Lewati ke konten utama
Beranda / Publikasi / Thesis
ThesisOpen AccessVersi 1

Penerapan Model Pembelajaran Problem Solving terhadap HOTS Peserta Didik pada Materi Gerak Lurus Kelas X MIPA SMAN 1 X Koto Diatas

Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir•Pendidikan (Tadris) Fisika•2 dilihat · 0 unduhan

Abstrak

VIDHELIN WERY NABILLA, NIM. 15 300 7000 32, Judul Skripsi “Penerapan Model Pembelajaran Problem Solving terhadap HOTS Peserta Didik pada Materi Gerak Lurus Kelas X MIPA SMAN 1 X Koto Diatas” Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan Jurusan Tadris Fisika Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Batusangkar 2020. Rendahnya HOTS peserta didik pada pembelajaran fisika disebabkan karena proses pembelajaran masih berpusat pada guru (teacher centered) yang diyakini menjadi penyebab masalah tersebut. Peserta didik hanya menerima materi yang disampaikan oleh pendidik, mencatat, dan tidak ada yang mengajukan pendapat atau beragumen terkait dengan materi. Hal ini menyebabkan peserta didik menjadi pasif sehingga hasil belajar menjadi rendah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah dengan menggunakan model pembelajaran problem solving mampu mencapai HOTS peserta didik pada materi Gerak Lurus Kelas X MIPA SMAN 1 X Koto Diatas. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen semu dengan rancangan penelitian Posttest Only Control Group yang dilaksanakan di SMAN 1 X Koto Diatas pada materi Gerak Lurus. Populasi dalam penelitian ini adalah 49 orang peserta didik kelas X MIPA SMAN 1 X Koto Diatas yang terdiri dari dua kelas. Pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan teknik Total Sampling dimana kelas X MIPA 1 sebagai kelas eksperimen dan kelas X MIPA 2 sebagai kelas kontrol. Data dikumpulkan dengan menggunakan metode tes berupa tes essay sebanyak 7 butir soal kemudian data di analisis secara statistik menggunakan Uji-t. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan nilai rata-rata HOTS peserta didik kelas eksperimen lebih tinggi dibandingkan dengan kelas kontrol. Rata-rata HOTS peserta didik pada kelas eksperimen adalah 81,8 sedangkan pada kelas kontrol yaitu 77,21. Setelah dilakukan uji hipotesis secara statistik dengan menggunakan uji-t didapatkan harga thitung yaitu 1,82, sedangkan ttabel yaitu 1,67 (pada taraf nyata α = 0,05). Hal ini menunjukkan bahwa thitung > ttabel sehingga H0 ditolak dan H1 diterima. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa HOTS peserta didik dengan menggunakan model pembelajaran problem solving lebih baik dari pada HOTS peserta didik yang menggunakan model pembelajaran ekspositori (langsung) pada materi Gerak Lurus Kelas X MIPA SMAN 1 X Koto Diatas dengan tingkatan kognitif C4 sebesar 93,50%, C5 sebesar 79,78%, dan C6 sebesar 64,50% untuk kelas eksperimen.

Kata kunci

Problem Solving, HOTS Peserta Didik, Gerak Lurus

Informasi bibliografis

Versi dan riwayat publik

  1. Versi 1Penerapan Model Pembelajaran Problem Solving terhadap HOTS Peserta Didik pada Materi Gerak Lurus Kelas X MIPA SMAN 1 X Koto Diatas · oai:ais:skripsi:2126

Publikasi terkait