Abstrak
Masalah yang perlu segera dipecahan adalah dikhotomi keilmuan antara ilmu agama dan ilmu umum. Problematika ini kemudian di wujudkan ke dalam dua model sistem pendidikan yaitu “sekolah” yang berada di bawah naungan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dan “madrasah” yang berada di bawah naungan Kementerian Agama Republik Indonesia. Integrasi keilmuan menjadi terlupakan dan bahkan tidak dipertahankan. Salah satu bentuk solusi yang dilakukan oleh pakar pendidikan adalah dengan penerapan integrasi pendidikan Islam dalam lembaga-lembaga pendidikan. Batasan masalahnya adalah pemikiran K.H Ahmad Dahlan tentang integrasi ilmu dan amal, integrasi ilmu agama dan ilmu umum, kebebasan berfikir dan pembentukan karakter. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pemikiran K.H Ahmad dahlan tentang integrasi ilmu dan amal, integrasi ilmu agama dan ilmu umum, kebebasan berfikir dan pembentukan karakter. Kegunaan penelitian ini adalah untuk memberikan pengetahuan kepada penulis dan praktisi pendidikan dari tokoh K.H Ahmad dahlan sebagai tokoh pendidikan Islam yang sangat berjasa. Metode penelitian yang penulis gunakan adalah penelitian kepustakaan (Library Research) dalam bentuk studi tokoh. Teknik analisis data dalam penelitian ini adalah analisis data kualitatif dengan langkah-langkah menentukan pola atau tema, mencari hubungan logis, pengelompokkan, dan mencari generalisasi yang spesifik. Sedangkan untuk menguji keabsahan data ditentukan dengan kepercayaan, keteralihan, kebergantungan, dan kepastian. Hasil penelitian adalah pengintegrasian ilmu dan amal yang di gagaskan oleh K.H Ahmad Dahlan yaitu dalam memahami tafsir Al-Qur’an, bahwa Al-Qur’an itu dibaca bukan hanya sekedar untuk dibaca dan di hafal tetapi juga harus diamalkan dalam wujud nyata. Integrasi ilmu dan amal yang digagaskan oleh KH. Ahmad Dahlan adalah dengan sedikit berbicara tetapi banyak beramal, sedikit berteori tapi banyak berbuat. Pengintegrasian ilmu agama dan ilmu umum yang dilakukan K.H Ahmad Dahlan yaitu mendirikan sekolah agama dengan memberikan pelajaran pengetahuan umum, begitipun sebaliknya. Kebebasan berfikir menurut K.H Ahmad Dahlan ialah dengan mengajarkan cara-cara beribadah yang sesuai dengan tuntunan Rasulullah, sikap ini mencerminkan sikap pembaru yang mencoba untuk terbuka dalam berpikir serta tidak serta merta mengikuti dan meniru pemikiran dan tata cara yang sudah biasa dilakukan bahkan berakar urat menjadi tradisi dan rutinitas. Pendidikan karakter Menurut KH. Ahmad Dahlan adalah bagaimana pendidikan hendaknya diarahkan pada usaha membentuk manusia muslim yang berbudi pekerti luhur, luas pandangan dan paham masalah ilmu keduniaan serta bersedia berjuang untuk kemajuan masyarakat