Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

2 hasil
Subjek: Discovery Based Learning
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGEMBANGAN E-MODUL FISIKA BERBASIS WEB MENGGUNAKAN MODEL DISCOVERY BASED LEARNING PADA MATERI HUKUM NEWTON KELAS X SMA/MA

2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

LENI FITRAWATI, NIM. 1730107012. Judul Skripsi: “ PENGEMBANGAN E-MODUL FISIKA BERBASIS WEB MENGGUNAKAN MODEL DISCOVERY BASED LEARNING PADA MATERI HUKUM NEWTON KELAS X SMA/MA”. Jurusan Tadris Fisika Fakultas dan Ilmu Keguruan Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Batusangkar 2021. Penelitian ini didasari oleh Covid-19 yang mewajibkan siswa belajar di rumah untuk mengikuti proses belajar mengajar. Permasalahan ini terjadi karena menurunnya semangat belajar siswa, siswa yang tidak serius dalam belajar, dan sumber belajar yang tidak mencukupi untuk setiap siswa, sehingga siswa merasa kesulitan dalam memahami dan mempelajari materi pembelajaran yang diberikan guru. E-modul fisika berbasis web menggunakan model discovery based learning memiliki langkah-langkah yaitu: stimulation, problem statement, data collection, data processing, verification, dan generalization. Maka dari itu sangat penting untuk mengembangkan e-modul berbasis web menggunakan model discovery based learning agar dapat meningkatkan minat dan keinginan belajar siswa. Tidak hanya itu dengan model ini siswa juga lebih mudah untuk memahami dan mengerti mengenai konsep pembelajaran secara mandiri yang mana guru berperan sebagai fasilitator dalam pembelajaran. Pengembangan yang dipakai dalam penelitian ini yaitu 4-D (Define, design, develop, disseminate) dalam mengembangkan e-modul fisika berbasis web ini yang digunakan hanya tiga tahapan saja yakni pendefinisian, perancangan, dan pengembangan. E-modul Fisika berbasis web menggunakan model discovery based learning pada materi Hukum Newton kelas X SMA/MA. E-modul fisika ini dilakukan uji coba terbatas pada siswa kelas XI MIPA 1 SMA N 2 Padang Panjang untuk mengetahui respon mengenai kepraktisan dari penggunaan e-modul yang dikembangkan. E-modul fisika yang dikembangkan ini divalidasi oleh 4 validator (3 orang dosen dan 1 orang guru fisika).Hasil penelitian validasi terhadap e-modul fisika berbasis web dengan persentase sebesar 88,6% dengan kriteria sangat valid. Sementara itu uji kepraktisan e-modul Fisika berbasis web yang diujicobakan pada kelas XI MIPA 1 SMA N 2 Padang Panjang dan guru diperoleh persentase praktikalitasnya secara berturut-turut 90,3 % dan 84,6 % dengan kriteria sangat praktis.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

PENGEMBANGAN MODUL BERORIENTASI DISCOVERY BASED LEARNING UNTUK MENINGKATKAN HIGHER ORDER THINKING SKILLS (HOTS) PESERTA DIDIK PADA MATERI ELASTISITAS DAN HUKUM HOOKE KELAS XI SMA/MA

2020•Koleksi Perpustakaan

Rukiyah Caniago. NIM 15 3007 00025, (2019). Judul Skripsi: “Pengembangan Modul Berorientasi Discovery Based Learning untuk Meningkatkan Higher Order Thinking Skills (HOTS) Peserta Didik pada Materi Elastisitas dan Hukum Hooke Kelas XI SMA/MA”. Jurusan Tadris Fisika, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Batusangkar. Pokok permasalahan yang ditemui di SMAN 7 Sijunjung adalah peserta didik belum bisa menjawab soal-soal HOTS karena peserta didik kurang terlatih untuk mengerjakan soal–soal HOTS, keterbatasan bahan ajar yang digunakan dalam proses pembelajaran. Guru juga belum ada membuat bahan ajar berupa modul, padahal modul merupakan salah satu sumber belajar mandiri yang dapat dimanfaatkan oleh peserta didik untuk mencapai tujuan pembelajaran yang baik. Berdasarkan hal ini dibutuhkan modul yang mampu membangkitkan minat peserta didik dalam belajar dan peserta didik dapat menemukan konsep pembelajaran dan menyelesaikannya sendiri. Penelitian pengembangan ini bertujuan menghasilkan modul fisika berorientasi Discovery Based Learning untuk meningkatkan HOTS peserta didik pada materi elastisitas dan hukum hooke. Penelitian ini menggunakan metode penelitian pengembangan 4D (define, design, develop, dan disseminate: (1) tahap define, dilakukan untuk mendapatkan gambaran kondisi di lapangan, dalam tahap ini dilakukan analisis kurikulum, analisis silabus, analisis sumber belajar, dan meriview literatur tentang modul, (2) tahap design, dilakukan untuk menyiapkan prototipe modul berorientasi Discovery Based Learning untuk meningkatkan Higher Order Thinking Skills (HOTS) peserta didik, dan (3) tahap pengembangan, hasil dari prototipe yang dirancang dilanjutkan pada uji validitas, praktikalitas, dan efektivitas modul berorientasi Discovery Based Learning untuk meningkatkan Higher Order Thinking Skills (HOTS) peserta didik. (4) tahap disseminate adalah tahap pengembangan yang tidak dilakukan karena keterbatasan waktu dan biaya. Data hasil penelitian menunjukkan bahwa : (1) Modul berorientasi Discovery Based Learning sudah memenuhi kriteria sangat valid dengan hasil validasi yang diperoleh 90,4 %, (2) Modul berorientasi Discovery Based Learning sudah memenuhi kriteria praktis yang telah diuji cobakan kepada 30 orang peserta didik kelas XI MIPA 1 dengan hasil angket respon peserta didik 81,67 % dan angket respon guru 93 %, (3) Modul berorientasi Discovery Based Learning sudah memenuhi kriteria efektif dengan perolehan nilai N-gain sebesar 0,73. Peningkatan HOTS masing-masing indikator memperoleh persentase; 1) indikator menganalisis memperoleh peningkatan dengan Ngain= 0,63; 2) indikator mengevaluasi memperoleh peningkatan dengan Ngain= 0,84; 3) indikator mencipta memperoleh peningkatan dengan Ngain= 0,73.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail