Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

275 hasil
Subjek: RAD
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

STUDENTS’ STRATEGY ON LEARNING ENGLISH FOR JOURNALIST: NEWS PRESENTER AND RADIO BROADCASTER

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Fathmaliya Fitri NIM 16 301 04 018. Judul skripsi: “STUDENTS’ STRATEGY ON LEARNING ENGLISH FOR JOURNALIST: NEWS PRESENTER AND RADIO BROADCASTER” Jurusan Tadris Bahasa Inggris, Fakultas Tarbiyah Dan Ilmu Keguruan, Institute Agama Islam Negeri (IAIN) Batusangkar. Permasalahan dalam penelitian ini adalah belum tergambarnya strategi belajar mahasiswa pada mata kuliah English for Journalist: News Presenter and Radio Broadcaster. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan strategi yang digunakan oleh mahasiswa dalam belajar English for Journalist: News Presenter and Radio Broadcaster. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Dalam penelitian ini ada data tentang strategi belajar mahasiswa dalam belajar pada mata kuliah English for Journalist: News Presenter and Radio Broadcaster. Sumber data dalam penelitian ini menggunakan wawancara. Penelitian ini dilakukan di IAIN Batusangkar informan penelitian ini adalah mahasiswa yang telah mengambil mata kuliah English for Journalist: News Presenter and Radio Broadcaster tahun akademik 2020/2021. Informant yang dipilih menggunakan purposive sampling. Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan beberapa teori untuk menganalisis Untuk menguji keabsahan data dalam penelitian ini, peneliti melakukan wawancara untuk klarifikasi data. Hasil penelitian menunjukan terdapat beberapa strategi yang digunakan oleh mahasiswa dalam belajar English for Journalist: Using Mapping. Practicing, Using references, Taking Notes, Summarizing, Correction Assignment, discussion of question, Collaboration with peer, Using The Video, Preparation Studying, Preparation Exam.

4 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

Meningkatkan Kemampuan Kerjasama Anak Usia 5-6 Tahun Melalui Permainan Tradisional Gobak Sodor Di Kelurahan Ganting Kecamatan Padang Panjang Timur

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Pokok permasalahan dalam SKRIPSI ini adalah belum berkembannya kemampuan kerjasama anak secara optimal. Hal ini terlihat anak tidak mau berbagi dengan temannya, anak tidak mau mengahadapi masalah bersama-sama, anak tidak dapat membina dan mempertahankan hubungan dengan teman, anak tidak mau belajar mengendalikan diri. Kemampuan kerjasama anak masih perlu ditingkatkan lagi. Salah satu cara meningkatkan kemampuan kerjasama anak adalah dengan permainan tradisional gobak sodor. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan kerjasama anak usia 5-6 tahun melalui permainan tradisional gobak sodor di Kelurahan Ganting Kecamatan Padang Panjang Timur.Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan menggunakan metode eksperimen. Pada penelitian ini peneliti menggunakan penelitian pre eksperimental dengan tipe one group pretest-posttest. Dalam penelitian ini, populasinya adalah anak 15 orang anak Kelurahan Ganting. Sampel penelitian adalah 8 orang anak yang berusia 5-6 tahun di Kelurahan Ganting. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata hasil pre-tes adalah 9,5. Setelah melaksanakan treatment, terjadi peningkatan yang terlihat dari hasil posttest yang mana rata-ratanya yaitu 20. Berdasarkan hasil analisis statistik diperoleh perbedaan signifikan antara pretest dan posttest. Untuk menguji signifikan t0 nilai tt taraf 5% diperoleh nilai adalah 1,895 maka dapat diketehui bahwa t0lebih besar dari tt yaitu 32,0610> 1,895 karena t0 lebih besar dari tt makahipotesis nihil (h0) yang diajukan ditolak dan hipotesis alternatif diterima (ha) ini berarti bahwa permainan tradisional gobak sodor dapat meningkatkan kemampuan kerjasam anak usia 5-6 tahun di Kelurahan Ganting Kecamatan Padang Panjang Timur

6 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

Tinjauan ‘URF Terhadap Tradisi Festival Adat Lukah Gilo (Studi Kasus Di Desa Taratak Bancah Kecamatan Silungkang Kota Sawahlunto)

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK JAFNIA LOLA. NIM 1630201027, Judul Skripsi: “Tinjauan ‘Urf Terhadap Tradisi festival Adat Lukah Gilo (Studi Kasus Di Desa Taratak Bancah Kecamatan Silungkang Kota Sawahlunto)”. Jurusan Ahwal Al-Syakshiyyah Instituk Agama Islam Negeri Batusangkar. Pokok permasalahan dalam Skripsi ini adalah tinjauan ‘urf terhadap tradisi festival adat lukah gilo (studi kasus di desa taratak bancah kecamatan silungkang kota sawahlunto). Tujuan pembahasan ini untuk mengetahui dan menjelaskan bentuk pelaksanaan tradisi Lukah Gilo yang dilaksanakan oleh pemerintahan Desa Taratak Bancah ditinjau dari perspektif Hukum Islam, untuk mengetahui dan menjelaskan akibat dan dampak jika tidak dilakukan tradisi Lukah Gilo di Desa Taratak Bancah ditinjau dari pespekti Hukum Islam. Jenis penelitian ini adalah penelitian lapangan (field research) yaitu suatu penelitian yang mengungkapkan dan menggambarkan kejadian-kejadian, fenomena data-data yang terjadi di lapangan sebagaimana adanya dengan kenyataan yang sebenarnya. Adapun sumber data yang penulis gunakan adalah data primer dan data sekunder. Sumber data primer melakukan wawancara dengan pemerintahan Desa Taratak Bancah, ketua sanggar Luka Gilo, ninik mamak dan ulama yang ada di Desa Taratak Bacah. Data sekunder diambil dan diperoleh dari bahan pustaka dengan mencari data atau informasi berupa benda-benda tertulis seperti buku, foto dan data-data informasi sebagai pelengkap untuk penelitian. Adapun bentuk pelaksanaanya tradisi Lukah Gilo yang dilaksanakan oleh pemerintah Desa Taratak Bancah adalah bahwa pemerintahan Desa Taratak Bancah masih melestarikan festival adat Lukah gilo sebagaimana yang diwariskan oleh leluhur desa tersebut. Terlihat bawah pemerintah Desa Taratak Bancah masih memperkenalkan, melestarikan dan menjadikan tradisi ini untuk salah satu pendapatan Desa Taratak Bancah. Pemerintah masih konsisten terhadap bentuk pelaksanaan yang telah diwariskan sehingga tidak terlihat perubahan-perubahan bentuk (modifikasi), dari pelaksanaan tradisi itu sendiri, padahal bentuk pelaksanaan yang demikian itu jelas bertentangan dengan nilai-nilai Akidah. Sehingga pemerintah Desa Taratak Bancah dalam upaya melestarikan tradisi tersebut, termasuk kepada upaya melestarikan kebiasaan yang keliru (‘Urf fasid). Akibat dan dampak jika tidak dilakukan tradisi Lukah Gilo di Desa Taratak Bancah yaitu memiliki dampak berupa dampak positif dan negatif, akan tetapi pelaksanaan tradisi ini secara syari’at lebih dominan kepada dampak negatif. Hal ini disebabkan karena tradisi ini merupakan ‘Urf fasid.

3 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

TRADISI BALACUIK DALAM PERSPEKTIF HUKUM ISLAM (Studi Kasus di Desa Balai Kurai Taji Kecamatan Pariaman Selatan Kota Pariaman)

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK SAMRAH. NIM 1630201050, Judul Skripsi: “Tradisi Balacuik Dalam Perspektif Hukum Islam (Studi di Desa Balai Kurai Taji Kecamatan Pariaman Selatan Kota Pariaman)“. Jurusan Ahwal Al-Syakhshiyyah Institut Agama Islam Negeri Batusangkar. Pokok permasalahan adalah bagaimana pelaksanaan tradisi balacuik dan bagaimana pandangan hukum Islam terhadap pelaksanaan tradisi balacuik di di Desa Balai Kurai Taji Kecamatan Pariaman Selatan Kota Pariaman. Tujuan pembahasan ini Untuk menjelaskan bagaimana pelaksanaan tradisi balacuik. Untuk menjelaskan bagaimana pandangan hukum Islam terhadap pelaksanaan tradisi balacuik di Desa Balai Kurai Taji Kecamatan Pariaman Selatan Kota Pariaman. Jenis penelitian yang penulis gunakan adalah jenis penelitian lapangan (field research), untuk mendapatkan data-data dari permasalahan yang diteliti yaitu tradisi balacuik dalam dalam perspektif hukum Islam. Teknik pengumpulan data yang penulis gunakan adalah melalui observasi dan wawancara dengan ketua KAN, Kapalo Mudo, Bundo Kanduang,niniak mamak dan 4 orang yang tidak melaksanakan tradisi balacuik. Pengolahan data dilakukan secara deskriptif kualitatif, kemudian diuraikan serta melakukan klasifikasi terhadap aspek masalah tertentu dan memaparkan melalui kalimat yang efektif. Berdasarkan hasil penelitian dapat penulis simpulkan bahwasanyatradisi balacuik merupakan sebuah tradisi yang masih dijalankan oleh masyarakat khususnya di Desa Balai Kurai Taji. Tradisi balacuik diperuntukkan untuk calon mempelai pria yang akan melangsungkan perkawinan.Tujuan dari tradisi balacuik itu sendiri, agar nanti seorang laki-laki orang Desa Balai Kurai Taji ini bisa bertanggung jawab kepada istrinya. Dalam tradisi balacuik calon mempelai pria diberikan pembekalan nasehat-nasehat tentang pernikahan.Oleh karena itu, tradisi balacuik ini wajib dilaksanakan karena merupakan sebagai syarat perkawinan di dalam adat masyarakat Desa Balai Kurai Taji. Menurut hukum Islamtentang tradisi balacuik ini ialah termasuk kepada ‘Urf yaitu golongan ‘urf Shahih, hal ini berdasarkan syarat- syarat ‘urf dijadikan sebagai sumber Hukum Islam yaitu, adat tersebut bernilai maslahat karena berdampak baik kepada pihak keluarga laki- laki dan perempuan. Dengan adanya tradisi balacuik ini memperlihatkan keseriusan seorang laki- laki menikahi seorang perempuan, memperlihatkan tanggung jawab laki- laki, terjalinnya silaturahmi dengan niniak mamakdi Desa Kurai Taji Kecamatan Pariaman Selatan Kota Pariaman.

2 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

Hambatan Penyiar Radio Sangka FM dalam Proses Mencari dan Menyiarkan Informas

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK NOVIA MAHARANI, NIM, KPI 1630302036 judul SKRIPSI “Hambatan Penyiar Radio Sangka FM dalam Proses Mencari dan Menyiarkan Informasi”. Jurusan Komunikasi dan Penyiaran Islam Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Batusangkar. Permasalahan dalam penelitian ini adalah Hambatan Penyiar Radio Sangka FM dalam Proses Mencari dan Menyiarkan Informasi. Tujuan pembahasan ini untuk mengetahui hambatan Internal penyiar Radio Sangka FM, untuk mengetahui hambatan Eksternal penyiar Radio Sangka FM. Penelitian yang digunakan deskriptif kualitatif. Subjek penelitian penulis ialah penyiar Radio Sangka FM. Penulis melakukan teknik wawancara secara online melalui aplikasi whatsapp untuk mendapatkan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: pertama, Hambatan Internal penyiar Radio Sangka FM adalah hambatan yang berasal dari dalam diri individu yang berkaitan dengan kondisi fisik seperti gangguan kesehatan suara dan psikologis seperti cemas, takut, grogi, emosinal yang tidak stabil. Kedua, Hambatan Eksternal adalah hambatan yang berasal dari luar individu yang berkaitan dengan lingkungan fisik dan lingkungan sosial budaya. ada hambatan-hambatan eksternal yang sering di hadapi oleh Penyiar Radio Sangka FM pada umumnya meliputi beberapa aspek, dari biaya yang digunakan dalam operasional mencari berita, hambatan yang terjadi menggunakan jaringan internet seperti gangguan wifi maupun sinyal, serta gangguan frekuensi sinyal dari telefon ke pemancar di studio serta gangguan terhadap kefalidtan data yang di terima dari narasumber yang berada dilapangan.

4 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

Motivasi dan Hasil Belajar Matematika Berbasis Etnomatematika (Budaya Matematika) dengan Permainan Tradisional Congklak pada Siswa Kelas VII MTsN 12 Tanah Datar

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK RINDA RAHMATUL HUSNA DESYUL MITRA, NIM: 15300500059, judul skripsi “Motivasi dan Hasil Belajar Matematika Berbasis Etnomatematika (Budaya Matematika) dengan Permainan Tradisional Congklak Pada Siswa Kelas VII MTsN 12 Tanah Datar”, Jurusan Tadris Matematika Fakultas Tarbiyah Dan Ilmu Keguruan Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Batusangkar 2020. Penelitian ini didasarkan pada permasalahan rendahnya motivasi dan hasil belajar siswa. Motivasi belajar siswa rendah terlihat dari beberapa siswa yang sibuk dengan kegiatannya masing-masing tanpa memperhatikan guru di depan kelas. Berdasarkan fenomena yang peneliti temukan di lapangan terdapat perbedaan hasil belajar siswa yang berkemampuan tinggi, sedang dan rendah. Hasil belajar ini peneliti temukan dari hasil tes yang peneliti berikan kepada siswa saat peneliti melakukan observasi. Berdasarkan nilai siswa tersebut peneliti dapat melihat bahwa tingkat kemampuan siswa berbeda-beda. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menjelaskan motivasi belajar siswa setelah menggunakan pembelajaran berbasis etnomatematika dengan permainan tradisional congklak, untuk mengetahui peningkatan hasil belajar siswa dengan pembelajaran matematika berbasis etnomatematika dengan permainan tradisional congklak pada kelas VII di MTsN 12 Tanah Datar, untuk mengetahui peningkatan hasil belajar siswa pada siswa yang berkemampuan tinggi, sedang dan rendah. Jenis penelitian ini adalah metode deskriptif kuantitatif, dengan pendekatan kualitatif. Subjek penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VII.A MTsN 12 Tanah Datar tahun pelajaran 2020/2021. Teknik pemilihan subjek penelitian tersebut di tentukan dengan menggunakan teknik random sampling. Instrumen penelitian yaitu menggunakan angket motivasi belajar, tes hasil belajar, Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) dan pedoman wawancara. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh motivasi siswa meningkat. Hasil tes dan wawancara siswa baik. Adapun rata-rata N-Gain hasil belajar siswa pada kelas VII. A tergolong kategori sedang yaitu 0,53. Peningkatan hasil belajar siswa yang berkemampuan tinggi memiliki N-Gain 0,81. Peningkatan hasil belajar siswa yang berkemampuan sedang memiliki N-Gain 0,49 dan peningkatan hasil belajar siswa yang berkemampuan rendah memiliki N-Gain0,21.

3 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Pengaruh Permainan Tradisional Engklek terhadap Perkembangan Motorik Kasar Anak TK A di PAUD Harapan Nagari Cubadak Kabupaten Pasaman

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSRTAK PEBI RESTIA. Jurusan PIAUD, NIM 1630109040 Judul SKRIPSI “Pengaruh Permainan Tradisional Engklek terhadap Perkembangan Motorik Kasar pada Anak di PAUD Harapan Nagari Cubadak Kabupaten Pasaman”. Jurusan Pendidikan Islam Anak Usia Dini Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Batusangkar . Pokok permasalahan dalam skripsi ini adalah permasalahan perkembangan motorik kasar anak usia dini tepatnya anak usia 4-5 tahun yang belum berkembang dengan baik seperti, anak belum bisa melompat dengan satu kaki secara seimbang, dan belum bisa melempar dan menendang suatu benda secara terarah. Disini peneliti memberikan solusi dari permasalahan perkembangan motorik kasar anak melalui permainan engklek di PAUD Harapan Nagari Cubadak Kabupaten Pasaman. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh permainan tradisional engklek terhadap perkembangan motorik kasar anak TK A di PAUD Harapan Nagari Cubadak Kabupaten Pasaman. Jenis penelitian yang penulis gunakan adalah penelitian kuantitatif dengan menggunakan metode eksperimen. Jenis design yang digunakan dalam penelitian ini adalah Pre-experimental design dengan tipe one group pretest-postest design karena design ini diberikan pretest terlebih dahulu sebelum dilakukan treatment, sehingga dapat melihat apakah ada peningkatan perkembangan motorik kasar anak sebelum dan sesudah treatment. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 10 orang anak dari kelas A1 di PAUD Harapan Nagari Cubadak Kabupaten Pasaman. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat peningkatan kemampuan motorik kasar anak setelah dilakukannya permainan tradisional engklek. Hal ini dapat dilihat dari tabel hasil penelitian yang menunjukkan adanya peningkatan kemampuan motorik kasar anak. Berdasarkan analisis penghitungan statistik melalui taraf signifikan 5% = 2,26 terlihat tₒ lebih besat dari tt yaitu 3,73 > 2,26. Karena t0 lebih besar dari tt maka hipotesis nihil (h0) yang diajukan ditolak dan hipotesis alternative diterima (ha). Artinya, permainan engklek berpengaruh terhadap perkembangan motorik kasar anak TK A di PAUD Harapan Nagari Cubadak Kabupaten Pasaman. Kata kunci: permainan tradisional, engklek, motorik kasar, anak usia dini

3 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

Pelaksanaan Tradisi Manjampuik Nasi Sapariuk Dalam prespektif hukum Islam (studi di nagari simawang kabupaten tanah datar)

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK RENI MUSTIKA. NIM 1630201045, Judul Skripsi: “Tradisi Manjampuik Nasi Sapariuk Dalam Perspektif Hukum Islam (Studi di Nagari Simawang Kabupaten Tanah Datar)“. Jurusan Ahwal Al�Syakhshiyyah Institut Agama Islam Negeri Batusangkar. Pokok permasalahan dalam SKRIPSI ini adalah bagaimana proses pelaksanaan tradisi manjampuik nasi sapariuk di Nagari Simawang Kecamatan Rambatan Kabupaten Tanah Datar dan bagaimana tinjauan hukum Islam terhadap pelaksanaan tradisi manjampuik nasi sapariuk di Nagari Simawang Kecamatan Rambatan Kabupaten Tanah Datar. Tujuan pembahasan ini untuk mengetahui dan menjelaskan bagaimana proses pelaksanaan tradisi manjampuik nasi sapariuk di Nagari Simawang Kecamatan Rambatan Kabupaten Tanah Datar dan untuk menganalisis pandangan hukum Islam terhadap pelaksanaan tradisi manjampuik nasi sapariuk di Nagari Simawang Kecamatan Rambatan Kabupaten Tanah Datar. Jenis penelitian yang penulis gunakan adalah jenis penelitian lapangan (field research), untuk mendapatkan data-data dari permasalahan yang diteliti. Teknik pengumpulan data yang penulis gunakan adalah melalui observasi dan wawancara dengan ketua KAN, niniak mamak suku, dan pasangan suami istri yang tidak melaksanakan tradisi manjampuik nasi sapariuk. Pengolahan data dilakukan secara deskriptif kualitatif, kemudian diuraikan serta melakukan klasifikasi terhadap aspek masalah tertentu dan memaparkan melalui kalimat yang efektif. Berdasarkan hasil penelitian dapat penulis simpulkan bahwa setelah melakukan perkawinan atau ijab kabul di Nagari Simawang Kabupaten Tanah Datar ada aturan adat yang harus dilaksankan yaitu tradisi manjampuik nasi sapariuk, manjampuik nasi sapariuk adalah kebiasaan manjampuik marapulai dengan membawa nasi sapariuk apabila pasangan tersebut tidak melaksankan walimah, apabila tradisi ini belum dilaksanakan maka perkawinan bagi pasangan suami istri di dalam adat yang berlaku di Nagari Simawang Kecamatan Rambatan Kabupaten Tanah Datar termasuk nikah gantuang, maksud dari nikah gantuang tersebut yaitu suami belum boleh tinggal serumah dengan istri,sahilia samudiak (jalan-jalan berdua-duaan) dan melakukan hubungan suami istri sampai ia melaksanakan tradisi manjampuik nasi sapariuk di Nagari Simawang Kecamatan Rambatan Kabupaten Tanah Datar, apabila kedua pengantin tetap ingin serumah maka pengantin laki-laki akan dianggap sebagai tamu tak diundang di kediaman keluarga perempuan. Ditinjau Simawang tersebut memiliki banyak manfaat dari pada mudharatnya seperti kedua pasangan lebih dihargai dan membawa dampak baik bagi nagari dan kedua keluarga. Tradisi ini sudah dilaksanakan secara turun temurun yang harus dijaga dan dipandang baik oleh masyarakat. Di dalam Islam sesuatu yang dilakukan terus menurus dan dipandang baik serta tidak bertentangan dengan Al-Qur’an disebut dengan ‘Urf. ‘Urf yang terdapat di dalam tradisi manjampuik nasi sapariuk ini termasuk kepada ‘urf shahih karena agar masyarakat atau pasangan suami istri tidak berbuat semaunya dalam berumah tangga, dengan pulang dan pergi semaunya. Hal ini bertujuan karena masyarakat menganggap adanya nilai�nilai kebaikan dan kemaslahatan, diantaranya saling harga menghargai, tegur sapa, tunjuk aja, bagi pihak laki-laki akan menjadi sumando dan dibawa sahilia samudiak dan akan diikut sertakan dalam musyawarah apapun yang ada di Nagari Simawang Kecamatan Rambatan Kabupaten Tanah Datar, sedangkan bagi pihak perempuan akan menjadi pebisan di dalam Nagari Simawang Kecamatan Rambatan Kabupaten Tanah Datar, dan sebagai pemberitahuan kepada masyarakat telah terjadi pernikahan. menurut hukum Islam tentang tradisi manjapuik nasi sapariuk ini ialah dalam Islam tradisi atau adat yang dilakukan oleh masyarakat Nagari

3 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

TRADISI “UANG SIRIAH” DALAM TIMBANG TANDO DI NAGARI LANGSAT KADAP KECAMATAN RAO SELATAN KABUPATEN PASAMAN DITINJAU DARI ‘URF

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Sri Mawiyah, Nim 1630201055. Judul skripsi: “Tradisi “Uang Siriah” Dalam Timbang Tando Di Nagari Langsat Kadap Kecamatan Rao Selatan Kabupaten Pasaman Ditinjau Dari ‘Urf” Jurusan Ahwal Al-Syakhshiyyah Fakultas Syariah Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Batusangkar. Pokok permasalahan dalam skripsi ini adalah bagaimana proses pelaksanaan Tradisi Uang Siriah dalam timbang tando di Nagari Langsat Kadap Kecamatan Rao Selatan Kabupaten Pasaman dan bagaimana tinjauan ‘Urf terhadap pelaksanaan Uang Siriah di Nagari Langsat Kadap Kecamatan Rao Selatan Kabupaten Pasaman. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui serta menjelaskan bagaimana proses pelaksanaan Uang Siriah dalam timbang tando di Nagari Langsat Kadap Kecamatan Rao Selatan Kabupaten Pasaman, untukmengetahui dan menjelaskan bagaimana tinjauan ‘Urf terhadap pelaksanaan Uang Siriah di Nagari Langsat Kadap Kecamatan Rao Selatan Kabupaten Pasaman. Jenis penelitian yang penulis gunakan adalah jenis penelitian lapangan (field research), untuk mendapatkan data-data dari permasalahan yang diteliti menggunakan metode kualitatif dengan sumber data primer yaitu pelaku timbang tando, tokoh adat, rajo nen adel dan niniak mamak. Data sekunder yaitu profil Nagari Langsat Kadap Kecamatan Rao Selatan Kabupaten Pasaman. Hasil penelitian yang penulis temukan bahwa sebelum melaksanakan perkawinan ada aturan adat yang harus dijalankan di Nagari Langsat Kadap Kecamatan Rao Selatan Kabupaten Pasaman yaitu calon laki- laki harus membayar uang siriah kepada niniak mamak pihak perempuan dalam proses timbang tando. Pelaksanaan uang siriah dalam pertunangan pada masyarakat Nagari Langsat Kadap pertama diawali proses monyuruah (menyampaikan kehendak). Kedua, proses timbang tando, setelah acara tukar menukar selesai maka dilanjutkan pemberian uang siriah oleh pihak laki- laki kepada niniak mamak perempuan berjumlah Rp. 600. 000. Sanksi bagi yang melanggar diakibatkan terjadi penundaan perkawinan yang sudah ditetapkan oleh kesepakatan bersama niniak mamak di Nagari Langsat Kadap.Tinjauan ‘urf terhadap keberadaan uang siriah dalam timbang tando adalah termasuk kepada golongan ‘Urf Shahih, hal ini berdasarkan syarat-syarat ‘Urf dijadikan sebagai sumber hukum Islam yaitu, adat tersebut bernilai maslahat karena berdampak baik kepada pihak keluarga laki-laki dan pihak keluarga perempuan. Dengan adanya uang siriah ini memperlihatkan keseriusan seorang laki-laki menikahi seorang perempuan, memperlihatkan tanggung jawab laki-laki, terjailnnya silaturahmi dengan niniak mamak. Bagi keluarga yang keberatan atau tidak mampu seharusnya ditanggung bersama oleh niniak mamak pihak laki- laki sebagai ta’aun atau tolong menolong, supaya tidak mendapat sanksi dan penundaan perkawinan.

2 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

TRADISI MAMBAYIA PITIH PALANGKAHAN DALAM PERKAWINAN DI NAGARI SIMABUR, KECAMATAN PARIANGAN, KABUPATEN TANAH DATAR

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Skripsi dengan judul “Tradisi Mambayia Pitih Palangkahan Dalam Perkawinan Di Nagari Simabur, Kecamatan Pariangan, Kabupaten Tanah Datar ditulis oleh Rahmad Ilham Nim: 14 201 037. Pokok permasalahan dalam skripsi ini adalah Tradisi Mambayia Pitih Palangkahan Dalam Perkawinan Di Nagari Simabur, Kecamatan Pariangan, Kabupaten Tanah Datar. Tujuan penelitian ini adalah untuk menjelaskan yang melatarbelakangi tradisi Mambayia Pitih Palangkahan bagi adik mendahului menikah dari kakak kandung di Nagari Simabur, untuk menjelaskan dan memahami dampak tradisi Mambayia Pitih Palangkahan bagi adik mendahului menikah dari kakak kandung di Nagari Simabur, dan untuk menjelaskan dan memahami tinjauan Hukum Islam terhadap tradisi Mambayia Pitih Palangkahan bagi adik mendahului menikah dari kakak kandung di Nagari Simabur Kecamatan Pariangan Kabupaten Tanah Datar Jenis penelitian yang penulis gunakan adalah penelitian lapangan (field research). Penelitian ini dilaksanakan Di Nagari Simabur, Kecamatan Pariangan, Kabupaten Tanah Datar dimana penelitian ini mengungkap dan menggambarkan Tradisi Mambayia Pitih Palangkahan Dalam Perkawinan Di Nagari Simabur, Kecamatan Pariangan, Kabupaten Tanah Datar. Teknik pengumpulan data yang penulis gunakan adalah melalui wawancara dan dokumentasi. Analisis data dilakukan secara deskriptif kualitatif yaitu mendeskripsikan suatu gejala, peristiwa atau kejadian yang terjadi saat sekarang yang berhubungan dengan tema atau obyek penelitian. Kesimpulan dalam penelitian ini, (1) Latarbelakang lahirnya tradisi Mambayia Pitih Palangkahan dalam perkawinan di Kenagarian Simabur Kecamatan Pariangan Kabupaten Tanah Datar.Adalah kefanatikan terhadap nenek moyang oleh masyarakat Nagari Simabur, sehingga mengakibatkan mereka melakukan perbuatan Mambayia Pitih Palangkahan dalam perkawinan bertujuan untuk menghormati sang kakak yang belum menikah.(2) Dampak dari tradisi Mambayia Pitih Palangkahan dalam perkawinan bagi adik yang dahulu menikah dari si kakak di Nagari Simabur Kecamatan Pariangan, pertama sulitnya si kakak dalam mencari jodoh di kemudian hari, kedua jika si kakak ada jodoh akan putus di tengah jalan, ketika Kakak tersebut tidak akan di pinang oleh orang, (3) Tinjauan Hukum Islam terhadap tradisi Mambayia Pitih Palangkahan bagi adik yang dahulu menikah dari kakak termasuk kepada ‘Urf Shahih dikarenakan Mambayia Pitih Palangkahan tersebut adalah untuk menghormati sang kakak yang belum menikah.

3 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

Tinjauan Hukum Islam Terhadap Sanksi Tradisi Alek Salapan Uang (Studi Kasus Di Nagari Guguak Malalo, Kecamatan Batipuh Selatan Kabupaten Tanah Datar)

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Nama SUCI SEPTIANI, NIM 15 3010 00025, Jurusan Ahwal al-Syakhshiyyah, Fakultas Syariah, tahun 2019, Skripsi ini berjudul “TINJAUAN HUKUM ISLAM TERHADAP SANKSI TRADISI ALEK SALAPAN UANG (Studi Nagari Guguak Malalo Kecamatan Batipuh Selatan Kabupaten Tanah Datar)”. Pokok permasalahan dalam skripsi ini adalah tinjauan hukum Islam terhadap sanksi tradisi alek salapan uang Nagari Guguak Malalo Kecamatan Batipuh Selatan Kabupaten Tanah Datar.Tujuan pembahasan ini untuk mengetahui dan menjelaskan bagaimana pelaksanaan alek salapan uang, untuk mengetahui pelaksanaan sanksi dari tidak melaksanakan alek salapan uang, dan untuk menganalisis bagaimana pandangan hukum Islam terhadap sanksi tidak melaksanakan alek salapan uang. Jenis penelitian ini adalah penelitian lapangan (field research) yaitu penelitian lapangan dengan memakai metode kualitatif melalui orang yang tidak melaksanakan alek salapan uang, ninik mamak, dan masyarakat. Teknik pengumpulan data yang penulis gunakan adalah melalui dokumentasi dan wawancara. Data yang diperoleh dari penelitian lapangan akan dianalisis melalui deskriptif analisis. Berdasarkan hasil penelitian yang telah penulis lakukan diketahui bahwa 1) Alek salapan uang itu adalah mempertemukan antara dua ninik mamak dan beberapa orang cadiak pandai dari pihak laki-laki dan perempuan di rumah pihak perempuan yang disebut alek ninik mamak, yang diundang “dipanggie” secara adat. Dalam pelaksanaan ini setelah orang-orang yang diundang tersebut hadir dalam majlis maka dilakukan "pasambahan" dari ninik mamak mempelai perempuan kepada ninik mamak mempelai laki-laki, isi "pasambahan" tersebut adalah untuk menyampaikan bahwa keponakan dari ninik mamak perempuan telah menikah dengan keponakan ninik mamak laki-laki mereka berdua akan menjalani kehidupan berumah tangga dan akan mengadakan pesta pernikahan. 2) Sanksi orang yang tidak melaksanakan alek salapan uang adalah, setelah menikah ingin bersilaturrahmi di kucilkan oleh kaum laki-laki maupun perempuan, saat pulang ke kampung halaman dilarang makan maupun di rumah laki-laki maupun perempuan, ingin pergi manyumandan ke rumah mertua dan ke surau maka hidangan yang dibawa tersebut tidak dimakan hanya diletakkan di belakang pintu, tidak bisa melaksanakan baralek memakai adat, larangan tinggal di rumah laki-laki maupun perempuan, dan diberikan juga sanksi sosial berupa sindiran, mereka tidak mau mengadiri acara yang dilakukan oleh kedua keluarga laki-laki dan perempuan tersebut seperti, kematian, aqiqah atau syukuran dan mereka dianggap tidak beradat oleh masyarakat. 3) Menurut hukum Islam pemberian sanksi adat tidak melaksanakan tradisi alek salapan uang ini termasuk kepada ‘Urf Fasid yaitu adat atau kebiasaan yang berlaku di suatu tempat karena bertentangan dengan Al-Qur’an dan Sunnah dan mengandung unsur mudharat. Sedangkan hukum pemberian sanksi itu termasuk mubah (boleh). Bagi ninik mamak Nagari Guguak Malalo sudah menjadi kewajiban dalam pemberian sanksi tersebut.

2 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

PENGARUH PERMAINAN TRADISIONAL (LOMPAT TALI) TERHADAP KEMAMPUAN MOTORIK KASAR ANAK USIA DINI DI RAUDHATUL ATHFAL AL-HIDAYAH JORONG SITUMBUK KECAMATAN TILATANG KAMANG KABUPATEN AGAM

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

FOURY MEILANI, NIM. 15300900018, Judul Skripsi: “Pengaruh Permainan Tradisional (lompat tali) terhadap Kemampuan Motorik Kasar Anak Usia Dini di Raudhatul Athfal Al-Hidayah Jorong Situmbuk Kecamatan Tilatang Kamang Kabupaten Agam”, Jurusan Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD) Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Batusangkar, 2020. Latar belakang dari penelitian ini adalah terdapat nya anak yang masih malu dan takut terhadap kemampuan otorik kasar terkhusus pada indikator berjalan, berlari, dan melompat. Oleh karena itu peneliti mengeksperimenkan permainan tradisonal (lompat tali) untuk mempengaruhi kemampuan motorik kasar anak usia dini di Raudhatul Athfal Al-Hidayah Jorong Situmbuk Kecamatan Tilatang Kamang Kabupaten Agam. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat pengaruh permainan tradisional (lompat tali) terhadap kemampuan motorik kasar anak usia dini di Raudhatul Athfal Al-Hidayah Jorong Situmbuk Kecamatan Tilatang Kaman Kabupaten Agam. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain penelitian pre-eksperimen dengan tipe one group pretest-posttest design. Populasi dalam penelitian ini adalah anak RA Al-Hidayah Jorong Situmbuk Tahun Pelajaran 2019/2020 yang terdiri dari dua kelas. Dalam penelitian ini yang dijadikan sampel adalah kelompok B2. Teknik pengumpulan data menggunakan lembaran observasi. Teknik analisis data menggunakan N-Gain dengan nilai 0,64 pada kategori sedang. Hasil penelitian dan analisis yang telah dilakukantentang pengaruh permainan tradisional (lompat tali) terhadap kemampuan motorik kasar anak usia dini di Raudhaul Athfal Al-Hidayah Jorong Situmbuk Kecamatan Tilatang Kamang Kabupaten Agam, dapat disimpulkan bahwa rata-rata hasil pretest 8.5. Setelah pretest dilakukan treatment. Selama perlakuan diberikan terjadi peningkatan kemampuan motorik kasar anak usia dini, hal ini terlihat dari hasil posttest yang diberikan dengan rata-rata 18.89. Untuk menguji signifikansi t0 dengan cara membandingkan t0 (“t” hitung) dengan tt (“t” tabel), pada degrees of freedom (df) atau derajat bebas (db) 17 pada taraf signifikansi 1% tt diperoleh sebesar 2,89. Kemudian dengan membandingkan hasil dari t0 (“t” hitung) dengan tt (“t” tabel) maka dapat diketahui bahwa t0 lebih besar dari tt, gambarannya sebagai berikut: 24,7 > 2,89. Maka hipotesis alternatif (Ha) diterima dan hipotesis nihil (Ho) ditolak. Dengan demikian, berarti terdapat perbedaan yang signifikan antara pretest dan posttest pada kelompok eksperimen, artinya permainan tradisional (lompat tali) berpengaruh terhadap kemampuan motorik kasar anak usia dini.

3 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

Tradisi Niniak Mamak dalam Baralek di Padang Luar Nagari III Koto Kecamatan Rambatan Kabupaten Tanah Datar ditinjau dari Hukum Islam

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Windi Mulya Pertiwi. NIM 15 3010 00028 (2019). Judul Skripsi: “TRADISI NINIAK MAMAK DALAM BARALEK DI PADANG LUAR NAGARI III KOTO KECAMATAN RAMBATAN KABUPATEN TANAH DATAR DITINJAU DARI HUKUM ISLAM”. Jurusan Ahwal al-Syakhshiyyah, Fakultas Syariah Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Batusangkar. Pokok permasalahan dalam skripsi ini adalah tinjauan hukum Islam terhadap pelaksanaan tradisi niniak mamak dalam baralek Nagari III Koto Kecamatan Rambatan Kabupaten Tanah Datar. Tujuan pembahasan ini untuk memahami dan menjelaskan proses pelaksanaan tradisi niniak mamak dalam baralek di Padang Luar Nagari III Koto, dan untuk menganalisis tinjauan hukum Islam terhadap pelaksanaan tradisi niniak mamak dalam baralek di Padang Luar Nagari III Koto. Sedangkan manfaat penelitian ini mampu memperkaya wacana intelektual, menambah wawasan baik bagi penulis, masyarakat, akademis, organisasi dan pengkaji hukum serta dapat membantu usaha untuk memberikan solusi terhadap kebutuhan permasalahan adat kaitannya dengan ajaran Islam. Jenis penelitian ini adalah penelitian lapangan (Field Research), dengan menggunakan metode kualitatif dan pendekatan sosiologis yaitu penelitian yang menggambarkan kejadian dan fenomena yang terjadi di lapangan sebagaimana adanya sesuai dengan kenyataan tentang tradisi niniak mamak dalam baralek di Padang Luar Nagari III Koto Kecamatan Rambatan Kabupaten Tanah Datar. Teknik pengumpulan data yang penulis gunakan adalah melalui wawancara dan dokumen. Data yang diperoleh dari penelitian lapangan akan dianalisis melalui deskriptif analisis. Berdasarkan hasil penelitian yang telah penulis lakukan diketahui bahwa (1) Proses pelaksanaan tradisi niniak mamak dalam baralek pada masyarakat Padang Luar diawali dengan delapan proses, sedangkan rangkaian kegiatan acara alek niniak mamak dalam baralek ada sebelas rangkaian kegiatan. Alek niniak mamak adalah pernikahan yang memakai adat istiadat sebagai bentuk penyerahan kemenakan dari mamak laki-laki kepada mamak perempuan begitu juga sebaliknya dengan menghadirkan mamak-mamak dari kedua belah pihak di rumah perempuan dengan memakai pakaian adat khusus niniak mamak dan perangkat adat, dan marapulai (pihak laki-laki) diantar oleh mamak-mamaknya ke rumah pihak perempuan ditunggu oleh mamak perempuan yang disampaikan dalam bentuk pidato adat. Alek niniak mamak bertujuan: untuk menjalin dan mempererat hubungan silaturrahmi, dan supaya pernikahannya diketahui oleh orang banyak. Akibat tidak menjalankan alek niniak mamak di antaranya: anak tidak memiliki bako, orang tua dan anaknya tidak bisa memakai adat dan orang yang tidak melaksanakan alek niniak mamak harus mengaku mamak, jika pihak perempuan bukan berasal dari Padang Luar. Sebagian masyarakat menganggap berat untuk melaksanakan alek niniak mamak dikarenakan: tidak ada biaya yang cukup untuk baralek niniak mamak, menikah di rantau dan terlalu banyak syarat-syarat atau adat-adat yang dibutuhkan dan memakan waktu yang lama. Sedangkan sanksi tidak melaksanakan alek niniak mamak: membayar adat kapalo ameh yaitu dengan membayar satu katidiang padi dan melaksanakan adat alek tokok lutuik. (2) Menurut hukum Islam proses pelaksanaan adat ini termasuk kepada „urf shahih karena tidak bertentangan dengan nash dan memiliki mashlahat yang besar dan tidak menimbulkan mudharat yang besar. Alek niniak mamak merupakan i‟lan dalam pernikahan.

2 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

Tradisi Manggodok Di Nagari Sirukam Kecamatan Payung Sekaki Solok Ditinjau dari Hukum Islam

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Nama NOVIANTI, NIM 15 3010 00020, Jurusan Ahwal al- ABSTRAK Nama NOVIANTI, NIM 15 3010 00020, Jurusan Ahwal al-Syakhshiyyah,Fakultas Syariah, tahun 2019, Skripsi ini berjudul “TRADISI MANGGODOK DI NAGARI SIRUKAM KECAMATAN PAYUNG SEKAKI SOLOK DITINJAU DARI HUKUM ISLAM”. Pokok permasalahan dalam skripsi ini adalah bahwa ditempat penelitian ditemukan tradisi manggodok sebagai suatu bahagian adat dalam lamaran. Yang menjadi pokok permasalahannya adalah apa sejarah munculnya tradisi manggodok, apa dampak negatif dan dampak positif dari pelaksanaan tradisi manggodok, dan bagaimana pandangan hukum Islam terhadap pemberian sanksi bagi yang tidak menjalankan tradisi manggodok. Tujuan pembahasan ini untuk memahami, mengetahui dan menjelaskan sejarah munculnya tradisi manggodok, untuk mengetahui dan menjelaskan dampak negatif dan dampak positif dari pelaksanaan tradisi ini, dan untuk menganalisis pandangan hukum Islam terhadap pemberian sanksi bagi yang tidak menjalankan tradisi manggodok. Manfaat penelitian ini mampu memperkaya wacana intelektual, menambah wawasan baik bagi penulis, masyarakat, akademis, organisasi dan pengkaji hukum serta dapat membantu usaha untuk memberikan solusi terhadap kebutuhan permasalahan adat yang ada kaitannya dengan ajaran Islam. Penelitian ini adalah penelitian lapangan (field research) dengan memakai metode kualitatif melalui wawancara orang yang tidak menjalankan tradisi manggodok, masyarakat yang pernah menjalankan tradisi manggodok beserta niniak mamak. Teknik pengumpulan data yang penulis gunakan adalah melalui wawancara. Data yang diperoleh dari penelitian lapangan akan dianalisis melalui deskriptif analisis. Hasil penelitian diketahui bahwa manggodok adalah sebuah tradisi untuk melaksanakan lamaran atau pertunangan dengan membuat godok bersama-sama dengan masyarakat nagari. Sejarah munculnya tradisi manggodok ini adalah tradisi yang memang sudah ada sejak zaman dahulu yaitu sejak zaman nenek moyang. Makna dalam bentuk godok tersebut merupakan lambang silaturrahmi dari keluarga yang melamar kepada keluarga yang dilamar. Tujuan dari tradisi manggodok yaitu agar nanti anak mempunyai bako menurut adat. Manggodok sebagai syarat untuk melaksanakan baralek dan untuk menghargai niniak mamak. Orang yang tidak melaksanakan tradisi manggodok diberikan sanksi berupa menyembelih satu ekor kambing dan menghidangkan jamuan kepada niniak mamak. Hal ini berdasarkan kesepakatan niniak mamak dan sudah menjadi aturan secara turun temurun. Dampak negatif dari pelaksanaan tradisi ini adalah banyaknya biaya yang dikeluarkan dalam proses pelaksanaan tradisi manggodok, sedangkan dampak positif untuk menciptakan dan mempererat tali silaturrahmi. Menurut hukum Islam tradisi manggodok termasuk kepada ‘urf yang sahih karena tidak bertentangan dengan nash yaitu al-Qur’an dan Sunnah. Hukum pemberian sanksi ini kepada yang tidak melaksanakannya dan apabila tidak menebus kesalahannya termasuk kepada kategori ‘urf fasid karena akibatnya dapat memutus tali silaturrahmi.

2 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

Analisis Balanced Scorecard Sebagai Penilaian Kinerja Pada PT (Persero) UP3 Payakumbuh ULP Lintau

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK AFRI MEGA BEFILIA, NIM 15 30121 0003, judul skripsi “Analisis Balanced Scorecard Sebagai Penilaian Kinerja Pada PT PLN (Persero) UP3 Payakumbuh ULP Lintau”. Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam, Jurusan Ekonomi Syariah Konsentrasi Akuntansi Syariah, Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Batusangkar. Permasalahan dalam skripsi adalah kinerja PT PLN (Persero) UP3 Payakumbuh ULP Lintau dari prespektif pelanggan adanya pengaduan dan keluhan dari pelanggan, dan laporan keuangannya masih sederhana. Tujuan penelitian ini adalah untuk menilai kinerja PT PLN (Persero) UP3 Payakumbuh ULP Lintau berdasarkan perspektif Balanced Scorecard. Jenis penelitian yang di gunakan adalah penelitian lapangan dengan menggunakan metode deskriptif kuantitatif. Sumber data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder. Teknis analisis data yang di gunakan adalah perspektif keuangan, perspektif pelanggan, perspektif proses bisnis internal, perspektif pembelajaran dan pertumbuhan. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa kinerja PT PLN (Persero) UP3 Payakumbuh ULP Lintau berdasarkan perspektif keuangan di lihat dari rasio profitabilitas yaitu Net Profit Margin dan Return On Invesment menghasilkan kinerja yang kurang baik. Perspektif pelanggan menghasilkan kinerja yang baik. Hal ini di lihat dari tingkat pemerolehan pelanggan, retensi pelanggan dan tingkat kepuasan pelanggan terhadap pelayanan PT PLN (Persero) UP3 Payakumbuh ULP Lintau. Pada perspektif proses bisnis internal menunjukkan hasil kinerja yang baik di lihat dari proses inovasi, proses operasi dan layanan purna jual. Perspektif pertumbuhan dan pembelajaran juga menunjukkan kinerja yang baik. Kinerja PT PLN (Persero) UP3 Payakumbuh ULP Lintau memperoleh skor 0,6 atau kinerjanya dapat di katakan “cukup” dengan menggunakan metode balanced scorecard sehingga dengan hasil pengukuran tersebut PT PLN (Persero) UP3 Payakumbuh ULP Lintau mampu menggunakan balanced scorecard sebagai alat ukur alternatif dalam pengukuran kinerja manajerialnya.

2 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

Tradisi Lompek Paga Dalam Perspektif Hukum Islam (Studi di Nagari Kajai Kota Sawahlunto)

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Diana Aulia Syuhada. NIM 15301000005. Judul Skripsi: “Tradisi Lompek Paga Dalam Perspektif Hukum Islam (Studi di Nagari Kajai Kota Sawahlunto)”. Jurusan Ahwal Al-Syakshiyyah Institut Agama Islam Negeri Batusangkar. Pokok permasalahan dalam SKRIPSI ini adalah bagaimana pelaksanaan Tradisi Lompek Paga di Nagari Kajai Kota Sawahlunto Menurut Hukum Islam. Tujuan pembahasan ini adalah untuk mengetahui dan menjelaskan pelaksanaan Tradisi Lompek Paga di nagari Kajai Kota sawahlunto Menurut Hukum Islam. Dan untuk mengetahui pandangan Hukum Islam terhadap Tradisi Lompek Paga di Nagari Kajai Kota Sawahlunto. Jenis penelitian ini adalah penelitian lapangan (field research). Untuk mendapatkan data penelitian ini dilakukan melalui wawancara dan dokumentasi. Pengolahan data dilakukan secara deskriptif kualitatif, kemudian diuraikan serta melakukan klasifikasi terhadap aspek permasalahan tertentu dan memaparkan melalui kalimat yang efektif. Hasil penelitian ini adalah bahwa Tradisi Lompek Paga ini apabila laki-laki Nagari Kajai akan menikahi perempuan di luar daerah Nagari Kajai harus membayar uang denda ke ninik mamak suku dan nagarinya. Denda tersebut diberikan oleh mamak calon mempelai laki-laki yang akan menikah kepada ninik mamak suku kemudian ninik mamak menyerahkan ke nagari sesuai kesepakatan adat di nagari Kajai. Besar uang yang diberikan ke ninik mamak suku dari mamak calon mempelai laki-laki berbeda-beda berdasarkan kesepakatan kemenakan dan ninik mamak. Penyebab muncul tradisi ini adalah banyaknya para kemenakan laki-laki yang menikah dengan perempuan di luar nagari Kajai yang menyebabkan berkurangnya kontribusi masyarakat Nagari Kajai dalam sumber daya manusia karena di Miangkabau laki-laki yang menikah akan mengikuti domisili tempat istrinya berada. Tujuannya adalah untuk memberikan efek jera kepada kemenakan laki-laki sehingga dengan adanya uang denda tersebut kemenakan laki-laki tetap tinggal di nagarinya dan berkontribusi kepada kampung sebagai ninik mamak di Nagarinya. Menurut hukum Islam Tradisi Lompek Paga ini tidak ada di atur dalam syariat Islam. Tradisi Lompek Paga itu hanya berlaku dalam adat setempat. Pelaksanaan tradisi Lompek Paga banyak mengandung unsur kemashlahatan dari pada mudharatnya. Kemashlahatan dari adat Lompek Paga ini agar berkontribusinya kemenakan laki-laki ke nagari Kajai untuk memajukan nagarinya dalam hal sumber daya manusia. Sebagaimana fungsi laki-laki di Mingkabau untuk melindungi dan menjaga kaumnya serta membimbing dan mendidik anak kemenakan dari hal yang menyimpang. Sedangkan mudharatnya adalah bagi pelaku lompek paga yang melanggar, tidak diikutkan dalam hal kemasyarakatan yang ada di nagari Kajai seperti musyawarah dan alek nagari. Oleh sebab itu Tradisi Lompek Paga ini di perbolehkan oleh Islam karna termasuk mashlahah yang berarti perbuatan yang mendorong pada kebaikan.

2 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

Perspektif Hukum Islam tentang Perbedaan Putusan Peradilan Agama di Sumatera Barat dalam Pembagian Harta Bersama

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Siti Aminah. NIM 15301000023. Judul Skripsi: “Perspektif Hukum Islam tentang Perbedaan Putusan Peradilan Agama di Sumatera Barat dalam Pembagian Harta Bersama” Jurusan Ahwal Al-Syakhshiyyah Fakultas Syariah Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Batusangkar. Pokok permasalahan dalam skripsi ini adalah bagaimana perspektif hukum Islam tentang perbedaan putusan Peradilan Agama dalam pembagian harta bersama. Tujuan pembahasan ini untuk mengetahui dan menganalisis perspektif hukum Islam tentang perbedaan putusan Peradilan Agama dalam pembagian harta bersama. Jenis penelitian yang penulis gunakan adalah jenis penelitian kepustakaan (library research) dengan pendekatan kasus (case approach) untuk mendapatkan data-data dari permasalahan yang diteliti. Sumber data dalam penelitian ini adalah sumber data sekunder, yaitu putusan Pengadilan Agama Padang Nomor 0499/Pdt.G/2017/PA.Pdg dan putusan Pengadilan Tinggi Agama Padang Nomor 0001/Pdt.G/2018/PTA.Pdg. Adapun teknik pengumpulan data yang penulis gunakan adalah melalui dokumen. Teknik analisis data bersifat induktif, dengan cara mencari dan mengumpulkan serta menyusun data secara sistematis, kemudian data tersebut dianalisis untuk menarik kesimpulan. Hasil penelitian yang penulis lakukan dapat disimpulkan bahwa dalam perspektif hukum Islam, konsep dan pembagian harta bersama tidak ada diatur secara tegas dan jelas, sehingga majelis hakim dalam menetapkan porsi bagian harta bersama berpedoman kepada Kompilasi Hukum Islam dan kemaslahatan yang hendak diwujudkan. Putusan Pengadilan Agama Padang Nomor 0499/Pdt.G/2017/PA.Pdg yang menetapkan bagian harta bersama menjadi 1/2 (seperdua) untuk masing-masing suami isteri didasari atas pertimbangan majelis hakim terhadap fakta hukum yaitu Pasal 97 Kompilasi Hukum Islam. Adapun putusan Pengadilan Tinggi Agama Padang Nomor 0001/Pdt.G/2018/PTA.Pdg dalam menetapkan bagian harta bersama menjadi 35:65 (suami-isteri) didasari atas pertimbangan majelis hakim terhadap kemaslahatan yang hendak diwujudkan dalam pembagian harta bersama tersebut. Majelis hakim berpendapat bahwa seharusnya harta bersama terkumpul dari hasil kerja suami bukan isteri karena suamilah yang berkewajiban memberikan nafkah kepada isteri, akan tetapi harta bersama yang terkumpul diperoleh dari hasil kerja isteri sehingga majelis hakim memutuskan bagian yang berbeda dengan Pasal 97 Kompilasi Hukum Islam. Adapun dari sisi kemaslahatannya menurut hemat penulis adalah dalam rangka memelihara harta bersama yang bersumber dari hasil kerja isteri. Dalam menyikapi perbedaan putusan ini, penulis cenderung sependapat dengan putusan Pengadilan Agama Padang yang menetapkan 1/2 (seperdua) bagian untuk masing-masing suami isteri atas dasar kemaslahatan yang hendak diwujudkan dalam bentuk melindungi hak-hak suami isteri yang telah diperoleh selama perkawinan (harta bersama) yang masing-masing saling berkontribusi dalam kehidupan berumah tangga.

3 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail