ThesisOpen AccessPDF tersedia
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Silvi Putri Antika, NIM. 1930106034, Judul Skripsi: Pengaruh Model Pembelajaran ThinKing Aloud Pair Problem Solving (TAPPS) Terhadap Motivasi dan Hasil Belajar Biologi Peserta Didik Kelas XI SMAN 2 Sawahlunto. Program Studi Tadris Biologi Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, UIN Mahmud Yunus Batusangkar 2023. Pokok permasalahan dalam penelitian ini yaitu rendahnya hasil belajar, komunikasi berdiskusi serta kemampuan pemecahan masalah peserta didik. Batasan masalah dalam penelitian ini adalah hasil belajar peserta didik kelas XI Biologi SMAN 2 Sawahlunto dengan model pembelajaran Thinking Aloud Pair Problem Solving (TAPPS). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran Thinking Aloud Pair Problem Solving (TAPPS) terhadap hasil belajar biologi peserta didik kelas XI SMAN2 Sawahlunto. Jenis penelitian yang digunakan yaitu adalah Quasi Experimental desain dalam bentuk posttest-only control design. Teknik penentuan sample menggunakan simple random sampling. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini yaitu Soal, Soal test berumlah 12 butir soal dalam bentuk objektif. Data hasil belajar diuji dengan menggunakan uji-t. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil belajar peserta didik setelah menggunakan model pembelajaran TAPPS dengan rata-rata 85,25, lebih tinggi dibandingkan rata-rata kelas kontrol yaitu 74,89. Berdasarkan uji hipotesis menggunakan metode independent sample t-test berbantuan SPSS 25 didapatkan hasil perhitungan uji-t memiliki Sig-(2-tailed) 0,002 0,05 dengan taraf nyata α = 0,05, jadi H0 ditolak dan H1 diterima. Jadi dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran ThinKing Aloud Pair Problem Solving (TAPPS) lebih baik terhadap hasil belajar peserta didik. Keyword: Pengaruh, Model Pembelajaran, ThinKing Aloud Pair Problem Solving (TAPPS), Hasil Belajar.
BookOpen AccessPDF tersedia
2020•Koleksi Perpustakaan
i
ABSTRAK
FAJRATUZ ZAHRA, NIM: 14 105 017, judul skripsi ”Penggunaan Metode Thinking Aloud Pair Problem Solving (TAPPS) Untuk Meningkatkan Kemampuan Pemahaman Konsep Matematis Siswa di Kelas IX MTsN 6 Tanah Datar”. Jurusan Tadris Matematika Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan Institut Agama Islam Negeri Batusangkar 2019.
Penelitian ini didasarkan pada permasalahan rendahnya kemampuan pemahaman konsep matematis siswa. Siswa tidak terlibat aktif dalam proses pembelajaran matematika. Sesuai dengan tuntutan kurikulum yang berlaku, setiap mata pelajaran termasuk matematika, siswa diharapkan mampu mengakumulasi pengetahuan dan mencapai kompetensi, yakni perpaduan pengetahuan, sikap serta keterampilan yang diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Untuk mencapai hal tersebut, maka guru perlu mengupayakan agar proses pembelajaran dapat berjalan efektif dan efisien yang akhirnya dapat meningkatkan kualitas peserta didik yang memiliki kemampuan pemahaman konsep siswa. Untuk itu guru harus mampu mengelola kelas dengan baik dan memilih serta menerapkan metode maupun model pembelajaran yang tepat dalam menyampaikan materi pelajaran.
Rendahnya kemampuan pemahaman konsep matematis siswa ini peneliti temukan di kelas IX MTsN 6 Tanah Datar dengan melakukan pengamatan proses pembelajaran yang sedang berlangsung serta memberikan tes mengenai kemampuan pemahaman konsep matematis siswa. Rumusan masalah penelitian ini adalah; Apakah terdapat perbedaan perolehan kemampuan pemahaman konsep matematis siswa yang menggunakan metode TAPPS (Thinking Aloud Pair Problem Solving) dengan pembelajaran kurikulum 2013 di kelas IX MTsN 6 Tanah Datar. Hipotesis penelitian ini adalah terdapat perbedaan peningkatan kemampuan pemahaman konsep matematis siswa yang menerapkan metode TAPPS (Thinking Aloud Pair Problem Solving) dengan pembelajaran biasa di kelas IX MTsN 6 Tanah Datar .
Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu atau quasi eksperimen. Populasi pada penelitian ini adalah semua siswa kelas IX MTsN 6 Tanah datar tahun pelajaran 2018/2019 yang terdiri dari lima kelas. Untuk pengambilan sampel dilakukan uji normalitas, uji homogenitas dan uji kesamaan rata-rata untu kelima lokal. Pengambilan sampel dilakukan degan teknik Simple Random Sampling dengan cara lotting, yang terambil pertama yaitu kelas IX.2 sebagai kelas eksperimen dan yang terambil kedua kelas IX.1 sebagai kelas kontrol. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini yaitu tes kemampuan pemahaman konsep matematis.
Berdasarkan hasil analisis data, dalam pembelajaran matematika dengan metode pembelajaran TAPPS tergolong pada nilai N-Gain kemampuan pemahaman konsep matematis siswa kelas eksperimen adalah 0,76 dan rata-rata gain score kelas kontrol adalah 0,51.
Dari uji hipotesis diperoleh dengan diperoleh sehingga hipotesis penelitian diterima. Jadi terdapat perbedaan perolehan kemampuan pemahaman konsep matematis siwa yang menerapkan
ii
model pembelajaran TAPPS dengan pembelajaran biasa di kelas IX MTsN 6 Tanah Datar.
BookOpen AccessPDF tersedia
2020•Koleksi Perpustakaan
Mai Sarah, NIM: 15300500032, Judul Skripsi ”PENGARUH STRATEGI PEMBELAJARAN THINKING ALOUD PAIR PROBLEM SOLVING (TAPPS) TERHADAP KEMAMPUAN KOMUNIKASI MATEMATIS PESERTA DIDIK DI KELAS VIII MTsN 6 TANAH DATAR”. Jurusan Tadris Matematika, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Batusangkar 2019.
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan komunikasi matematis peserta didik di kelas VIII MTsN 6 Tanah Datar terlihat ketika peserta didik menyampaikan maupun dalam mengekspresikan ide-ide matematika secara tulisan. Dilihat dari jawaban peserta didik, sebagian besar peserta didik mengalami kesulitan dalam menyelesaikan soal kemampuan komunikasi matematis, belum optimal dan masih banyak peserta didik yang belum memenuhi indikator kemampuan komunikasi matematis. Peserta didik tidak memahami materi pelajaran sehingga peserta didik bersifat pasif dalam proses pembelajaran, masih ada peserta didik yang tidak memperhatikan guru, menganggap matematika itu sulit dan membosankan. Hal ini terjadi karena pembelajaran yang digunakan guru masih bersifat teacher center. Salah satu solusi yang ditawarkan dalam mengatasi hal tersebut adalah menerapkan strategi pembelajaran TAPPS. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan kemampuan komunikasi matematis dengan strategi pembelajaran TAPPS dan kemampuan komunikasi matematis dengan pembelajaran konvensional pada peserta didik kelas VIII MTsN 6 Tanah Datar.
Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu atau quasi eksperimen. Populasi pada penelitian ini adalah semua peserta didik kelas VIII MTsN 6 Tanah datar tahun pelajaran 2018/2019 yang terdiri dari delapan kelas. Pengambilan sampel dilakukan degan teknik Simple Random Sampling dengan melakukan uji normalitas, homogenitas, dan kesamaan rata-rata. Terpilih kelas VIII.5 sebagai kelas eksperimen dan kelas VIII.7 sebagai kelas kontrol. Rancangan penelitian adalah randomized control group only design. Instrumen penelitian yaitu menggunakan tes kemampuan komunikasi matematis berupa soal essay. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik analisis data kuantitatif.
Berdasarkan hasil penelitian, dari uji hipotesis diperoleh t_hitung=1,682 dan t_tabel=1,645 pada α=0,05. Maka dapat diperoleh t_hitung>t_tabel atau 1,682>1,645 sehingga hipotesis penelitian diterima. Jadi kesimpulannya adalah “Kemampuan komunikasi matematis peserta didik dengan penerapan strategi pembelajaran TAPPS lebih baik dari pada kemampuan komunikasi matematis peserta didik dengan menggunakan pembelajaran secara konvensional”.