ThesisOpen AccessPDF tersedia
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK
DEVI YUDIA PUTRI, NIM 14 107 008, Judul Skripsi “Penerapan Model Pembelajaran Logan Avenue Problem Solving (LAPS)-Heuristik terhadap Hasil Belajar Fisika Peserta Didik pada Materi Kinematika Gerak Lurus Kelas X MIPA di SMAN 1 X Koto Singkarak”. Jurusan Tadris Fisika Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan Institut Agama Islam Negeri Batusangkar 2020.
Salah satu faktor penyebab rendahnya hasil belajar peserta didik adalah saat proses pembelajaran masih banyak peserta didik yang kurang serius dalam belajar. Ketika diberikan soal yang berbeda dengan contoh yang disajikan oleh guru kebanyakan mereka bingung dalam menyelesaikannya Salah satu model pembelajaran yang dipandang dapat mengatasi permasalahan tersebut adalah model pembelajaran Logan Avenue Problem Solving (LAPS-Heuristik). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan model pembelajaran Logan Avenue Problem Solving (LAPS)-Heuristik terhadap hasil belajar fisika peserta didik pada materi kinematika gerak lurus kelas X SMAN 1 X Koto Singkarak.
Jenis penelitian ini adalah penelitian Quasi Eksperiment yang menggunakan rancangan penelitian only control group design. Populasi dalam penelitian ini adalah peserta didik kelas X MIPA SMAN 1 Singkarak yaitu terdiri dari 3 kelas (96 orang peserta didik). Pengambilan Sampel dilakukan dengan teknik simple random sampling, dimana kelas X MIPA 1 sebagai kelas eksperimen diterapkan model pembelajaran Logan Avenue Problem Solving (LAPS)-Heuristik, sedangkan kelas kontrol diterapkan model pembelajaran konvensional..
Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata nilai akhir peserta didik untuk ranah kognitif pada kelas eksperimen yaitu 74,375 dengan presentase ketuntasan 50 %, sedangkan kelas kontrol nilai rata-rata yang diperoleh yaitu 67,258 dengan presentase ketuntasan 22 %. Rata-rata nilai akhir peserta didik untuk ranah afektif pada kelas eksperimen 79,406 dan kelas kontrol 70,895 dan rata-rata nilai akhir peserta didik pada ranah psikomotor untuk kelas eksperimen 75,781 dan kelas kontrol 72,379. Uji hipotesis dengan uji-t untuk ketiga ranah menunjukkan harga thitung = 2,74 (kognitif), thitung = 4,078 (afektif) dan thitung= 2,278 (psikomotor) dengan ttabel untuk ketiga ranah = 1. 645 dengan taraf nyata α = 0,05. Dapat disimpulkan bahwa untuk semua ranah baik kognitif, afektif dan psikomotor didapatkan thitung>ttabel sehingga H0 ditolak dan H1 diterima. Dengan demikian, dapat dinyatakan bahwa hasil belajar fisika peserta didik yang menerapkan model pembelajaran Logan Avenue Problem Solving (LAPS)-Heuristik lebih baik dibandingkan dengan hasil belajar fisika peserta didik yang menerapkan model pembelajaran konvensional pada materi Kinematika Gerak Lurus di kelas X SMAN 1 X Koto Singkarak.
