Lewati ke konten utama
Beranda / Penulis

Profil penulis

SITI AMINAH

6 karya publik ditemukan.

2026: 12022: 12020: 12018: 12017: 1

Perspektif Hukum Islam tentang Perbedaan Putusan Peradilan Agama di Sumatera Barat dalam Pembagian Harta Bersama

· Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Siti Aminah. NIM 15301000023. Judul Skripsi: “Perspektif Hukum Islam tentang Perbedaan Putusan Peradilan Agama di Sumatera Barat dalam Pembagian Harta Bersama” Jurusan Ahwal Al-Syakhshiyyah Fakultas Syariah Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Batusangkar. Pokok permasalahan dalam skripsi ini adalah bagaimana perspektif hukum Islam tentang perbedaan putusan Peradilan Agama dalam pembagian harta bersama. Tujuan pembahasan ini untuk mengetahui dan menganalisis perspektif hukum Islam tentang perbedaan putusan Peradilan Agama dalam pembagian harta bersama. Jenis penelitian yang penulis gunakan adalah jenis penelitian kepustakaan (library research) dengan pendekatan kasus (case approach) untuk mendapatkan data-data dari permasalahan yang diteliti. Sumber data dalam penelitian ini adalah sumber data sekunder, yaitu putusan Pengadilan Agama Padang Nomor 0499/Pdt.G/2017/PA.Pdg dan putusan Pengadilan Tinggi Agama Padang Nomor 0001/Pdt.G/2018/PTA.Pdg. Adapun teknik pengumpulan data yang penulis gunakan adalah melalui dokumen. Teknik analisis data bersifat induktif, dengan cara mencari dan mengumpulkan serta menyusun data secara sistematis, kemudian data tersebut dianalisis untuk menarik kesimpulan. Hasil penelitian yang penulis lakukan dapat disimpulkan bahwa dalam perspektif hukum Islam, konsep dan pembagian harta bersama tidak ada diatur secara tegas dan jelas, sehingga majelis hakim dalam menetapkan porsi bagian harta bersama berpedoman kepada Kompilasi Hukum Islam dan kemaslahatan yang hendak diwujudkan. Putusan Pengadilan Agama Padang Nomor 0499/Pdt.G/2017/PA.Pdg yang menetapkan bagian harta bersama menjadi 1/2 (seperdua) untuk masing-masing suami isteri didasari atas pertimbangan majelis hakim terhadap fakta hukum yaitu Pasal 97 Kompilasi Hukum Islam. Adapun putusan Pengadilan Tinggi Agama Padang Nomor 0001/Pdt.G/2018/PTA.Pdg dalam menetapkan bagian harta bersama menjadi 35:65 (suami-isteri) didasari atas pertimbangan majelis hakim terhadap kemaslahatan yang hendak diwujudkan dalam pembagian harta bersama tersebut. Majelis hakim berpendapat bahwa seharusnya harta bersama terkumpul dari hasil kerja suami bukan isteri karena suamilah yang berkewajiban memberikan nafkah kepada isteri, akan tetapi harta bersama yang terkumpul diperoleh dari hasil kerja isteri sehingga majelis hakim memutuskan bagian yang berbeda dengan Pasal 97 Kompilasi Hukum Islam. Adapun dari sisi kemaslahatannya menurut hemat penulis adalah dalam rangka memelihara harta bersama yang bersumber dari hasil kerja isteri. Dalam menyikapi perbedaan putusan ini, penulis cenderung sependapat dengan putusan Pengadilan Agama Padang yang menetapkan 1/2 (seperdua) bagian untuk masing-masing suami isteri atas dasar kemaslahatan yang hendak diwujudkan dalam bentuk melindungi hak-hak suami isteri yang telah diperoleh selama perkawinan (harta bersama) yang masing-masing saling berkontribusi dalam kehidupan berumah tangga.

Pengaruh Konseling Kelompok Pendekatan Rational Emotive Behavior untuk Meningkatkan Self Esteem Peserta Didik di Kelas X SMA Negeri Megang Sakti

2026 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Siti Aminah (2026). Pengaruh Konseling Kelompok Pendekatan Rational Emotive Behavior untuk Meningkatkan Self Esteem Peserta Didik di Kelas X SMA Negeri Megang Sakti. Tesis. Batusangkar: Program Studi Magister Bimbingan dan Konseling Pendidikan Islam, Pascasarjana Universitas Islam Negeri (UIN) Mahmud Yunus Batusangkar. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya self esteem peserta didik kelas X SMAN Megang Sakti yang ditandai dengan kurangnya rasa percaya diri, keengganan bertanya, rasa takut tampil di depan kelas, serta munculnya pola pikir atau keyakinan irasional terhadap kemampuan diri. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tingkat self esteem peserta didik sebelum dan sesudah diberikan konseling kelompok dengan pendekatan Rational Emotive Behavior (REB), serta menguji pengaruh layanan tersebut terhadap peningkatan self esteem peserta didik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode eksperimen melalui desain one group pretest-posttest. Populasi penelitian adalah seluruh peserta didik kelas X SMAN Megang Sakti, sedangkan sampel penelitian berjumlah 18 peserta didik yang teridentifikasi memiliki self esteem rendah dan sangat rendah, dipilih menggunakan teknik stratified random sampling. Pengumpulan data menggunakan inventori self esteem sebanyak 32 butir pernyataan valid (termasuk 8 item lie scale) yang memiliki koefisien reliabilitas Alpha Cronbach sebesar 0,960. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum intervensi, tingkat self esteem peserta didik berada pada kategori sangat rendah dengan skor rata-rata pretest sebesar 8,77 (66,67% sangat rendah dan 33,33% rendah). Setelah diberikan intervensi, tingkat self esteem mengalami peningkatan signifikan hingga berada pada kategori sedang dengan skor rata-rata posttest sebesar 20,44 (55,56% sedang dan 44,44% rendah). Uji paired samples t-test menghasilkan nilai Sig. (2"-tailed" )=0,0000,05, yang berarti H_a diterima dan H_0 ditolak, didukung oleh nilai rata-rata uji N-Gain sebesar 0,48 (kategori sedang). Dengan demikian, konseling kelompok dengan pendekatan Rational Emotive Behavior (REB) berpengaruh secara signifikan dalam meningkatkan self esteem peserta didik kelas X SMA Negeri Megang Sakti.

MODEL KOMUNIKASI PENGURUS ORGANISASI KARANG TARUNA SATRIA JAYA DALAM MEMOTIVASI ANGGOTA DI JORONG SARUASO TIMUR NAGARI SARUASO

2022 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Siti Aminah. NIM 1730303018. Judul Skripsi Model Komunikasi Pengurus Organisasi Karang Taruna Satria Jaya Dalam Memotivasi Anggota Di Jorong Saruaso Timur Nagari Saruaso. Jurusan Komunikasi dan Penyiaran Islam Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah Program Strata I (Sarjana) IAIN Batusangkar. Pokok permasalahan dalam skripsi ini adalah banyak dari anggota karang taruna satria jaya tidak memahami kinerja atau tugas dari masing-masing mereka dalam berorganisasi. Disamping itu, menurunnya jumlah anggota yang aktif, salah satunya disebabkan oleh kurangnya motivasi yang diberikan serta cara memberi motivasi yang kurang tepat. Dengan adanya motivasi yang diberikan dalam sebuah organisasi, maka akan melahirkan tim yang solid dan berefek terhadap peningkatan keaktifan anggota, maka sangat diperlukan model komunikasi pengurus dalam memotivasi anggota. Jenis penelitian yang digunakan ialah penelitian lapangan (field research) dengan menggunakan pendekatan kualitatif untuk mendapatkan data-data dari permasalahan yang diteliti. Teknik pengumpulan data dengan melakukan observasi dan wawancara dengan pengurus dan anggota karang taruna Satria Jaya jorong Saruaso Timur nagari Saruaso. Sumber data dalam penelitian ini berupa data yang diambil langsung dari objek penelitian yakni pengurus dan anggota karang taruna satria jaya sebagai data primer dan dengan mencari referensi buku-buku, jurnal yang berkaitan dengan model komunikasi sebagai data sekunder. Penelitian ini menggukana teknik analisis data berupa reduksi data, data display dan kesimpulan/verifikasi. Keabsahan data diuji dengan menggunakan triangulasi sumber. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ada 2 model komunikasi yang digunakan oleh pengurus dalam berkomunikasi dan memotivasi anggota yakni Model S-R (Stimulus-Respon) dan Model Tubbs. Model S-R terlihat ketika adanya hubungan langsung saat berkomunikasi dan aksi-reaksi berupa pesan verbal maupun nonverbal antara pengurus dan anggota. Model Tubbs terlihat ketika adanya respon atau tanggapan yang diberikan langsung serta komunikasi berjalan secara terus-menerus. Hambatan dalam menerapkan kedua model ini adalah ketidakfokusan anggota saat berkomunikasi karena bermain handphone, memotong pembicaraan saat komunikator belum selesai menyampaikan pesan, tidak selalu bertemu dengan anggota tertentu sehingga tidak adanya kedekatan yang membuat komunikasi itu lancar dan perbedaan umur serta latar belakang pendidikan.

PERSPEKTIF HUKUM ISLAM TENTANG PERBEDAAN PUTUSAN PERADILAN AGAMA DI SUMATERA BARAT DALAM PEMBAGIAN HARTA BERSAMA

2020 · Book · Koleksi Perpustakaan

Siti Aminah. NIM 15301000023. Judul Skripsi: “Perspektif Hukum Islam tentang Perbedaan Putusan Peradilan Agama di Sumatera Barat dalam Pembagian Harta Bersama” Jurusan Ahwal Al-Syakhshiyyah Fakultas Syariah Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Batusangkar. Pokok permasalahan dalam skripsi ini adalah bagaimana perspektif hukum Islam tentang perbedaan putusan Peradilan Agama dalam pembagian harta bersama. Tujuan pembahasan ini untuk mengetahui dan menganalisis perspektif hukum Islam tentang perbedaan putusan Peradilan Agama dalam pembagian harta bersama. Jenis penelitian yang penulis gunakan adalah jenis penelitian kepustakaan (library research) dengan pendekatan kasus (case approach) untuk mendapatkan data-data dari permasalahan yang diteliti. Sumber data dalam penelitian ini adalah sumber data sekunder, yaitu putusan Pengadilan Agama Padang Nomor 0499/Pdt.G/2017/PA.Pdg dan putusan Pengadilan Tinggi Agama Padang Nomor 0001/Pdt.G/2018/PTA.Pdg. Adapun teknik pengumpulan data yang penulis gunakan adalah melalui dokumen. Teknik analisis data bersifat induktif, dengan cara mencari dan mengumpulkan serta menyusun data secara sistematis, kemudian data tersebut dianalisis untuk menarik kesimpulan. Hasil penelitian yang penulis lakukan dapat disimpulkan bahwa dalam perspektif hukum Islam, konsep dan pembagian harta bersama tidak ada diatur secara tegas dan jelas, sehingga majelis hakim dalam menetapkan porsi bagian harta bersama berpedoman kepada Kompilasi Hukum Islam dan kemaslahatan yang hendak diwujudkan. Putusan Pengadilan Agama Padang Nomor 0499/Pdt.G/2017/PA.Pdg yang menetapkan bagian harta bersama menjadi 1/2 (seperdua) untuk masing-masing suami isteri didasari atas pertimbangan majelis hakim terhadap fakta hukum yaitu Pasal 97 Kompilasi Hukum Islam. Adapun putusan Pengadilan Tinggi Agama Padang Nomor 0001/Pdt.G/2018/PTA.Pdg dalam menetapkan bagian harta bersama menjadi 35:65 (suami-isteri) didasari atas pertimbangan majelis hakim terhadap kemaslahatan yang hendak diwujudkan dalam pembagian harta bersama tersebut. Majelis hakim berpendapat bahwa seharusnya harta bersama terkumpul dari hasil kerja suami bukan isteri karena suamilah yang berkewajiban memberikan nafkah kepada isteri, akan tetapi harta bersama yang terkumpul diperoleh dari hasil kerja isteri sehingga majelis hakim memutuskan bagian yang berbeda dengan Pasal 97 Kompilasi Hukum Islam. Adapun dari sisi kemaslahatannya menurut hemat penulis adalah dalam rangka memelihara harta bersama yang bersumber dari hasil kerja isteri. Dalam menyikapi perbedaan putusan ini, penulis cenderung sependapat dengan putusan Pengadilan Agama Padang yang menetapkan 1/2 (seperdua) bagian untuk masing-masing suami isteri atas dasar kemaslahatan yang hendak diwujudkan dalam bentuk melindungi hak-hak suami isteri yang telah diperoleh selama perkawinan (harta bersama) yang masing-masing saling berkontribusi dalam kehidupan berumah tangga.