ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
SYAFDILA MONIKA, NIM. 14 202 172, judul skripsi “Potensi Pendirian Baitul Maal Wa Tamwil (BMT) di Nagari Rambatan Kecamatan Rambatan”. Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam Jurusan Perbankan Syariah, Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Batusangkar.
Dalam Latar belakang masalah penelitian ini adalah melihat bagaimana Potensi Pendirian Baitul Maal Wa Tamwil (BMT) di Nagari Rambatan Kecamatan Rambatan, beranjak dari keinginan bertransaksi masyarakat sekitar terhadap lembaga keuangan yang berbasis syariah dan prediksi layak atau tidak layaknya lembaga keuangan Baitul Maal Wa Tamwil (BMT) berdiri di Nagari Rambatan, tujuan pembahasan ini yaitu untuk mengetahui bagaimana potensi berdirinya lembaga keuangan Baitul Maal Wa Tamwil (BMT) di Nagari Rambatan.
Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian lapangan (field research) dengan metode deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi, wawancara dan dokumentasi.
Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan mengenai Potensi Pendirian Baitul Maal Wa Tamwil (BMT) di Nagari Rambatan Kecamatan Rambatan sangat “berpotensi” untuk didirikan di Nagari Rambatan dikarenakan tingkat keinginan masyarakat yang tinggi serta dukungan dari Pemerintahan Nagari Rambatan, sehingga layak didirikan di Nagari Rambatan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK
JEFRI AFRIANDA, NIM: 13 202 072, skripsi berjudul “Strategi Bersaing pada KJKS BMT Ampek Jurai Lantai Batu dengan Pendekatan Analisis SWOT”. Jurusan Perbankan Syariah, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam, Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Batusangkar 2020.
Pokok permasalahan dalam skripsi ini adalah bagaimana bentuk strategi bersaing yang diterapkan oleh KJKS BMT Ampek Jurai Lantai Batu Batusangkar dan bagaimana strategi yang dapat diterapkan oleh KJKS BMT Ampek Jurai Lantai Batu Batusangkar setelah dilakukannya analisis SWOT dalam menghadapi persaingan di daerah Batusangkar. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan strategi yang efektif untuk diterapkan oleh KJKS BMT Ampek Jurai Lantai Batu Batusangkar dalam menghadapi persaingan di daerah Batusangkar dengan pendekatan analisis SWOT.
Jenis penelitian yang penulis lakukan adalah penelitian lapangan (field research) yang bersifat deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi, wawancara dan dokumentasi dengan menggunakan panduan wawancara berupa daftar pertanyaan yang telah penulis sediakan. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis SWOT, alat yang digunakan dalam penelitian adalah matrik analisis SWOT.
Dari hasil penelitian yang penulis lakukan strategi yang telah diterapkan oleh KJKS BMT Ampek Jurai Lantai Batu Batusangkar adalah kompetitif dalam tingkat margin, pelayanan prima kepada setiap nasabah, respon yang cepat terhadap nasabah, dan strategi promosi.
Setelah dilakukan analisis melalui analisis SWOT terhadap internal dan eksternal bank, dapat diperoleh strategi yang bisa diterapkan KJKS BMT Ampek Jurai Lantai Batu Batusangkar dalam menghadapi persaingan di daerah Batusangkar yaitu (1) Strategi SO: Penetrasi Pasar, menambah jenis layanan (2) Strategi WO: meningkatkan kualitas SDM, meningkatkan jumlah modal, strategi pelayanan universal, meningkatkan kualitas teknologi dan strategi diversifikasi. (3) Strategi ST: strategi pemilihan lokasi, strategi promosi, strategi harga dan meningkatkan loyalitas nasabah, (4) Strategi WT: strategi diferensiasi.
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK Rizki Ananda Putra, NIM 1630401158, Judul Skripsi : “Strategi Pemasaran Produk Simpanan BMT Taqwa Muhammadiyah Cabang Siteba dalam Menumbuhkan Kepercayaan Masyarakat Pasia Nan Tigo”. Jurusan Perbankan Syariah Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Batusangkar Tahun 2020. Pokok permasalahan dalam skripsi ini adalah bagaimana strategi pemasaran produk simpanan BMT Taqwa Muhammdiyah Cabang Siteba dalam menumbuhkan kepercayaan masyarakat Pasia Nan Tigo. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan bagaimana strategi pemasaran produk simpanan BMT Taqwa Muhammadiyah Cabang Siteba dalam menumbuhkan kepercayaan masyarakat Pasia Nan Tigo. Jenis penelitian ini yaitu (Field Researh) pada BMT Taqwa Muhammadiyah Cabang Siteba dengan menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif yang manggambarkan tentang strategi pemasaran produk simpanan BMT Taqwa Muhammadiyah Cabang Siteba dalam menumbuhkan kepercayaan masyarakat Pasia Nan Tigo. Teknik pengumpulan data yang penulis gunakan dalam penelitian ini yaitu melalui wawancara dengan kepala cabang dan marketing serta melalui dokumentasi. Teknik penjamin keabsahan data yang penulis gunakan dalam penelitian ini yaitu dengan menggunakan metode triangulasi sumber, kemudian dilakukan penarikan kesimpulan untuk menyimpulkan semua informasi yang telah didapat. Hasil penelitian yang penulis peroleh menunjukan bahwa strategi pemasaran produk simpanan BMT Taqwa Muhammadiyah Cabang Siteba dalam menumbuhkan kepercayaan masyarakat Pasia Nan Tigo yaitu memiliki beberapa strategi diantaranya Pertama strategi melalui produk yaitu BMT Taqwa Muhammadiyah Cabang Siteba mempunyai berbagai macam produk simpanan sesuai dengan kebutuhan dan keinginan masyarakat, syarat untuk membuka produk simpanan yaitu mengisi formulir pendaftaran, memberikan fotocopy KTP, dan memberikan uang setoran awal, nasabah akan mendapatkan fasilitas berupa buku tabungan dan kartu tabungan yang diisi setiap melakukan setoran dengan marketing. Kedua strategi melalui harga yaitu menetapkan harga masing-masing produk simpanan yang sangat terjangkau, setoran awal minimal Rp. 10.000-Rp. 20.000 tergantung jenis produknya kecuali untuk produk demuta setoran minimal Rp.1.000.000, untuk semua jenis produk simpanan tidak dikenakan biaya administrasi setiap bulannya dan mendapat keuntungan bagi hasil setiap akhir bulan. Ketiga strategi melalui promosi yaitu menggunakan 9 strategi dalam mempromosikan produk simpanan diantaranya yaitu, kepala cabang mendampingi marketing dalam melakukan promosi, pendekatan tokoh masyarakat, menjual nama baik muhammadiyah, sistem jemput bola, promosi melalui brosur dan membagikan kalender, informasi dari mulut ke mulut, menjadikan masyarakat sebagai keluarga, meminta nomor telpon beberapa nasabah terpercaya, dan kepedulian terhadap masyarakat.
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
SONIA RAHAYU. NIM 1630401173, dengan judul skripsi “Faktor-Faktor Yang Menyebabkan Pembiayaan Bermasalah Pada BMT At-Taqwa Muhammadiyah Padang Cabang Lubuk Buaya”. Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam Jurusan Perbankan Syariah Institut Agama Islam Negeri Batusangkar. Pokok permasalahan dalam Penelitian ini adalah pembiayaan bermasalah yang terjadi pada BMT At-Taqwa Muhammadiyah Padang Cabang Lubuk Buaya terus mengalami peningkatan setiap tahunnya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Faktor-Faktor Yang Menyebabkan Pembiayaan Bermasalah dan Penyelesaiannya Pada BMT At-Taqwa Muhammadiyah Padang Cabang Lubuk Buaya. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data menggunakan wawancara. Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik analisis data dari Matwe G. Miles dan Michel Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor-faktor yang menyebabkan pembia yaan bermasalah pada BMT At-Taqwa Muhammadiyah Padang Cabang Lubuk Buaya terdiri dari dua faktor yaitu faktor internal dan faktor eksternal, faktor internal pembiayaan bermasalah terdiri dari Analisis pembiayaan yang kurang akurat dan Pengawasan atau monitoring pembiayaan yang belum maksimal. Faktor eksternal pembiayaan bermasalah terdiri dari Penurunan Pendapatan Usaha Nasabah/ Penurunan Ekonomi Nasabah, Bencana Alam, dan Perubahan kebijakan dan peraturan pemerintah yang berdampak pada usaha debitur. Sedangkan penyelesaian pembiayaan bermasalah dilakukan dengan cara Memberikan Surat Peringatan 1, 2 dan 3, Rescheduling (penjadwalan kembali) atau menawarkan produk baru kepada nasabah jika memungkinan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Nurul Hikmah. NIM 16 304 011 28 (2020). Judul Skripsi: “Pelaksanaan Good Corporate Governance (GCG) dalam pengelolaan BMT Al Makmur Cubadak”. Jurusan Perbankan Syariah Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Batusangkar Tahun 2020. Pokok permasalahan dalam skripsi ini adalah analisis Good Corporate Governance (GCG) dalam pengelolaan BMT Al Makmur Cubadak.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pelaksanaan Good Corporate Governance (GCG) dalam pengelolaan BMT Al Makmur Cubadak. Jenis penelitian yang penulis gunakan adalah jenis penelitian lapangan (field research) dengan pendekatan kualitatif.Teknik pengumpulan data yang penulis gunakan adalah wawancara dan dokumentasi. Sebagai sumber data dalam penelitian ini adalahManager, ketua BMT Al Makmur Cubadak, Account Officer BMT Al Makmur Cubadak, dan dokumen-dokumen BMT Al Makmur yang mendukung penelitian penulis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada BMT Al Makmur sudah menerapkan prinsip-prinsip Good Corporate Governance (GCG) dalam pengelolaan BMT Al Makmur yaitu transparancy, accountability, responsibility, independency, fairness dalam pengelolaan pembiayaan sudah diterapkan dengan baik oleh BMT Al Makmur yang dapat meminimalisir terjadinya risiko pembiayaan bermasalah, meningkatkan kualitas kinerja karyawan BMT, dan meningkatkan jumlah nasabah pada BMT Al Makmur Cubadak.
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK
AMRI AMIN, NIM 15301100011, Judul Skripsi “Potensi Pendirian Baitul Maal Wa Tamwil (BMT) di Nagari Rambatan”, Jurusan Perbankan Syariah Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Batusangkar, tahun 2020.
Pokok permasalahan dalam skripsi ini adalah bagaimana potensi yang dimiliki oleh Nagari Rambatan dalam pendirian BMT, dilihat dari opportunities (peluang), dan threats (ancaman atau tantangan) yang di hadapi Nagari Rambatan dalam pendirian Lembaga Keuangan Syariah (LKS) atau Baitul Maal Wa Tamwil (BMT).
Jenis penelitian yang penulis gunakan adalah penelitian lapangan (filed research) dengan pendekatan deskriptif kualitatif. dengan menggunakan sumber data penelitian adalah wawancara dan dokumentasi dengan warga masyarakat Nagari Rambatan dengan teknik Snowball Sampling.
Hasil penelitian yang penulis dapatkan di lapangan tentang Potensi Pendirian Baitul Maal Wa Tamwil (BMT) atau Lembaga Keuangan Syariah (LKS) di Nagari Rambatan dilihat dari aspek Opportunities (peluang) berupa adanya masyarakat yang membutuhkan modal usaha, belum adanya Lembaga Keuangan Syariah (LKS) di Nagari Rambatan, kegiatan ekonomi masyarakat yang beragam, animo masyarakat Nagari Rambatan yang tinggi terhadap Lembaga Keuangan Syariah (LKS) dan adanya dukungan dari pemerintah setempat untuk terbentuknya Lembaga Keuangan Syariah (LKS), seluruh penduduk Nagari Rambatan beragama Islam, populasi penduduk cukup besar, mayoritas masyarakat Nagari Rambatan pernah bertransaksi di Bank, Lembaga Keuangan Syariah (LKS) memiliki sasaran kepada usaha mikro, kondisi sosial dan keagamaan masyarakat Nagari Rambatan yang kondusif. Dan juga dilihat dari Aspek Threats (ancaman atau tantangan) adanya program pemerintah dalam bentuk modal usaha, adanya Rentenir atau tengkulak, adanya lembaga keuangan konvensional, Lembaga Keuangan Syariah (LKS) belum popular dikalangan masyarakat warga Nagari Rambatan, sebagian warga Nagari Rambatan sulit membayar angsuran pinjaman, dan Sumber Daya Manusia (SDM masih lemah. Dengan analisis Peluang dan Tantangan di atas maka dapat disimpulkan bahwa Nagari Rambatan berpotensi dalam pendirian Lembaga Keuangan Syariah (LKS).
Kata Kunci : Potensi, Peluang dan Tantangan, BMT
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
LISA NINDITIA. NIM, 153011100066, dengan judul skripsi “Peran BMT At-Taqwa Muhammadiyah Cabang Siteba Padang dalam Pengembangan Usaha Nasabah”. Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam Jurusan Perbankan Syariah Institut Agama Islam Negeri Batusangkar. Pokok permasalahan dalam Penelitian ini dilatar belakangi karena pembiayaan yang diberikan oleh BMT At-Taqwa Muhammadiyah Cabang Siteba Padang belum bisa mngembangkan usaha nasabah pembiayaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menjelaskan perkembangan usaha nasabah yang dibiayai oleh BMT dan untuk mengetahui peran BMT At-Taqwa Muhammadiyah Cabang Siteba Padang dalam pengembangan usaha nasabah. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif. Sumber data terdiri atas dari sumber data primer (nasabah pembiayaan usaha mikro pada BMT At-Taqwa Muhammadiyah Cabang Siteba Padang, pimpinan cabang dan Account Officer) dan sumber data sekunder (buku tentang lembaga keuangan non bank dan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), jurnal terkait peran Baitul Maal Wa Tamwil (BMT) dalam pengembangan usaha serta dokumen dan laporan yang telah tersedia pada BMT At-Taqwa Muhammadiyah Cabang Siteba Padang). Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, dokumentasi, dan observasi, lalu data dianalisis menggunakan konsep Miles and Huberman. Berdasarkan penelitian yang dilakukan diperoleh kesimpulan bahwa Perkembangan usaha nasabah yang dibiayai oleh BMT At-Taqwa Muhammadiyah Cabang Siteba Padang yaitu usaha nasabah belum berkembang dengan baik karena belum memenuhi semua indikator perkembangan uasaha nasabah, seperti omset penjualan yang belum meningkat dibandingkan dengan sebelum diberikan pembiayaan oleh BMT, pertmbuhan tenaga kerja belum ada karena nasabah masih bisa mengurus usahanya sendiri, dan pertumbuhan pelanggan belum terjadi jika dibandingkan dengan sebelum dan sesudah diberikan pembiayaan oleh BMT. Kontribusi BMT At-Taqwa Muhammadiyah Cabang Siteba Padang dalam pengembangan usaha nasabah belum berperan maksimal. Dari empat peran BMT yang ada, tiga peran BMT yang tidak terlaksana dengan baik yaitu BMT belum bisa menjauhkan masyarakat dari praktik ekonomi yang bersifat ribawi, BMT belum memberikan sosialisasi kepada masyarakat sehingga nasabah masih belum bisa terlepas dari lembaga keuangan yang bersifat ribawi, serta BMT belum memberikan pembinaan dan pengawasan kepada nasabah dalam menjalankan usaha sehingga usaha yang dijalankan nasabah belum berkembang dengan baik. Sedangkan peran BMT yang sudah terlaksana adalah menjaga keadilan ekonomi masyarakat dengan distribusi yang merata.
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Ririn Rahmadani. NIM 1630401156. Judul Skripsi “POTENSI PENDIRIAN BAITUL MAAL WA TAMWIL (BMT) DI KENAGARIAN KOTO GADANG DHARMASRAYA DENGAN PENDEKATAN ANALISIS SWOT”, Jurusan Perbankan Syariah Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Batusangkar. Permasalahan yang dibahas dalam skripsi ini adalah bagaimana potensi yang dimiliki oleh Nagari Koto Gadang dalam pendirian baitul maal wa tamwil (BMT) dengan melihat strength (kekuatan), weakness (kelemahan), opportunities (peluang) dan threats (ancaman). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apa strength (kekuatan), weakness (kelemahan), opportunities (peluang) dan threats (ancaman) yang dihadapi Nagari Koto Gadang dalam pendirian baitul maal wa tamwil (BMT). Penelitian menggunakan jenis penelitian (field research) dengan pendekatan kualitatif, yaitu dengan melakukan dokumentasi dan wawancara langsung dengan 10 orang warga Nagari Koto Gadang yang terdiri dari tokoh masyarakat, alim ulama, aparatur nagari dan masyarakat Nagari Koto Gadang menggunakan bantuan pedoman wawancara. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan reduksi data (data reduction), penyajian data (data display) dan menarik kesimpulan (conclusion drawing). Keabsahan data dalam penelitian ini menggunakan tringulasi sumber. Hasil penelitian menunjukan bahwa potensi pendirian baitul maal wa tamwil (BMT) di kenagarian Koto Gadang Berdasarkan hasil penelitian yang telah penulis lakukan diperoleh kesimpulan bahwa: Pendirian baitul maal wa tamwil (BMT) di kenagarian Koto Gadang Dharmasraya “sangat berpotensi”. Hal ini di buktikan dengan: Pertama, faktor kekuatan-peluang bisa dimanfaatkan dengan strategi: 1) Mayoritas masyarakat yang tidak awam lagi dengan lembaga keuangan dan budaya menabung yang baik mendorong terbentuknya BMT di Nagari Koto Gadang. 2) Dengan sikap masyarakat yang suka meminjam uang, baik di bank atau koperasi dan dengan mayoritas masyarakat Nagari Koto Gadang berpendapat bahwa sistem bunga itu merugikan masyarakathal ini menjadi faktor pendorong untuk pendirian di Nagari Koto Gadang. 3) Pertumbuhan dan perkembangan lembaga keuangan yang baik di Nagari Koto Gadang, BMT harus mampu memanfaatkan peluang pasar yang ada untuk masuk dan menguasai pasar. 4) Mayoritas masyarakat Nagari Koto Gadang memiliki keinginan untuk bertransaksi dan dengan kemauan masyarakat menggunakan jasa yang disediakan oleh BMT menjadikan nilai tambah dalam pendirian BMT di kenagarian Koto Gadang semangkin kuat. 5) Peluang besar BMT untuk menjadi lembaga keuangan yang diminta masyarakat dalam menyediakan modal, hal ini karena masyarakat Nagari Koto Gadang masih memerlukan modal usaha maka itu memerlukan lembaga keuangan. Kedua, faktor kelemahan-peluang yang bisa meminimalisir kelemahan untuk memanfaatkan peluang dengan strategi: Melakukan sosialisasi kepada masyarakat Nagari Koto Gadang mengenai perbedaan sistem yang dipakai oleh lembaga keuangan konvensional dan lembaga keuangan syariah dan Memberikan pengetahuan atau edukasi kepada masyarakat Nagari Koto Gadang melalui sosialisasi-sosialisasi atau penyuluhan-penyuluhan tentang BMT. Ketiga, faktor kekuatan-ancaman, yakni ancama yang ada bisa diatasi dengan strategi: 1) Memanfaatkan keinginan dan kemauan masyarakat dengan lahirnya BMT. 2) Memberikan pelayanan yang maksimal dan memuaskan untuk menarik minat masyarakat melakukan transaksi di BMT. 3) Memberikan edukasi atau pengetahuan dalam bentuk penyuluhan ataupun sosialisasi kepada masyarakat Nagari Koto Gadang tentang tata cara berekonomi yang benar sesuai dengan ajaran Islam. 4) Pertumbuhan ekonomi Nagari Koto Gadang saat ini yang sedang mengalami penurunan, berbanding terbalik dengan semangkin baiknya pertumbuhan dan perkembangan lembaga keuangan yang ada di Nagari Koto Gadang, maka BMT dituntun untuk dapat bersaing dan menunjukan kelebihan yang dimiliki BMT agar mampu menarik pasar sasarannya untuk menggunakan jasa yang disediakannya. Keempat, faktor kelemahan-ancaman, yakni kelemahan dan ancaman bisa diatasi dengan strategi: 1) Melakukan sosialisasi kepada masyarakat tentang kelebihan lembaga BMT saat akan melakukan pendirian. 2) Menjelaskan kepada masyarakat bahwa BMT ini merupakan salah satu bentuk lembaga keuangan syariah yang non riba. 3) Menjadikan lembaga BMT menjadi lembaga yang dapat dipercaya masyarakat dalam memenuhi kebutuhan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui modal usaha yang diberikan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK Wahyu Putra Utama. NIM 15301100151. Judul Skripsi: “Peran BMT Dalam Meningkatkan Literasi Keuangan Syariah di Masyarakat (Studi Kasus BMT Amanah Ummat Taram Kecamatan Harau Kabupaten Limapuluh Kota )”. Program Sarjana Perbankan Syariah Institut Agama Islam Negeri Batusangkar. Pokok permasalahan dalam penelitian ini adalah masih banyaknya masyarakat yang bertransaksi di lembaga keuangan konvensional meskipun sudah ada lembaga keuangan syariah ditengah mereka. Salah satu penyebabnya adalah tingkat literasi keuangan masyarakat masih rendah khususnya terkait keuangan syariah. Literasi keuangan (financial literacy) merupakan tingkat pengetahuan, keterampilan, keyakinan masyarakat terkait lembaga keuangan serta produk dan jasanya. Tujuan pembahasan ini untuk mengetahui peran BMT sebagai salah satu lembaga keuangan syariah dalam meningkatkan literasi keuangan syariah di masyarakat. Jenis penelitian ini adalah penelitian lapangan (field research), yaitu suatu penelitian yang dilakukan di lokasi penelitian dengan mengadakan pengamatan tentang suatu fenomena dalam suatu keadaan alamiah. Teknik pengumpulan data yang penulis gunakan adalah melalui wawancara dan dokumentasi. Penelitian ini menggunakan analisis deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Lokasi penelitian dilakukan di BMT Amanah Ummat Taram Kecamatan Harau Kabupaten Limapuluh Kota. Hasil penelitian menunjukan bahwa literasi keuangan syariah merupakan sesuatu yang sangat penting ditengah masyarakat. Dengan literasi keuangan yang baik, masyarakat akan mampu menjalankan kegiatan ekonomi yang sesuai syariat islam dan mulai beralih dari lembaga keuangan konvensional ke lembaga keuangan syariah seperti BMT salah satunya. Upaya yang BMT lakukan untuk meningkatkan literasi keuangan syariah ditengah masyarakat yang sudah berjalan adalah berupa sosialisasi ekonomi Islam kepada masyarakat dan pengajian serta pembinaan keterampilan karyawan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia secara internal, sedangkan peningkatan dari upaya BMT belakangan ini adalah dengan memberikan penjelasan dan pemahaman lebih mendalam terhadap akad-akad dan produk di BMT bagi calon nasabah yang akan bertransaksi dengan BMT untuk meningkatkan pengetahuan, promosi melalui sosial media untuk meningkatkan keyakinan nasabah, dan mengajarkan cara mengatur keuangan melalui menabung untuk meningkatkan keterampilan nasabah. Kemudian kendala yang dihadapi BMT dalam upaya peningkatan literasi keuangan syariah yaitu Pola pikir atau mindset masyarakat, faktor pendidikan dan pengetahuan serta kurangnya tenaga ahli atau orang berkompeten yang dimiliki BMT
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Dinda Fitri Ilma, NIM 2230401023. Judul Skripsi: “Analisis Pencatatan Transaksi Awal Tabungan Jemput Bola secara Manual pada KSPPS BMT Ampek Jurai Masjid Raya Lantai Batu”. Program Studi Perbankan Syariah, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam, Universitas Islam Negeri (UIN) Mahmud Yunus Batusangkar 2026. Pokok permasalahan dalam skripsi ini adalah bagaimana pelaksanaan layanan tabungan jemput bola di KSPPS BMT Ampek Jurai Masjid Raya Lantai Batu yang masih menggunakan pencatatan secara manual. Meskipun layanan tersebut memberikan kemudahan bagi anggota dalam melakukan penyetoran tabungan, proses pencatatan manual masih memiliki potensi terjadinya kesalahan pencatatan (human error) sehingga memerlukan mekanisme pengendalian internal yang memadai. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis prosedur pencatatan tabungan jemput bola secara manual, kendala yang dihadapi marketing dalam pelaksanaannya, serta mekanisme pengendalian internal yang diterapkan pada proses pencatatan tersebut. Jenis penelitian yang penulis gunakan adalah penelitian lapangan (field research) dengan metode deskriptif kualitatif yang dilaksanakan di KSPPS BMT Ampek Jurai Masjid Raya Lantai Batu. Data diperoleh melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Keabsahan data diuji menggunakan triangulasi sumber, triangulasi metode, dan member check. Analisis data dilakukan menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa prosedur pencatatan transaksi awal tabungan jemput bola secara manual dilakukan melalui beberapa tahapan, yaitu marketing menerima setoran tabungan dari anggota, menghitung uang yang diterima, mencatat transaksi pada kartu tabungan dan buku tabungan anggota, kemudian menyerahkan uang beserta hasil pencatatan kepada kasir untuk diperiksa dan diinput ke dalam sistem. Selanjutnya, manajer melakukan pemeriksaan terhadap laporan transaksi harian. Berdasarkan analisis fungsi manajemen POAC, pelaksanaan tersebut didukung oleh perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan pengawasan melalui pembagian tugas serta pemeriksaan transaksi secara berlapis. Kendala yang dihadapi marketing meliputi kesalahan pencatatan (human error) dan kondisi cuaca saat melakukan penjemputan tabungan di lapangan. Meskipun demikian, kendala tersebut tidak sering terjadi dan dapat segera diatasi sehingga tidak menghambat pelaksanaan layanan. Mekanisme pengendalian internal yang diterapkan telah mencerminkan lima komponen pengendalian internal menurut Committee of Sponsoring Organizations of the Treadway Commission (COSO), yaitu lingkungan pengendalian, penilaian risiko, aktivitas pengendalian, informasi dan komunikasi, serta pemantauan. Penerapan mekanisme pengendalian tersebut mendukung ketepatan dan keandalan pencatatan transaksi meskipun proses pencatatan masih dilakukan secara manual.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Elmafira, NIM 2230401027. Judul Skripsi: “Strategi Pengendalian Pembiayaan Bermasalah pada KSPPS BMT Ampek Jurai Masjid Raya Lantai Batu”. Program Studi Perbankan Syariah, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam, Universitas Islam Negeri (UIN) Mahmud Yunus Batusangkar, 2026. Pokok permasalahan dalam skripsi ini adalah rasio Non-Performing Financing (NPF) pada KSPPS BMT Ampek Jurai Masjid Raya Lantai Batu yang mengalami fluktuasi selama periode 2020–2025, meskipun lembaga telah menerapkan berbagai strategi pengendalian pembiayaan bermasalah. Kondisi tersebut menunjukkan perlunya pengkajian terhadap strategi pengendalian yang diterapkan serta kendala yang dihadapi dalam pelaksanaannya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi pengendalian pembiayaan bermasalah yang diterapkan pada KSPPS BMT Ampek Jurai Masjid Raya Lantai Batu serta kendala yang dihadapi dalam penerapan strategi tersebut. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian lapangan (field research) dengan metode deskriptif kualitatif yang dilaksanakan di KSPPS BMT Ampek Jurai Masjid Raya Lantai Batu. Informan penelitian dipilih menggunakan teknik purposive sampling, yaitu Manajer dan Account Officer (AO) yang terlibat langsung dalam pengendalian pembiayaan bermasalah. Data diperoleh melalui wawancara dan dokumentasi. Keabsahan data dilakukan melalui triangulasi sumber dan member check. Analisis data menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, serta penarikan dan verifikasi kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi pengendalian pembiayaan bermasalah pada KSPPS BMT Ampek Jurai dilaksanakan melalui tiga tahapan, yaitu preventive control, detective control, dan corrective control. Preventive control dilakukan sebelum pembiayaan disalurkan melalui pemeriksaan kelengkapan administrasi, analisis kelayakan berdasarkan prinsip 5C, wawancara, dan survei lapangan (on the spot). Detective control dilakukan setelah pembiayaan disalurkan melalui pemantauan pembayaran angsuran, komunikasi dengan anggota, kunjungan lapangan, serta pemantauan perkembangan usaha anggota. Sementara itu, corrective control dilakukan melalui komunikasi, identifikasi penyebab keterlambatan, evaluasi kondisi anggota, upaya penyelamatan pembiayaan melalui perpanjangan jangka waktu atau penyesuaian jumlah angsuran bagi anggota yang masih memiliki prospek usaha dan itikad baik, penagihan sesuai prosedur, hingga penyelesaian melalui agunan sebagai langkah terakhir. Kendala yang dihadapi terdiri atas kendala internal berupa keterbatasan sumber daya manusia, jumlah anggota yang harus dipantau, beban kerja AO, dan keterbatasan waktu, serta kendala eksternal berupa perubahan kondisi usaha dan kemampuan ekonomi anggota yang dapat memengaruhi kemampuan pembayaran.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Nanda Saputra, NIM 2230403073, Judul Skripsi: “Analisis Penerapan PSAK 402 pada Produk Pembiayaan Murabahah di BMT Al-Hijrah Nagari Barulak.” Program Studi Akuntansi Syariah, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam, Universitas Islam Negeri Mahmud Yunus Batusangkar. Pokok permasalahan dalam penelitian ini adalah penerapan PSAK 402 pada pembiayaan murabahah di BMT Al-Hijrah Nagari Barulak yang belum sepenuhnya diketahui kesesuaiannya dengan ketentuan akuntansi murabahah, serta kendala yang dihadapi dalam penerapannya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan PSAK 402 pada pembiayaan murabahah berdasarkan aspek pengakuan, pengukuran, penyajian, dan pengungkapan serta mengidentifikasi kendala dalam penerapannya. Jenis penelitian yang digunakan adalah field research dengan metode kualitatif deskriptif dan pendekatan studi kasus. Data diperoleh melalui wawancara dan dokumentasi, kemudian dianalisis melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan dengan membandingkan praktik yang dilakukan BMT dengan ketentuan PSAK 402. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembiayaan murabahah di BMT Al-Hijrah Nagari Barulak dalam pelaksanaannya menggunakan akad wakalah sebagai mekanisme pembelian barang. Penerapan PSAK 402 pada pembiayaan murabahah belum sepenuhnya sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Pada aspek pengakuan, BMT telah mengakui aset murabahah berdasarkan harga perolehan dan piutang murabahah berdasarkan harga jual yang disepakati, tetapi pencatatan pada tahap wakalah belum sepenuhnya sesuai karena belum dilakukan penjurnalan secara khusus atas transaksi tersebut. Pada aspek pengukuran, BMT telah mengukur aset berdasarkan harga perolehan, piutang berdasarkan harga jual, dan margin menggunakan metode keuntungan tetap, tetapi belum membentuk cadangan kerugian piutang. Pada aspek penyajian, piutang murabahah dan margin murabahah tangguhan telah disajikan sesuai dengan ketentuan PSAK 402. Sementara itu, aspek pengungkapan belum sepenuhnya sesuai karena BMT belum menyusun Catatan atas Laporan Keuangan (CaLK). Kendala utama dalam penerapan PSAK 402 adalah keterbatasan pemahaman sumber daya manusia terhadap PSAK Syariah, serta belum adanya pelatihan mengenai PSAK Syariah.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Rada Agustina, NIM 2230403083, "Strategi BMT Al-Hijrah Bukittinggi dalam Menyelesaikan Pembiayaan Bermasalah", Skripsi, Program Studi Perbankan Syariah, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam, Universitas Islam Negeri Mahmud Yunus Batusangkar, 2026. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan strategi BMT Al-Hijrah Bukittinggi dalam menyelesaikan pembiayaan bermasalah pada produk murabahah, mengingat nilai Non Performing Financing (NPF) berada di atas batas ideal 5% selama 2021–2024, meskipun menunjukkan tren penurunan konsisten hingga 4,50% pada 2025. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan jenis field research. Data dikumpulkan melalui wawancara dan dokumentasi, dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman, dengan keabsahan data diuji melalui triangulasi sumber dan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyelesaian pembiayaan bermasalah dilakukan melalui tiga tahap, yaitu analisis penyebab masalah (faktor pendapatan, usaha, kesehatan, dan pekerjaan nasabah), penerapan mekanisme 3R, serta jalur hukum sebagai upaya terakhir apabila penyelesaian non-litigasi tidak berhasil. Mekanisme 3R terdiri dari Rescheduling (penjadwalan kembali pembayaran atau perpanjangan jangka waktu), Reconditioning (perubahan persyaratan pembiayaan untuk meringankan nasabah), dan Restructuring (penataan kembali struktur pembiayaan sesuai kondisi dan kemampuan nasabah). Dari ketiga mekanisme tersebut, restructuring paling dominan diterapkan, sedangkan rescheduling relatif jarang digunakan, yang menunjukkan bahwa BMT lebih mengutamakan penyesuaian struktur pembiayaan terhadap kondisi aktual nasabah. Strategi tersebut terbukti efektif, tercermin dari penurunan NPF dari 16,63% pada 2021 menjadi 4,50% pada 2025.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Rendahnya minat masyarakat untuk menabung di lembaga keuangan syariah masih menjadi permasalahan, meskipun potensi masyarakat usia produktif cukup besar. Salah satu faktor yang diduga memengaruhi kondisi tersebut adalah tingkat literasi keuangan syariah masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh literasi keuangan syariah masyarakat Nagari Ampalu terhadap minat menabung di KSPPS BMT El Uswah. Literasi keuangan syariah dalam penelitian ini diukur melalui indikator pengetahuan, kemampuan, sikap, dan kepercayaan, sedangkan minat menabung diukur melalui indikator minat transaksional, referensial, preferensial, dan eksploratif. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian lapangan. Populasi dalam penelitian ini adalah masyarakat Nagari Ampalu, dengan pengambilan sampel menggunakan teknik tertentu sesuai kriteria penelitian. Data dikumpulkan melalui penyebaran kuesioner dan dianalisis menggunakan teknik analisis statistik untuk menguji pengaruh variabel independen terhadap variabel dependen. Dengan bantuan program SPSS versi 25. Hasil penelitian menunjukkan bahwa literasi keuangan syariah berpengaruh positif dan signifikan terhadap minat menabung masyarakat di KSPPS BMT El Uswah Nagari Ampalu. Semakin baik tingkat literasi keuangan syariah yang dimiliki masyarakat, maka semakin tinggi pula minat mereka untuk menabung di KSPPS BMT El Uswah. Temuan ini mengindikasikan bahwa peningkatan literasi keuangan syariah melalui edukasi dan sosialisasi yang berkelanjutan sangat penting dalam mendorong partisipasi masyarakat terhadap lembaga keuangan syariah.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK Silvia Ramadhani, NIM 1930401123, Judul Skripsi: "Motif Menabung Nasabah Pada BMT Almabruk Batusangkar" Jurusan Perbankan Syariah Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam universitas islam Negeri (UIN) Mahmud Yunus Batusangkar Tahun 2025 Pokok permasalahan dalam skripsi ini adalah BMT Al Mabruk Batusangkar sebagai lembaga keuangan mikro syariah berperan penting dalam mendorong budaya menabung di masyarakat. Namun, di tengah persaingan lembaga keuangan dan semakin beragamnya pilihan produk simpanan, belum banyak diketahui secara jelas motif utama yang mendorong nasabah untuk menabung di BMT ini. Apakah nasabah menabung semata-mata untuk memenuhi kebutuhan transaksi harian, untuk berjaga-jaga terhadap risiko yang tak terduga, atau untuk tujuan spekulasi demi memperoleh keuntungan dari bagi hasil? Kurangnya pemahaman mendalam tentang motif ini dapat menyulitkan pihak BMT dalam menyusun strategi layanan, inovasi produk, serta mempertahankan loyalitas nasabah. Oleh karena itu, penelitian ini penting dilakukan untuk mengidentifikasi dan menganalisis motif menabung nasabah berdasarkan kerangka teori John Maynard Keynes. Untuk mendapatkan data-data darı permasalahan yang diteliti Teknik pengumpulan data yang penulis gunakan dalam penelitian ini yaitu melalui wawancara dan dokumentasi yang berkaitan dengan Pertanyaan apa motif nasabah untuk menabung di BMT Al Mabruk Batusangkar dalam memotif nasabah agar termotivasi untuk menabung di BMT Almabruk Batusangkar Teknik penjamin keabsahan data yang penulis gunakan dalam penelitian ını yaitu dengan menggunakan metode triangulasi, kemudian dilakukan penarikan kesimpulan untuk menyimpulkan semua informasi yang telah didapat Berdasarkan hasil dari penelitian dapat disimpulkan bahwa motif menabung nasabah pada BMT Al Mabruk Batusangkar dapat dijelaskan melalui tiga motif yang dikemukakan oleh John Maynard Keynes, yaitu motif transaksi, motif berjaga-jaga (precautionary), dan motif spekulasi.Motif transaksi menjadi alasan dominan sebagian besar nasabah, terutama untuk mempermudah kegiatan pembayaran rutin, mempersiapkan biaya pendidikan, dan memenuhi kebutuhan ekonomi rumah tangga yang bersifat jangka pendek.Motif berjaga-jaga muncul pada nasabah yang ingin memiliki dana cadangan untuk menghadapi keadaan darurat seperti sakit, musibah, atau kebutuhan mendesak lainnya. Faktor keamanan penyimpanan dana di BMT menjadi salah satu pendorong utama motif ini.Motif spekulasi ditemukan pada sebagian kecil nasabah yang menabung dengan harapan memperoleh bagi hasil dan memanfaatkan peluang usaha yang ditawarkan oleh BMT, walaupun bukan menjadi motivasi utama mayoritas nasabah.penelitian ini menemukan bahwa motif transaksi dan berjaga-jaga menjadi faktor yang paling mempengaruhi keputusan nasabah untuk menabung, sedangkan motif spekulasi berperan sebagai motivasi tambahan. Temuan ini sejalan dengan teori Keynes bahwa perilaku menabung dipengaruhi oleh kebutuhan likuiditas untuk transaksi, keamanan finansial, dan peluang investasi tidak ditemukan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK Aseng Jassio, NIM 2130401021 judul skripsi “Peran Pembiayaan Murabahah Dalam Peningkatan Pendapatan UMKM Pasar Ateh Bukittinggi pada BMT Al Hijrah” Jurusan Perbankan Syariah Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam Universitas Islam Negeri Mahmud Yunus Batusangkar tahun 2025. Dalam penulisan skripsi ini yang menjadi pokok permasalahan yang diangkat dalam penelitian ini berawal dari masih terbatasnya akses pelaku UMKM terhadap permodalan yang sesuai prinsip syariah. Banyak pelaku UMKM di Pasar Ateh mengalami kesulitan dalam mengembangkan usaha akibat keterbatasan modal dan terjebak dalam pembiayaan informal yang sering kali memiliki bunga tinggi, serta masih adanya keraguan mengenai efektivitas pembiayaan murabahah dalam membantu meningkatkan produktivitas dan pendapatan. Oleh karena itu, penelitian ini mencoba menjawab dua pertanyaan pokok: bagaimana peran pembiayaan murabahah yang diberikan oleh BMT Al Hijrah terhadap pelaku UMKM, dan bagaimana perubahan pendapatan mereka sebelum dan sesudah menerima pembiayaan tersebut. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian langsung ke lapangan (field research), dengan menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Dengan sumber data primer sebagai sumber data utamanya ialah karyawan BMT Al Hijrah Bukitinggi dan pelaku UMKM pasar Ateh Bukittinggi. Teknik Pengumpulan data yang digunakan adalah melalui wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembiayaan murabahah yang disalurkan oleh BMT Al Hijrah berperan signifikan dalam mendorong perkembangan usaha para pelaku UMKM. Dengan adanya pembiayaan tersebut, para pelaku usaha mampu menambah stok barang, memperluas skala usaha, serta meningkatkan produktivitas dan juga BMT Al Hijrah sebagai lembaga keuangan syariah juga dinilai aktif dalam membina dan mendampingi mitra usahanya, sehingga menciptakan hubungan yang saling menguntungkan dan berkelanjutan. Hal ini secara langsung berdampak pada peningkatan pendapatan yang lebih stabil dan berkelanjutan, baik dari sisi omzet penjualan, keuntungan bersih, maupun kestabilan ekonomi rumah tangga. Dengan demikian, pembiayaan murabahah dari BMT Al Hijrah terbukti berperan penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi mikro dan memperkuat ketahanan ekonomi pelaku UMKM di wilayah Pasar Ateh Bukittinggi.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Permasalahan penelitian ini yaitu bagaimana peran BMT Al-Hijrah Bukittinggi dalam pemberdayaan UMKM melalui pembiayaan Murabahah serta apa tantangan dan peluang yang dihadapi BMT Al-Hijrah Bukittinggi dalam pemberdayaan UMKM. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui peran BMT Al-Hijrah Bukittinggi dalam pemberdayaan UMKM (Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah) melalui pembiayaan Murabahah serta untuk mengetahui tantangan dan peluang yang dihadapi BMT Al-Hijrah Bukittingi dalam pemberdayaan UMKM (Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah), khususnya bagi pelaku usaha di Pasar Banto Bukittinggi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa BMT Al-Hijrah Bukittinggi berperan signifikan dalam pemberdayaan UMKM di Pasar Banto melalui pembiayaan murabahah. Peran tersebut tidak hanya sebatas penyedia dana, tetapi juga meliputi edukasi manajerial, pendampingan legalitas usaha, serta pembinaan berbasis nilai-nilai syariah seperti kejujuran dan keadilan. Selain itu, BMT mendorong digitalisasi usaha melalui pelatihan pemasaran online dan pemanfaatan media sosial. Di sisi kelembagaan, BMT membentuk kelompok usaha untuk memperkuat jejaring dan kolaborasi antar pelaku UMKM, sehingga tercipta pemberdayaan yang menyeluruh dan berkelanjutan. Dampaknya terlihat dari peningkatan pendapatan, perluasan usaha, serta perbaikan manajemen dan keberlanjutan usaha UMKM.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Muhammad Ghifari, NIM 2130202034, Judul “Penyelesaian Wanprestasi pada Pembiayaan Bermasalah di BMT Agam Madani Kapau”. Program Studi Hukum Ekonomi Syariah (Muamalah) Fakultas Syariah, Universitas Islam Negeri (UIN) Mahmud Yunus Batusangkar, Tahun 2025. Pokok permasalahan dalam penelitian ini adalah penyelesaian pembiayaan bermasalah (wanprestasi) di BMT Agam Madani Kapau dengan rumusan masalahnya betuk pembiayaan bermasalah (wanperstasi) di BMT Agam Madani Kapau dan upaya penyelesaian terhadap nasabah wanprestasi di BMT Agam Madani Kapau. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menjelaskan bentuk penyelesaian pembiayaan bermasalah (wanprestasi) dan upaya yang dilakukan oleh BMT dalam menyelesaikan pembiayaan bermasalah tersebut. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian lapangan (field research) dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Sumber data primer pada penelitian ini adalah manager di BMT Agam Madani Kapau. Adapun sumber data sekundernya yaitu formulir pembiayaan, akad perjanjian pembiayaan dan surat keterangan jaminan kepala kaum. Teknik pengumpulan data yang digunakan pada penelitian ini adalah wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data dalam penelitian ini adalah pengumpulan data dan kesimpulan data. Teknik penjamin keabsahan data yang digunakan adalah triangulasi sumber data. Sebagai hasil dari penelitian untuk mengetahui bentuk pembiayaan bermasalah dan upaya penyelesaiannya pada pembiayaan di BMT Agam Madani Kapau. Wanprestasi terjadi ketika nasabah tidak memenuhi kewajiban sesuai akad, seperti keterlambatan pembayaran angsuran. Jenis pembiayaan yang sering mengalami wanprestasi adalah murabahah dan mudharabah. BMT menyelesaikan wanprestasi dengan pendekatan kekeluargaan, dimulai dari pemberitahuan melalui pesan WhatsApp, pemberian surat peringatan bertahap (SP 1 hingga SP 3), hingga musyawarah bersama pihak terkait. Jika masih belum ada penyelesaian, dilakukan negosiasi atau pengalihan tanggungan kepada pihak ketiga secara sukarela. Seluruh proses mengedepankan prinsip syariah seperti musyawarah, keadilan, dan menjaga hubungan baik antara lembaga dan nasabah.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Muhammad Yusuf, Nim 1830401100, Judul skripsi “Analisis Strategi Pengembangan Sumber Daya Insani dalam meningkatkan keunggulan bersaing pada BMT Al-Fataya Payakumbuh”. Program studi Perbankan Syariah, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam, Universitas Islam Negeri Batusangkar tahun 2025 Penelitian ini menganalisis strategi pengembangan sumber daya insani (SDI) dalam meningkatkan keunggulan bersaing pada BMT Al-Fataya Payakumbuh. Fokus utama penelitian meliputi aspek pelatihan, rekrutmen, penilaian kinerja, pengembangan karier, dan pembelajaran berkelanjutan, serta peran SDI dalam menciptakan keunggulan bersaing. Metode penelitian melibatkan pendekatan kualitatif dengan wawancara mendalam untuk mengumpulkan data. Analisis data dilakukan dengan menghubungkan temuan lapangan dengan teori-teori manajemen sumber daya manusia dan keunggulan bersaing, termasuk konsep dari McGregor, Samsudin, Juanda & Kamsidik, Walenta & Arrang, Aaker, dan Teori Berlian Porter oleh Michael Porter. Hasil penelitian menunjukkan bahwa BMT Al-Fataya menerapkan strategi SDI yang sistematis. Dalam pelatihan, BMT menggabungkan metode on-the-job dan off-the-job training, dengan fokus pada pelatihan internal dan terbatasnya pelatihan eksternal. Rekrutmen mengedepankan pengalaman kerja sebagai kriteria utama, didukung proses seleksi yang terstruktur. Penilaian kinerja dilakukan secara reguler dengan dasar target dan aspek kualitatif, serta sistem reward and punishment yang jelas. Pengembangan karier sangat berbasis meritokrasi, di mana pencapaian target menjadi kunci promosi dan kenaikan gaji. Pembelajaran berkelanjutan terwujud melalui penguasaan teknik marketing, kunjungan BIMTEK, dan evaluasi rutin. Secara keseluruhan, strategi SDI ini secara signifikan berkontribusi pada keunggulan bersaing BMT Al-Fataya. BMT Al-Fataya Payakumbuh mencapai keunggulan bersaing melalui kombinasi strategi Diferensiasi (melalui kepatuhan syariah dan bagi hasil kompetitif) dan Fokus (menargetkan segmen pasar syariah). Keberhasilan ini didukung oleh SDI yang kompeten dan spiritual, kondisi permintaan domestik yang kuat untuk layanan syariah, jaringan industri pendukung (Perhimpunan BMT), serta strategi adaptif terhadap persaingan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pengembangan SDI yang komprehensif menjadi kunci utama bagi BMT Al-Fataya dalam menciptakan dan mempertahankan posisi uniknya di pasar keuangan mikro syariah yang kompetitif
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Permasalahan yang dibahas dalam skripsi ini adalah tidak adanya lembaga keuangan syariah di Nagari Pulau Mainan padahal ada potensi kearifan lokal di Nagari Pulau Mainan untuk pendirian Baitul Maal wa Tamwil (BMT). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan apa saja kearifan lokal yang ada di Nagari Pulau Mainan untuk pendirian Baitul Maal wa Tamwil (BMT). Penelitian ini menggunakan metode kualitatif, dengan jenis penelitian lapangan (fild research). Teknik pengumpulan data yang penulis gunakan adalah wawancara, observasi dan dokumentasi. Teknik Analisis data mengunakan analisis deskriptif kualitatif, yang dilakukan dengan langkah langkah: Menelaah data yang diperoleh, selanjutnya mengklasifikasikan data, dan yang terakhir menarik kesimpulan dari data yang ada. Hasil penelitian yang telah penulis lakukan adalah terdapat berbagai macam bentuk potensi kearifan lokal di Nagari. Pulau Mainan untuk pendirian lembaga Baitul Maal Waa Tamwil (BMT), diantaranya adalah: Kearifan tradisional dalam bentuk gotong royong dalam bidang pertanian maupun dalam kehidupan sehari – hari, kearifan budaya dalam bentuk menjamurnya tradisi arisan yang dilaksanakan oleh masyarakat Nagari Pulau Mainan, kearifan kemandirian dan hemat dalam bentuk antusias masyarakat dalam menabung, kearifan religiusitas masyarakat dalam bentuk kegiatan keagamaan seperti: antusias masyrakat dalam sholat berjamaah di Masjid atau Mushola, wirid, belajar mengaji anak – anak, serta potensi nilai-nilai religiusitas atau kearifan bidang keagamaan terwujud dalam kepercayaan masyarakat yang tinggi terhadap agama Islam.