Problematika Guru PAI dalam Mengimplementasikan kurikulum Merdeka di MTsN 6 Tanah Datar
ABSTRAK Dita Ilham Driani, NIM: 1730101028. Judul skripsi: “Problematika Guru PAI dalam Mengimplementasikan Kurikulum Merdaka di MTsN 6 Tanah Datar”,Program Studi Pendidikan Agama Islam, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan,, Universitas Islan Negeri (UIN) Mahmud Yunus Batusangkar Tahun 2024. Penelitian ini dilatar belakangi dengan adanya kebijakan baru dari pemerintah pusat khususnya pada bidang pendidikan dan kebudayaan serta perubahan akar inti dalam ranah pendidikan yaitu kurikulum yang awalnya menggunakan sistem kurikulum tiga belas atau KURTILAS diganti menjadi Kurikulum Merdeka yang tentunya membutuhkan perhatian bagaimana dalam perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasinya. Perubahan penerapan kurikulum sudah hampir merata di Kabupaten Tanah Datar baik dari tingkatan sekolah dasar, sekolah menengah pertama, dan sekolah menengah atas. Oleh karena itu, dibutuhkan sebuah penelitian melalui wawancara dan observasi untuk mengetahui problematika dalam mengimplementasikan atau penerapan kurikulum merdeka oleh guru PAI khususnya oleh guru PAI di MTsN 6 Tanah Datar. Jenis penelitian yang digunakan adalah analisis kualitatif deskriptif, dengan metode penelitian field research atau penelitian lapangan. Sumber data primer dalam penelitian ini adalah guru PAI yang mengajar kelas VII di MTsN 6 Tanah Datar sebanyak 4 orang, yaitunya satu orang guru fikih, satu orang guru quran hadits, satu orang guru akidah akhlak dan satu orang guru sejarahkebudayaan islam. Pengumpulan data peneliti menggunakan teknik wawancara dan teknik dokumentasi untuk mendukung hasil penelitian. Berdasarkan hasil penelitian, dapat diketahui bahwa Problematika yang dihadapi guru dalam perencanaan pembelajaran yaitu kurangnya sosialisasi pemerintah terkait implementasi kurikulum merdeka dan kurangnya kerjasama antar guru sehingga format modul ajar yang dibuat berbeda-beda. Guru dalam perencanaan pembelajaran pada kurikulum merdeka menyesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan peserta didik, guru dberi kebebasan dalam menggunakan metode dan model pembelajaran, dan tujuan pembelajaran lebh ditargetkan kepada pemahaman peserta didik terhadap materi. Guru dalam melaksanakan pembelajaran berdasarkan kurikulum merdeka sesuai dengan rancangan awal, namun terkadan dalam situasi tertentu tdak berjalan dengan semestinya. Sarana dan prasarana yang tersedia disekolah tidak mencukupi.berdasarkan observasi yang dilakukan untuk kegiatan pembuka, guru tidak memberikan motivasi yang dapat memancing semangat peserta didik, dan guru juga tidak menyampaikan tujuan pembelajaran yang akan dicapai pada peserta didik. Dalam pembelajaran dalam kelompok yang sudah dibentuk oleh guru, masih ada peserta didik yang kurang bertanggung jawab dalam menyelesaikan tugasnya. Guru dalam mengevaluasi pembelajaran berdasarkan kurikulum merdeka terdapat kendala dalam penilaian awal, yang mana menilaian awal hanya dilakukan di awal semester untuk menentukan kemampuan siswa, hal ini tentunya tidak dapat menilai aspek lain yang dapat menilai kesulitan peserta didik. Penilaian dalam pemeblajaran dilakukan berdasarkan rancana awal, yaitu dengan melakukan tes, guru memberika soal berupa essay ataupun objektif terkait materi diakhir pembelajaran, namun tak jarang penilaian ini tidak terlaksana karena waktu pelajaran, kondisi peserta didik, dll.berdasarkan rancangan perencanaan diakhir pembelajaran guru meberikan penilaian akhir, dan akan ada perbaikan bagi peserta didik yang tidak memenuhi batas KKTP, mengadakan pengayaan bagi peserta didik yan sudah memenuhi batas KKTP.