Kata kunci : Logan Avenue Problem Solving (LAPS)-Heuristik, Kinematika Gerak Lurus, Hasil Belajar Peserta Didik
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
VIDHELIN WERY NABILLA, NIM. 15 300 7000 32, Judul Skripsi “Penerapan Model Pembelajaran Problem Solving terhadap HOTS Peserta Didik pada Materi Gerak Lurus Kelas X MIPA SMAN 1 X Koto Diatas” Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan Jurusan Tadris Fisika Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Batusangkar 2020. Rendahnya HOTS peserta didik pada pembelajaran fisika disebabkan karena proses pembelajaran masih berpusat pada guru (teacher centered) yang diyakini menjadi penyebab masalah tersebut. Peserta didik hanya menerima materi yang disampaikan oleh pendidik, mencatat, dan tidak ada yang mengajukan pendapat atau beragumen terkait dengan materi. Hal ini menyebabkan peserta didik menjadi pasif sehingga hasil belajar menjadi rendah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah dengan menggunakan model pembelajaran problem solving mampu mencapai HOTS peserta didik pada materi Gerak Lurus Kelas X MIPA SMAN 1 X Koto Diatas. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen semu dengan rancangan penelitian Posttest Only Control Group yang dilaksanakan di SMAN 1 X Koto Diatas pada materi Gerak Lurus. Populasi dalam penelitian ini adalah 49 orang peserta didik kelas X MIPA SMAN 1 X Koto Diatas yang terdiri dari dua kelas. Pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan teknik Total Sampling dimana kelas X MIPA 1 sebagai kelas eksperimen dan kelas X MIPA 2 sebagai kelas kontrol. Data dikumpulkan dengan menggunakan metode tes berupa tes essay sebanyak 7 butir soal kemudian data di analisis secara statistik menggunakan Uji-t. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan nilai rata-rata HOTS peserta didik kelas eksperimen lebih tinggi dibandingkan dengan kelas kontrol. Rata-rata HOTS peserta didik pada kelas eksperimen adalah 81,8 sedangkan pada kelas kontrol yaitu 77,21. Setelah dilakukan uji hipotesis secara statistik dengan menggunakan uji-t didapatkan harga thitung yaitu 1,82, sedangkan ttabel yaitu 1,67 (pada taraf nyata α = 0,05). Hal ini menunjukkan bahwa thitung > ttabel sehingga H0 ditolak dan H1 diterima. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa HOTS peserta didik dengan menggunakan model pembelajaran problem solving lebih baik dari pada HOTS peserta didik yang menggunakan model pembelajaran ekspositori (langsung) pada materi Gerak Lurus Kelas X MIPA SMAN 1 X Koto Diatas dengan tingkatan kognitif C4 sebesar 93,50%, C5 sebesar 79,78%, dan C6 sebesar 64,50% untuk kelas eksperimen.
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK Muhammad Danny Jonata, NIM :15300700014, JudulSkripsi “Pengembangan Media Video Animasi Pembelajaran Fisika Pada Materi Gerak Lurus Kelas X SMA/MA”, Jurusan Tadris Fisika, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Batusangkar, 2020. Permasalahan dalam penelitian ini adalah kurangnya minat belajar peserta didik sehingga pada saat pembelajaran berlangsung peserta didik kurang memperhatikan pendidik dan konsep fisika sulit untuk dipahami peserta didik terutama materi gerak lurus. Bahan ajar yang digunakan peserta didik juga terbatas, dan kurang membantu peserta didikuntuk belajar secara mandiri. Berdasarkan hal tersebut, maka peneliti melakukan penelitian pengembangan media video animasi pembelajaran fisika. Penelitian ini menggunakan jenispenelitian pengembangan 4-D (define, design, develop, dan desseminate). Rancanganpada penelitian ini terdiri dari 3 tahap saja yaitu (1) tahap pendefinisian (define) dilakukan untuk mendapatkan gambaran umum disekolah, mengenai bagaimana proses pembelajaran, kendala yang dihadapi didalam kelas dan karakteristik peserta didik. Kegiatan ini dimulai dengan wawancara dengan pendidik fisika SMA N 1 Sungai Tarab, menganalisis silabus pembelajaran fisika Kelas X SMA Semester 1, menganalisis media pembelajaran yang dipakai pendidik fisika di kelas X SMA N 1 Sungai Tarab sebagai sumber belajar peserta didik dan mereview literatur tentang media pembelajaran yang digunakan disekolah tersebut, (2) tahap design, hasil dari tahap define digunakan untuk merancang design video animasi fisika menggunakan aplikasi adobe animation, setelah itu menggabungkan semua komponen membentuk video dengan menggunakan Kinemaster. (3) tahap develop, tahap ini adalah lanjutan dari tahap design untuk melihat validitas dan praktikalitas dari video animasi fisika. Instrumen penelitian yang digunakan yaitu (1) lembar validasi, ada 2 lembar validasi yaitu dan angket respon peserta didik (praktikalitas). (2) angket respon peserta didik. Teknik analisis data penelitian yang digunakan yaitu (1) analisis validitas, (2) analisis praktikalitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) hasil validitas media video animasiyang diperoleh adalah 91,83% dengan ketegori sangat valid, 2) hasil praktikalitas video animasi fisika yang diperoleh dari hasil angket respon peserta didik yaitu 81 % kategori sangat praktis. Dengan ini dapat disimpulkan bahwa media video animasi pembelajaran fisika yang dirancang telah valid dan praktis.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
RISMA NEVIKA, NIM. 13 107 024, Judul Skripsi “Penerapan Strategi Pembelajaran Active Learning Tipe Group Resume Pada Materi Gerak Lurus Dengan Kecepatan Dan Percepatan Konstan Dalam Pembelajaran Fisika Di Kelas X MIA SMAN 1 Rambatan”, Jurusan Tadris Fisika Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Batusangkar 2018. Pokok permasalahan dalam skripsi ini adalah hasil belajar fisika siswa khususnya kelas X SMAN 1 Rambatan masih rendah. Rendahnya hasil belajar fisika siswa disebabkan karena dalam proses pembelajaran fisika siswa kurang aktif bertanya, jarang mengemukakan ide, gagasan, dan pendapat pada materi yang diberikan guru, sebagian besar siswa tidak mengikuti proses belajar dengan serius. Strategi pembelajaran yang dipakai oleh guru bersifat konvensional. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah hasil belajar fisika siswa dengan menerapkan model pembelajaran active learning tipe group resume lebih baik daripada hasil belajar fisika siswa yang menerapkan pembelajaran konvensional di kelas X MIA SMAN 1 Rambatan. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu dengan desain randomized control group only. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas X MIA SMAN 1 Rambatan yang terdiri atas 3 kelas dengan jumlah siswa 70 orang. Sampel dipilih dengan menggunakan sample random sampling, sampelnya adalah kelas X MIA 1 sebagai kelas eksperimen dengan jumlah siswa 24 orang dan kelas kontrol adalah kelas X MIA 2 dengan jumlah siswa sebanyak 23 orang. Pengumpulan data dalam penelitian menggunakan tes hasil belajar untuk ranah kognitif dalam bentuk tes pilihan ganda sebanyak 25 soal, kemudian di analisis secara statistik dengan uji-t. Hasil belajar untuk ranah afektif dalam bentuk lembaran obeservasi dan hasil belajar psikomotor (keterampilan) dalam bentuk lembaran observasi unjuk kerja siswa yang dianalisis secara deskriptif kuantitatif. Dari hasil tes akhir diperoleh hasil belajar fisika siswa pada kelas eksperimen lebih baik daripada kelas kontrol. Rata-rata hasil belajar fisika siswa pada ranah kognitif di kelas eksperimen adalah 74,17 dengan persentase ketuntasan sebesar 62,50% sedangkan pada kelas kontrol adalah 64,17 dengan persentase ketuntasan 34,78%. Rata-rata hasil belajar fisika siswa pada ranah afektif di kelas eksperimen adalah 80,44 dan di kelas kontrol adalah 75,79. Rata-rata hasil belajar siswa pada ranah psikomotor di kelas eksperimen adalah 80 dan di kelas kontrol adalah 75. Uji hipotesis hasil belajar pada ranah kognitif dilakukan dengan uji-t. Dari perhitungan diperoleh harga thitung = 2,58, sedangkan ttabel = - 0,00625 (pada taraf nyata α = 0,05). Berarti thitung > ttabel sehingga H0 ditolak dan H1 diterima, maka dapat disimpulkan bahwa hasil belajar fisika siswa yang menerapkan strategi pembelajaran active learning tipe group resume lebih baik daripada hasil belajar fisika siswa yang menerapkan pembelajaran konvensional di kelas X SMAN 1 Rambatan.
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Bahan ajar yang biasa digunakan di sekolah terbatas pada buku paket dan LKS, dimana bahan ajar ini belum mampu membantu peserta didik memahami materi. Bahan ajar ini juga belum terintegrasi Al-Qur’an, dimana peraturan daerah propinsi Sumatera Barat Nomor 3 Tahun 2007 mengenai penyelenggaraan pendidikan Al-Qur’an. Hal ini yang mendorong dikembangkan media video dokumenter terintegrasi Al-Qur’an berbasis CTL yang tidak hanya menambah ilmu pengetahuan tetapi juga keimanan peserta didik. Jenis penelitian yang dilakukan adalah penelitian Research and Development (R&D). Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode 4D yaitu define, design, develop, and desiminate. Namun, pada penelitian ini hanya terbatas pada define, design, and develop karena keterbatasan waktu dan biaya. Tahap pendefinisian ini dilakukan wawancara, analisis silabus, dan analisis bahan ajar. Tahap perancangan dilakukan dengan memilih media, merancang produk, dan menyusun instrumen. Tahap pengembangan yang dimaksud dalam penelitian ini yaitu validasi dan praktikalitas. Validasi video dokumenter dilakukan oleh tiga orang ahli yaitu dua dosen dan satu orang pendidik. Uji praktikalitas diberikan kepada satu orang pendidik dan peserta didik kelas X MIPA 2 SMA N 1 Kamang Magek sebanyak dua puluh dua orang. Validasi video dokumenter diperoleh persentase rata-rata validasi sebesar 85,3% dengan kategori sangat valid oleh validator. Sementara, persentase nilai praktikalitas oleh pendidik dan peserta didik adalah masing-masing sebesar 99,47% dan 82% dengan kategori sangat praktis. Hal ini menunjukkan bahwa pengembangan media video dokumenter terintegrasi Al-Qur’an berbasis CTL pada materi gerak lurus yang dirancang dapat dikatakan sudah valid dan praktis. Ini Berarti media video dokumenter terintegrasi Al-Qur’an berbasis CTL dapat digunakan.
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
CESICA ANGELA NIM. 1730107004. Judul Skripsi: ” PENGEMBANGAN VIDEO PEMBELAJARAN MENGGUNAKAN ADOBE AFTER EFFECT BERBASIS PROBLEM BASED LEARNING (PBL) BERBANTUAN MODUL PEMBELAJARAN FISIKA PADA MATERI GERAK LURUS KELAS X SMA/MA”. Jurusan Tadris Fisika Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan Institut Agama Islam Negeri Batusangkar (IAIN) Tahun 2022. Penelitian ini bertitik tolak pada masuknya virus corona (COVID-19) ke Indonesia yang menyebabkan proses pembelajaran yang terhambat dan tidak maksimal. Sehingga membuat proses pembelajaran dilaksanakan secara daring, dan menyebabkan peserta didik sulit mengerti dengan materi yang akan dipelajari, sehingga membuat kurang efektifnya proses pembelajaran. Maka sangat penting dikembangkan video pembelajaran menggunakan adobe after effect berbasis PBL berbantuan modul agar peserta didik dapat mengaitkan materi fisika dengan kehidupan nyata agar memahami konsep pembelajaran dan bisa menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan gerak lurus. Hal ini lebih mudah diterapkan karena menggunakan teknologi smartphone dan tidak membutuhkan biaya besar. Tujuan dilakukannya penelitian pengembangan ini adalah untuk mengetahui kevalidan, kepraktisan dan keefektifan video pembelajaran menggunakan adobe after effect berbasis Problem Based Learning (PBL) berbantuan Modul pembelajaran fisika pada materi gerak lurus kelas X SMA/MA. Model pengembangan yang digunakan dalam penelitian ini yaitu model 4D (define, design, develop, disseminate) . Media pembelajaran ini akan dilakukan uji coba terbatas pada peserta didik kelas X MIPA 2 SMAN 1 Sungayang. Hasil validasi pada video pembelajaran menggunakan adobe after effect berbasis problem based learning (PBL) oleh ahli media sebesar 79% dan oleh ahli materi sebesar 77%. Artinya dapat dikatakan video pembelajaran menggunakan adobe after effect problem based learning (PBL) telah valid. Tahap praktikalitas video pembelajaran dikatakan praktis oleh guru dengan persentase 79% dan sangat praktis oleh peserta didik dengan 87%. Modul yang merupakan alat bantu video pembelajaran juga divalidasi, ahli media menganggap sangat valid dengan persentase 83% sedangkan ahli materi mengatakan valid senilai 80%. Pada tahap praktikalitas modul berbasis problem based learning dikatakan sangat praktis oleh guru dan peserta didik dengan persentase berturut-turut 87% dan 90%. Selanjutnya media pembelajaran ini bisa dikatakan efektif setelah dilakukan tes kepada peserta didik dengan nilai N-gain= 0,77 dengan kategori tinggi. Dapat disimpulkan bahwa video pembelajaran menggunakan menggunakan adobe after effect berbasis Problem Based Learning (PBL) berbantuan modul telah valid, praktis serta efektif digunakan.
