Hasil pencarian
Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.
Pencarian lanjut AND / OR / NOT
PERAN PUSTAKAWAN DALAM PENINGKATAN LAYANAN SIRKULASI DI DINAS PERPUSTAKAAN DAN KEARSIPAN KOTA PADANG PANJANG
ABSTRAK Rizqan Hafiz 2230304043 “Peran Pustakawan Dalam Peningkatan Layanan Sirkulasi Di Dinas Perpustakaan Dan Kearsipan Kota Padang Panjang.” Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Padang Panjang telah menerapkan sistem otomasi dalam layanan sirkulasi, keberhasilan pelayanan tidak hanya ditentukan oleh penggunaan teknologi, tetapi juga oleh kemampuan pustakawan dalam memberikan pelayanan, mengelola administrasi, serta melakukan pengembangan layanan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pelaksanaan layanan sirkulasi dan peran pustakawan dalam peningkatan layanan sirkulasi di Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Padang Panjang. Penelitian ini menggunakan teori peran pustakawan menurut Sutarno NS (2018) dan teori layanan sirkulasi menurut Gunawan (2022). Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Informan penelitian berjumlah 6 orang yang terdiri atas 3 pustakawan dan 3 pemustaka yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan teknik reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Keabsahan data diuji melalui triangulasi sumber, teknik, dan waktu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pustakawan telah menjalankan perannya secara optimal melalui pelayanan yang ramah dan responsif kepada pemustaka, pengelolaan administrasi layanan sirkulasi yang tertib, pemanfaatan teknologi berbasis INLISLite dan OPAC dalam mendukung proses pelayanan, serta pelaksanaan evaluasi sebagai upaya perbaikan layanan secara berkelanjutan. Selain itu, layanan sirkulasi telah terlaksana dengan baik melalui proses peminjaman dan pengembalian bahan pustaka yang efektif, administrasi yang terkelola secara sistematis, keteraturan dan keamanan koleksi yang terjaga, serta pelayanan yang mampu meningkatkan kemudahan akses informasi dan kepuasan pemustaka. Dengan demikian, peran pustakawan menjadi faktor penting dalam mendukung peningkatan kualitas layanan sirkulasi di Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Padang Panjang.
STRATEGI PUSTAKAWAN DALAM MENINGKATKAN PELAYANAN DI PERPUSTAKAAN MAN 2 TANAH DATAR
Nita Oktaviani, NIM 1930304023 judul skripsi “Strategi Pustakawan Dalam Meningkatkan Pelayanan Di Perpustakaan Man 2 Tanah Datar”. Program Studi Ilmu Perpustakaan dan Informasi Islam Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah Universitas Islam Negeri (UIN) Mahmud Yunus Batusangkar. Pokok permasalahan dalam skripsi ini adalah mengkaji tentang strategi pustakawan dalam meningkatkan pelayanan di perpustakaan MAN 2 Tanah Datar. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk pelayanan yang diterapkan oleh pustakawan di perpustakaan MAN 2 tanah Datar, bagaimana pelaksanaan strategi pelayanan perpustakaan oleh pustakawan di perpustakaan MAN 2 Tanah Datar dan Bagaimana dampak penerapan strategi pelayanan terhadap layanan di perpustakaan MAN 2 tanah Datar. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif sehingga data yang diperoleh dapat disajikan ke dalam uraian yang sistematis. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik wawancara, observasi, dan dokumentasi. Adapun langkah-langkah dalam menganalis data adalah reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Berdasarkan hasil penelitian ini di ketahui bahwa strategi pustakawan dalam meningkatkan pelayanan di perpustakaan MAN 2 Tanah Datar ada beberapa strategi yang dilakukan yaitu yang pertama pelayanan ramah, kedua pelayanan cepat dan mudah, ketiga pelayanan berbasis teknologi, keempat pelayanan ruang dan suasana. Dan dampak dari penerapannya adalah proses peminjaman dan pengembalian lebih cepat, antrian berkurang dan siswa tidak merasa kesulitan menemukan buku yang di butuhkan. Kata kunci: Strategi Pustakawan, Pelayanan, Perpustakaan Sekolah
Masa Kerja Sebagai Konteks Terbentuknya Stres Kerja Pustakawan: studi Fenomenologi di Perpustakaan Umum Daerah Tanah Datar
Hasil penelitian menunjukkan bahwa masa kerja menjadi konteks terbentuknya stres kerja pustakawan melalui empat indikator, yaitu lama bekerja, pengalaman kerja, penguasaan pekerjaan, serta pemahaman terhadap tanggung jawab dan kode etik profesi. Semakin lama masa kerja, stres bergeser dari tekanan masa adaptasi menuju tekanan akibat bertambahnya tanggung jawab dan tuntutan pekerjaan. Pengalaman dan penguasaan pekerjaan membantu pustakawan menyelesaikan tugas, namun juga meningkatkan beban kerja. Pemahaman terhadap tanggung jawab dan kode etik profesi mendorong pustakawan tetap memberikan pelayanan terbaik meski menghadapi keterbatasan. Stres kerja yang dialami tampak dari gejala fisik, psikologis, dan perilaku, dan pemaknaannya berbeda pada setiap individu sesuai masa kerja dan pengalaman yang dimiliki.
Peran pustakawan dalam penataan tata ruang di Perpustakaan MAN 2 Kota Padang Panjang
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran pustakawan dalam penataan tata ruang di Perpustakaan MAN 2 Kota Padang Panjang serta mengidentifikasi kendala yang dihadapi dalam pelaksanaannya. Fokus penelitian ini mencakup peran pustakawan dalam penataan ruang berdasarkan aspek fungsional, psikologis pengguna, estetika, dan keamanan bahan pustaka, serta kendala yang memengaruhi optimalisasi penataan ruang perpustakaan. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran pustakawan dalam penataan tata ruang Perpustakaan MAN 2 Kota Padang Panjang secara umum telah berjalan cukup optimal meskipun dihadapkan pada keterbatasan ruang dan fasilitas. Pada aspek fungsional, pustakawan memilah dan memindahkan barang yang tidak digunakan, memberikan pertimbangan dalam penempatan perabot, serta mengatur jarak antarperabot agar fungsi ruang dan sirkulasi tetap berjalan. Pada aspek psikologis, pustakawan menata posisi dan jarak meja, kursi, serta rak untuk menciptakan ruang yang nyaman, tenang, kondusif, dan terasa lebih luas, dengan perhatian khusus pada area baca. Pada aspek estetika, pustakawan mengoptimalkan furnitur, tanaman hias, poster literasi, mading, warna, dan pencahayaan untuk menciptakan ruang yang rapi dan menarik. Pada aspek keamanan bahan pustaka, pustakawan menata perabot untuk mendukung pengawasan visual, meminimalkan titik buta, serta memanfaatkan CCTV dan SLiMS dalam mendukung keamanan dan pengelolaan koleksi. Adapun kendala utama dalam penataan ruang meliputi keterbatasan sarana dan prasarana akibat luas ruang perpustakaan yang terbatas, kompetensi manajerial kepala perpustakaan yang belum berlatar belakang ilmu perpustakaan, serta keterbatasan tenaga yang memiliki kompetensi teknologi informasi. Secara umum, pustakawan mampu mengoptimalkan ruang dan fasilitas yang tersedia melalui penataan yang adaptif untuk mendukung kenyamanan, keamanan, dan efektivitas kegiatan perpuKata Kunci: Perpustakaan Sekolah, Tata Ruang, Peranan Pustakawan
Pengaruh Fasilitas Perpustakaan Terhadap Kinerja Pustakawan Di Perpustakaan Umum Daerah Kabupaten Tanah Datar
Aurelia Salsa Billa, NIM 2230304006 judul skripsi “PENGARUH FASILITAS PERPUSTAKAAN TERHADAP KINERJA PUSTAKAWAN DI PERPUSTAKAAN UMUM DAERAH KABUPATEN TANAH DATAR”. Program Studi Ilmu Perpustakaan dan Informasi Islam, Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah, Universitas Islam Negeri (UIN) Mahmud Yunus Batusangkar. Fenomena yang melatarbelakangi penelitian ini adalah masih ditemukannya keterbatasan fasilitas perpustakaan, baik dari segi sarana, prasarana, maupun pendukung kerja lainnya, sementara pustakawan dituntut untuk tetap memberikan layanan yang optimal kepada pemustaka. Kondisi ini menimbulkan pertanyaan mengenai bagaimana fasilitas perpustakaan memiliki pengaruh terhadap kinerja pustakawan. Oleh karena itu, tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh antara fasilitas perpustakaan dan pustakawan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode dengan pendekatan deskriptif statistik non parametrik. Populasi sekaligus sampel dalam penelitian ini berjumlah 11 orang pustakawan dengan teknik total sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner skala Likert. Analisis data dilakukan menggunakan statistik deskriptif dan uji korelasi non- Rank tidak berdistribusi normal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fasilitas perpustakaan berada pada kategori sangat baik berdasarkan hasil perhitungan grand mean per indikator, demikian pula dengan kinerja pustakawan yang berada pada kategori baik. Namun, hasil uji Spearman Rank menunjukkan nilai koefisien korelasi sebesar 0,155 dengan tingkat hubungan sangat rendah dan nilai signifikansi sebesar 0,648 (Sig. > 0,05). Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat hubungan atau pengaruh yang signifikan antara fasilitas perpustakaan dan kinerja pustakawan.
Analisis Ekstrakurikuler Pustakawan Muda di SMAN 1 Sungai Tarab
Siti Aisyah, NIM: 2130103094, judul skripsi: “Analisis Ekstrakurikuler Pustakawan Muda di SMAN 1 Sungai Tarab”. Program Studi Manajemen Pendidikan Islam, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, Universitas Islam Negeri (UIN) Mahmud Yunus Batusangkar, 2025. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pelaksanaan kegiatan ekstrakurikuler Pustakawan Muda di SMAN 1 Sungai Tarab yang menjadi salah satu program pengembangan keterampilan siswa di bidang kepustakawanan. Fokus penelitian diarahkan pada tiga aspek utama, yaitu program kegiatan, penjadwalan ekstrakurikuler, dan peran pembina dalam mengelola ekstrakurikuler tersebut. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus dengan tujuan untuk mengeksplorasi secara mendalam terhadap permasalahan atau topik yang diteliti dengan cara melakukan pengumpulan data yang luas. Sumber data utama dalam penelitian ini adalah kepala sekolah, kepala perpustakaan, staf perpustakaan, dan siswa yang mengikuti ekstrakurikuler pustakawan muda. Sedangkan sumber data pendukung adalah dokumentasi/arsip, dan rekaman suara. Teknik pengumpulan data yang digunakan oleh peneliti ialah melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan model Milles dan Huberman berupa reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Berdasarkan penelitian yang dilakukan dapat disimpulkan bahwa ekstrakurikuler Pustakawan Muda memiliki program yang dirancang secara sistematis dan terstruktur untuk mendukung pengembangan keterampilan siswa dalam pengelolaan perpustakaan, seperti kegiatan pengelolaan buku, pelayanan peminjaman, pelabelan, serta kegiatan literasi lainnya. Penjadwalan kegiatan disusun secara fleksibel untuk tidak mengganggu kegiatan akademik siswa, dan dilaksanakan secara berkala. Pembina kegiatan memiliki latar belakang dan kompetensi yang sesuai, serta menunjukkan komitmen dalam membina dan mengembangkan keterampilan anggota. Kegiatan ini tidak hanya mendukung pengelolaan perpustakaan, tetapi juga membentuk karakter, tanggung jawab, dan keterampilan sosial siswa. Penelitian ini merekomendasikan agar kegiatan serupa dapat direplikasi di sekolah lain sebagai bagian dari strategi penguatan literasi dan pengembangan potensi siswa.
Peran Pustakawan dalam Mengembangkan Literasi Informasi Siswa di Perpustakaan Madrasah Aliyah Negeri 3 Pamasan Barat
Ikhwan Aziz, NIM. 2130304020 dengan judul skripsi Analisis Peran Pustakawan dalam Mengembangkan Literasi Informasi Siswa di Perpustakaan Madrasah Aliyah Negeri 3 Pasaman Barat. Program Studi Ilmu Perpustakaan dan Informasi Islam Fakultas Ushuluddin, Adab dan Dakwah. Universitas Islam Negeri Mahmud Yunus Batusangkar. Perkembangan teknologi informasi dan perubahan kurikulum di era digital menuntut peningkatan literasi informasi di lingkungan pendidikan, termasuk peran pustakawan yang tidak lagi sebatas pengelola koleksi, melainkan juga sebagai pendidik sekaligus fasilitator literasi siswa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran pustakawan dalam pengembangan literasi informasi siswa di Perpustakaan Madrasah Aliyah Negeri 3 Pasaman Barat serta mengidentifikasi kendala yang dihadapi dalam implementasi program literasi informasi di sekolah. Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif dengan metode pendekatan deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam kepada pustakawan dan siswa, serta dokumentasi. Temuan menunjukkan bahwa pustakawan di MAN 3 Pasaman Barat berperan ganda sebagai guru-pustakawan dan pendukung pembelajaran. Pustakawan membimbing, memberikan pelatihan, serta berkolaborasi dengan guru untuk menunjang literasi informasi siswa. Namun, masih terdapat kendala utama seperti keterbatasan anggaran, SDM, fasilitas, serta minimnya akses digital di perpustakaan. Kesimpulan penelitian ini menegaskan perlunya penguatan kapasitas pustakawan, peningkatan sarana teknologi, serta dukungan kebijakan agar perpustakaan sekolah optimal sebagai pusat pengembangan literasi informasi.
Analisis Kecerdasan emosional dalam meningkatkan Kinerja Pustakawan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Padang Panjang
Nirmala Khofifah, NIM 2130304035, dengan judul skripsi “Analisis Kecerdasan emosional dalam meningkatkan Kinerja Pustakawan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Padang Panjang" Program Studi Ilmu Perpustakaan dan Informasi Islam Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah Universitas Islam Negeri Mahmud Yunus Batusangkar. Pokok permasalahan dalam skripsi ini adalah sejauh mana kecerdasan emosional yang dimiliki oleh pustakawan di dinas perpustakaan dan kearsipan kota padang panjang, Penulis menemukan bahwa kecerdasan emosional yang dimiliki pustakawan di perpustakaan padang panjang ini memiliki kecerdasan emosi yang baik, bisa mengenali dan mengelola perasaan orang lain sehingga pemustaka merasa senang dan nyaman di perpustakaan. Dan kinerja pustakawan sudah memiliki sifat yang bijak dalam melayani pengguna dengan baik. Jadi penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana kecerdasan emosional dalam meningkatkan kinerja pustakawan di Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Padang Panjang. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Teknik pengambilan data yang penulis gunakan adalah wawancara, observasi, dan dokumentasi. Teknik analisis data yang penulis gunakan adalah reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Teknik penjaminan keabsahan data yang penulis gunakan adalah teknik triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kecerdasan emosional pustakawan berperan penting dalam meningkatkan kinerja mereka, dengan kemampuan untuk mengenali dan mengelola emosi yang berdampak positif pada interaksi dengan pemustaka. Pustakawan yang memiliki kecerdasan emosional tinggi cenderung lebih responsif, empatik, dan mampu menciptakan suasana pelayanan yang nyaman. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pengembangan kecerdasan emosional melalui pelatihan dan refleksi diri sangat diperlukan untuk meningkatkan kualitas layanan perpustakaan.
Keterampilan Komunikasi Nonverbal Pustakawan dalam Melayani Pemustaka di Perpustakaan Umum Daerah Kabupaten Tanah Datar
Ayu Shafutri, NIM. 2130304006, judul skripsi: “Keterampilan Komunikasi Nonverbal Pustakawan dalam Melayani Pemustaka di Perpustakaan Umum Daerah Kabupaten Tanah Datar”. Program Studi Ilmu Perpustakaan dan Informasi Islam. Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah. Universitas Islam Negeri Mahmud Yunus Batusangkar 2025. Permasalahan dalam skripsi ini mengenai bagaimana pustakawan menggunakan bahasa tubuh sebagai keterampilan komunikasi nonverbal dalam memberikan layanan kepada pemustaka, serta apa faktor penghambat keterampilan komunikasi nonverbal pustakawan dalam melayani pemustaka di Perpustakaan Umum Daerah Kabupaten Tanah Datar. Tujuan dari penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pustakawan menggunakan bahasa tubuh sebagai keterampilan komunikasi nonverbal dalam memberikan layanan kepada pemustaka, serta faktor penghambat keterampilan komunikasi nonverbal pustakawan dalam melayani pemustaka di Perpustakaan Umum Daerah Kabupaten Tanah Datar. Jenis penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data dimulai dari pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarik kesimpulan. Penjamin keabsahan data penelitian ini menggunakan triangulasi teknik, sumber, dan perpanjangan pengamatan. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa (1) Pustakawan menggunakan bahasa tubuh sebagai keterampilan komunikasi nonverbal dalam memberikan layanan di Perpustakaan Umum Daerah Kabupaten Tanah Datar, seperti ekspresi wajah cenderung netral dan kurang mencerminkan keterlibatan emosional. Kontak mata memiliki dampak beragam, sementara gerakan tangan membantu pemustaka memahami informasi lebih cepat. Jabat tangan jarang digunakan, digantikan dengan senyuman dan sapaan. (2) Faktor penghambat keterampilan komunikasi nonverbal pustakawan meliputi kesulitan interaksi dengan anak-anak, ketidakfokusan pemustaka, dan kurangnya kejelasan ekspresi wajah pustakawan. Untuk meningkatkan efektivitas komunikasi nonverbal, disarankan agar pustakawan terus mengoptimalkan ekspresi wajah dan kontak mata agar menciptakan suasana yang lebih nyaman bagi pemustaka dan pemustaka lebih memperhatikan isyarat yang diberikan.
Persepsi Pemustaka Terhadap Sikap Pustakawan Dalam Melayani Pemustaka DI SMA Negeri 1 Salimpaung Kabupaten Tanah Datar
YUSTI KHATAMI, NIM 1930304045, Judul skripsi:”Persepsi Pemustaka terhadap sikap Pustakawan dalam Melayani Pemustaka di SMA Negeri 1 Salimpaung Kabupaten Tanah Datar”. Program Studi Ilmu Perpustakaan dan Informasi Islam Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah Universitas Islam Negeri (UIN) Mahmud Yunus Batusangkar. Pokok Permasalahan dalam SKRIPSI ini adalah Bagaimana Pemustaka di sekitar perpustakaan sekolah sudah bersikap dengan baik yang dilakukan di perpustakaan sekolah SMA Negeri 1 Salimpaung, Bagaimana persepsi sikap Pustakawan terhadap pemustaka dalam melayani pemustaka di SMA Negeri 1 Salimpaung dan Bagaimana kendala pustakawan dalam melayani pemustaka di SMA Negeri 1 Salimpaung. Tujuan pembahasan ini untuk mengetahui persepsi sikap pustakawan terhadap pemustaka dalam melayani pemustaka di SMA Negeri 1 Salimpaung, untuk mengetahui kendala pustakawan di dalam SMA Negeri 1 Salimpaung dan untuk mengetahui upaya untuk meningkatkan layanan di perpustakaan SMA Negeri 1 Salimpaung. Jenis penelitian ini penulis gunakan adalah jenis penelitian pendekatan deskriptif dengan metode kualitatif. Penelitian ini adalah persepsi sikap pustakawan dalam melayani pemustaka menggunakan teknik observasi, teknik wawancara, dan dokumentasi dengan menggunakan media seperti camera telepon genggam, paduan wawancara dan beberapa alat tulis seperti buku dan pena yang dapat diwujudkan dalam bentuk objek merupakan contoh instrument penelitian diartikan sebagai alat pengumpulan data. Pada penelitian ini menggunakan sumber data primer dan data sekunder. Teknik analisis data yang dilakukan adalah pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan dan adapun teknik penjaminan keabsahan data yaitu triangulasi sumber dan triangulasi Teknik. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa persepsi pemustaka terhadap sikap pustakawan dalam melayani pemustaka di SMA Negeri 1 Salimpaung perlu ditingkatkan lagi dengan sikap yang baik dan ramah. Sikap pustakawan berkaitan erat dengan bagaimana layanan perpustakaan diberikan kepada pemustaka, maka sikap pustakawan yang baik ketika memberikan pelayanan sangat penting untuk diperhatikan. Kendala yang dialami pustakawan dalam melayani pemustaka di perpustakaan SMA Negeri 1 Salimpaung yaitu kurangnya sumber daya manusia, tidak ada tenaga pustakawan yang berlatang belakang dari ilmu perpustakaan. Sehingga sulit untuk menunjang perpustakaan itu sendiri, baik dari sistem pengolahan bahan pustaka, pelayanan dan pelestarian bahan pustaka yang ada di perpustakaan sekolah. Perpustakaan ini juga belum memiliki teknologi informasi otomatis, jika ada yang ingin meminjam buku masih menggunakan kertas manual. Solusi dalam mengatasi kendala dalam memberikan pelayanan di perpustakaan SMA Negeri 1 Salimpaung adalah memaksimalkan tenaga kerja yang ada, dan perpustakaan akan meningkatkan penggunaan komputer dengan mengusahakan ketersediaan komputer di perpustakaan.
Analisis Hubungan Interpersonal Dalam Meningkatkan Kepuasan Kerja Pustakawan di UPT Perpustakaan Proklamator Bung Hatta
MONICA MAYORA. NIM. 2030304030. (2024). Judul Skripsi : “Analisis Hubungan Interpersonal Dalam Meningkatkan Kepuasan Kerja Pustakawan di UPT Perpustakaan Proklamator Bung Hatta” Program Studi Ilmu Perpustakaan dan Informasi Islam di Universitas Islam Negeri (UIN) Mahmud Yunus Batusangkar. Pokok permasalahan dalam skripsi ini adalah tentang bagaimana hubungan interpersonal pustakawan dengan sesama rekan kerja sehingga kepuasan kerja dapat tercapai di UPT Perpustakaan Proklamator Bung Hatta. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui apakah hubungan interpersonal antara rekan kerja memengaruhi kepuasan kerja pustakawan di UPT Perpustakaan Proklamator Bung Hatta berdasarkan teori yang ada. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan digunakan dalam teknik analisis data. Hubungan interpersonal dalam meningkatkan kepuasan kerja pustakawan di UPT Perpustakaan Proklamator Bung Hatta dilihat dari teori yang digunakan yaitu mengenal secara dekat, kerja sama, kedisiplinan atau kemangkiran, dan kinerja rekan kerja. Pertama, kedekatan rekan kerja dilihat dari keakraban di antara mereka yang terbukti dari cara mereka berinteraksi yang sudah tidak canggung lagi, mencairkan suasana, makan siang dan olahraga bersama, merayakan ulang tahun, saling traktir, dan lain-lain. Kedua, kerja sama di antara rekan berjalan dengan baik dilihat dari kekompakan dan kompromi di antara rekan kerja. Ketiga, kedisiplinan rekan kerja cukup bagus dan juga kehadirannya sudah baik dan telah menggunakan absensi digital. Keempat, kinerja rekan kerja sangat memuaskan dan selalu meningkat dan juga diadakannya evaluasi untuk mengetahui dan meningkatkan kinerja. Dari teori tersebut maka dapat diketahui bahwa hubungan interpersonal di antara rekan kerja di UPT Perpustakaan Proklamator Bung Hatta sudah cukup baik sehingga terbukti memengaruhi kepuasan kerja pustakawan. Kata Kunci : Hubungan Interpersonal, Kepuasan Kerja, Pustakawan, Rekan Kerja
Peran Kepemimpinan dalam Mengoptimalisasikan Kinerja Pustakawan pada Bidang Pelayanan di Dinas Perpustakaan Dan Kearsipan Kota Solok
Annisa Ariyanti, NIM 2030304002, judul skripsi: “Peran Kepemimpinan dalam Mengoptimalisasikan Kinerja Pustakawan pada Bidang Pelayanan di Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Solok”. Program Studi Ilmu Perpustakaan dan Informasi Islam. Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah. Universitas Islam Negeri Mahmud Yunus Batusangkar 2024. Pokok permasalahan dalam skripsi ini mengenai bagaimana peran kepemimpinan, kinerja pustakawan khususnya pada bidang pelayanan, serta kendala dalam mengoptimalisasikan kinerja pustakawan pada bidang pelayanan di Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Solok. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui peran kepemimpinan, kinerja pustakawan khususnya pada bidang pelayanan, serta kendala dalam mengoptimalisasikan kinerja pustakawan pada bidang pelayanan di Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Solok. Jenis penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data yang dimulai dari pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Penjamin keabsahan data pada penelitian ini menggunakan tringulasi teknik, sumber, dan perpanjangan pengamatan. Berdasarkan hasil analisis dan temuan penelitian, peran kepemimpinan dalam mengoptimalisasikan kinerja pustakawan sudah tergolong baik dalam hal pemimpin sebagai motivator yang mana unsur pimpinan memberikan dorongan dan semangat untuk bekerja, komunikator yang mana unsur pimpinan memberi contoh komunikasi yang baik kepada pustakawan, dan mediator yaitu pemimpin mampu bersikap adil dan bijaksana dalam mengatasi suatu masalah yang terjadi. Namun peran kepemimpinan sebagai integrator masih belum maksimal, perlu adanya kejelasan dalam pembagian tugas dan tanggung jawab masing-masing pustakawan. Selain itu perlu ditingkatkan lagi pemimpin sebagai pengarah dan pengawas dalam mengoptimalisasikan kinerja pustakawan.
Optimalisasi Peran Perpustakaan Sekolah Dalam Meningkatkan Mutu Pendidikan di Sekolah Luar Biasa Negeri 1 Lima Kaum
Fachri Andrean, NIM. 1830304005, judul skripsi “Optimlisasi Peran Perpustakaan Sekolah Dalam Meningkatkan Mutu Pendidikan Di SLBN 1 Lima Kaum”. Prodi Ilmu Perpustakaan dan Informasi Islam Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah Universitas Islam Negeri Mahmud Yunus Batusangkar. Pokok permasalahan dalam skripsi ini adalah peran perpustakaan di SLBN 1 Lima Kaum tidak berjalan efektif dikarenakan pengelola tersebut berprofesi sebagai guru. Serta pengadaan bahan pustaka nya juga tidak efektif, karena pengelola perpustakaan tidak memilki banyak waktu untuk mengerjakan pengadaan bahan pustaka. Disamping itu pengelola juga harus mengajar siswa yang ada di sekolah. Pengelola perpustakaan yang ada yang ada disekolah tidak memliki ilmu tentang perpustakaan melainkan ilmu pendidikan sebagai guru. Pengelola juga ditunjuk begitu saja oleh pihak sekolah karena belum adanya pustakawan yang ahli dalam ilmu perpustakaan. Layanan yang dilakukan perpustakaan sekolah tidak efektif dikarenakan pengelola lebih berfokus mengajar daripada mengelola perpustakaan, oleh karena itu kebutuhan pemustaka difabel tidak terpenuhi. Koleksi yang ada di perpustakaan SLBN 1 Lima Kaum kurang lengkap karena terbatas nya anggaran dana untuk melengkapi koleksi samapi saat ini. Jadi pengelola pun tidak dapat memenuhi kebutuhan pemustaka difabel secara baik dan efektif. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan menggunakan jenis penelitian deskriptif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan dan verifikasi. Penjaminan keabsahan data dalam penelitian ini menggunakan teknik triangulasi teknik, sumber dan waktu. Hasil penelitian menunjukan bahwa optimalisasi peran perpustakaan SLBN 1 Lima Kaum dalam meningkatkan mutu pendidikan adalah dengan mencari pustakawan yang ahli dalam ilmu perpustakaan dan memanfaatkan dana yang ada untuk melengkapi koleksi bahan pustaka. Serta memaksimalkan pelayanan yang ada di perpustakaan SLBN 1 Lima Kaum karena ini menjadi suatu hal yang penting juga buat perpustakaan sekolah. Selain itu pengelola juga mempunyai jadwal agar tidak bentrok dengan kegiatan mengajar. Saran untuk pengelola perpustakaan sekolah SLBN 1 Lima Kaum adalah pengelola lebih aktif dalam mengelola perpustakaan sekolah tersebut agar kegiatan peningkatan mutu pendidikan berjalan dengan baik. Kata Kunci: Peran Perpustakaan, Mutu pendidikan, Pustakawan
Optimalisasi Pelayanan Pustakwan Dalam Menghadapi Stres Kerja di Unit Pelaksana Teknis Perpustakaan Proklamator Bung Hatta
ABSTRAK Widya Amelia Putri, Nim 1930304041, Judul Skripsi “Optimalisasi Pelayanan Pustakawan Dalam Menghadapi Stres Kerja Di UPT Proklamator Bung Hatta”. Program Studi Ilmu Perpustakaan Dan Informasi Islam Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah Universitas Islam Negeri Mahmud Yunus Batusangkar, 2023. Pokok pembahasan dalam skripsi ini adalah bagaimana upaya optimalisasi pelayanan pustakawan dalam menghadapi stres kerja di UPT Perpustakaan Proklamator Bung Hatta. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis upaya optimalisasi pelayanan pustakawan dalam menghadapi stres kerja di UPT Perpustakaan Proklamator Bung Hatta. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan analisis deskriptif. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan pustakawan di UPT Perpustakaan Proklamator Bung Hatta. Selain itu, data juga dikumpulkan melalui observasi dan analisis dokumen terkait pelayanan perpustakaan. Data dianalisis dengan langkah-langkah teknik pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan.kemudian diuraikan serta mengelompokkan terhadap aspek masalah dan memaparkan melalui kalimat yang efektif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1. Bentuk optimalisasi pelayanan di UPT Perpustakaan Proklamator Bung Hatta yaitu dengan menyediakan fasilitas sarana dan prasarana yang cukup dan nyaman. Pustakawan berusaha menyediakan informasi yang dibutuhkan oleh pemustaka sesuai dengan apa yang diminta oleh pemustaka. Semaksimal mungkin Melakukan pelayanan sesuai dimensi pelayanan puplik tetapi masih terdapat kendala-kendala yang akan mengakibatkan stres bagi pustakawan. 2. Faktor penyebab stres kerja di UPT Perpustakaan Proklamator Bung Hatta yaitu dimulai dengan beban kerja yang banyak, fasilitas yang belum terpenuhi di sebagian bidang yaitu bidang layanan referensi serta kekurangan SDM di bagian sirkulasi dan layanan kartu anggota yang mengakibatkan tugas ganda bagi pustakawan layanan sirkulasi serta adanya kesalah pahaman atau mis komunikasi dengan atasan tentang pembagian tugas, serta lingkungan yang kurang kondusif akibat pembangunan gedung menghambat dalam memaksimalkan pelayanan. 3. Strategi yang dilakukan oleh perpustakaan dan pustakawan di UPT Perpustakaan Proklamator Bung Hatta untuk mengoptimalisasikan pelayanan pustakawan dalam menghadapi stres kerja yaitu menyediakan alternatif lain seperti memfoto dengan hp kebutuhan informasi yang dibutuhkan dari layanan referensi, menerapkan budaya antri di layanan sirkulasi, dan melakukan program senam pagi setiap hari jum’at. . Kata Kunci : Optimalisasi, Pelayanan Pustakawan, Stres kerja.
Analisis Sikap Pustakawan Dalam Melayani Pemustaka Berdaarkan Kode Etik Pustakawan Di Perpustakaan Umum Kota Padang Panjang
Pokok permasalahan dalam skripsi ini adalah bagaimana sikap pustakawan dalam melayani pemustaka berdasarkan kode etik pustakawan di Perpustakaan Umum Kota Padang Panjang. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan sikap pustakawan tentang Asta Etika pustakawan dalam memberikan pelayanan kepada pengguna di Perpustakaan Umum Kota Padang Panjang, serta mendeskripsikan persepsi pemustaka terhadap layanan yang diberikan pustakawan di Perpustakaan Umum Kota Padang Panjang. Asta etika adalah pedoman bagi pustakawan untuk berprilaku dan bertindak sesuai dengan kode etik yang di atur. Jenis penelitian ini kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data dimulai dari reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Penjaminan keabsahan data pada penelitian ini menggunakan triangulasi sumber. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa sikap pustakawan tentang asta etika di Perpustakaan Umum Kota Padang Panjang secara menyeluruh semua pustakawan sudah memahami makna asta etika secara umum. Asta etika tersebut penting adanya sebagai aturan yang harus ditaati dan dijadikan pedoman dalam melaksanakan tugas secara profesional. Asta etika pustakawan merupakan delapan kode etik bagi pustakawan dalam memberikan pelayanan perpustakaan kepada masyarakat. Kode etik pustakawan merupakan tuntutan moral yang seharusnya diikuti dan dipatuhi oleh pustakawan. Peran asta etika bagi pustakawan dalam memberikan pelayanan kepada pemustaka sangat penting. Adapun persepsi pemustaka tentang sikap pustakawan dalam memberikan pelayanan, pustakawan belum sepenuhnya dapat menerapkan asta etika, seperti masih ada beberapa pustakawan yang menunjukkan sikap tidak ramah dalam melayani pemustaka, berbicara dengan nada tinggi sehingga menganggu ketenangan dari pemustaka dan kurangnya pustakawan dalam menerapkan ucapan terimakasih kepada pemustaka, padahal ini sesuatu yang sangat mudah diucapkan pada seseorang. Lalu upaya yang dilakukan perpustakaan atas sikap pustakawan yang kurang diterima pemustaka adalah dengan cara melakukan evaluasi terhadap kinerja dan meningkat kan kualitas sumber daya manusianya. Saran dari peneliti untuk pustakawan di Perpustakaan Umum Kota Padang Panjang adalah pustakawan diharapkan untuk meningkatkan pemahamannya tentang asta etika pustakawan serta meningkatkan perannya sesuai standar asta etika dalam memberikan pelayanan kepada pemustaka.
Manajemen Kepala Sekolah dalam Peningkatan Kinerja Pustakawan di Perpustakaan SMAN 1 Pulau Punjung Kabupaten Dharmasraya
ABSTRAK WINDI EFTIN JULIANI, NIM 1730103073, Judul skripsi: “Manajemen Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kinerja Pustakawan di SMAN 1 Pulau Punjung Kabupaten Dharmasraya”, Program Studi Manajemen Pendidikan Islam Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan Universitas Islam Negeri Mahmud Yunus Batusangkar Tahun 2023. Pokok permasalahan dalam penelitian Skripsi ini membahas tentang bagaimanakah Manajemen Kepala sekolah di SMAN 1 Pulau Punjung dalam meningkatkan kinerja pustakawan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan manajemen kepala sekolah dalam peningkatkan kinerja pustakawaan di SMAN 1 Pulau Punjung Kabupaten Dharmasraya adapun manfaat dari penelitian ini adalah menjadi bahan masukan bagi aktivis pendidikan dan dapat dijadikan sebagai rujukan yang dianggap lebih kongrit bagi penulis. Jenis penelitian ini adalah kualitatif deskriptif dengan menggunakan pendekatan manajerial, yudiris dan pendagogik. Sumber data dalam penelitian ini yaitu terdiri atas yaitu sumber data primer yang terdiri atas kepala sekolah, kepala perpustakaan dan pustakawan,sumber data sekunder yang diperoleh dari referensi, baik berupa artikel, jurnal, dan berbagai hasil penelitian yang relevan. Instrument penelitian ini menggunakan panduan pedoman wawancara, dan dokumentasi. Metode pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dan studi dokumen. Adapun Teknik pengolahan dan analisis data melalui beberapa tahap yaitu, pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Teknik yang digunakan dalam pengumpulan data adalah wawancara dan dokumentasi. Sedangkan teknik analisis data meliputi reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Berdasarkan penelitian yang di lakukan, menunjukkan bahwasanya Manajemen kepala sekolah dalam peningkatkan kinerja pustakawan perpustakaan SMAN 1 Pulau Punjung, salah satunya dilaksanakan dengan dilakukan perencanaan diantaranya membuat program kerja perpustakaan program jangka pendek dan program jangka panjang dan program gerakan literasi sekolah, hal ini dilaksanakan dalam upaya meningkatkan kinerja pustakawan dan dapat memberi ruang yang lebih besar agar perpustakaan sekolah dapat terealisasi secara optimal. kinerja pustakawan perpustakaan SMAN 1 Pulau Punjung memberikan layanan yang baik, lengkapnya informasi bahan pustaka, penataan ruangan perpustakaan yang menarik, dan pengembangan sumber daya manusia (SDM) yang baik, dan lengkapnya fasilitas kerja untuk pustakawan. Kompetensi SDM pada perpustakaan SMAN 1 Pulau Punjung sudah mengacu kepada Undang-undang no.43 Tahun 2007 tentang perpustakaan dan permendiknas NO. 25/2008 tentang standar tenaga perpustakaan sekolah. adanya faktor pendukung kinerja pustakawan dengan memberikan motivas kerja, pendidikan, lingkungan kerja,ikut serta seminar dan pelatihan tentang perpustakaan dan sarana prasarana yang memadai selain itu juga untuk menunjang sekolah dalam mencapai tujuan yang sudah di tentukan. Kata kunci: manajemen, kepala sekolah, kinerja pustakawan
Strategi Pustakawan Dalam Meningkatkan Kemampuan Intelektual Siswa Di Perpustakaan SMAN 1 Kecamatan Guguak Kabupaten Lima Puluh Kota
Pokok permasalahan dalam penelitian ini adalah strategi pustakawan dalam meningkatkan kemampuan intelektual siswa di perpustakaan SMAN 1 Kecamatan Guguak dan keterbatasan yang dihadapi oleh pustakawan dalam meningkatkan kemampuan intelektual siswa dan yang menjadi permasalahan penelitian ini adalah rendahnya kemampuan intelektual siswa di Perpustakaan SMAN 1 Kecamatan Guguak Kabupaten Lima Puluh Kota. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui kemampuan intelektual siswa, untuk mengetahui strategi pustakawan dalam meningkatkan kemampuan intelektual siswa dan untuk mengetahui kendala yang dihadapi pustakawan dalam meningkatkan kemmapuan intelektual siswa. Jenis penelitian ini dilakukan adalah penelitian deskriptif kualitatif, sehingga data yang diperoleh dari informan penelitian ini dilakukan dengan teknik snowball sampling dengan informan 1 orang kepala perpustakaan sebagai informan utama, 1 informan pustakawan bidang pengelola, 1 informan pustakawan bidang administrasi dan 1 informan pustakawan bidang layanan sirkulasi. Sumber data dalam penelitian ini menggunakan data primer dan data sekunder, untuk teknik pengumpulan data yang digunakan adalah cara observasi, wawancara dan dokumentasi. Data dianalisis dengan langkah-langkah teknik penyajian data, reduksi data, penampilan data dan penarikan kesimpulan. Kemudian diuraikan serta melakukan klasifikasi terhadap aspek masalah dan memaparkan melalui kalimat yang efektif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa strategi pustakawan dalam meningkatkan kemampuan intelektual siswa di perpustakaan SMAN 1 Kecamatan Guguak sudah baik. Adapun strategi-strategi yang dilakukan oleh pustakawan di SMAN 1 Kecamatan Guguak seperti meningkatkan pengembangan diri terhadap minat baca siswa, menumbuhkan minat baca, siswa harus meningkatkan ilmu pengetahuannya dengan banyak membaca dan memfilter perkembangan zaman yang diikuti. Dan adapun kendala dalam yang dihadapi penambahan bahan-bahan koleksi perpustakaan, penambahan pustakawan, sistem masih manual, penambahan anggaran untuk perpustakaan dan peningkatan fasilitas perpustakaan.
Pengaruh Gaya Komunikasi Pustakawan terhadap Sikap Pemustaka di Perpustakaan Universitas Islam Negeri (UIN) Mahmud Yunus Batusangkar
Rini Rahmadhani, NIM. 1930304030 judul skripsi “PENGARUH GAYA KOMUNIKASI PUSTAKAWAN TERHADAP SIKAP PEMUSTAKA DI PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS ISLAM NEGERI (UIN) MAHMUD YUNUS BATUSANGKAR”. Program Studi Ilmu Perpustakaan dan Informasi Islam, Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah, UIN Mahmud Yunus Batusangkar. Pokok permasalahan dalam penelitian ini adalah gaya komunikasi pustakawan mempengaruhi sikap pemustaka di Perpustakaan Universitas Islam Negeri Mahmud Yunus Batusangkar sebagaimana komunikasi seseorang dapat berpengaruh kepada sikap, karena salah satu tujuan komunikasi adalah perubahan sikap. Tujuan pembahasan ini untuk mengetahui gaya komunikasi pustakawan, sikap pemustaka dan pengaruh gaya komunikasi pustakawan terhadap sikap pemustaka di Perpustakaan Universitas Islam Negeri Mahmud Yunus Batusangkar. Jenis Penelitian yang penulis gunakan adalah jenis penelitian kuantitatif dengan pendekatan deskriptif untuk mengetahui pengaruh antara dua variabel yang menjadi sebab dan akibat. Teknik pengumpulan data yang penulis lakukan adalah melalui penyebaran kuesioner kepada pemustaka yang menjadi anggota perpustakaan UIN Mahmud Yunus Batusangkar dengan jumlah sampel 99 responden, teknik pengambilan sampel adalah teknik Stratified Random Sampling. Pengolahan data dilakukan secara analisis deskriptif menggunakan bantuan SPSS Versi 20. Berdasarkan hasil pengujian analisis deskriptif menggunakan rumus Grand Mean diperoleh hasil dari variabel gaya komunikasi pustakawan dengan nilai rata- rata 3,18 kategori baik. Sedangkan variabel sikap pemustaka sebesar 3,19 dengan kategori baik. Hasil uji korelasi product moment menunjukkan bahwa, besarnya korelasi antara variabel gaya komunikasi pustakawan (X) dan sikap pemustaka (Y) sehingga memperoleh hasil sebesar 0,818 pada interval koefisien antara 0,80 – 1,000 yang menunjukkan pengaruh yang sangat kuat dengan arah positif. Hasil regresi linear sederhana untuk variabel gaya komunikasi pustakawan dan sikap pemustaka Y = 10,445 + 0,863X dan R Square sebesar 0,669 yang menunjukkan bahwa gaya komunikasi pustakawan terhadap sikap pemustakamemiliki pengaruh yang signifikan sebesar 66,9% sedangkan 33,1% dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak termasuk ke dalam penelitian ini. Jadi dapat disimpulkan bahwa gaya komunikasi pustakawan berpengaruh positif terhadap sikap pemustaka di Perpustakaan Universitas Islam Negeri (UIN) Mahmud Yunus Batusangkar diharapkan dapat meningkatkan gaya komunikasi animasi agar pustakawan ketika berkomunikasi dengan pemustaka dapat menunjukkan ekspresi yang ramah, ceria, dan tersenyum sehingga sikap pemustaka akan senang dan memberikan respon positif kepada pustakawan.
Peran Pustakawan Sebagai Sarana Komunikasi Ilmiah di Perpustakaan Univesrsitas Islam Negeri Mahmud Yunus Batusangkar
ABSTRAK Lisa. NIM 1930304017, Judul Skripsi “Peran Pustakawan Sebagai Sarana Komunikasi Ilmiah di Perpustakaan Universitas Islam Negeri Mahmud Yunus Batusangkar” Program Studi Ilmu Perpustakaan dan Informasi Islam Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah Universitas Islam Negeri Mahmud Yunus Batusangkar. Pokok permasalahan dalam Skripsi ini adalah belum aktifkan kegiatan komunikasi ilmiah di Perpustakaan Universitas Islam Negeri Mahmud Yunus Batusangkar. Tujuan pembahasan ini untuk mengetahui peran pustakawan sebagai sarana komunikasi ilmiah, kompetensi pustakawan menjalankan komunikasi ilmiah, program-program komunikasi ilmiah. Jenis penelitian yang peneliti gunakan adalah jenis penelitian pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Instrumen penelitian mengunakan handphone, pertanyaan wawancara, dan dokumen-dokumen seperti buku untuk mencatat poin-poin dari jawaban narasumber. Sumber data primer yaitu pustakawan, pemustaka sedangkan data sekunder yang digunakan seperti profil Perpustakaan. Adapun teknik pengumpulan data mengunakan metode observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan yaitu mengumpulkan data, reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan, dan simpulan. Teknik menjamin keabsahan data yaitu mengunakan triagulasi sumber dan triagulasi teknik, dan triagulasi waktu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran pustakawan sebagai sarana komunikasi ilmiah di Perpustakaan Universitas Islam Negeri Mahmud Yunus Batusangkar yaitu menjadi bagian layanan ilmiah seperti layanan referensi dan karya ilmiah, pemenuhan informasi ilmiah, mendukung penelitian di Perpustakaan, modal research collaboration pustakawan dengan pemustaka. Pustakawan sebagai sarana komunikasi ilmiah harus memiliki kompetensi profesional yaitu sebagai tuntutan kerja yang mampu menjadi mediator komunikasi ilmiah dan kompetensi personal yaitu kemampuan pribadi untuk bertangung jawab atas kompetensi profesional. Adapun kegiatan yang meningkatkan sarana komunikasi ilmiah yaitu melalui program pertemuan ilmiah, pelatihan ilmiah seperti pembuatan makalah, penyebarluasan penelitian ilmiah dan lainnya.