Lewati ke konten utama
Beranda / Penulis

Profil penulis

MUHAMMAD YUSUF

7 karya publik ditemukan.

2026: 12025: 12024: 12020: 12018: 12017: 2

Polemik terhadap Pasal 228A Peraturan DPR RI No.1 Tahun 2025 tentang Tata Tertib DPR RI

2026 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Muhammad Yusuf Ramadhani, NIM. 2130203052. Judul “Polemik Terhadap Pasal 228A Peraturan DPR RI No.1 Tahun 2025 tentang Tata Tertib DPR RI”, Program Studi Hukum Tata Negara (Siyasah) Fakultas Syariah, Universitas Islam Negeri Mahmud Yunus Batusangkar, Tahun 2026. Pokok permasalahan dalam skripsi ini adalah polemik yang diakibatkan dengan penambahan pada pasal 228 Peraturan DPR RI No.1 Tahun 2020 tentang Tata Tertib DPR RI menjadi Pasal 228A Peraturan DPR RI No.1 Tahun 2025 tentang Tata Tertib DPR RI. Dengan rumusan masalahnya;(1) Bagaimana Latar Belakang Revisi Pasal 228A Peraturan DPR RI No.1 Tahun 2025 tentang Tata Tertib?, dan (2) Bagaimana Analisis Yuridis Terhadap Perubahan pasal 228 menjadi Pasal 228A tentang Kewenangan DPR RI untuk mencopot pejabat yang telah melalui uji fit and proper test?. Tujuan Pembahasan ini Untuk mengetahui dan menganalisa Latar belakang Revisi Pasal 228A Peraturan DPR RI No.1 Tahun 2025 tentang Tata Tertib DPR RI, Serta Untuk mengetahui dan menganalisa analisis yuridis Terhadap perubahan Pasal 228 menjadi Pasal 228A Tentang Kewenangan DPR RI untuk Mencopot Pejabat yang telah melalui uji fit and proper test. Permasalahan yang diangkat meliputi bagaimana Latar Belakang revisi pasal 228A Peraturan DPR RI No.1 Tahun 2025 Tentang Tata Tertib DPR RI dan bagaimana Analisis Yuridis Terhadap Pasal 228 menjadi pasal 228A Tentang Kewenangan DPR RI untuk mencopot Pejabat yang telah melalui uji fit and proper test. Metode Penelitian ini adalah Yuridis Normatif dengan pendekatan Konseptual dan Perundang-undangan. Data diperoleh melalui studi kepustakaan terhadap Peraturan Perundang-undangan, literatur ilmiah, serta dokumen relevan lainnya. Teknik pengolahan data dilakukan secara Kualitatif dengan metode literatur riview, yaitu dengan mencari data-data tertulis dari buku-buku literatur, jurnal, artikel ilmiah, arsip-arsip mendukung dan media elektronik yang dapat mengenai objek kajian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Latar belakang revisi Pasal 228A Peraturan DPR RI No.1 Tahun 2025 Tentang Tata Tertib dilatarbelakangi oleh upaya DPR RI untuk memperluas dan memperkuat pelaksanaan fungsi pengawasan terhadap pejabat negara yang proses pengangkatannya melibatkan DPR melalui mekanisme uji kelayakan dan kepatutan namun, penambahan Pasal 228A justru memunculkan polemik karena substansi pengaturannya dinilai melampaui batas kewenangan DPR sebagai lembaga legislatif. Ketentuan mengenai evaluasi berkala dengan hasil yang bersifat mengikat menimbulkan kekhawatiran akan terjadinya pergeseran fungsi pengawasan dari yang bersifat konstitusional menjadi bentuk intervensi terhadap lembaga negara lain. Kata Kunci: Revisi Peraturan DPR RI, Pasal 228A, Kewenangan DPR RI, Pengawasan DPR, Hukum Tata Negara.

ANALISIS STRATEGI PENGEMBANGAN SUMBER DAYA INSANI DALAM MENINGKATKAN KEUNGGULAN BERSAING PADA BMT AL-FATAYA PAYAKUMBUH

2025 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Muhammad Yusuf, Nim 1830401100, Judul skripsi “Analisis Strategi Pengembangan Sumber Daya Insani dalam meningkatkan keunggulan bersaing pada BMT Al-Fataya Payakumbuh”. Program studi Perbankan Syariah, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam, Universitas Islam Negeri Batusangkar tahun 2025 Penelitian ini menganalisis strategi pengembangan sumber daya insani (SDI) dalam meningkatkan keunggulan bersaing pada BMT Al-Fataya Payakumbuh. Fokus utama penelitian meliputi aspek pelatihan, rekrutmen, penilaian kinerja, pengembangan karier, dan pembelajaran berkelanjutan, serta peran SDI dalam menciptakan keunggulan bersaing. Metode penelitian melibatkan pendekatan kualitatif dengan wawancara mendalam untuk mengumpulkan data. Analisis data dilakukan dengan menghubungkan temuan lapangan dengan teori-teori manajemen sumber daya manusia dan keunggulan bersaing, termasuk konsep dari McGregor, Samsudin, Juanda & Kamsidik, Walenta & Arrang, Aaker, dan Teori Berlian Porter oleh Michael Porter. Hasil penelitian menunjukkan bahwa BMT Al-Fataya menerapkan strategi SDI yang sistematis. Dalam pelatihan, BMT menggabungkan metode on-the-job dan off-the-job training, dengan fokus pada pelatihan internal dan terbatasnya pelatihan eksternal. Rekrutmen mengedepankan pengalaman kerja sebagai kriteria utama, didukung proses seleksi yang terstruktur. Penilaian kinerja dilakukan secara reguler dengan dasar target dan aspek kualitatif, serta sistem reward and punishment yang jelas. Pengembangan karier sangat berbasis meritokrasi, di mana pencapaian target menjadi kunci promosi dan kenaikan gaji. Pembelajaran berkelanjutan terwujud melalui penguasaan teknik marketing, kunjungan BIMTEK, dan evaluasi rutin. Secara keseluruhan, strategi SDI ini secara signifikan berkontribusi pada keunggulan bersaing BMT Al-Fataya. BMT Al-Fataya Payakumbuh mencapai keunggulan bersaing melalui kombinasi strategi Diferensiasi (melalui kepatuhan syariah dan bagi hasil kompetitif) dan Fokus (menargetkan segmen pasar syariah). Keberhasilan ini didukung oleh SDI yang kompeten dan spiritual, kondisi permintaan domestik yang kuat untuk layanan syariah, jaringan industri pendukung (Perhimpunan BMT), serta strategi adaptif terhadap persaingan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pengembangan SDI yang komprehensif menjadi kunci utama bagi BMT Al-Fataya dalam menciptakan dan mempertahankan posisi uniknya di pasar keuangan mikro syariah yang kompetitif

nilai-nilai pendidikan akhlak dalam surah Al-Isra' ayat 24-24

2024 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Muhammad Yusuf, NIM, 1730101085, judul skripsi “Pendidikan Akhlak Anak Terhadap Orang Tua dalam Suraj Al-Isra’ Ayat 23-24” program studi Pendidikan Agama Islam Universitas Islam Negeri Mahmud Yunus Batusangkar. Dalam penulisan skripsi ini yang jadi fokus penelitian ini adalah perintah berbuat baik kepada orang tua dalam surat Al-Isra’ Ayat 23 dan perintah merendahkan diri serta mendoakan orang tua dalam surah Al-isra` ayat 24.batasan masalahnya adalah pendidikan akhlak anak dalam surah Al-Isra’ ayat 23-24. Tujuan dari penelitian ini dalah untuk menjelaskan tentang cara berbuat baik kepada orang tua dalam surah Al-Isra, ayat 23 dan menjelaskan tantang cara merendahkan diri dan mendoakan orang tua dalamm surah Al-Isra, ayat 24. Kegunaan penelitian ini adalah untuk memberikan pengetahuan kepada penulis tentang cara berbuat baik kepada orang tua. Jenis penelitian yang peneliti gunakan adalah metode tafsir maudhu’i, metode tafsir maudhu’i adalah metode tafsir yang berusaha mencari jawaban dengan mengumpulkan ayat-ayat Al-Quran. Teknik pengumpulan data dokumentasi dengan cara, membaca, menelaah dan menkaji buku buku tafsir dan Al-Quran yang berhubungan dengan pendidikan akhlak anak terhadap orang tua, data dianalisi dengan mengguankan metode content analysis dalam menguraikan makna yang terkandung dalam surah Al-Isra’ ayat 23-24. Setelah itu dilakukan dari hasil tersebut dilakukan analisa secara mendalam dan seksama guna menjawab rumusan masakah penelitian Hasil penelitian menunjukkan bahwa anak harus berbuat baik, berkata lemah lembut, dan mendoakan kedua orang tuanya dan itu hukumnya adalah wajid, dan bila tidak dia berdosa kerana melanggar keawajibannya. Islam sangat menjunjung tinggi perbuatan bakti kepada kedua orang tua. Cara berbuat baik kepada orang tua. 1). Memuliakan orang tua. 2). Mengikuti keinginan dan saran orang tua. 3). Menghormati keduaorang tua. 4). Membantu ibu bapak secara fisik dan material. 5). Selalu mendoakan ibu bapak. Kata kunci : Nilai-nilai pendidikan Akhlak dalam surah Al-Isra’ Ayat 23-24

Pengantar Studi Fikih Islam

2017 · Book · Koleksi Perpustakaan

Ilmu fikih adalah satu disiplin ilmu yang sangat penting kedudukannya dalam umat Islam. Fikih termasuk ilmu yang muncul pada awal berkembangnya agama Islam. Secara esensial, fikih sudah ada pada masa Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi wa Sallam, walaupun belum menjadi sebuah disiplin ilmu tersendiri. Sebab semua persoalan keagamaan yang muncul waktu itu langsung ditanyakan kepada Rasulullah. Maka seketika itu solusi persoalan langsung teratasi, dengan bersumber pada Al-Qur`an dan sunnah Nabi. Setelah wafatnya Nabi, ilmu fikih mulai muncul, seiring dengan timbulnya permasalahan-permasalahan yang muncul di tengah-tengah umat dan membutuhkan sebuah hukum melalui jalan istinbath. Buku ini bisa dikatakan sebagai buku pengantar sejarah perkembangan fikih Islam, karena isinya membahas perjalanan fikih Islam dari awal, terbentuknya madzhab-madzhab, hingga fikih untuk masa depan. Buku sangat layak dijadikan referensi atau sebagai pengantar dalam mengenal fikih Islam bagi para mahasiswa, pemerhati, dan pegiat hukum Islam. -Pustaka Al-Kautsar-