Problematika poligami tidak tercatat di kenagarian koto tuo kecamatan Harau kabupaten 50 kota dampaknya terhadap keharmonisan keluarga
DINA RIFANI PUTRI, NIM. 2030201022. Judul Skripsi “PROBLEMATIKA POLIGAMI TIDAK TERCATAT DI KENAGARIAN KOTO TUO KECAMATAN HARAU KABUPATEN 50 KOTA DAMPAKNYA TERHADAP KEHARMONISAN KELUARGA”. Program Studi Hukum Keluarga (Ahwal Al-Syakhshiyah), Fakultas Syariah, Universitas Islam Negeri Mahmud Yunus Batusangkar, Tahun 2025. Pokok permasalahan dalam skripsi adalah penyebab pasangan poligami tidak tercatat di Kenagarian Koto Tuo Kecamatan Harau Kabupaten 50 Kota. Tujuan penelitian mengetahui apa penyebab dan dampak terjadinya poligami tidak tercatat di Kenagarian Koto Tuo Kecamatan Harau Kabupaten 50 Kota. Jenis Penelitian ini adalah penelitian lapangan yaitu memahami dan meggambarkan secara rinci bentuk serta karakteristik yang terkait dengan poligami tidak tercatat di Kenagarian Koto Tuo Kecamatan Harau Kabupaten 50 Kota dampaknya: dengan cara melihat fenomena yang terjadi di lapangan. Memakai sumber data primer dan sumber data sekunder. Teknik pemgumpulan data melalui observasi dan wawancara. Teknik menggunakan teori Miles & Huberman . Masalah yang dihadapi suami sebelum melakukan poligami tidak tercatat di Kenagarian Koto Tuo, Kecamatan Harau, Kabupaten 50 Kota: istri tidak menghormati suami, istri suka marah-marah dan istri kurang melayani suami. Dampak dari poligami tidak tercatat terhadap keharmonisan terhadap suami: sikap istrinya sudah mulai berubah kepada suaminya, sampai tidak mau melayani suami dan juga anak mulai menjarak dengan ayahnya setelah anak tau ayahnya memiliki istri baru dan ada anak tiri, suami bisa langsung berpaling ke perempuan lain dengan mencari kenyamanan dengan perempuan lain lalu melakukan poligami tidak tercatat. Terhadap istri pertama: istri merasa terpuruk, sakit hati dan kecewa terhadap apa yang telah dilakukan oleh suaminya dan anak mereka sudah menjadi salah langkah, sekarang malah lebih sering durhaka sama orang tua dan bahkan sudah berani mencoba meminum minuman keras. Terhadap anak: anak merasa kurang kasih sayang dari bapaknya, anak kekurangan nafkah dari bapaknya, anak jadi benci kepada bapaknya, hilangnya rasa kepercayaan terhadap laki-laki, kurangnya disayang , diperhatikan serta timbul rasa trauma pada anak serta fikiran dan mental anak menjadi kacau karena tau bapaknya memiliki keluarga baru.