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
RIVO TRI ARGA, NIM. 15300700021, Judul Skripsi: “PENGEMBANGAN MODUL ELEKTRONIK FISIKA SECARA BLENDED LEARNING PADA MATERI GERAK LURUS KELAS X IPA SMA/MA TERINTEGRASI AL-QURAN”. Jurusan Tadris Fisika Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Kependidikan Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Batusangkar 2022. Pembelajaran fisika pada era new normal dilakukan secara blended learning yang dilaksanakan secara tatap muka (luring) dan online (daring). Permasalahan dilapangan adalah belum tersedianya media dan bahan ajar yang mendukung pembelajaran blended learning. Pendidik masih menggunakan buku cetak dan LKPD yang tidak mendukung peserta didik belajar mandiri secara daring. Akibatnya adalah peserta didik kurang termotivasi saat pembelajaran. Penelitian ini bertujuan mengembangkan modul elektronik untuk mendukung pembelajaran secara blended learning terintegrasi Al-Qur’an pada materi gerak lurus. Dengan pengembangan modul elektronik ini diharapkan dapat menjadi solusi dari kurangnya sumber belajar yang menunjang pembelajaran fisika secara blended learning. Jenis penelitian ini adalah penelitian dan pengembangan dengan merujuk pada model pengembangan 4D (Define, Design, Develop, dan Disseminate). Tahap Define dilakukan untuk menganalisis kebutuhan pengembangan modul elektronik. Tahap Design dilakukan perancangan modul elektronik. Tahap Develop dilakukan validasi ahli dan uji coba modul elektronik secara terbatas. Hasil penelitian menunjukkan modul elektronik secara blended learning terintegrasi Al-Qur’an pada materi gerak lurus dinyatakan sangat valid dengan persentase 87,19%. Kepraktisan modul elektronik menunjukkan kategori sangat praktis, dengan nilai persentase 85,15% oleh peserta didik dan 87,5% oleh pendidik. Kata Kunci: Modul Elektronik, Blended Learning, Integrasi Al-Qur’an, Gerak Lurus
BookOpen AccessPDF tersedia
2020•Koleksi Perpustakaan
VIDHELIN WERY NABILLA, NIM. 15 300 7000 32, Judul Skripsi “Penerapan Model Pembelajaran Problem Solving terhadap HOTS Peserta Didik pada Materi Gerak Lurus Kelas X MIPA SMAN 1 X Koto Diatas” Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan Jurusan Tadris Fisika Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Batusangkar 2020.
Rendahnya HOTS peserta didik pada pembelajaran fisika disebabkan karena proses pembelajaran masih berpusat pada guru (teacher centered) yang diyakini menjadi penyebab masalah tersebut. Peserta didik hanya menerima materi yang disampaikan oleh pendidik, mencatat, dan tidak ada yang mengajukan pendapat atau beragumen terkait dengan materi. Hal ini menyebabkan peserta didik menjadi pasif sehingga hasil belajar menjadi rendah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah dengan menggunakan model pembelajaran problem solving mampu mencapai HOTS peserta didik pada materi Gerak Lurus Kelas X MIPA SMAN 1 X Koto Diatas.
Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen semu dengan rancangan penelitian Posttest Only Control Group yang dilaksanakan di SMAN 1 X Koto Diatas pada materi Gerak Lurus. Populasi dalam penelitian ini adalah 49 orang peserta didik kelas X MIPA SMAN 1 X Koto Diatas yang terdiri dari dua kelas. Pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan teknik Total Sampling dimana kelas X MIPA 1 sebagai kelas eksperimen dan kelas X MIPA 2 sebagai kelas kontrol. Data dikumpulkan dengan menggunakan metode tes berupa tes essay sebanyak 7 butir soal kemudian data di analisis secara statistik menggunakan Uji-t.
Berdasarkan hasil penelitian didapatkan nilai rata-rata HOTS peserta didik kelas eksperimen lebih tinggi dibandingkan dengan kelas kontrol. Rata-rata HOTS peserta didik pada kelas eksperimen adalah 81,8 sedangkan pada kelas kontrol yaitu 77,21. Setelah dilakukan uji hipotesis secara statistik dengan menggunakan uji-t didapatkan harga thitung yaitu 1,82, sedangkan ttabel yaitu 1,67 (pada taraf nyata α = 0,05). Hal ini menunjukkan bahwa thitung > ttabel sehingga H0 ditolak dan H1 diterima. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa HOTS peserta didik dengan menggunakan model pembelajaran problem solving lebih baik dari pada HOTS peserta didik yang menggunakan model pembelajaran ekspositori (langsung) pada materi Gerak Lurus Kelas X MIPA SMAN 1 X Koto Diatas dengan tingkatan kognitif C4 sebesar 93,50%, C5 sebesar 79,78%, dan C6 sebesar 64,50% untuk kelas eksperimen.
BookOpen AccessPDF tersedia
2020•Koleksi Perpustakaan
Muhammad Danny Jonata, NIM :15300700014, Judul Skripsi “Pengembangan Media Video Animasi Pembelajaran Fisika Pada Materi Gerak Lurus Kelas X SMA/MA”, Jurusan Tadris Fisika, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Batusangkar, 2020.
Permasalahan dalam penelitian ini adalah kurangnya minat belajar peserta didik sehingga pada saat pembelajaran berlangsung peserta didik kurang memperhatikan pendidik dan konsep fisika sulit untuk dipahami peserta didik terutama materi gerak lurus. Bahan ajar yang digunakan peserta didik juga terbatas, dan kurang membantu peserta didik untuk belajar secara mandiri. Berdasarkan hal tersebut, maka peneliti melakukan penelitian pengembangan media video animasi pembelajaran fisika.
Penelitian ini menggunakan jenis penelitian pengembangan 4-D (define, design, develop, dan desseminate). Rancangan pada penelitian ini terdiri dari 3 tahap saja yaitu (1) tahap pendefinisian (define) dilakukan untuk mendapatkan gambaran umum di sekolah, mengenai bagaimana proses pembelajaran, kendala yang dihadapi di dalam kelas dan karakteristik peserta didik. Kegiatan ini dimulai dengan wawancara dengan pendidik fisika SMA N 1 Sungai Tarab, menganalisis silabus pembelajaran fisika Kelas X SMA Semester 1, menganalisis media pembelajaran yang dipakai pendidik fisika di kelas X SMA N 1 Sungai Tarab sebagai sumber belajar peserta didik dan mereview literatur tentang media pembelajaran yang digunakan di sekolah tersebut, (2) tahap design, hasil dari tahap define digunakan untuk merancang design video animasi fisika menggunakan aplikasi adobe animation, setelah itu menggabungkan semua komponen membentuk video dengan menggunakan Kinemaster. (3) tahap develop, tahap ini adalah lanjutan dari tahap design untuk melihat validitas dan praktikalitas dari video animasi fisika. Instrumen penelitian yang digunakan yaitu (1) lembar validasi, ada 2 lembar validasi yaitu e-modul dan angket respon peserta didik (praktikalitas). (2) angket respon peserta didik. Teknik analisis data penelitian yang digunakan yaitu (1) analisis validitas, (2) analisis praktikalitas.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) hasil validitas media video animasi yang diperoleh adalah 91,83% dengan ketegori sangat valid, 2) hasil praktikalitas video animasi fisika yang diperoleh dari hasil angket respon peserta didik yaitu 81 % kategori sangat praktis. Dengan ini dapat disimpulkan bahwa media video animasi pembelajaran fisika yang dirancang telah valid dan praktis.