Abstrak
Hasil penelitian menunjukkan bahwa masa kerja menjadi konteks terbentuknya stres kerja pustakawan melalui empat indikator, yaitu lama bekerja, pengalaman kerja, penguasaan pekerjaan, serta pemahaman terhadap tanggung jawab dan kode etik profesi. Semakin lama masa kerja, stres bergeser dari tekanan masa adaptasi menuju tekanan akibat bertambahnya tanggung jawab dan tuntutan pekerjaan. Pengalaman dan penguasaan pekerjaan membantu pustakawan menyelesaikan tugas, namun juga meningkatkan beban kerja. Pemahaman terhadap tanggung jawab dan kode etik profesi mendorong pustakawan tetap memberikan pelayanan terbaik meski menghadapi keterbatasan. Stres kerja yang dialami tampak dari gejala fisik, psikologis, dan perilaku, dan pemaknaannya berbeda pada setiap individu sesuai masa kerja dan pengalaman yang dimiliki.