Problematika Guru Kelas dalam melaksanakan konseling individual di SDN Se-Nagari Simawang
Mita Cania Putri, NIM. 2030108041, Judul Skripsi: Problematika Guru Kelas Dalam Melaksanakan Konseling Individual di SDN Se- Nagari Simawang. Program Studi Bimbingan Konseling Fakultas Tarbiyah Dan Ilmu Keguruan, Universitas Islam Negeri Mahmud Yunus Batusangkar. Masalah pokok dalam penelitian ini adalah problematika guru kelas dalam melaksanakan konseling individual di SDN se-nagari simawang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui problematika internal dan eksternal yang dihadapi guru kelas dalam melaksanakan konseling individual di sekolah dasar. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif yang bersifat deskriptif. Teknik pengumpulan data yang peneliti gunakan adalah melalui wawancara. Sumber data primer dalam penelitian ini adalah 8 orang guru kelas dengan data sekundernya meliputi buku-buku atau literatur yang relevan. Teknik analisis dan interprestasi data dari penelitian ini adalah reduksi data, display data, dan kseimpulan/verifikasi data. Teknik penjaminan keabsahan data ini adalah triangulasi sumber. Dari hasil penelitian yang dilakukan di lapangan terdapat beberapa problematika internal dan eksternal guru kelas dalam melaksanakan konseling individual di sekolah dasar. Problematika internal guru kelas dalam melaksanakan konseling individual di sekolah dasar yang peneliti temukan yaitu guru kelas kurang pemahaman, pengetahuan/wawasan, keterampilan dalam layanan konseling individual yang terbatas, kepercayaan diri yang rendah, serta tantangan yang dihadapi guru kelas dan waktu dalam pelaksanaan konseling individual, impilikasi temuan ini untutk pengembangan professional guru kelas dalam kontek konseling individual dan rekomendasi untuk meningkatkan dukungan bagi guru kelas. Adapun problematika eksternal guru kelas dalam melaksanakan konseling individual terdapat beberapa guru kelas tidak pernah mengikuti pelatihan mengenai bimbingan dan konseling, pihak sekolah menyediakan wadah terkait wawasan guru kelas memahami layanan konseling individual di sekolah dasar, adapun belum adanya sarana prasarana seperti ruangan khusus untuk pelaksanaan layanan konseling individual, kuranng kerja sama dengan tenaga pendidik lainnya, dan pihak sekolah kurang memfasilitasi untuk perkembangan dan pengetahuan guru kelas dalam pelaksanaan konseling individual ini.