Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

43 hasil
Subjek: PROBLEMATIKA
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

PROBLEMATIKA PEMERINTAHAN KABUPATEN/KOTA MENGHADAPI PERATURAN DAERAH PROVINSI SUMATERA BARAT NOMOR 7 TAHUN 2018 TENTANG NAGARI (STUDI KASUS DI KABUPATEN TANAH DATAR)

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Doni Restu Meidy, NIM 15301500014, Judul Skripsi: “Problematika Pemerintahan Kabupaten/Kota Menghadapi Peraturan Daerah Provinsi Sumatera Barat Nomor 7 Tahun 2018 tentang Nagari (Studi Kasus Kabupaten Tanah Datar)”. Jurusan Hukum Tata Nagari, Fakultas Syariah, Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Batusangkar. Pemberlakukan Undang-Undang Nomor 6 tahun 2014 tentang Desa yang membawa sejumlah perbaikan terhadap pengaturan desa, direspon oleh pemerintah Provinsi Sumatera Barat dengan mengeluarkan Peraturan Daerah Provinsi Sumatera Barat Nomor 7 Tahun 2018 Tentang Nagari, yang tujuannya agar penyelenggaraan pemerintahan berdasarkan hak asal usul dan hukum adat. Hal tersebut memberikan perubahan yang signifikan terhadap penyelenggaraan pemerintahan nagari sehingga yang mengalami pergeseran, antara lain: Pergeseran Pemilihan Wali Nagari oleh KAN, Fungsi BPRN kepada KAN, dan Peradilan Adat Nagari. Fokus penelitian ini adalah Problematika Pemerintahan Kabupaten/ Kota Menghadapi pergeseran pemilihan wali nagariyang termuat dalam Peraturan Daerah Provinsi Sumatera Barat Nomor 7 Tahun 2018 tentang Nagari (Studi Kasus di Kabupaten Tanah Datar). Pembahasan problematika dijadikan lebih spesifik dengan menghubungkan agenda Pilwana Serentak 2020 di Kabupaten Tanah Datar, dimana aturan pelaksanaan pemilihan sudah diatur dalam Perda Provinsi Sumatera Barat Nomor 7 Tahun 2018, namun belum diterbitkan dalam perda Kabupaten Tanah Datar. Jenis penelitian yang penulis lakukan adalah penelitian kualitatif yaitu penelitian yang menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata tertulis atau lisan dari orang-orang dan perilaku yang dapat diamati. Penelitian ini menggunakan metode penelitian lapangan (field research) yakni pendekatan dengan melihat dan mengkaji bagaimana suatu aturan diimplementasikan dilapangan. Melalui penelitian kualitatif ini peneliti akan mengkaji Problematika Pemerintahan Daerah Kabupaten Tanah Datar menghadapi pergeseran pemilihan wali nagari dalam Peraturan Daerah Sumatera Barat Nomor 7 Tahun 2018 tentang Nagari. Dari hasil penelitian ditemukan problem yang dialami pemerintah Kabupaten Tanah Datar adalah belum dapat melaksanakan Isi Perda Provinsi Sumatera Barat No. 7 Tahun 2018 tentang Nagari dalam Pilwana Serentak 2020 disebabkan belum terbitnya Perda Kabupaten Tanah Datar karena adanya desakan waktu pelaksanaan Pilwana yang semakin mendesak, Kondisi Kabupaten Tanah Datar yang dalam kondisi Pandemi Covid 19, dan pembahasan Ranperda Kabupaten Tanah Datar tentang nagari yang baru dapat dilaksanakan setelah menuntaskan Pilwana Serentak 2020. Menyikapi situasi yang ada pemerintah mengupayakan Pilwana Serentak tetap dilaksanakan dengan merujuk pada Perda Kabupaten Tanah Datar No. 1 Tahun 2017. Perbedaan metode pemilihan langsung dan tidak langsung sama sama memiliki kelebihan dan kelebihan masing-masing, pemilihan motode terbaik dapat diupayakan dengan memperimbangkan azas manfaat dan mudharatnya. Motode terbaik yang dipilih adalah yang paling banyak manfaatnya dan paling sedikitnya mudharatnya, serta memungkinkan untuk dilaksanakan di lingkungan Nagari yang akan melaksanakan isi perda Kabupaten Tanah Datar yang akan diterbitkan.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PROBLEMATIKA PERKAWINAN SAPARUIK DI NAGARI LAWANG MANDAHILING KECAMATAN SALIMPAUNG DALAM BINGKAI FIKIH MUNAKAHAT

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Bisma Hanafi. NIM 1630201010, Judul Skripsi: “ Problematika Perkawinan Saparuik Di Nagari Lawang Mandahiling Kecamatan Salimpaung dalam Bingkai Fikih Munakahat”. Jurusan Ahwal Al-Syakhshiyyah Institut Agama Islam Negeri Batusangkar. Pokok permasalahan Skripsi ini adalah Pelaksanaan Perkawinan Saparuik di Nagari Lawang Mandahiling Kecamatan Salimpaung dan bentuk hukum Perkawinan Saparuik di dalam Fikih Munakahat dan tujuannya untuk mengetahui dan menjelaskan Pelaksanaan Perkawinan Saparuik di Nagari Lawang Mandahiling dan untuk mengetahui dan menganalisa bentuk hukum Perkawinan Saparuik di dalam Fikih Munakahat. Jenis penelitian ini adalah penelitian lapangan (Field Research). yaitu suatu penelitian yang mengungkapkan dan menggambarkan kejadian-kejadian Perkawinan Saparuik di Nagari Lawang Mandahiling Sumber data berasal dari sumber data Primer yaitu, niniak mamak, ibu kandung, keluarga dari pihak mamak dan masyarakat yang mengetahui perkawinan saparuik. sumber data Skunder yaitu, penulis sendiri dan buku-buku islam yang mengkaji tentang perkawinan, UU yang berkaitan dengan perkawinan dan juga buku-buku adat. Tekhnik Analisis Data melalui Metode Deskriptif Kualitatif dan Tekhnik Keabsahan Data melalui tekhnik Triangulasi. Hasil penelitian Pelaksanaan Perkawinan Saparuik ini adalah suatu pelaksanaan perkawinan yang dilarang di dalam adat Minangkabau karena hubungan sedarah di antara mamak dengan kemanakan yang melakukan perkawinan tersebut di perantauan, tanpa sepengetahuan pihak keluarga, tanpa diketahui saksi yang dari pihak keluarga dan tidak adanya izin dari wali yang sah. Perkawinan saparuik merupakan pelanggaran yang sangat keras terhadap ( adaik yang sabana adaik) adat yang sebenarnya adat, karena adat yang berbuhul mati ( adat yang sebenar adat) adalah ketentuan mutlak adat yang tidak boleh dirobah-robah lagi dan tidak dapat diganggu gugat. Maka perkawinan saparuik antara mamak dengan kemanakan tersebut tidak dibolehkan. Pelaksanaan perkawinan saparuik di Nagari Lawang Mandahiling merupakan perkawinan yang masuk kedalam mahram muabbad sehingga di dalam fikih munakahat perkawinan tersebut haruslah di fasakh karena rusaknya perkawinan tersebut. Dan sanksi yang diberlakukan baik denda atau dibuang dari kampung halaman oleh niniak mamak secara fikih munakahat sudah sesuai, karena tujuan ditetapkan sanksi tersebut adalah untuk keadilan, kemaslahatan dan menghindari kerusakan (mafsadad) di Nagari Lawang Mandahiling.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Problematika Mutasi Karyawan Konvensional ke Unit Syariah di Unit Pegadaian Syariah Solok Cabang Ujung Gurun Padang

