jurusan Tadris Biologi Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, UIN Mahmud Yunus Batusangkar 2022. Latar belakang masalah dalam penelitian ini yaitu proses pembelajaran yang terjadi di kelas berpusat kepada guru (Teacher Center), guru kurang memvariasikan model-model dalam pembelajaran IPA, dalam proses pembelajaran guru lebih menuntut siswa untuk menghafal dari pada memahami pelajaran.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hasil belajar kognitif siswa dengan penerapan kombinasi model pembelajaran POGIL dan Discovery Learning pada mata pelajaran IPA. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian eksperimen semu dengan rancangan penelitian randomized countrol group only design. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIII di MTsN 8 Tanah Datar tahun ajaran 2022/2023 yang berjumlah sebanyak 39 orang, 20 orang kelas eksperimen dan 19 orang kelas kontrol. Hasil penelitian yang diperoleh rata-rata hasil belajar kognitif siswa pada kelas eksperimen 75,2 dengan persentase ketuntasan 70% sedangkan rata-rata yang diperoleh pada kelas kontrol 65,47 dengan persentase ketuntasan 31,57%. Maka uji-t didapat harga thitung = 8,203 sedangkan ttabel = 2,02 pada taraf α = 0,05 berarti thitung > ttabel dan h0 ditolak dan H1 diterima karena thitung > ttabel maka (8,203 > 2,02), maka dapat dikemukakan bahwa hasil belajar siswa dengan menggunakan kominasi model pembelajaran POGIL dan Discovery Learning lebih baik dari hasil belajar kognitif siswa dengan menngunakan pembelajaran konvensional pada mata pelajaran IPA kelas VIII di MTsN 8 Tanah Datar.
BookOpen AccessMetadata saja
2020•Koleksi Perpustakaan
Rike Meidita, NIM. 15300500058, Judul Skripsi “Pengaruh Penerapan Model Pembelajaran Process Oriented Guided-Inquiry Learning (POGIL) Terhadap Self Confidence Siswa dan Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis Siswa di Kelas VIII UPT SMP Negeri 2 Lintau Buo”, Jurusan Tadris Matematika Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, Institut Agama Islam Negeri Batusangkar (IAIN) Batusangkar.
Penelitian ini berdasarkan hasil observasi yang telah dilakukan oleh peneliti di kelas VIII UPT SMP Negeri 2 Lintau Buo bahwa self confidence siswa dan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa masih rendah. Hal ini dipengaruhi oleh berbagai faktor diantaranya model pembelajaran yang digunakan oleh guru masih konvensional dimana pembelajaran lebih didominasi oleh aktivitas guru. Oleh karena itu, dilakukan penelitian untuk melihat peningkatan self confidence siswa dan kemampuan pemecahan masalah matematis. Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah terdapat peningkatan self confidence siswa setelah menggunakan model pembelajaran Process Oriented Guided-Inquiry Learning (POGIL) dan untuk mengetahui bagaimana kemampuan pemecahan masalah matematis siswa yang pembelajarannya menggunakan model pembelajaran Process Oriented Guided-Inquiry Learning (POGIL).
Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini merupakan metode deskriptif kuantitatif dengan pendekatan kualitatif. Subjek penelitian adalah seluruh siswa kelas VIII.A UPT SMP Negeri 2 Lintau Buo tahun ajaran 2019/2020 yang terdiri dari 32 siswa. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah pengisian angket, tes kemampuan pemecahan masalah matematis dan wawancara.
Berdasarkan hasil angket self confidence siswa, analisis data menunjukkan Self confidence siswa sebelum dan sesudah menggunakan model pembelajaran Process Oriented Guided Inquiry Learning (POGIL) mengalami peningkatan secara signifikan pada . Kemampuan pemecahan masalah matematis siswa selama penerapan model pembelajaran Process Oriented Guided Inquiry Learning (POGIL) berdasarkan hasil dari tes dan wawancara kemampuan pemecahan masalah matematis siswa cukup baik. Pada indikator mengidentifikasi unsur-unsur yang diketahui, ditanya dan kecukupan unsur yang diperlukan, secara umum siswa telah mampu menuliskan dan menyebutkan unsur-unsur yang ada pada soal. Pada indikator merumuskan masalah, secara umum siswa telah mampu membuatkan apa yang menjadi permasalahan didalam soal yang diberikan. Pada indikator menyelesaikan masalah, secara umum siswa telah mampu menyelesaikan masalah dari soal dengan benar tetapi tidak lengkap. Pada indikator menjelaskan atau menginterpretasikan hasil permasalahan menggunakan matematika secara bermakna, secara umum siswa kurang tepat dalam membuat kesimpulan pemecahan masalah.