Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

58 hasil
Subjek: SHALAT
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

Pengaruh Shalat Terhadap Kesehatan Mental Menurut Ulama Tafsir (Kajian Tematik Ayat-Ayat Tentang Fungsi Shalat

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

PUTRI ENDA SUNDARI. NIM 1630301017 (2020). Judul skripsi: “PENGARUH SHALAT TERHADAP KESEHATAN MENTAL MENURUT ULAMA TAFSIR (Kajian Tematik Ayat-Ayat Tentang Fungsi Shalat). Jurusan Ilmu Al-Quran dan Tafsir Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah Institut Agama Islam Negeri Batusangkar. Jenis penelitian ini merupakan penelitian kepustakaan (library research). Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode tafsir tematik atau maudhi’I . Sumber data primer dalam penelitian ini adalah ayat-ayat al-Quran yang berkaitan dengan shalat dalam al-Quran dari beberapa penafsiran seperti Kitab Tafsir Al-Maraghiy karangan Muhammad Al-Musthafa Al-Maraghiy terjemahan Anshori Umar, Kitab Tafsir an-Nur karangan Hasbi Ash-Shiddieqy, Kitab Tafsir al-Azhar karangan Hamka, dan Kitab Tafsir Al-Misbah karangan M. Quraish Shihab. Sedangkan sumber data sekunder dalam penelitian ini adalah hasil-hasil penelitian atau tulisan-tulisan para peneliti atau teoritisi yang orisinil, berupa buku-buku, jurnal-jurnal dan artikel yang berhubungan dengan pengaruh shalat terhadap kesehatan mental menurut ulama tafsir Hasil penelitian ini adalah secara umum ada tiga pengaruh shalat terhadap kesehatan mental menurut ulama tafsir, yaitu pengaruh shalat terhadap pikiran menurut ulama tafsir ada 2 pertama, pengaruh besar yang dikandung oleh shalat terhadap pikiran (QS. Hud [11]:56), (QS. Ar-Ra`d [13]:22, QS. Al-Isra’ [17]:78) dan kedua, shalat dapat menambah kekuatan jiwa dan meringankan beban yang dipikul (QS. Ar-Ra`d [13]:28 dan QS. An-Nisa` [4]:103). Kemudian pengaruh shalat terhadap emosi menurut ulama tafsir ada 2 pertama, membina serta membiasakan jiwa agar terhindar dari sifat tercela (QS. Al-Baqarah [2]:153 dan QS. Al-Fajr [89]:27-28) dan kedua, membantu manusia dalam menjaga kelangsungan hidup, serta aman dari emosi takut dalam kehidupan. Contohnya takut kepada siksaan Allah (QS. Al-Anfal [8]:2). Selanjutnya pengaruh shalat terhadap spiritual menurut ulama tafsir ada 2 pertama, keutamaan terbesar dalam segi spiritual (QS. Al-Baqarah [2]:45 dan QS. Al-Ma’rij [70]:34-35) dan kedua, shalat sebagai terapi pengobatan yang efektif bagi jiwa (QS. Al-`Ala [87]:15 dan QS. Al-Baqarah [2]:3)

3 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Penerapan Pembagian Wilayah Waktu dalam Penentuan Awal Waktu Sholat

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

PUSTIKA ARJUNI, NIM. 13 201 027 Judul Skripsi “PENERAPAN PEMBAGIAN WILAYAH WAKTU DALAM PENENTUAN AWAL WAKTU SHALAT” Jurusan Ahwal Al-Syakhshiyyah Fakultas Syariah, Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Batusangkar. Pokok permasalahan dalam skripsi ini adalah menetukanperbandingan dan selisih waktu shalat yang digunakan oleh dua buku yaitu menurut Drs. H. Nurmal Nur data deklinasi yang digunakan dengan rumus yang sama dalam perhitungan wilayah waktu shalat dalam hitungan setiap harinya dan buku yang ditulis oleh Drs. Moh. Murtadho, M.HI yang tidak menggunakan pembagian wilayah waktu tetapi hanya berdasarkan hitungan perbulan. Jenis penelitian yang penulis gunakan dalam penulisan skripsi ini adalah penelitian menggunakan metode kualitatif yaitu penelitian yang menghasilakn data deskriptif berupa katakata tertulis, atau lisan dari orang dan perilaku yang dapat diamati dengan metode penelitian kepustakaan (library reseach). Instrumen penelitian yaitu penulis sendiri dan dibantu oleh instrumen pendukung yaitu buku dan internet. Adapun sumber data yang penulis gunakan adalah sumber data primer dan sumber data sekunder. Teknik pengumpulan data dengan cara membuat beberapa contoh soal. Berdasarkan hasil analisis data diperoleh hasil penelitian bahwa dalam perbedaan waktu shalat menurut buku yang ditulis oleh Nurmal Nur terdapat penentuan awal waktu shalat dengan menggunakan deklinasi matahari perhari sedangkan buku yang ditulis Murtadho menentukan awal waktu shalat dengan menggunakan pembagian wilayah waktu berdasarkan hitungan perhari selama satu bulan. Berdasarkan hasil penelitian yang penulis temukan terdapat perbedaan selisih waktu permenit setiap waktu shalat.

2 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

“QADHA” SHALAT WAJIB KETIKA WALIMAH BAGI MEMPELAI WANITA MENURUT HUKUM ISLAM (Studi Kasus di Jorong Padang Panjang Pariangan Kabupaten Tanah Datar)

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Mastur Pratama, Nim 13 201 019, Judul Skripsi: “Qadha Shalat Wajib Ketika Walimah Bagi Mempelai Wanita Menurut Hukum Islam Studi Kasus Di Jorong Padang Panjang Pariangan Kabupaten Tanah Datar”. Jurusan Ahwal Al-Syakhshiyyah Fakultas Syari’ah Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Batusangkar tahun Akademik 2020. Pokok permasalahan dalam skripsi ini adalah “Qadha shalat wajib ketika walimah bagi mempelai wanita menurut hukum Islam di Jorong Padang Panjang Pariangan menurut hukum Islam Studi Kasus Di Jorong Padang Panjang Pariangan Kabupaten Tanah Datar. Tujuan dari pembahasan ini adalah untuk mengetahui dan menjelaskan alasan pelaksanaan mempelai wanita melakukan “qadha” shalat wajib ketika walimah di Jorong Padang Panjang Pariangan dan untuk menjelaskan hukum “qadha” shalat wajib ketika walimah bagi mempelai wanita menurut hukum Islam di Jorong Padang Panjang Pariangan. Jenis penelitian ini adalah penelitian lapangan atau field reaserch yang bersifat deskriptif dengan pendekatan kualitatif yaitu penelitian yang menggambarkan kejadian dan fenomena yang terjadi di lapangan sebagaimana adanya sesuai dengan kenyataan yang ada. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui bagaimana pandangan hukum Islam mengenai qadha shalat wajib dalam pelaksanaan walimah bagi mempelai wanita di Jorong Padang Panjang Pariangan Kabupaten Tanah Datar. Metode berpikir yang penulis gunakan adalah metode berpikir deduktif yaitu cara berpikir dalam penarikan kesimpulan yang ditarik dari sesuatu yang sifatnya umum yang sudah dibuktikan dan kesimpulan itu ditujukan untuk sesuatu yang sifatnya khusus. Hasil penelitian yang penulis dapatkan dari Penelitian ini adalah pertama, alasan bagi mempelai wanita di Jorong Padang Panjang Pariangan meng-qadha shalat wajib adalah karena memakai sunting dan make up yang membutuhkan waktu yang lama dan banyak tamu undangan yang datang untuk bertemu dengan kedua mempelai, sedangkan cara meng-qadha shalat wajib di waktu zuhur yaitu dilakukan sebelum shalat maghrib masuk. Kedua, meng-qadha shalat wajib di Jorong Padang Panjang Pariangan tidak sesuai dengan hukum Islam karena hukum Islam membolehkan meng-qadha shalat wajib dengan alasan atau uzur apabila dalam kondisi lupa dan tertidur ini berdasarkan riwayat Hadits Anas Bin Malik, Abu Nu’aim dan Qhatada, Abu Hurairah yang menjelaskan Hadits bahwa alasan bolehnya seseorang meng-qadha shalat adalah karena lupa dan tertidur dan setelah dia ingat maka dia wajib mengganti shalat yang terlewat tersebut, karena tidak ada tebusan kecuali itu. Namun yang terjadi di lapangan adalah mempelai wanita meng-qadha shalat dengan alasan melayani tamu undangan, memakai sunting. Adapun berdandan karena peralatan mahal dan membutuhkan waktu yang lama, menurut hukum Islam ini tidak boleh dijadikan alasan untuk mendapatkan rukhsah (keringanan). Maka dengan ini penulis simpulkan bahwa yang terjadi di Jorong Padang Panjang Pariangan dalam hal menq-qadha shalat bagi mempelai wanita tidak sesuai dengan ketetapan dengan apa yang telah ditetapkan oleh hukum Islam.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Tradisi Mandarahi Lubuak Sebelum Pelaksanaan Shalat Istisqa' Di Nagari Salimpaung Kabupaten Tanah Datar

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Ahmad Dani. NIM 15 3010 00001, Jurusan Ahwal Al-Syakhshiyyah, Fakultas Syariah, tahun 2019, Skripsi ini berjudul “TRADISI MANDARAHI LUBUAK SEBELUM PELAKSANAAN SHALAT ISTISQA’ DI NAGARI SALIMPAUNG KABUPATEN TANAH DATAR”. Pokok permasalahan dalam skripsi ini adalah tradisi mandarahi lubuak sebelum pelaksanaan shalat istisqa’ di Nagari salimpaung kabupaten tanah datar’. Tujuan pembahasan ini untuk memahami dan menjelaskan latar belakang pelaksanaan tradisi mandarahi lubuak sebelum pelaksanaan shalati stisqa’, untuk mengetahui bagaimana proses pelaksanaan tradisi mandarahi lubuak sebelum pelaksanaan shalat istisqa’, dan untuk menganalisis pandangan hukum Islam terhadap pelaksanaan tradisi mandarahi lubuak sebelum pelaksanaan shalat istisqa’. Manfaat penelitian ini memperkaya wacana intelektual, menambah wawasan penulis, masyarakat, akademis, organisasi dan pengkaji hukum serta upaya untuk memberikan solusi terhadap permasalahan tradisi dan kaitannya dengan ajaran Islam. Penelitian ini adalah penelitian lapangan (field research) dengan metode kualitatif melalui pelaku serta orang yang ikut serta dalam pelaksanaan tradisi mandarahi lubuak sebelum pelaksanaan shalat istisqa’ beserta pandangan tokoh adat dan tokoh agama. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara. Data yang diperoleh dari lapangan akan dianalisis dengan deskripti fanalisis. Hasil penelitian adalah 1) Mandarahi lubuak sebelum pelaksanaan shalat istisqa’ merupakan tradisi turun menurun yang dilakukan oleh masyarakat Salimpaung, sebagai ritual untuk mohon turun hujan melalui pelaksanaan shalat istisqa’, Tujuan dari mandarahi lubuak adalah untuk menghormati makhluk ghaib penghuni lubuak, karena adanya keyakinan di tengah-tengah masyarakat terhadap adanya kekuatan selain kekuatan Allah Swt dibalik tujuan yang umum yakni agar masyarakat beramai-ramai melaksanakan shalat istisqa’. 2) Mandarahi lubuak sebelum pelaksanaan shalat istisqa’ terbagi menjadi 5 tahap: tahap persiapan yang dilakukan dalam 3 hari, tahap peneyembelihan hewan berupa seekor kambing, tahap mandarahi lubuak, tahap makan bersama dan tahap pelaksanaan shalat istisqa’ dalam 1 hari. 3) Menurut hukum Islam pelaksanaan tradisi mandarahi lubuak sebelum pelaksanaan shalat istisqa’ ada yang tergolong kedalam hukum mubah (boleh) seperti tahap persiapan dan tata cara penyembelihan. Akan tetapi penyembelihan yang dihubungkan dengan shalat istisqa’ tidak pernah di kenal dalam agama Islam dan tidak ada dalil yang menganjurkan, termasuk pemberian sesaji berupa daging nan duo baleh dan penuangan darah di sekelilinglubuak, perbuatan ini termasuk kepada perbuatan syirik dan mendatangkan kemudharatan sehingga bertentangan dengan nash dan harus dihilangkan. Hukum pelaksanaan tradisi ini termasuk kepada kategori haram. Sedangkan tahap makan bersama yang di lakukan dapat dihukumi mubah (boleh) karena tidak ada dalil yang menganjurkan dan melarang, pelaksanaan shalat istisqa’ yang di lakukan oleh masyarakat Nagari Salimpaung telah sesuai dengan nash Al-Qur’an dan sunnah.

2 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Akurasi Awal Waktu Shalat Di Jorong Karimbang Nagari Sibarambang Kecamatan X Koto Diatas Kabupaten Solok Ditinjau Dari Segi Ilmu Falak

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

A’RAFATIL HUDA. NIM 15301000003, judul skripsi “Akurasi Awal Waktu Shalat Di Jorong Karimbang Nagari Sibarambang Kecamatan X Koto Diatas Kabupaten Solok Ditinjau Dari Segi Ilmu Falak”, Jurusan Ahwal Al-Syakhsiyyah Fakultas Syariah Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Batusangkar tahun 2019. Adapun pokok permasalahan yang dibahas dalam skripisi ini adalah bagaimana tingkat akurasi awal waktu shalat di Jorong Karimbang Nagari Sibarambang ditinjau dari segi ilmu falak. Tujuan pembahasan ini adalah untuk mengetahui metode penentuan awal waktu shalat masyarakat Karimbang Nagari Sibarambang Kecamatan X Koto Diatas Kabupaten Solok dan untuk mengetahui keakurasian penentuan awal waktu shalat di Karimbang Nagari Sibarambang Kecamatan X Koto Diatas Kabupaten Solok. Jenis penelitian yang penulis gunakan adalah penelitian lapangan (field research) dengan menggunakan metode kualitatif. Teknik pengumpulan data adalah wawancara dan dokumentasi. Instrumen penelitian dalam ini adalah penulis sendiri sebagai peneliti. Pengolahan data dilakukan secara deksriptif kualitatif, kemudian diuraikan dengan melakukan klasifikasi terhadap aspek masalah tertentu dan dipaprkan melalui kalimat yang efektif. berdasarkan penelitian yang penulis lakukan, diperoleh temuan bahwa penentuan awal waktu shalat di Jorong Karimbang Nagari Sibarambang menggunakan bantuan cahaya matahari dan kitab panduan, hasilnya cenderung kurang akurat sebab tidak semua masyarakat paham dengan metode falakiyah dengan alat bantu melihat cahay matahari terebut. Sekarang masyarakat mengikuti jadwal waktu shalat yang sudah jadi. Sedangkan metode yang telah digunakan oleh Kementerian Agama yang data akurasinya tinggi dan telah memakai data astronomi yang lebih canggih.

2 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Pengaruh Metode Demonstrasi untuk Mengenalkan Ibadah Shalat Kepada Anak di TK Negeri Pembina Pagaruyung

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Desi Suryani, 14 109 017: Pengaruh Metode Demonstrasi untuk Mengenalkan Ibadah Shalat kepada Anak di TK Negeri Pembina Pagaruyung, jurusan Pendidikan Islam Anak Usia Dini, Fakultas Tarbiah dan Ilmu Keguruan Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Batusangkar 2018. Penelitian ini dilatarbelakangi rendahnya kemampuan pengenalan ibadah shalat pada anak. Hal ini terlihat ketika anak belum mengenal beberapa gerakan dari ibadah. Ini dikarenakan metode yang digunakan kurang menstimulasi anak sehingga proses pembelajaran kurang efektif, kemudian juga disebabkan karena anak melaksanakan ibadah shalat hanya di sekolah saja sedangkan di rumah anak tidak diajak oleh orangtua dirumah. Salah satu metode yang dapat mengenalkan ibadah shalat pada anak adalah metode demonstasi. Penelitian bertujuan untuk menerapkan metode demonstrasi untuk mengenalkan ibadah shalat kepada anak di TK Negeri Pembina Pagaruyung. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode eksperimen, desain penelitian pre-eksperimental dengan tipe one group pretest-postest design. Dalam penelitian ini populasinya adalah seluruh anak kelompok B di TK Negeri Pembina Pagaruyung. Yang terdiri dari 5 kelas dengan jumlah anak 90 anak. Yang mana sampelnya adalah kelompok B3 terdiri dari 18 anak. Perlakuan yang diberikan adalah dengan menggunakan metode demonstrasi dalam mengenalkan ibadah shalat pada anak. Sebelum perlakuan/treatment diberikan kepada anak terlebih dahulu diberikan pretest kemampuan pengenalan ibadah shalat pada anak. Adapun rata-rata hasil pretest adalah 15,6. Setelah pretest dilakukan kemudian diberikan perlakuan berupa penerapan metode demonstrasi, selama melaksanakan treatment terjadi suatu peningkatan yang terlihat dari hasil posttest yang mana rata-ratanya yaitu 22,9. Untuk menguji signifikansi t0 dengan cara membandikan t0 (‘’t’’hitung) dengan tt (‘’t’’ tabel), apabila dilihat pada tabel nilai tt taraf 5% maka diperoleh harga kritik nilai sebesar 2,11.Maka hasil dari nilai t hitung yaitu 14,31>2,11. Dengan demikian, berarti terdapat perbedaan yang signifikan antara pretest dan posttest pada kelompok eksperimen. Maka hipotesis alternative (Ha) diterima dan hipotesis nihil (H0) ditolak, artinya metode demonstrasi dapat mengenalkan ibadah shalat pada anak di TK Negeri Pembina Pagaruyung. Kata Kunci: Metode Demostrasi, Mengenalkan Ibadah Shalat

4 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Pengembangan Media Interaktif Pembelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti Berbasis Deep Learning di SMPN 3 Batusangkar

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK ZUL IKHWAN, NIM 232031022 judul tesis “Pengembangan Media Interaktif Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Dan Budi Pekerti Berbasis Deep Learning Di SMP N 3 Batusangkar” Program Studi Pendidikan Agama Islam Pascasarjana Universitas Islam Negeri Mahmud Yusus Batusangkar Tahun 2026. Penelitian ini bertujuan mengembangkan media pembelajaran pada materi shalat di SMP. Latar belakang penelitian ini adalah masih terbatasnya penggunaan media digital dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam, sehingga diperlukan inovasi media yang lebih menarik dan sesuai dengan kebutuhan siswa. Metode penelitian ini menggunakan model pengembangan 4-D. Subjek penelitiannya adalah siswa SMP Negeri 3 Batusankar dengan data diperoleh melalui angket validasi, praktikalitas, dan efektivitas. Hasil penelitian menunjukkan dari uji validasi yang melibatkan 4 orang pakar dengan hasil rata-rata koefisien Aiken’s sebesar 0,7596 untuk aspek media (kategori valid), 0,7788 untuk aspek materi (valid), 0,8365 untuk aspek bahasa (sangat valid), dan 0,8149 untuk aspek pemrograman (sangat valid), dengan rata-rata keseluruhan validasi mencapai 87% (kategori sangat valid). Uji validasi soal pretest-posttest dengan rata-rata 0,830 (sangat valid). Uji praktikalitas oleh guru PAI memperoleh skor 94% (sangat praktis), sedangkan uji coba kepada 27 siswa kelas VII.2 memperoleh skor 90% (sangat praktis). Uji efektivitas melalui desain pretest-posttest menunjukkan rata-rata N-Gain sebesar 0,57 (kategori sedang) dengan persentase 57% (cukup efektif). Angket efektivitas siswa menunjukkan dimensi afektif sebesar 82,71% (sangat efektif), dimensi kognitif 81,48% (sangat efektif), dan dimensi perilaku 76,05% (efektif), dengan rata-rata rekapitulasi 80,22% (sangat efektif). Dengan demikian, media interaktif berbasis deep learning yang dikembangkan dinyatakan valid, praktis, dan efektif, sehingga layak digunakan sebagai alternatif pembelajaran PAI di tingkat SMP serta menjadi solusi inovatif dalam meningkatkan kualitas praktik keagamaan siswa di era digital. Kata kunci: media interaktif, deep learning, Pendidikan Agama Islam, shalat, validitas, praktikalitas, efektivitas.

4 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Implementasi Program Shalat Dhuha di SD IT Dambaan Ummat Kec.Junjung Sirih Kabupaten Solok

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Fara Putri Ribera, NIM 2230101034, judul skripsi "Implementasi Program Shalat Dhuha di SD IT Dambaan Ummat Kec.Junjung Sirih Kabupaten Solok". Program Studi Pendidikan Agama Islam, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, Universitas Islam Negeri (UIN) Mahmud Yunus Batusangkar. Pokok permasalahan dalam penelitian ini adalah bagaimana implementasi program shalat dhuha di SD IT Dambaan Ummat. Fokus penelitian meliputi pelaksanaan program shalat dhuha serta faktor pendukung dan faktor penghambat dalam pelaksanaan program tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pelaksanaan program shalat dhuha serta faktor pendukung dan faktor penghambat program shalat dhuha di SD IT Dambaan Ummat. Jenis penelitian yang peneliti lakukan adalah penelitian lapangan (field research) dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan dan verifikasi. Keabsahan data dijamin melalui triangulasi sumber, triangulasi teknik, dan triangulasi waktu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program shalat dhuha di SD IT Dambaan Ummat dilaksanakan secara rutin setiap hari sekolah pada pukul 09.00 WIB, bersifat wajib bagi seluruh peserta didik, dan tetap dipertahankan sejak sekolah berdiri meski terdapat ujian atau kegiatan lain. Kegiatan dilaksanakan secara mandiri di kelas masing-masing di bawah bimbingan wali kelas, dengan teknis bacaan yang dibedakan antara kelas rendah dan kelas tinggi, yaitu secara jahr pada kelas rendah dan secara sirr pada kelas tinggi. Pelaksanaan program didukung oleh kebijakan sekolah yang tegas, monitoring aktif kepala sekolah, keteladanan guru yang turut melaksanakan shalat dhuha, sistem pembinaan berjenjang sesuai tingkat perkembangan siswa, ketersediaan sarana prasarana, serta kerja sama dengan orang tua melalui buku penghubung, grup WhatsApp, dan rapat POMG. Faktor penghambat meliputi kendala ketersediaan air, keterbatasan kemampuan siswa kelas rendah, kesibukan orang tua, pengaruh lingkungan bermain, serta ketidakrutinan pengisian buku penghubung. Sekolah mengatasinya melalui bimbingan guru, monitoring berjenjang, fasilitas alternatif, dan penguatan komunikasi dengan orang tua.

3 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PERBEDAAN EMOTIONAL SPIRITUAL QUOTIENT DITINJAU DARI RUTINITAS SHALAT TAHAJUD PADA SANTRI PONDOK TAHFIZ BAITURRAHMAN KALAMPAIAN NAGARI KOTO TUO AGAM

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Metania Mahardewi, NIM 2130306044, Judul Skripsi “Perbedaan Emotional Spiritual Quotient ditinjau dari Rutinitas Shalat Tahajud pada Santri Pondok Tahfiz Baiturrahman Kalampaian Nagari Koto Tuo Agam”. Program Studi Psikologi Islam Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah, Universitas Islam Negeri Mahmud Yunus Batusangkar. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya pengembangan kecerdasan spiritual dan emosional (Emotional Spiritual Quotient/ESQ) dalam kehidupan santri yang hidup dalam lingkungan religius. Salah satu amalan spiritual yang diyakini dapat meningkatkan ESQ adalah shalat tahajud. Shalat tahajud bukan hanya ibadah sunnah, namun juga merupakan latihan kedekatan dengan Allah yang mampu menenangkan hati dan menguatkan emosi seseorang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat perbedaan tingkat emotional spiritual quotient antara santri yang rutin melaksanakan shalat tahajud dan santri yang tidak rutin melaksanakannya di Pondok Tahfiz Baiturrahman Kalampaian Nagari Koto Tuo Agam. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif komparatif dengan teknik pengambilan sampel judgement sampling. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 60 orang santri yang dibagi menjadi dua kelompok: 30 santri yang rutin melaksanakan shalat tahajud dan 30 santri yang tidak rutin. Instrumen yang digunakan adalah skala ESQ berdasarkan aspek-aspek dari teori Ary Ginanjar Agustian, yaitu: shiddiq, amanah, fathanah, dan tabligh. Teknik pengambilan data menggunakan skala likert. Data dianalisis menggunakan uji-t independen dengan bantuan SPSS versi 20. Hasil ini dibuktikan dengan hasil uji hipotesis dalam penelitian ini bahwa terdapat perbedaan signifikan Emotional Spiritual Quotient antara santri yang rutin dan yang tidak rutin melaksanakan shalat tahajud sebesar = 6,315 dengan nilai signifikansi 0,000 (P 0,05). Hasil penelitian menunjukkan bahwa Emotional Spiritual Quotient pada santri yang rutin tahajud dikategorikan tinggi (Mean empirik 162,20 > Mean hipotetik 125,0) dan selisih mean lebih besar dari SD = 21,560, sedangkan pada santri yang tidak rutin tahajud dikategorikan rendah (Mean empirik 111,87 Mean hipotetik 125,0) dengan selisih mean lebih kecil dari SD = 15,493.

3 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Pengembangan Alat Permainan Edukatif (APE) Smart House untuk Mengenalkan Tata Cara Shalat bagi Anak Usia 4-5 Tahun di TK Negeri Pembina Kabupaten Tanah Datar

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Pokok permasalahan dalam penelitian ini adalah minimnya media edukatif yang menarik dan interaktif untuk mengenalkan tata cara shalat pada anak usia dini, sehingga anak-anak belum memahami konsep dasar tata cara shalat secara optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan alat permainan edukatif smart house sebagai sarana edukasi yang sesuai dengan karakteristik anak usia dini, guna mengenalkan tata cara shalat pada anak. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian R&D dengan model pengembangan 4D Thiagarajan, tetapi penelitian ini hanya dilakukan hingga tahap pengembangan (development). Jenis data yang digunakan adalah data primer, diperoleh langsung dari tanggapan, masukan, dan saran validator serta praktisi melalui pengisian lembar validitas dan lembar praktikalitas. Lembar validitas mencakup tiga aspek, yaitu kelayakan grafis, kelayakan bahasa, dan kelayakan media. Sementara itu, lembar praktikalitas terdiri atas dua aspek, yaitu aspek isi dan aspek media. Instrumen penelitian ini divalidasi oleh dua orang validator dan dua orang praktisi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa alat permainan edukatif smart house yang dikembangkan memiliki presentase 90,60% pada uji validitas dengan kriteria sangat valid, dan presentase 95% pada uji praktikalitas dengan kriteria sangat praktis. Hal ini menunjukkan bahwa alat permainan edukatif smart house ini dapat digunakan sebagai alat edukasi yang sangat valid dan sangat praktis untuk mengenalkan tata cara shalat pada anak usia dini.

2 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Strategi Guru dalam Membimbing Ibadah Shalat Siswa Berkebutuhan Khusus di Individual Class Madani Islamic School Payakumbuh

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

BAMBANG ANUGRAH ILLAHI, NIM 2030101049, Judul Skripsi “Strategi Guru Dalam Membimbing Ibadah Shalat Siswa Berkebutuhan Khusus di Individual Class Madani Islamic School Payakumbuh” Program Studi Pendidikan Agama Islam, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, Universitas Islam Negeri (UIN) Mahmud Yunus Batusangkar. Pokok permasalahan dalam skripsi ini adalah bagaimana strategi guru dalam membimbing ibadah shalat siswa berkebutuhan khusus di Individual Class Madani Islamic School Payakumbuh. Shalat merupakan salah satu kewajiban umat islam, baik itu anak normal maupun anak berkebutuhan khusus. Hal ini dijelaskan dalam Q.S Al-baqarah ayat 43, Allah SWT. memerintahkan setiap hambanya untuk mendirikan shalat dan menunaikan zakat. Dalam islam, setiap anak, termasuk anak berkebutuhan khusus adalah amanah dari Allah Swt. oleh karena itu mereka berhak mendapatkan pendidikan yang disesuaikan dengan kebutuhan dan potensi anak. Dalam proses mengajarkan dan membimbing ibadah shalat pada anak berkebutuhan khusus, guru membutuhkan strategi dan pendekatan khusus yang harus disesuaikan dengan kondisi masing-masing siswa. Kesesuaian strategi yang digunakan oleh guru dalam membimbing ibadah shalat pada siswa berkebutuhan khusus, akan mempengaruhi proses mencapai tujuan pembelajaran yang diharapkan. Tujuan Penelitian ini adalah untuk menjelaskan bagaimana strategi yang diterapkan oleh guru dalam membimbing bacaan dan gerakan shalat siswa berkebutuhan khusus di Individual Class Madani Islamic School Payakumbuh. Jenis Penelitian yang digunakan oleh peneliti adalah penelitian lapangan (field research) dan metode yang digunakan adalah metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif terhadap subjek penelitian yang terdapat di lapangan dan diperoleh data yang berasal dari wawancara. Teknik pengumpulan data melalui Observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa strategi guru dalam membimbing bacaan ibadah shalat yang diterapkan adalah dengan membagi siswa kedalam beberapa cluster, metode demonstrasi, imitasi, praktek langsung, metode drill, mengupayakan pembiasaan bacaan shalat dengan mengerjakan shalat dhuha dan dzuhur di sekolah, menggunakan strategi face to face dan menjalin hubungan kerja sama dengan orang tua siswa. Sedangkan strategi guru dalam membimbing gerakan shalat siswa berkebutuhan khusus yang diterapkan adalah menggunakan metode yang bervariasi seperti mempersiapkan siswa, membantu mengontrol fokus siswa berkebutuhan khusus, demonstrasi dan imitasi, praktek langsung, metode drill dan pembiasaan. Selanjutnya guru juga bekerja sama dengan guru lain dan menggunakan strategi pendekatan.

3 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Pengembangan E-book Berdiferensiasi pada Materi Shalat di Kelas VII MTsN 10 Tanah Datar

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Mirza Aulia. NIM: 2030101024. Judul Skripsi “Pengembangan E-Book Berdiferensiasi pada Materi Shalat di Kelas VII MTsN 10 Tanah Datar”. Program Studi Pendidikan Agama Islam, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, Universitas Islam Negeri Mahmud Yunus Batusangkar Tahun 2025. Penelitian ini dilatar belakangi oleh bahan ajar yang digunakan di MTsN 10 Tanah Datar masih menggunakan buku paket sebagai bahan ajar utama, dimana dalam bahan ajar yang ada tersebut masih belum bisa menarik minat siswa dalam proses pembelajaran dikarenakan bahan ajar yang masih bersifat naratif dan belum semuanya full colour serta minimnya akan gambar, bahan ajar yang digunakan hanya mencakup satu gaya belajar yaitu visual dan materi shalat merupakan materi yang bersifat praktek sehingga membutuhkan bahan ajar yang dapat memvisualkan kegiatan shalat tersebut. Oleh karena itu peneliti ingin mengembangkan e-book yang dapat memvisualisasikan kegiatan shalat dan berdiferensiasi sebagai teknik visualisasi informasi yang diharapkan dapat meningkatkan minat belajar dan pemahaman siswa terhadap materi shalat. Metode pengembangan yang digunakan adalah metode penelitian pengembangan (R&D) dengan model pengembangan 4D. Prosedur pelaksanaan model 4D dilaksanakan dalam lima tahap yaitu: 1) Define, 2) Design, 3) Development dan 4) Disseminate. Instrument penelitian yang digunakan yaitu lembar validasi yang diberikan kepada ahli materi dan ahli bahan ajar dan teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu lembar angket praktikalitas yang diberikan kepada peserta didik kelas VII MTsN 10 Tanah Datar. Hasil rata-rata presentase validasi e-book berdiferensiasi pada materi shalat adalah 94,2% dengan kategori sangat valid. Sedangkan rata-rata angket respon peserta didik kelas VII yang di isi oleh 30 orang peserta didik terhadap e-book berdiferensiasi pada materi shalat memperoleh nilai 89,4% dengan kategori sangat praktis, ditambah dengan hasil angket respon guru memperoleh 87,5% dengan kategori sangat praktis. Dengan kata lain, e-book berdiferensiasi sangat valid dan sangat praktis serta dapat digunakan pada materi shalat.

3 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kesadaran Masyarakat dalam Melaksanakan Shalat Berjamaah di Kelurahan Aur Mulyo Kota Sawahlunto

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Herlin Anggun Sutria, NIM 2030101055, judul skripsi: “Faktor-faktor yang Mempengaruhi Kesadaran Masyarakat dalam Melaksanakan Shalat Berjamaah di Kelurahan Aur Mulyo Kota Sawahlunto”. Program studi Pendidikan Agama Islam, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, Universitas Islam Negeri Mahmud Yunus Batusangkar. Pokok permasahalan dalam skripsi ini adalah pelaksanaan shalat berjamaah terutama shalat fardhu yang mana jumlah jamaah nya belum maksimal. Di kalangan remaja dan masyarakat itu sendiri minat untuk melaksanakan shalat berjamaah sangat minim sekali. Faktornya adalah malas, kelelahan akibat aktivitas sekolah yang padat, adanya beberapa masyarakat yang memiliki balita, pekerjaan dan jarak antara rumah dan amsjid/mushalla yang jauh. Rendahnya minat masyarakat dalam melaksanakan shalat berjamaah akibat dari faktor tersebut menjadi fenomena di Kelurahan Aur Mulyo Kota Sawahlunto. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor internal dan eksternal masyarakat dalam melaksanakan shalat berjamaah di Kelurahan Aur Mulyo Kota Sawahlunto. Jenis penelitian yang peneliti gunakan adalah metode penelitian Kualitatif Deskriptif dengan pendekatan field research (Penelitian Lapangan). Teknik pengumpulan data adalah melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah reduksi data, pemaparan data dan penarikan kesimpulan. Untuk teknik penjaminan keabsahan data penulis menggunakan triangulasi. Berdasarkan penelitian yang penulis lakukan dilapangan dapat disimpulkan bahwa faktor-faktor yang mempengaruhi kesadaran masyarakat dalam melaksanakan shalat berjamaah di Kelurahan Aur Mulyo Kota Sawahlunto terdapat dua permasalahan yaitu Faktor internal meliputi pemahaman tentang shalat berjamaah seperti manfaat, bagian terpenting dan tatacara shalat berjamaah. Namun ada beberapa masyarakat yang kurang paham terhadap tatacara tersebut karena jarang melaksanakan shalat berjamaah di masjid/mushalla. Motivasi atau minat yang tidak ada untuk melaksanakan shalat berjamaah. Faktor eksternal meliputi Pengaruh lingkungan sekitar seperti lingkungan keluarga, lingkungan masyarakat dan lingkungan teman sebaya. Serta terdapatnya fasilitas masjid yang menunjang untuk melaksanakan shalat berjamaah di masjid atau mushalla.

2 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Problematika Guru Pendidikan Agama Islam dalam Membiasakan Shalat Fardhu Berjamaah pada Siswa di SMPN 04 Payakumbuh

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Pokok permasalahan dalam SKRIPSI adalah kurangnya kebiasaan siswa kelas VII 2 dalam melaksanakan shalat berjamaah, masih banyak siswa kelas VII 2 yang meninggalkan shalat tanpa merasa bersalah. Mengingat pentingnya perkara ini, maka perlu adanya upaya yang sungguh-sungguh dari pihak sekolah, terutama guru pendidikan agama islam yang tentunya menjadi sorotan terhadap keagamaan siswa, untuk membiasakan siswa melaksanakan shalat wajib berjamaah di SMPN 04 Payakumbuh. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian lapangan (field research). Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif yaitu penelitian yang mendeskripsikan kejadian dilapangan, sebagaimana yang ada di lokasi penelitian. teknik pengumpulan data menggunakan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan teknik reduksi data, teknik penyajiaan data,dan teknik penarikan kesimpulan. Selanjutnya untuk melihat keabsahan data, penulis menggunakan teknik triangulasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa adanya upaya guru Pendidikan Agama Islam yang cukup baik dalam Membiasakan pelaksanaan sholat dzuhur berjamaah di SMPN 04 Payakumbuh. Hal ini dapat dilihat dari upayanya yaitu memberikan contoh atau teladan, memberikan nasehat (mauidloh), membiasakan, serta menegakkan kedisiplinan kepada siswa untuk dapat terbiasa menjalankan ibadah sholat duhur berjamaah. Kemudian dalam hal ini faktor pendukung adalah adanya kerjasama yang baik antara guru PAI dan guru Mapel yang lain, ada tata tertib sekolah sedangkan faktor penghambat adalah kurangnya pemahaman siswa terhadap pentingnya sholat berjamaah, prilaku siswa, fasilitas air yang kurang dan tindak lanjut pengawasan dari lingkungan keluarga masih kurang.

3 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Faktor-faktor yang Mempengaruhi Perilaku Remaja dalam Pelaksanaan Shalat di Jorong IV Pasar Kamis Nagari Koto Nopan Kecamatan Rao Utara Kabupaten Pasaman

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Usia remaja merupakan usia peralihan atau masih dalam masa ketidakstabilan dan sangat rentan dengan pengaruh yang kurang baik sehingga membuat remaja menjadi lalai akan kewajibannya melaksanakan shalat wajib, dan masih sedikit remaja yang mau melaksanakan shalat wajib. Shalat merupakan tiang agama yang wajib dilaksanakan oleh seseorang yang menganut agama islam. Remaja yang sudah baligh diwajibkan untuk melaksanakan shalat. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku remaja dalam pelaksanaan shalat di Jorong IV Pasar Kamis, Nagari Koto Nopan, Kecamatan Rao Utara, Kabupaten Pasaman. Jenis penelitian ini adalah field research (penelitian lapangan) dengan menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif. Pengolahan data dilakukan secara deskripstif kualitatif yang kemudian diuraikan berdasarkan permasalahan yang terjadi di lapangan. Penelitian lapangan bertujuan untuk mengetahui gejalagejala yang terjadi di lapangan. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisi data yang digunakan adalah reduksi data, pemaparan data dan penarikan kesimpulan. Untuk teknik penjaminan keabsahan data penulis menggunakan triangulasi. Berdasarkan hasil penelitian yang peneliti lakukan di Jorong IV Pasar Kamis, Nagari Koto Nopan, Kecamatan Rao Utara, Kabupaten Pasaman mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku remaja dalam pelaksanaan shalat diperoleh kesimpulan bahwa faktor yang mempengaruhi perilaku remaja dalam pelaksanaan shalat terdiri dari faktor internal dan faktor eksternal. Faktor internalnya yaitu rendahnya ketaatan remaja yang dipengaruhi oleh rasa malas untuk melaksanakan shalat serta kurangnya kesadaran diri untuk melaksanakan shalat tepat waktu. Sedangkan faktor eksternalnya adalah kurangnya perhatian dan teladan dari orang tua, kesibukan bermain gadget/handphone serta lingkungan pergaulan yang kurang baik.

2 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Upaya Guru Meningkatkan Disiplin Shalat Fardhu Siswa Di SDN 03 Padang Ganting

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Rahmat Akbar, NIM. 1930101121. Judul Skripsi : “Upaya Meningkatkan Terhadap Disiplin Shalat Fardhu Siswa di SDN 03 Padang Ganting”. Program Studi Pendidikan Agama Islam, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan. Universitas Islam Negeri Mahmud Yunus Batusangkar. Pokok pembahasan dalam SKRIPSI ini mengenai upaya guru pendidikan agama islam terhadap disiplin shalat fardhu siswa di SDN 03 Padang. Tujuan dari penelitian ini adalah mendeskripsikan upaya guru pendidikan agama islam terhadap disiplin shalat fardhu siswa di SDN 03 Padang. Metode penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Sumber data dalam penelitian ini yaitu data utama Guru PAI, Guru Kelas, Kepala Sekolah, dan peserta didik SDN 03 Padang Ganting. Instrumen dalam penelitian ini adalah pedoman observasi dan wawancara. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara dan dokumentasi. Data yang telah didapatkan akan dianalisis dengan cara reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Sedangkan penjamin keabsahan data penelitian menggunakan triangulasi sumber. Berdasarkan penelitian yang dilakukan di lapangan tentang upaya guru meningkatkan disiplin shalat fardhu siswa di SDN 03 Padang Ganting adalah Guru PAI dan guru kelas mengawasi berwudhu siswa dan mengajarkan tata cara berwudhu dengan benar mengawasi dan memantau shalat siswa, pakaian dan tempat harus bersih untuk melaksanakan shalat. Setelah melaksankan wudhu, siswa langsung melaksankan shalat zhuhur berjemaah di sekolah yang diawasi oleh guru piket. Untuk mengawasi shalat siswa guru mengawasi shalat zhuhur berjemaah siswa di sekolah yaitu dari samping atau dari belakang. Dengan adanya buku kontrol shalat siswa sudah serius melaksankan shalat zhuhur berjemaah di sekolah dan tidak bermain-main dalam melaksanakan shalat zhuhur berjemaah di sekolah. Upaya guru meningkatkan disiplin shalat fardhu siswa sdn 03 padang ganting di rumah adalah pengawasan guru untuk mengawasi shalat fardhu siswa di rumah melalui buku kontrol shalat. Pihak sekolah membuat buku kontrol shalat siswa untuk membiasaan shalat shalat fardhu. Guru bekerja sama dengan orang tua mengenai buku kontrol shalat ini baru dibagikan ke siswa dan diawasi oleh orang tua di rumah. Untuk reward yang diberikan guru kepada siswa adalah buku kontrol shalat akan dikumpulkan 1 bulan sekali reward untuk siswa nantinya setelah di hitung jumlah bintang yang di dapatkan siswa, kalau bintangnya 15 di ganti dengan sebuah penghapus, bintangnya 20 dengan pensil, bintangnya 25 dengan sebuah pena, 30 bintang dengan sebuah buku. Dengan ini penggunaan sistem buku kontrol shalat yang dibuat oleh guru PAI di sekolah bertujuan untuk pembiasaan bagi siswa dari dini untuk mendisiplinkan shalat fardhu siswa di rumah. Buku kontrol shalat ini siswa sudah lebih rajin dan tidak ada bolong lagi di buku kontrol shalat siswa.

2 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Problematika Pendidikan Ibadah Oleh Orang Tua Petani Terhadap Anak di Jorong Padang Panjang Nagari Pariangan Kecamatan Pariangan Kabupaten Tanah Datar

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Rezi Amelia, NIM 1930101125, dengan judul skripsi : “Problematika Pendidikan Ibadah Oleh Orang Tua Petani Terhadap Anak di Jorong Padang Panjang Nagari Pariangan Kecamatan Pariangan Kabupaten Tanah Datar.” Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI), Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) Universitas Islam Negeri (UIN) Mahmud Yunus Batusangkar. Pokok pembahasan dalam SKRIPSI ini mengenai Problematika pendidikan ibadah oleh orang tua petani terhadap anak di Jorong Padang Panjang Nagari Pariangan Kecamatan Pariangan Kabupaten Tanah Datar. Tujuan dari penelitian ini adalah mendeskripsikan problematika pendidikan ibadah shalat wajib dan membaca al-Qur’an oleh orang tua petani terhadap anak berumur 7-12 tahun di Jorong Padang Panjang Nagari Pariangan Kecamatan Pariangan Kabupaten Tanah Datar. Agar mencapai tujuan penelitian, maka jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian lapangan atau dikenal dengan (Field Research) bersifat deskriptif kualitatif. Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini adalah sumber data primer yaitu 20 orang tua petani, dan data sekunder yaitu anak berumur 7-12 tahun. Sedangkan teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Pengabsahan data penulis menggunakan teknik triangulasi data. Analisis data dengan tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini memiliki kesimpulan sebagai berikut: Problematika pendidikan ibadah shalat oleh orang tua terhadap anak yaitu; Kurangnya waktu orang tua mengajarkan tentang shalat, Kurang pengawasan orang tua, Orang tua tidak melaksanakan shalat, Kurangnya ilmu pengetahuan orang tua tentang shalat. Problematika pendidikan ibadah membaca al-Qur’an oleh orang tua terhadap anak yaitu; Kurang keterlibatan orang tua dalam mengajarkan anak membaca al-Qur’an, Orang tua kurang lancar membaca al-Qur’an tidak sesuai ilmu tajwid, untuk itu orang tua hanya menyerahkan sepenuhnya anak ke surau/TPA untuk belajar, Seorang anak yang kurang begitu mendengarkan nasehat orang tuanya, hal ini menyebabkan orang tua lemah dalam membimbing anak jadi orang tua gampang nyerah atau ngeluh dalam mendidik anaknya

4 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Upaya Guru Meningkatkan Disiplin Shalat Dzuhur Berjama'ah Siswa SMA Negeri 2 Batusangkar

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Bima Pratama, NIM: 1930101058, Judul Skripsi “Upaya Guru Meningkatkan Disiplin Shalat Dzuhur Berjamaah Siswa SMA Negeri 2 Batusangkar”. Prodi Pendidikan Agama Islam, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, Universitas Islam Negeri Mahmud Yunus Batusangkar. Pokok permasalahan dalam penelitian ini adalah upaya guru meningkatkan disiplin shalat dzuhur berjamaah siswa SMA Negeri 2 Batusangkar. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui upaya guru meningkatkan disiplin shalat dzuhur berjamaah siswa SMA Negeri 2 Batusangkar. Jenis Penelitian yang digunakan peneliti dalan penelitian ini adalah jenis penelitian lapangan atau yang lebih dikenal Field Research dengan menggunakan Metode Kualitatif untuk memperoleh data dari permasalahan yang diteliti. Teknik pengumpulan data yang digunakan peneliti ialah melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data yang penulis gunakan adalah Mereduksi data, Penyajian data, dan Penarikan kesimpulan. Teknik penjamin keabsahan data yang penulis gunakan adalah triangulasi. Berdasarkan penelitian yang dilakukan di lapangan tentang upaya guru meningkatkan disiplin shalat dzuhur berjamaah siswa SMA Negeri 2 Batusangkar melalui pembiasaan, contoh tauladan, penyadaran, dan pengawasan. Melalui pembiasaan yang dilakukan oleh guru di SMA Negeri 2 Batusangkar adalah upaya praktis dalam pendidikan dan pembinaan anak. Melalui contoh tauladan dalam menanamkan disiplin, apabila pembiasaan yang diberikan kepada anak tidak diiringi dengan contoh dan teladan serupa dari pendidik atau orang tua maka akan timbul berontak dari diri anak dan disiplin pun akan sulit tertanam dalam diri anak atau peserta didik. Melalui penyadaran pembinaan dan pengajaran dapat dianggap sebagai sarana yang paling bagus dalam membangun wawasan seseorang dan juga yang paling penting dalam memberikan pengaruh terhadap pembentukkan bangunan ibadahnya. Melalui pengawasan tujuan utama dari pengawasan adalah untuk memastikan bahwa seluruh proses pelaksanaan dilakukan sesuai dengan ketentuan, peraturan, dan rencana yang telah ditetapkan agar hasil yang diharapkan dapat tercapai dengan efektif dan efisien.

4 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Pembinaan Pelaksanaan Ibadah Shalat Anak Asuh Di Panti Asuhan Tepi Selo Lintau

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Dina Lorenza, NIM 1630101006, judul skripsi “Pembinaan Pelaksaan Ibadah Shalat Anak Asuh Di Panti Asuhan Tepi Selo Lintau.” Program Studi Pendidikan Agama Islam, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, Universitas Islam Negeri (UIN) Mahmud Yunus Batusangkar Tahun 2023. Penelitian skripsi ini berangkat dari permasalahan yang terlihat di lapangan, dimana saat ini masih banyak anak asuh yang tidak melaksanakan ibadah shalat, seperti shalat subuh dan shalat isya. Berdasarkan observasi dan wawancara yang dilakukan pada tanggal 13 Juli 2023 di Panti Asuhan Tepi Selo Lintaiu ditemukan bahwa anak anak banyak yang tidak shalat subuh dan shalat isya berjamaah. Oleh karena itu peneliti ingin mengembangkan bagaimana pembinaan shalat subuh dan bagaimana pembinaan shalat isya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana pembinaan shalat subuh dan untuk mengetahui bagaimana pembinaan shalat isya. Jenis penelitian yang penulis gunakan dalam penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif, menurut Sugiyono (2012: 3) penelitian kualitatif adalah Metode penelitian yang digunakan untuk meneliti pada kondisi objek yang alamiah, (sebagai lawannya eksperimen) dimana peneliti adalah sebagai instrument kunci, teknik pengumpulan data dilakukan secara trianggulasi (gabungan), analisis data bersifat induktif dan hasil penelitian kualitatif lebih menekankan makna dari pada generalisasi Sejalan dengan pendapat di atas, secara ringkas Juliansyah menerangkan bahwa penelitian kualitatif adalah “Penelitian yang berusaha mendeskripsikan suatu gejala, peristiwa, kejadian yang terjadi saat sekarang ini” selanjutnya penelitian deskriptif menurut Arifin (2011: 34). Penelitian deskriptif merupakan penelitian yang digunakan untuk menggambarkan, menjelaskan, dan menjawab persoalan-persoalan tentang fenomena dan peristiwa yang terjadi saat ini baik tentang fenomena sebagaimana adanya maupun analisis hubungan antar berbagai variabel dalam suatu fenomena.

3 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Faktor-Faktor Penyebab Rendahnya Motivasi Siswa Dalam Melaksanakan Shalat Berjama’ah Siswa Di SMAN 2 Rambatan Kabupaten Tanah Datar

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Nur Fadillah, NIM 1630101109, Judul skripsi, “Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Minat Siswa Untuk Melaksanakan Shalat Berjama’ah Di SMAN 2 Rambatan Kabupaten Tanah Datar” Jurusan Pendidikan Agama Islam, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, Universitas Islam Negeri (UIN) Mahmud Yunus Batusangkar 2023. Pokok permasalahan dalam skripsi ini adalah rendahnya motivasi siswa dalam melaksanakan shalat berjama’ah. Tujuan pembahasan ini untuk mengetahui factor instrinsik dan ekstrinsik yang menyebabkan rendahnya motivasi siswa melaksanakan shalat berjama’ah di SMAN 2 Rambatan. Jenis penelitian yang penulis gunakan adalah penelitian kualitatif, dengan jenis penelitian deskriptif kualitatif, kemudian peneliti ini menggunakan teknik teknik pengumpulan data berupa, wawancara. Pada teknik analisis data, penelitian ini menggunakan langkah-langkah yaitu reduksi data, display data dan verifikasi data. Untuk menjamin keabsahan data digunakan uji kredibilitas data yang dilakukan melalui triangulasi. Dari penelitian yang penulis lakukan di lapangan dapat disimpulkan bahwa, faktor instrinsik dan ekstrinsik penyebab rendahnya motivasi siswa melaksanakan shalat berjama’ah di SMAN 2 Rambatan, factor instrinsik yaitu faktor dari dalam diri siswa itu sendiri. Hal ini dapat dilihat dari ilmu pengetahuan siswa sudah mencukupi, namun dalam mempraktekkannya siswa tidak melaksanakannya. Kemudian faktor ekstrinsik yaitu faktor dari luar diri siswa, faktor ini disebabkan oleh keluarga, sekolah dan masyarakat.

3 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail