ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
RANI SYAFITRI 15300600056, “PENGEMBANGAN MODUL BERBASIS PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TEAM ASSITED INDUVIDUALIZATION (TAI) UNTUK MENINGKATKAN HIGHER ORDER THINGKING SKILLS (HOTS) SISWA PADA MATERI SISTEM SIRKULASI DI SMAN 1 LINTAU BUO UTARA”. Jurusan Tadris Biologi, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Batusangkar, 2019
Permasalahan yang ditemui di SMAN 1 Lintau Buo Utara adalah guru tersebut membuat bahan ajar berupa modul, namun didalam modul tersebut siswa tidak pernah dilatih untuk mengerjakan soal-soal HOTS. Soal-soal latihan yang ada dalam modul tersebut belum bisa meningkatkan kemampuan berfikir tingkat tinggi siswa karena tingkatan soal yang ada dalam modul tersebut hanya mencapai tingkatan C3.
Tujuan dari penelitian ini adalah mengembangkan modul berbasis team assited individualization (TAI) untuk meningkatkan higher order thinking skills (HOTS) siswa pada materi sistem sirkulasi kelas XI SMA yang valid, praktis, dan efektif. Penelitian ini menggunakan metode penelitian pengembangan 4D (define, design, develop, dan disseminate). Tetapi rancangan penelitian pengembangan pada penelitian ini hanya terdiri dari 3 tahap yaitu : (1) tahap define, dilakukan untuk mendapatkan gambaran kondisi di lapangan. (2) tahap design, dilakukan untuk menyiapkan modul berbasis team assited individualization (TAI), dan (3) tahap develop, hasil dari modul yang dirancang dilanjutkan pada uji validitas, praktikalitas, dan efektivitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa : (1) Modul berbasis team assited individualization sudah memenuhi kriteria valid dengan hasil validasi yang diperoleh 83%, (2) Modul team assited individualization sudah memenuhi kriteria praktis yang telah diuji cobakan kepada 30 orang siswa kelas XI IPA 3 dengan hasil angket respon siswa 82% dan angket respon guru 79%, (3) Modul team assited individualization sudah memenuhi kriteria efektif dengan perolehan nilai N-gain sebesar 0,76%.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ADE HIDAYAT, NIM. 15 3007 00001, Judul Skripsi “Pengaruh Strategi Pembelajaran Peningkatan Kemampuan Berfikir (SPPKB) Terhadap Higher Order Thinking Skills (HOTS) Peserta didik Pada Pembelajaran Fisika Kelas XI SMA N 1 Sungayang”. Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan Jurusan Pendidikan Fisika Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Batusangkar 2019. Rendahnya HOTS peserta didik pada pelajaran fisika khususnya materi elastisitas dan hukum hooke menjadi titik tolak penelitian ini dilakukan. Hal ini disebabkan berbagai faktor diantaranya: guru masih menggunakan pembelajaran yang bersifat teacher center. Guru masih menekankan proses pembelajaran pada kegiatan mengingat dan memahami materi. Dampaknya adalah peserta didik menjadi pasif dalam menerima pelajaran, peserta didik belum mempunyai keberanian untuk memberikan argumentasi serta menyampaikan ide-ide pada proses pembelajaran. Oleh karena itu, penelitian ini membahas mengenai strategi pembelajaran peningkatan kemampuan berfikir (SPPKB) terhadap Higher Order Thinking Skills (HOTS) peserta didik pada pembelajaran fisika. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah hasil belajar ranah kognitif fisika peserta didik pada materi elastisitas dan hukum hooke yang menggunakan SPPKB lebih baik dari pada yang menggunakan pembelajaran konvensional di kelas XI SMAN 1 Sungayang. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen semu dengan rancangan Randomized Control Group Only Design yang dilaksanakan di SMAN 1 Sungayang pada materi elastisitas dan hukum hooke. Populasi dalam penelitian ini adalah peserta didik kelas XI IPA SMAN 1 Sungayang yang terdiri dari 3 kelas (91 orang peserta didik). Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik Random Sampling, dimana kelas XI IPA 2 sebagai kelas kontrol dan kelas XI IPA 1 sebagai kelas ekperimen. Pengumpulan data pada ranah kognitif menggunakan tes tertulis dalam bentuk soal uraian. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan rata-rata hasil belajar peserta didik ranah kognitif pada kelas eksperimen adalah 81,7 sedangkan pada kelas kontrol adalah 80,9. Setelah dilakukan uji hipotesis secara statistik dengan menggunakan uji-t didapat untuk ranah kognitif harga thitung = 0,25, sedangkan ttabel = 1,67 (pada taraf nyata α = 0,05). Hal ini menunjukkan bahwa thitung
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
RAHUL RAMADHAN, NIM 21 301 040 53, Thesis title: “A THEMATIC REVIEW OF RESEARCH ARTICLES ON QUILLBOT IN ENGLISH LEARNING IN THE CONTEXT OF HIGHER EDUCATION PUBLISHED IN 2021-2025.”. English Teaching Department, Faculty of Tarbiyah and Teacher Training, UIN Mahmud Yunus Batusangkar. This Research development of artificial intelligence (AI) has significantly influenced academic writing practices in higher education. One of the most widely used AI-based writing tools is QuillBot, which provides support for paraphrasing, grammar correction, and vocabulary development. Although QuillBot is considered helpful in improving writing efficiency, its increasing use has also generated debates regarding academic integrity, writing skill development, and students’ independence in learning. Consequently, a systematic examination of existing studies is necessary to obtain a clearer understanding of how QuillBot is discussed and applied in higher education contexts. This study aims to synthesize previous research by identifying key themes, academic skills, and research methodologies related to the use of QuillBot in higher education from 2021 to 2025. A qualitative library research design was employed using a thematic review approach. The data were collected from thirteen peer-reviewed research articles published in reputable national and international journals indexed in Sinta (1–6) and Scopus (Q1–Q4). The selected articles were analyzed through thematic analysis to identify recurring patterns and dominant trends across the literature. The findings indicate that six major themes frequently emerge in QuillBot-related studies, including students’ perceptions and attitudes, improvement of writing performance and quality, plagiarism prevention and academic integrity, affective factors such as anxiety and motivation, efficiency and time management, and the implementation of QuillBot in higher education settings. Additionally, the review reveals that the use of QuillBot contributes to the development of various academic skills, such as paraphrasing ability, grammatical accuracy, vocabulary selection, writing confidence, critical reading, summarizing skills, digital literacy, and academic sentence structuring. The reviewed studies also employ diverse methodological approaches, ranging from quantitative and qualitative designs to mixed methods and systematic literature reviews. In conclusion, QuillBot can function as a supportive tool in academic writing when used responsibly and critically. Its integration into higher education should be accompanied by clear ethical guidelines and pedagogical supervision to ensure that students remain active and independent contributors in the academic writing process.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Jeni Tri Putri, NIM. 2030105019, Judul Skripsi : “Analisis Hambatan Belajar (Learning Obstacle) Matematika Siswa dalam Menyelesaikan Soal HOTS (Higher Order Thinking Skill) pada Kelas VII SMP Negeri 3 Batusangkar “Program Studi Tadris Matematika Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan Universitas Islam Negeri Mahmud Yunus Batusangkar Penelitian ini dilatarbelakangi oleh permasalahan siswa yang mengalami kesulitan dalam menyelesaikan soal matematika berbasis High Order Thinking Skills (HOTS). Kesulitan ini muncul akibat adanya hambatan belajar (learning obstacles) yang meliputi lemahnya pemahaman konsep dasar, kurangnya keterampilan analisis, serta strategi pemecahan masalah yang kurang efektif. Hambatan-hambatan ini berdampak pada rendahnya kemampuan siswa untuk memahami, menganalisis, dan menyelesaikan soal matematika yang membutuhkan tingkat pemikiran kritis dan kreatif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hambatan belajar yang dialami siswa dalam menyelesaikan soal matematika berbasis HOTS di kelas VII SMP Negeri 3 Batusangkar. Fokus penelitian ini adalah mengidentifikasi dan mengkaji jenis-jenis hambatan belajar yang muncul pada siswa dengan berbagai tingkat kemampuan matematika. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan metode fenomenologi untuk memahami pengalaman belajar siswa secara mendalam. Subjek penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VII.5, teknik pemilihan subjek penelitian tersebut ditentukan dengan menggunakan teknik Purposive sampling. Instrumen penelitian yaitu peneliti sendiri selaku intrumen utama dan instrumen pendukung yaitu tes soal HOTS dan pedoman wawancara. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui tes soal HOTS dan wawancara mendalam. Teknik analisis data yang digunakan adalah model Miles dan Huberman dengan tahapannya yaitu mereduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan/Verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hambatan belajar matematika siswa dalam menyelesaikan soal HOTS dapat dikategorikan menjadi hambatan ontogenik, dan epistemologidengan tingkat kesulitan yang berbeda berdasarkan kemampuan siswa. Hambatan ontogenik terjadi pada siswa dengan kemampuan sedang dan rendah akibat perkembangan kognitif yang belum matang serta kurangnya pengalaman dalam menyelesaikan soal yang kompleks. Hambatan epistemologi ditemukan pada semua kelompok siswa dan dapat diklasifikasikan ke dalamhambatan konsep, prosedural, dan teknik operasional. Hambatan konsepterjadi ketika siswa kesulitan memahami hubungan antara bilangan positif dan negatif, terutama dalam garis bilangan. Hambatan prosedural muncul ketika siswa mengalami kesulitan dalam menyusun langkah-langkah penyelesaian secara sistematis, sedangkan hambatan teknikoperasional terjadi saat siswa mengalami kesalahan dalam menerapkan aturan operasi bilangan bulat. Hasil penelitian ini mengindikasikan perlunya strategi pembelajaran yang disesuaikan dengan tingkat kemampuan siswa, seperti penggunaan alat bantu visual, latihan bertahap, dan pendekatan kontekstual agar siswa lebih memahami operasi bilangan bulat secara konseptual dan prosedural.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK Azzahra Sri Rahayu, NIM: 1930105008, Judul Skripsi: “Analisis Kecemasan Matematis (Math Anxiety) Peserta Didik Dalam Mengerjakan Soal Higher Order Thinking Skills (HOTS) Matematika Di SMP Negeri 1 Kec. Kapur IX”, Program Studi Tadris Matematika, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, Universitas Islam Negeri (UIN) Mahmud Yunus Batusangkar, 2023. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh tingginya kecemasan matematis yang dialami oleh peserta didik dan tuntutan kurikulum yang menuntut peserta didik untuk mempunyai berbagai kemampuan dan keterampilan dalam pembelajaran matematika. Semua kemampuan dan keterampilan tersebut termuat di dalam soal Higher Order Thinking Skills (HOTS) matematika. Kemampuan dan hasil yang diperoleh peserta didik dalam mengerjakan soal HOTS matematika akan berpengaruh apabila peserta didik mengalami kecemasan matematis. Kecemasan matematis yang dialami peserta didik berbeda-beda dan adanya faktor penyebab kecemasan matematis tersebut. Oleh karena itu, penelitian ini membahas bagaimana kecemasan matematis peserta didik dalam mengerjakan soal HOTS matematika dan faktor-faktor apa saja penyebab munculnya kecemasan tersebut. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan metode deskriptif. Subjek pada penelitian ini adalah peserta didik kelas VII.1 SMP Negeri 1 Kec. Kapur IX. Instrumen penelitian yang digunakan ada dua, instrumen utama yaitu peneliti sendiri dan instrument pendukung ada empat yaitu soal Higher Order Thinking Skills (HOTS) matematika, angket kecemasan matematis, pedoman wawancara, dan lembar observasi. Teknik analisis data dalam penelitian ini adalah reduksi data, penyajian data, dan kesimpulan. Pengecekan keabsahan data yang digunakan adalah dengan triangulasi teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Kecemasan matematis yang dialami oleh peserta didik ada beberapa kategori yaitu (a) Peserta didik yang memiliki kecemasan matematis yang dominan pada semua indikator memperoleh hasil jawaban yang tidak sesuai dan tidak mampu dalam mengerjakan soal HOTS matematika, (b) Peserta didik yang memiliki kecemasan matematis dominan pada sikap yang ditunjukkan dan kondisi fisik memperoleh hasil jawaban soal HOTS matematika yang kurang sesuai dan kurang mampu dalam mengerjakan soal yang diberikan, (d) Peserta didik dengan kecemasan matematis yang dominan pada kognitif (cara berpikir) memperoleh hasil jawaban tes yang berbeda-beda. Peserta didik ada yang cukup mampu mengerjakan soal yang diberikan dan ada juga yang tidak mampu dalam mengerjakan soal HOTS (d) Peserta didik dengan indikator kecemasan matematis yang tidak dominan cenderung memperoleh hasil jawaban soal HOTS matematika yang sesuai dan mampu mengerjakan soal yang diberikan (2) Faktor-faktor penyebab kecemasan matematis pada peserta didik dalam mengerjakan soal HOTS matematika adalah peserta didik yang tidak menguasai materi dan tidak menyukai mata pelajaran matematika, sikap atau karakter guru mata pelajaran matematika yang disiplin dan tegas, adanya paksaan dari orang tua terhadap anaknya yang harus pandai matematika, dan faktor media pelajaran yang digunakan oleh guru.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Erwin Fernando, NIM. 1730105011 Judul Skripsi “Analisis Kemampuan Berpikir Kreatif Matematis Siswa dalam Menyelesaikan Soal Higher Order Thinking Skills (HOTS) Matematika di Kelas VIII MTsS Thawalib Tanjung Limau pada Materi Statistika”, Jurusan Tadris Matematika Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan Universitas Islam Negeri Mahmud Yunus Batusangkar 2022. Penelitian ini dilatar belakangi oleh pentingnya kemampuan berpikir kreatif dalam pembelajaran matematika, namun masih banyak guru di sekolah yang belum mengetahui kemampuan berpikir kreatif siswa yang diajarnya. Soal HOTS sangat penting bagi dunia pendidikan karena dengan pemberian HOTS ini mampu melatih dan meningkatkan kemampuan berpikir tingkat tinggi siswa, salah satunya kemampuan berpikir kreatif. Oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan berpikir kreatif matematis matematis siswa dalam menganalisis, mengevaluasi dan mencipta soal HOTS matematika di kelas VIII MTsS Thawalib Tanjung Limau. Jenis penelitian yang peneliti gunakan adalah deskriptif kualitatif. Subjek penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII.3 MTsS Thawalib Tanjung Limau tahun ajaran 2021/2022. Pemilihan subjek penelitian menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen penelitian ini antara lain instrument utama yaitu peneliti sendiri dan instrument pendukung yaitu tes kemampuan berpikir kreatif matematis dan pedoman wawancara. Dari penelitian yang dilakukan di lapangan dapat disimpulkan kemampuan berpikir kreatif matematis siswa dalam menganalisis (C4), mengevaluasi (C5) dan mencipta (C6) soal HOTS matematika berada pada kategori cukup kreatif. Mereka hanya mampu menguasai indikator kebaruan atau keluwesan dengan baik.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK Yolanda Syafitri NIM. 1730106056 (2021). Judul Skripsi: “Pengembangan Booklet Digital Berbasis HOTS Sebagai Media Pembelajaran Pada Materi Pencemaran Lingkungan Kelas VII MTsN 8 Tanah Datar”. Jurusan Tadris Biologi, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK), Institut Agama Islam Neger (IAIN) Batusangkar. Penelitian ini dilatar belakangi belum tersedianya media pembelajaran yang digunakan guru dalam melatih kemampuan berpikir tingat tinggi peserta didik, media yang digunakan juga kurang menarik sehingga menyebabkan kurangnya minat belajar peserta didik. Berdasarkan latar belakang diatas penulis melakukan penelitian Pengembangan booklet Digital Berbasis HOTS Sebagai Media Pembelajaran Pada Materi Pencemaran Lingkungan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menghasilkan media pembelajaran dalam bentuk Booklet Digital Berbasis HOTS Pada Materi Pencemaran Lingkungan Kelas VII MTsN 8 Tanah Datar yang valid. Jenis penelitian ini adalah penelitian pengembangan (research and development) menggunakan model 4-D yang terdiri dari tahap define, design, develop dan disseminate. Namun pada penelitian ini peneliti hanya sampai pada tahap develop. Produk Booklet divalidasi oleh 3 orang pakar yang terdiri atas dua orang dosen dan 1 orang guru IPA. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini berupa lembar uji validitas. Analisis data menggunakan analisis deskriptif. Dari penelitian ini diperoleh hasil bahwa booklet digital berbasis HOTS memiliki persentase 88,3% dengan kategori sangat valid berdasarkan aspek syarat didaktik, syarat kontruksi, syarat teknis dan komponen HOTS. Dapat disimpulkan bahwa booklet digital berbasis HOTS yang dikembangkan sangat valid.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini didasarkan pada kurangnya bahan ajar yang terintegrasi HOTS yang digunakan saat pembelajaran, sehingga dapat berdampak pada rendahnya HOTS peserta didik. Bahan ajar yang terintegrasi dengan HOTS dirasa perlu dikembangkan untuk dijadikan sumber belajar oleh peserta didik. Tujuan dari penelitian ini untuk menghasilkan modul kimia terintegrasi Higher Order Thinking Skills (HOTS) pada materi laju reaksi yang valid dan praktis. Penelitian ini menggunakan metode penelitian Research and Development dengan model pengembangan 4D (define, design, develop, dan disseminate). Tetapi tahapan pada penelitian dengan model 4D ini hanya dilakukakan dari tahap pertama hingga ketiga, yaitu: 1) tahap define, dilakukan untuk mendapatkan gambaran kondisi di lapangan, 2) tahap design, dilakukan untuk menyiapkan modul awal terintegrasi Higher Order Thinking Skills (HOTS) pada materi laju reaksi, dan 3) tahap develop, hasil dari modul awal yang dirancang dilanjutkan pada uji validitas dan praktikalitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa : 1) modul kimia terintegrasi Higher Order Thinking Skills sudah memenuhi kriteria valid dengan hasil validasi yang diperoleh 97,5%, 2) modul kimia terintegrasi Higher Order Thinking Skills sudah memenuhi kriteria praktis dengan hasil angket respon pendidik 94,6% dan angket respon peserta didik 91,2%. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa modul kimia yang dikembangkan dapat dijadikan salah satu sumber belajar bagi peserta didik.
BookOpen AccessMetadata saja
2020•Koleksi Perpustakaan
ABSTRAK
RANI SYAFITRI 15300600056, “PENGEMBANGAN MODUL BERBASIS PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TEAM ASSITED INDUVIDUALIZATION (TAI) UNTUK MENINGKATKAN HIGHER ORDER THINGKING SKILLS(HOTS) SISWA PADA MATERI SISTEM SIRKULASI DI SMAN 1 LINTAU BUO UTARA”. Jurusan Tadris Biologi, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Batusangkar, 2019
Permasalahan yang ditemui di SMAN 1 Lintau Buo Utara adalah guru tersebut membuat bahan ajar berupa modul, namun didalam modul tersebut siswa tidak pernah dilatih untuk mengerjakan soal-soal HOTS. Soal-soal latihan yang ada dalam modul tersebut belum bisa meningkatkan kemampuan berfikir tingkat tinggi siswa karena tingkatan soal yang ada dalam modul tersebut hanya mencapai tingkatan C3.
Tujuan dari penelitian ini adalah mengembangkan modul berbasis team assited individualization(TAI) untuk meningkatkan higher order thinking skills (HOTS) siswa pada materi sistem sirkulasi kelas XI SMA yang valid, praktis, dan efektif. Penelitian ini menggunakan metode penelitian pengembangan 4D (define, design, develop, dan disseminate). Tetapi rancangan penelitian pengembangan pada penelitian ini hanya terdiri dari 3 tahap yaitu : (1) tahap define, dilakukan untuk mendapatkan gambaran kondisi di lapangan. (2) tahap design, dilakukan untuk menyiapkan modul berbasis team assited individualization (TAI), dan (3) tahap develop, hasil dari modul yang dirancang dilanjutkan pada uji validitas, praktikalitas, dan efektivitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa : (1) Modul berbasis team assited individualization sudah memenuhi kriteria valid dengan hasil validasi yang diperoleh 83%, (2) Modul team assited individualization sudah memenuhi kriteria praktis yang telah diuji cobakan kepada 30 orang siswa kelas XI IPA 3 dengan hasil angket respon siswa 82% dan angket respon guru 79%, (3) Modul team assited individualization sudah memenuhi kriteria efektif dengan perolehan nilai N-gain sebesar 0,76%.
BookOpen AccessMetadata saja
2020•Koleksi Perpustakaan
ADE HIDAYAT, NIM. 15 3007 00001, Judul Skripsi “Pengaruh Strategi Pembelajaran Peningkatan Kemampuan Berfikir (SPPKB) Terhadap Higher Order Thinking Skills (HOTS) Peserta didik Pada Pembelajaran Fisika Kelas XI SMA N 1 Sungayang”. Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan Jurusan Pendidikan Fisika Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Batusangkar 2019.
Rendahnya HOTS peserta didik pada pelajaran fisika khususnya materi elastisitas dan hukum hooke menjadi titik tolak penelitian ini dilakukan. Hal ini disebabkan berbagai faktor diantaranya: guru masih menggunakan pembelajaran yang bersifat teacher center. Guru masih menekankan proses pembelajaran pada kegiatan mengingat dan memahami materi. Dampaknya adalah peserta didik menjadi pasif dalam menerima pelajaran, peserta didik belum mempunyai keberanian untuk memberikan argumentasi serta menyampaikan ide-ide pada proses pembelajaran. Oleh karena itu, penelitian ini membahas mengenai strategi pembelajaran peningkatan kemampuan berfikir (SPPKB) terhadap Higher Order Thinking Skills (HOTS) peserta didik pada pembelajaran fisika. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah hasil belajar ranah kognitif fisika peserta didik pada materi elastisitas dan hukum hooke yang menggunakan SPPKB lebih baik dari pada yang menggunakan pembelajaran konvensional di kelas XI SMAN 1 Sungayang.
Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen semu dengan rancangan Randomized Control Group Only Design yang dilaksanakan di SMAN 1 Sungayang pada materi elastisitas dan hukum hooke. Populasi dalam penelitian ini adalah peserta didik kelas XI IPA SMAN 1 Sungayang yang terdiri dari 3 kelas (91 orang peserta didik). Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik Random Sampling, dimana kelas XI IPA 2 sebagai kelas kontrol dan kelas XI IPA 1 sebagai kelas ekperimen. Pengumpulan data pada ranah kognitif menggunakan tes tertulis dalam bentuk soal uraian.
Berdasarkan hasil penelitian didapatkan rata-rata hasil belajar peserta didik ranah kognitif pada kelas eksperimen adalah sedangkan pada kelas kontrol adalah 80,9. Setelah dilakukan uji hipotesis secara statistik dengan menggunakan uji-t didapat untuk ranah kognitif harga thitung = 0,25, sedangkan ttabel = 1,67 (pada taraf nyata α = 0,05). Hal ini menunjukkan bahwa thitung<ttabel maka H0 diterima dan H1 ditolak. Maka dapat disimpulkan bahwa HOTS peserta didik pada materi elastisitas dan hukum hooke yang menggunakan strategi pembelajaran peningkatan kemampuan berfikir sama dengan HOTS pembelajaran konvensional di kelas XI SMAN 1 Sungayang.
BookOpen AccessMetadata saja
2020•Koleksi Perpustakaan
Rukiyah Caniago. NIM 15 3007 00025, (2019). Judul Skripsi: “Pengembangan Modul Berorientasi Discovery Based Learning untuk Meningkatkan Higher Order Thinking Skills (HOTS) Peserta Didik pada Materi Elastisitas dan Hukum Hooke Kelas XI SMA/MA”. Jurusan Tadris Fisika, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Batusangkar.
Pokok permasalahan yang ditemui di SMAN 7 Sijunjung adalah peserta didik belum bisa menjawab soal-soal HOTS karena peserta didik kurang terlatih untuk mengerjakan soal–soal HOTS, keterbatasan bahan ajar yang digunakan dalam proses pembelajaran. Guru juga belum ada membuat bahan ajar berupa modul, padahal modul merupakan salah satu sumber belajar mandiri yang dapat dimanfaatkan oleh peserta didik untuk mencapai tujuan pembelajaran yang baik. Berdasarkan hal ini dibutuhkan modul yang mampu membangkitkan minat peserta didik dalam belajar dan peserta didik dapat menemukan konsep pembelajaran dan menyelesaikannya sendiri. Penelitian pengembangan ini bertujuan menghasilkan modul fisika berorientasi Discovery Based Learning untuk meningkatkan HOTS peserta didik pada materi elastisitas dan hukum hooke.
Penelitian ini menggunakan metode penelitian pengembangan 4D (define, design, develop, dan disseminate: (1) tahap define, dilakukan untuk mendapatkan gambaran kondisi di lapangan, dalam tahap ini dilakukan analisis kurikulum, analisis silabus, analisis sumber belajar, dan meriview literatur tentang modul, (2) tahap design, dilakukan untuk menyiapkan prototipe modul berorientasi Discovery Based Learning untuk meningkatkan Higher Order Thinking Skills (HOTS) peserta didik, dan (3) tahap pengembangan, hasil dari prototipe yang dirancang dilanjutkan pada uji validitas, praktikalitas, dan efektivitas modul berorientasi Discovery Based Learning untuk meningkatkan Higher Order Thinking Skills (HOTS) peserta didik. (4) tahap disseminate adalah tahap pengembangan yang tidak dilakukan karena keterbatasan waktu dan biaya.
Data hasil penelitian menunjukkan bahwa : (1) Modul berorientasi Discovery Based Learning sudah memenuhi kriteria sangat valid dengan hasil validasi yang diperoleh 90,4 %, (2) Modul berorientasi Discovery Based Learning sudah memenuhi kriteria praktis yang telah diuji cobakan kepada 30 orang peserta didik kelas XI MIPA 1 dengan hasil angket respon peserta didik 81,67 % dan angket respon guru 93 %, (3) Modul berorientasi Discovery Based Learning sudah memenuhi kriteria efektif dengan perolehan nilai N-gain sebesar 0,73. Peningkatan HOTS masing-masing indikator memperoleh persentase; 1) indikator menganalisis memperoleh peningkatan dengan Ngain= 0,63; 2) indikator mengevaluasi memperoleh peningkatan dengan Ngain= 0,84; 3) indikator mencipta memperoleh peningkatan dengan Ngain= 0,73.
BookOpen AccessPDF tersedia
2018•Koleksi Perpustakaan
FITRI SUSANTI 14 107 012, “PENGEMBANGAN MODUL BERORIENTASI PENDEKATAN SAINTIFIK UNTUK MENINGKATKAN HIGHER ORDER THINKING SKILLS (HOTS) SISWA MATERI USAHA DAN ENERGI KELAS X SMA”. Jurusan Tadris Fisika, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Batusangkar, 2018. Permasalahan yang ditemui di SMAN 1 Sumatera Barat adalah siswa belum bisa menjawab soal dengan kriteria menganalisis (C4) karena siswa kurang dilatih untuk mengerjakan soal menganalisis (C4), keterbatasan bahan ajar yang digunakan oleh guru dan siswa dalam proses pembelajaran dan kurangnya minat belajar siswa dalam mengikuti proses pembelajaran. Guru juga membuat bahan ajar berupa modul, tetapi modul ini hanya sebagai pedoman bagi guru dan isi dari modul tersebut hanya sedikit materi, contoh soal dan latihan soal yang hanya sampai menerapkan (C3). Padahal modul merupakan salah satu sumber belajar mandiri yang dapat dimanfaatkan oleh siswa guna mencapai tujuan pembelajaran yang baik. Berdasarkan hal ini dibutuhkan modul yang mampu membangkitkan minat siswa dalam belajar dan siswa dapat menemukan konsep pembelajaran dan menyelesaikannya sendiri. Jadi salah satu cara yang dapat ditempuh adalah dengan merancang modul yang dapat membangkitkan minat siswa dan melibatkan siswa aktif dalam proses pembelajaran. Tujuan dari penelitian ini adalah mengembangkan modul berorientasi pendekatan saintifik untuk meningkatkan higher order thinking skills (HOTS) siswa materi usaha dan energi kelas X SMA yang valid, praktis, dan efektif. Penelitian ini menggunakan metode penelitian pengembangan 4D (define, design, develop, dan disseminate). Tetapi rancangan penelitian pengembangan pada penelitian ini hanya terdiri dari 3 tahap yaitu : (1) tahap define, dilakukan untuk mendapatkan gambaran kondisi di lapangan, dalam tahap ini dilakukan wawancara dengan guru, analisis kurikulum, analisis silabus, analisis sumber belajar, analisis siswa dan meriview literatur tentang modul, (2) tahap design, dilakukan untuk menyiapkan prototipe modul berorientasi pendekatan saintifik untuk meningkatkan higher order thinking skills (HOTS) siswa, dan (3) tahap pengembangan, hasil dari prototipe yang dirancang dilanjutkan pada uji validitas, praktikalitas, dan efektivitas modul berorientasi pendekatan saintifik untuk meningkatkan higher order thinking skills (HOTS) siswa. Data hasil penelitian menunjukkan bahwa : (1) Modul berorieantasi pendekatan saintifik sudah memenuhi kriteria valid dengan hasil validasi yang diperoleh 86%, (2) Modul berorieantasi pendekatan saintifik sudah memenuhi kriteria praktis yang telah diuji cobakan kepada 33 orang siswa kelas X MIPA 1 dengan hasil angket respon siswa 83% dan angket respon guru 95%, (3) Modul berorieantasi pendekatan saintifik sudah memenuhi kriteria efektif dengan perolehan nilai N-gain sebesar 0,86.
BookOpen AccessMetadata saja
2018•Koleksi Perpustakaan
BookOpen AccessMetadata saja
2018•Koleksi Perpustakaan
BookOpen AccessMetadata saja
2018•Koleksi Perpustakaan
BookOpen AccessMetadata saja
2018•Koleksi Perpustakaan
BookOpen AccessMetadata saja
2018•Koleksi Perpustakaan
BookOpen AccessMetadata saja
2018•Koleksi Perpustakaan
BookOpen AccessMetadata saja
2018•Koleksi Perpustakaan
BookOpen AccessMetadata saja
2018•Koleksi Perpustakaan
History of FISIP UI in Indonesia, a Faculty of Social and Political Sciences, University of Indonesia; volume commemorating the 44th anniversary of FISIP UI.