ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya hasil belajar siswa pada materi Bioteknologi yang ditunjukkan oleh masih banyaknya siswa yang belum mencapai Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM). Kondisi tersebut menunjukkan perlunya penerapan model pembelajaran yang mampu menpengaruhi hasil belajar siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran Learning Cycle 9E terhadap hasil belajar siswa kelas X pada materi Bioteknologi di SMAN 1 Sungayang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian quasi experiment dan desain Posttest Control Group Design. Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas X SMA Negeri 1 Sungayang Tahun Ajaran 2025/2026. Sampel ditentukan menggunakan teknik simple random sampling, sehingga diperoleh kelas X.E4 sebagai kelas eksperimen dan kelas X.E1 sebagai kelas kontrol. Di kelas eksperimen diterapkan model pembelajaran Learning Cycle 9E dengan langkah-langkah yang pertama Elicitation, Engange, Explore, Explain, Echo, Elaborate, Evaluated, Emend dan E-search. Instrumen penelitian berupa tes objektif hasil belajar yang telah dinyatakan valid dan sangat reliabel. Data dianalisis menggunakan uji normalitas, uji homogenitas, dan independent samples t-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata hasil belajar siswa pada kelas eksperimen sebesar 76,79, sedangkan pada kelas kontrol sebesar 64,53. Hasil uji hipotesis menunjukkan nilai Sig. (2-tailed) sebesar 0,000 0,05, sehingga dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran Learning Cycle 9E berpengaruh signifikan terhadap hasil belajar siswa kelas X pada materi Bioteknologi di SMA Negeri 1 Sungayang.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan modul pembelajaran berbasis Learning Cycle 9E pada materi Sistem Imun kelas XI di SMAN 1 Batusangkar serta mengetahui tingkat validitas dan praktikalitas modul yang dihasilkan. Penelitian dilatarbelakangi oleh keterbatasan bahan ajar yang digunakan di sekolah, materi pada buku paket yang belum mencakup seluruh submateri secara komprehensif, serta proses pembelajaran yang masih didominasi oleh guru sehingga belum mampu mendorong keaktifan peserta didik secara optimal. Penelitian ini menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan model pengembangan 4-D (Four-D) yang meliputi tahap define, design, develop, dan disseminate. Namun, penelitian hanya dilaksanakan sampai tahap develop karena keterbatasan waktu, biaya, dan ruang lingkup penelitian. Tahap define meliputi analisis kebutuhan awal-akhir, analisis peserta didik, dan analisis literatur. Tahap design dilakukan dengan merancang prototipe modul berbasis Learning Cycle 9E, sedangkan tahap develop meliputi validasi oleh ahli, revisi produk, dan uji praktikalitas. Instrumen penelitian berupa lembar validasi dan angket praktikalitas. Teknik analisis data menggunakan analisis deskriptif kuantitatif dengan skala Likert empat tingkat. Data dianalisis melalui perhitungan persentase untuk menentukan kategori validitas dan praktikalitas modul. Validasi dilakukan oleh tiga validator yang terdiri atas dua dosen dan satu guru Biologi, sedangkan uji praktikalitas melibatkan satu guru dan 35 peserta didik kelas XI F.4 SMAN 1 Batusangkar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa modul pembelajaran berbasis Learning Cycle 9E memperoleh nilai validitas sebesar 87% dengan kategori sangat valid, sedangkan hasil uji praktikalitas memperoleh nilai 87% dengan kategori sangat praktis. Dengan demikian, modul yang dikembangkan dinyatakan layak digunakan sebagai bahan ajar pendukung pada pembelajaran Biologi, khususnya materi Sistem Imun kelas XI, karena mampu memfasilitasi pembelajaran yang lebih sistematis, aktif, dan berpusat pada peserta didik.