Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

21 hasil
Subjek: Problem Based Learning (PBL)
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

Penerapan Model Pembelajaran Problem Based Learning (PBL) untuk Meningkatkan Aktivitas dan Hasil Belajar Peserta Didik di MAN 3 Kota Payakumbuh

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Wafi Hidayatul Qudsi, NIM. 15300500076, Judul Skripsi: Penerapan Model Pembelajaran Problem Based Learning (PBL) untuk Meningkatkan Aktivits dan Hasil Belajar Peserta Didik di MAN 3 Kota Payakumbuh, Jurusan Tadris Matematika, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Batusangkar 2019. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya aktivitas dan hasil belajar peserta didik di kelas XI IPK MAN 3 Kota Payakumbuh ditandai dengan proses pembelajaran masih pasif dan rendahnya hasil belajar peserta didik dalam menjawab soal matematika. Hal ini terjadi karena model pembelajaran yang digunakan guru kurang tepat, yaitu model yang tidak melibatkan seluruh peserta didik aktif dalam pembelajaran. Salah satu solusi yang ditawarkan dalam mengatasi hal tersebut adalah menerapkan modelProblem Based Learning (PBL). Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui apakah modelProblem Based Learning (PBL) dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar peserta didik setelah mengikuti pembelajaran matematika dengan menerapkan model pembelajaranProblem Based Learning (PBL) di kelas XI MAN 3 Payakumbuh. Jenis penelitian yang dipakai adalah penelitian Pra-Eksperimen, dengan rancangan penelitian one group pretest posttest. Populasi dalam penelitian adalah peserta didik kelas XI MAN 3Payakumbuh tahun ajaran 2018/2019 yang terdiri dari tiga kelas. Pengambilan sampel dilakukan secara purposive sampling dengan alasan pertimbangan tertentu. Kelas yang ditetapkan sebagai kelas sampel yaitu kelas XI IPK dengan menerapkan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL). Instrumen penelitian adalah lembar observasi aktivitas belajar peserta didik dengan teknik analisis data menggunakan persentase aktivitas belajar peserta didik, dan soal tes hasil belajar peserta didik dengan teknik analisis data menggunakan perhitungan N-Gain ternormalisasi, uji normalitas, dan uji t. Berdasarkan hasil penelitian, rata-rata persentase seluruh indikator aktivitas belajar peserta didik pada instrumen lembar observasi diperoleh 77,3% termasuk kategori sedang sedangkan pada instrumen soal tes hasil belajar diperoleh rata-rata skor N-gain ≥ 0,7 yaitu 0,77berada pada kategori tinggi, dan berdasarkan uji normalitas diperoleh Lhitung Ltabelyaitu 0,1110,200yang berarti hasil tes berdistribusi normal, untuk uji t diperoleh thitung>ttabel yaitu 9,30> 1,734 sehingga H0 ditolak dengan taraf nyata α = 0,05 dengan demikian, maka dapat dikatakan terdapat peningkatan yang signifikan terhadap hasil belajar peserta didik sebelum dan sesudah pemberian perlakuan dengan menerapkan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL). Jadi dapat disimpulkan aktivitas belajar peserta didik pada proses pembelajaran sedang dan terdapat peningkatan hasil belajar peserta didik dengan menerapkan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL). Kata kunci: Model Pembelajaran Problem Based Learning (PBL), Aktivitas, dan Hasil Belajar

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Pengembangan LKPD PAI BP Berbasis Problem Based Learning (PBL) Pada Materi Aku Anak Sholeh Untuk Siswa Kelas IV di Sekolah Dasar

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Dini Oktavia, NIM. 2230101028. Judul Skripsi “Pengembangan LKPD PAI BP Berbasis Problem Based Learning (PBL) pada Materi Aku Anak Sholeh untuk Siswa Kelas IV di Sekolah Dasar”. Program Studi Pendidikan Agama Islam, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, Universitas Islam Negeri (UIN) Mahmud Yunus Batusangkar, 2026. Permasalahan yang melatarbelakangi penelitian ini adalah: 1) bahan ajar yang digunakan guru Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti (PAI BP) di SDN 12 III Koto masih didominasi oleh buku paket teks standar sehingga belum tersedia Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) berbasis Problem Based Learning (PBL); 2) strategi dan metode pembelajaran yang diterapkan guru belum mampu mengatasi kesulitan belajar peserta didik serta belum menumbuhkan kemampuan berpikir kritis; 3) kemandirian belajar peserta didik masih rendah karena belum tersedianya perangkat pembelajaran yang memandu proses penemuan mandiri, sehingga peserta didik sangat bergantung pada penjelasan guru sebagai satusatunya sumber belajar. Berdasarkan permasalahan tersebut, peneliti mengembangkan LKPD PAI BP berbasis PBL pada materi Aku Anak Sholeh untuk siswa kelas IV di SDN 12 III Koto Kecamatan Rambatan Kabupaten Tanah Datar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui validitas dan praktikalitas LKPD yang dikembangkan. Jenis penelitian ini adalah penelitian dan pengembangan (Research and Development/R&D) dengan model pengembangan 4-D, yang meliputi tahap define (pendefinisian), design (perancangan), develop (pengembangan), dan disseminate (penyebaran); tahap disseminate tidak dilaksanakan karena keterbatasan waktu dan biaya. Subjek penelitian adalah peserta didik kelas IV SDN 12 III Koto yang berjumlah 11 orang. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi dan wawancara. Instrumen penelitian yang digunakan berupa lembar validasi produk dan pedoman wawancara yang disusun dengan skala Likert. Lembar validasi diberikan kepada tiga orang validator ahli, kemudian data hasil validasi dan praktikalitas dianalisis menggunakan rumus persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa LKPD PAI BP berbasis PBL pada materi Aku Anak Sholeh dinyatakan sangat valid dengan rata-rata persentase 86,90% berdasarkan penilaian tiga orang validator. Hasil uji praktikalitas oleh guru PAI BP memperoleh persentase 92,18% dengan kategori sangat praktis, dan hasil uji praktikalitas oleh 11 orang peserta didik kelas IV juga memperoleh persentase 86,64% dengan kategori sangat praktis. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa LKPD PAI BP berbasis Problem Based Learning (PBL) pada materi Aku Anak Sholeh sangat valid dan sangat praktis digunakan sebagai bahan ajar pendamping dalam pembelajaran PAI BP kelas IV di SDN 12 III Koto Kecamatan Rambatan Kabupaten Tanah Datar.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Pengaruh Pendekatan Pembelajaran Mendalam melalui Model Problem Based Learning (PBL) terhadap Kemampuan Pemahaman Konsep Matematis Peserta Didik Kelas VIII di SMP Negeri 1 Salimpaung

