ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Endri Kurniawan, NIM : 1630106008, Judul Skripsi : ”Pengembangan Instrumen Penilaian Higher Order Thinking Skill(HOTS) Pada Materi Ekosistem Untuk Peserta Didik Kelas X Di SMAN 2 Padang Panjang”, Jurusan Tadris Biologi, Fakulstas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, Institut Agama Islam Negeri Batusangkar, 2020. Pokokpermasalahan dalam penelitian ini adalah dalam proses pembelajaran biologikelas X di SMAN 2 Padang Panjang belum tersedia instrumen soal HOTS sehingga guru masih cenderung memberikan soal yang bertipe LOTS. Pada beberapa materi guru kesulitan mengembangkan soal HOTS karena harus mempertimbangkan kemampuan peserta didik dalam menjawab soal-soal HOTS. Tujuan dari penelitian ini untuk menghasilkan instrumen penilaian Higher Order Thinking Skill (HOTS) pada materi ekosistem untuk peserta didik kelas X SMAN 2 Padang Panjang yang valid. Jenis penelitian adalah penelitian pengembangan atau Research and Development (R&D). Model pengembangan penelitian yang digunakan adalah model pengembangan 4-D, yang terdiri atas empat tahap pengembangan, yaitu define, design, develop, dan disseminate. Pada penelitian ini proses pengembangan yang dilakukan hanya sampai pada tahap develop. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah lembar validasi. Hasil validasi dari validator terhadap seluruh aspek yang dinilai disajikan dalam bentuk tabel dan kemudian akan dianalisis. Seacara keseluruhan instrumen penilaian yang dihasilkan sudah sesuai dengan langkah pengembangan pembuatan soal HOTS.Hasil dari analisis lembar validasi menunjukkan kriteria valid dengan presentase 85.545%.Hasil ini diperoleh dengan menganalisis lembar validasi yang telah di isi oleh validatoryang mencakup aspek materi, konstruksi, HOTS, bahasa dan budaya.
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
DATIA PRAMITA, NIM 1630105009, Judul Skripsi : “Analisis Pemahaman Matematis Peserta Didik SMPN 5 Batusangkar dalam Melakukan Translasi Matematis dari Representasi Grafik ke Repesrentasi Simbolik pada Materi Persamaan Garis Lurus”. Jurusan Tadris Matematika, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Batusangkar. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya translasi matematis bagi peserta didik agar tercapainya tujuan pembelajaran matematika, namun masih banyak peserta didik yang belum paham dalam melakukan translasi matematis tersebut. Hal ini disebabkan oleh kurang diperhatikannya proses dari translasi tersebut. Pokok permasalahan dalam penelitian ini adalah pemahaman matematis peserta didik SMPN 5 Batusangkar dalam melakukan translasi matematis dari representasi grafik ke representasi simbolik pada materi persamaan garis lurus. Tujuan pembahasan ini untuk mengetahui jenis pemahaman yang dilakukan oleh peserta didik dalam melakukan translasi matematis dari representasi grafik ke representasi simbolik. Jenis penelitian yang penulis gunakan adalah kualitatif untuk mendapatkan data-data dari permasalahan yang diteliti. Teknik pengumpulan data yang penulis gunakan adalah tes dan wawancara. Pengolahan data dilakukan secara deskriptif kualitatif, kemudian diuraikan serta melakukan klasifikasi terhadap aspek masalah tertentu dan memaparkan melalui kalimat yang efektif. Dari penelitian yang penulis lakukan dilapangan dapat disimpulkan bahwa pemahaman translasi matematis dari representasi grafik ke representasi simbolik adalah pemahaman yang dimiliki oleh peserta didik dalam melakukan proses perubahan dari bentuk representasi grafik ke bentuk representasi simbolik dalam melakukan proses translasi. Pemahaman translasi matematis dari representasi grafik ke representasi simbolik yang dilakukan oleh peserta didik terdapat tiga jenis pemahaman yaitu 1) Pemahaman translasi instrumental dimana peserta didik menyelesaikan tugas translasi matematis sesuai rumus yang ada tanpa memahaminya. 2) Pemahaman translasi fungsional dimana peserta didik mengkaitkan suatu konsep dalam menyelesaikan tugas translasi matematis serta memahami maksudnya. 3) Pemahaman translasi induktif dimana peserta didik menyelesaikan tugas translasi matematis dengan memisalkan suatu permasalahan serta menyelesaikannya dengan perhitungan yang sederhana. Ketiga pemahaman tersebut dapat diketahui pada proses translasi yakni pada tahap koordinasi awal yang dilakukan oleh peserta didik dalam menyelesaikan tugas translasi matematis.
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK Muhammad Rifki Pratama. NIM 1630106027 (2020). Judul skripsi : “Konstruksi Dan Validasi Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) Pembelajaran Biologi Berbasis Science, Technology, Engineering, Art, and Mathematic (STEAM)”. program studi Pendidikan (Tadris) Biologi Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan IAIN Batusangkar. Permasalahan yang diangkat dalam skripsi ini adalah Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) yang digunakan dalam proses pembelajaran biologi di sekolah belum sesuai dengan tuntutan kurikulum yang berlaku dan tuntutan pembelajaran abad 21. Tujuan penelitian ini adalah untuk menyusun dan menghasilkan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) Pembelajaran Biologi Berbasis Science, Technology, Engineering, Art, And Mathematic (STEAM) yang valid pada materi ekosistem dan perubahan lingkungan. Jenis penelitian yang penulis gunakan adalah jenis penelitian pengembangan atau Research and Development (R&D). Model pengembangan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah model pengembangan 4-D, yang terdiri atas empat tahap pengembangan, yaitu define, design, develop, dan disseminat. Pada penelitian ini hanya sampai pada taham develop. Instrument yang digunakan dalam penelitian ini adalah lembar validasi. Hasil validasi dari validator terhadap seluruh aspek yang dinilai diasajikan dalam bentuk tabel dan kemudian akan dianalsis. Konstruksi LKPD Pembelajaran Biologi Berbasis STEAM dilakukan dengan memperhatikan KI dan KD yang sesui dengan materi pembelajaran Biologi di sekolah pada materi ekosistem dan perubahan lingkungan. Secara keseluruhan LKPD yang dikembangkan sudah valid, dapat dilihat dari LKPD yang dikembangkan sudah memenuhi standar sebuah bahan ajar. Analisis dari lembar validasi LKPD Pembelajaran Biologi Berbasis STEAM oleh validator didasarkan pada lima komponen kelayakan yaitu kelayakan isi, kebahasaan, penyajian, kegrafikan, dan pendekatan STEAM. Dari hasil analisis secara umum adalah 86,12% dengan kategori sangat valid.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
RIEFLI FATMI, NIM. 242012066, Judul tesis “Implementasi Mutu Sekolah Berdasarkan Instrumen Akreditasi Pendidikan Menengah Nomor 246/O/2024: Studi Kasus di SMAN 1 IV Koto Aur Malintang” Program Studi Manajemen Pendidikan Islam, Pascasarjana, Universitas Islam Negeri Mahmud Yunus Batusangkar. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kesenjangan antara hasil akreditasi dan realitas mutu pendidikan, serta riwayat akreditasi B yang dipertahankan SMAN 1 IV Koto Aur Malintang selama tiga periode berturut-turut (2015, 2021, 2026). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi mutu sekolah berdasarkan Instrumen Akreditasi Pendidikan Menengah Nomor 246/O/2024 pada aspek kinerja pendidik, kepemimpinan kepala sekolah, iklim lingkungan belajar, dan hasil pembelajaran peserta didik, serta mengidentifikasi faktor pendukung, penghambat, dan upaya peningkatan mutu berkelanjutan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus tunggal. Data dikumpulkan melalui wawancara semi-terstruktur, observasi langsung, dan studi dokumen, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldaña. Keabsahan data dijamin melalui triangulasi sumber dan metode, member check, serta perpanjangan pengamatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi kinerja pendidik, kepemimpinan kepala sekolah, dan iklim lingkungan belajar secara umum terlaksana secara konsisten, ditandai dengan penerapan pembelajaran berpusat pada peserta didik, supervisi akademik terencana, serta kebijakan sekolah ramah anak dan anti perundungan. Namun demikian, capaian literasi dan numerasi peserta didik masih berada di bawah kompetensi minimum, sementara capaian karakter menunjukkan hasil yang cukup baik. Temuan utama penelitian ini adalah adanya implementation-outcome gap, yaitu kesenjangan antara keterlaksanaan proses yang relatif baik dengan optimalisasi hasil pembelajaran yang belum optimal. Kesenjangan ini disebabkan oleh faktor struktural (keterbatasan sarana, prasarana, dan anggaran), faktor prosedural (belum konsistennya diferensiasi pembelajaran dan tindak lanjut asesmen), serta faktor kultural (budaya data yang belum kuat). Dalam perspektif Manajemen Pendidikan Islam, mutu dapat dipahami sebagai integrasi antara profesionalisme manajerial dan nilai-nilai amanah, shidiq, itqan, ihsan, syura, dan ta'awun. Penelitian ini merekomendasikan penguatan program literasi dan numerasi berbasis data, pengadaan sarana pendukung, serta pengembangan budaya mutu berkelanjutan melalui siklus PPEPP.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK FAUZIAH GUSRI, NIM 242032006, judul tesis “Pengembangan Instrument Evaluasi berbasis Quizlet Sebagai Media Digital Dalam Pembelajaran PAI dan Budi Pekerti Materi Qurban Kelas IX” Program Studi Pendidikan Agama Islam, Program Pascasarjana, Universitas Islam Negeri (UIN) Mahmud Yunus Batusangkar. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan suatu instrumen evaluasi berbasis aplikasi Quizlet yang dapat digunakan sebagai media digital dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti. Instrumen evaluasi tersebut dirancang untuk membantu guru dalam melaksanakan penilaian secara lebih efektif, efisien, dan menarik, sehingga proses pembelajaran tidak hanya berfokus pada penyampaian materi, tetapi juga pada ketercapaian kompetensi siswa melalui evaluasi yang interaktif. Dengan adanya instrumen evaluasi berbasis Quizlet, guru dapat menyajikan soal, latihan, dan kuis dalam bentuk digital yang mudah diakses oleh siswa baik di dalam maupun di luar kelas. Metode penelitian yang digunakan adalah research and development (R&D) dengan model 4D, yang meliputi tahap define, design, develop, dan disseminate. Subjek uji coba dalam penelitian ini adalah siswa kelas IX yang berjumlah 30 orang. Instrumen pengumpulan data yang digunakan adalah lembar validasi dan lembar praktikalitas. Teknik analisis data kuantitatif menggunakan Aiken’s V dengan kriteria nilai validitas dan praktikalitas minimal 71, sedangkan data kualitatif dianalisis menggunakan teknik analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media Quizlet sebagai media digital dalam pembelajaran PAI dan Budi Pekerti materi qurban kelas IX dinyatakan layak dan praktis untuk digunakan. Hal ini ditunjukkan oleh hasil validasi ahli bahasa dengan nilai 86,87 validasi ahli materi dengan nilai 82,25 dan validasi ahli media dengan nilai 85.00 Berdasarkan hasil tersebut, media Quizlet yang dikembangkan dinyatakan layak untuk digunakan dan diterapkan dalam proses pembelajaran PAI dan Budi Pekerti materi qurban kelas IX.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
MUHAMMAD KHAIRUL HAZLI, NIM 242031009 Judul Tesis “Pengembangan Instrumen Penilaian Menggunakan Aplikasi Spreadsheet Berbasis Deep Learning Pada Mata Kuliah Microteaching”. Program Studi Pendidikan Agama Islam Pascasarjana UIN Mahmud Yunus Batusangkar Tahun 2026. Masalah pada penelitian ini adalam instrumen penilaian microteaching yang dibuat oleh dosen dalam perkuliahan microteaching masih terbatas. Belum tersedianya instrumen penilaian microteaching pada mata kuliah microteaching yang mengukur secara keseluruhan komponen-komponen keterampilan dasar mengajar mahasiswa dan instrumen penilaian belum bisa diubah rubrik penilaian dan format penilaian sesuai dengan kebutuhan dosen serta disesuaikan dengan kurikulum dengan pendekatan Deep Learning. Dosen membutuhkan instrumen penilaian microteaching yang menyediakan semua itu tujuan utama penelitian ini adalah untuk menghasilkan instrumen penilaian microteaching yang mampu mengukur seluruh komponen keterampilan dasar mengajar dan bisa menyesuaikan dengan rubrik serta format penilaian dosen. Penelitian ini secara khusus bertujuan untuk mengetahui validitas dan praktikalitas instrumen penilaian microteaching menggunakan aplikasi Spreadsheet bagi mahasiswa FTIK. Metode pengembangan yang digunakan adalah penelitian dan pengembangan (R&D). Model pengembangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah model Borg & Gall. Model Borg & Gall terdiri dari 10 tahapan, yaitu: Research & Information, Planning, Develop Preminary Form Of, Preminary Field Testing, Main Product Revision, Main Field Testing, Operation al Product Revision, Operational Field Testing, Final Product Revision, and Dissemination and Implementation. Subjek uji coba adalah dosen dan mahasiswa FTIK UIN Mahmud Yunus Batusangkar. Teknik pengumpulan data adalah dengan angket validitas dan praktikalitas. Instrumen penilaian microteaching yang dikembangkan divalidasi oleh dosen microteaching dan dianalisis menggunakan rumus Persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil rata-rata instrumen penilaian microteaching menggunaka aplikasi Spreadsheet bagi dosen dan mahasiswa keguruan pada aspek kelayakan isi 89%, aspek kelayakan penyajian 80%, aspek kelayakan kegrafikan 82%, dan aspek kelayakan bahasa 91%. Secara umum rata-rata instrumen penilaian mendapatkan nilai 84% termasuk dalam kategori sangat valid. Hasil praktikalitas dapat diketahui bahwa persentase penilaian mahasiswa terhadap instrumen penilaian menggunakan aplikasi spreadsheet berbasis deep learning pada mata kuliah microteaching adalah 92% dengan kategori sangat praktis. berdasarkan kategori diatas maka instrumen penilaian menggunakan aplikasi spreadsheet berbasis deep learning pada mata kuliah microteaching sangat valid dan sangat praktis dan telah dapat digunakan sebagai instrumen penilaian oleh dosen terhadap mahasiswa keguruan pada perkuliahan microteaching.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Fikri Hambrullah, NIM 2130101039, judul skripsi “PENGEMBANGAN INSTRUMEN ASESMEN FORMATIF MENGGUNAKAN APLIKASI KAHOOT PADA MATA PELAJARAN PAI BP DI SMP TANBOA MADANI MN SIJUNJUNG”, Program Studi Pendidikan Agama Islam, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, Universitas Islam Negeri (UIN) Mahmud Yunus Batusangkar Tahun 2026. Penelitian ini beranjak dari permasalahan masih banyaknya pemanfaatan instrumen asesmen secara manual dengan menggunakan lembaran kertas serta belum adanya pemanfaatan aplikasi untuk mengukur kemampuan peserta didik menggunakan aplikasi online. Instrumen asesmen yang digunakan dalam pembelajaran PAI BP kelas VIII memakan waktu yang cukup lama dalam pemeriksaan, dan susah membaca tulisan yang kurang jelas, bahkan terkadang kertas asesmen mudah robek dan hilang. Oleh karena itu, perlu dikembangkan instrumen asesmen menggunakan aplikasi kahoot sebagai instrumen asesmen formatif pada mata pelajaran PAI BP di SMP Tanboa Madani MN Sijunjung. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui validitas dan praktikalitas produk menggunakan aplikasi kahoot dalam asesmen pembelajaran. Metode penelitian ini menggunakan metode penelitian dan pengembangan dengan model pengembangan ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, dan Evaluation). Langkah penelitian dimulai dengan tahapan analisis kebutuhan melakukan pengembangan produk, tahapan desain atau perancangan produk, tahapan pengembangan produk, tahapan implementasi atau uji coba produk dan tahapan evaluasi. Alat pengumpulan data berupa lembar validasi dan praktikalitas yang bertempat di SMP Tanboa Madani MN Sijunjung. Teknik analisis data pada penelitian ini adalah dengan melakukan validasi terhadap soal dan produk serta praktikalitas dari produk yang dikembangkan. Berdasarkan hasil uji validitas menggunakan aplikasi kahoot diperoleh nilai 0,93 dengan kategori “sangat valid”. Hasil uji praktikalitas, instrumen asesmen formatif menggunakan aplikasi kahoot memperoleh nilai 0,87 dengan kategori “sangat praktis”. Dengan demikian maka instrumen asesmen formatif menggunakan aplikasi kahoot sangat valid dan sangat praktis serta layak digunakan sebagai instrumen asesmen dalam pembelajaran PAI BP.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
IRVA YORINI SIR, NIM 2130107008, Judul Skripsi: “Pengembangan Instrumen Assesmen Formatif dan Sumatif Untuk Mengukur Pemahaman Konsep Fisika Peserta Didik Kelas X SMA/MA”. Program Studi Tadris Fisika, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, Universitas Islam Negeri (UIN) Mahmud Yunus Batusangkar. Asesmen memiliki peran penting dalam mendiagnosis kemampuan dan memberikan umpan balik kepada peserta didik. Observasi di SMAN 1 Batusangkar terhadap 70 peserta didik menunjukkan 58,6% mengalami kecemasan menghadapi bentuk assesmen yang monoton. Penelitian ini bertujuan mengembangkan instrumen asesmen formatif dan sumatif dengan bentuk soal yang bervariasi seperti pilihan ganda, teka-teki silang, essay, dan menjodohkan untuk mengukur pemahaman konsep fisika kelas X, dapat meningkatkan akurasi pengukuran hasil belajar sekaligus mengurangi kecemasan peserta didik. Penelitian menggunakan metode R&D dengan model 4-D meliputi tahap define melalui analisis front-end, analisis instrumen, dan analisis kurikulum. Tahap design melalui pengembangan penyebaran soal, kisi-kisi dan pengembangan 120 butir soal Kinematika dengan instrumen evaluasi yang bentuk soal bervariasi menggunakan Canva. Tahap develop berupa Uji validitas oleh validator, Uji praktikalitas oleh pendidik dan peserta didik, serta uji efektivitas kepada peserta didik kelas X SMAN 1 Batusangkar. Berdasarkan analisis data diperoleh bahwa hasil uji validasi produk yang telah dikembangkan telah memenuhi kriteria sangat valid dengan presentase pada aspek materi 91,25%, aspek bahasa 93,75%, aspek konstruksi 90%, dan aspek teknis 92,36%. Untuk Uji praktikalitas dari pendidik memperoleh hasil rata-rata 87,5% dengan kategori sangat praktis dan layak digunakan sedangkan dari peserta didik diperoleh rata-rata 86,76% dengan kategori sangat praktis dan layak digunakan. Hasil efektivitas produk yang dikembangkan memiliki hasil dengan kategori efektif digunakan untuk mengukur pemahaman konsep dengan nilai kriteria ketercapaian pada assesmen formatif sebesar 61,8% dan untuk sumatif sebesar 64,7% dengan kriteria “Baik”. Jadi disimpulkan bahwa Instrumen Assesmen Formatif dan Sumatif yang dikembangkan ini valid, praktis dan efektif digunakan untuk mengukur pemahaman konsep dalam pembelajaran.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini disusun oleh Roza Sri Yulia Putri (NIM 242012015), mahasiswa Program Studi Manajemen Pendidikan Islam pada Program Pascasarjana Universitas Islam Negeri (UIN) Mahmud Yunus Batusangkar, sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar Magister (S2) dalam bidang Manajemen Pendidikan Islam tahun akademik 2026 M/1447 H.
Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan dan menganalisis: (1) perencanaan supervisi akademik yang dilakukan oleh kepala MTsN 2 Solok, (2) pelaksanaan supervisi akademik yang dilakukan oleh kepala MTsN 2 Solok, dan (3) bentuk tindak lanjut dari hasil supervisi akademik yang dilakukan oleh kepala MTsN 2 Solok. Melalui penelitian ini diharapkan diperoleh gambaran yang komprehensif mengenai praktik supervisi akademik di madrasah serta kontribusinya terhadap peningkatan kualitas pembelajaran.
Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi khasus, teknik pengumpulan data berupa wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Wawancara dilakukan secara langsung dengan informan utama dan pendukung untuk memperoleh data yang mendalam terkait pelaksanaan supervisi akademik. Observasi digunakan untuk mengamati secara langsung proses supervisi, sedangkan dokumentasi dimanfaatkan untuk memperkuat data berupa jadwal supervisi, instrumen supervisi, dan laporan hasil supervisi. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa perencanaan supervisi akademik di MTsN 2 Solok dilakukan secara sistematis melalui penetapan tujuan, penyusunan jadwal supervisi, serta persiapan instrumen supervisi yang disesuaikan dengan kurikulum. Pelaksanaan supervisi akademik dilaksanakan melalui tahapan pra- observasi, observasi, dan pasca-observasi dengan pendekatan kolaboratif dan persuasif. Adapun tindak lanjut supervisi dilakukan melalui evaluasi dan rekapitulasi hasil supervisi, pemberian umpan balik konstruktif, serta perencanaan
program pengembangan profesional guru secara berkelanjutan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Windi Putri Ningsih, NIM 2130111141. Judul Skripsi: “Pengembangan Instrumen Tes Diagnostik Kesulitan Belajar Matematika pada Materi Penyajian Data di Kurikulum Merdeka Kelas III SDN 05 Padang Ganting”. Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, Universitas Islam Negeri Mahmud Yunus Batusangkar. Pokok permasalahan penelitian ini adalah belum tersedianya instrumen tes diagnostik kognitif yang mampu mengidentifikasi kesulitan belajar matematika peserta didik secara spesifik pada materi Penyajian Data di kelas III. Asesmen yang digunakan guru selama ini masih bersifat umum sehingga belum dapat mengungkap secara mendalam letak kesulitan dan miskonsepsi peserta didik. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan (Research and Development) dengan menggunakan model pengembangan 4-D yang meliputi tahap define, design, develop, dan disseminate, dengan penyesuaian hingga tahap develop. Subjek uji coba penelitian ini adalah peserta didik kelas III SDN 05 Padang Ganting. Instrumen yang dikembangkan berbentuk tes diagnostik kognitif dengan format three-tier test yang terdiri atas pilihan jawaban, alasan tertutup, dan tingkat keyakinan. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui lembar validasi ahli, angket respons guru dan peserta didik, pedoman wawancara, serta hasil uji coba instrumen tes. Hasil penelitian menunjukkan bahwa instrumen tes diagnostik kognitif yang dikembangkan memiliki tingkat validitas sangat tinggi berdasarkan penilaian ahli. Hasil validitas butir soal menggunakan aiken’s V berada pada kategori sangat valid dengan rentang 1.00, dengan koefisien reliabilitas sebesar 0,96 yang termasuk kategori sangat tinggi. Hasil analisis kualitas butir soal menunjukkan bahwa instrumen memiliki variasi tingkat kesukaran yang proporsional, daya pembeda yang baik, serta fungsi distraktor yang efektif. Hasil angket respons guru dan peserta didik menunjukkan bahwa instrumen tergolong sangat praktis, dengan persentase kepraktisan berada pada kategori sangat tinggi. Selain itu, hasil wawancara dan analisis three-tier test menunjukkan bahwa peserta didik mengalami kesulitan belajar pada materi Penyajian Data, terutama dalam memahami konsep, menentukan langkah penyelesaian, serta memilih operasi hitung yang tepat.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Suci Ramadhani, NIM 2130101136, judul skripsi “Pengembangan Instrumen Asesmen Formatif Berbasis Game Edukasi menggunakan Blooket pada Mata Pelajaran PAI BP di UPT SDN 16 Baringin Tanah Datar”. Program Studi Pendidikan Agama Islam, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, Universitas Islam Negeri Mahmud Yunus Batusangkar Tahun 2025. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh permasalahan yang terjadi dilapangan yaitu instrumen asesmen formatif sudah dilakukan, namun belum dilakukan secara optimal. Asesmen formatif yang dilakukan sering kali hanya menjadi formalitas atau pelengkap dari kegiatan pembelajaran. Bentuk asesmen formatif yang dilakukan seperti tes tertulis melalui LKPD atau latihan di LKS peserta didik, serta tes secara lisan yang belum sepenuhnya melibatkan seluruh peserta didik. Selama pelaksanaan tes secara lisan hanya sebagian yang benar terlihat antusias, sementara yang lainnya terlihat pasif. Namun, asesmen secara lisan memiliki keterbatasan dalam menilai perkembangan peserta didik secara menyeluruh. Penelitian ini bertujuan untuk untuk mengetahui bagaimana validitas dan pratikalitas instrumen asesmen formatif berbasis game edukasi menggunnakan Blooket pada mata pelajaran PAIBP di UPT SDN 16 Baringin Tanah Datar. Penelitian ini menggunakan metode pengembangan atau R&D (Research and Development) dengan model pengembangan ADDIE. Prosedur penelitian dan pengembangan terdiri dari 5 tahap yaitu (1) tahap Analysis, melakukan analisis kebutuhan, dan analisis CP,TP dan KKTP untuk mengidentifikasi kebutuhan pengembangan produk, (2) tahap Design, merancang sebuah produk diikuti dengan pengembangan produk, (3) tahap Development, melihat validitas instrumen asesmen formatif menggunakan Blooket serta validitas instrumen penelitian, (4) tahap Implementation, uji coba produk kepada peserta didik untuk melihat pratikalitas instrumen asesmen formatif menggunakan Blooket yang telah dibuat, (5) dan keterbatasan penelitian. Alat yang digunakan dalam penelitian dan pengembangan ini adalah angket berupa lembar validasi dan pratikalitas angket respon pendidik dan peserta didik. Teknik analisis data dilakukan melalui validasi produk dan pengujian pratikalitas terhadap produk yang dikembangkan. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa validitas instrumen asesmen formatif menggunakan Blooket pada mata pelajaran PAIBP materi Menyayangi Anak Yatim kelas V sebesar 0,92 dengan kriteria “Sangat Valid”. Hasil pratikalitas instrumen asesmen formatif menggunakan Blooket pada mata pelajaran PAI BP materi Menyayangi Anak Yatim kelas V yang diperoleh dari dari angket respon peserta didik dari enam perwakilan sebesar 0,83 dengan kriteria “Sangat Praktis”. Berdasarkan data diatas dapat disimpulkan bahwa instrumen asesmen formatif menggunakan Blooket Sangat Valid dan Sangat Praktis dan dapat digunakan sebagai instrumen asesmen.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK PUTU ALBIANSYAH WIJAYA, NIM 232031016 judul Tesis “Pengembangan Instrumen Evaluasi Microteaching Menggunakan Aplikasi Spreadsheet Pada Mata Kuliah Microteaching”. Program Studi Pendidikan Agama Islam Pascasarjana Universitas Islam Negeri Mahmud Yunus Batusangkar tahun 2025. Masalah pada penelitian ini adalah instrumen evaluasi microteaching yang dibuat oleh dosen dalam perkuliahan microteaching masih terbatas. Belum tersedianya instrumen evaluasi microteaching pada mata kuliah microteaching yang bisa mengukur secara keseluruhan komponen keterampilan dasar mengajar mahasiswa dan instrumen evaluasi belum bisa diubah rubrik penilaian dan format penilaian sesuai dengan kebutuhan dosen serta disesuaikan dengan kurikulum terbaru. Dosen membutuhkan instrumen evaluasi microteaching yang menyediakan semua itu. Tujuan utama penelitian ini adalah untuk menghasilkan instrumen evaluasi microteaching yang mampu mengukur seluruh komponen keterampilan dasar mengajar dan bisa menyesuaikan dengan rubrik serta format penilaian dosen. Penelitian ini secara khusus bertujuan untuk mengetahui validitas dan praktikalitas instrumen evaluasi microteaching menggunakan aplikasi Spreadsheet bagi mahasiswa Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan. Metode pengembangan yang digunakan adalah metode penelitian dan pengembangan atau R&D (Research and Development). Model pengembangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah model pengembangan ADDIE. Model pengembangan berbentuk ADDIE. Model pengembangan ADDIE ini memiliki langkah-langkah tahapan, yaitu: (1) analisis, (2) perancangan, (3) pengembangan, (4) implementasi, dan (5) evaluasi. Subjek uji coba ialah Dosen dan Mahasiswa FTIK UIN Mahmud Yunus Batusangkar. Teknik pengumpulan data adalah dengan angket validitas dan praktikalitas. Instrumen evaluasi microteaching yang dikembangkan divalidasi oleh dosen microteaching, kepala labor dan ahli media, dan dianalisis menggunakan validitas butir Aiken’s V dan derajat pencapaian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil rata-rata instrumen evaluasi microteaching menggunakan aplikasi Spreadsheet bagi Dosen dan mahasiswa keguruan pada aspek kelayakan isi adalah 82%, aspek kelayakan bahasa adalah 84%, aspek kelayakan penyajian adalah 81%, dan aspek kegrafikan adalah 84%. Secara umum hasil rata-rata instrumen evaluasi microteaching menggunakan aplikasi Spreadsheet pada mata kuliah microteaching adalah 82% dan termasuk dalam kategori sangat valid dan dapat digunakan. Hasil pratikalitas dapat diketahui bahwa persentase penilaian mahasiswa terhadap instrumen evaluasi microteaching menggunakan aplikasi spreadsheet pada mata kuliah microteaching adalah 83% dengan kategori sangat praktis. Berdasarkan kategori diatas instrumen evaluasi microteaching menggunakan aplikasi spreadsheet adalah sangat valid dan sangat praktis dan telah dapat digunakan sebagai instrumen evaluasi oleh dosen terhadap mahasiswa keguruan pada perkuliahan microteaching.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Delvi Eka Ariyanti. NIM 2130105013. Judul Skripsi: “Pengembangan Instrumen Asesmen Diagnostik Kognitif Guna Mengidentifikasi Miskonsepsi Peserta Didik Pada Materi Sistem Persamaan Linear Tiga Variabel Kelas X di SMAN 1 Batusangkar”. Program Studi Tadris Matematika Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan Universitas Islam Negeri Mahmud Yunus Batusangkar. Pokok permasalahan dalam penelitian ini adalah kompleksitas pembelajaran matematika, khususnya pada materi Sistem Persamaan Linear Tiga Variabel, yang sering menyebabkan peserta didik mengalami miskonsepsi. Untuk mengatasi hal tersebut, diperlukan instrumen asesmen diagnostik kognitif yang dapat mengidentifikasi miskonsepsi peserta didik, sehingga dapat membantu guru dalam melaksanakan asesmen kognitif secara efektif. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kualitas instrumen dan butir soal yang dikembangkan, serta untuk mengidentifikasi miskonsepsi yang dialami peserta didik. Penelitian ini merupakan jenis penelitian research and development dengan menggunakan model pengembangan 4D (Define, Design, Development dan Dissemination). Subjek uji coba penelitian ini adalah peserta didik kelas X.E.9 di SMAN 1 Batusangkar. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini mencakup lembar validasi, angket respon peserta didik dan guru, serta pedoman wawancara untuk menggali lebih dalam mengenai miskonsepsi peserta didik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa instrumen asesmen diagnostik kognitif yang dikembangkan dinyatakan sangat layak digunakan, dengan validitas yang sangat tinggi berdasarkan penilaian dari tiga validator. Validitas empiris menunjukkan bahwa 9 dari 10 soal berada pada kategori valid, dan reliabilitas instrumen menunjukkan kategori tinggi pada soal pilihan uraian (0,89). Hasil analisis kualitas butir soal menunjukkan bahwa soal-soal yang dikembangkan memiliki variasi dalam tingkat kesukaran, dengan beberapa soal berada dalam kategori sedang, mudah, dan sulit. Selain itu, hasil wawancara dengan peserta didik mengungkapkan adanya miskonsepsi terkait pemilihan metode penyelesaian soal, terutama dalam membedakan metode eliminasi dan substitusi. Berdasarkan temuan ini, disarankan untuk memberikan pembelajaran remedial serta penggunaan media pembelajaran yang lebih interaktif untuk mengurangi miskonsepsi yang terjadi.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Anggita Susila Putri, NIM: 2130105006, Judul Skripsi: “Pengembangan Instrumen Asesmen Diagnostik Kognitif Guna Mengidentifikasi Miskonsepsi Peserta Didik Pada Materi Fungsi Invers Kelas XI di SMAN 1 Sumatera Barat”, Program Studi Tadris Matematika, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, Universitas Islam Negeri Mahmud Yunus Batusangkar, 2025. Latar belakang penelitian ini didasari oleh pembelajaran matematika di SMAN 1 Sumatera Barat yang sudah mulai memperhatikan karakteristik kebutuhan peserta didik sebelum memulai pembelajaran. Namun belum ada realisasi pelaksanaan analisa kebutuhan peserta didik secara nyata serta adanya ketidaksesuaian antara perencanaan dan pelaksanaan proses pembelajaran yang dilakukan oleh guru. Belum adanya alat ukur yang dimiliki oleh guru yang dapat mengidentifikasi prakonsepsi maupun miskonsepsi peserta didik sebelum mempelajari materi Fungsi Invers. Hal ini tentu dapat mengakibatkan tidak adanya pemetaan dan tindak lanjut dari prakonsepsi dan miskonsepsi peserta didik yang berbeda-beda untuk mempelajari materi Fungsi Invers. Oleh karena itu peneliti mengembangkan sebuah instrumen asesmen diagnostik kognitif guna mengidentifikasi miskonsepsi peserta didik pada materi Fungsi Invers. Tujuan penelitian ini adalah untuk menghasilkan instrumen dan butir soal yang berkualitas untuk dapat digunakan oleh pendidik dan peserta didik dalam pembelajaran di SMAN 1 Sumatera Barat. Selain itu instrumen ini dikembangkan untuk dapat mengidentifikasi miskonsepsi peserta didik pada materi prasyarat maupun pada materi Fungsi Invers. Jenis penelitian yang dilakukan adalah penelitian pengembangan (Research and Development) dengan model 4D dengan 3 tahapan. Tahapan yang peneliti lakukan yaitu define (pendefinisian), design (perancangan) dan development (pengembangan). Subjek penelitian ini adalah peserta didik Kelas XI di SMAN 1 Sumatera Barat yang berjumlah 28 orang. Untuk instrumen yang digunakan pada penelitian ini adalah lembar validasi instrumen dan butir soal, angket respon peserta didik dan guru serta lembar pedoman wawancara peserta didik. Sedangkan teknik analisis data yang digunakan adalah menggunakan analisis validitas, reliabilitas dan praktikalitas untuk instrumen asesmen diagnostik kognitif serta analisis validitas, daya beda, tingkat kesukaran dan daya pengecoh soal pilihan ganda untuk butir soal asesmen diagnostik kognitif yang dikembangkan. Kategori penerimaan butir soal yang dapat digunakan dilakukan berdasarkan kriteria butir soal yang baik. Penelitian ini telah menghasilkan pengembangan instrumen asesmen diagnostik kognitif guna mengidentifikasi miskonsepsi peserta didik yang memenuhi: 1) Kualitas instrumen, yaitu validitas, reliabilitas dan praktikalitas, 2) Kualitas butir soal, yaitu validitas empiris, daya beda, tingkat kesukaran dan daya pengecoh soal pilihan ganda. Selain itu, dapat diidentifikasi miskonsepsi-miskonsepsi peserta didik pada materi prasyarat dan materi Fungsi Invers yaitu pada indikator penyajian fungsi, menentukan nilai dan hasil operasi fungsi, fungsi komposisi, membedakan relasi dan fungsi, menggambar grafik fungsi serta konsep fungsi invers
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Cahya Nabila, NIM 2130105009. Judul Skripsi: “Pengembangan Instrumen Asesmen Diagnostik Kognitif Guna Mengidentifikasi Miskonsepsi Peserta Didik pada Materi Bangun Ruang Kelas VIII di SMPN 3 Batusangkar”. Program Studi Tadris Matematika Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan Universitas Islam Negeri Mahmud Yunus Batusangkar. Pokok permasalahan dalam penelitian ini adalah asesmen diagnosik kognitif yang digunakan oleh guru memiliki kekurangan, seperti soal asesmen diagnostik hanya dibuat untuk materi yang akan diajarkan, padahal guru juga penting untuk melihat pengetahuan awal yang dimiliki peserta didik terhadap materi prasyarat untuk materi yang diujikan. Serta selama proses pembelajaran masih banyak peserta didik yang memiliki miskonsepsi. Untuk mengatasinya, maka perlu adanya asesmen diagnostik guna mengidentifikasi miskonsepsi peserta didik sehingga guru dapat mencari solusi yang tepat untuk mengatasi miskonsepsi yang terjadi supaya tidak berlanjut ke materi-materi berikutnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan instrumen asesmen diagnostik kognitif guna mengidentifikasi miskonsepsi peserta didik pada materi bangun ruang kelas VIII di SMPN 3 Batusangkar. Pengembangan instrumen ini mengikuti model 4D (Define, Design, Develop, Disseminate), yang meliputi analisis kebutuhan, perancangan soal, validasi, uji coba, dan evaluasi. Instrumen asesmen yang dikembangkan berupa soal pilihan ganda dan uraian yang dirancang untuk menggali pemahaman peserta didik dan mengidentifikasi miskonsepsi yang mereka miliki. Validitas instrumen diuji oleh ahli materi dan ahli pendidikan, sementara reliabilitas diuji melalui uji coba soal pilihan ganda dan uraian, sedangkan praktikalitas instrumen dilihat dari hasil angket respon perserta didik dan angket respon guru terhadap kepraktisan instrumen asesmen diagnostik kognitif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa instrumen asesmen yang dikembangkan memiliki tingkat validitas yang tinggi, baik validitas expert maupun validitas empiris. Instrumen ini juga memiliki reliabilitas yang baik untuk tes pilihan ganda dan tes uraian. Secara praktikalitas, instrumen ini dinilai mudah digunakan dan efisien dalam penerapannya di kelas. Analisis kualitas butir soal menunjukkan bahwa soal pilihan ganda dan uraian memiliki indeks kesukaran yang sesuai, daya pembeda yang baik, serta fungsi distraktor yang efektif. Dengan demikian, instrumen asesmen diagnostik kognitif yang dikembangkan dapat digunakan sebagai alat yang efektif untuk mengidentifikasi miskonsepsi peserta didik dalam pembelajaran matematika materi bangun ruang.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
WINA DJUSRA MAITA, NIM 2130101150, judul skripsi “Pengembangan Instrumen Asesmen Berbasis Hots dengan Aplikasi Quizalize pada Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam di Kelas X SMK N 1 Sijunjung”, Jurusan Pendidikan Agama Islam, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, Universitas Islam Negeri (UIN) Mahmud Yunus Batusangkar Tahun 2025. Penelitian ini beranjak dari permasalahan yang terjadi yaitu kurangnya pengembangan asesmen berbasis hots pada soal yang biasa digunakan oleh guru untuk asesmen serta masih banyaknya pendidik melakukan asesmen secara manual dan kurangnya pemanfaatan aplikasi untuk mengukur kemampuan peserta didik menggunakan aplikasi online. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui validitas serta praktikalitas dari produk yang akan dikembangkan yaitu instrumen asesmen berbasis hots dengan aplikasi quizalize pada mata pelajaran PAI. Penelitian ini menggunakan metode penelitan dan pengembangan atau R&D (Reseach and Development) dengan model pengembangan ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, dan Evaluation) model ini dilakukan secara berurutan. Prosedur penelitian dimulai dengan tahapan analisis kebutuhan melakukan pengembangan produk, tahapan desain atau perancangan produk, tahapan pengembangan produk, tahapan implementasi atau uji coba produk dan tahapan evaluasi. Alat pengumpulan data yang digunakan yaitu kuosioner sebagai alat pengumpulan data kepada enam orang siswa kelas X SMK N 1 Sijunjung. Lokasi penelitian bertempat di SMK N 1 Sijunjung. Berdasarkan kebutuhan data yang didapatkan dari observasi dan wawancara secara langsung yaitu menganalisis ATP memilih materi menghindari perilaku Berfoya-foya, riya, suma’ah dan hasad, menganalisis instrumen asesmen yang digunakan yaitu dengan cara guru membuat sepuluh butir soal di word kemudian di print out dan di bagikan ke siswa. Kemudian siswa mengerjakannya secara manual. Pada tahap perancangan yaitu menentukan CP, membuat kisi-kisi soal, pembuatan soal beserta kunnci jawaban dan pembuatan soal pada aplikasi. Validasi produk mendapatkan hasil uji validitas produk “sangat valid”. Validasi angket praktikalitas peserta didik rata-rata kategori “sangat praktis”. Pada tahap implement, instrument evaluasi diuji cobakan kepada enam orang perwakilan peserta didik kelas X SMK N 1 Sijunjung untuk uji praktikalitas. Uji praktikalitas pada aspek kelayakan tampilan mendapatkan rata-rata keseluruhan dengan katerogi “sangat praktis”. Selanjutnya pada tahap evaluate, berdasarkan penilaian dan komentar positif yang diberikan oleh peserta didik media pembelajaran siap digunakan dalam skala yang lebih besar. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa Instrumen asesmen berbasis hots dengan aplikasi quizalize ini sangat praktis untuk digunakan dalam pembelajaran pendidikan agama Islam.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK Fadella Andesti, NIM 2130101031, judul skripsi “Pengembangan Instrumen Evaluasi Permainan Interaktif dengan Aplikasi Educaplay pada Mata Pelajaran Al-Quran Hadits Kelas IX di Madrasah Tsanawiyah Negeri 6 Tanah Datar”, Program Studi Pendidikan Agama Islam, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, Universitas Islam Negeri (UIN) Mahmud Yunus Batusangkar Tahun 2025. Penelitian ini beranjak dari permasalahan masih banyaknya pemanfaatan instrumen evaluasi secara manual dengan menggunakan lembaran kertas serta belum adanya pemanfaatan aplikasi untuk mengukur kemampuan peserta didik menggunakan aplikasi online. Instrumen evaluasi yang digunakan dalam pembelajaran Al-Quran hadis memakan waktu yang cukup lama dalam pemeriksaan, dan susah membaca tulisan yang kurang jelas, bahkan terkadang kertas evaluasi mudah robek dan hilang. Oleh karena itu, perlu dikembangkan instrumen evaluasi menggunakan aplikasi educaplay sebagai instrumen evaluasi pembelajaran pada mata pelajaran Al-Quran Hadis di MTsN. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui validitas dan praktikalitas produk menggunakan aplikasi educaplay dalam evaluasi pembelajaran Al-Quran Hadis. Metode penelitian ini menggunakan metode penelitian dan pengembangan dengan model pengembangan ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, dan Evaluation). Langkah penelitian dimulai dengan tahapan analisis kebutuhan melakukan pengembangan produk, tahapan desain atau perancangan produk, tahapan pengembangan produk, tahapan implementasi atau uji coba produk dan tahapan evaluasi. Alat pengumpulan data berupa lembar validasi dan praktikalitas yang bertempat di MTsN 6 Tanah Datar. Teknik analisis data pada penelitian ini adalah dengan melakukan validasi terhadap soal dan produk serta praktikalitas dari produk yang dikembangkan. Berdasarkan hasil uji validitas menggunakan aplikasi educaplay diperoleh nilai 0,93 dengan kategori “sangat valid”. Hasil uji praktikalitas, instrumen evaluasi menggunakan aplikasi educaplay memperoleh nilai 0,90 dengan kategori “sangat praktis”. Dengan demikian maka instrumen evaluasi menggunakan aplikasi educaplay sangat valid dan sangat praktis serta layak digunakan sebagai alat evaluasi dalam pembelajaran Al-Quran Hadis.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian skripsi ini berawal dari permasalahan yaitu masih banyaknya pendidik melakukan assessment secara manual dan belum adanya pemanfaatan terhadap aplikasi untuk mengukur kemampuan peserta menggunakan aplikasi online. Berdasarkan penelitian pendahuluan ditemukan bahwa instrumen asesmen belum dibuat dengan lengkap beserta kisi-kisi. Padahal kisi-kisi berfungsi sebagai acuan untuk membuat butir soal. Selain itu, butir soal yang digunakan untuk tes belum memperhatikan tingkat kemampuan berpikir HOTS dan belum pernah diuji validitas serta reliabilitasnya sehingga kualitas butir soal yang digunakan untuk tes belum diketahui. Instrumen asesmen yang digunakan pendidik belum sepenuhnya mengukur tingkat pemahaman peserta didik secara keseluruhan. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian pengembangan dengan model pengembangan 4-D (Define, Design, Development dan Dissemination ). Prosedur penelitian dimulai dengan tahapan pendefinisian dengan menganalisis kebutuhan melakukan pengembangan produk, tahapan desain atau perancangan produk, tahapan pengembangan produk dan uji coba produk, tahapan penyebaran produk. Subjek uji coba produk bertempat di SMP N 3 Sungai Pua. Teknik pengumpulan data berupa lembar validasi dan angket respon menggunakan formula Aiken. Berdasarkan hasil uji validitas instrumen assessment menggunakan aplikasi Wordwall pada mata pelajaran PAI kelas VIII di SMP N 3 Sungai Pua diperoleh nilai dari aspek kualitas soal secara umum adalah 0, 86 dengan kriteria “sangat valid”, aspek kejelasan format instrumen secara umum adalah 0,86 dengan kriteria “sangat valid”, aspek kualitas instrumen assessment secara umum adalah 0,89 dengan kriteria “sangat valid”, dan aspek penggunaan bahasa secara umum adalah 0,87 dengan kriteria “sangat valid”, secara keseluruhan hasil rata-rata nilai validitas memperoleh nilai 0,87 dengan kriteria “sangat valid”, sehingga aplikasi wordwall sebagai instrumen assessment pembelajaran PAI yang dikembangkan dapat digunakan dengan sedikit revisi. Uji praktikalitas pada aspek kelayakan tampilan secara umum memperoleh nilai 0,931 dengan kriteria “sangat praktis”, aspek kelayakan isi secara umum memperoleh nilai 0,976 dengan kriteria “sangat praktis”, aspek kelayakan manfaat memperoleh hasil secara umum adalah 0,975 dengan kriteria “sangat praktis” dan secara keseluruhan rata-rata praktikalitas memperoleh nilai 0,960 dengan kriteria “sangat praktis”. Kesimpulan aplikasi wordwall sebagai instrumen assessment pada mata pelajaran PAI kelas VIII di SMP N 3 Sungai Pua layak digunakan sebagai alat assessment dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Widya Istika, NIM 2030101038, judul skripsi “Pengembangan Instrumen Asesmen Pembelajaran Menggunakan Aplikasi Socrative Pada Mata Pelajaran PAI dan BP Di SMA N 1 Sungai Tarab”, Jurusan Pendidikan Agama Islam, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, Universitas Islam Negeri (UIN) Mahmud Yunus Batusangkar Tahun 2024. Penelitian skripsi ini beranjak dari permasalahan yaitu masih belum adanya pemanfaatan instrumen berbasis digital dalam proses asesmen pembelajaran PAI di SMA N 1 Sungai Tarab. Juga di dapati beberapa kendala yang di alami guru diantaranya pada asesmen sebelumnya guru melakukan proses pengkoreksian, memberikan penilaian, serta pengolahan nilai dilakukan secara manual, sehingga membutuhkan waktu yang lama serta guru tidak bisa langsung memberikan feedback secara langsung kepada siswa terkait hasil asesmen yang dilakukan. Oleh karena itu peneliti ingin mengembangkan instrumen asesmen menggunakan aplikasi socrative sebagai instrumen asesmen pembelajaran pada mata pelajaran PAI dan BP di SMA dengan tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui validitas dan praktikalitas dari produk yang dikembangkan. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian pengembangan dengan model pengembangan ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, dan Evaluation). Prosedur penelitian dimulai dengan tahapan analisis kebutuhan melakukan pengembangan produk, tahapan desain atau perancangan produk, tahapan pengembangan produk, tahapan implementasi atau uji coba produk dan tahapan evaluasi. Alat pengumpulan data berupa lembar validasi dan kuesioner. Lokasi penelitian bertempat di SMA N 1 Sungai Tarab. Berdasarkan evaluasi hasil validitas diperoleh nilai 0,90 dengan kategori “sangat valid”, sehingga instrumen asesmen menggunakan aplikasi socrative pada mata pelajaran PAI dan BP yang dikembangkan dapat digunakan dengan sedikit revisi. Kemudian pada uji praktikalitas, instrumen evaluasi yang dikembangkan didapati berdasarkan hasil uji coba kepada seorang guru PAI dan 30 orang siswa dengan memperoleh hasil nilai praktikalitas 0,83 berdasarkan angket respon guru dengan kategori sangat praktis dan 0,79 berdasarkan angket praktikalitas siswa dengan kategori praktis. Terkait tidak adanya penilaian dan saran maka dapat disimpulkan bahwa instrumen asesmen pembelajaran menggunakan aplikasi Socrative layak digunakan sebagai instrumen asesmen dalam pembelajran pendidikan agama islam.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Dewi Rara NIM: 1830101050 Judul Skripsi “Pengembangan Instrument Evaluasi Menggunakan Aplikasi Kahoot Pada Mata Pelajaran Fikih Kelas VIII MTsN 4 Tanah Datar. Jurusan Pendidikan Agama Islam, Fakultas Tarbiyah Dan Ilmu Keguruan, Universitas Islam Negeri Mahmud Yunus (UIN) Batusangkar 2024. Penelitian ini didasari oleh permasalahan yang terjadi di MTsN 4 Tanah Datar bahwa alat evaluasi yang digunakan oleh guru mata pelajaran Fikih saat pelaksanaan penilaian harian (PH) masih bersifat konvensional (memakai kertas). Guru belum memanfaatkan fasilitas dan prasarana yang ada di sekolah selama proses pembelajaran dan evaluasi. Tidak hanya itu evaluasi pembelajaran menggunakan media konvensional (kertas) dirasa kurang praktis sebab pelaksanaanya memerlukan peralatan yang banyak serta guru masih memerlukan waktu guna melaksanakan perhitungan perolehan nilai peserta didik secara manual. Masih banyak peserta didik yang mencontek ketika pelaksanaan evaluasi pembelajaran sehingga guru kurang bisa mengenali kemampuan asli peserta didik serta materi apa yang dirasa belum difahami peserta didik. Belum dimanfaatkannya secara optimal teknologi informasi komunikasi berupa komputer sekolah untuk membuat kuis interaktif. Belum diterapkanya alat evaluasi pembelajaran berbentuk kuis menggunakan aplikasi Kahoot untuk meningkatkan pola pikir supaya peserta didik dapat berpikir luas dan merasa senang. Dengan demikian peneliti ingin mengembangan instrumen evaluasi menggunakan aplikasi Kahoot pada pembelajaran Fikih dengan harapan bisa meningkatkan kepraktisan pelaksanaan proses evaluasi pembelajaran. Metode pengembangan yang digunakan adalah metode penelitian dan pengembangan atau R&D (Research and Development). Sedangkan model pengembangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah model pengembangan Borg and Gall yang terdiri dari 10 langkah, karena dikhawatirkan akan mengganggu proses pembelajaran khususnya di kelas VIII. Maka, peneliti hanya mengadopsi langkah-langkah penelitian model Borg and Gall menjadi 7 langkah yaitu penelitian dan pengumpulan data, perencanaan, pengembangan produk awal, uji coba awal revisi produk, uji lapangan, dan revisi produk terakhir. Berdasarkan hasil dari penelitian bahwa instrument evaluasi menggunakan aplikasi Kahoot Sudah memenuhi kriteria yang telah diuji kelayakan yang telah mencapai standar dan layak untuk digunakan siswa. Hasil presentase validasi yang diperoleh 68,23%. Sedangkan praktikalitas terhadap instrumen evaluasi menggunakan aplikasi Kahoot mendapatkan persentase sebesar 79,06% dengan kriteria “praktis” untuk digunakan.