Abstrak
ZULRIANTO, NIM : 2030101173, Judul skripsi “KONSEP KURIKULUM PENDIDIKAN ISLAM MENURUT AHMAD TAFSIR” . Jurusan Pendidikan Agama Islam Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, Universitas Islam Negeri (UIN) Mahmud Yunus Batusamgkar, 2025 Skripsi ini akan mengkemukakan salah satu tokoh pemikiran pendidikan Islam yaitu Prof. Dr. H. Ahmad Tafsir, pada penelitian ini peneliti khusus membahas tentang bagaimana kurikulum pendidikan islam menurut pandangan Ahmad Tafsir. Adapun jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah libray research atau penelitian kepustakaan yaitu permasalahan dan pengumpulan data penelitian ini bersumber dari data primer (pokok) dan data sekunder ( data pendukung) tehnik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah dokumentasi, serta metode yang digunakan dalam menganalisis data adalah menganalisa isi dalam suatu data atau analisis isi (content analysis). Penelitian ini bertujuan untuk mendiskripsikan proses perbandingan pendidikan Islam dalam perspektif Ramayulis. Penelitian ini bersifat kualitatif deskriptif dengan metode studi kepustakaan. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik dokumentasi. Penelitian ini dilakukan dengan mengumpulkan datadata, menelaah, mengakaji serta mendalami pemikiran dari Ramayulis mengenai proses pendidikan Islam melalui karyakaryanya, seperti buku-buku atau sumber lain yang membahas proses pendidikan Islam dari Ramayulis. Hasil penelitian ini menunjukkan, proses pembelajaran dalam pendidikan Islam itu sama dengan pendidikan pada umumnya, namun yang membedakan adalah dalam pendidikan Islam proses maupun hasil belajar selalu inhern dengan keislaman, keislaman melandasi aktivitas belajar, menafsir perubahan yang terjadi serta menjiwai aktivitas berikutnya. Hasil penelitian, kesimpulan Ahmad Tafsir menawarkan konsep kurikulum yang berintikan keimanan dan akhlak sebagai intinya, yang dimana menjadikan ilmu, keterampilan dan seni dalam kurikulum yang di tawarkan yaitu kurikulum pendidikan islami mengandung nilai-nilai keimanan yang dimana dalam pengonsepan kerangka kurikulum dimulai dari tujuan pendidikan islam itu sendiriyaitu membentuk manusia menjadi muslim yang sebenarnya (kaffah), dan memiliki relevansi dengan kurikulum PAI di sekolah yaitu dalam ranah tujuannya, aspek proses pendidikannya haruslah berkesinambungan dan berurutan serta berjenjang dalam ranah keilmuannya.