Abstrak
Delvi Eka Ariyanti. NIM 2130105013. Judul Skripsi: “Pengembangan Instrumen Asesmen Diagnostik Kognitif Guna Mengidentifikasi Miskonsepsi Peserta Didik Pada Materi Sistem Persamaan Linear Tiga Variabel Kelas X di SMAN 1 Batusangkar”. Program Studi Tadris Matematika Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan Universitas Islam Negeri Mahmud Yunus Batusangkar. Pokok permasalahan dalam penelitian ini adalah kompleksitas pembelajaran matematika, khususnya pada materi Sistem Persamaan Linear Tiga Variabel, yang sering menyebabkan peserta didik mengalami miskonsepsi. Untuk mengatasi hal tersebut, diperlukan instrumen asesmen diagnostik kognitif yang dapat mengidentifikasi miskonsepsi peserta didik, sehingga dapat membantu guru dalam melaksanakan asesmen kognitif secara efektif. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kualitas instrumen dan butir soal yang dikembangkan, serta untuk mengidentifikasi miskonsepsi yang dialami peserta didik. Penelitian ini merupakan jenis penelitian research and development dengan menggunakan model pengembangan 4D (Define, Design, Development dan Dissemination). Subjek uji coba penelitian ini adalah peserta didik kelas X.E.9 di SMAN 1 Batusangkar. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini mencakup lembar validasi, angket respon peserta didik dan guru, serta pedoman wawancara untuk menggali lebih dalam mengenai miskonsepsi peserta didik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa instrumen asesmen diagnostik kognitif yang dikembangkan dinyatakan sangat layak digunakan, dengan validitas yang sangat tinggi berdasarkan penilaian dari tiga validator. Validitas empiris menunjukkan bahwa 9 dari 10 soal berada pada kategori valid, dan reliabilitas instrumen menunjukkan kategori tinggi pada soal pilihan uraian (0,89). Hasil analisis kualitas butir soal menunjukkan bahwa soal-soal yang dikembangkan memiliki variasi dalam tingkat kesukaran, dengan beberapa soal berada dalam kategori sedang, mudah, dan sulit. Selain itu, hasil wawancara dengan peserta didik mengungkapkan adanya miskonsepsi terkait pemilihan metode penyelesaian soal, terutama dalam membedakan metode eliminasi dan substitusi. Berdasarkan temuan ini, disarankan untuk memberikan pembelajaran remedial serta penggunaan media pembelajaran yang lebih interaktif untuk mengurangi miskonsepsi yang terjadi.