Abstrak
Permasalahan yang dibahas dalam skripsi ini adalah tidak adanya lembaga keuangan syariah di Nagari Pulau Mainan padahal ada potensi kearifan lokal di Nagari Pulau Mainan untuk pendirian Baitul Maal wa Tamwil (BMT). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan apa saja kearifan lokal yang ada di Nagari Pulau Mainan untuk pendirian Baitul Maal wa Tamwil (BMT). Penelitian ini menggunakan metode kualitatif, dengan jenis penelitian lapangan (fild research). Teknik pengumpulan data yang penulis gunakan adalah wawancara, observasi dan dokumentasi. Teknik Analisis data mengunakan analisis deskriptif kualitatif, yang dilakukan dengan langkah langkah: Menelaah data yang diperoleh, selanjutnya mengklasifikasikan data, dan yang terakhir menarik kesimpulan dari data yang ada. Hasil penelitian yang telah penulis lakukan adalah terdapat berbagai macam bentuk potensi kearifan lokal di Nagari. Pulau Mainan untuk pendirian lembaga Baitul Maal Waa Tamwil (BMT), diantaranya adalah: Kearifan tradisional dalam bentuk gotong royong dalam bidang pertanian maupun dalam kehidupan sehari – hari, kearifan budaya dalam bentuk menjamurnya tradisi arisan yang dilaksanakan oleh masyarakat Nagari Pulau Mainan, kearifan kemandirian dan hemat dalam bentuk antusias masyarakat dalam menabung, kearifan religiusitas masyarakat dalam bentuk kegiatan keagamaan seperti: antusias masyrakat dalam sholat berjamaah di Masjid atau Mushola, wirid, belajar mengaji anak – anak, serta potensi nilai-nilai religiusitas atau kearifan bidang keagamaan terwujud dalam kepercayaan masyarakat yang tinggi terhadap agama Islam.