Abstrak
Desri Wulandari , NIM 2230110008, Judul Skripsi “Pengembangan Modul Pembelajaran Kimia Berbasis Discovery Learning Berbantuan Multipel Representasi Kimia Pada Materi Larutan Asam Basa Kelas XI/Fase F di SMAN 1 Padang Ganting”. Program Studi Tadris Kimia, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, Universitas Islam Negeri Mahmud Yunus Batusangkar. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pelaksanaan pembelajaran kimia di SMAN 1 Padang Ganting yang masih menggunakan bahan ajar dengan berbagai keterbatasan. Bahan ajar yang digunakan berupa buku teks Kurikulum Merdeka 2022 dengan ketersediaan yang belum memadai, karena satu buku digunakan oleh dua orang peserta didik secara bersamaan sehingga akses belajar mandiri menjadi terbatas. Proses pembelajaran juga masih berpusat pada guru melalui model direct instruction, sementara bahan ajar yang tersedia cenderung menyajikan materi secara monoton dengan sedikit ilustrasi, sehingga menimbulkan kebosanan dan kesulitan dalam memahami konsep kimia yang bersifat abstrak. Kondisi tersebut berdampak pada rendahnya hasil belajar, terlihat dari perolehan penilaian harian (PH) pada materi larutan asam basa di kelas XI F.2 yang hanya mencapai ketuntasan sebesar 26,47%. Konsep kimia yang abstrak, khusufnya pada materi larutan asam basa, akan lebih mudah dipahami apabila disajikan melalui tiga level representasi, yaitu makroskopik, submakroskopik, dan simbolik. Dengan demikian, diperlukan pengembangan bahan ajar berupa modul pembelajaran yang mampu mengatasi keterbatasan tersebut dan mendorong keterlibatan aktif peserta didik. Modul yang dikembangkan berbasis Discovery Learning dan didukung multipel representasi kimia. Tujuan penelitian ini adalah menghasilkan modul pembelajaran berbasis Discovery Learning berbantuan Multipel Representasi Kimia pada materi larutan asam basa kelas XI/Fase F di SMAN 1 Padang Ganting yang valid dan praktis. Penelitian ini menggunakan metode Research and Development dengan model 4-D (define, design, development, dan disseminate). Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) modul memenuhi kriteria sangat valid, dengan persentase validitas isi materi 82%, konstruk 75%, dan bahasa 88%; 2) modul memenuhi kriteria sangat praktis, dengan respons pendidik 82,8% dan peserta didik 81%. Modul yang dikembangkan dapat dijadikan salah satu sumber belajar pada materi larutan asam basa.