ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK DWI WULANDARI, NIM 1730104017 Judul Skripsi: “FACTORS CAUSING STUDENTS’ PROBLEMS IN SPEAKING CLASS DURING ONLINE LEARNING” Jurusan Tadris Bahasa Inggris, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, Institut Agama Islam Negeri Batusangkar. Penelitian ini dilatar belakangi oleh banyaknya mahasiwa Tadris Bahasa Inggris semester 2 yang mengalami masalah selama pembelajaran English for Classroom Discussion and Participation secara daring. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dan mendeskripsikan faktor yang menyebabkan permasalahan mahasiswa selama pembelajaran daring. Jenis penelitian ini adalah descriptive qualitative, pendekatan phenomenology. Untuk memilih informan penelitian, peneliti menggunakan angket terbuka yang didistribusikan kepada 45 orang mahasiswa Jurusan Tadris Bahasa Inggris TA. 2019/2020 yang mengambil matakuliah English for Classroom Discussion and Participation. Setelah angket dianalisa, peneliti mendapatkan 10 orang mahasiswa yang menghadapi masalah dalam pemebelajaran kelas Speaking selama daring menjadi informan penelitian ini. Setelah mereka diwawancarai, data dianalisana dengan menggunakan teori Miles and Huberman yaitu dengan cara: mereduksi data, menyajikan data, serta memverifikasi data dan menarik kesimpulan. Berdasarkan analisa data, dapat disimpulkan bahwa terdapat 9 faktor penyebab masalah yang dihadapi oleh mahasiswa yaitu :1) Having lack of vocabulary, 2) Being bord because the lecturer used voicenote via WA all the time, 3) Being difficult to find time doing discussion with friends, 4) Having unsupportive environment to study, 5) Having lack of motivation, 6) Getting signal failure because of bad weather, 7) Having difficult to access internet among the students who live in country side, 8) Having financial problems, and 9) Having difficult to find audience.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK Vivina Rizali, NIM 16 301 04 072, judul skripsi: “Correlation Between Students Personality and Their Speaking Ability”. Jurusan Tadris Bahasa Inggris, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Batusangkar. Kepribadian adalah salah satu faktor yang mempengaruhi kemampuan speaking. Permasalahan yang di bahas dalam penelitian ini adalah apakah terdapat korelasi antara kepribadian seseorang (Personality) dengan kemampuan-nya dalam berbicara (Speaking). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa apakah terdapat hubungan yang signifikan antara kepribadian (extrovert dan introvert) terhadap kempuan speaking mahasiswa. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan desain korelasional. Populasinya adalah mahasiswa Jurusan Program Studi Tadris Bahasa Inggris semester keempat pada Tahun Akademik 2019/2020 yang berjumlah 71 orang. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah Stratified Random Sampling dengan jumlah sampel sebanyak 55 orang. Instrumen penelitian adalah angket kepribadian yang di gunakan untuk memilah mahasiswa tersebut kedalam kategori extrovert dan introvert. Angket di validasi oleh dua orang validator. Hasil dali validasi angket menunjukan bahwasanya angket sesuai dengan teori dan tujuan dari penelitian dan sampel yang di tuju, sehingga angket layak untuk di bagikan kepada sampel. Setelah mendapatkan hasil dari angket yang di bagikan sample di kategorikan kedalam dua jenis kepribadian yaitu introvert dan extrovert. Pengolahan data dilakukan melalui tes ‘t” untuk mengetahui hubungan antara kepribadian terhadap kemampuan berbicara dengan bantuan SPSS 20. Hasil akhir diketahui dengan membandingkan nilai t-observasi dengan nilai t-table. Hasil analisis pengaruh dari hubungan antara kepribadian dengan kemampuan berbicara mahasiswa menunjukan bahwa tidak ada korelasi yang signifikan antara mahasiswa extrovert dengan kempuan berbicaranya (0.18 0,396), tidak ada korelasi yang signifikan antara mahasiswa introvert dengan kempuan berbicaranya (-0.1590.333), dan tidak ada korelasi yang signifikan antara kepribadian dengan kempuan speaking (-0,2200,258). Maka di dapatkan〖 H〗_0 di diterima dan H_a ditolak yang mana tidak terdapatnya hubungan yang signifikan antara kepribadian dengan kempuan berbicara mahsiswa.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Abstrak: “STRATEGIES APPLIED BY STUDENTS IN IMPROVING THEIR PUBLIC SPEAKING PERFORMANCE” Fenomena dalam penelitian ini adalah kegugupan dan pengalaman mahasiswa yang kurang berhasil dalam penampilan pertama public speaking pada matakuliah English for Simple Speech Presentation. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripkan strategi mahasiswa dalam meningkatkan penampilan public speaking mereka dalam matakuliah English for Simple Speech Presentation. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif. Informan penelitian ini adalah 10 orang mahasiswa Tadris Bahasa Inggris yang mengambil mata kuliah English for Simple Speech Presentation tahun akademik 2019/2020. Mereka terpilih sebagai informan berdasarkan gejala peningkatan yang mereka tunjukan pada saat penampilan public speaking dikelas English for Simple Speech Presentation. Teknik pengambilan informan dilakukan dengan menggunakan teknik purposive sampling. Pada penelitian ini, peneliti berperan sebagai instrumen kunci dan pedoman wawancara sebagai instrumen pendukung. Teknik pengambilan data pada penelitian ini menggunakan teknik wawancara serta dibantu menggunakan pedoman wawancara. Untuk menguji keabsahan data, peneliti melakukan perpanjangan waktu dengan mencek hasil wawancara pertama dengan hasil wawancara kedua. Untuk menguji keabsahan data, peneliti melakukan Triangulation. Selanjutnya untuk menganalisis data, peneliti menggunakan analisis dengan cara mereduksi data, menampilkan data, menyimpulkan dan memverifikasi data. Berdasarkan analisis data hasil penelitian menunjukkan bahwa ada 26 strategi yang diterapkan oleh mahasiswa dalam meningkatkan penampilan public speaking mereka dalam matakuliah English for Simple Speech Presentation. Strategi tersebut adalah (1) mencari topik yang menarik dan mudah untuk mengatakan, (2) lebih berlatih, (3) menggunakan gerakan, (4) mengendalikan situasi, (6) mengevaluasi diri dengan kinerja yang dicatat, (7) mencatat sesi latihan dan melakukan evaluasi, (8) mengatur nafas, (9) menerima umpan balik, (10) membuat konsep berdasarkan fenomena, (11) menghubungkan topik dengan fakta di sekitar hadirin, (12) meningkatkan frase dari titik topik, (13) mempelajari umpan balik kuliah mengenai kinerja sahabat, (14) menguasai konsepnya, (15) menjadi percaya diri, (17) mengingat konsep, (18) menonton video youtube, (20) mengikuti bimbingan kuliah, (21) berbagi dengan teman-teman, (22) mempelajari naskah dari sumber lain, (23) menguasai tempo dan volume, (25) menguasai panggung, (25) menggunakan imitasi dan ekspresi, dan (26) menggunakan media.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Nabila Swestika Ulya. NIM 15 3004 00062. Judul skripsi: “The Influence of Student’s Motivation in Joining ‘Minggu Inggris’ toward Students’ Speaking Performance (A Study of the Tenth Grade Students of Pondok Pesantren Modern Diniyyah Pasia)”. Jurusan Tadris Bahasa Inggris, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Batusangkar. Yang menjadi masalah dalam penelitian ini adalah rata-rata siswa Pondok Pesantren Diniyyah Pasia memiliki nilai tes lisan bahasa Inggris yang tinggi. Siswa juga kaya dengan vocabuary dan pernah memenangi kompitisi pidato bahasa Inggris. Hal ini mungkin dipengaruhi oleh program sekolah bernama Minggu Inggris yang mengharuskan siswa untuk berbicara Bahasa Inggris dalam waktu seminggu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh motivasi siswa dalam mengikuti kegiatan Minggu Inggris terhadap speaking performance siswa. Penelitian ini menggunakan metode quantitatif yang berbentuk expost facto. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas 10 Pondok Pesantren Modern Diniyyah Pasia yang berjumlah 114 orang. Pada penelitian ini, peneliti menggunakan teknik proporsional random sampling. Instrumen yang digunakan untuk kedua variabel adalah angket motivasi siswa dan dokumen nilai tes speaking siswa. Hasil validitas untuk instrumen angket dihitung dengan SPSS 21 program setelah dilakukan Tried-Out dan pengecekan oleh tiga orang validator. Angket dapat digunakan setelah dilakukan beberapa kali revisi. Kemudian baru dapat dilakukan Tried-Out terhadap angket. Hasil dari Tried-Out angket adalah 26 item valid, 7 item direvisi, dan 5 item ditolak dari 38 item yang ada. Hasil dari reliability adalah 0,925 yang berada pada tingkat rebilitas yang baik. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa nilai signifikansi adalah 0,627, yang didapatkan melalui program SPSS 21. Dengan hal ini dapat disimpulkan bahwa 0,627 > 0,05 yang berarti tidak ada pengaruh motivasi siswa terhadap speaking performance siswa . Sedangkan hasil dari analisis regresi linear didapatkan formulasi Y= 73,906 + 0.035x. Karena nilai koefisien regresi menunjukkan nilai positif, maka dapat disimpulkan bahwa motivasi siswa (X) memiliki efek positif terhadap speaking performance siswa. Untuk melihat berapa besar pengaruh dari kedua variable tersebut, dapat dilihat dari nilai R Square yang didapat memalui SPSS 21 sebesar 0,004 yang mana memiliki arti bahwa pengaruh motivasi siswa terhadap speaking performance siswa adalah sebesar 0,4%, sedangkan 99,6% dipengaruhi oleh variable lain, sehingga dapat disimpulkan bahwa motivasi siswa memiliki pengaruh yang sangat rendah terhadap speaking performance siswa yang berarti Ho diterima dalam penelitian ini.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
SRI RAMADANI, NIM 15 300 4000 88, Judul skripsi: “SPEAKING PROBLEMS FACED BY STUDENTS IN ENGLISH FOR TOURISM SUBJECT (A Study of the Third Semester Students of English Teaching Department of IAIN Batusangkar Registered in 2018/2019 Acadenic Year)”. Jurusan Tadris Bahasa Inggris, Fakultas Tarbiyah dan ilmu Keguruan, Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Batusangkar. Permasalahan dalam penelitian ini adalah adanya mahasiswa yang mengalami masalah dalam speaking pada saat mereka tampil memerankan dialog didepan kelas. Padahal sebelum memasuki kelas dosen telah menyuruh mahasiswa untuk membuat persiapan terkait pembelajaran yang akan dipelajari sebelum memasuki kelas, dan di kelaspun sebelum mereka melakukan praktek mahasiswa diberikan contoh dialog seputar materi pembelajaran di hari tersebut. Jadi, permasalahan dalam penelitian ini adalah belum terungkapnya masalah speaking yang dihadapi mahasiswa saat melakukan role play performance pada mata kuliah English for Tourism. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengungkapkan masalah speaking yang dialami mahasiswa pada mata kuliah English for Tourism. Jenis penelitian ini adalah kualitatif. Informan dalam penelitian ini adalah delapan orang mahasiswa Bahasa Inggris yang mengalami masalah speaking dalam mata kuliah English for Tourism. Informan dipilih dengan menggunakan teknik purposive sampling. Pada penelitian ini, peneliti berperan sebagai instrumen kunci. Teknik pengambilan data pada penelitian ini menggunakan teknik wawancara dan menggunakan alat pendukung lainnya seperti interview guideline, tape recorder dan documentation. Untuk menguji keabsahan data, peneliti melakukan interview ulang untuk menggali informasi lebih rinci terkait masalah yang diteliti. Selanjutnya, untuk menganalisis data, peneliti menggunakan teori Miles and Huberman (1994) yang meliputi reduksi data, penyajian data, serta verifikasi data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukan bahwa ada enam masalah speaking yang dihadapi mahasiswa pada mata kuliah English for Tourism, yaitu : 1) Cemas ketika tampil, 2) keterbatasan kosakata, 3) kesulitan bagaimana cara mengucapkan kata bahasa Inggris secara baik dan benar, 4) tata bahasa, 5) kekurangan ide mengenai tempat wisata, 6) kurang percaya diri ketika tampil.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Khalisha Azzahra, Reg. No. 2230104019, entitled “STUDENTS’ PERCEPTIONS ON THE USE OF INSTAGRAM REELS AS A LEARNING SUPPORT IN IMPROVING THEIR SPEAKING SKILLS”, English Teaching Department, Faculty of Tarbiyah and Teacher Training, State Islamic University (UIN) Mahmud Yunus Batusangkar, 2026. The use of social media, particularly Instagram Reels, provides students with opportunities to gain exposure to English outside the classroom. This situation raises questions about how students perceive Instagram Reels as a learning support for improving their speaking skills. Therefore, this study aimed to investigate students’ perceptions of the use of Instagram Reels as a learning support for improving their speaking skills. This study employed a qualitative approach with a phenomenological research design involving six students of the English Teaching Department at UIN Mahmud Yunus Batusangkar who were selected purposively. Data were collected through semi-structured interviews and analyzed using thematic analysis based on Braun and Clarke’s (2006) six-phase approach. The findings were organized into three components of perception: cognitive, affective, and conative. The findings showed that students generally had positive perceptions of Instagram Reels as a learning support for speaking skills. Instagram Reels helped students gain English exposure, improve vocabulary and pronunciation, increase confidence, and provide opportunities to practice speaking. Students also used various strategies, such as rewatching videos, saving content, taking notes, shadowing, and practicing speaking. However, students faced several challenges, including fast speech, unfamiliar vocabulary, slang, and limited video duration. Overall, Instagram Reels was perceived as an accessible supplementary learning support that could help develop students’ speaking skills. Keywords: students’ perceptions, Instagram Reels, learning support, speaking skills
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Muhammad Al Halim (NIM 2230302036). Judul skripsi “Implementasi Kepercayaan Diri Mahasiswa KPI UIN Mahmud Yunus Batusangkar dalam Berbicara di Depan Publik”. Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam, Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah, Universitas Islam Negeri Mahmud Yunus Batusangkar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi kepercayaan diri mahasiswa KPI UIN Mahmud Yunus Batusangkar dalam berbicara di depan publik serta mengetahui faktor-faktor yang memengaruhinya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain deskriptif. Teori yang digunakan adalah self-efficacy Albert Bandura yang meliputi dimensi magnitude, strength, dan generality, serta empat sumber pembentuk self-efficacy, yaitu mastery experience, vicarious experience, verbal persuasion, dan physiological and emotional states. Data diperoleh melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi terhadap enam mahasiswa KPI yang dipilih secara purposive. Analisis data dilakukan melalui kondensasi data, penyajian data, serta penarikan dan verifikasi kesimpulan, dengan keabsahan data melalui triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa KPI telah mampu mengimplementasikan kepercayaan diri dalam berbagai aktivitas berbicara di depan publik, seperti presentasi, diskusi, praktik penyiaran, menjadi moderator, pembawa acara, dan kegiatan organisasi. Kepercayaan diri mahasiswa cenderung lebih kuat pada situasi yang familiar, tetapi dapat menurun ketika menghadapi audiens yang lebih besar atau belum dikenal. Faktor yang paling dominan adalah pengalaman keberhasilan (mastery experience) dan kondisi fisiologis serta emosional. Dukungan sosial dan pengalaman mengamati keberhasilan orang lain juga turut memperkuat kepercayaan diri mahasiswa.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRACT DINA BERLIANA SARI, Reg. Num. 2230104007, entitled “STUDENTS’ REASONS FOR USING CODE-SWITCHING IN SPEAKING FOR EXPOSITORY PURPOSES: A QUALITATIVE STUDY”, English Teaching Department, Faculty of Tarbiyah and Teacher Training, State Islamic University (UIN) Mahmud Yunus Batusangkar, 2026. Students in the Speaking for Expository Purposes course experienced difficulties in expressing ideas, maintaining presentation flow, and managing psychological pressure, which led some of them to use code-switching. However, the reasons for this use were not clearly understood. Previous studies had examined code-switching in EFL contexts, but limited attention had been given to students’ reasons for using it specifically in expository speaking. Therefore, this study aimed to explore these reasons. This study employed a descriptive qualitative design. The participants were third-semester students of the English Teaching Department in the 2025/2026 Academic Year who had experience using code-switching during presentations. They were selected through snowball sampling. Data were collected through in-depth interviews and analyzed using Braun and Clarke’s (2006) thematic analysis. The findings revealed five themes: linguistic, communicative, cognitive, psychological, and social reasons. Students used code-switching to overcome language difficulties, maintain communication, organize ideas, manage psychological pressure, and interact with their audience. These findings showed that code-switching served as a strategic practice for managing the demands of expository speaking.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
HERRY MUHAMAD NUGIE RULLYARIESTA, Reg. No 2130104029, thesis title: “PRE-SERVICE TEACHERS’ CHALLENGES IN USING SPEAKING SKILLS WHILE TEACHING ENGLISH AS A FOREIGN LANGUAGE IN THAILAND”. English Teaching Department, Faculty of Tarbiyah and Teacher Training. State Islamic University (UIN) Mahmud Yunus Batusangkar. This research was motivated by the need to understand the challenges faced by pre-service teachers from UIN Mahmud Yunus Batusangkar in using speaking skills while teaching English as a Foreign Language in Junior high school in Thailand. This purpose of this study is to explore and describe the challenges faced by pre-service teachers in using speaking skills while teaching Enflish as a Foreign Language in Junior high school in Thailand. This research used qualitative research with a case study design. In 2024, a total of eleven English students from UIN Mahmud Yunus Batusangkar joined the International Pre-Service Teaching Program in Thailand. The researcher distributed an open-ended questionnaire via Google Form to all participants to identify those who met the research criteria. Based on the responses and using purposive sampling, three pre-service teachers who taught English at the junior high school level were selected as informants. The researcher served as the key instrument, supported by interview guide, notebook, stationery, and a smartphone used for recording the interviews. Data were analyzed using Miles and Hubermans‘ (1984) model, which includes data reduction, data display, drawing and verifying conclusion. Based on the data analysis, this study identified four main challenges faced by pre-service teachers in using English speaking skills in Thai junior high schools: (1) limitations in language ability and teaching media; (2) obstacles in using English as the medium of instruction, including pronunciation and vocabulary issues; (3) underlying factors such as limited proficiency, cultural differences, and lack of experience; and (4) strategies to overcome them, including improving language skills, adapting to local contexts, collaborating with local teachers, and developing media. Strengthening language competence, cultural understanding, and creativity in media use is key to addressing these challenges.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Tivinna Auril, Reg. No. 2230104041. “Meta-Cognitive Strategies Employed by the Students in Managing Their Speech Presentation in Speaking for Argumentative Purposes Classroom”. English Education Department, Faculty of Tarbiyah and Teacher Training, State Islamic University (UIN) Mahmud Yunus Batusangkar. The problem of this research is the lack of information regarding the metacognitive strategies employed by students in managing their speech presentations in the Speaking for Argumentative Purposes classroom. This study aims to identify the metacognitive strategies used by students in general and to describe the use of metacognitive strategies in terms of planning, monitoring, strategy management and information processing, problem solving (debugging), and evaluation in managing argumentative speech presentations. This research employed a quantitative method with a descriptive survey design. The data were collected through a closed-ended questionnaire using a Likert scale consisting of 25 statements. The population of this study was all fifth and seventh semester students of the English Education Program at UIN Mahmud Yunus Batusangkar in the academic year 2025/2026. The total number of respondents was 82 students, selected using total sampling technique. The data were analyzed using descriptive statistics with the assistance of SPSS 26. The results of the study indicate that students actively employ metacognitive strategies in managing their argumentative speech presentations. Overall, 48 students (58.5%) demonstrated a dominant level of metacognitive strategy use, with an overall mean score of 96.45. In terms of planning, metacognitive strategies were employed by 49 students (59.8%) with a mean score of 19.62, while monitoring strategies were used by 43 students (52.4%) with a mean score of 27.05. Furthermore, strategy management and information processing strategies were applied by 40 students (48.8%) with a mean score of 23.01, and problem-solving/debugging strategies were used by 41 students (50%) with a mean score of 11.35. Data evaluation emerged as the most dominant metacognitive strategy, with the highest percentage of 92.7% (76 students) and a mean score of 15.41, indicating that students consistently evaluated both the process and outcomes of their speech presentations. Therefore, it can be concluded that the use of metacognitive strategies plays an important role in helping students manage their argumentative speech presentations effectively.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRACT Muhammad Reza Pahlevi, Reg No. 2130104043, entitled: Factors Contributing Students’ Academic Procrastination in Completing Assignment in Speaking for Academic Purposes Subject”. English Teaching Department Faculty of Tarbiyah and Teacher Training Islamic State University of Mahmud Yunus Batusangkar. This research investigates the factors contribute to students’ academic procrastination in completing assignments in the Speaking for Academic Purposes subject at UIN Mahmud Yunus. Using a qualitative case study approach, the researcher conducted semi-structured interviews with six purposively selected students in Speaking for Academic Purposes Class, who exhibited procrastination behavior during the 2024/2025 academic year. The data were analyzed through Miles and Huberman’s model, involving data reduction, data display, and conclusion drawing. The findings reveal that seven internal factors contribute to procrastination, including low motivation, low self-efficacy, low self-regulation, perfectionism, academic anxiety, impulsivity, and sensation seeking. In addition, external factors such as social environments, uninteresting or overwhelming tasks, and tight deadlines also influence students’ procrastination behavior.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
This research is motivated by various studies conducted by many researchers on students' desire to communicate in English in language classes. The research was conducted using both quantitative and qualitative methods. This study aims to systematically describe and analyze the factors that influence students' willingness to use English in language classes through a meta-analysis of articles published in the last ten years. This study is a qualitative library research study. Data were obtained from seven relevant articles published between 2015 and 2025. The data analysis technique used a descriptive approach, categorizing the types of problems identified in the articles. The results indicate several reasons experienced by students for wanting to use English, which are classified into two factors: internal and external. Internal factors include anxiety, self-confidence, vocabulary comprehension, grammar, and language fluency, while external factors include the role of teachers, peers, and learning methods. Based on the analysis, it can be concluded that a person's willingness to use English is complex and influenced by both linguistic and non-linguistic factors. Therefore, appropriate learning strategies are needed to address these issues.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
WULANDARI, NIM 1930104073, Thesis, entitled: “Students’ Perception Toward Storytelling Activities in English Day to Improve Their Speaking Ability at UIN Mahmud Yunus Batusangkar.” English Teaching Department, Faculty of Tarbiyah and Teacher Training, UIN Mahmud Yunus Batusangkar. The problem of this research is the insufficient information regarding students’ perceptions of storytelling activities in English Day at UIN Mahmud Yunus Batusangkar. The purpose of this research is to find out students’ perceptions toward storytelling activitie in English Day to improve their speaking ability. The method of this research is qualitative research with descriptive design. There were 8 informants in this research who participated in storytelling activities in English Day program using purposive sampling technique. The instrument of this research is the researcher her self as the main instrument and the researcher needed the interview guide as a supporting instrument. The techniques of data collection in this research were in-depth interview and used other supporting tools such as interview guide and smartphone to record conversations with voice note on WhatsApp during interview. To test the validity of the data, the researcher used triangulation that is member checking. Furthermore, to analyze the data, the researcher used data reduction, data display, drawing conclusion and verification. The results showed that there were several students’ perceptions toward storytelling activities in English Day to improve their speaking ability, the perceptions were: 1) increasing confidence in speaking, 2) improving in fluency and pronunciation, 3) speaking anxiety and hesitation, 4) observational learning from peers, 5) challenges and strategies, 6) positive perceptions of storytelling, and 7) students’ suggestions for improvement in storytelling activities in English Day program.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
LIVIA SITI RHOSYADA, NIM 21 301 040 36, Judul skripsi: “STUDENTS’ STRATEGIES TO OVERCOME LOW SELF-EFFICACY IN SPEAKING FOR ACADEMIC PURPOSES SUBJECT”. Jurusan Pendidikan Bahasa Inggris, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, Universitas Islam Negeri (UIN) Mahmud Yunus Batusangkar. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh fenomena rendahnya self-efficacy yang dialami oleh mahasiswa dalam mata kuliah Speaking for Academic Purposes. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan strategi-strategi yang digunakan oleh mahasiswa semester lima dalam mengatasi rendahnya self-efficacy mereka dalam konteks berbicara akademik di lingkungan perkuliahan. Penelitian ini merupakan penelitian fenomenologi kualitatif yang dilakukan di UIN Mahmud Yunus Batusangkar. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan strategi yang digunakan mahasiswa dalam mengatasi low self-efficacy pada mata kuliah Speaking for Academic Purposes. Informan dalam penelitian ini adalah enam orang mahasiswa semester lima jurusan Pendidikan Bahasa Inggris yang telah menempuh mata kuliah tersebut pada tahun akademik 2024/2025. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dengan kriteria bahwa informan telah menyelesaikan mata kuliah dan menunjukkan indikator low self-efficacy. Instrumen dalam penelitian ini adalah kuesioner dan wawancara. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui penyebaran kuesioner untuk mengidentifikasi mahasiswa dengan low self-efficacy, dilanjutkan dengan wawancara mendalam. Untuk menjamin keabsahan data, digunakan time triangulation and source triangulation. Data dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman (1994) yang meliputi tiga tahap: reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan serta verifikasi. Temuan tersebut selanjutnya dikelompokkan ke dalam empat kategori kognitif, metakognitif, sosial, dan afektif berdasarkan teori strategi pembelajaran bahasa Oxford (1990). Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa menggunakan empat jenis strategi untuk mengatasi low self-efficacy dalam mata kuliah Speaking for Academic Purposes, yaitu strategi kognitif, metakognitif, sosial, dan afektif. Strategi kognitif yang digunakan meliputi melakukan latihan dan pengulangan sebelum kelas serta merangkum materi sebelum melakukan presentasi. Strategi metakognitif meliputi pengamatan terhadap penampilan teman yang berbicara dengan baik, kemudian menerapkan hasil pengamatan tersebut dalam penampilan mereka sendiri. Strategi sosial meliputi berlatih berbicara bahasa Inggris bersama teman setiap hari dan melakukan latihan sambil diamati oleh teman. Sementara itu, strategi afektif meliputi dengan memperoleh motivasi melalui pengamatan terhadap teman yang tampil percaya diri dan baik saat berbicara. Strategi-strategi tersebut terbukti efektif dalam membantu mahasiswa meningkatkan keyakinan diri mereka dalam berbicara di konteks akademik.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
NOFRIALDI SAPUTRA, NIM 1830104051, judul skripsi “Students’ Direct Speaking Strategies in Developing Their Speaking Skill (A Study of 5th Semester of English Department of UIN Batusangkar Registered 2023/2024 Academic Year)” Jurusan Pendidikan Bahasa Inggris Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan Universitas Negeri Islam (UIN) Mahmud Yunus Batusangkar. Masalah yang diteliti dalam penelitian ini adalah penggunaan direct strategi dalam mengembangkan kemampuan speaking mahasiswa. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan direct speaking strategies yang digunakan mahasiswa untuk mengambangkan kemampuan speaking mereka. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif yang berbentuk deskriptif. Populasi dalam penelitian ini adalah mahasiswa yang mengambil mata kuliah Speaking for Academic Purposes di UIN Mahmud Yunus Batusangkar tahun akademik 2023/2024 yang berjumlah 63 orang. Tektik pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah total sampling. Instrumen yang digunakan untuk memperoleh data dari strategi mahasiswa adalah angket. Sebelum digunakan, angket diuji validitas terlebih dahulu oleh validator. Setelah dikoreksi oleh validator, angket yang telah direvisi kemudian disebar kepada para sampel penelitian. Jawaban dari sample kemudian dimasukan ke tabel tabulasi lalu peneliti menghitung frekuensi dari skor jawaban mahasiswa. Kemudian peneliti melakukan analisis deskriptif pada skor yang telah didapatkan dari angket. Selanjutnya peneliti mengkategorikan strategi yang digunakan mahasiswa untuk mengembangkan kemampuan speaking mereka. Hasil penelitian didapatkan bahwa memory strategies 14%, (Placing new word into a contexts 4%, Representing sounds in memory 5% dan Reviewing well 5%). Cognitive strategies 45% (repeating 5%, Recognizing and using formulas 5%, Formally practicing with sounds and writing system 5%, Practicing Naturalistically 5%, using resources for receiving and sending massages 5%, recombining 5%, Reasoning deductively 5%, translating 5%, and transferring 5%). Compensation strategies 46%, (Switching to the mother tongue 5%, getting help 5%, Using mime or gesture 11%, selecting the topic 5%, Adjusting approximating the massage 5%, coining word 5%, dan Using a circumlocution or synonym 5%).
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
TRI VANY YULIANTI, NIM 1930104070, thesis title "Student’ Responses Toward Outdoor Speaking Examination in English for Daily Conversation Subject" English Language Education, Faculty of Tarbiyah and Teacher Training, State Islamic University (UIN) Mahmud Yunus Batusangkar. The problem in this study is the loss of student concentration during the outdoor speaking examinatio in English for Daily Conversation subject, therefore the researcher wants to see what are the students' responses toward Outdoor Speaking Examination activity. The purpose of this study is to find out what are the Students' Response Toward Outdoor Speaking Examination in English for Daily Conversation subject. The research design used is quantitative descriptive. The population of this study was 39 English students in the first semester of the 2023/2024 academic year at UIN Mahmud Yunus Batusangkar. The sample in this study was 33 samples, because 6 samples could not take the test because they did not respond. This study uses a questionnaire as a research instrument. In determining the sample, the researcher used the total sampling technique. Based on the data analysis conducted, it was found that the responses given were very positive (61%), positive responses (39%), negative responses (0%) and very negative responses (0%). It can be concluded that the results of the study conducted indicate that Student Responses Toward Outdoor Speaking Examination in English for Daily Conversation subject are in accordance with the research findings. Students argue that the use of outdoor English language activities is good to be applied to exams in the English for Daily Conversation subject. This can be seen from the results of the questionnaire showing students responses.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ALI AFDHAL, NIM 1930104006. Judul skripsi : “Students’ Problems in Speaking for Academic Purposes Subject and Their Learning Strategies to Overcome Them (A Case Study of the Sixth Semester Students of English Education Department of UIN Mahmud Yunus Batusangkar)”. Jurusan Pendidikan Bahasa Inggris, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, Universitas Islam Negeri (UIN) Mahmud Yunus Batusangkar. Masalah dalam penelitian ini adalah masalah mahasiswa dalam mata kuliah Speaking for Academic Purposes dan strategi pembelajaran mereka untuk mengatasinya belum diselidiki di Program Studi Bahasa Inggris di UIN Mahmud Yunus Batusangkar dan tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan masalah mahasiswa dalam mata pelajaran Speaking for Academic Purposes dan strategi pembelajaran mereka untuk mengatasinya. Desain penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif deskriptif dan metodologi fenomenologi. Informan penelitian ini adalah mahasiswa Tadris Bahasa Inggris UIN Mahmud Yunus Batusangkar tahun ajaran 2023/2024 berjumlah 6 mahasiswa yang memiliki masalah dan strategi belajar untuk mengatasinya dalam mata kuliah Speaking for Academic Purposes yang ditentukan dengan teknik purposive sampling. Dalam penelitian ini, peneliti berfungsi sebagai instrumen kunci dalam pengumpulan data, dibantu dengan instrumen pendukung berupa pedoman wawancara, perekam suara dan kamera untuk dokumentasi. Untuk menguji keabsahan data, digunakan triangulasi data untuk mengkonfirmasi ulang jawaban dan menemukan informasi yang jelas. Selanjutnya, dalam menganalisis data, peneliti menggunakan reduksi data, display data, dan verifikasi data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada empat masalah yang dialami oleh mahasiswa ketika berbicara dalam mata kuliah Speaking for Academic Purposes, yaitu masalah psikologis. Masalah-masalah tersebut adalah: 1) gugup, 2) kurang percaya diri, 3) takut melakukan kesalahan, dan 4) lupa naskah. Strategi pembelajaran yang digunakan oleh mahasiswa untuk mengatasi masalah-masalah dalam berbicara adalah: 1) menuliskan garis besar pidato, 2) berlatih pidato, 3) koreksi teman sebaya, 4) memahami topik, dan 5) menggunakan video
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRACT This study was conducted to find the relationship between students’ speaking anxiety and their speaking performance in fourth semester students of UIN Mahmud Yunus Batusangkar. The purpose of this study was to reveal the relationship between students’ speaking anxiety and their speaking performance. The type of research is quantitative research in the form of correlations. The population of this study was 68 fourth semester students of English Teaching Department, Faculty of Tarbiyah and Teacher Training, UIN Mahmud Yunus Batusangkar in the 2022/2023 academic year. The process of collecting the data was accomplished through the application of simple random sampling technique, utilizing the Slovin’s formula. Based on this method, 58 people were obtained as research samples. There are two insturements used in this research, which are questionnaire and students’ speaking score. To collect the data, the researcher used a questionnaire contains thirty three items to determine students’ speaking anxiety. The questionnaire