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Rani Zahara, NIM. 2230105029, judul SKRIPSI “Pengaruh Pendekatan Pembelajaran Mendalam melalui Model Problem Based Learning (PBL) terhadap Kemampuan Pemahaman Konsep Matematis Peserta Didik Kelas VIII di SMP Negeri 1 Salimpaung”. Skripsi. Program Studi Tadris Matematika, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, Universitas Islam Negeri Mahmud Yunus Batusangkar, 2026. Rendahnya kemampuan pemahaman konsep matematis peserta didik menjadi permasalahan yang masih ditemukan di berbagai sekolah, termasuk di SMP Negeri 1 Salimpaung. Pembelajaran yang cenderung konvensional dan berfokus pada hafalan prosedur diduga menjadi salah satu penyebabnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah kemampuan pemahaman konsep matematis peserta didik yang belajar menggunakan pendekatan pembelajaran mendalam (Deep Learning) melalui model Problem Based Learning (PBL) lebih baik dibandingkan peserta didik yang belajar dengan pembelajaran konvensional. Penelitian ini merupakan penelitian quasi eksperimen dengan desain Posttest Only Control Group Design. Populasi penelitian adalah seluruh peserta didik kelas VIII SMP Negeri 1 Salimpaung tahun ajaran 2025/2026 yang terdiri dari dua kelas. Teknik pengambilan sampel menggunakan sampling jenuh, sehingga seluruh populasi dijadikan sampel. Kelas VIII.2 ditetapkan sebagai kelas eksperimen yang menerapkan pendekatan pembelajaran mendalam melalui model PBL, sedangkan kelas VIII.1 sebagai kelas kontrol yang menerapkan pembelajaran konvensional. Instrumen yang digunakan adalah tes uraian kemampuan pemahaman konsep matematis yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Teknik analisis data menggunakan uji-t (Independent Sample t-test) setelah uji prasyarat normalitas dan homogenitas terpenuhi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata skor posttest kelas eksperimen (46,53) lebih tinggi daripada kelas kontrol (23,44). Hasil uji hipotesis dengan uji-t diperoleh nilai signifikansi (Sig. 2-tailed) sebesar 0,000 α = 0,05, sehingga H₀ ditolak dan H₁ diterima. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa kemampuan pemahaman konsep matematis peserta didik yang belajar menggunakan pendekatan pembelajaran mendalam melalui model PBL lebih baik secara signifikan dibandingkan dengan peserta didik yang belajar menggunakan pembelajaran konvensional di kelas VIII SMP Negeri 1 Salimpaung. Penerapan pendekatan ini juga berdampak positif pada peningkatan keaktifan, kolaborasi, dan kemandirian belajar peserta didik.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

“Pengembangan Modul Problem Based Learning (PBL) Berbasis Deep Learning Untuk Mata Pelajaran Pendidikan Pancasila Kelas II Sekolah Dasar”

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Nofriza Rahma. NIM 2230111110. Judul Skripsi 2026. Pengembangan Modul Problem Based Learning (PBL) Berbasis Deep Learning untuk Mata Pelajaran Pendidikan Pancasila Kelas II Sekolah Dasar. Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, Universitas Islam Negeri Mahmud Yunus Batusangkar. 2026. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh terbatasnya penggunaan modul pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik Kurikulum Merdeka dan mampu mendukung penerapan Problem Based Learning (PBL) berbasis Deep Learning pada mata pelajaran Pendidikan Pancasila kelas II sekolah dasar. Modul yang digunakan guru belum sepenuhnya mampu memfasilitasi peserta didik untuk belajar secara aktif, bermakna, dan berpusat pada peserta didik. Oleh karena itu, diperlukan pengembangan modul pembelajaran yang valid dan praktis sebagai salah satu bahan ajar yang dapat membantu guru dalam melaksanakan proses pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan modul Problem Based Learning (PBL) berbasis Deep Learning yang memiliki tingkat validitas dan praktikalitas yang tinggi pada mata pelajaran Pendidikan Pancasila kelas II di UPT SDN 20 Baringin. Penelitian ini merupakan penelitian dan pengembangan (Research and Development) dengan menggunakan model pengembangan 4D (Define, Design, Develop, dan Disseminate). Namun, penelitian ini hanya dilaksanakan sampai tahap Develop, yang meliputi validasi produk oleh validator ahli, revisi produk berdasarkan saran validator, serta uji praktikalitas oleh guru dan peserta didik. Tahap Disseminate tidak dilaksanakan karena keterbatasan waktu penelitian. Subjek penelitian terdiri atas satu orang guru kelas II, dan 35 peserta didik kelas II UPT SDN 20 Baringin. Instrumen penelitian yang digunakan berupa lembar validasi dan angket praktikalitas guru serta peserta didik. Data dianalisis menggunakan teknik analisis deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa modul yang dikembangkan memperoleh persentase validitas sebesar 86,1% dengan kategori sangat valid. Hasil uji praktikalitas guru memperoleh persentase sebesar 88,7% dengan kategori sangat praktis, sedangkan hasil uji praktikalitas peserta didik memperoleh persentase sebesar 90,3% dengan kategori sangat praktis. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, dapat disimpulkan bahwa modul Problem Based Learning (PBL) berbasis Deep Learning yang dikembangkan memenuhi kriteria sangat valid dan sangat praktis, sehingga layak digunakan sebagai salah satu bahan ajar pada mata pelajaran Pendidikan Pancasila kelas II di UPT SDN 20 Baringin.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Pengembangan Modul Berbasis Problem Based Learning (PBL) Terintegrasi Ayat Al-Qur'an Pada Materi Perubahan Lingkungan Kelas X di MA Thawalib Gunung Padang Panjang

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Helga Nurfadilla, NIM. 2130106021 (2025) dengan judul skripsi “Pengembangan Modul Berbasis Problem Based Learning (PBL) Terintegrasi Ayat Al-Qur’an pada Materi Perubahan Lingkungan Kelas X di MA Thawalib Gunung Padang Panjang”. Program Studi Tadris Biologi Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) Universitas Islam Negeri (UIN) Mahmud Yunus Batusangkar, Batusangkar, tahun 2025. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh keterbatasan sumber belajar yang digunakan peserta didik, bahan ajar yang digunakan pun belum sepenuhnya dapat mencapai tujuan dari pembelajaran. Dalam proses pembelajaran peserta didik belum terlibat aktif, karena pendidik sering menggunakan metode ceramah dalam mengajar. Pembelajaran pun belum sepenuhnya diintegrasikan dengan ayat al-Qur’an. Tujuan dari penelitian ini untuk menghasilkan sebuah bahan ajar berupa modul berbasis problem based learning terintegrasi ayat al-Qur’an pada materi perubahan lingkungan kelas X di MA Thawalib Gunung Padang Panjang yang valid dan praktis. Penelitian ini merupakan penelitian research and development (R&D) menggunakan model 4-D (define, design, develop, and deseminate). Instrument yang digunakan berupa lembar wawancara pendidik dan peserta didik, angket validitas dan angket praktikalitas. Data validitas dan praktikalitas yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan skala likert 1-4. Hasil validasi ditampilkan dalam bentuk persentase. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa bahan ajar yang dikembangkan memenuhi semua aspek sebuah penelitian dan pengembangan sudah sesuai dengan karakteristik sebuah bahan ajar. Bahan ajar ini divalidasi oleh 3 orang validator dengan rata-rata persentase 86,4% dengan kategori sangat valid dan hasil praktikalitas oleh pendidik dengan persentase 88,6%, oleh peserta didik dengan persentase 93,3% dengan kategori sangat praktis. Sehingga dapat disimpulkan Modul berbasis problem based learning terintegrasi ayat al-Qur’an sudah dapat digunakan dalam proses pembelajaran.

2 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Pengembangan Modul Ajar Berbasis Problem Based Learning (PBL) untuk Memfasilitasi Kemampuan Representasi Matematis Peserta Didik Kelas XI SMA Negeri 1 Batusangkar

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Ahmad Reval. NIM 2130105003. Judul Skripsi “Pengembangan Modul Ajar Berbasis Problem Based Learning (PBL) Untuk Memfasilitasi Kemampuan Representasi Matematis Peserta Didik Kelas XI SMA Negeri 1 Batusangkar” Jurusan Tadris Matematika Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan Universitas Islam Negeri (UIN) Mahmud Yunus Batusangkar. Modul ajar matematika adalah salah satu perangkat ajar yang digunakan dalam proses pembelajaran matematika. Berdasarkan permasalahan yang ditemukan dari hasil observasi di sekolah bahwa belum tersedia modul ajar matematika untuk memfasilitasi kemampuan representasi matematis peserta didik. Oleh sebab itu peneliti ingin memberikan solusi terhadap permasalahan yang ada dengan melakukan pengembangan modul ajar yang mampu menunjang proses pembelajaran dan mampu menfasilitasi kemapuan representasi matematis peserta didik. Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk menghasilkan produk berupa modul ajar berbasis PBL untuk memfasilitasi kemampuan representasi matematis peserta didik yang valid, praktis dan efektif. Penelitian ini menggunakan metode penelitian pengembangan. Rancangan penelitian pengembangan terdiri dari 3 tahap yaitu (1) tahap define, dilakukan untuk mendapatkan gambaran kondisi di lapangan, dalam bentuk observasi dan juga wawancara dengan guru, analisis awal, analisi karakteristik, analisis kebutuhan peserta didik dan pendidik, analisis kurikulum dan analis materi. (2) tahap design, yaitu merancang modul ajar. Hasil dari tahap design dilanjutkan dengan (3) tahap development, digunakan untuk melihat validitas, praktikalitas dan efektivitas dari modul ajar berbasis PBL. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah lembar validasi, angket respon praktikalitas, dan tes kemampuan representasi matematis. Selanjutnya teknik analisis data yang digunakan adalah rumus persentase untuk analisis validitas dan analisis praktikalitas, sedangkan untuk analisis efektivitas menggunakan rumus ketuntasan klasikal. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa modul ajar berbasis PBL dirancang valid, praktis dan efektif. Modul ajar yang dirancang terdiri dari cover, informasi umum, komponen inti, dan lampiran. Hasil validitas modul ajar yaitu 80% dengan kategori valid. Sementara hasil praktikalitas modul ajar yang diperoleh dari hasil angket respon praktikalitas yaitu 91% dengan kategori sangat praktis. Kemudian hasil efektivitas modul ajar berbasis PBL terlihat pada ketuntasan klasikal yang diperoleh yaitu 85,15% yang dinyatakan efektif.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Pengaruh Model Pembelajaran Problem Based Learning terhadap Hasil Belajar dalam Pembelajaran IPAS Siswa Kelas IV di SDN 03 Rambatan

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Sindi Agustia, NIM 2130111121. Judul skripsi “Pengaruh Model Pembelajaran Problem Based Learning (Pbl) Terhadap Hasil Belajar Dalam Pembelajaran Ipas Siswa Kelas IV Di SDN 03 Rambatan”. Program studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, UIN Mahmud Yunus Batusangkar. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya hasil belajar siswa pada mata pembelajaran IPAS, kurangnya minat peserta didik dalam menjawab pertanyaan dan rendahnya nilai pengetahuan siswa pada mata pelajaran IPAS sehingga berdampak kepada belum tercapainya tujuan pembelajaran secara maksimal pada siswa kelas IV di SDN 03 Rambatan. Salah satu cara yang dapat digunakan untuk meningkatkan hasil belajar siswa adalah dengan menggunakan model pembelajaran problem based learning (Pbl) dalam pembelajaran. tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui: “apakah berpengaruh penggunaan model pembelajaran Problem based learning (Pbl) terhadap hasil belajar dalam pembelajaran siswa kelas IV di SDN 03 Rambatan setelah diberikannya perlakuaan. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif eksperimen dengan menggunakan desain Post-test only control design. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas IV. Teknik pengambian sampel pada penelitian ini adalah dengan menggunakan total sampling. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi, tes dan dokumentasi. Teknik analisis data dilakukan dengan uji normalitas, uji homogenitas dan uji hipotesis menggunakan SPSS 25.0. Hasil penelitian adalah terdapat pengaruh penggunaan model pembelajaran Problem based learning (PBL) terhadap hasil belajar dalam siswa kelas IV di SDN 03 Rambatan. Hasil analisis data terdapat peningkatan hasil uji post-test kontrol dan kelas eksperimen. Berdasarkan uji t dengan bantuan SPSS Versi 25.0 yang peneliti lakukan dapat dilihat dari perbandingan post-test, dimana hasil hipotesis uji signifikansi untuk uji t diperoleh nilai sig.(2-tailed) sebesar 0,004 maka sesuai dengan dasar pengambilan keputusan jika sig 0,05 (0,004 0,05 ) maka dapat disimpulkan H0 ditolak dan Ha diterima, yang artinya bahwa ada secara signifikan terdapat pengaruh model pembelajaran Problem based learning (PBL) terhadap hasil belajar dalam pembelajaran IPAS siswa kelas IV di SDN 03 Rambatan.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Perbandingan Kemampuan Pemahaman Konsep Matematis Peserta Didik antara Model Problem Based Learning dengan Model Discovery Learning pada Kurikulum Merdeka di Kelas XI SMAN 1 Batusangkar

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

AYU AMANDA, NIM : 2130105008, Judul Skripsi “Perbandingan Kemampuan Pemahaman Konsep Matematis Peserta Didik antara Model Problem Based Learning dengan Model Discovery Learning pada Kurikulum Merdeka di Kelas XI SMAN 1 Batusangkar” Program Studi Tadris Matematika, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, Universitas Islam Negeri Mahmud Yunus Batusangkar. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan pemahaman konsep matematis peserta didik yang dapat dilihat dari hasil penilaian harian peserta didik. Ini disebabkan karena peserta didik cenderung pasif, tidak banyak bertanya atau berpartisipasi aktif dalam pembelajaran, peserta didik sering bergantung pada arahan guru serta kurang mandiri dalam menemukan jawaban, peserta didik juga sering melakukan kesalahan yang sama dalam menyelesaikan soal atau tugas karena tidak memahami konsep yang mendasari pembelajaran. Salah satu penyebabnya adalah penerapan pembelajaran yang kurang tepat. Untuk meningkatkan kemampuan pemahaman konsep matematis peserta didik model pembelajaran yang dapat diterapkan diantaranya model pembelajaran Problem based Learning (PBL), Discovery Learning (DL). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah terdapat perbedaan peningkatan kemampuan pemahaman konsep matematis peserta didik yang diajarkan dengan menggunakan model pembelajaran Problem based Learning (PBL), Discovery Learning (DL) dan pembelajaran konvensional di kelas XI SMAN 1 Batusangkar. Jenis penelitian yang digunakan eksperimen semu dengan rancangan penelitian pretes-postes control group design. Populasi dalam penelitian ini adalah peserta didik kelas XI SMAN 1 Batusangkar tahun ajaran 2024/2025. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan acak (simple random sampling), sehingga diperoleh kelas XI.F6 sebagai kelas eksperimen I dengan penerapan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL), kelas XI.F9 sebagai kelas eksperimen II dengan Penerapan model pembelajaran Discovery Learning (DL) dan kelas XI.F3 sebagai kelas kontrol dengan penerapan model konvensional. Data yang dikumpulkan dengan pemberian tes pada materi lingkaran. N-gain digunakan untuk melihat peningkatan kamampuan peserta didik sebelum dan sesudah diberikan perlakuan. Teknik analisis datanya adalah uji anova satu arah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, terdapat perbedaan peningkatan rata-rata antara kelas eksperimen I dengan kelas eksperimen II dengan Sig.=0,041, dan terdapat perbedaan peningkatan rata-rata antara kelas eksperimen I dengan kelas kontrol dengan Sig.=0,000 , kemudian terdapat perbedaan peningkatan rata-rata antara kelas eksperimen II dengan kelas eksperimen I dengan Sig.=0,041, dan terdapat perbedaan peningkatan rata-rata antara kelas eksperimen II dengan kelas kontrol dengan Sig.=0,004, serta terdapat perbedaan peningkatan rata-rata antara kelas kontrol dengan kelas eksperimen I dengan Sig.=0,000 dan nilai Mean Difference=-37,785 dan terdapat perbedaan peningkatan rata-rata antara kelas kontrol dengan kelas eksperimen II dengan Sig.=0,004 000 dan nilai Mean Difference=-21,399 dengan nilai p value = 0,000. Penerapan model Problem Based Learning (PBL) terbukti lebih baik dalam meningkatkan kemampuan pemahaman konsep matematis peserta didik dibandingkan dengan pembelajaran konvensional, demikian pula penerapan dengan model Discovery Learnig (DL). Namun, jika dibandingkan antara keduanya, model PBL lebih memberikan peningkatan kemampuan pemahaman konsep matematis peserta didik dibandingkan dengan model DL.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Penerapan Model Pembelajaran Problem Based Learning (PBL) Berbasis Numbered Head Together (NHT) terhadap Kemampuan Pemahaman Konsep Matematis Peserta Didik di Kelas X SMAN 1 Pariangan

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Lidia Fikri Ani, NIM 2130105026 Judul Skripsi “Penerapan Model Pembelajaran Problem Based Learning (PBL) Berbasis Numbered Head Together (NHT) terhadap Kemampuan Pemahaman Konsep Matematis Peserta Didik di Kelas X SMAN 1 Pariangan”. Program Studi Tadris Matematika Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan Universitas Islam Negeri Mahmud Yunus Batusangkar 2025. Pokok permasalahan dalam penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan pemahaman konsep matematis peserta didik kelas X di SMAN 1 Pariangan dalam pembelajaran matematika. Hal ini dapat diketahui dari hasil ujian sumatif akhir semester ganjil, yang mana peserta didik di bawah KKTP sebanyak 98% dan analisis hasil penilaian harian ditemukan banyak peserta didik yang belum mampu menyatakan ulang konsep, mengaplikasikan konsep, menggunakan prosedur atau operasi tertentu serta mengklasifikasikan objek menurut sifat-sifatnya dalam menyelesaikan suatu permasalahan. Pada saat pembelajaran di kelas guru sudah mengarahkan peserta didik kepada masalah kontekstual di awal pembelajarannya tetapi peserta didik tidak diberi kesempatan untuk berpikir menemukan solusi dari permasalahan tersebut melalui eksplorasi, diskusi dan kolaborasi. Sehingga sebagian besar peserta didik lebih mengandalkan teman-temannya yang berkemampuan tinggi dalam penyelesaian masalah. Kondisi ini dapat diatasi dengan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) berbasis Numbered Head Together (NHT). Oleh karena itu, tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah kemampuan pemahaman konsep matematis peserta didik yang menggunakan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) berbasis Numbered Head Together (NHT) lebih baik daripada menggunakan model pembelajaran konvensional di kelas X SMAN 1 Pariangan. Jenis penelitian yang digunakan oleh peneliti adalah Quasi Eksperiment dengan rancangan penelitian Randomized Control Group Only Design. Metode penelitian yang digunakan yaitu kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini seluruh peserta didik kelas X SMAN 1 Pariangan tahun ajaran 2024/2025. Pengambilan sampel kelas dilakukan dengan teknik simple random sampling, yang terambil sebagai kelas eksperimen yaitu kelas X.E.3 dan kelas kontrol yaitu X.E.4. Data diperoleh dari hasil pemberian soal tes kemampuan pemahaman konsep matematis peserta didik dan dianalisis menggunakan uji-t. Hasil penelitian setelah dilakukan uji hipotesis diperoleh t_hitung>t_tabel atau 2,78>2,014 sehingga H_0 ditolak. Dengan kata lain, rata-rata kemampuan pemahaman konsep matematis peserta didik pada kelas eksperimen lebih tinggi dibandingkan dengan kelas kontrol. Hal ini menunjukkan bahwa kemampuan pemahaman konsep matematis peserta didik yang menggunakan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) berbasis Numbered Head Together (NHT) lebih baik daripada menggunakan model pembelajaran konvensional.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Pelaksanaan Strategi Problem Based Learning pada Pembelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti dalam Kurikulum Merdeka di SMPN 1 Tanjuang Baru

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Delfiah, NIM 2030101100, Judul Skripsi: “Pelaksanaan Strategi Problem Based Learning pada Pembelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti dalam Kurikulum Merdeka di SMPN 1 Tanjuang Baru”, Program Studi Pendidikan Agama Islam, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan Unuversitas Islam Negeri (UIN) Mahmud Yunus Batusangkar 2024. Pokok permasalahan penelitian ini adalah terlihat bahwasanya pelaksanaan strategi Problem Based Learning (PBL) di SMPN 1 Tanjuang Baru sudah terlaksana dengan baik. Strategi Problem Based Learning (PBL) adalah strategi berbasis masalah, dan dengan adanya strategi ini dapat membentuk peserta didik yang bernalar kritis dan kreatif, sehingga dapat keaktifan peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pelaksanaan strategi Problem Based Learning (PBL) pada Pembelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti di SMPN 1 Tanjuang Baru. Jenis penelitian ini adalah penelitian lapangan (field research) menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Sumber data penelitian ini adalah kepala sekolah, guru mata pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti dan siswa kelas VIII di SMPN 1 Tanjuang Baru. Teknik analisis data yang digunakan adalah reduksi data, Penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Teknik penjamin keabsahan data yang digunakan adalah teknik triangulasi sumber dan pengamatan yang tekun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada tahap perencanaan guru membuat modul ajar dengan menentukan rumusan masalah yang akan membantu pendidik selama proses pembelajaran. Pelaksanaan strategi Problem Based Learning (PBL) bertujuan untuk membentuk peserta didik yang bernalar kritis, kreatif dan meningkatkan keaktifan peserta didik. Pada tahap pelaksanaan guru melakukan pembebagian kelompok dengan menganalisis permasalahan yang diberikan guru dalam bentuk tugas. Setelah itu setiap kelompok melakukam presentasi, dan guru mengoreksi hasil tugas yang diberikan. Evaluasi hasil belajar siswa pada pembelajaran dilakukan dengan tes formatif yang dilakukan oleh guru dengan menilai peserta didi selama proses diskusi kelompok, sedangkan tes sumatif dilakukan oleh pendidik dengan memberikan ulangan harian. Hal ini dilakukan untuk mengukur pemahaman siswa terhadap materi pembelajaran.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Pelaksanaan Model Problem Based Learning Pada Pembelajaran IPAS di Kurikulum Merdeka SDN 04 Balimbing

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Dinda Putri, NIM 1930111018 Tahun 2024, Judul Skripsi: “Pelaksanaan Model Problem Based Learning Pada Pembelajaran IPAS Di Kurikulum Merdeka SDN 04 Balimbing”. Jurusan Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, Universitas Islam Negeri (UIN) Mahmud Yunus Batusangkar. Penelitian ini dilatar belakangi oleh temuan pelaksanaan model problem based learning pada pembelajaran IPAS di kurikulum merdeka SDN 04 Balimbing. Tujuan penelitian ini adalah adalah untuk mendeskripsikan Pelaksanaan Model Problem Based Learning pada Pembelajaran IPAS di Kurikulum Merdeka SDN 04 Balimbing. Penelitian skripsi ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Penelitian ini dilakukan di SDN 04 Balimbing. Subjek dalam penelitian ini adalah guru kelas 4, 5 dan 6 SDN 04 Balimbing.Instrument dalam penelitian ini adalah peneliti sendiri dengan menggunakan pedoman observasi, pedoman wawancara dan pedoman studi dokumentasi. Teknik pengumpulan data yang peneliti gunakan adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Pengolahan data dilakukan secara deskriptif kualitatif, kemudian diuraikan serta melakukan klasifikasi terhadap aspek masalah tertentu dan memaparkan melalui kalimat yang efektif. Berdasarkan hasil penelitian yang peneliti lakukan di lapangan dapat disimpulkan bahwa: pelaksanaan model problem based learnin pada pembelajaran IPAS di kurikulum merdeka SDN 04 Balimbing yaitu: orientasi masalah, mengorganisasikan siswa, membimbing penyelidikan individu dan kelompok, mengembangkan dan menyajikan hasil, menganalisis dan mengevaluasi proses pembelajaran.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PELAKSANAAN MODEL PROBLEM BASED LEARNING (PBL) PADA PEMBELAJARAN MATEMATIKA KELAS 4 SDN 18 SARUASO

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Efilia Veronica, NIM 1930111020, Judul Skripsi: “Pelaksanaan Model Problem Based Learning (PBL) pada Pembelajaran Matematika Kelas 4 SDN 18 Saruaso”. Program studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan , Universitas Islam Negeri (UIN) Mahmud Yunus Batusangkar. Penelitian ini dilatar belakangi untuk mengetahui pelaksanaan model problem based learning (PBL) pada pembelajaran matematika kelas 4 SDN 18 Saruaso. Tujuan penelitian ini adalah adalah untuk mendeskripsikan bagaimana perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi dalam Pelaksanaan Model Problem Based Learning (PBL) pada Pembelajaran Matematika Kelas 4 SDN 18 Saruaso. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Penelitian ini dilakukan di SDN 18 Saruaso. Subjek dalam penelitian ini adalah guru kelas SDN 18 Saruaso. Instrument dalam penelitian ini adalah peneliti sendiri dengan menggunakan pedoman observasi, pedoman wawancara dan pedoman studi dokumentasi. Teknik pengumpulan data yang peneliti gunakan adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Sedangkan teknis analisis data yaitu reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian yang peneliti lakukan di lapangan dapat disimpulkan bahwa: (1) perencanaan model problem based learning (PBL) pada pembelajaran matematika kelas 4 SDN 18 Saruaso yaitu dengan mempersiapkan Langkah-langkah yang digunakan seperti mempersiapkan modul ajar, buku pegangan guru serta memahami capaian dan tujuan pembelajaran. (2) Pelaksanaan model problem based learning (PBL) pada pembelajaran matematika kelas 4 SDN 18 Saruaso ada 5 langkah yaitu: orientasi masalah, mengorganisasikan siswa, membimbing penyelidikan individu dan kelompok, mengembangkan dan menyajikan hasil, menganalisis dan mengevaluasi proses pembelajaran. (3) Evaluasi pelaksanaan model problem based learning (PBL) pada pembelajaran matematika kelas 4 SDN 18 Saruaso yaitu pelaksanaan model problem based learning sudah berjalan dengan semestinya, ini dilihat dari cara guru yang sudah sesuai dengan langkah-langka model problem based learning

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Efektivitas Modul Biologi Terintegrasi Kearifan Lokal Minangkabau Menggunakan Model Problem Based Learning (PBL) pada Materi Keanekaragaman Hayati Kelas X SMA N 2 Lintau Buo

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

RIMA DWI SURYANI, NIM 2030106036 (2024). Judul Skripsi: “Efektivitas Modul Biologi Terintegrasi Kearifan Lokal Minangkabau Menggunakan Model Problem Based Learning (PBL) Pada Materi Keanekaragaman Hayati Kelas X SMA N 2 Lintau Buo”. Program Studi Tadris Biologi, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK), Universitas Islam Negeri Mahmud Yunus Batusangkar. Pokok permasalahan dalam skripsi ini adalah guru sudah menggunakan model Problem Based Learning (PBL), namun kurang efektif karena kurangnya kemampuan pemecahan masalah pada siswa. Bahan ajar yang digunakan oleh guru biologi juga belum efektif sehingga dengan mengintegrasikan kearifan lokal Minangkabau diharapkan dapat meningkatkan pemahaman siswa serta hasil belajar siswa. Siswa belum sepenuhnya mengetahui tentang kearifan lokal Minangkabau dan proses pembelajaran yang kurang inovatif. Sehingga Rendahnya hasil belajar biologi pada siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas penggunaan modul biologi terintegrasi kearifan lokal Minangkabau menggunakan model Problem Based Learning (PBL) pada materi keanekaragaman hayati yang dikembangkan untuk meningkatkan hasil belajar siswa kelas X SMA N 2 Lintau Buo. Jenis penelitian ini yaitu kuantitatif, dengan desain penelitian yang dipakai yaitu true experimental design dalam bentuk pretest-posttest control group design. Adapun populasi dalam penelitian kali ini sebanyak 176 siswa yang mana terdiri atas 5 lokal. Teknik penentuan sampel yang digunakan adalah teknik random sampling. Instrumen penelitian yang dibuat adalah soal essai yang divalidasi oleh 3 validator yang terdiri dari 2 dosen dan 1 guru mata pelajaran biologi di SMAN 2 Lintau Buo. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil belajar meningkat di kelompok treatment 1. Dimana terjadi peningkatan hasil belajar N-Gain skor sebesar 41, 22%. Hipotesis diuji dengan menggunakan uji-t dengan bantuan program SPSS 25. Berdasarkan uji-t yang dilakukan dengan bantuan program SPSS 25 didapatkan Sig. (2-tailed) 0.050 yaitu 0.000 pada hasil belajar siswa, sehingga hipotesis penelitian diterima. Jadi dapat disimpulkan bahwa penggunaan modul biologi terintegrasi kearifan lokal Minangkabau menggunakan model Problem Based Learning (PBL) pada materi keanekaragaman hayati efektif meningkatkan hasil belajar siswa.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Efektivitas Penggunaan Modul Biologi Terintegrasi Kearifan Lokal Minangkabau Menggunakan Model Problem Based Learning (PBL) Pada Materi Ekosistem Kelas X SMAN 1 Lintau Buo Utara

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Rahmadini, Nim. 2030106033 (2024). Judul Skripsi: “Efektivitas Penggunaan Modul Biologi Terintegrasi Kearifan Lokal Minangkabau Menggunakan Model Problem Based Learning (PBL) Pada Materi Ekosistem Kelas X SMAN 1 Lintau Buo Utara” Program Studi Tadris Biologi Fakultas, Tarbiyah dan ILmu Keguruan (FTIK), Universitas Islam Negeri (UIN) Mahmud Yunus Batusangkar. Pokok permasalahan dalam skripsi ini yaitu bahan ajar berupa buku paket yang dipakai oleh pendidik biologi pada pembelajaran belum efektif sehingga dengan menggunakan modul biologi terintegrasi kearifan lokal Minangkabau diharapkan dapat meningkatkan pemahaman peserta didik serta hasil belajar peserta didik, sebelumnya pendidik sudah menggunakan model Problem Based Learning (PBL), namun belum begitu efektif karena kurangnya kemampuan pemecahan masalah pada peserta didik. Kurangnya pengetahuan peserta didik terkait kearifan lokal Minangkabau serta proses pembelajarannya kurang inovatif sehingga rendahnya hasil belajar biologi pada peserta didik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi efektivitas penggunaan modul biologi terintegrasi kearifan lokal Minangkabau pada penerapan model Problem Based Learning (PBL) dalam meningkatkan hasil belajar peserta didik pada materi ekosistem kelas X di SMAN 1 Lintau Buo Utara. Jenis penelitian ini yaitu kuantitatif, dengan desain penelitian yang dipakai yaitu true experimental design dalam bentuk pretest-posttest control group design . Adapun populasi dalam penelitian kali ini sebanyak 354 yang mana terdiri atas 10 lokal. Teknik penentuan sampel yang digunakan adalah teknik random sampling. Instrumen penelitian yang dibuat adalah soal yang divalidasi oleh 3 validator yang terdiri dari 2 dosen dan 1 pendidik mata pelajaran biologi di SMAN 1 Lintau Buo Utara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil belajar meningkat di kelompok treatment 1. Dimana terjadi peningkatan hasil belajar N-Gain skor sebesar 29,54%. Hipotesis diuji dengan menggunakan uji-t dengan bantuan program SPSS 25. Berdasarkan uji-t yang dilakukan dengan bantuan program SPSS 25 didapatkan Sig. (2-tailed) 0.050 yaitu 0.000 pada hasil belajar peserta didik, sehingga hipotesis penelitian diterima. Jadi dapat disimpulkan bahwa penggunaan modul biologi terintegrasi kearifan lokal Minangkabau menggunakan model Problem Based Learning (PBL) pada materi Eekosistem efektif meningkatkan hasil belajar peserta didik.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Pengembangan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) IPA Berbasis Problem Based Learning (PBL) Berorientasi Science, Technology, Engineering and Mathematics (STEM) Pada Materi Sistem Ekskresi Di Kelas VIII UPT SMP N 1 Koto XI Tarusan

2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Oktavia Berliana Veronika, NIM. 1830106040, Judul Skripsi “Pengembangan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) IPA Berbasis Problem Based Learning (PBL) Berorientasi Science, Technology, Engineering and Mathematics (STEM) Pada Materi Sistem Ekskresi Di Kelas VIII UPT SMP N 1 Koto XI Tarusan”. Jurusan Tadris Biologi Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan Universitas Islam Negeri (UIN) Mahmud Yunus Batusangkar. Penelitian ini dilatar belakangi oleh bahan ajar yang digunakan oleh guru hanya berupa buku paket yang disediakan sekolah, guru sering menggunakan metode ceramah, minimnya bahan ajar yang digunakan disekolah, dan kurangnya ketertarikan dan minat belajar peserta didik di dalam kelas. Tujuan penelitian ini adalah untuk menghasilkan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) IPA Berbasis Problem Based Learning (PBL) Berorientasi Science, Technology, Engineering And Mathematics (STEM) pada Materi Sistem Ekskresi di Kelas VIII UPT SMP N 1 Koto XI Tarusan yang valid dan praktis. Penelitian ini adalah penelitian pengembangan (R&D) menggunakan model 4D (Define, Design, Develop, dan Disseminate). Instrumen yang digunakan adalah angket validitas dan angket kepraktisan. Data validasi dan praktikalitas yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan skala likert 1-4. Hasil validasi dan praktikalitas ditampilkan dalam bentuk persentase. Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) IPA Berbasis Problem Based Learning (PBL) Berorientasi Science, Technology, Engineering And Mathematics (STEM) pada Materi Sistem Ekskresi di Kelas VIII UPT SMP N 1 Koto XI Tarusan dinilai oleh 3 orang validator, diantaranya adalah ahli pembelajaran, ahli bahasa serta ahli materi. Hasil penelitian menunjukan bahwa bahan ajar yang dikembangkan memenuhi semua aspek sebuah penelitian pengembangan yang sesuai dengan karakteristik sebuah bahan ajar. Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) IPA Berbasis Problem Based Learning (PBL) Berorientasi Science, Technology, Engineering And Mathematics (STEM) dikategorikan valid dengan persentase 82,71% dan dinilai praktis oleh peserta didik serta guru dengan persentase 84,72% dan 91,17%. Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) IPA Berbasis Problem Based Learning (PBL) Berorientasi Science, Technology, Engineering And Mathematics (STEM) dinyatakan valid dan sangat praktis serta sudah layak untuk digunakan dalam proses pembelajaran.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGEMBANGAN VIDEO PEMBELAJARAN MENGGUNAKAN ADOBE AFTER EFFECT BERBASIS PROBLEM BASED LEARNING (PBL) BERBANTUAN MODUL PEMBELAJARAN FISIKA PADA MATERI GERAK LURUS KELAS X SMA/MA

2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

CESICA ANGELA NIM. 1730107004. Judul Skripsi: ” PENGEMBANGAN VIDEO PEMBELAJARAN MENGGUNAKAN ADOBE AFTER EFFECT BERBASIS PROBLEM BASED LEARNING (PBL) BERBANTUAN MODUL PEMBELAJARAN FISIKA PADA MATERI GERAK LURUS KELAS X SMA/MA”. Jurusan Tadris Fisika Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan Institut Agama Islam Negeri Batusangkar (IAIN) Tahun 2022. Penelitian ini bertitik tolak pada masuknya virus corona (COVID-19) ke Indonesia yang menyebabkan proses pembelajaran yang terhambat dan tidak maksimal. Sehingga membuat proses pembelajaran dilaksanakan secara daring, dan menyebabkan peserta didik sulit mengerti dengan materi yang akan dipelajari, sehingga membuat kurang efektifnya proses pembelajaran. Maka sangat penting dikembangkan video pembelajaran menggunakan adobe after effect berbasis PBL berbantuan modul agar peserta didik dapat mengaitkan materi fisika dengan kehidupan nyata agar memahami konsep pembelajaran dan bisa menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan gerak lurus. Hal ini lebih mudah diterapkan karena menggunakan teknologi smartphone dan tidak membutuhkan biaya besar. Tujuan dilakukannya penelitian pengembangan ini adalah untuk mengetahui kevalidan, kepraktisan dan keefektifan video pembelajaran menggunakan adobe after effect berbasis Problem Based Learning (PBL) berbantuan Modul pembelajaran fisika pada materi gerak lurus kelas X SMA/MA. Model pengembangan yang digunakan dalam penelitian ini yaitu model 4D (define, design, develop, disseminate) . Media pembelajaran ini akan dilakukan uji coba terbatas pada peserta didik kelas X MIPA 2 SMAN 1 Sungayang. Hasil validasi pada video pembelajaran menggunakan adobe after effect berbasis problem based learning (PBL) oleh ahli media sebesar 79% dan oleh ahli materi sebesar 77%. Artinya dapat dikatakan video pembelajaran menggunakan adobe after effect problem based learning (PBL) telah valid. Tahap praktikalitas video pembelajaran dikatakan praktis oleh guru dengan persentase 79% dan sangat praktis oleh peserta didik dengan 87%. Modul yang merupakan alat bantu video pembelajaran juga divalidasi, ahli media menganggap sangat valid dengan persentase 83% sedangkan ahli materi mengatakan valid senilai 80%. Pada tahap praktikalitas modul berbasis problem based learning dikatakan sangat praktis oleh guru dan peserta didik dengan persentase berturut-turut 87% dan 90%. Selanjutnya media pembelajaran ini bisa dikatakan efektif setelah dilakukan tes kepada peserta didik dengan nilai N-gain= 0,77 dengan kategori tinggi. Dapat disimpulkan bahwa video pembelajaran menggunakan menggunakan adobe after effect berbasis Problem Based Learning (PBL) berbantuan modul telah valid, praktis serta efektif digunakan.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGEMBANGAN MODUL IPA TERINTEGRASI AL-QUR’AN BERBASIS PROBLEM BASED LEARNING (PBL) DENGAN STRATEGI SCAFFOLDING DI MTsS KOTO TINGGI-PANDAI SIKEK

2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK HIJRATUL HUSNA, NIM 1730106021, judul skripsi ”Pengembangan Modul IPA Terintegrasi Al-Qur’an Berbasis Problem Based Learning (PBL) dengan Strategi Scaffolding di MTsS Koto Tinggi-Pandai Sikek” Jurusan Tadris Biologi Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Batusangkar. Penelitian ini dilatar belakangi berdasarkan hasil observasi dan wawancara yang dilakukan kepada pendidik dan peserta didik di MTsS Koto Tinggi-Pandai sikek, dimana jumlah sumber belajar yang digunakan sangat terbatas, sumber belajar yang digunakan belum terintegrasi Al-Qur’an, dan juga kurangnya minat peserta didik dalam proses pembelajaran IPA yang disebabkan oleh mendominasinya peran guru dalam proses pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hasil validasi dan hasil praktikalitas dari pengembangan Modul IPA Terintegrasi Al-Qur’an Berbasis Problem Based Learning (PBL) dengan Strategi Scaffolding di MTsS Koto Tinggi-Pandai Sikek. Jenis penelitian yang dilakukan adalah penelitian pengembangan atau Research and Development (R&D), dengan menggunakan model pengembangan 4D (Define, Design, Develop dan Desseminate). Teknik analisis data yang digunakan yaitu dengan analisis deskriptif. Instrument pengumpalan data yang digunakan yaitu angket validasi produk, angket respon guru, angket respon peserta didik dan dokumentasi. Validasi angket dilakukan oleh 3 orang validasi yaitu 2 dosen dan 1 guru. Penelitian ini dilakukan kepada guru IPA yang mengajar di kelas VIII dan kepada peserta didik kelas VIII yang berjumlah 16 orang. Berdasarkan hasil analisis data, hasil uji validasi modul memperoleh skor 94% dengan kriteria sangat valid, hasil uji praktikalitas oleh peserta didik yang terdiri dari 16 orang memperoleh skor 81% dengan kriteria sangat praktis, dan hasil uji praktikalitas oleh guru memperoleh skor 87% dengan kriteria sangat praktis. Dapat disimpulkan bahwa penggunaan Modul IPA ini sangat valid dan sangat praktis untuk digunakan dalam proses pembelajaran IPA khusunya pada materi Sistem Pencernaan pada Manusia.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Pengembangan Modul Matematika Berbasis Problem Based Learning (PBL) Pada Materi Penyajian Data Kelas VII MTsN 10 Tanah Datar

2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertolak dari permasalahan yaitu, kurangnya motivasi siswa dalam belajar karena sumber belajar yang kurang dalam proses pembelajaran. Hal tersebut mengakibatkan siswa malas dalam mengikuti pembelajaran matematika sehingga berdampak pada hasil belajar dari siswa. Salah satu cara mengatasi permasalahan tersebut dengan adanya suatu inovasi dalam pembelajaran matematika, sehingga dapat meningkatkan hasil belajar siswa, seperti penggunaan modul matematika berbasis Problem Based Learning (PBL), dengan diberikannya modul kepada siswa akan membuat pembelajaran yang dilakukan siswa lebih menyenangkan dan tidak membosankan, siswa memahami pesan yang disampaikan dan akan berusaha belajar dengan menggunakan modul baik ada guru ataupun tidak ada guru. Tujuan penelitian untuk mengembangkan modul matematika berbasis Problem Based Learning (PBL) dalam pembelajaran matematika yang valid, dan praktis. Penelitian ini adalah penelitian pengembangan yang terdiri dari 3 tahap yaitu : tahap define (pendefinisian), tahap design (perancangan) dan tahap develop (pengembangan). Instrument penelitian pengembangan ini menggunakan lembar validasi dan angket. Modul divalidasi oleh 3 orang validator yaitu 2 orang dosen matematika dan 1 orang guru bidang studi matematika. Hasil penelitian menunjukkan bahwa modul yang dirancang valid dengan hasil validitas 71,38%. Kemudian modul pembelajaran matematika telah praktis digunakan dengan hasil kepraktisan 78,86%.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

PENGARUH PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING (PBL) TERHADAP KEMAMPUAN KOMUNIKASI MATEMATIS SISWA KELAS VIII DI SMPN 2 RAMBATAN

2018•Koleksi Perpustakaan

EFRI YANTI, NIM: 14 105 011, judul skripsi ”Pengaruh Penerapan Model Pembelajaran Problem Based Learning (PBL) Terhadap Kemampuan Komunikasi Matematis Siswa Kelas VIII Di SMPN 2 Rambatan”, Jurusan Tadris Matematika Fakultas Tarbiyah Dan Ilmu Keguruan Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Batusangkar 2018. Penelitian ini didasarkan pada permasalahan rendahnya kemampuan komunikasi matematis siswa, dimana dalam menyelesaikan soal siswa belum mampu menyajikannya ke dalam bentuk komunikasi matematis berupa mengekspresikan, memahami, menginterpretasikan dan mengevaluasi ide-ide matematika serta penggunaan istilah-istilah, notasi-notasi dan menyajikan ide-ide dengan terstruktur baik secara lisan maupun tulisan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan kemampuan komunikasi matematis siswa secara lisan dan membandingkan kemampuan komunikasi matematis siswa yang menerapkan model pembelajaran Problem Based Learning dengan siswa yang menerapkan pembelajaraan konvensional pada Kelas VIII SMPN 2 Rambatan. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu dengan rancangan yang digunakan adalah Posttest Only Control Design. Populasi dalam penelitian ini adalah semua siswa kelas VIII SMPN 2 Rambatan tahun pelajaran 2017/2018 yang terdiri dari tiga kelas. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik simple random sampling, dan terpilih siswa kelas VIII.1 sebagai kelas eksperimen dan siswa kelas VIII.2 sebagai kelas kontrol. Data yang diperoleh untuk kemampuan komunikasi matematis siswa secara lisan melalui lembar observasi, sedangkan data kemampuan komunikasi matematis siswa secara tulisan diperoleh dari hasil tes kedua kelas sampel. Teknik analisis data yang digunakan untuk kemampuan komunikasi matematis siswa secara lisan adalah rumus persentase dan kemampuan komunikasi matematis siswa secara tulisan menggunakan uji t untuk uji hipotesis. Berdasarkan hasil analisis data kemampuan komunikasi matematis siswa secara lisan memiliki rata-rata 64,1% termasuk pada kriteria yang berhasil, dan dari uji hipotesis di peroleh dan artinya sehingga H0 di tolak. Jadi, kemampuan komunikasi matematis siswa secara tulisan dengan menerapkan model pembelajaran Problem Based Learning lebih baik dari kemampuan komunikasi matematis siswa secara tulisan dengan menerapkan pembelajaran konvensional.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

PENGEMBANGAN MODUL MATEMATIKA BERBASIS PROBLEM BASED LEARNING (PBL) PADA MATERI SISTEM PERSAMAAN LINIER DUA VARIABEL (SPLDV) KELAS VIII MTsS MHD BUNGA TANJUNG

2018•Koleksi Perpustakaan

ASRENA WATI 13 105 009. “PENGEMBANGAN MODUL MATEMATIKA BERBASIS PROBLEM BASED LEARNING (PBL) PADA MATERI SISTEM PERSAMAAN LINIER DUA VARIABEL (SPLDV) KELAS VIII MTsS MHD BUNGA TANJUNG”. Jurusan Tadris Matematika, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Batusangkar, 2018. Penelitian ini bertolak dari permasalahan yaitu, kurangnya motivasi siswa dalam belajar karena sumber belajar yang kurang dalam proses pembelajaran, dan tingkat soal yang ada didalam buku panduan tingkat kesulitannya terlalu tinggi. Hal tersebut mengakibatkan siswa malas dalam mengikuti pembelajaran matematika sehingga berdampak pada hasil belajar dari siswa. Salah satu cara mengatasi permasalahan tersebut dengan adanya suatu inovasi dalam pembelajaran matematika, sehingga dapat meningkatkan hasil belajar siswa, seperti penggunaan modul matematika berbasis Problem Based Learning (PBL), dengan diberikannya modul kepada siswa akan membuat pembelajaran yang dilakukan siswa lebih menyenangkan dan tidak membosankan, siswa memahami pesan yang disampaikan dan akan berusaha belajar dengan menggunakan modul baik ada guru ataupun tidak ada guru. Tujuan penelitian untuk mengembangkan modul matematika berbasis Problem Based Learning (PBL) dalam pembelajaran matematika yang valid, praktis dan efektif. Penelitian ini adalah penelitian pengembangan yang terdiri dari 3 tahap yaitu: tahap define (pendefinisian), tahap design (perancangan) dan tahap develop (pengembangan). Instrumen penelitian pengembangan ini menggunakan lembar validasi, angket, dan soal. Modul divalidasi oleh 3 orang validator yaitu 2 orang dosen matematika dan 1 orang guru bidang studi matematika. Pada proses praktikalitas modul matematika di uji cobakan pada siswa kelas VIII MTsS Mhd Bunga Tanjung, untuk melihat praktikalitas dengan uji keterbacaan modul yang dikembangkan. Saat proses efektivitas siswa diberikan soal ulangan harian dan angket respon siswa. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa modul matematika berbasis Problem Based Learning (PBL) yang dirancang sudah valid dengan hasil validitas yang diperoleh adalah 78,27% dengan kriteri valid. Kemudian modul matematika berbasis Problem Based Learning (PBL) telah praktis digunakan setelah di uji coba kepraktisannya pada siswa kelas VIII.A MTsS Mhd Bunga Tanjung, dengan hasil praktikalitas 86,96% denga kriteria sangat praktis. Selain itu modul matematika berbasis Problem Based Learning (PBL) telah efektif digunakan yang terlihat pada hasil tes belajar siswa yaitu 88,89% dari seluruh siswa mendapatkan skor lebih besar dari Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) yang telah ditetapkan, angket respon siswa dengan presentase setiap indikator lebih dari 70%, dimana rata-rata keseluruhan yaitu 91,91%.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail