2026 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK ZUL IKHWAN, NIM 232031022 judul tesis “Pengembangan Media Interaktif Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Dan Budi Pekerti Berbasis Deep Learning Di SMP N 3 Batusangkar” Program Studi Pendidikan Agama Islam Pascasarjana Universitas Islam Negeri Mahmud Yusus Batusangkar Tahun 2026. Penelitian ini bertujuan mengembangkan media pembelajaran pada materi shalat di SMP. Latar belakang penelitian ini adalah masih terbatasnya penggunaan media digital dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam, sehingga diperlukan inovasi media yang lebih menarik dan sesuai dengan kebutuhan siswa. Metode penelitian ini menggunakan model pengembangan 4-D. Subjek penelitiannya adalah siswa SMP Negeri 3 Batusankar dengan data diperoleh melalui angket validasi, praktikalitas, dan efektivitas. Hasil penelitian menunjukkan dari uji validasi yang melibatkan 4 orang pakar dengan hasil rata-rata koefisien Aiken’s sebesar 0,7596 untuk aspek media (kategori valid), 0,7788 untuk aspek materi (valid), 0,8365 untuk aspek bahasa (sangat valid), dan 0,8149 untuk aspek pemrograman (sangat valid), dengan rata-rata keseluruhan validasi mencapai 87% (kategori sangat valid). Uji validasi soal pretest-posttest dengan rata-rata 0,830 (sangat valid). Uji praktikalitas oleh guru PAI memperoleh skor 94% (sangat praktis), sedangkan uji coba kepada 27 siswa kelas VII.2 memperoleh skor 90% (sangat praktis). Uji efektivitas melalui desain pretest-posttest menunjukkan rata-rata N-Gain sebesar 0,57 (kategori sedang) dengan persentase 57% (cukup efektif). Angket efektivitas siswa menunjukkan dimensi afektif sebesar 82,71% (sangat efektif), dimensi kognitif 81,48% (sangat efektif), dan dimensi perilaku 76,05% (efektif), dengan rata-rata rekapitulasi 80,22% (sangat efektif). Dengan demikian, media interaktif berbasis deep learning yang dikembangkan dinyatakan valid, praktis, dan efektif, sehingga layak digunakan sebagai alternatif pembelajaran PAI di tingkat SMP serta menjadi solusi inovatif dalam meningkatkan kualitas praktik keagamaan siswa di era digital. Kata kunci: media interaktif, deep learning, Pendidikan Agama Islam, shalat, validitas, praktikalitas, efektivitas.
2023 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Masalah yang perlu segera dipecahan adalah dikhotomi keilmuan antara ilmu agama dan ilmu umum. Problematika ini kemudian di wujudkan ke dalam dua model sistem pendidikan yaitu “sekolah” yang berada di bawah naungan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dan “madrasah” yang berada di bawah naungan Kementerian Agama Republik Indonesia. Integrasi keilmuan menjadi terlupakan dan bahkan tidak dipertahankan. Salah satu bentuk solusi yang dilakukan oleh pakar pendidikan adalah dengan penerapan integrasi pendidikan Islam dalam lembaga-lembaga pendidikan. Batasan masalahnya adalah pemikiran K.H Ahmad Dahlan tentang integrasi ilmu dan amal, integrasi ilmu agama dan ilmu umum, kebebasan berfikir dan pembentukan karakter. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pemikiran K.H Ahmad dahlan tentang integrasi ilmu dan amal, integrasi ilmu agama dan ilmu umum, kebebasan berfikir dan pembentukan karakter. Kegunaan penelitian ini adalah untuk memberikan pengetahuan kepada penulis dan praktisi pendidikan dari tokoh K.H Ahmad dahlan sebagai tokoh pendidikan Islam yang sangat berjasa. Metode penelitian yang penulis gunakan adalah penelitian kepustakaan (Library Research) dalam bentuk studi tokoh. Teknik analisis data dalam penelitian ini adalah analisis data kualitatif dengan langkah-langkah menentukan pola atau tema, mencari hubungan logis, pengelompokkan, dan mencari generalisasi yang spesifik. Sedangkan untuk menguji keabsahan data ditentukan dengan kepercayaan, keteralihan, kebergantungan, dan kepastian. Hasil penelitian adalah pengintegrasian ilmu dan amal yang di gagaskan oleh K.H Ahmad Dahlan yaitu dalam memahami tafsir Al-Qur’an, bahwa Al-Qur’an itu dibaca bukan hanya sekedar untuk dibaca dan di hafal tetapi juga harus diamalkan dalam wujud nyata. Integrasi ilmu dan amal yang digagaskan oleh KH. Ahmad Dahlan adalah dengan sedikit berbicara tetapi banyak beramal, sedikit berteori tapi banyak berbuat. Pengintegrasian ilmu agama dan ilmu umum yang dilakukan K.H Ahmad Dahlan yaitu mendirikan sekolah agama dengan memberikan pelajaran pengetahuan umum, begitipun sebaliknya. Kebebasan berfikir menurut K.H Ahmad Dahlan ialah dengan mengajarkan cara-cara beribadah yang sesuai dengan tuntunan Rasulullah, sikap ini mencerminkan sikap pembaru yang mencoba untuk terbuka dalam berpikir serta tidak serta merta mengikuti dan meniru pemikiran dan tata cara yang sudah biasa dilakukan bahkan berakar urat menjadi tradisi dan rutinitas. Pendidikan karakter Menurut KH. Ahmad Dahlan adalah bagaimana pendidikan hendaknya diarahkan pada usaha membentuk manusia muslim yang berbudi pekerti luhur, luas pandangan dan paham masalah ilmu keduniaan serta bersedia berjuang untuk kemajuan masyarakat