1630302047
lulus
Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.
lulus
lulus
Puja Hardina. NIM 1630203050. Judul Skripsi: Pencemaran Daerah Aliran Sungai (DAS) Di Nagari Sungai Dareh Kecamatan Pulau Punjung Kabupaten Dharmasraya Perspektif Perda Provinsi Sumatera Barat Nomor 8 Tahun 2014 Dan Fiqh Siyasah. Jurusan Hukum Tata Negara (Siyasah), Fakultas Syariah, Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Batusangkar. Permasalahan dalam skripsi ini adalah Sebab-sebab terjadinnya Pencemaran Daerah Aliran Sungai (DAS) Perspektif Perda Provinsi Sumatera Barat Nomor 8 Tahun dan Sebab-sebab terjadinnya Pencemaran Daerah Aliran Sungai (DAS) Perspektif Fiqh Siyasah. Tujuan pembahasan ini untuk mengetahui dan menjelaskan bentuk Sebab-sebab terjadinya Pencemaran Daerah Aliran Sungai (DAS) Perspektif Perda Provinsi Sumatera Barat Nomor 8 Tahun dan Sebab-sebab terjadinnya Pencemaran Daerah Aliran Sungai (DAS) Perspektif Fiqh Siyasah. Jenis penelitian yang penulis gunakan adalah jenis penelitian lapangan (field research). Sumber data penelitian ini terdiri dari sumber data primer yaitu Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup, Kasi PPKLH, Pengawas Lingkungan Hidup, Pengelola Laboraturium, wali Nagari Sungai Dareh, dan data sekunder yaitu buku-buku ilmiah, hasil penelitian, perundang-undangan yang terkait dengan penelitian dan dokumen. Teknik pengumpulan data adalah wawancara dan dokumentasi. Setelah data tersebut diperoleh, selanjutnya data dianalisis menggunakan metode deskriptif kualitatif. Untuk menjamin keabsahan data digunakan uji kredibilitas data yang dilakukan melalui triangulasi. Dari penelitian yang penulis lakukan ditemukan bahwasannya sebab-sebab terjadinnya Sebab-sebab terjadinya Pencemaran Daerah Aliran Sungai (DAS) perspektif Perda Provinsi Sumatera Barat Nomor 8 tahun 2014 diantaranya: Penambangan Emas Ilegal memakai Bahan kimia Mercury (Air Raksa), yang mengakibatkan fungsi tatanan air menjadi berubah, kadar air menjadi berkurang drastis dan kekurangan sumber air bersih yang aman untuk dikonsumsi oleh manusia, bahkan menjadi sumber berbagai macam penyakit yang berbahaya, terutama pada penyakit kulit. Sebab-sebab terjadinya Pencemaran Daerah Aliran Sungai (DAS) perspektif Fiqh Siyasah yaitu: Pelestarian kembali Pencemaran Daerah Aliran Sungai (DAS) yang dilakukan oleh pemerintah daerah Kabupaten Dharmasraya sesuai dengan syariat Islam, Seorang ulil Amri (Pemimpin) bertanggungjawab terhadap hak-hak warga negara yang wajib dilindungi, seperti mendekatkan kepada kemaslahatan dan menjauhkan dari kemudhorotan, termasuk dalam menjaga kelestarian Lingkungan Hidup
ABSTRAK YOGA GUSNANDO, NIM 15301500058, judul skripsi: Pemenuhan Hak Pilih Masyarakat Nagari Limo Kaum Oleh Panitia Pemutakhiran Data Pemilih Pada Pemilutahun 2019 Dalam Perspektif Siyasah Dusturiyah. Jurusan Hukum Tata Negara (Siyasah), Fakultas Syariah Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Batusangkar Tahun Akademik 2020. Tahapan pemutakhiran data merupakan hal penting menjadi tanggung jawab penyelenggara pemilihan umum. Landasan yuridis dalam penelitian ini adalah Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum dan Peraturan Komisi Pemilihan Umum Nomor 11 Tahun 2018 tentang Penyusunan Daftar Pemilih di Dalam Negeri Dalam Penyelenggaraan Pemilihan Umum. Panitia Pemutakhiran Data Pemilih (Pantarlih) merupakan ujung tombak dari KPU dalam melakukan pemutakhiran dan pendaftaran pemilih. Pantarlih dalam melakukan proses pemutakhiran dan pendaftaran pemilih mengemban tugas yang sangat penting yaitu melayani hak konstitusional warga negara dalam menggunakan hak pilihnya. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan yuridis empiris. Pendekatan yuridis empiris adalah pendekatan yang menganalisis permasalahan yang dilakukan dengan cara memadukan bahan-bahan hukum (perundang-undangan) dengan data-data yang ada di lapangan. Data didapatkan dari hasil wawancara, catatan lapangan, dan dokumen resmi. Subjek penelitian adalah penyelenggara pemilihan umum Kecamatan Lima Kaum yaitu Panitia Pemilih Kecamatan (PPK) Lima Kaum, Panitia Pemungutan Suara (PPS) Nagari Limo Kaum, Petugas Pemutakhiran Data Pemilih (Pantarlih) Nagari Limo Kaum. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana proses dan kendala pemutakhiran data pemilih dalam pemilihan umum 2019 yang dilakukan oleh Pantarlih di Nagari Limo Kaum. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses pelaksanaan pemutakhiran data pemilih berjalan sesuai prosedur. Dari hasil wawancara dan data-data yang penulis peroleh dari PPK Lima Kaum, PPS Nagari Limo Kaum dan tokoh masyarakat di Nagari Limo Kaum bahwapelaksanaan pemutakhiran data pemilih oleh Pantarlih di Nagari Limo Kaum telah berjalan sesuai dengan ketentuan Pasal 12 Peraturan Komisi Pemilihan Nomor 11 Tahun 2018 tentang Penyusunan Daftar Pemilih di Dalam Negeri Dalam Penyelenggaraan Pemilihan Umum. Indikasi hal tersebut dibuktikan dengan terlaksananya pencoklitan dan pemutakhiran data yang dilakukan secara optimal. Disamping itu, kurangnya partisipasi dari masyarakat, seperti enggan untuk didata sedikit menghambat proses pemutakhiran data pemilih di Nagari Limo Kaum, Kecamatan Lima Kaum, Kabupaten Tanah Datar. Menurut pandangan siyasah dusturiyah tentang pemenuhan hak pilih masyarakat Nagari Limo Kaum oleh Pantarlih dalam Pemilihan Umum 2019 telah memenuhi asas kewajiban dan amanat dalam Islam. Kewajiban negara melalui Pantarlih untuk memenuhi hak konstitusi warganya dan menjalankan amanat yang telah diberikan kepada Pantarlih.
Rika Permata Sari, NIM 15300600061, Judul Skripsi “Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Round Robin pada Kelas VIII SMP Negeri 1 Sungayang”. Skripsi Jurisan Tadris Biologi, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Batusangkar 2020. Permasalahan dalam skripsi ini adalah penggunaan model pembelajaran pada mata pelajaran IPA belum maksimal sehingga membuat siswa pasif dalam proses pembelajaran dan orientasi pembelajaran bersifat satu arah, serta dalam hal tanya jawab dominan siswa tertentu saja yang menjawab, hal ini menyebabkan rendahnya hasil belajar siswa. Sehingga aktivitas siswa dalam proses pembelajaran menjadi kurang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pengaruh penerapan model pembelajaran kooperatif tipe round robin (merespon bergiliran) terhadap aktivitas dan hasil belajar siswa. Jenis penelitian yang peneliti gunakan adalah jenis true eksperimen dengan rancangan penelitan Posttest Only Control Design. Populasi dalam penelitian adalah kelas VIII SMPN 1 Sungayang yang terdiri 4 kelas. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik Sample Random Sampling, sehingga didapat kelas eksperimen VIII 3 dan kelas kontrol VIII 4. Instrument yang peneliti gunakan adalah tes bentuk objektif pilihan ganda pada ranah kognitif dan, lembar observasi aktivitas siswa. Hasil belajar ranah kognitif dianalisis dengan menggunakan uji-t, sedangkan aktivitas menggunakan statistik deskriptif. Berdasarkan uji hipotesis yang dilakukan dengan uji-t didapatkan bahwa nilai thitung yaitu 2.184 > dari 2.02 pada ttabel, sehingga hipotesis penelitian diterima. Hasil penelitian menunjukkan nilai rata-rata kelas eksperimen 74,99% dan rata-rata nilai kontrol 65,99%. Sedangkan hasil penilaian aktivitas belajar siswa mengalami peningkatan dari pertemuan pertama sampai pertemuan ketiga, dan tergolong kategori banyak sekali. Jadi, dapat disimpulkan bahwa hasil belajar kognitif dan aktivitas siswa dengan menerapkan model kooperatif tipe round robin (merespon bergiliran) lebih baik dari pada hasil belajar siswa dengan model pembelajaran konvensional pada materi zat aditif dan zat adiktif pada kelas VIII SMPN 1 Sungayang.
ABSTRAK Fastabiqul Khairat,NIM 14 204 015, (2019). Judul Skripsi : “Jual Beli Ubi Jalar di Ladang dengan Cara Taksiran Menurut Fiqih Muamalah (Studi Kasus Jorong Pato Nagari Batu Bulek) “. Jusuran Hukum Ekonomi Syariah Fakultas Syariah Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Batusangkar. Pokok permasalahan yang dibahas dalam skripsi ini adalah bagaimana cara menaksir untuk menentukan kuantitas dan kualitas ubi jalar, bagaimana cara penetapan harga terhadap jual beli ubi jalar di Jorong Pato Nagari Batu Bulek dan bagaimana tinjauan fiqih mumalah terhadap penetapan kuantitas dan kualitas serta penetapan harga ubi jalar di Jorong Pato Nagari Batu Bulek. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menjelaskan cara menaksir kuantitas dan kualitas ubi jalar, cara penetapan harga dan Pandangan Fiqih Muamalah terhadap cara menaksir kuantitas dan kualitas serta penetapan harga di Jorong Pato Nagari Batu Bulek. Jenis Penelitian yang penulis gunakan adalah penelitian lapangan (field research), yaitu penelitian lapangan yang bersifat deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data melalui observasi dan wawancara. Sumber datanya adalah penjual dan pembeli yang malakukan transaksi jual beli ubi jalar dengan cara taksiran. Adapun pengolahan data yang dilakukan adalah secara kualitatif yaitu menghimpun dan mencatat data yang telah dikumpulkan dan selanjutnya dianalisis dengan teknik analisis kualitatif. Hasil penelitian yang penulis temukan bahwa: pertama, cara menaksir untuk menentukan kuantitas dan kualitas ubi jalar adalah dengan mengelilingi kebun ubi jalar dan mencabut ubi jalar secara acak di tempat berbeda yang digunakan sebagai sampel. Kedua, penetapan harga dilakukan dengan cara taksiran dengan melihat kuantitas dan kualitas dari ubi jalar yang telah dicabut. Ketiga, Tinjauan Fiqih Muamalah terhadap jual beli ubi jalar cara taksiran di Nagari Batu Bulek termasuk qiyas awlawi, karena mengqiyaskan tanaman kepada buah-buahan. Apabila dilihat dari rukun jual beli maka jual beli ubi jalar yang masih berada dalam tanah sudah terpenuhi, namun jika dilihat dari syarat sah jual beli belum terpenuhi, dalam syarat sah jual beli barang yang diperjualbelikan bisa dimanfaatkan langsung oleh pembeli, sedangkan jual beli ubi jalar tersebut belum bisa di manfaatkan langsung oleh pembeli karena ubi jalar masih berada dalam tanah. Terdapatnya unsur gharar dalam jual beli ubi jalar tersebut.
Rani Putri Dewi, NIM. 2230101124, Judul Skripsi: “Pelaksanaan Sistem Point Penilaian Dalam Membentuk Kedisiplinan Ibadah Sholat Dan Kehadiran Siswa Di UPT SDN 15 Sumanik Kecamatan Salimpaung Kabupaten Tanah Datar”, Program Studi Pendidikan Agama Islam, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, Universitas Islam Negeri (UIN) Mahmud Yunus Batusangkar Tahun 2026. Latar belakang masalah dalam penelitian ini adalah adanya fenomena positif di UPT SDN 15 Sumanik, yaitu siswa telah menunjukkan kedisiplinan yang baik dalam melaksanakan ibadah sholat, hadir ke sekolah, dan mengikuti berbagai aturan yang ditetapkan oleh sekolah. Kondisi tersebut didukung oleh pelaksanaan sistem point penilaian yang digunakan sebagai sarana pemantauan, pembinaan, dan penghargaan terhadap perilaku siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pelaksanaan sistem point penilaian dalam membentuk kedisiplinan ibadah sholat dan kehadiran siswa serta mengidentifikasi faktor pendukung dan faktor penghambat dalam pelaksanaannya. Jenis penelitian yang peneliti gunakan adalah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus (case study) yang bersifat deskriptif. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi, sedangkan Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini peneliti menggunakan teknik analisis data model Miles dan Huberman yang terdiri dari reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukan bahwa pelaksanaan sistem point penilaian di UPT SDN 15 Sumanik telah berjalan secara rutin dan terarah sebagai salah satu upaya sekolah dalam memantau, membina, dan membentuk kedisiplinan ibadah sholat serta kehadiran siswa kelas III. Sistem tersebut dilaksanakan melalui jurnal kontrol harian, penilaian kelas, dan pemantauan yang dilakukan oleh kepala sekolah, guru Pendidikan Agama Islam, wali kelas, serta guru piket. Siswa yang melaksanakan ibadah sholat, hadir tepat waktu, dan menunjukkan perilaku positif memperoleh tambahan point serta reward, sedangkan siswa yang melakukan pelanggaran memperoleh pengurangan point dan pembinaan yang bersifat mendidik.
Ikhsan Maulana (2230203030). Wilāyat al-Faqīh dalam konstitusi Republik Islam Iran menurut teori Constitutional Theocracy Ran Hirschl. Program Studi Hukum Tata Negara (Siyasah), Fakultas Syariah, Universitas Islam Negeri (UIN) Mahmud Yunus Batusangkar, 2026. Penelitian ini membahas Wilāyat al-Faqīh dalam Konstitusi Republik Islam Iran dengan menggunakan Teori Constitutional Theocracy Ran Hirschl. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kedudukan Pemimpin Tertinggi atau Rahbar yang memiliki legitimasi keagamaan sekaligus kewenangan konstitusional dalam sistem ketatanegaraan Iran. Permasalahan penelitian meliputi kedudukan Wilāyat al-Faqīh, otoritasnya dalam Konstitusi Republik Islam Iran, dan Konsep Keagamaan yang melandasinya berdasarkan Teori Constitutional Theocracy Ran Hirschl. Penelitian ini merupakan penelitian hukum normatif dengan menggunakan pendekatan perundang-undangan (statute approach) dan pendekatan konseptual (conceptual approach). Bahan hukum primer yang digunakan adalah Konstitusi Republik Islam Iran Tahun 1979 beserta perubahan Tahun 1989. Bahan hukum sekunder berupa buku, artikel ilmiah, dan hasil penelitian yang berkaitan dengan Wilāyat al-Faqīh, Syiah Imamiyah, konstitusionalisme, sistem ketatanegaraan Iran, dan Teori Constitutional Theocracy. Bahan hukum dikumpulkan melalui studi kepustakaan dan dianalisis secara deskriptif-analitis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, pertama, Wilāyat al-Faqīh berkedudukan sebagai institusi konstitusional tertinggi dalam sistem ketatanegaraan Republik Islam Iran. Kedudukan tersebut ditegaskan dalam pembukaan konstitusi serta Pasal 5, Pasal 57, Pasal 107, Pasal 109, Pasal 110, dan Pasal 111. Kedua, Rahbar memiliki otoritas yang luas dalam penetapan kebijakan umum negara, pengawasan terhadap penyelenggaraan pemerintahan, pengangkatan pejabat tinggi, militer, kekuasaan kehakiman, serta hubungan dengan lembaga legislatif dan eksekutif. Ketiga, Konsep Keagamaan Wilāyat al-Faqīh berakar pada doktrin Imamah Syiah Imamiyah, prinsip Wilāyat al-Faqīh, dan kesinambungan Imamah pada masa kegaiban Imam Mahdi. Berdasarkan Teori Constitutional Theocracy Ran Hirschl, sistem Iran menunjukkan pelembagaan otoritas agama ke dalam konstitusi dan lembaga negara modern. Dengan demikian, Republik Islam Iran mencerminkan sistem ketatanegaraan yang memadukan legitimasi keagamaan dengan mekanisme konstitusional.
Perkembangan media sosial telah mengubah cara penyampaian dakwah, sehingga pesan-pesan keislaman dapat diakses secara luas melalui berbagai platform digital, salah satunya TikTok. Kehadiran figur publik dalam akun Ayah Amanah di TikTok menjadi fenomena yang menarik perhatian Generasi Z karena keberadaan figur publik dapat menjadi bagian dari daya tarik dalam penyajian konten dakwah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kehadiran figur publik dengan persepsi Generasi Z pada akun Ayah Amanah di TikTok (Studi pada Mahasiswa FUAD UIN Mahmud Yunus Batusangkar). Kehadiran figur publik diukur melalui lima dimensi, yaitu public, mediatised, performative, collective, dan intentional value, sedangkan persepsi Generasi Z meliputi aspek kognitif, afektif, dan konatif. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian asosiatif. Populasi penelitian adalah mahasiswa FUAD UIN Mahmud Yunus Batusangkar dengan jumlah sampel sebanyak 90 responden yang ditentukan menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner dengan skala Likert empat pilihan. Analisis data menggunakan statistik deskriptif dan uji korelasi Spearman Rank dengan bantuan SPSS versi 26. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel kehadiran figur publik memperoleh nilai grand mean sebesar 2,93 dengan kategori baik, sedangkan variabel persepsi Generasi Z memperoleh nilai grand mean sebesar 2,84 dengan kategori baik. Hasil uji korelasi Spearman Rank menunjukkan nilai koefisien sebesar 0,737 dengan signifikansi 0,000 ( 0,05), yang menunjukkan adanya hubungan yang kuat dan positif antara kehadiran figur publik dengan persepsi Generasi Z. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara kehadiran figur publik dengan persepsi Generasi Z pada akun Ayah Amanah di TikTok (Studi pada Mahasiswa FUAD UIN Mahmud Yunus Batusangkar).
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh belum adanya kajian yang membandingkan pembingkaian berita antara Tempo.co dan Republika.co.id dalam merespons konflik Iran-Israel Amerika Serikat pada periode Maret 2026, fase eskalasi paling kritis dari rangkaian konflik tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan membandingkan framing pemberitaan konflik Iran-Israel pada kedua media daring tersebut. Menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif, penelitian ini menerapkan model analisis framing Robert N. Entman yang mencakup empat elemen kunci: define problems, diagnose causes, make moral judgment, dan treatment recommendation. Data dikumpulkan melalui teknik dokumentasi dan telaah teks terhadap 40 artikel berita (masing-masing 20 berita dari tiap media) yang dipilih secara purposive sampling. Keabsahan data diuji menggunakan triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Tempo.co membingkai konflik sebagai krisis geopolitik internasional secara berimbang, dengan penilaian moral yang bersandar pada hukum internasional serta rekomendasi penyelesaian melalui diplomasi dan deeskalasi. Sebaliknya, Republika.co.id membingkai konflik sebagai bentuk agresi Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran, dengan penilaian moral yang menekankan nilai kemanusiaan dan solidaritas keislaman, serta rekomendasi penyelesaian melalui peran organisasi Islam internasional. Penelitian ini menyimpulkan bahwa perbedaan konstruksi realitas atas peristiwa yang sama tersebut mengindikasikan kuatnya pengaruh ideologi pers dan segmentasi pembaca dari masing-masing media.
Nausa Mesra, Nim 2230301019. Judul Skripsi: “Perbandingan Tanda Waqaf Mu’anaqah dalam Mushaf Standar Indonesia dan Mushaf Al-Quddus serta Dampak pada Makna dan Penafsirannya”. Program Studi Ilmu Al-Qur`an dan Tafsir Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah Universitas Islam Negeri Mahmud Yunus Batusangkar 2026. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh perbedaan penempatan tanda waqaf mu’anaqah dalam Mushaf Standar Indonesia dan Mushaf Al-Quddus yang berpengaruh terhadap cara berhenti membaca Al-Qur`an serta pemaknaan ayat. Perbedaan tersebut menarik untuk dikaji karena tanda waqaf mu’anaqah tidak hanya berfungsi sebagai petunjuk bacaan, tetapi juga dapat memberi implikasi terhadap penafsiran ayat. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis perbandingan tanda waqaf mu’anaqah dalam Mushaf Standar Indonesia dan Mushaf Al-Quddus serta dampaknya terhadap makna dan penafsiran ayat Al-Qur`an. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan penelitian kepustakaan (library research) dan metode komparatif. Data primer berupa Mushaf Standar Indonesia dan Mushaf Al-Quddus, sedangkan data sekunder diperoleh dari kitab waqaf wa ibtida', kitab tafsir, buku, jurnal, dan literatur terkait. Data dikumpulkan melalui studi dokumentasi dan dianalisis secara deskriptif-komparatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Mushaf Standar Indonesia dan Mushaf Al-Quddus masing-masing memiliki 18 tanda waqaf mu‘anaqah. Setelah dilakukan perbandingan, ditemukan 23 ayat yang menjadi objek kajian dengan rincian 13 penempatan tanda yang sama pada kedua mushaf, serta 10 penempatan tanda yang berbeda (masing-masing mushaf memiliki 5 penempatan berbeda, baik dari segi letak maupun keberadaan tandanya). Perbedaan penempatan tersebut secara umum tidak mengubah kandungan pokok akidah, tetapi pada ayat tertentu berpengaruh terhadap implikasi hukum (seperti Q.S. Al-Ma'idah ayat 26), pilihan tempat berhenti, hubungan antarkalimat, penekanan makna, serta variasi penafsiran berdasarkan kaidah ilmu waqaf wa ibtida’ dan pendapat para mufasir.
ELSY AZ-ZAHRA, NIM: 2230203080, Judul Skripsi “Mekanisme Pemberhentian Kepala Negara Perspektif Fiqh Siyasah: Analisis Komparatif Pandangan Al-Mawardi dan Al-Maududi”. Program Studi Hukum Tata Negara (Siyasah), Fakultas Syariah, Universitas Islam Negeri (UIN) Mahmud Yunus Batusangkar, Tahun 2026. Pokok Permasalahan dalam penelitian ini adalah untuk menganalisis pandangan dan perbedaan pendapat ulama Al-Mawardi dan Al-Maududi terkait mekanisme Pemberhentian Kepala Negara, Serta mengkaji relevansi pemikiran kedua tokoh tersebut dalam konteks politik modern. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis mekanisme pemberhentian kepala negara menurut pemikiran Al-Mawardi dan Al-Maududi, serta meninjau relevansi pemikiran tersebut dalam konteks sistem politik modern, khususnya mekanisme impeachment. Jenis penelitian yang penulis gunakan adalah metode kualitatif dengan pendekatan yuridis normatif, menganalisis pemikiran kedua tokoh melalui teks-teks klasik dari tokoh ulama tersebut dan studi pustaka (Library Research). Data diperoleh melalui analisis buku ahkam al-sultaniyah, literatur ilmiah, dan sumber relevan lainnya. Analisis dilakukan dengan mengaitkan temuan penelitian pada teori pemberhentian kepala negara, teori khilafah, teori Ahl al- Halli wa al-‘Aqd, teori politik Islam, teori kedaulatan tuhan dan tinjauan fiqh siyasah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Al-Mawardi dan Al-Maududi memiliki kesamaan fundamental dalam menolak konsep kekuasaan absolut dan menekankan legitimasi kepemimpinan yang kondisional. Penelitian ini menyimpulkan bahwa Al-Mawardi dan Al-Maududi sama-sama menegaskan kepala negara dapat diberhentikan apabila melanggar syariat dan merugikan kemaslahatan umat. Al-Mawardi merumuskan prosedur normatif melalui verifikasi syar’i, evaluasi Ahl al-Hall wa al-‘Aqd, dan pengangkatan pemimpin baru, sedangkan Al-Maududi menawarkan mekanisme yang lebih konstitusional dan sistematis melalui tuduhan formal, investigasi, hak pembelaan, dan voting mayoritas khusus. Pemikiran kedua tokoh memiliki relevansi multidimensi dalam konteks politik modern Indonesia, meliputi prinsip pembatasan kekuasaan sebagai fondasi neara hokum, transformasi konsep Ahl al-Hall wa al-‘Aqd menjadi mekanisme impeachment, peran Lembaga yudisial dalam pengujian konstitusionalitas, integritas moral sebagai syarat legitimasi kepemimpinan yang tercermin dalam konsep 'perbuatan tercela' Pasal 7A UUD 1945, integrasi pengawasan yudisial-legislatif, serta prinsip kemaslahatan umat (maslahah al-'ammah) yang sejalan dengan konsep kepentingan publik. Dengan demikian, penelitian ini menyimpulkan bahwa prinsip-prinsip fiqh siyasah yang dirumuskan oleh kedua tokoh tersebut dapat menjadi rujukan konseptual dalam pengembangan sistem ketatanegaraan yang demokratis, berkeadilan, dan berorientasi pada kemaslahatan rakyat.
Pokok utama dari penelitian ini adalah meninjau perilaku pedagang ikan yang menyembunyikan objek atau kualitas ikan dalam peraktek jual beli ikan dengan cara taksiran (ungguak), sehingga menyebabkan beberapa pembeli yang merasa dirugikan, namun masyarakat di Balai Kamis Kampung Koto Baru Kenagarian Kambang Kecamatan Lengayang Kabupaten Pesisir Selatan, tetap menggunakan peraktek jual beli dengan sistem ungguak sampai saat sekarang ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji perilaku pedagang ikan yang menggunakan sistem ungguak di Balai Kamis Kampung Koto Baru Kenagarian Kambang Kecamatan Lengayang Kabupaten Pesisir Selatan, mengidentifikasi faktor-faktor yang melatarbelakangi pemilihan sistem ungguak oleh pedagang, serta menganalisis praktik tersebut berdasarkan perspektif fikih muamalah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian lapangan (field research). Pengumpulan data dilakukan melalui teknik wawancara, observasi, dan dokumentasi dengan informan yang meliputi pedagang ikan, pembeli, serta masyarakat di sekitar pasar. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa perilaku pedagang dalam penerapan sistem ungguak meliputi tiga aspek pokok, yaitu cara penetapan harga, pelayanan terhadap pembeli, serta sikap kejujuran dan keterbukaan. Penentuan harga dilakukan berdasarkan musim dengan menyesuaikan mekanisme penawaran dan permintaan, sehingga dinilai wajar dan dibenarkan selama tidak terdapat unsur rekayasa atau manipulasi. Dari aspek pelayanan, sebagian besar pedagang telah melaksanakan transaksi berdasarkan prinsip saling merelakan tanpa adanya paksaan, meskipun masih dijumpai beberapa pedagang yang menunjukkan perilaku kurang etis. Permasalahan yang paling menonjol terdapat pada aspek kejujuran, khususnya terkait transparansi kualitas ikan, di mana ditemukan praktik mencampurkan ikan lama dengan ikan yang masih segar tanpa disertai penjelasan yang jujur kepada pembeli. Pemilihan sistem ungguak oleh pedagang dipengaruhi oleh faktor kebiasaan dan budaya setempat, serta kondisi wilayah yang menuntut kepraktisan dalam proses transaksi. Ditinjau dari perspektif fikih muamalah, sistem ungguak pada dasarnya diperbolehkan karena telah memenuhi unsur kerelaan (tarāḍin), namun belum sepenuhnya memenuhi prinsip kejelasan (bayān) dan kejujuran (ṣidq) akibat adanya potensi unsur gharar dan tadlis. Oleh karena itu, praktik jual beli dengan sistem ungguak dinilai sah apabila dilaksanakan secara jujur dan transparan, tetapi menjadi tidak sah apabila disertai dengan penipuan atau penyembunyian cacat barang.
Yolanda Fitri, NIM 2130108108, Judul Skripsi: “Pengaruh Konseling Kelompok Teknik Cognitive Restructuring dalam Mengurangi Pikiran Body Shaming Siswa SMA N 1 Padang Ganting”, Program Studi Bimbingan dan Konseling Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan Universitas Islam Negeri Mahmud Yunus Batusangkar. Pokok permasalahan dalam penelitian ini adalah banyaknya fenomena pikiran body shaming siswa yaitu diantaranya perasaan malu, cemas, mider ,tingkah laku, perceived personality traits ataupun keadaan pikiran yang merasa tubuh tidak ideal, jelek, atau memalukan dan perilaku menghindar dari situasi sosial. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh konseling kelompok teknik cognitive restructuring dalam mengurangi pikiran body shaming siswa kelas X SMA N 1 Padang Ganting Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan jenis eksperiment dan desain penelitian menggunakan one group pre-test post-test, yaitu mengukur pikiran body shaming siswa sebelum dan sesudah diberikan layanan konseling kelompok menggunakan instrumen yang sama. Pikiran body shaming siswa diukur menggunakan Skala Likert. Populasi pada penelitian ini adalah siswa SMA N 1 Padang Ganting yang berjumlah 34 orang dan sebagai sampel 10 orang yang ditentukan melalui Teknik purposive sampling. Teknik analisis data yang digunakan adalah uji statistik paired samples t-test dan uji N-Gain. Berdasarkan penelitian yang penulis lakukan, diketahui thitung yaitu sebesar 16,201,seterusnya jika dikonsultasikan dengan rtabel pada taraf signifikan 5% yaitu sebesar 2,262. Dengan demikian maka thitung(16,201)>ttabel(2,262) pada taraf signifikansi 5%. Dapat disimpulkan bahwa hipotesis alternatif (Ha) diterima dan (H0 )ditolak, yang menyatakan bahwa terdapat pengaruh yang posirif dan signifikan antara konseling kelompok teknik Cognitive Restructuring dalam mengurangi pikiran body shaming siswa SMA N 1 Padang Ganting
M. Latif Taftazani, NIM. 242021004. Judul Tesis “Reaktualisasi Transaksi Taksiran Modern Menurut Perspektif Hukum Ekonomi Syariah”. Program Pascasarjana Hukum Ekonomi Syariah Universitas Islam Negeri (UIN) Batusangkar. Pokok permasalahan dalam Tesis ini adalah terjadinya beberapa fenomena transaksi pada zaman modern sekarang ini yang menyerupai transaksi taksiran dalam fiqih muamalah klasik yang dikenal dengan istilah jual beli jizaf. Diantara pelaksanaan dari transaksi taksiran modern tersebut adalah all you can eat, buffet, dan human claw machine. Pertanyaan dalam penelitian ini adalah: 1) Bagaimana pelaksanaan transaksi taksiran modern? 2) Bagaimana perspektif hukum ekonomi syariah tentang transaksi taksiran modern? Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeksripsikan dan mengidentifikasi pelaksanaan transaksi taksiran modern dan menganalisis perspektif hukum ekonomi syariah tentang transaksi taksiran modern tersebut. Jenis penelitian yang peneliti gunakan adalah studi pustaka (library research) untuk mendapatkan data-data dari permasalahan yang diteliti. Sumber data dalam penelitian adalah menggunakan sumber data sekunder. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan teknik dokumentasi dimana data diperoleh dengan mendokumentasikan seluruh sumber data seperti buku-buku, jurnal, dan artikel-artikel yang berkaitan dengan reaktualisasi transaksi taksiran modern menurut perspektif hukum ekonomi syariah serta kepustakaan lainnya yang kiranya dapat mendukung. Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan teknik pengolahan data kualitatif yaitu dengan melakukan analisis terhadap data yang disajikan dalam bentuk uraian (analisis konten). Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, adapun kesimpulan dari penelitian ini yaitu: 1) Penelitian ini menemukan ada tiga bentuk dari transaksi taksiran modern, yaitu all you can eat, buffet, dan human claw machine. 2) Berdasarkan perspektif hukum ekonomi syariah, dari ketiga transaksi tersebut, hanya satu transaksi yang termasuk ke dalam kategori jual beli jizaf, yaitu transaksi buffet yang hukumnya boleh. Adapun dua transaksi lainnya seperti all you can eat dan human claw machine tidak termasuk ke dalam kategori jual beli jizaf karena terdapat indikator yang tidak terpenuhi khususnya pada indikator syarat dalam jual beli jizaf. Dalam transaksi all you can eat terdapat sistem denda yang jika makanan tidak habis semuanya, maka pembeli akan dikenakan denda. Sehingga sistem tersebut menjadikan transaksi ini memiliki penggantungan ke suatu hal lain. Sedangkan salah satu syarat dari ijab dan kabul dalam jual beli jizaf adalah tidak boleh digantungkan dengan hal lain termasuk adanya denda. Selanjutnya, pada transaksi human claw machine indikator syarat yang tidak terpenuhi adalah pada objek akad jual beli jizaf yang seharusnya barang mudah dispekulasi, namun dalam transaksi human claw machine barang yang menjadi objek akad jual beli sangat sulit untuk dispekalusi. Meskipun dua transaksi tersebut (all you can eat dan human claw machine) tidak termasuk dalam jual beli jizaf, bukan berarti kedua transaksi tersebut langsung otomatis haram atau tidak diperbolehkan. Adapun ketentuan hukumnya adalah: pertama, hukum dari transaksi all you can eat adalah boleh. Hal ini dapat dilihat dari semua rukun dan syarat jual beli, hanya satu syarat pada ijab dan kabul yang tidak terpenuhi sebagaimana telah dijelaskan di atas. Namun, hakekat yang sebenarnya dalam ijab dan kabul ini adalah penjual dan pembeli atau pihak yang berakad sama-sama rela dan ridho serta sepakat dengan jual beli tersebut. Kedua, hukum dari transaksi human claw machine adalah haram. Hal ini dapat dilihat dari spekulasi barang dan harga yang menjadi objek akad sangat sulit untuk diperkirakan atau ditaksir. Sehingga transaksi ini mengandung unsur gharar atau ketidakjelasan yang sangat besar. Karena barang yang menjadi objek akad dalam transaksi human claw machine ini tidak sejenis saja melainkan sangat bervariasi dan beragam jenis serta ukurannya. Hal ini dapat dipastikan bahwa setiap macam, jenis, dan ukuran barang tersebut memiliki harga yang berbeda-beda. Dengan demikian, terdapat gharar atau ketidakjelasan yang sangat signifikan antara harga tiket yang dibayarkan dengan harga barang-barang yang akan didapatkan.
Pendidikan merupakan fondasi utama dalam pembangunan bangsa, sehingga pengelolaan data pendidikan yang akurat menjadi kebutuhan mendasar. Salah satu instrumen penting yang digunakan pemerintah Indonesia adalah Data Pokok Pendidikan (Dapodik). Sistem ini berfungsi sebagai basis data terintegrasi untuk menunjang perencanaan, penganggaran, dan evaluasi kebijakan pendidikan. Namun, implementasi Dapodik di tingkat satuan pendidikan tidak lepas dari tantangan, baik teknis maupun non-teknis, seperti keterbatasan sarana, minimnya pelatihan, serta tingginya beban kerja operator. Kondisi ini menarik untuk diteliti lebih lanjut, khususnya di SMP se-Kecamatan Sungai Tarab, Kabupaten Tanah Datar. Penelitian ini difokuskan pada pelaksanaan tugas Dapodik yang meliputi pengisian dan pengiriman data, pemutakhiran data, pemeriksaan dampak data yang dientri, serta penjaminan kelengkapan, kebenaran, dan kemutakhiran data. Tujuan penelitian adalah untuk menggambarkan bagaimana proses tersebut berlangsung di lapangan, serta mengidentifikasi faktor pendukung dan kendala yang dihadapi oleh operator sekolah. Dengan demikian, penelitian ini diharapkan memberikan kontribusi terhadap pemahaman praktik pengelolaan data pendidikan di tingkat sekolah menengah pertama. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi yang melibatkan operator Dapodik dan pihak sekolah terkait. Instrumen penelitian berupa pedoman wawancara dan catatan lapangan, sementara teknik analisis data mengikuti model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Validitas data dijaga melalui triangulasi teknik dengan membandingkan hasil wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan tugas Dapodik di SMP se-Kecamatan Sungai Tarab pada umumnya berjalan efektif dan tepat waktu meskipun operator tidak memperoleh pelatihan formal dalam kurun waktu tiga tahun terakhir. Hal ini dapat tercapai berkat pengalaman kerja, inisiatif mandiri, serta jejaring komunikasi antaroperator yang mempermudah penyelesaian kendala teknis. Data yang dihasilkan terbukti berkontribusi positif terhadap berbagai layanan pendidikan, seperti penyaluran dana BOS, Program Indonesia Pintar, serta pengaturan administrasi sekolah. Kendati demikian, masih terdapat hambatan berupa keterbatasan sarana, tingginya beban kerja, dan kurangnya apresiasi terhadap peran operator.
ZULRIANTO, NIM : 2030101173, Judul skripsi “KONSEP KURIKULUM PENDIDIKAN ISLAM MENURUT AHMAD TAFSIR” . Jurusan Pendidikan Agama Islam Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, Universitas Islam Negeri (UIN) Mahmud Yunus Batusamgkar, 2025 Skripsi ini akan mengkemukakan salah satu tokoh pemikiran pendidikan Islam yaitu Prof. Dr. H. Ahmad Tafsir, pada penelitian ini peneliti khusus membahas tentang bagaimana kurikulum pendidikan islam menurut pandangan Ahmad Tafsir. Adapun jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah libray research atau penelitian kepustakaan yaitu permasalahan dan pengumpulan data penelitian ini bersumber dari data primer (pokok) dan data sekunder ( data pendukung) tehnik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah dokumentasi, serta metode yang digunakan dalam menganalisis data adalah menganalisa isi dalam suatu data atau analisis isi (content analysis). Penelitian ini bertujuan untuk mendiskripsikan proses perbandingan pendidikan Islam dalam perspektif Ramayulis. Penelitian ini bersifat kualitatif deskriptif dengan metode studi kepustakaan. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik dokumentasi. Penelitian ini dilakukan dengan mengumpulkan datadata, menelaah, mengakaji serta mendalami pemikiran dari Ramayulis mengenai proses pendidikan Islam melalui karyakaryanya, seperti buku-buku atau sumber lain yang membahas proses pendidikan Islam dari Ramayulis. Hasil penelitian ini menunjukkan, proses pembelajaran dalam pendidikan Islam itu sama dengan pendidikan pada umumnya, namun yang membedakan adalah dalam pendidikan Islam proses maupun hasil belajar selalu inhern dengan keislaman, keislaman melandasi aktivitas belajar, menafsir perubahan yang terjadi serta menjiwai aktivitas berikutnya. Hasil penelitian, kesimpulan Ahmad Tafsir menawarkan konsep kurikulum yang berintikan keimanan dan akhlak sebagai intinya, yang dimana menjadikan ilmu, keterampilan dan seni dalam kurikulum yang di tawarkan yaitu kurikulum pendidikan islami mengandung nilai-nilai keimanan yang dimana dalam pengonsepan kerangka kurikulum dimulai dari tujuan pendidikan islam itu sendiriyaitu membentuk manusia menjadi muslim yang sebenarnya (kaffah), dan memiliki relevansi dengan kurikulum PAI di sekolah yaitu dalam ranah tujuannya, aspek proses pendidikannya haruslah berkesinambungan dan berurutan serta berjenjang dalam ranah keilmuannya.
Miwa Zahroh. NIM. 2030301027 (2020). Judul Skripsi: “StudiPenafsiran Ayat-Ayat „Iddah Perspektif Wahbah Az-Zuhaili Dalam KitabTafsir Al-Munir”. Program Studi Ilmu Al-Qur`an dan Tafsir FakultasUshuluddin Adab dan Dakwah Universitas Islam Negeri (UIN) Mahmud YunusBatusangkar.Pokok permasalahan dalam skripsi ini adalah sebagai mufassir fiqhbagaimana penafsiran ayat-ayat tentang „iddah oleh Wahbah az-Zuhaili dalamkitab Al-Munir. Tujuan pembahasan ini untuk mengetahui penafsiran ayat-ayattentang „iddah dalam Al-Qur`an menurut Wahbah az-Zuhaili sebagai penulistafsir bercorak fiqh dan bagaimana dampak dan cara pencegahan dari pandangan„iddah menurut Wahbah az-Zuhaili.Jenis penelitian yang penulis gunakan adalah penelitian kepustakaan(library research). Metode analisis yang digunakan adalah metode tafsir tematikmelalui kata kunciَ يَتَرَبَّصْن , عِدَّة ,َّ اَجَلَهُن . Sedangkan untuk menganalisa penafsiranayat-ayat „iddah oleh Wahbah az-Zuhaili digunakan metode tafsir maudhu‟iberbasis tokoh, melalui content analisis, dan pendekatan ilmu tafsir. Sumber dataprimer dalam penelitian ini, yaitu QS. Al-Baqarah [2]: 228, 231 dan 234, Qs. Al-Ahzab [33]: 49 dan Qs. At-Thalaq [65]: 1 dan 4, yang dikaji pada tafsir Al-Munir.Sumber data sekunder dalam penelitian ini berupa buku-buku, jurnal-jurnal, danartikel yang berkaitan dengan „iddah dan tafsir Wahbah al-Zuhaili.Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa: (1) Wabah Az-Zuhaili dalamkitabnya menjelaskan makna dari kata ( َ يَتَرَبَّصْن ) yang terdapat dalam Qs. Al-Baqarah [2]: 228 dan 234 secara pengertian berarti menunggu, sedangkan maknadari kata (عِدَّة ) dan ( َّ اَجَلَهُن) yang terdapat dalam Qs. Al-Ahzab [33]: 49 dan Qs. At-Talaq [65]: 4 secara tekstual berarti menghitung „„iddahnya dan secarakontekstual (pemaknaan dari ayat Qs. Al-Baqarah [2]: 231 dan 235) berarti akhir„iddahnya. Wahbah az-Zuhaili menyatakan bahwa „iddah adalah masa setelahperceraian yang ditetapkan syarak di mana perempuan wajib menunggu dan tidakboleh menikah lagi sampai masa itu selesai. (2). Wahbah Az-Zuhaili sebagaiulama kontemporer menjelaskan bahwa „iddah memiliki hikmah penting dalammenjaga hak-hak suami dan istri pasca perceraian. Misalnya, jika seorang priaingin menikahi wanita lain setelah perceraian, dia harus memastikan bahwa tidakada ikatan yang tersisa dari pernikahan sebelumnya. Sehubungan denganperkembangan dunia medis saat ini yang memungkinkan untuk menentukankehamilan dalam waktu yang relatif singkat dan dengan hasil yang cukupakurat, seperti USG dapat mendeteksi kehamilan lebih awal, namun masa „„iddahtetap memiliki peran penting dalam memberikan waktu tambahan untukmemastikan bahwa kehamilan sudah stabil dan dapat dideteksi dengan pastidengan ketentuan yang dijelaskan dalam Qs. Al-Baqarah [2]: 228 yaitu selamatiga kali quru‟ yang berarti bahwa wanita dalam masa „iddahnya berdasarkan Al-Quran surat Al-Baqarah [2]: 228 masa menunggunya selama 3 bulan 10 hari atautiga kali suci.
Nadya Anggita, NIM 1730101089, Judul Skripsi “Pemikiran Abuddin NAta tentang Metode Pendidikan Islam” Program Studi Pendidikan Agama Islam Universitas Islam Negeri Mahmud Yunus Batusangkar. Masalah yang perlu segera dipecahan adalah pemikiran Abuddin Nata tentang metode-metode pendidikan Islam, metode ceramah, metode tanya jawab, metode demonstrasi, metode diskusi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pemikiran Abuddin Nata tentang metode pendidikan Islam. Kegunaan penelitian ini adalah untuk memberikan pengetahuan kepada penulis dan praktisi pendidikan dari tokoh Abuddin Nata sebagai tokoh pendidikan Islam yang sangat berjasa. Metode penelitian yang penulis gunakan adalah penelitian kepustakaan (Library Research) dalam bentuk studi tokoh. Teknik analisis data dalam penelitian ini adalah analisis data kualitatif dengan langkah-langkah menentukan pola atau tema, mencari hubungan logis, pengelompokkan, dan mencari generalisasi yang spesifik. Sedangkan untuk menguji keabsahan data ditentukan dengan kepercayaan, keteralihan, kebergantungan, dan kepastian. Hasil penelitian adalah pemikiran Abuddin Nata terhadap metode pendidikan Islam yaitu, mengembangkan metode Quantum Teaching yang nerupakan perpaduan dan penyempurnaan dari metode-mtode pembelajaran sebelumnya. Abuddin Nata juga menggunakan pendekatan edukatif yang berusaha memecahkan masalah yang terdapat pada peserta didik dengan cara melakukan tindakan-tindakan yang dapat mengatasi masalah tersebut tanpa bertentangan dengan nilai-nilai kemanusiaan.
ABSTRAK INES PUTRI IRAWAN. NIM 1630101059, Judul Skripsi: “KONSEP SEKOLAH ISLAM TERPADU MENURUT PEMIKIRAN KH. AHMAD DAHLAN”. Jurusan Pendidikan Agama Islam Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, UIN Mahmud Yunus batusangkar. Lembaga pendidikan di Indonesia mempunyai dua pendidikan yang berbeda yaitu pendidikan tradisional dan pendidikan sekuler. Pendidikan tradisional adalah lembaga pendidikan pesantren yang dikelola oleh umat Islam atau ulama-ulama Muslim dan hanya diajarkan ilmu agama saja. Sedangkan, pendidikan sekuler adalah pendidikan sekolah umum yang dikelola oleh pemerintah Hindia Belanda dan hanya diajarkan ilmu pengetahuan umum saja. Pada awal abad 20 masyarakat Muslim beranggapan bahwa akan dianggap kafir apabila anak-anaknya dimasukkan ke sekolah pemerintah Hindia Belanda yang memakai sistem Barat yaitu bercelana panjang, berjas, berdasi dan lain sebagainya. Anggapan ini membawa pengaruh besar terhadap ekonomi Muslim yang mengakibatkan masyarakat Muslim tidak memiliki akses ke sektor-sektor pemerintahan dan perusahaan-perusahaan swasta. Dalam menggali objek kajian, jenis penelitian yang penulis gunakan adalah teknik pengumpulan dengan cara melakukan riset kepustakaan (Liberary Reseach) yaitu suatu analisis yang penulis pergunakan dengan cara membaca dan menelaah beberapa literature karya ilmiah yang ada kaitannya dengan skripsi yang akan diteliti. Seluruh data yang dihimpun melalui riset kepustakaan (Liberary Reseach) semuanya adalah data bersifat kualitatif. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan teknik menelaah buku-buku, karya ilmiah, buku-buku yang secara khusus membahas tentang pemikiran KH Ahmad Dahlan tentang Pendidikan Islam. hasil penelitian ini menunjukkan bahwa bahwa Pemikiran KH Ahmad Dahlan telah memberikan kontribusi yang cukup signifikan terhadap pengembangan dan kemajuan pendidikan Islam di Indonesia. Pemikiran KH. Ahmad Dahlan tentang konsep pendidikan Islam dapat terlihat pada usahanya dalam mengintegrasikan dikotomi ilmu pengetahuan, menjaga keseimbangan, bercorak intelektual, moral dan religius. Tujuan pendidikan Islam menurutnya adalah melahirkan individu yang utuh. Dalam rangka mengintegrasikan kedua sistem pendidikan, KH. Ahmad Dahlan lebih banyak mengadopsi sistem pendidikan sekolah barat yang sudah maju. Kontruksi Pemikiran tentang pendidikan Islam KH Ahmad Dahlan menjadi pondasi awal kemajuan pendidikan Islam Indonesia yang ditangani secara organisatoris oleh Muhammadiyah. Gagasan pendidikan Islam, Ahmad Dahlan adalah warisan berharga yang perlu dikembangkan dan disebarluaskan demi kemajuan pendidikan Islam Indonesia sesuai tuntutan zaman