Lewati ke konten utama
Beranda / Penulis

Profil penulis

NAUSA MESRA

1 karya publik ditemukan.

2026: 1

Perbandingan Tanda Waqaf Mu'anaqah Dalam Mushaf Standar Indonesia dan Mushaf Al-Quddus Serta Dampak Pada Makna dan Penafsirannya

2026 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Nausa Mesra, Nim 2230301019. Judul Skripsi: “Perbandingan Tanda Waqaf Mu’anaqah dalam Mushaf Standar Indonesia dan Mushaf Al-Quddus serta Dampak pada Makna dan Penafsirannya”. Program Studi Ilmu Al-Qur`an dan Tafsir Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah Universitas Islam Negeri Mahmud Yunus Batusangkar 2026. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh perbedaan penempatan tanda waqaf mu’anaqah dalam Mushaf Standar Indonesia dan Mushaf Al-Quddus yang berpengaruh terhadap cara berhenti membaca Al-Qur`an serta pemaknaan ayat. Perbedaan tersebut menarik untuk dikaji karena tanda waqaf mu’anaqah tidak hanya berfungsi sebagai petunjuk bacaan, tetapi juga dapat memberi implikasi terhadap penafsiran ayat. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis perbandingan tanda waqaf mu’anaqah dalam Mushaf Standar Indonesia dan Mushaf Al-Quddus serta dampaknya terhadap makna dan penafsiran ayat Al-Qur`an. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan penelitian kepustakaan (library research) dan metode komparatif. Data primer berupa Mushaf Standar Indonesia dan Mushaf Al-Quddus, sedangkan data sekunder diperoleh dari kitab waqaf wa ibtida', kitab tafsir, buku, jurnal, dan literatur terkait. Data dikumpulkan melalui studi dokumentasi dan dianalisis secara deskriptif-komparatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Mushaf Standar Indonesia dan Mushaf Al-Quddus masing-masing memiliki 18 tanda waqaf mu‘anaqah. Setelah dilakukan perbandingan, ditemukan 23 ayat yang menjadi objek kajian dengan rincian 13 penempatan tanda yang sama pada kedua mushaf, serta 10 penempatan tanda yang berbeda (masing-masing mushaf memiliki 5 penempatan berbeda, baik dari segi letak maupun keberadaan tandanya). Perbedaan penempatan tersebut secara umum tidak mengubah kandungan pokok akidah, tetapi pada ayat tertentu berpengaruh terhadap implikasi hukum (seperti Q.S. Al-Ma'idah ayat 26), pilihan tempat berhenti, hubungan antarkalimat, penekanan makna, serta variasi penafsiran berdasarkan kaidah ilmu waqaf wa ibtida’ dan pendapat para mufasir.