ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini didasarkan pada keterbatasan perangkat ajar yang digunakan pendidik dalam proses pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan dan karakteristik peserta didik sehingga berdampak terhadap kualitas pembelajaran. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk menghasilkan modul ajar berbasis Creative Problem Solving (CPS) pada materi ikatan kimia kelas XI di SMAN 1 Padang Ganting yang valid dan praktis. Penelitian ini menggunakan metode penelitian Research and Development dengan model pengembangan 4-D (define, design, develop, dan disseminate). Tetapi tahapan penelitian dengan model 4-D ini hanya dilakukan dari tahap pertama hingga ketiga. Berdasarkan hasil penelitian menunjukan bahwa 1) modul ajar berbasis creative problem solving (CPS) pada materi ikatan kimia memenuhi kriteria sangat valid dengan persentase 89%, 2) modul ajar berbasis creative problem solving (CPS) pada materi ikatan kimia sudah memenuhi kriteria sangat praktis dengan hasil angket respon pendidik memperoleh persentase 93%. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa modul ajar berbasis creative problem solving (CPS) pada materi ikatan kimia yang dikembangkan dapat dijadikan salah satu perangkat ajar bagi pendidik dalam pelaksanaan proses pembelajaran
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK NOVA ELVA MELIANI, NIM 1730106032 (2021). Judul Skripsi: “Pengembangan LKPD Berbasis Model Creative Problem Solving Dan Pendekatan SAVI (Somatic, Auditory, Visualization, Intellectually) Pada Pembelajaran IPA MTsS Thawalib Tanjung Limau”. Jurusan Tadris Biologi, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK), Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Batusangkar. Penelitian ini dilatarbelakangi dengan permasalahan rendahnya kemampuan berpikir kreatif peserta didik MTsS Thawalib Tanjung Limau dalam pemecahan masalah. Sumber belajar yang digunakan dalam pembelajaran IPA masih terbatas.Untuk mengatasi, maka perlu adanya tambahan sumber belajar yang mampu meningkatkan kemampuan berpikir kreatif peserta didik agar peserta didik mampu memenuhi tuntutan abad 21. Adapun tujuan penelitian ini adalah menghasilkan produk berupa Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) berbasis model Creative Problem Solving (CPS) dan Pendekatan SAVI (Somatic, Auditory, Visualization, Intellectually) pada pembelajaran IPA MTsS Thawalib Tanjung Limau yang valid dan praktis. Jenis penelitian ini adalah penelitian pengembangan (Research and Development) menggunakan model 4-D yang terdiri dari tahap define, design, develop dan disseminate. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah lembar validasi, lembar wawancara dan angket respon pendidik dan peserta didik. Selanjutnya teknik analisis data yang digunakan untuk mengemukakan hasil penelitian yaitu analisis validitas dan analisis praktikalitas. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa LKPD berbasis berbasis model Creative Problem Solving (CPS) dengan Pendekatan SAVI (Somatic, Auditory, Visualization, Intellectually) yang dirancang telah valid dan praktis. Hasil validitas LKPD rata-rata adalah 82,73% dengan kategori sangat valid. Sementara hasil praktikalitas oleh guru dengan rata-rata 81,87% dengan kategori sangat praktis dan oleh peserta didik dengan rata-rata 85,49 dengan kategori sangat praktis.
BookOpen AccessMetadata saja
2020•Koleksi Perpustakaan
RIRIN FEBRIANTI, NIM. 15300500061, Judul Skripsi “PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN CREATIVE PROBLEM SOLVING (CPS) DI KELAS VII SMPN 1 BATUSANGKAR UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIS PESERTA DIDIK”, Jurusan Tadris Matematika Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, Institut Agama Islam Negeri Batusangkar (IAIN) Batusangkar 2020.
Penelitian ini dilatar belakangi oleh rendahnya kemampuan pemecahan masalah matematis peserta didik yang ditandai dengan proses pembelajaran yang bersifat konvensional, peserta didik yang belum memiliki sikap, motivasi dan kognisi yang bagus. Hal ini juga dibuktikan dengan pemberian soal kemampuan pemecahan masalah peserta didik yang mana jawaban peserta didik benar akan tetapi tidak memenuhi indikator kemampuan pemecahan masalah secara maksimal. Hal ini dipengaruhi oleh berbagai faktor diantaranya model pembelajaran yang digunakan oleh guru masih konvensional dimana peserta didik tidak dilibatkan secara aktif dalam pembelajaran. Maka perlu dicarikan solusi dimana yang mampu peserta didik menyelesaikan masalah dengan berbagai alternatif. Maka dibutuhkan suatu cara yang mampu membuat peserta didik kreatife dalam menyelesaikan permasalahan yang mana modelnya adalah Creative Problem Solving (CPS). Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah kemampuan pemecahan masalah matematis peserta didik yang mendapatkan model pembelajaran Creative Problem Solving (CPS) lebih baik daripada kemampuan pemecahan masalah matematis peserta didik yang mendapatkan pembelajaran konvensional pada peserta didik kelas VIII SMPN 1 Batusangkar.
Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu (Quasi Experiment), dengan rancangan penelitian The Nonequivalent Posttest-Only Control Group Design. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh peserta didik kelas VIII SMP N 1 Batusangkar tahun ajaran 2019/2020 yang terdiri dari 6 kelas. Pengambilan sampel pada penelitian ini dilakukan dengan cara lotting. Sampelnya adalah kelas VIII.1 sebagai kelas eksperimen dan kelas VIII.3 sebagai kelas kontrol. Data tes kemampuan pemecahan masalah matematis peserta didik diperoleh dari tes akhir kedua kelas sampel dengan penerapan model pembelajaran Creative Problem Solving (CPS) di kelas eksperimen dan pembelajaran konvensional di kelas kontrol. Hipotesis diuji dengan menggunakan uji-t’.
Berdasarkan analisis data tes perhitungan dengan uji-t’ didapat harga t’hitung = sedangkan ttabel pada taraf nyata Berarti yaitu maka ditolak atau terima . Dapat disimpulkan bahwa kemampuan pemecahan masalah matematis peserta didik yang mendapatkan model pembelajaran Creative Problem Solving (CPS) lebih baik daripada kemampuan pemecahan masalah matematis peserta didik yang mendapatkan pembelajaran konvensional.