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK ANGGESTI GIAN LESTARI, NIM 1530110003, dengan judul skripsi “Problematika Mutasi Karyawan Konvensional Ke Unit Syariah Di Unit Pegadaian Syariah Solok Cabang Ujung Gurun Padang”, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam Jurusan Perbankan Syariah Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Batusangkar. Pokok permasalahan dalam skripsi ini adalah bagaimana proses, motif serta kendala dan manfaat melakukan mutasi karyawan konvensional ke unit syariah di Unit Pegadaian Syariah Solok. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui proses, motif serta kendala dan manfaat melakukan mutasi karyawan konvensional ke unit syariah di Unit Pegadaian Syariah Solok. Jenis penelitian yang penulis gunakan adalah jenis penelitian lapangan (field research) dengan metode penelitian kualitatif. Teknik pengumpulan data yang penulis gunakan adalah wawancara dan dokumentasi. Sebagai sumber data dalam penelitian ini adalah Pimpinan Cabang Pegadaian Syariah Ujung Gurun Padang beserta karyawan/karyawati Unit Pegadaian Syariah Solok. Berdasarkan hasil penelitian, maka penulis menyimpulkan bahwa Untuk proses mutasi karyawan dari konvensional ke syariah adalah wewenang dari Pegadaian Area Padang atau wewenang dari Kantor Wilayah yang ada di Pekan Baru bahkan bisa dari Surat Keputusan Kantor Pusat di Jakarta. Motif dilakukan mutasi ini adalah karena adanya promosi, demosi dan juga rotasi yang menyebabkan harus di mutasikan karyawan tersebut. Promosi terjadi berarti karyawan itu memiliki prestasi kerja yang baik dan harus dimutasikan ke level tertinggi dan sebaliknya untuk demosi berarti karyawan itu melakukan frot atau melanggar aturan kerja dan diberikan sanksi dengan menurunkan level kerjanya sehingga menurunkan penghasilan bulanannya, sedangkan rotasi adalah penempatan kerja dengan level yang sama pada sebelumnya. Manfaatnya adalah karyawan lebih mengenal lagi akidah dan kesyariahaan dan merubah penampilan serta akhlak mulia dalam kehidupan dan lebih mendalami apa itu syariah serta mempunyai referensi ke syariah dari pada di konvensional agar lebih syar’i lagi dan berada dilingkungan yang sangat menyenangkan berada di bawah pimpinan syariah yang begitu baiknya dan kawan-kawan yang baik dan bekerja jauh dari riba. Kendalanya yaitu belum pahamnya pada bahasa-bahasa syariah dan sering melakukan kesalahan dalam pengaplikasian produk syariah , belum paham pada prinsip dan kaidah syariah itu yang menjadi keganjalan pada sistem kerjanya.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Problematika Produk ARRUM Emas Pada PT. Pegadaian (Persero) Syariah Unit Simpang Haru Padang

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK YUSI HANDRIYANI, NIM 15 301 100 169 (2015). Dengan judul Skripsi: “Problematika Produk ARRUM Emas Pada PT. Pegadaian (Persero) Syariah Unit Simpang Haru Padang”. Jurusan Perbankan Syariah Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam, Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Batusangkar. Tujuan penelitian ini adalah Untuk mengetahui kelebihan dan kekurangan produk ARRUM Emas, dan kendala atau rintangan yang dihadapi dalam pemasaran produk ARRUM Emas pada PT. Pegadaian (Persero) Syariah Unit Simpang Haru Padang. Jenis penelitian adalah penelitian lapangan (Field Research) dengan metode kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah melalui wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data yang dilakukan secara deskripstif kualitatif, kemudian diuraikan serta melakukan klasifikasi terhadapa aspek masalah tertentu dan memaparkan melalui kalimat yang efektif. Hasil penelitian menunjukan bahwa kelebihan dan kekurangan produk ARRUM Emas, kelebihan dilihat dari jangka waktu. Dan kekurangan dilihat dari bentuk kemasan dan harga. Kendala atau rintangan yang dihadapi dalam pemasaran produk ARRUM Emas dilihat dari kendala internal dan eksternal. Kendala internal yang pertama yaitu minimnya SDM yang dimiliki oleh karyawan. Kedua, mengenai produk, pegadaian belum maksimal memberikan kemasan, Ketiga, Kendala yang berasal dari kelemahan produk. Keempat, dari strategi promosi, dimana promosi hanya dilakukan dengan menyebar brosur tidak memberikan informasi terbaru. Kelima, Kendala finansial. Sedangkan kendala Eksternal yaitu yang pertama dilihat dari Pemahaman tentang lembaga keuangan. Kedua, Persaingan antar lembaga pangsa pasar yang dituju oleh setiap lembaga yang berada di daerah. Ketiga, Persepsi/pemahaman masyarakat Keempat, Lokasi dan pangsa pasar.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Problematika Penentuan Mahar Di Nagari Guguak Malalo Kecamatan Batipuh Selatan Kabupaten Tanah Datar Menurut Hukum Islam

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

FIRMAN ILAHI, NIM. 15 301 000009, judul skripsi “PROBLEMATIKA PENENTUAN MAHAR DI NAGARI GUGUAK MALALO KECAMATAN BATIPUH SELATAN KABUPATEN TANAH DATAR MENURUT HUKUM ISLAM”, Jurusan Ahwal Al-Syakhshiyyah, Fakultas Syariah, Institut Agama Islam Negeri Batusangkar tahun 2019. Pokok permasalahan dalam skripsi ini adalah bagaimana bentuk penentuan mahar yang menjadi dasar dan alasan dalam menunda pernikahan, dampak besarnya mahar dalam kehidupan rumah tangga, dan bagaimana pandangan hukum Islam terhadap penentuan mahar di Nagari Guguak Malalo Kecamatan Batipuh Selatan Kabupaten Tanah Datar. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menjelaskan bentuk penentuan mahar yang menjadi dasar dan alasan dalam menunda pernikahan, mengetahui dampak besarnya mahar dalam kehidupan rumah tangga, dan untuk mengetahui dan menganalisis bagaimana pandangan hukum Islam terhadap penentuan mahar di Nagari Guguak Malalo Kecamatan Batipuh Selatan Kabupaten Tanah Datar. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian lapangan (field research), menggunakan metode kualitatif dengan sumber data primer yaitu pelaku, keluarga suami, keluarga isteri, dan ninik mamak. Data sekunder yaitu masyarakat, profil Nagari Guguak Malalo, dan Kepala KUA Kecamatan Batipuh Selatan. Teknik pengumpulan data melalui wawancara semi terstruktur dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan metode deskriptif kualitatif. Teknik penjaminan keabsahan data menggunakan metode Triangulasi yaitu untuk mengecek data dari berbagai sumber. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa bentuk penentuan mahar di Nagari Guguak Malalo Kecamatan Batipuh Selatan Kabupaten Tanah Datar ditentukan sepihak oleh ayah atau ninik mamak calon pengantin perempuan berdasarkan pekerjaan calon pengantin laki-laki dalam acara pertunanganan/pertemuan kedua keluarga. Akan tetapi bentuk mahar adakalanya diberitahukan kepada keluarga calon pengantin laki-laki dan adakalanya tidak diberitahukan. Jika tidak diberitahukan kepada keluarga calon pengantin laki-laki, maka mahar yang dibawa pada hari pernikahan yang tidak sesuai dengan yang ditentukan oleh ayah atau ninik mamak calon pengantin perempuan tidak dapat diterima, sehingga pernikahan yang sudah ditetapkan harinya ditunda sampai mahar yang ditetapkan dapat dipenuhi oleh calon pengantin laki-laki. Dampak besarnya mahar dalam kehidupan rumah tangga tidak berdampak negatif, dan rumah tangga mereka tetap rukun. Adapun pandangan hukum Islam terhadap penentuan mahar di Nagari Guguak Malalo Kecamatan Batipuh Selatan Kabupaten Tanah Datar dibolehkan, selama bentuk mahar disepakati, diberitahukan, dan dapat dipenuhi oleh calon pengantin laki-laki. Begitu juga dibolehkannya penundaan nikah apabila mahar yang sudah disepakati, ditentukan, dan disanggupi oleh calon pengantin laki-laki tidak dipenuhi sewaktu akad nikah akan berlangsung, karena hal ini termasuk tidak menepati janji dan melanggar kesepakatan yang telah di tetapkan. Akan tetapi, jika bentuk mahar tidak diberitahukan dan hanya ketika akad nikah akan berlangsung ditentukan, dan diminta, maka hukumnya tidak boleh, karena menimbulkan kesulitan bagi calon pengantin laki-laki, dan memberikan kemudaratan atas tidak jadinya berlangsung akad nikah sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan dan berakibat terjadinya penundaan pernikahan.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Problematika Program Full Day School di MTsN 12 Tanah Datar

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Febyola Aryanti Putri, NIM 2230103034 (2026). Judul Skripsi: “Problematika Program Full Day School di MTsN 12 Tanah Datar” . Program Studi Manajemen Pendidikan Islam, Universitas Islam Negeri Mahmud Yunus Batusangkar. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pelaksanaan Program Full Day School (FDS) di MTsN 12 Tanah Datar yang hanya berlangsung selama enam bulan, yaitu Juli sampai Desember 2025, sebelum madrasah kembali menerapkan sistem sekolah reguler pada Januari 2026. Kondisi tersebut menunjukkan adanya berbagai permasalahan dalam penyelenggaraan program yang perlu dikaji, khususnya pada aspek perencanaan dan pelaksanaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan mendeskripsikan problematika pada aspek perencanaan dan pelaksanaan Program Full Day School di MTsN 12 Tanah Datar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Data dikumpulkan melalui wawancara semi-terstruktur, observasi, dan studi dokumentasi dengan informan yang meliputi kepala madrasah, wakil kepala madrasah bidang kurikulum, guru, staf kependidikan, dan siswa. Analisis data menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldana yang meliputi pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Keabsahan data dilakukan melalui triangulasi sumber dan triangulasi teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) problematika pada aspek perencanaan meliputi perencanaan yang belum didasarkan pada analisis kebutuhan secara komprehensif serta masih terbatasnya partisipasi dan kolaborasi dengan guru dan orang tua; dan (2) problematika pada aspek pelaksanaan meliputi dominasi metode pembelajaran konvensional yang menyebabkan kelelahan fisik dan kognitif peserta didik, terutama pada jam sore, beban kerja guru yang belum proporsional, belum optimalnya pedoman teknis, serta keterbatasan sarana dan prasarana dalam mendukung kegiatan pembelajaran sepanjang hari. Berbagai problematika tersebut saling berkaitan dan turut menjadi pertimbangan madrasah dalam menghentikan pelaksanaan Program Full Day School dan kembali menerapkan sistem sekolah reguler.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PROBLEMATIKA SANTRI DALAM MENGHAFAL AL-QUR'AN DI RUMAH TAHFIZH DARUS SA'ADAH LEMBANG BUKIK NAGARI BALIMBING KECAMATAN RAMBATAN

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Wildatur Rahmah. NIM 2030301044 Judul Skripsi: “Problematika Santri Dalam Menghafal al-Qur`an di Rumah Tahfizh Darus Sa`aah Lembang Bukik Nagari Balimbing Kecamatan Rambatan”. Program Studi Ilmu Al-Qur`an dan Tafsir Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah. Universitas Islam Negeri (UIN) Mahmud Yunus Batusangkar. Latar belakang masalah pada penelitian ini adalah bertujuan menganalisis problematika santri dalam menghafal Qur`an di Rumah Tahfizh Darus Sa`adah Lembang Bukik sehingga banyak santri yang tidak mencapai target dari guru maupuan target personal dalam menghafal Qur`an. Hal ini membuat penulis tertarik untuk mengungkap: (1) Bagaimana bentuk metode menghafal al-Qur`an pada rumah tahfizh darus sa`adah lembang bukik, (2) Apa faktor intrinsik dan ekstrinsik dari santri dalam menghafal al-Qur`an di rumah tahfizh darus sa`adah lembang bukik, (3) Apa solusi dalam mengatasi problematika santri dalam menghafal al-Qur`an di rumah tahfizh darus sa`adah lembang bukik. Penelitian ini berjenis penelitian kualitatif dengan menggunakan metode deskriptif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, dokumentasi dan wawancara. Adapun sumber data primer pada penelitian ini adalah santri yang hafalannya minimal 1 juz dan 1 juz ke atas dan sumber data sekunder adalah pimpinan rumah tahfizh, guru tahfizh dan beberapa orang tua. Hasil penelitian yang diperoleh menunjukan bahwa: (1) Metode yang mendasari santri dalam menghafal al-Qur`an sangat bervariasi. Mulai dari metode wahdah (menghafal dengan cara ayat per ayat), metode takrir (mengulang kembali hafalan yang sudah pernah dihafalkan), metode sima`i (menyimak/mendengarkan bacaan al-Qur`an yang dihafalkan penghafal), dan terakhir metode ODOA (One Day One Ayat) yang mana metode-metode tersebut diterapkan kepada santri rumah tahfizh darus sa`adah lembang bukik. (2) Faktor intrinsik dan ekstrinsik juga memainkan peran penting dalam problematika santri. Problematika intrinsik dan tantangan yang mendasari santri dalam perjalanan menghafal al-Qur`an sangat bervariasi. Mulai dari malas muraja`ah, kurang percaya diri, dan bakat dan minat. Kemudian problematika ektrinsik yang mendasari santri dalam perjalanan menghafal al-Qur`an yaitu pengaruh dari teman, penggunaan Hp, dan lingkungan yang negatif. Dukungan emosional dan materi dari orang tua, serta bimbingan intensif dari para guru, memberikan mereka dorongan tambahan untuk tetap konsisten dalam menghafal al-Qur`an. Penghargaan atas prestasi hafalan dan pengaturan target-target tertentu juga memotivasi santri untuk mencapai pencapaian yang lebih tinggi. (3) Solusi dalam mengatasi problemtika intrinsik santri yaitu meningkatkan motivasi menghafal, meyakinkan diri dan untuk mengatasi problem ekstrinsik mengatur waktu menghafal, membatasi penggunaan Hp, dan menciptakan lingkungan baik. Serta solusi dari rumah tahfizh yaitu dengan menggunakan program jadwal belajar santri dan absen muraja`ah. Kata Kunci: Problematika, Santri, Menghafal al-Qur`an ملخص وايلداتور رحمة. رقم الطالب ٢٠٣٠٣٠١٠٤٤ عنوان الأطروحة: ”المشاكل التي يواجهها الطلاب في حفظ القرآن في دار تحفيظ داروس سعده في ليمبانغ بوكيك ناغاري باليمبينغ، منطقة رامباتان“. برنامج الدراسة: دراسات القرآن والتفسير، كلية أصول الدين وآداب والدعوة. جامعة محمود يونس الإسلامية الحكومية (UIN) باتوسانغكار. القضية الرئيسية في هذه الدراسة هي الكشف عن المشاكل التي يواجهها الطلاب في حفظ القرآن في دار دروس سعده لحفظ القرآن في ليمبانغ بوكيك، والتي أدت إلى فشل العديد من الطلاب في تحقيق الأهداف التي حددها قادتهم ومعلموهم، وكذلك أهدافهم الشخصية في حفظ القرآن. وهذا ما دفع المؤلف إلى استكشاف: (1) الأساليب المستخدمة في حفظ القرآن في دار داروس سعادة ليمبانغ بوكيك تاهفيز، (2) العوامل الداخلية والخارجية التي تؤثر على حفظ الطلاب للقرآن في دار داروس سعادة ليمبانغ بوكيك تاهفيز، (3) ما هي الحلول للتغلب على المشاكل التي يواجهها الطلاب في حفظ القرآن في دار دروس سعادة ليمبانغ بوكيك؟ هذا البحث ذو طبيعة نوعية ويستخدم أساليب وصفية. تقنيات جمع البيانات المستخدمة هي الملاحظة والتوثيق والمقابلات. مصادر البيانات الأولية في هذه الدراسة هي الطلاب الذين حفظوا ما لا يقل عن جزء واحد وجزء واحد وما فوق، ومصادر البيانات الثانوية هي مدير دار الحفظ، ومعلمو الحفظ، والعديد من أولياء الأمور. تظهر نتائج الدراسة ما يلي: (1) تختلف الأساليب التي يستخدمها الطلاب في حفظ القرآن بشكل كبير. وهي تتراوح بين أسلوب الوحدة (حفظ الآيات واحدة تلو الأخرى)، وأسلوب التكرار (تكرار ما تم حفظه بالفعل)، طريقة السماعي (الاستماع إلى تلاوة القرآن المحفوظ من قبل المحفظ)، وأخيرًا طريقة ODOA (آية في اليوم)، والتي يتم تطبيقها على الطلاب في دار الحفظ دار السعادة ليمبانج بوكيك. (2) تلعب العوامل الداخلية/الخارجية أيضًا دورًا مهمًا في المشاكل التي يواجهها الطلاب. تختلف المشاكل والتحديات الداخلية التي يواجهها الطلاب في رحلتهم لحفظ القرآن بشكل كبير. وتتراوح هذه المشاكل بين الكسل في المراجعة، ونقص الثقة، والدافع، والموهبة، والاهتمام. ثم هناك المشاكل الخارجية التي يواجهها الطلاب في رحلتهم لحفظ القرآن، وهي تأثير الأصدقاء، واستخدام الهواتف المحمولة، والبيئة السلبية. يوفر الدعم العاطفي والمادي من الوالدين، بالإضافة إلى التوجيه المكثف من المعلمين، تشجيعًا إضافيًا لهم على الاستمرار في حفظ القرآن. كما أن تقدير إنجازات الحفظ ووضع أهداف محددة يحفز الطلاب على تحقيق أهداف أعلى. (3) تتمثل الحلول للتغلب على المشاكل الداخلية للطلاب في زيادة دوافعهم للحفظ، وبناء ثقتهم بأنفسهم، والتغلب على المشاكل الخارجية من خلال إدارة وقت الحفظ، والحد من استخدام الهواتف المحمولة، وخلق بيئة جيدة. وتشمل الجهود التي تبذلها دار الحفظ استخدام جدول دراسي للطلاب وحضور المراجعة. الكلمات المفتاحية: المشاكل، الطلا ABSTRACT Wildatur Rahmah. Student ID Number 2030301044 Thesis Title: “Problems faced by students in memorizing the Qur'an at the Tahfizh Darus Sa`adah House in Lembang Bukik Nagari Balimbing, Rambatan District”. Department of Qur'anic Studies and Tafsir, Faculty of Ushuluddin Adab and Dakwah. Mahmud Yunus State Islamic University (UIN) Batusangkar. The main issue in this study is to reveal the problems faced by students in memorizing the Qur'an at the Darus Sa'adah Tahfizh House in Lembang Bukik, which has resulted in many students failing to achieve the targets set by their leaders and teachers, as well as their personal targets in memorizing the Qur'an. This prompted the author to explore: (1) The methods used for memorizing the Qur'an at the Darus Sa'adah Lembang Bukik tahfizh house, (2) The intrinsic and extrinsic factors affecting students' memorization of the Qur'an at the Darus Sa'adah Lembang Bukik tahfizh house, (3) What are the solutions to overcome the problems faced by students in memorizing the Qur'an at the Darus Sa'adah Lembang Bukik tahfizh house? This research is qualitative in nature and uses descriptive methods. The data collection techniques used are observation, documentation, and interviews. The primary data sources in this study are students who have memorized at least 1 juz and 1 juz and above, and the secondary data sources are the leaders of the tahfizh house, tahfizh teachers, and several parents. The results of the study show that: (1) The methods used by students in memorizing the Qur'an vary greatly. They range from the wahdah method (memorizing verse by verse), the takrir method (repeating memorized verses), the sima`i method (listening to the recitation of the Qur'an memorized by the memorizer), and finally the ODOA (One Day One Ayat) method, which are applied to students at the tahfizh darus sa`adah lembang bukik. (2) Intrinsic/extrinsic factors also play an important role in the problems faced by students. The intrinsic problems and challenges that students face in their journey to memorize the Qur'an vary greatly. They range from laziness in reviewing, lack of confidence, motivation, talent, and interest. Then there are the extrinsic problems that students face in their journey to memorize the Qur'an, namely the influence of friends, the use of cell phones, and a negative environment. Emotional and material support from parents, as well as intensive guidance from teachers, give them additional encouragement to remain consistent in memorizing the Qur'an. Recognition of memorization achievements and setting specific targets also motivate santri to achieve higher goals. (3) Solutions to overcome the students' intrinsic problems are to increase their motivation to memorize, build their confidence, and to overcome extrinsic problems by managing their memorization time, limiting cell phone use, and creating a good environment. Efforts from the tahfizh house include using a student study schedule and muraja'ah attendance. Keywords: Problems, Students, Memorizing the Qur'an

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PROBLEMATIKA JAMA'AH BKMT TERHADAP KEHARMONISAN RUMAH TANGGA (Studi Kasus Nagari Sungai Patai Kecamatan Sungayang Kabupaten Tanah Datar

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

MUHFIZIL IMAN, NIM 1830201052, Judul Skripsi : “Problematika Jama’ah BKMT Terhadap Keharmonisan Rumah Tangga( Studi Kasus Nagari Sungai Patai Kecamatan Sungayang Kabupaten Tanah Datar )”. Program Studi HUKUM KELUARGA (Ahwal Al-Syakhshiyyah), Fakultas Syaria’ah Univirsitas Islam Negeri Mahmud Yunus Batusangkar, Tahun 2025. Pokok permasalahan dalam Skiripsi ini adalah pandangan suami/istri terkait pasangan yang mengikuti kegiatan Jama’ah BKMT, pandangan keluarga yang mengikuti kegiatan Jama’ah BKMT di Nagari Sungai Patai Kecamatan Sungayang Kabupaten Tanah Datar. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pandangan suami/istri terkait pasangan yang mengikuti kegiatan Jama’ah BKMT di Nagari Sungai Patai, pandangan keluarga yang mengikuti kegiatan Jama’ah BKMT di Nagari Sungai Patai. Jenis penelitian yang penulis gunakan adalah penelitian lapangan (Field Research) dengan menggunakan motode kualitatif. Sumber data yang penulis gunakan adalah sumber data primer, yaitu pasangan suami atau istri yang mengikuti kegiatan Jama’ah BKMT dan keluarga yaitu anak, orang tua atau mertua terkait keluarga ang mengikuti kegiatan Jama’ah BKMT. Sumber data sekunder yang digunakan meliputi jurnal, artikel dan buku. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara dan dokumentasi. Sedangkan teknik analisis data menggunakan tiga cara yaitu reduksi data, penyajian data dan simpulan atau verifikasi. Dalam penelitian ini teknik penjamin keabsahan data menggunakan teknik trianggulasi sumber. Hasil penelitian yang penulis temukan adalah BKMT sanagat bermanfaat bagi pasangan dan keluarga, yaitu dapat menambah pemahan Agamadalam suatu keluarga, namun BKMT berdapak juga tidak terpenuhinya antara hak dan kewajiban suami/istri pada pasangan yang mengikuti Jama’ah BKMT yang menyebabkan rumah tangganya menjadi tidak harmonis. Bagi keluarga kegitatan Jama;ah BKMT sangat bermanfaat, terutama menigkatkan pemahaman Agama bagi suatu keluarga, namun juga berdampak terhadap suatu keluarga ketika tidak terpenuhi hak dan kewajiabanya dalam keluarganya ketika melaksanakan kegiatan Jama’ah BKMT. Analisis keharmonisan rumah tangga terkait kegiatan Jama’ah BKMT yang dilakukan oleh pasangan baik suami atua isti dan keluarga baik, anak, orang tua ataupun mertua yaitu terganggunya fungsi-fungsi keluarga untuk menjadi keluarga yang harmonis.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Dinamika Problematika Kehidupan Pasangan Pernikahan Dini Dan Implikasi Layanan Konseling Keluarga Dalam Mengatasinya Di Kecamatan Simpang Kiri

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Pokok permasalahan dalam tesis ini adalah dinamika problem kehidupan pasangan pernikahan dini di kecamatan Simpang Kiri. Tujuan penelitian ini adalah untuk menemukan dinamika materi dan immateri pasangan pernikahan dini. Penelitian ini merupakn penelitian kualitatif, teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara dan dokumentasi terhadap lima pasangan pernikahan dini sebagai informan. Teknik penjaminan keabsahan melalui reduksi, display, dan penarikan kesimpulan atau verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pasangan pernikahan dini menghadapi berbagai problematika, baik yang bersifat materi maupun immateri. Temuan penelitian pada dinamika problem materi dan immateri adalah belanja dapur bergantung pada orangtua, konflik peran, kurangnya keterbukaan pasangan, kecemasan menjalani pernikahan, menyesal dan malu, dan tidak siap mental menjalani pernikahan. Berbagai pendekatan konseling, seperti Konseling Keluarga Struktural, Behavioral, Gestalt, dan Cognitive Behavior Therapy (CBT), dianggap penting untuk membantu pasangan mengelola konflik, meningkatkan kematangan emosional dan finansial, serta memperbaiki komunikasi.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Problematika Penetapan Nasab Dari Asal-Usul Anak Dalam Perkawinan Tidak Tercatat (Studi Putusan Hakim Pengadilan Agama Se-Sumatera Barat)

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

RATASYA RAMADHANI, NIM. 2130201062. Judul: “Problematika Penetapan Nasab Dari Asal-Usul Anak Dalam Perkawinan Tidak Tercatat (Studi Putusan Hakim Pengadilan Agama Se-Sumatera Barat)”, Program studi Hukum Keluarga (Ahwal Al-Syakhshiyyah), Fakultas Syariah, Universitas Islam Negeri (UIN) Mahmud Yunus Batusangkar, Tahun 2025. Persoalan dalam penelitian ini adalah bagaimana bentuk putusan hakim dalam penetapan nasab dari asal-usul anak di Pengadilan Agama Se-Sumatera Barat, dan apa dasar pertimbangan hakim terhadap perbedaan pendapat (dissenting opinion) hakim Pengadilan Agama Se-Sumatera Barat. Tujuan dari penelitian adalah untuk mendeskripsikan bentuk putusan hakim dalam penetapan nasab dari asal-usul anak di Pengadilan Agama Se-Sumatera Barat, dan menganalisis dasar pertimbangan terhadap perbedaan pendapat (dissenting opinion) hakim Pengadilan Agama Se-Suamatera Barat. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian yuridis normatif dengan menggunakan analisis data. Sumber data digunakan adalah sumber data sekunder terdiri dari bahan hukum primer yaitu putusan Pengadilan Agama Se-Sumatera Barat, Undang-Undang Perkawinan, KHI dan Putusan MK Nomor 46/PUUVIII/2010. Kemudian bahan hukum sekunder yaitu artikel, jurnal dan sumber lain yang berkaitan. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah mengumpulkan dokumen-dokumen putusan yang berkaitan, lalu dilakukannya analisis putusan. Teknik analisis data yang digunakan adalah pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan kesimpulan atau verifikasi. Teknik penjamin keabsahan data yang digunakan adalah triangulasi metode dan triangulasi sumber. Hasil pertama dari penelitian ini adalah bahwa ditemukan 16 putusan yang berkaitan dengan nasab dari asal-usul anak dalam perkawinan tidak tercatat. Dari 16 putusan ini terdapat dua bentuk: Pertama, 12 putusan hakim tidak berbeda pendapat (dissenting opinion). Kedua, 4 putusan hakim berbeda pendapat (dissenting opinion). Temuan hasil kedua yaitu dasar pertimbangan hakim yang berbeda pendapat (dissenting opinion) pada putusan nomor 355/Pdt.P/2021/PA.Talu dan putusan nomor 07/Pdt.P/2022/PA.Talu, 2 hakim menerima, karena sesuai pasal 14 sampai 44 KHI bahwa perkawinan sah jika telah memenuhi rukun dan syarat, dan anak dari perkawinan fasid sama nasabnya dengan anak perkawinan sah. Adapun putusan nomor 300/Pdt.P/2021/PA.Talu, 2 hakim menerima karena berdasarkan putusan MK nomor 46/PUU-VIII/2010 bahwa anak yang dilahirkan di luar perkawinan sah mempunyai hubungan perdata dengan ibunya dan keluarga ibunya serta dengan ayah biologisnya dibuktikan dengan ilmu pengetahuan dan teknologi. Dari 3 putusan di atas, 1 hakim menolak dengan dalil permohonan tidak jelas(kabur) karena para pemohon telah mengubah pokok permohonan (pasal 127 Rv). Sedangkan putusan nomor 173/Pdt.P/2021/PA.Talu, 2 hakim menolak karena para ulama sepakat bahwa batas minimal kehamilan 6 bulan setelah perkawinan sah. 1 hakim yang menerima, karena berdasarkan pasal 42 Junto pasal 99 KHI dan pasal 43 UU perkawinan bahwa anak sah adalah anak yang dilahirkan akibat perkawinan yang sah.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Problematika poligami tidak tercatat di kenagarian koto tuo kecamatan Harau kabupaten 50 kota dampaknya terhadap keharmonisan keluarga

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

DINA RIFANI PUTRI, NIM. 2030201022. Judul Skripsi “PROBLEMATIKA POLIGAMI TIDAK TERCATAT DI KENAGARIAN KOTO TUO KECAMATAN HARAU KABUPATEN 50 KOTA DAMPAKNYA TERHADAP KEHARMONISAN KELUARGA”. Program Studi Hukum Keluarga (Ahwal Al-Syakhshiyah), Fakultas Syariah, Universitas Islam Negeri Mahmud Yunus Batusangkar, Tahun 2025. Pokok permasalahan dalam skripsi adalah penyebab pasangan poligami tidak tercatat di Kenagarian Koto Tuo Kecamatan Harau Kabupaten 50 Kota. Tujuan penelitian mengetahui apa penyebab dan dampak terjadinya poligami tidak tercatat di Kenagarian Koto Tuo Kecamatan Harau Kabupaten 50 Kota. Jenis Penelitian ini adalah penelitian lapangan yaitu memahami dan meggambarkan secara rinci bentuk serta karakteristik yang terkait dengan poligami tidak tercatat di Kenagarian Koto Tuo Kecamatan Harau Kabupaten 50 Kota dampaknya: dengan cara melihat fenomena yang terjadi di lapangan. Memakai sumber data primer dan sumber data sekunder. Teknik pemgumpulan data melalui observasi dan wawancara. Teknik menggunakan teori Miles & Huberman . Masalah yang dihadapi suami sebelum melakukan poligami tidak tercatat di Kenagarian Koto Tuo, Kecamatan Harau, Kabupaten 50 Kota: istri tidak menghormati suami, istri suka marah-marah dan istri kurang melayani suami. Dampak dari poligami tidak tercatat terhadap keharmonisan terhadap suami: sikap istrinya sudah mulai berubah kepada suaminya, sampai tidak mau melayani suami dan juga anak mulai menjarak dengan ayahnya setelah anak tau ayahnya memiliki istri baru dan ada anak tiri, suami bisa langsung berpaling ke perempuan lain dengan mencari kenyamanan dengan perempuan lain lalu melakukan poligami tidak tercatat. Terhadap istri pertama: istri merasa terpuruk, sakit hati dan kecewa terhadap apa yang telah dilakukan oleh suaminya dan anak mereka sudah menjadi salah langkah, sekarang malah lebih sering durhaka sama orang tua dan bahkan sudah berani mencoba meminum minuman keras. Terhadap anak: anak merasa kurang kasih sayang dari bapaknya, anak kekurangan nafkah dari bapaknya, anak jadi benci kepada bapaknya, hilangnya rasa kepercayaan terhadap laki-laki, kurangnya disayang , diperhatikan serta timbul rasa trauma pada anak serta fikiran dan mental anak menjadi kacau karena tau bapaknya memiliki keluarga baru.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Problematika Guru PAI dalam Mengimplementasikan kurikulum Merdeka di MTsN 6 Tanah Datar

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Dita Ilham Driani, NIM: 1730101028. Judul skripsi: “Problematika Guru PAI dalam Mengimplementasikan Kurikulum Merdaka di MTsN 6 Tanah Datar”,Program Studi Pendidikan Agama Islam, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan,, Universitas Islan Negeri (UIN) Mahmud Yunus Batusangkar Tahun 2024. Penelitian ini dilatar belakangi dengan adanya kebijakan baru dari pemerintah pusat khususnya pada bidang pendidikan dan kebudayaan serta perubahan akar inti dalam ranah pendidikan yaitu kurikulum yang awalnya menggunakan sistem kurikulum tiga belas atau KURTILAS diganti menjadi Kurikulum Merdeka yang tentunya membutuhkan perhatian bagaimana dalam perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasinya. Perubahan penerapan kurikulum sudah hampir merata di Kabupaten Tanah Datar baik dari tingkatan sekolah dasar, sekolah menengah pertama, dan sekolah menengah atas. Oleh karena itu, dibutuhkan sebuah penelitian melalui wawancara dan observasi untuk mengetahui problematika dalam mengimplementasikan atau penerapan kurikulum merdeka oleh guru PAI khususnya oleh guru PAI di MTsN 6 Tanah Datar. Jenis penelitian yang digunakan adalah analisis kualitatif deskriptif, dengan metode penelitian field research atau penelitian lapangan. Sumber data primer dalam penelitian ini adalah guru PAI yang mengajar kelas VII di MTsN 6 Tanah Datar sebanyak 4 orang, yaitunya satu orang guru fikih, satu orang guru quran hadits, satu orang guru akidah akhlak dan satu orang guru sejarahkebudayaan islam. Pengumpulan data peneliti menggunakan teknik wawancara dan teknik dokumentasi untuk mendukung hasil penelitian. Berdasarkan hasil penelitian, dapat diketahui bahwa Problematika yang dihadapi guru dalam perencanaan pembelajaran yaitu kurangnya sosialisasi pemerintah terkait implementasi kurikulum merdeka dan kurangnya kerjasama antar guru sehingga format modul ajar yang dibuat berbeda-beda. Guru dalam perencanaan pembelajaran pada kurikulum merdeka menyesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan peserta didik, guru dberi kebebasan dalam menggunakan metode dan model pembelajaran, dan tujuan pembelajaran lebh ditargetkan kepada pemahaman peserta didik terhadap materi. Guru dalam melaksanakan pembelajaran berdasarkan kurikulum merdeka sesuai dengan rancangan awal, namun terkadan dalam situasi tertentu tdak berjalan dengan semestinya. Sarana dan prasarana yang tersedia disekolah tidak mencukupi.berdasarkan observasi yang dilakukan untuk kegiatan pembuka, guru tidak memberikan motivasi yang dapat memancing semangat peserta didik, dan guru juga tidak menyampaikan tujuan pembelajaran yang akan dicapai pada peserta didik. Dalam pembelajaran dalam kelompok yang sudah dibentuk oleh guru, masih ada peserta didik yang kurang bertanggung jawab dalam menyelesaikan tugasnya. Guru dalam mengevaluasi pembelajaran berdasarkan kurikulum merdeka terdapat kendala dalam penilaian awal, yang mana menilaian awal hanya dilakukan di awal semester untuk menentukan kemampuan siswa, hal ini tentunya tidak dapat menilai aspek lain yang dapat menilai kesulitan peserta didik. Penilaian dalam pemeblajaran dilakukan berdasarkan rancana awal, yaitu dengan melakukan tes, guru memberika soal berupa essay ataupun objektif terkait materi diakhir pembelajaran, namun tak jarang penilaian ini tidak terlaksana karena waktu pelajaran, kondisi peserta didik, dll.berdasarkan rancangan perencanaan diakhir pembelajaran guru meberikan penilaian akhir, dan akan ada perbaikan bagi peserta didik yang tidak memenuhi batas KKTP, mengadakan pengayaan bagi peserta didik yan sudah memenuhi batas KKTP.

2 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Problematika Siswa dalam Pembelajaran Sejarah Kebudayaan Islam (SKI) di MTsN 2 Sijunjung

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Fauzana Ifdha Hanum, NIM. 2030101107. Judul skripsi “Problematika Siswa dalam Pembelajaran Sejarah Kebudayaan Islam (SKI) di MTsN 2 Sijunjung” Prodi Pendidikan Agama Islam (PAI), Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, Universitas Islam Negeri (UIN) Mahmud Yunus Batusangkar, 2024. Penelitian ini dilakukan di sekolah MTsN 2 Sijunjung yang berada di dekat domisili peneliti. Pokok permasalahan dalam penelitian ini adalah problematika siswa dalam pembelajaran Sejarah Kebudayaan Islam (SKI) di MTsN 2 Sijunjung. Adapun tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mendeskripsikan problematika siswa dalam penguasaan materi SKI kelas VII.2 semester II dan untuk mendeskripsikan problematika siswa dalam mengikuti pembelajaran SKI terkait strategi dan metode yang dilaksanakan guru kelas VII.2 semester II di MTsN 2 Sijunjung. Jenis penelitian adalah bersifat penelitian lapangan (field research) dengan metode deskriptif melalui pendekatan kualitatif. Dilakukan di sekolah MTsN 2 Sijunjung. Sumber data meliputi Kepala Sekolah MTsN 2 Sijunjung, guru bidang studi Sejarah Kebudayaan Islam dan siswa/i kelas VII.2. Teknik pengumpulan data dengan observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik penjamin keabsahan data meliputi teknik triangulasi dan pengamatan yang tekun.Teknik analisis data berupa reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan bahwa kondisi kelas pembelajaran SKI belum kondusif dan belum berpusat pada siswa. Dalam hal ini difokuskan pada penguasaan materi siswa pada bab sejarah Khulafaur Rasyidin, sejarah Daulah Umayyah dan sejarah Kepemimpinan khalifah Umar bin Abdul Aziz hasil yang didapat siswa tidak menguasai materi SKI dengan baik, siswa kesulitan memahami penjelasan dari guru, latar belakang pendidikan siswa, dan keterbatasan bahan ajar hal ini berlanjut pada siswa belum dapat menjawab pertanyaan yang diberikan guru, siswa belum dapat menyelesaikan latihan yang diberikan guru, siswa merasa jenuh membaca materi, siswa merasa lelah mencatat materi, siswa kesulitan menghafal materi, serta siswa belum dapat mengamalkan ibrah dari sikap keteladanan para tokoh. Lalu permasalahan yang dilalui siswa ketika mengikuti pelajaran SKI terkait strategi dan metode yang dilaksanakan guru meliputi strategi dan metode yang monoton, persepsi siswa terhadap pembelajaran SKI, siswa kurang konsentrasi, siswa kurang berpatisipasi, tidak terlihat aktif serta siswa sibuk dengan kegiatan masing-masing ketika guru menjelaskan materi.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Problematika Guru Kelas dalam melaksanakan konseling individual di SDN Se-Nagari Simawang

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Mita Cania Putri, NIM. 2030108041, Judul Skripsi: Problematika Guru Kelas Dalam Melaksanakan Konseling Individual di SDN Se- Nagari Simawang. Program Studi Bimbingan Konseling Fakultas Tarbiyah Dan Ilmu Keguruan, Universitas Islam Negeri Mahmud Yunus Batusangkar. Masalah pokok dalam penelitian ini adalah problematika guru kelas dalam melaksanakan konseling individual di SDN se-nagari simawang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui problematika internal dan eksternal yang dihadapi guru kelas dalam melaksanakan konseling individual di sekolah dasar. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif yang bersifat deskriptif. Teknik pengumpulan data yang peneliti gunakan adalah melalui wawancara. Sumber data primer dalam penelitian ini adalah 8 orang guru kelas dengan data sekundernya meliputi buku-buku atau literatur yang relevan. Teknik analisis dan interprestasi data dari penelitian ini adalah reduksi data, display data, dan kseimpulan/verifikasi data. Teknik penjaminan keabsahan data ini adalah triangulasi sumber. Dari hasil penelitian yang dilakukan di lapangan terdapat beberapa problematika internal dan eksternal guru kelas dalam melaksanakan konseling individual di sekolah dasar. Problematika internal guru kelas dalam melaksanakan konseling individual di sekolah dasar yang peneliti temukan yaitu guru kelas kurang pemahaman, pengetahuan/wawasan, keterampilan dalam layanan konseling individual yang terbatas, kepercayaan diri yang rendah, serta tantangan yang dihadapi guru kelas dan waktu dalam pelaksanaan konseling individual, impilikasi temuan ini untutk pengembangan professional guru kelas dalam kontek konseling individual dan rekomendasi untuk meningkatkan dukungan bagi guru kelas. Adapun problematika eksternal guru kelas dalam melaksanakan konseling individual terdapat beberapa guru kelas tidak pernah mengikuti pelatihan mengenai bimbingan dan konseling, pihak sekolah menyediakan wadah terkait wawasan guru kelas memahami layanan konseling individual di sekolah dasar, adapun belum adanya sarana prasarana seperti ruangan khusus untuk pelaksanaan layanan konseling individual, kuranng kerja sama dengan tenaga pendidik lainnya, dan pihak sekolah kurang memfasilitasi untuk perkembangan dan pengetahuan guru kelas dalam pelaksanaan konseling individual ini.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Problematika Guru Pendidikan Agama Islam dalam Membiasakan Shalat Fardhu Berjamaah pada Siswa di SMPN 04 Payakumbuh

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Pokok permasalahan dalam SKRIPSI adalah kurangnya kebiasaan siswa kelas VII 2 dalam melaksanakan shalat berjamaah, masih banyak siswa kelas VII 2 yang meninggalkan shalat tanpa merasa bersalah. Mengingat pentingnya perkara ini, maka perlu adanya upaya yang sungguh-sungguh dari pihak sekolah, terutama guru pendidikan agama islam yang tentunya menjadi sorotan terhadap keagamaan siswa, untuk membiasakan siswa melaksanakan shalat wajib berjamaah di SMPN 04 Payakumbuh. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian lapangan (field research). Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif yaitu penelitian yang mendeskripsikan kejadian dilapangan, sebagaimana yang ada di lokasi penelitian. teknik pengumpulan data menggunakan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan teknik reduksi data, teknik penyajiaan data,dan teknik penarikan kesimpulan. Selanjutnya untuk melihat keabsahan data, penulis menggunakan teknik triangulasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa adanya upaya guru Pendidikan Agama Islam yang cukup baik dalam Membiasakan pelaksanaan sholat dzuhur berjamaah di SMPN 04 Payakumbuh. Hal ini dapat dilihat dari upayanya yaitu memberikan contoh atau teladan, memberikan nasehat (mauidloh), membiasakan, serta menegakkan kedisiplinan kepada siswa untuk dapat terbiasa menjalankan ibadah sholat duhur berjamaah. Kemudian dalam hal ini faktor pendukung adalah adanya kerjasama yang baik antara guru PAI dan guru Mapel yang lain, ada tata tertib sekolah sedangkan faktor penghambat adalah kurangnya pemahaman siswa terhadap pentingnya sholat berjamaah, prilaku siswa, fasilitas air yang kurang dan tindak lanjut pengawasan dari lingkungan keluarga masih kurang.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Problematika Akhlak Siswa dalam Proses Pembelajaran di Jurusan IPS SMAN 1 Sawahlunto

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Tiya Nafiza Hasanah, NIM 2030101080 (2024), Judul Skripsi “Problematika Akhlak siswa Dalam Proses Pembelajaran di Jurusan IPS SMAN 1 Sawahlunto” Program Studi Pendidikan Agama Islam, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan Universitas Islam Negeri Mahmud Yunus Batusangkar. Pokok permasalahan dalam SKRIPSI adalah problematika yang ada pada jurusan IPS di SMAN 1 Sawahlunto khususnya pada kelas XII IPS di SMAN 1 Sawahlunto. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskrpsikan problematika siswa dalam proses pembelajaran di kelas XII IPS di SMAN 1 Sawahlunto dan mendeskripsikan faktor yang menyebabkan siswa memiliki akhlak yang mazmumah di kelas XII IPS di SMAN 1 Sawahlunto. Penelitian ini fokus kepada siswa kelas XII IPS di SMAN 1 Sawahlunto. Jenis penelitian yang peneliti gunakan adalah jenis penelitian kualitatif dengan metode deskriptif kualitatif terhadap subjek penelitian yang terdapat di lapangan dan di peroleh data dari wawancara. Penelitian ini menggambarkan problematika akhlak siswa yang terjadi di kelas XII IPS di SMAN 1 Sawahlunto. Teknik pengumpulan data melalui observasi dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) Pada saat pembukkaan pembelajaran siswa banyak yang acuh tak acuh. Pada saat kegiatan inti pembelajaran banyak dari siswa yang memiliki akhlak mazmumah seperti: kurang sopan sopan kepada guru, tidak menghargai dan mengormati guru, tidak mengerjakan tugas, mengobrol dan tidak fokus terhadap pelajaran bermain handphone ketika belajar. Pada kegiatan penutup siswa bersemangat karena ingin cepat keluar. 2) Fator terjadinya akhlak yang buruk adalah dari faktor internal yaitu diri sendiri. Faktor eksternal : Faktor Keluarga, Lingkungan Pertemanan ( pergaulan bebas),Pengaruh Handphone.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Problematika Implementasi Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila Pada Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti di SMPN 4 Kubung Kabupaten Solok

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

RAHMATUL FAUZA, NIM 2030101029, Judul Skripsi: “PROBLEMATIKA IMPLEMENTASI PROYEK PENGUATAN PROFIL PELAJAR PANCASILA PADA MATA PELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DAN BUDI PEKERTI DI SMPN 4 KUBUNG KABUPATEN SOLOK”, Program Studi Pendidikan Agama Islam, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan Universitas Islam Negeri (UIN) Mahmud Yunus Batusangkar 2024. Pokok permasalahan dalam skripsi ini adalah SMPN 4 Kubung Kabupaten Solok mengalami problematika dalam Implementasi Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila Pada Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti. Penulis ingin mendeskripsikan bagaimana problematika implementasi Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila, khususnya pada pembelajaran PAI. Mulai dari aspek perencanaan, aspek pelaksanaan, aspek evaluasi pembelajaran. Kurikulum baru di sekolah mengharuskan pihak sekolah untuk beradaptasi dalam implementasinya dan tidak akan terlepas dari problematika. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi dari problematika implementasi Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila Pada Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti di SMPN 4 Kubung Kabupaten Solok. Jenis Penelitian ini adalah penelitian lapangan (field research) dengan metode deskriptif kualitatif. Sumber data yang digunakan adalah guru mata pelajaran Pendidikan Agama Islam, kepala sekolah, dan peserta didik kelas 7 dan 8 di SMPN 4 Kubung Kabupaten Solok. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah dengan cara observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data dengan reduksi data, penyajian data dan verifikasi data. Teknik keabsahan data dengan triangulasi yakni triangulasi sumber. Berdasarkan penelitian yang penulis lakukan dapat disimpulkan bahwa 1) Problematika guru dalam aspek perencanaan yaitu menyusun rencana pembelajaran antara lain guru Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti masih kurang memahami konsep kurikulum merdeka dan kurangnya pelatihan dalam menyusun modul ajar, serta guru kurang mampu menentukan metode yang cocok dalam proses belajar mengajar. 2) Problematika guru dalam aspek pelakasanaan yaitu Keterbatasan fasilitas dan ruang kelas, serta kekurangan buku paket, menjadi kendala untuk pelayanan siswa. Guru dan siswa belum siap menerapkan kurikulum merdeka karena kendala penggunaan teknologi dan kurangnya sarana sekolah yang memadai. Kemudian, kesulitan untuk mengatur waktu pembelajaran P5 karena waktunya terbatas. Selanjutnya guru kesulitan memvariasikan metode sehingga masih sering menggunakan metode ceramah. Kemudian dalam menerapkan elemen dari P5 guru kesulitan dalam menerapkannya karena sikap dari peserta didik belum mencerminkan nilai-nilai pancasila. 3) Problematika dalam aspek evaluasi yaitu guru terfokus kepada asesmen tertulis dan lisan saja, pelaksanaan asesmen terbatas tugas dan tanggung jawab guru banyak. Guru belum menggunakan aplikasi khusus dalam proses evaluasi pembelajaran karena lebih banyak ke manual saja.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

KETAHANAN KELUARGA TERHADAP PROBLEMATIKA RUMAH TANGGA DI NAGARI PANINJAUAN KECAMATAN X KOTO

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Zikra Fadhila Fitri, NIM 1930201081 Judul Skripsi Ketahanan Keluarga Terhadap Problematika Rumah Tangga Di Nagari Paninjauan, Kecamatan X Koto Program Studi Hukum Keluarga (Ahwal Al Syakhshiyah), Fakultas Syariah Universitas Islam Negeri (UIN) Mahmud Yunus Batusangkar 2024. Pokok permasalahan dalam skripsi ini adalah ketahanan keluarga terhadap problematika rumah tangga di Nagari Paninjauan Kecamatan X Koto. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui problematika serta ketahanan keluarga dalam rumah tangga suami yang kurang bertanggung jawab di Nagari Paninjauan Kecamatan X Koto. Jenis penelitian adalah penelitian lapangan (field research), dengan menggunakan metode kualitatif, dilakukan di Nagari Paninjauan Kecamatan X Koto. Adapun sumber data yang digunakan dalam penelitian ini adalah suami yang kurang bertanggung jawab terhadap keluarga, istri dan anggota keluarga. Data dikumpulkan dengan cara wawancara dan dokumentasi. Analisis data menggunakan teori Milles dan Huberman dengan cara pengumpulan data, reduksi data, penyajian data serta verifikasi. Teknik keabsahan data menggunakan triangulasi sumber. Adapun hasil penelitian ini adalah, ada beberapa problem yang terjadi dalam rumah tangga disebabkan kurangnya tanggung jawab suami dalam menjalankan kewajibannya terhadap keluarga, diantaranya persoalan nafkah, persoalan anak, perbedaan pendapat, kurangnya komunikasi, kurangnya kepedulian suami kepada istri. Ketahanan keluarga dalam rumah tangga disebabkan kurangnya tanggung jawab suami terhadap keluarga sebagian besar indikatornya masih terpenuhi, dan sebagian kecil belum terpenuhi disebabkan adanya problematika yang terjadi dalam rumah tangga. Namun, pemenuhan indikator ketahanan keluarga yang belum terpenuhi dibantu oleh pihak ketiga seperti keluarga, tetangga dan bantuan dari pemerintah. Walaupun ada beberapa problem yang terjadi dalam rumah tangga, namun keluarga mereka tetap utuh dan bertahan. Solusi pasangan dalam menjaga ketahanan keluarga adalah dengan menyelesaikan permasalahan secara kekeluargaan dan secara adat, terlebih dahulu diselesaikan oleh pasangan itu sendiri, jika tidak mampu maka selanjutnya meminta bantuan kepada pihak ketiga untuk menyelesaikannya, dalam hal ini orang tua dan mamak agar permasalahannya dapat terselesaikan dan rumah tangga tetap utuh.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Problematika Implementasi Kurikulum Merdeka Pada Mata Pelajaran Pendidikan Pancasila Kelas 4 di SDN 08 Sungai Tarab

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Esha Okta Raudha, NIM 1930111021 Tahun 2023, Judul Skripsi : “Problematika Implementasi Kurikulum Merdeka Pada Mata Pelajaran Pendidikan Pancasila Kelas 4 di SDN 08 Sungai Tarab”. Jurusan Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan , Universitas Islam Negeri (UIN) Mahmud Yunus Batusangkar. Penelitian ini dilatar belakangi oleh temuan problematika implementasi kurikulum merdeka pada mata pelajaran pendidikan pancasila kelas 4 di SDN 08 Sungai Tarab. Tujuan penelitian ini adalah adalah untuk mendeskripsikan problematika dalam perencanaan, pelaksanaan dan Assesmen dalam implementasi kurikulum merdeka pada mata pelajaran pendidikan pancasila kelas 4 di SDN 08 Sungai Tarab. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Penelitian ini dilakukan di SDN 08 Sungai Tarab, subjek dalam penelitian ini adalah guru kelas 4 SDN 08 Sungai Tarab.Instrumen dalam penelitian ini adalah peneliti sendiri dengan menggunakan pedoman observasi, pedoman wawancara dan pedoman studi dokumentasi. Teknik pengumpulan data yang peneliti gunakan adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Pengolahan data dilakukan secara deskriptif kualitatif, kemudian diuraikan serta melakukan klasifikasi terhadap aspek masalah tertentu dan memaparkan melalui kalimat yang efektif. Berdasarkan hasil penelitian yang peneliti lakukan di lapangan dapat disimpulkan bahwa ada tujuh macam perencanaan yang akan dilakukan guru sebelum melakukan pembelajaran yang diantaranya adalah (1) menganalisis capaian pembelajaran untuk menyusun tujuan pembelajaran alur tujuan pembelajaran (2) perencanaan dan pelaksanaan asesmen diagnostik (3) mengembangkan modul ajar (4) penyesuaian pembelajaran dengan tahap capaian dan karakteristik siswa (5) perencanaan, pelaksanaan dan pengolahan Asesmen formatif dan sumatif (6) pelaporan kemajuan belajar (7) evaluasi pembelajaran dan asesmen. Adapun problematika implementasi kurikulum merdeka dalam perencanaan adalah guru kesulitan memahami perangkat pembelajaran berbasis kurikulum merdeka terdiri dari modul ajar, tujuan pembelajaran, ATP dan Asesemen. Sedangkan dari pelaksanaan problematika yang dihadapi guru adalah kesulitan guru dalam menggunakan media karena terhambat dari sarana dan prasarana yang belum memadai. Sedangkan kesulitan dari Asesmen adalah mengolah nilai siswa di dalam aplikasi yang sudah disediakan oleh pemerintah. Kata kunci : problematika, impelementasi kurikulum merdeka, pendidikan pancasila

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Problematika Pengelompokan siswa kelas Unggul dan Kelas Reguler pada Mata Pelajaran PAI Di SMP Negeri 2 Gunung Talang

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK INDAH KURNIATI, NIM:1930101077, Judul Skripsi “Problematika Pengelompokan Siswa Kelas Unggul Dan Kelas Reguler Pada Mata Pelajaran Pai Di Smp Negeri 2 Gunung Talang”. Jurusan Pendidikan Agama Islam Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, universitas Islam Negeri(UIN) Mahmud Yunus Batusangkar. Pokok permasalahan dalam skripsi ini adalah SMP Negeri 2 Gunung Talang yang menerapkan program pengelompokan siswa kelas unggul dan reguler yang bedampak pada guru dan siswa. Penelitian ini diangkat dengan tujuan untuk untuk melihat problematika pengelompokan siswa kelas unggul dan reguler pada mata pelajaran PAI dari aspek guru dan siswa di SMP Negeri 2 gunung Talang. Jenis penelitian ini adalah menggunakan penelitian lapangan dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara dan pengumpulan dokumentasi berupa dokumen-dokumen pendukung penelitian. Pengolahan data dilakukan secara deskriptif kualitatif, kemudian diuraikan berdasarkan permasalahan yang terjadi di lapangan dengan menggunakan kalimat yang efektif dan mudah dimengerti. Dalam hal ini peneliti mewawancarai informan dari guru PAI dan 6 orang siswa yang terdiri dari 3 orang siswa unggul dan 3 orang siswa reguler kelas VIII SMP Negeri 2 Gunung Talang. Hasil penelitian yang didapat adalah program pengelompokan siswa kelas unggul dan reguler pada mata pelajaran PAI di SMP Negeri 2 Gunung Talang terdapat problematika dari aspek guru dan juga siswa. 1) Aspek gur; sebelum melaksanakan proses pembelajajran tentunya seorang guru harus menyiapkan perangkat pembelajarannya. Salah satunya modul ajar, dalam hal ini guru menggunakan modul ajar yang saam untuk kelas unggul dan reguler. Hal ini tidak sesuai dengan prinsip yang ada dalam kurikulum merdeka, dalam perancangan kegiatan pembelajaran harus disesuaikan dengan kebutuhan dan tingkat kemampuan siswa. Hal ini juga akan berdampak pada siswa yang berakibat tidak tercapainya tujuan pembelajaran secara maksimal. Seterusnya penyampaian materi tidak maksimal lagi oleh guru, penggunaan media dan kurangnya motivasi terhadap siswa yang ada dikela reguler sehingga terjadila deskriminasi dengan membanding-bandingkan siswa unggul dan reguler. 2) Aspek siswa: akibat salah satunya kelompok siswa diutamakan oleh guru membuatnya menjadi sombong. Ini merupakan karakter yang tidak disenangi dan dibenci dalam ajaran islam. Sehingga berdapak pada satu kelompok lainnya yang akan menjadi minder. Didukung lagi dengan perhatian tenaga pendidik yang kurang terhadap siswa reguler ini , dan interaksi sosial anatara kedua kelompok ini menjadi tidak baik begutu juga keterampilan komunikasinya.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail