ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Afnida Yanti, NIM: 1630105001, Judul Skripsi “Pengembangan Modul Matematika Berbasis Creative Problem Solving (CPS) pada Materi Himpunan di SMP N 1 Tanjung Emas”, Jurusan Tadris Matematika, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Batusangkar 2020. Permasalahan dalam penelitian ini adalah bahwa hasil belajar siawa belum maksimal atau masih rendah, yaitu belum mencapai ketuntasan belajar,hal ini dapat dilihat dari hasil yang diperoleh siswa dalam mengerjakan soal-soal yang diberikan. Faktor penyebabnya yaitu kurangnya sumber belajar dalam pembelajaran, dan ditambah lagi dengan kondisi pada saat sekarang ini yaitu adanya wabah covid-19 yang menyebabkan proses pembelajaran tidak dapat secara langsung dan diganti dengan pembelajaran secara daring (dalam jaringan) atau secara online. Dalam pembelajarang daring ini guru melakukan proses pembelajaran dengan cara mengirim vidio atau foto tentang materi yang sedang berlangsung melalui grup whatssap, dan setelah itu guru langsung memberikan soal-soal latihan kepada siswa tersebut. Dengan permasalahan tersebut peneliti disini mengembangkan sebuah modul untuk membantu proses pembelajaran, dengan adanya modul bisa membantu guru dalam proses pembelajaran. Adapun Tujuan penelitian ini secara umum adalah menghasilkan produk berupa modul himpunan berbasis Creative Problem Solving yang valid dan praktis serta dapat membantu siswa dalam memahami materi himpunan. Penelitian ini termasuk penelitian pengembangan. Rancangan penelitian pengembangan ini terdiri dua tahap yaitu: (1)analisis mukabelakang, tahap ini dilakukan untuk mendapatkan gambaran kondisi di lapangan melalui wawancara dengan guru, analisis dan silabus, sumber belajar, karakteristik siswa,dan mereview literatur tentang modul, (2) tahap prototipe, hasil dari analisis mukabelakang digunakan untuk merancang prototipe modul. Adapun teknik pengumpulan data adalah validasi dan angket respon siswa. Instrumen penelitian yang digunakan adalah lembar validasi dan angket. Sedangkan teknik analisis data yang digunakan adalah statistik deskriptif. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa modul matematika berbasis Creative Problem Solving valid dan praktis. Berdasarkan penilaian validator, modul pembelajaran matematika berbasis Creative Problem Solving dikategorikan valid, dengan rata-rata kevalidannya 76,14%. Berdasarkan penilaian siswa modul pembelajaran matematika berbasis Creative Problem Solving dikategorikan sangat praktis dengan memproleh rata-rata nila 80.9%. Modul pembelajaran matematika berbasis Creative Problem Solving yang peneliti kembangkan layak untuk digunakan dalam proses pembelajaran.
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK Putri Hilma Rafika. NIM 1630106039 (2020). Judul Skripsi: “Pengembangan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) Berbasis Double Loop Problem Solving (DLPS) pada pembelajaran Biologi di SMAN 2 Batusangkar” Jurusan Tadris Biologi, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Batusangkar. Penelitian ini dilatar belakangi oleh kurangnya variasi media pembelajaran yang di gunakan guru sehingga peserta didik kurang memiliki keterampilan pemecahan masalah. Tujuan penelitian ini adalah untuk menghasilkan media pembelajaran berupa lembar kerja peserta didik (LKPD) berbasisi model Duble Loop Problem Solvingyang valid. Penelitian ini merupakan penelitian pengembanngan mengunakan model pengembangan model pengembangan 4-D. Tahap pengembangan menggunakan model 4-D memiliki empattahapyaitu tahap pendefinisian (define), tahap perancangan (design), tahappengembangan (develop) dan tahap penyebaran(disseminate).Namunpada model ini penelitik melakukan penelitian sampai tahap pengembangan (develop) instumen yang digunakan dalam penelitian ini berupa lembar uji validitas untuk lembar uji validitas dan lembar validitas untuk uji validitas LKPD.Analisis data menggunakan analisis deskriptif.Berdasarkan penelitian yang dilakukan di hasilkan produk berupa LKPD berbasis Double Loop Problem Solving (DLPS). Dari hasil validitas oleh validator di peroleh nilai rat-rata 95,37% di kategorikan sangan valid dari aspek syarat didaktik,syarat kontruk,syarat teknis dan model DLPS.
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK HANIFAH WULNDARI, NIM. 14 106 023, judul skripsi “PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN PROLEM SOLVING BERBASIS LITERASI SAINS TERHADAP PEMBELAJARAN IPA SMP NEGERI 1 PARIANGAN ” Jurusan Tadris Biologi Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan Institut Agama Islam Negeri Batusangkar, 2020. Skripsi ini berjumlah 68 halaman. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh hasil belajar biologi siswa khususnya kelas VIII di SMP N 1 Pariangan masih belum maksimal. Hal ini dapat dilihat dari rata-rata Ujian Tengah Semester I. Rendahnya hasil belajar IPA dipengaruhi oleh berbagai faktor diantaranya dalam proses soal yang diberikan guru tidak sepenuhnya terselesaikan oleh siswa. Siswa juga terlihat kurang terlatih dalam mengkontruksi atau menyusun suatu permasalahan yang diberikan oleh guru, sehingga belum sepenuhnya mampu menemukan suatu konsep dalam memecahkan soal yang diberikan guru. Selain itu buku yang dipakai dalam proses pembelajaran kurang mendukung siswa dalam meningkatkan literasi sains. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah hasil belajar IPA siswa dengan penerapan model pembelajaran problem solving berbasis literasi sains lebih baik daripada model pembelajaran konvensional SMP N 1 Pariangan pada materi sistem pencernaan. Jenis penelitian yang dilakukan adalah penelitian eksperimen semu dengan rancangan penelitian randomized control-group posttest only design. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIII SMP N 1 Pariangan yang berjumlah 68 orang siswa. Teknik penentuan sampel adalah menggunakan simple random sampling. Sampel penelitian adalah 2 kelas yaitu kelas VIII. 1 yang terdiri dari 23 siswa sebagai kelas eksperimen dan kelas VIII. 3 berjumlah 22 orang siswa sebagai kelas kontrol. Data hasil belajar siswa diperoleh dari hasil tes akhir pada kedua kelas sampel, dan tes akhirnya berupa tes objektif. Dari penelitian didapatkan bahwa “ hasil belajar siswa pada pembelajaran IPA dengan menggunakan penerapan model problem solving berbasis literasi sains berpengaruh terhadap kognitif siswa hasil belajar. Hal ini dilihat berdasarkan uji hipotesis menggunakan uji t, didapatkan nilai ttabel2,47 dan thitung 2,02 . Sehingga thitung > ttabel yaitu (2,47 > 2,02). Apabila ditinjau dari nilai rata-rata, kelas eksperimen memiliki nilai rata-rata lebih tinggi yaitu 80,09 dibandingkan rata-rata kelas kontrol yaitu 71,18.Jadi, penerapan model pembelajaran problem solving berbasis literasi sains siswa dapat meningkatkan hasil belajar kognitif siswa.
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK
DEVI YUDIA PUTRI, NIM 14 107 008, Judul Skripsi “Penerapan Model Pembelajaran Logan Avenue Problem Solving (LAPS)-Heuristik terhadap Hasil Belajar Fisika Peserta Didik pada Materi Kinematika Gerak Lurus Kelas X MIPA di SMAN 1 X Koto Singkarak”. Jurusan Tadris Fisika Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan Institut Agama Islam Negeri Batusangkar 2020.
Salah satu faktor penyebab rendahnya hasil belajar peserta didik adalah saat proses pembelajaran masih banyak peserta didik yang kurang serius dalam belajar. Ketika diberikan soal yang berbeda dengan contoh yang disajikan oleh guru kebanyakan mereka bingung dalam menyelesaikannya Salah satu model pembelajaran yang dipandang dapat mengatasi permasalahan tersebut adalah model pembelajaran Logan Avenue Problem Solving (LAPS-Heuristik). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan model pembelajaran Logan Avenue Problem Solving (LAPS)-Heuristik terhadap hasil belajar fisika peserta didik pada materi kinematika gerak lurus kelas X SMAN 1 X Koto Singkarak.
Jenis penelitian ini adalah penelitian Quasi Eksperiment yang menggunakan rancangan penelitian only control group design. Populasi dalam penelitian ini adalah peserta didik kelas X MIPA SMAN 1 Singkarak yaitu terdiri dari 3 kelas (96 orang peserta didik). Pengambilan Sampel dilakukan dengan teknik simple random sampling, dimana kelas X MIPA 1 sebagai kelas eksperimen diterapkan model pembelajaran Logan Avenue Problem Solving (LAPS)-Heuristik, sedangkan kelas kontrol diterapkan model pembelajaran konvensional..
Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata nilai akhir peserta didik untuk ranah kognitif pada kelas eksperimen yaitu 74,375 dengan presentase ketuntasan 50 %, sedangkan kelas kontrol nilai rata-rata yang diperoleh yaitu 67,258 dengan presentase ketuntasan 22 %. Rata-rata nilai akhir peserta didik untuk ranah afektif pada kelas eksperimen 79,406 dan kelas kontrol 70,895 dan rata-rata nilai akhir peserta didik pada ranah psikomotor untuk kelas eksperimen 75,781 dan kelas kontrol 72,379. Uji hipotesis dengan uji-t untuk ketiga ranah menunjukkan harga thitung = 2,74 (kognitif), thitung = 4,078 (afektif) dan thitung= 2,278 (psikomotor) dengan ttabel untuk ketiga ranah = 1. 645 dengan taraf nyata α = 0,05. Dapat disimpulkan bahwa untuk semua ranah baik kognitif, afektif dan psikomotor didapatkan thitung>ttabel sehingga H0 ditolak dan H1 diterima. Dengan demikian, dapat dinyatakan bahwa hasil belajar fisika peserta didik yang menerapkan model pembelajaran Logan Avenue Problem Solving (LAPS)-Heuristik lebih baik dibandingkan dengan hasil belajar fisika peserta didik yang menerapkan model pembelajaran konvensional pada materi Kinematika Gerak Lurus di kelas X SMAN 1 X Koto Singkarak.
Kata kunci : Logan Avenue Problem Solving (LAPS)-Heuristik, Kinematika Gerak Lurus, Hasil Belajar Peserta Didik
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
VIDHELIN WERY NABILLA, NIM. 15 300 7000 32, Judul Skripsi “Penerapan Model Pembelajaran Problem Solving terhadap HOTS Peserta Didik pada Materi Gerak Lurus Kelas X MIPA SMAN 1 X Koto Diatas” Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan Jurusan Tadris Fisika Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Batusangkar 2020. Rendahnya HOTS peserta didik pada pembelajaran fisika disebabkan karena proses pembelajaran masih berpusat pada guru (teacher centered) yang diyakini menjadi penyebab masalah tersebut. Peserta didik hanya menerima materi yang disampaikan oleh pendidik, mencatat, dan tidak ada yang mengajukan pendapat atau beragumen terkait dengan materi. Hal ini menyebabkan peserta didik menjadi pasif sehingga hasil belajar menjadi rendah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah dengan menggunakan model pembelajaran problem solving mampu mencapai HOTS peserta didik pada materi Gerak Lurus Kelas X MIPA SMAN 1 X Koto Diatas. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen semu dengan rancangan penelitian Posttest Only Control Group yang dilaksanakan di SMAN 1 X Koto Diatas pada materi Gerak Lurus. Populasi dalam penelitian ini adalah 49 orang peserta didik kelas X MIPA SMAN 1 X Koto Diatas yang terdiri dari dua kelas. Pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan teknik Total Sampling dimana kelas X MIPA 1 sebagai kelas eksperimen dan kelas X MIPA 2 sebagai kelas kontrol. Data dikumpulkan dengan menggunakan metode tes berupa tes essay sebanyak 7 butir soal kemudian data di analisis secara statistik menggunakan Uji-t. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan nilai rata-rata HOTS peserta didik kelas eksperimen lebih tinggi dibandingkan dengan kelas kontrol. Rata-rata HOTS peserta didik pada kelas eksperimen adalah 81,8 sedangkan pada kelas kontrol yaitu 77,21. Setelah dilakukan uji hipotesis secara statistik dengan menggunakan uji-t didapatkan harga thitung yaitu 1,82, sedangkan ttabel yaitu 1,67 (pada taraf nyata α = 0,05). Hal ini menunjukkan bahwa thitung > ttabel sehingga H0 ditolak dan H1 diterima. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa HOTS peserta didik dengan menggunakan model pembelajaran problem solving lebih baik dari pada HOTS peserta didik yang menggunakan model pembelajaran ekspositori (langsung) pada materi Gerak Lurus Kelas X MIPA SMAN 1 X Koto Diatas dengan tingkatan kognitif C4 sebesar 93,50%, C5 sebesar 79,78%, dan C6 sebesar 64,50% untuk kelas eksperimen.
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Atikah, NIM. 15300600007, Judul Skripsi: “PENGEMBANGAN MODUL PRAKTIKUM EMBRIOLOGI BERBASIS KETERAMPILAN ABAD 21 TERINTEGRASI AYAT ALQURAN PADA MAHASISWA TADRIS BIOLOGI IAIN BATUSANGKAR”. Jurusan Tadris Biologi Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Batusangkar. Permasalahan dalam penelitian ini adalah dalam modul praktikum Embriologi yang ada belum mampu memfasilitasi mahasiswa untuk mengembangkan keterampilan abad 21, khususnya keterampilan problem solving dan critical thinking dan belum terintegrasi ayat Alquran. Tujuan dari adanya penelitian dan pengembangan ini adalah untuk menghasilkan suatu produk berupa modul praktikum Embriologi berbasis keterampilan abad 21 terintegrasi ayat alquran. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian pengembangan (Research and development). Model penelitian pengembangan yang dilakukan mengacu pada model pengembangan Plomp. Penelitian ini hanya dilakukan dua tahap dari empat tahap yang ada yaitu penelitian pendahuluan (preliminary research) dan tahapan prototipe (prototyping stage) yang terbatas pada kegiatan validasi dari produk hasil pengembangan. Teknik pengumpulan data melalui validasi dengan menggunakan lembar validasi. Teknik analisis data dilakukan dengan menganalisis lembar validasi secara kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian ini adalah modul praktikum embriologi berbasis keterampilan abad 21 terintegrasi ayat alquran dinilai valid oleh 3 validator, dengan kategori valid yang memiliki persentase 80,61 %.
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Seza Rahmat Kurnia, NIM 2230111149 Judul Sripsi: “Penerapan Metode Pembelajaran Problem Solving Untuk Meningkatkan Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis Pada Siswa Kelas IV SDIT Qurrata A’yun Batusangkar” Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidyah Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan Universitas Islam Negeri (UIN) Mahmud Yunus Batusangkar. Penelitian ini dilatar belakangi oleh rendahnya kemampuan pemecahan masalah matematis siswa kelas IV SDIT Qurrata A’yun Batusangkar. Kondisi tersebut terlihat dari masih banyaknya siswa yang mengalami kesulitan dalam memahami masalah, menentukan strategi penyelesaian, dan menyelesaikan soal yang berbeda dari contoh yang diberikan guru. Selain itu, proses pembelajaran matematika cenderung berpusat pada guru, sehingga siswa kurang terlibat aktif dalam kegiatan berpikir, menganalisis, dan menemukan solusi secara mandiri. Oleh karena itu, diperlukan metode pembelajaran yang dapat melibatkan siswa secara aktif dalam proses pemecahan masalah, salah satunya adalah metode pembelajaran Problem Solving, yang memberikan kesempatan kepada siswa untuk memahami masalah, merencanakan penyelesaian, melaksanakan strategi, dan mengevaluasi hasil yang diperoleh sehingga kemampuan pemecahan masalah matematis siswa dapat meningkat. Metode penelitian ini adalah kuantitatif eksperimen dengan desain Quasi eksperimen tipe pretest posttest control group design. Populasi penelitian terdiri atas 3 kelas, yaitu kelas IV Jeddah 33 siswa , kelas IV Munnawarah 33 siswa, dan kelas IV Multazam 18 siswa. Untuk menentukan kelas kontrol dan eksperimennya, digunakan teknik simple rendom sampling dimana di dapatkan bahwa kelas IV Jddah menjadi kelas eksperimen dan kelas IV Munawwarah menjadi kelas kontrol. Intrumen yang digunakan saat pretest dan posttest adalah dalam bentuk soal essay yang terdiri dari 5 soal. Instrumen telah melalui uji validitas, reliabilitas, daya pembeda, dan tingkat kesukaran. Analisis data dilakukan melalui uji normalitas, uji homogenitas, uji hipotesis menggunakan Mann-Whitney U, dan uji N-Gain. Uji normalitas digunakan untuk mengetahui distribusi data sebelum menentukan teknik analisis hipotesis. Karena data tidak berdistribusi normal, pengujian hipotesis dilakukan menggunakan uji nonparametrik Mann-Whitney U. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan pemecahan masalah matematis siswa kelas eksperimen lebih tinggi dibandingkan dengan kelas kontrol. Rata-rata nilai pretest kelas eksperimen sebesar 27,31 meningkat menjadi 43,46 pada posttest, sedangkan kelas kontrol meningkat dari 17,31 menjadi 22,93. Hasil uji Mann-Whitney U menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0,000 0,05, sehingga H₀ ditolak dan H₁ diterima. Hal ini menunjukkan bahwa terdapat perbedaan kemampuan pemecahan masalah matematis yang signifikan antara siswa yang belajar menggunakan metode pembelajaran Problem Solving dan siswa yang belajar menggunakan pembelajaran konvensional. Hasil uji N-Gain menunjukkan bahwa rata-rata peningkatan kemampuan pemecahan masalah matematis pada kelas eksperimen sebesar 0,48 dengan kategori sedang, sedangkan kelas kontrol sebesar 0,15 dengan kategori rendah. Dengan demikian, penerapan metode pembelajaran Problem Solving dapat meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa kelas IV SDIT Qurrata A’yun Batusangkar.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK Era Fitri Yanti, NIM. 2230111052, Judul Skripsi: “ Pengaruh Model Creative Problem Solving Terhadap Hasil Belajar Matematika Siswa Kelas IV UPT SDN 02 Pariangan”. Skripsi ini dibimbing oleh ibu Sunarti, M.Pd pada Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) Universitas Islam Negeri Mahmud Yunus Batusangkar’ Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya hasil belajar matematika siswa kelas IV UPT SDN 02 Pariangan. Hal tersebut disebabkan oleh proses pembelajaran masih didominasi oleh metode ceramah dan penugasan yang bersifat satu arah, sehingga keterlibatan aktif siswa dalam proses belajar belum terfasilitasi secara optimal, sehingga hasil belajar siswa rendah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model Creative Problem Solving terhadap hasil belajar matematika siswa . Penelitian ini Meggunakan metode kunatitatif dengan jenis penelitian pre-eksperimental dengan desain one group pretest-posttest. Subjek penelitian adalah siswa kelas IV UPT SDN 02 Pariangan. Instrumen yang digunakan yang telah dilakukan uji validitas dan reliabilitas yang telah valid dan reliabel. Teknik analisis data yang dilakukan adalah uji t karena berdasarkan uji prasyarat data berdistribusi normal dan variansi populasinya homogen, selanjutnya untuk melihat kategori peningkatan hasil belajar siswa digunakan uji N-Gain. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa nilai rata-rata pretest sebesar 49,05 sedangkan nilai rata-rata posttest sebesar 86,33. Dari hasil uji N-Gain dapat dilihat penggunaan model Creative Problem Solving terhadap hasil belajar matematika siswa kelas IV UPT SDN 02 Pariangan memberikan pengaruh sebesar 74,09%. Berdasarkan uji-t dapat dilihat hasil uji yaitu 0,000 0,05, maka diperoleh kesimpulan bahwa Ha (terdapat pengaruh) diterima dan H0 (tidak terdapat pengaruh) ditolak. Maka dapat disimpulkan bahwa “Terdapat Pengaruh Model Creative Problem Solving Terhadap hasil belajar matematika Siswa Kelas IV UPT SDN 02 Pariangan ”.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Osama, NIM. 2030105030 Judul Skripsi “Pengaruh Pendekatan problem solving terhadap kemampuan pemecahan masalah matematis peserta didik di SMPN 1 Rambatan”, Program Studi Tadris Matematika Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan Universitas Islam Negeri Mahmud Yunus Batusangkar 2025. Permasalahan yang melatar belakangi penelitian ini adalah rendahnya kemampuan pemecahan masalah matematis peserta didik. Berdasarkan hasil observasi dan nilai ANBK, peserta didik di SMPN 1 Rambatan menunjukkan kesulitan dalam memahami, menerapkan, dan menalar permasalahan numerik dalam soal kontekstual. Model pembelajaran yang dominan digunakan masih bersifat konvensional dan berpusat pada pendidik, sehingga peserta didik menjadi pasif dan kurang berkembang dalam pemecahan masalah serta menyelesaikan masalah secara mandiri. Untuk itu, peneliti tertarik mengkaji efektivitas penerapan problem solving sebagai pendekatan yang dapat merangsang kemampuan pemecahan masalah peserta didik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian eksperimen semu. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan metode simple random sampling melalui sistem undian (lotting) untuk menentukan kelas eksperimen dan kelas kontrol. Instrumen penelitian berupa tes kemampuan pemecahan masalah matematis yang telah divalidasi oleh ahli. Data dikumpulkan melalui pemberian tes akhir setelah pembelajaran dilakukan, kemudian dianalisis menggunakan uji normalitas, homogenitas, dan uji-t untuk melihat perbedaan hasil antara kedua kelompok. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peserta didik yang mengikuti pembelajaran dengan penerapan problem solving memperoleh hasil yang lebih baik dibandingkan dengan pembelajaran konvensional. Peningkatan terlihat pada aspek memahami masalah, merencanakan strategi, menyelesaikan soal, dan melakukan refleksi. Uji statistik menunjukkan perbedaan yang signifikan antara hasil belajar kedua kelompok. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa pendekatan problem solving memiliki pengaruh positif dalam meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematis peserta didik di SMPN 1 Rambatan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK TIARA INDRIANINGSIH. NIM 1830108080. Judul Skripsi: PENGARUH BIMBINGAN KELOMPOK DENGAN TEKNIK PROBLEM SOLVING TERHADAP PENINGKATAN MOTIVASI BELAJAR SISWA KELAS VII SMPN 3 SUNGAYANG . Jurusan Bimbingan dan Konseling Universitas Negeri Mahmud Yunus Batusangkar. Masalah pokok dalam penelitian ini adalah rendahnya motivasi belajar siswa SMPN 3 Sungayang. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh bimbingan kelompok dengan teknik problem solving untuk meningkatkan motivasi belajar siswa. Jenis penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif dengan metode eksperimen dan rancangan penelitian desain one group pre-test post-test yaitu melihat motivasi kelompok eksperimen menggunakan instrumen yang sama pada saat pre-test dan post-test. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa SMPN 3 Sungayang yang memiliki kriteria motivasi belajar rendah sebanayak 10 orang siswa dan teknik analisis yang digunakan uji-t dan uji n-gain. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini menggunakan purposive sampling. Dari hasil penelitian yang peneliti lakukan, dapat disimpulkan hasilnya adalah, yang pertama terjadi perbedaan skor motivasi belajar siswa setelah diberi bimbingan kelompok dengan nilai pretest 661 point, posttest 922 point. Dari hasil tersebut terjadi peningkatan sebanyak 261 point, dan yang kedua terdapat pengaruh signifikan bimbingan kelompok teknik problem solving terhadap peningkatan motivasi belajar siswa di SMPN 3 Sungayang. Kata Kunci: Bimbingan kelompok, problem solving,Motivasi Belajar
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Sandra Mustika, NIM. 2130106051 (2025), Judul Skripsi: “Pengembangan Lembar Kerja Peserta Didik Berbasis Creative Problem Solving Pada Materi Perubahan Lingkungan di SMAN 2 Batusangkar”. Program Studi Tadris Biologi, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK), Universitas Islam Negeri Mahmud Yunus Batusangkar. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kurangnya kemampuan berpikir kreatif siswa serta guru belum menggunakan LKPD berbasis CPS dimana tuntutan pembelajaran abad 21 mengharuskan adanya kemampuan berpikir kreatif. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui validitas dan praktikalitas LKPD berbasis Creative Problem Solving Pada Materi Perubahan Lingkungan di SMAN 2 Batusangkar. Metode penelitian yang digunakan adalah pengembangan (Research & Development), model pengembangan yang digunakan adalah model 4D yang terdiri dari 4 (empat) tahap yaitu define, design, develop and dissaminate. Penelitian terbatas hanya dilakukan sampai tahap develop karena terkendala waktu dan biaya. Penelitian ini dilakukan di SMAN 2 Batusangkar tahun ajaran 2024/2025. Sampel dalam penelitian ini adalah siswa kelas X yang berjumlah 30 orang. LKPD yang dikembangkan kemudian divalidasi oleh 3 orang validator yang terdiri dari ahli materi, ahli media dan 1 orang praktisi biologi. Dalam pengumpulan data penelitian ini instrumen yang digunakan berupa lembar validasi dan lembar praktikalitas. Lembar tersebut selanjutnya dianalisis menggunakan rumus persentase validitas dan praktikalitas. Hasil penelitian yang diperoleh yaitu LKPD yang dihasilkan valid dan praktis maka LKPD ini layak digunakan oleh guru dan peserta didik khususnya di SMAN 2 Batusangkar.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Elsa Suryani, NIM 2130108031, Judul Skripsi : “Pengaruh Bimbingan Kelompok Dengan Teknik Problem Solving Untuk Meningkatkan Etika Berkomunikasi di Panti Asuhan Tri Murni Padang Panjang”. Jurusan Bimbingan Konseling Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan Universitas Islam Negeri (UIN) Mahmud Yunus Batusangkar. Pokok permasalahan dalam Skripsi ini adalah terdapat anak Panti yang mengalami kurang nya Etika komunikasi yang penulis maksud yang dimana dari cara bekomunikasi. Dari yang kecil sampai yang tua, Fenomena ini berpotensi memengaruhi aspek perkembangan emosional dan sosial anak panti, serta dapat berdampak terhadap pencapaian interaksi mereka di lingkungan sekolah maupun lingkungan tempat tinggal. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui Pengaruh Bimbingan Kelompok Teknik Problem solving dalam Meningkatkan Etika berkomunikasi. Metode penelitian yang digunakan yaitu kuantitatif dengan jenis eksperimen dan desain penelitian menggunakan tipe one group pretest-posttest. Populasi dalam penelitian ini adalah anak panti berjumlah 23 orang dengan pengambilan sampel menggunakan purposive sampling, dengan sampel sebanyak 10 orang siswa. Instrumen yang digunakan dalam penelitian yaitu angket etika komunikasi model likert dengan instrumen yang telah divalidasi 32 item pernyataan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat Pengaruh Signifikan Bimbingan Kelompok Teknik Problem Solving untuk meningkatkan Etika Komunikasi . Hal ini dibuktikan dengan nilai to lebih besar dari pada tabel yang berarti hipotesis null Ho yang menyatakan tidak adanya Pengaruh Bimbingan Kelompok Teknik Problem Solving untuk meningkatkan etika komunikasi ditolak dan hipotesis alternatif Ha yang menyatakan adanya pengaruh bimbingan kelompok Teknik problem solving terhadap etika komunikasi diterima. Adapun peningkatan hasil pretest dan posttest yaitu 57% yang berada pada kategori sedang.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Nafa Dwi Apriliani, NIM : 2130306052, Judul Skripsi “Hubungan Adversity Quotient dengan Problem Solving pada Remaja di SMPN 2 Sungayang”, Program Studi Psikologi Islam Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah, Universitas Islam Negeri Mahmud Yunus Batusangkar. Masalah utama dalam penelitian ini adalah kemampuan remaja dalam menyelesaikan konflik sosial secara konstruktif yang masih bervariasi, serta keterampilan problem solving yang belum optimal. Kondisi ini sering kali dipengaruhi oleh tingkat Adversity Quotient (AQ) yang berbeda-beda pada setiap individu. Remaja dihadapkan pada berbagai tekanan, baik dari lingkungan keluarga, sekolah, maupun pergaulan, yang menuntut mereka memiliki kemampuan bertahan, berpikir jernih, dan mengambil keputusan tepat dalam menghadapi masalah. Namun, kenyataannya tidak semua remaja mampu mengidentifikasi masalah, mencari alternatif solusi, dan mengevaluasi hasil penyelesaian dengan efektif. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara Adversity Quotient dengan Problem Solving pada remaja di SMPN 2 Sungayang.. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif korelasional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh remaja yang bersekolah di SMPN 2 Sungayang yang berjumlah 132 orang. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah random sampling dan menggunakan rumus Slovin, dengan tingkat kesalahan 5%, sehingga diperoleh jumlah sampel sebanyak 99 responden. Teknik pengumpulan data dilakukan menggunakan angket skala Likert, yang terdiri dari skala Adversity Quotient berdasarkan teori Stoltz dan skala Problem Solving berdasarkan teori Heppner dan Petersen. Teknik pengolahan data dilakukan secara statistik dengan bantuan program SPSS versi 20 untuk menguji validitas, reliabilitas, dan hubungan antar variabel. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara Adversity Quotient dengan Problem Solving pada remaja di SMPN 2 Sungayang. Berdasarkan hasil analisis korelasi Pearson, diperoleh nilai signifikansi (2-tailed) sebesar 0,047 0,05, yang berarti terdapat hubungan yang signifikan antara kedua variabel. Dengan demikian, hipotesis alternatif (Ha) diterima dan hipotesis nol (Ho) ditolak. Hal ini mengindikasikan bahwa semakin tinggi Adversity Quotient yang dimiliki oleh remaja, maka semakin baik pula kemampuan mereka dalam menyelesaikan masalah (Problem Solving) secara adaptif dan efektif di lingkungan sosialnya.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Kemampuan pemecahan masalah saat ini sangat diperlukan peserta didik karena mampu membantu peserta didik menyelesaikan masalah yang dihadapi baik di sekolah maupun lingkungan luar. Selain itu self-confidence juga mempengaruhi prestasi yang dimiliki peserta didik. Fakta dilapangan menunjukkan bahwa kemampuan pemecahan masalah dan self-confidence peserta didik masih belum sesusai dengan apa yang diharapkan. Salah satu faktor penyebab permasalahan tersebut adalah pembelajaran yang kurang memberikan pengalaman belajar kepada peserta didik dalam menyelesaikan masalah, pendidik masih berperan sebagi pemberi informasi sepenuhnya. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan metode penelitiannya adalah quasi eksperimen, dengan desain penelitian Posttest-Only Control Group Design. Populasi dalam penelitian adalah seluruh kelas X IPA SMA Negeri 1 Dua Koto. Sampel dalam penelitian ini adalah X E4 sebagai kelas eksperimen yang mendapat perlakuan model pembelajaran Double Loop Problem Solving dan X E5 sebagai kelas kontrol yang mendapat perlakuan dengan menggunakan model Direct Intruction. Berdasarkan analisis data menggunakan MANOVA, ditemukan hasil-hasil penelitian sebagai berikut. Pertama, model pembelajaran Double Loop Problem Solving berpengaruh terhadap kemampuan pemecahan masalah peserta didik kelas X SMA Negeri 1 Dua Koto (F = 6,109; sig.0,05). Kedua, terdapat pengaruh model pembelajaran Double Loop Problem Solving terhadap Self- Confidence peserta didik kelas X SMA Negeri 1 Dua Koto (F = 6,259; sig.0,05). Ketiga, terdapat pengaruh model pembelajaran Double Loop Problem Solving terhadap kemampuan pemecahan masalah dan self-confidence peserta didik kelas X SMA Negeri 1 Dua Koto ( F = 4,951 ; sig.0,05).
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK Rahmi Suci, NIM, BK 1930108063 Judul Skripsi “Efektivitas Bimbingan Kelompok Berbasis Problem Solving untuk Mengurangi Perilaku Membolos pada Siswa Di Kelas XI AKT SMKN 1 Batusangkar”. Jurusan Bimbingan dan Konseling Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan Universitas Islam Negeri (UIN) Mahmud Yunus Batusangkar. Penelitian ini dilatar belakangi oleh masih adanya siswa yang melakukan perilaku membolos , fenomena tersebut dilakukan siswa karena banyak faktor yang menyebabkan perilaku membolos itu terjadi karena dipengaruhi oleh faktor internal dan faktor eksternal. Berbagai upaya dan cara dilakukan oleh guru BK untuk mengurangi perilaku membolos tersebut, salah satunya dengan melakukan bimbingan kelompok berbasis problem solving. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui apakah bimbingan kelompok berbasis problem solving efektif dalam mengurangi perilaku membolos siswa. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan teknik penelitian pra-eksperimen dengan rancangan one group pre-test post-test. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas XI AKT SMKN 1 Batusangkar dengan jumlah sampel sebanyak 10 orang siswa. Pengambilan data dilakukan dengan cara menyebarkan angket kepada siswa. Angket yang disebarkan berisi 32 butir pertanyaan yang sudah dilakukan uji validitas 322,72 > 1,838 dan uji reliabilitas sebelumnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa layanan bimbingan kelompok berbasis problem solving efektif dan signifikan dalam menurunkan perilaku membolos siswa kelas XI AKT SMKN 1 Batusangkar dengan nilai t0 = 322,72 , tt = 1,833 dengan uji hipotesis (Ha) diterima dengan besaran nilai db atau df = 9 dengan taraf signifikansi sebesar 0.5%. Hal ini berarti layanan bimbingan kelompok berbasis problem solving untuk mengurangi prilaku membolos yang dilakukan guru BK dapat mengurangi perilaku membolos siswa kelas XI AKT SMKN 1 Batusangkar. Kata Kunci: Bimbingan Kelompok, Problem Solving, Perilaku Membolos
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK Afrina Yesi Gusman, NIM 222032001, Judul Tesis : “Pengembangan LKPD (Lembar Kerja Peserta Didik) Digital Berbasis CPS (Creative Problem Solving) pada Pembelajaran PAI Dan Budi Pekerti Sekolah Dasar” Program Pascasarjana Studi Pendidikan Agama Islam, Universitas Islam Negeri (UIN) Mahmud Yunus Batusangkar, 2024. Permasalahan utama penelitian ini adalah kurang menariknya bahan ajar yang digunakan dan tidak mengintegrasikan dengan teknologi serta kehidupan nyata peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui validitas dan praktikalitas LKPD digital berbasis CPS materi Aku Anak Shaleh pada pembelajaran PAI dan Budi Pekerti kelas V Sekolah Dasar. Metode penelitian yang digunakan adalah Research and Development, prosedur pengembangan dilakukan dengan model 4-D oleh Thiagarajan. Prosedur pengembangan LKPD Digital berbasis Creative Problem Solving (CPS) ini meliputi 1) Define, 2) Design, 3) Development, 4) Disseminate. Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik analisis data deskriftif berupa data kuantitatif dan kualitatif. Instrumen untuk mengumpulkan data dalam penelitian ini yakni pedoman wawancara, lembar validitas, lembar praktikalitas. LKPD Digital berbasis Creative Problem Solving (CPS) yang telah dikembangkan divalidasi oleh pakar pendidikan PAI dan dianalisis dengan validasi serta praktikalitas oleh pendidik dan peserta didik. Hasil penelitian menunjukkan validitas LKPD digital berbasis Creative Problem Solving (CPS) 0,91 kategori sangat valid. Praktikalitas LKPD digital berbasis Creative Problem Solving (CPS) oleh guru 0,92 kategori sangat praktis dan respon peserta didik 0,91 kategori sangat praktis. Berdasarkan hasil tersebut LKPD digital berbasis Creative Problem Solving (CPS) ini valid dan praktis digunakan dalam pembelajaran PAI dan Budi Pekerti di Sekolah Dasar Negeri 21 Simpang Rumbio Kota Solok.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Silvi Putri Antika, NIM. 1930106034, Judul Skripsi: Pengaruh Model Pembelajaran ThinKing Aloud Pair Problem Solving (TAPPS) Terhadap Motivasi dan Hasil Belajar Biologi Peserta Didik Kelas XI SMAN 2 Sawahlunto. Program Studi Tadris Biologi Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, UIN Mahmud Yunus Batusangkar 2023. Pokok permasalahan dalam penelitian ini yaitu rendahnya hasil belajar, komunikasi berdiskusi serta kemampuan pemecahan masalah peserta didik. Batasan masalah dalam penelitian ini adalah hasil belajar peserta didik kelas XI Biologi SMAN 2 Sawahlunto dengan model pembelajaran Thinking Aloud Pair Problem Solving (TAPPS). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran Thinking Aloud Pair Problem Solving (TAPPS) terhadap hasil belajar biologi peserta didik kelas XI SMAN2 Sawahlunto. Jenis penelitian yang digunakan yaitu adalah Quasi Experimental desain dalam bentuk posttest-only control design. Teknik penentuan sample menggunakan simple random sampling. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini yaitu Soal, Soal test berumlah 12 butir soal dalam bentuk objektif. Data hasil belajar diuji dengan menggunakan uji-t. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil belajar peserta didik setelah menggunakan model pembelajaran TAPPS dengan rata-rata 85,25, lebih tinggi dibandingkan rata-rata kelas kontrol yaitu 74,89. Berdasarkan uji hipotesis menggunakan metode independent sample t-test berbantuan SPSS 25 didapatkan hasil perhitungan uji-t memiliki Sig-(2-tailed) 0,002 0,05 dengan taraf nyata α = 0,05, jadi H0 ditolak dan H1 diterima. Jadi dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran ThinKing Aloud Pair Problem Solving (TAPPS) lebih baik terhadap hasil belajar peserta didik. Keyword: Pengaruh, Model Pembelajaran, ThinKing Aloud Pair Problem Solving (TAPPS), Hasil Belajar.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK Shavella Maharani. NIM 1930101134. Judul Skripsi Pengembangan Lkpd basis Creative Problem Solving Pada Mata Pelajaran Pai Dan Budi Pekerti Kelas VII Di SMPN 1 Timpeh. Program studi Pendidikan Agama Islam Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan Institut Agama Islam Negeri Batusangkar 2024. Penelitian ini dilatar belakangi oleh pembelajaran disekolah dengan bahan ajar hanya menggunakan satu buku paket, dengan buku paket pembelajaran yang kurang sistematis,kurang menarik perhatian siswa dalam melaksanakan pembelajaran ,sehingga kurangnya daya tarik siswa terhadap pembelajaran yang bersifat monoton, dan guru sekedar menggunakan metode ceramah.penulis membuat paparan di atas bertujuan ingin memberi alternative dan solusi dalam terbatasnya bahan ajar untuk mendukung kreatifitas siswa dalam berfikir. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian pengembangan dengan model pengembangan ADDIE (Analysis, Design, Development, Implement, dan Evaluation). Prosedur penelitian dimulai dengan tahapan analisis kebutuhan melakukan pengembangan produk, tahapan desain atau perancangan produk, tahapan pengembangan produk, tahapan implementasi atau uji coba produk dan tahapan evaluasi. Alat pengumpulan data berupa lembar validasi dan kuesioner. Subjek uji coba produk berlokasi Di SMP N 1 Timpeh. Berdasarkan hasil uji validitas LKPD berbasis Creative Problem Solving Pada mata Pelajaran PAI dan Budi pekerti di SMPN 1 Timpeh pada aspek kelayakan isi 92,2%dengan kriteria sangat valid, aspek kelayakan media 88,8% dengan kriteria sangat valid, aspek kelayakan bahasa 88,8% dengan ktiteria sangat valid nilai angket respon siswa 92,38% dengan kriteria sangat valid hingga rata-rata dari keseluruhan aspek 90%. Kesimpulannya LKPD berbasis Creative Problem Solving layak digunakan dalam proses pembelajaran Kata Kunci : Pengembangan, Model Creative Problem Solving (CPS), LKPD Berbasis Creative Problem Solving
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ULFA RAMADHANI, NIM: 1930110013, “Pengembangan Modul Kimia Berbasis Problem Solving Terintegrasi Ayat-Ayat Alquran Pada Materi Termokimia Kelas XI SMA/MA”. Program Studi Tadris Kimia, Fakultas Tarbiyah Dan Ilmu Keguruan, Universitas Islam Negeri (UIN) Mahmud Yunus Batusangkar. Penelitian ini didasarkan pada kurangnya bahan ajar sebagai sumber belajar sehingga berdampak terhadap kualitas pembelajaran. Bahan ajar yang digunakan oleh pendidik yaitu berupa buku paket sekolah dan LKPD. Buku paket yang digunakan kurang sesuai dengan kondisi dan karakteristik peserta didik di SMA IT Darul Hikmah Pasaman Barat. LKPD yang digunakan kurang memperhatikan kebutuhan peserta didik sehingga belum menggali kemampuan berfikir kritis peserta didik. Pada bahan ajar yang digunakan belum ada model pembelajaran yang terdapat pada bahan ajar tersebut. Dengan demikian, perlu dikembangkan sebuah bahan ajar untuk dijadikan sumber belajar tambahan bagi peserta didik. Bahan ajar yang dikembangkan berupa modul kimia berbasis problem solving terintegrasi ayat-ayat Alquran. Tujuan dari penelitian ini untuk menghasilkan modul kimia berbasis problem solving terintegrasi ayat-ayat Alquran pada materi termokimia kelas XI SMA/MA yang valid dan praktis. Penelitian ini menggunakan metode penelitian Research and Development dengan model pengembangan 4-D (define, design, develop, dan disseminate). Tetapi tahapan penelitian dengan model 4-D ini hanya dilakukan dari tahap pertama hingga ketiga, yaitu: 1) tahap define, dilakukan untuk mendapatkan gambaran kondisi di lapangan, 2) tahap design, dilakukan untuk menyiapkan bahan ajarberupa modul kimia berbasis problem solving terintegrasi ayat-ayat Alquran pada materi termokimia, dan 3) tahap develop, hasil dari modul yang dirancang dilanjutkan pada uji validitas dan praktikalitas. Instrumen penelitian yang digunakan adalah lembar validisi dan angket praktikalitas. Berdasarkan hasil penelitian menunjukan bahwa 1) modul kimia berbasis problem solving terintegrasi ayat-ayat Alquran pada materi termokimia memenuhi kriteria sangat valid dengan persentase aspek didaktik 89%, aspek kontruk memperoleh persentase 92%, aspek teknik 83%, aspek model problem solving memperoleh persentase 92%, 2) modul kimia berbasis problem solving terintegrasi ayat-ayat Alquran pada materi termokimia sudah memenuhi kriteria sangat praktis dengan hasil angket respon peserta didik memperoleh persentase 88% dan pendidik memperoleh persentase 93%. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa modul kimia berbasis problem solving terintegrasi ayat-ayat Alquran yang dikembangkan dapat dijadikan salah satu sumber belajar bagi peserta didik