was adapted from FLCAS by Horwits et.al. The researcher also used the students' speaking scores to see their speaking performance. The data obtained was then analyzed using descriptive and inferential analysis. In processing the data, the researcher used the SPSS version 25 computer program. The results of this research indicate a relationship between students' speaking anxiety and their speaking performance where the r-calculated (0.382) is higher than the r-table (0.258) with a significance level of five percent. This means that Ho is rejected, so Ha is accepted. In addition, based on the results of the correlation test calculation between students' speaking anxiety and students' speaking scores, it shows that there is a significant negative relationship between students' anxiety and their speaking performance scores. It can be concluded that speaking anxiety has a relationship with students' speaking performance.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
LANI SEPTIA SRI PUTRI, No Reg. 2030104033, entitled: “Students’ Difficulties in Speaking English”. English Teaching Department Faculty of Tarbiyah and Teacher Training Islamic State University of Mahmud Yunus Batusangkar. The problem of this research was unrevealed students’ difficulties in speaking English. This research purpose was to find out and describe the students’ difficulties in speaking English of tenth grade at SMA Negeri 1 Rambatan This type of research was a qualitative research, a phenomenology design. The technique used in choosing informants was purposive random sampling. The informants in this research was tenth grade students at SMA Negeri 1 Rambatan who had difficulty in speaking English. In this research, the researcher acted as the key instrument and the interview guide as a supporting instrument. In collecting the data, she interviewed the research informants. To test the validity of the data, she used a prolong engagement, by conducting additional interviews if there was insufficient or doubtful data or information regarding the consent requested by the informant during the first interview. To carry out data analysis, she referred to the theory of Miles and Huberman in Sari, (2022), namely: data reduction, data display, and conclusion drawing and data verification. She conducted interviews based on the interview guide, then analyzed the results of the interviews, and drew conclusions and verified the research findings. The results of this research indicate that there were five students’ difficulties in speaking English. The difficulties where: : 1) difficulty in speaking because having lack of vocabulary, 2) difficulty in speaking English because being afraid to making mistake, 3) difficulty in speaking because being lack of time to practice, 4) difficulty in speaking English because heaving lack of motivation, 5) difficulty in speaking English because having difficulty to relate the conversation.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRACT LISA ANDRIANI Reg No. 17 301 040 35. Entitled: “USING STORYTELLING IN TEACHING SPEAKING FOR SENIOR HIGH SCHOOL STUDENTS: REVIEW OF ARTICLES PUBLISHED IN GARUDA PLATFORM IN THE LAST TEN YEARS (2013-2022)” English Teaching Department, Faculty of Tarbiyah and Teacher Training, State Islamic University (UIN) Mahmud Yunus Batusangkar. This research motivated by the use of storytelling in teaching speaking in Senior High School. The aims of this research were to find out what topics are used in teaching speaking using storytelling, and what kind of learning procedures are used by teachers, especially in Senior High School in Indonesia. This research was a library research using content analysis techniques. The source of this research were 8 (eight) national articles contained in the Garuda Platform. The year range for these articles is from 2013 to 2022. This research focuses on finding out what topics and procedures are used in teaching speaking using storytelling. The results of the analysis of the 8 (eight) journals found that there were 4 topics used by teachers in teaching speaking using storytelling, namely: digital storytelling, narrative storytelling, chain storytelling, and storytelling with pictures. Meanwhile, the procedures used by teachers in teaching storytelling are warming up activity and main activity. In the warm-up activity, students listen and repeat several stories that they have taken or downloaded themselves. Next, in the main activity there were activity 1 dividing students into several groups and planning a story for each group, activity 2 the teacher asks students to prepare a story first, activity 3 the teacher divides students into four or five groups and each group is given an opening to the story and is asked to complete the story in approximately 20 minutes, activity 4 the teacher asks each group to submit incomplete stories and distribute them back to different groups, and are asked to complete the story, and activity 5 the teacher provides games that are used to complete the lesson, the teacher give the class the first sentence and each student adds another word to create an impromptu plot.