Abstrak
RIRIN FEBRIANTI, NIM. 15300500061, Judul Skripsi “PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN CREATIVE PROBLEM SOLVING (CPS) DI KELAS VII SMPN 1 BATUSANGKAR UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIS PESERTA DIDIK”, Jurusan Tadris Matematika Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, Institut Agama Islam Negeri Batusangkar (IAIN) Batusangkar 2020. Penelitian ini dilatar belakangi oleh rendahnya kemampuan pemecahan masalah matematis peserta didik yang ditandai dengan proses pembelajaran yang bersifat konvensional, peserta didik yang belum memiliki sikap, motivasi dan kognisi yang bagus. Hal ini juga dibuktikan dengan pemberian soal kemampuan pemecahan masalah peserta didik yang mana jawaban peserta didik benar akan tetapi tidak memenuhi indikator kemampuan pemecahan masalah secara maksimal. Hal ini dipengaruhi oleh berbagai faktor diantaranya model pembelajaran yang digunakan oleh guru masih konvensional dimana peserta didik tidak dilibatkan secara aktif dalam pembelajaran. Maka perlu dicarikan solusi dimana yang mampu peserta didik menyelesaikan masalah dengan berbagai alternatif. Maka dibutuhkan suatu cara yang mampu membuat peserta didik kreatife dalam menyelesaikan permasalahan yang mana modelnya adalah Creative Problem Solving (CPS). Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah kemampuan pemecahan masalah matematis peserta didik yang mendapatkan model pembelajaran Creative Problem Solving (CPS) lebih baik daripada kemampuan pemecahan masalah matematis peserta didik yang mendapatkan pembelajaran konvensional pada peserta didik kelas VIII SMPN 1 Batusangkar. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu (Quasi Experiment), dengan rancangan penelitian The Nonequivalent Posttest-Only Control Group Design. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh peserta didik kelas VIII SMP N 1 Batusangkar tahun ajaran 2019/2020 yang terdiri dari 6 kelas. Pengambilan sampel pada penelitian ini dilakukan dengan cara lotting. Sampelnya adalah kelas VIII.1 sebagai kelas eksperimen dan kelas VIII.3 sebagai kelas kontrol. Data tes kemampuan pemecahan masalah matematis peserta didik diperoleh dari tes akhir kedua kelas sampel dengan penerapan model pembelajaran Creative Problem Solving (CPS) di kelas eksperimen dan pembelajaran konvensional di kelas kontrol. Hipotesis diuji dengan menggunakan uji-t’. Berdasarkan analisis data tes perhitungan dengan uji-t’ didapat harga t’hitung = sedangkan ttabel pada taraf nyata Berarti yaitu maka ditolak atau terima . Dapat disimpulkan bahwa kemampuan pemecahan masalah matematis peserta didik yang mendapatkan model pembelajaran Creative Problem Solving (CPS) lebih baik daripada kemampuan pemecahan masalah matematis peserta didik yang mendapatkan pembelajaran konvensional.