Hasil pencarian
Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.
Pencarian lanjut AND / OR / NOT
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN CTL (CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING) BERBANTUAN HANDOUT PADA MATERI PENGUKURAN TERHADAP HASIL BELAJAR FISIKA SISWA KELAS X MIPA SMAN 1 PARIANGAN
Westi Widia Wati, NIM. 14 107 047, Judul Skripsi “Penerapan Model Pembelajaran CTL (Contextual Teaching And Learning) Berbantuan Handout Pada Materi Pengukuran Terhadap Hasil Belajar Fisika Siswa Kelas X MIPA SMAN 1 Pariangan”, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan Jurusan Tadris Fisika Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Batusangkar 2018. Hasil belajar fisika siswa khususnya kelas X MIPA SMAN 1 Pariangan masih tergolong rendah. Hal ini dapat dilihat dari nilai rata-rata dan persentase ketuntasan dari tes awal peserta didik kelas X MIPA SMAN 1 Pariangan tahun pelajaran 2018/2019. Rendahnya hasil belajar Fisika siswa disebabkan proses pembelajaran masih berpusat pada guru, tidak adanya kesempatan peserta didik untuk berpendapat secara terbuka, akibatnya peserta didik hanya menerima saja yang disampaikan oleh guru dan peserta didik terbiasa dalam pemahaman materi bersifat penghafalan rumus. Berdasarkan masalah di atas peneliti memberikan solusi untuk menyikapi masalah tersebut, yaitu dengan Penerapan Model Pembelajaran CTL (Contextual Teaching And Learning) Berbantuan Handout di Kelas X MIPA SMAN 1 Pariangan. Model pembelajaran CTL ini untuk meningkatkan hasil belajar peserta didik. Jenis penelitian ini adalah penelitian pre-experiment. Pengambilan sampel menggunakan Total Sampling yang menghasilkan dua kelas sampel yaitu kelas XMIPA 1 sebagai kelas eksperimen dan X MIPA 2 sebagai kelas kontrol. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana hasil belajar fisika siswa yang menerapkan model pembelajaran CTL berbantuan Handout dalam proses pembelajaran. Pengumpulan data menggunakan tes hasil belajar ranah kognitif berupa tes pilihan ganda sebanyak 25 butir soal kemudian data ranah kognitif di analisis secara statistik dengan uji-t. Data ranah afektif dan ranah psikomotor siswa menggunakan lembar observasi aktivitas siswa yang di analisis secara deskriptif kuantitatif. Dari hasil tes akhir yang dilakukan dalam penelitian menunjukkan bahwa hasil belajar fisika siswa pada kelas eksperimen lebih baik dari pada kelas kontrol. Rata-rata nilai akhir siswa untuk ranah kognitif pada kelas eksperimen yaitu 72.19 dengan persentase ketuntasan 50% sedangkan kelas kontrol nilai rata-rata yang diperoleh yaitu 61.85 dengan persentase ketuntasan 21.21 %. Sedangkan rata-rata nilai akhir siswa untuk ranah afektif pada kelas eksperimen adalah 74.09 dan kelas kontrol 69.39 dan untuk rata-rata nilai akhir siswa ranah psikomotor pada kelas eksperimen 73.97 dan kelas kontrol 70.64. Pada penelitian ini juga dilakukan uji hipotesis dengan uji-t untuk ketiga ranah yaitu: kognitif, afektif dan psikomotor. Pada ranah kognitif didapat harga thitung= 3,345, pada ra nah afektif didapatkan harga thitung= 2,253 dan ranah psikomotor didapatkan harga thitung= 1.7, sedangkan tTabel= 1.645 untuk ketiga ranah dan taraf nyata yang digunakan α = 0,05. Berarti thitung>tTabel sehingga H0 ditolak dan H1 diterima, maka dapat disimpulkan bahwa “Hasil belajar fisika peserta didik yang menerapkan model pembelajaran CTL berbantuan Handout lebih baik dari pada hasil belajar fisika siswa yang tidak menggunakan model pembelajaran CTL berbantuan Handout di kelas X MIPA SMA N 1 Pariangan.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN PROJECT BASED LEARNING TERHADAP KETERAMPILAN PROSES SAINS SISWA DALAM PEMBELAJARAN FISIKA DI KELAS XI.IPA SMA N 1 LAREH SAGO HALABAN
TARI RIZDA UTAMI, NIM. 14 107 043, Judul Skripsi“Penerapan Model Pembelajaran Project Based Learning Terhadap Keterampilan Proses Sains Siswa Dalam Pembelajaran Fisika di kelas XI.IPA SMA N 1 Lareh Sago Halaban”, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan Jurusan Tadris Fisika Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Batusangkar 2018. Pokok permasalahan dalam skripsi ini adalah pembelajaran fisika masih berpusat pada guru (teacher centered) serta penilaian lebih menekankan pada hasil ujian saja. Hal ini ditunjukkan dengan masih rendahnya keterampilan proses sains siswa. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui apakah keterampilan proses sains siswa yang diterapkan dengan model pembelajaran berbasis proyek lebih baik dari keterampilan proses sains siswa yang menerapkan model pembelajaran konvensional. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu, dengan rancangan penelitian yaitu Posttest Only Control Group Design. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas XI.IPA SMA N 1 Lareh Sago Halaban yang terdiri dari 4 kelas. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik Simple Random Sampling, sampel yang terpilih adalah kelas XI.IPA.1 sebagai kelas eksperimen dan kelas XI.IPA.3 sebagai kelas kontrol. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan lembar observasi dan laporan proyek. Pengolahan data dilakukan dengan cara uji statistik. Berdasarkan hasil penelitian terlihat bahwa, hasil kemampuan keterampilan proses sains siswa kelas eksperimen diperoleh dengan nilai 78,6 sedangkan pada kelas kontrol dengan nilai 63,5. Uji hipotesis yang dilakukan dengan uji-t dari perhitungan diperoleh thitung = 34,29 dan ttabel = 1,670, karena thitung > ttabel hipotesis diterima. Jadi, dapat disimpulkan kemampuan keterampilan proses sains siswa pada penerapan model pembelajaran Project based learning lebih baik daripada keterampilan proses sains siswa yang menggunakan pembelajaran konvensional.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STUDENT FACILITATOR AND EXPLAINING (SFAE) BERBANTUAN LKPD DI KELAS X MIPA SMA N 1 PARIANGAN
SYAHRUL ABRAR, NIM. 13 107 027, Judul Skripsi “Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Student Facilitator And Explaining (SFAE) Berbantuan LKPD Di Kelas X MIPA SMA N 1 Pariangan”, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan Jurusan Tadris Fisika Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Batusangkar 2018. Hasil belajar fisika siswa khususnya kelas X MIPA SMA N 1 Pariangan masih tergolong rendah. Hal ini dapat dilihat dari nilai rata-rata dan persentase ketuntasan dari ulangan harian peserta didik kelas X MIPA SMA N 1 Pariangan tahun pelajaran 2017/2018. Rendahnya hasil belajar Fisika siswa disebabkan proses pembelajaran masih berpusat pada guru, tidak adanya kesempatan peserta didik untuk berpendapat secara terbuka, akibatnya peserta didik hanya menerima saja yang disampaikan oleh guru dan peserta didik terbiasa dalam pemahaman materi bersifat penghafalan rumus. Berdasarkan masalah di atas peneliti memberikan solusi untuk menyikapi masalah tersebut, yaitu dengan Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Student Facilitator And Explaining (SFAE) Berbantuan LKPD di Kelas X MIPA SMA N 1 Pariangan. Model pembelajaran kooperatif tipe SFAE ini bisa memberikan kebebasan kepada peserta didik untuk memberikan pendapat secara terbuka dan diberikan kesempatan kepada peserta didik untuk menjelaskan kembali materi yang telah dipelajari kepada peserta didik lainnya. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu, dengan rancangan penelitian yang digunakan adalah Randomized Control Group Only. Pengambilan sampel menggunakan Simple Random Sampling yang menghasilkan dua kelas sample yaitu kelas X MIPA 1 sebagai kelas eksperimen dan X MIPA 2 sebagai kelas kontrol. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana hasil belajar fisika peserta didik yang menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe SFAE berbantuan LKPD dalam proses pembelajaran. Pengumpulan data menggunakan tes hasil belajar ranah kognitif berupa tes pilihan ganda sebanyak 25 butir soal kemudian data ranah kognitif di analisis secara statistik dengan uji-t. Data ranah afektif dan ranah psikomotor siswa menggunakan lembar observasi aktivitas peserta didik yang di analisis secara deskriptif kuantitatif. Dari hasil tes akhir yang dilakukan dalam penelitian menunjukkan bahwa hasil belajar fisika peserta didik pada kelas eksperimen lebih baik daripada kelas kontrol. Rata-rata nilai akhir peserta didik untuk ranah kognitif pada kelas eksperimen yaitu 75,65 dengan persentase ketuntasan 61% sedangkan kelas kontrol nilai rata-rata yang diperoleh yaitu 64,32 dengan persentase ketuntasan 36%. Uji hipotesis dilakukan dengan uji-t. Dari perhitungan diperoleh harga thitung = 2,57 sedangkan ttabel = 2,02, pada taraf nyata α = 0,05. Berarti thitung > ttabel sehingga H0 ditolak dan H1 diterima, maka dapat disimpulkan bahwa “Hasil belajar fisika peserta didik yang menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe Student Facilitator And Explaining (SFAE) berbantuan LKPD lebih baik daripada hasil belajar fisika siswa yang tidak menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Student Facilitator And Explaining (SFAE) berbantuan LKPD di kelas X MIPA SMA N 1 Pariangan. Rata-rata nilai akhir peserta didik untuk ranah afektif pada kelas eksperimen adalah 76 dan kelas kontrol 66. Untuk rata-rata nilai akhir peserta didik ranah psikomotor pada kelas eksperimen 80 dan kelas kontrol 73.
PENGARUH MODEL RECIPROCAL TEACHING TERHADAP KEMAMPUAN BERFIKIR KRITIS SISWA DALAM PEMBELAJARAN FISIKA KELAS X SMAN 1 PADANG GANTING
Silviaturrahmi, NIM: 14 107 037, Judul Skripsi “Pengaruh Model Reciprocal Teaching Terhadap Kemampuan Berfikir Kritis Siswa Dalam Pembelajaran Fisika Kelas X SMAN 1 Padang Ganting”. Program Studi Tadris Fisika Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan Insitut Agama Islam Negeri (IAIN) 2018. Kemampuan berfikir kritis merupakan hal penting yang perlu dikembangkan dalam pembelajaran. Dalam kehidupan sehari-hari dalam konteks pembelajaran, seorang siswa pasti pernah dihadapkan pada suatu permasalahan yang mengharuskan untuk memilih, membuat solusi dan mengambil keputusan dengan cepat dan tepat. Kurangnya kemampuan berfikir kritis siswa kelas X SMAN 1 Padang Ganting mengakibatkan nilai siswa kelas X SMAN 1 Padang Ganting belum memuaskan.Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh model Reciprocal Teaching terhadap kemampuan berfikir kritis siswa dalam pembelajaran fisika kelas X SMAN 1 Padang Ganting. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu, dengan rancangan penelitian The Posttest-Only Control Group Design. Populasi dalam penelitian ini adalah semua siswa kelas X SMAN 1 Padang Ganting tahun ajaran 2017/2018 yang terdiri dari empat kelas. Pengambilan sampel pada penelitian ini adalah dengan teknik simple random sampling, Sampel dalam penelitian ini adalah siswa kelas X.2Sebagai kelas eksperimen dan siswa kelas X.1 sebagai kelas kontrol. Data kemampuan berfikir kritis siswa diperoleh dari hasil tes kedua kelas sampel setelah penerapan model Reciprocal Teaching di kelas eksperimen dan pembelajaran secara konvensional di kelas kontrol. Hipotesis diuji dengan menggunakan uji-t. Berdasarkan hasil penelitian, diperoleh rata-rata kemampuan berfikir kritis siswa pada kelas eksperimen adalah 74,1 sedangkan pada kelas kontrol adalah 69,1. Dari uji hipotesis dengan menggunakan uji t, didapatkannilai thitung =2,5533 dan nilai ttabel=1,697 dengan taraf nyata(α=0,05). Karena nilai thitung> ttabel, maka H0 ditolak dan H1 diterima, dengan demikian hipotesis penelitian yang berbunyi kemampuan berfikir kritis siswa dalam pembelajaran fisika yang menggunakan model reciprocal teaching lebih baik dari pada pembelajaran konvensional di kelas X SMAN 1 Padang Ganting dapat diterima dengan taraf kepercayaan 95%. Jadi, dapat disimpulkan kemampuan berfikir kritis siswa dengan model Reciprocal Teaching lebih baik daripada kemampuan berfikir krits siswa dengan pembelajaran secara konvensional.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN CORE (CONNECTING, ORGANIZING, REFLECTING, EXTENDING) BERBANTUAN HANDOUT TERHADAP HASIL BELAJAR FISIKA SISWA KELAS XI IPA SMAN 2 KOTA SOLOK
Shantri Ulva Yanti, NIM. 14 107 036, Judul Skripsi “Penerapan Model Pembelajaran CORE (Conecting, Organizing, Reflecting, Extending) Berbantuan Handout Terhadap Hasil Belajar Fisika Siswa Kelas XI IPA SMAN 2 Kota Solok”, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan Jurusan Tadris Fisika Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Batusangkar 2018. Pokok permasalahan penelitian ini adalah siswa kelas XI IPA memiliki hasil belajar yang tergolong cukup rendah. Rendahnya hasil belajar fisika siswa disebabkan karena siswa tidak ingin membiasakan dirinya untuk berpikir lebih dalam menyelesaikan suatu masalah. Tidak ada siswa yang mempunyai inisiatif untuk bertanya, padahal siswa belum mengerti tentang pelajaran yang dijelaskan dan ketika guru memberikan soal kepada siswa dengan langkah yang sama namun soalnya berbeda, siswa tidak dapat mengembangkan, mengeluarkan ide-ide dan pendapat terhadap soal yang diberikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah hasil belajar siswa dengan penggunaan model pembelajaran CORE berbantuan handout lebih baik dari pembelajaran tanpa penggunaan model pembelajaran CORE berbantuan handout pada kelas XI IPA di SMAN 2 Kota Solok. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu, dengan rancangan penelitian yang digunakan adalah The posttest-only Control Group Design yang menghasilkan dua kelas sample yaitu kelas XI IPA 1 sebagai kelas eksperimen dan XI IPA 2 sebagai kelas kontrol. Pengumpulan data menggunakan tes hasil belajar ranah kognitif berupa tes pilihan ganda sebanyak 20 butir soal kemudian data ranah kognitif di analisis secara statistik dengan uji-t. Data ranah afektif dan ranah psikomotor siswa menggunakan lembar observasi aktivitas siswa yang di analisis secara deskriptif kuantitatif. Dari hasil tes akhir yang dilakukan dalam penelitian menunjukkan bahwa rata-rata nilai akhir siswa untuk ranah afektif pada kelas eksperimen adalah 72 dan kelas kontrol 71,25. Untuk rata-rata nilai akhir siswa ranah psikomotor pada kelas eksperimen 74,63 dan kelas kontrol 73,33. Dan rata-rata nilai akhir siswa untuk ranah kognitif pada kelas eksperimen yaitu 71,406 dengan persentase ketuntasan 53 % sedangkan kelas kontrol nilai rata-rata yang diperoleh yaitu 64,027 dengan persentase ketuntasan 31 %. Uji hipotesis dilakukan dengan uji-t. Dari perhitungan diperoleh harga thitung= 2,0668 sedangkan ttabel= 1.645, pada taraf nyata α = 0,05. Berarti thitung>ttabel sehingga H0 ditolak dan H1 diterima, maka dapat disimpulkan bahwa “Hasil belajar fisika siswa yang menerapkan model pembelajaran CORE berbantuan Handout lebih baik dari pada hasil belajar fisika siswa yang tidak menggunakan model pembelajaran CORE berbantuan Handout di kelas XI IPA SMAN 2 Kota Solok.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN PROJECT BASED LEARNING TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KREATIF PESERTA DIDIK KELAS X MIPA SMAN 1 KECAMATAN SULIKI PADA MATERI MOMENTUM DAN IMPULS
PABRI TRISNA, NIM. 14 107 027, Judul Skripsi “Pengaruh Model Pembelajaran Project Based Learning (PjBL) terhadap Kemampuan Berpikir Kreatif Peserta Didik Kelas X MIPA SMAN 1 Kecamatan Suliki Pada Materi Momentum dan Impuls”. Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan Jurusan Pendidikan Fisika Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Batusangkar 2018. Pendidikan diarahkan untuk mengembangkan kemampuan berpikir peserta didik khususnya kemampuan berpikir kreatif peserta didik. Namun selama ini pembelajaran di sekolah masih menekankan pada perubahan kemampuan berpikir pada tingkat dasar, belum memaksimalkan kemampuan berpikir tingkat tinggi peserta didik, serta sering menggunakan pembelajaran yang berpusat pada guru. Guru masih menekankan proses pembelajaran pada kegiatan mengingat dan memahami materi. Sedangkan kegiatan menganalisis, mengevaluasi, dan menciptakan yang merupakan indikator dari keterampilan berpikir tingkat tinggi belum terbiasa dilatihkan. Dampaknya adalah peserta didik menjadi pasif dalam menerima pelajaran dan tidak terbiasa untuk berpikir kreatif dalam menyelesaikan masalah. Oleh karena itu, penelitian ini melaporkan tentang model pembelajaran PjBL yang dapat membimbing peserta didik untuk dapat berpikir kreatif seperti tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana pengaruh model pembelajaran PjBL terhadap kemampuan berpikir kreatif peserta didik. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen semu dengan desain randomized control–group posttest only design yang dilaksanakan di SMAN 1 Kecamatan Suliki pada materi Momentum dan Impuls. Populasi dalam penelitian ini adalah peserta didik kelas X MIPA SMAN 1 Kecamatan Suliki yang terdiri dari 5 kelas dengan total 142 peserta didik. Sampel penelitian ini diambil dengan menggunakan teknik simple random sampling sehingga diperoleh kelas eksperimen dan kelas kontrol adalah kelas X MIPA 2 dan kelas X MIPA 1. Data dikumpulkan dengan metode observasi dan tes. Data penelitian dianalisis secara deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata hasil posttest kemampuan berpikir kreatif peserta didik kelas eksperimen lebih tinggi dibandingkan kelas kontrol. Rata-rata hasil tes kemampuan berpikir kreatif peserta didik pada kelas eksperimen adalah 52,66 sedangkan pada kelas kontrol adalah 42,57. Rata-rata perolehan skor observasi ciri-ciri peserta didik yang kreatif selama proses pembelajaran kelas eksperimen dan kelas kontrol secara berturut-turut adalah 58 (kategori cukup kreatif) dan 71 (kategori kreatif). Setelah dilakukan uji hipotesis secara statistik dengan menggunakan uji-t terhadap hasil tes didapat harga thitung = 2,19 , sedangkan ttabel = 1,701 (pada taraf nyata α = 0,05), dan uji hipotesis terhadap hasil observasi menggunakan uji chi-kuadrat didapat harga thitung = 15,736 , sedangkan ttabel = 5,991 (pada taraf nyata α = 0,05). Hal ini menunjukkan bahwa thitung > ttabel maka H0 ditolak dan H1 diterima. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa kemampuan berpikir kreatif peserta didik yang belajar dengan model pembelajaran project based learning lebih baik dibandingkan dengan peserta didik yang belajar dengan model pembelajaran konvensional.
PENERAPAN STRATEGI ACTIVE LEARNING DENGAN METODE ACTIVE KNOWLEDGE SHARING TERHADAP HASIL BELAJAR FISIKA PADA MATERI PENGUKURAN KELAS X DI MAN PADANG JAPANG
OKTAVIANDA. NIM. 11 107 037. Judul Skripsi “Penerapan strategi Active Learning dengan metode Active Knowledge Sharing terhadap hasil belajar fisika pada materi pengukuran kelas X di MAN Padang Japang”, Jurusan Tadris Fisika Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Batusangkar 2018. Hasil belajar fisika peserta didik khususnya kelas X MAN Padang Japang masih belum memuaskan. Hal ini dapat dilihat dari persentase ketuntasan dari Nilai tes awal kelas X MAN Padang Japang tahun pelajaran 2018/2019. Rendahnya hasil belajar fisika siswa dipengaruhi oleh berbagai faktor diantaranya guru hanya menggunakan strategi dan metode yang konvensional, sehingga ini menjadikan pembelajaran kurang menarik dan membosankan bagi siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat pengaruh yang berarti terhadap hasil belajar siswa dengan penerapan strategi active learning dengan metode active knowledge sharing terhadap hasil belajar pada materi pengukuran kelas X MAN Padang Japang. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu, dengan rancangan Postest Only Control Group Design. Populasi dalam penelitian ini adalah peserta didik kelas X MAN Padang Japang yang terdiri atas 2 kelas yang jumlah totalnya 34 orang. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik total sampling, sampel yang terpilih adalah kelas X IPA 1 sebagai kelas eksperimen dan kelas X IPA 2 sebagai kelas kontrol. Pengumpulan data dalam penelitian menggunakan tes hasil belajar untuk ranah kognitif yang terdiri dari tes objektif sebanyak 10 soal. Sementara data ranah afektif dan psikomotor peserta didik didapat menggunakan lembar observasi aktivitas peserta didik yang dianalisis secara deskriptif kuantitatif. Dari hasil tes akhir yang dilakukan hasil belajar fisika peserta didik pada kelas eksperimen lebih baik daripada kelas kontrol. Rata-rata nilai akhir siswa untuk ranah kognitif pada kelas eksperimen yaitu 80,59 dengan persentase ketuntasan 76% sedangkan kelas kontrol nilai rata-ratanya yaitu 70,59 dengan persentase ketuntasan 47%. Untuk ranah afektif, nilai rata-ratanya 73,897 untuk kelas eksperimen dan 70,098 untuk kelas kontrol. Sedangkan untuk ranah psikomotor nilai rata-rata untuk kelas eksperimen 73,529 dan untuk kelas kontrol 67,647. Uji hipotesis yang dilakukan dengan uji-t didapat harga thitung untuk ranah kognitif = 2,383 sedangkan ttabel = 1,69 (pada taraf nyata α = 0,05). Dari semua data di dapatkan thitung>ttabel sehingga H0 ditolak, maka data signifikan dan dapat disimpukan bahwa: “terdapat pengaruh yang berarti pada penerapan strategi Active Learning dengan metode Active Knowledge Sharing terhadap hasil belajar fisika pada materi pengukuran kelas X MAN Padang Japang”.
PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN FISIKA BERINTEGRASI ALQURAN SESUAI TUNTUTAN KURIKULUM 2013 PADA MATERI MOMENTUM DAN IMPULS KELAS X SMA
MEGA ROZA LIA. 14 107 018. “PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN FISIKA BERINTEGRASI ALQURAN SESUAI TUNTUTAN KURIKULUM 2013 PADA MATERI MOMENTUM DAN IMPULS KELAS X SMA”. Jurusan Tadris Fisika, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Batusangkar, 2018. Masalah yang ditemui di SMAN 1 Sumatera Barat adalah guru masih menggunakan format lama dalam penulisan RPP, belum adanya integrasi Alquran dalam proses pembelajaran sesuai dengan pedoman yang diberikan dinas pendidikan provinsi Sumatera Barat, sebagian peserta didik tidak memiliki buku pegangan dikarenakan buku yang ada diperpustakaan masih dalam tahap pendataan sehingga peserta didik belum dapat melakukan peminjaman, guru cenderung menggunakan metode ceramah dan dalam penilaian guru cenderung menilai aspek kognitif yang dinilai pada akhir jam pelajaran. Hal ini menyebabkan pelajaran fisika menjadi sulit dipahami dan membosankan. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan (research and development). Instrumen pengumpulan data yang digunakan adalah lembar validasi perangkat pembelajaran (modul, RPP, instrumen penilaian), angket respon dan lembar observasi keterlaksanaan. Uji validasi dibantu oleh 3 orang dosen dan 2 orang guru, setelah uji kelayakan perangkat pembelajaran, maka dilakukan uji praktikalitas dengan melibatkan 34 orang peserta didik dan 1 orang guru. Uji ini menggunakan angket respon guru dan peserta didik. Pengisian lembar validasi dan instumen penelitian menggunakan skala Likert dengan range 1-4 dan data yang didapat kemudian dianalisis secara kuantitatif sesuai dengan kriteria validitas dan praktikalitas. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa perangkat pembelajaran fisika berintegrasi Alquran sesuai tuntutan kurikulum 2013 pada materi momentum dan impuls memenuhi kategori sangat valid dan sangat praktis digunakan, dengan hasil validitas yang diperoleh 86,3% untuk modul, 92,5% untuk RPP dan 88,125% untuk instrumen penilaian. Hasil praktikalitas yang diperoleh dari intrumen penelitian sebesar 89,6% dari hasil angket respon peserta didik dan 95,8% dari hasil angket respon guru.
PENGARUH PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TEAMS GAMES TOURNAMENT (TGT) BERBANTUAN HANDOUT TERHADAP HASIL BELAJAR FISIKA SISWA DALAM MATERI USAHA DAN ENERGI KELAS X MIA DI SMA N 1 SUNGAYANG
FADILLA SUSANTI, NIM. 14 107 010, Judul Skripsi “Pengaruh Pembelajaran Kooperatif Tipe Teams Games Tournament (TGT) Berbantuan Handout Terhadap Hasil Belajar Fisika Siswa Dalam Materi Usaha Dan Energi Kelas X MIA Di SMA N 1 Sungayang”, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan Jurusan Pendidikan Fisika Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Batusangkar 2018. Permasalahan yang ditemui di SMA N 1 Sungayang khususnya kelas X Mia adalah hasil belajar siswa masih rendah. Rendahnya hasil ujian siswa ini diduga karena proses pembelajaran masih monoton dan siswa hanya menunggu informasi yang berisikan konsep-konsep yang dijelaskan oleh guru di dalam kelas. Konsep-konsep tersebut seharusnya dikuasai oleh siswa agar mereka dapat menyelesaikan permasalahan fisika yang ditemuai dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu, dalam proses pembelajaran tingkat individualismenya masih tinggi, sehingga siswa yang aktif hanya siswa yang pintar saja sedangkan yang memiliki kemampuan sedang tidak terlibat aktif dalam proses pembelajaran. Untuk meningkatkan hasil belajar siswa terhadap materi yang diajarkan, komponen utama yang sangat berperan penting adalah keaktifan, interaksi dan kemampuan kerjasama siswa dalam kegiatan belajar mengajar, serta sumber belajar yang mendukung. Metode pembelajaran yang bisa digunakan dalam pembelajaran fisika untuk meningkatkan tiga kemampuan tersebut salah satunya adalah pembelajaran kooperatif. Penelitian adalah pembelajaran kooperatif tipe Teams Games Tournamen (TGT) bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat Pengaruh Pembelajaran Kooperatif Tipe Teams Games Tournament (TGT) Berbantuan Handout Terhadap Hasil Belajar Siswa Dalam Materi Usaha Dan Energi Kelas X MIA Di SMA N 1 Sungayang. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu, dengan rancangan posttest only control group Design. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas X Mia SMA N 1 Sungayang yang terdiri atas 3 kelas yang berjumlah 87 orang. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik Random sampling. Sampelnya adalah kelas X MIA1 sebagai kelas eksperimen yang beranggotakan 29 orang dan kelas X MIA3 sebagai kelas kontrol yang beranggotakan 28 orang. Pengumpulan data dalam penelitian menggunakan tes hasil belajar untuk ranah kognitif yang terdiri dari tes objektif sebanyak 15 butir soal. Dari hasil tes akhir menunjukkan bahwa rata-rata nilai akhir siswa untuk ranah kognitif pada kelas eksperimen yaitu 77,86 dengan persentase ketuntasan 53,57% sedangkan kelas kontrol nilai rata-ratanya yaitu 72,86 dengan persentase ketuntasan 37,71%. Uji hipotesis yang dilakukan dengan uji-t didapat harga thitung untuk ranah kognitif = 1,781 sedangkan ttabel = 1,674 (pada taraf nyata α = 0,05). Hasil uji hipotesis menunjukkan thitung > ttabel maka H0 ditolak H1 diterima, sehingga disimpulkan bahwa “Terdapat pengaruh positif pembelajaran kooperatif tipe TGT berbantuan Handout terhadap hasil belajar fisika siswa dalam materi usaha dan energi kelas X MIA di SMA N 1 Sungayang”.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN PDEODE (PREDICT, DISCUSS I, EXPLAIN I, OBSERVE, DISCUSS II, EXPLAIN II) BERBANTUKAN LKPD TERHADAP HASIL BELAJAR FISIKA PESERTA DIDIK PADA MATERI GELOMBANG BUNYI DAN CAHAYA DI KELAS XI IPA MAN 1 PADANG PANJANG
VITRI ARDILA, NIM. 14 107 046, Judul Skripsi “Pengaruh Model Pembelajaran PDEODE (Predict, Discuss I, Explain I, Observe, Discuss II, Explain II) Berbantukan LKPD Terhadap Hasil Belajar Fisika Peserta Didik Pada Materi Gelombang Bunyi dan Cahaya Di Kelas XI IPA MAN 1 Padang Panjang”, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan Jurusan Tadris Fisika Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Batusangkar 2018. Rendahnya nilai peserta didik pada pelajaran fisika khususnya materi gelombang bunyi dan cahaya menjadi titik tolak penelitian ini dilakukan. Hal ini disebabkan berbagai faktor diantaranya: pemahaman konsep fisika peserta didik masih rendah, peserta didik tidak terlibat secara aktif seperti mengamati, melakukan percobaan, mengumpulkan data, dan menyimpulkan, serta pada saat pembelajaran guru jarang memperlihatkan fenomena nyata dalam kehidupan sehari-hari. Di samping itu, pembelajaran oleh guru cenderung hanya mengembangkan beberapa keterampilan saja dan penggunaan model pembelajaran yang kurang sesuai. Untuk mengatasi hal tersebut, dilakukan penelitian tentang pengaruh model pembelajaran PDEODE (Predict, Discuss I, Explain I, Observe, Discuss II, Explain II) berbantukan LKPD terhadap hasil belajar Fisika peserta didik pada materi gelombang bunyi dan cahaya di kelas XI IPA MAN 1 Padang Panjang. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu, dengan rancangan Randomized Subjects Posttest Only Control Group Design. Populasi dalam penelitian ini adalah peserta didik kelas XI IPA MAN 1 Padang Panjang yang terdiri dari 2 kelas (49 orang peserta didik). Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik Total Sampling, dimana kelas XI IPA 1 sebagai kelas eksperimen dan kelas XI IPA 2 sebagai kelas kontrol. Pengumpulan data pada aspek kognitif menggunakan tes tertulis dalam bentuk soal pilihan ganda, untuk aspek afektif menggunakan lembar observasi, lembar penilaian diri, dan lembar penilaian antar teman, dan untuk aspek psikomotor menggunakan lembar observasi diskusi. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan nilai rata-rata peserta didik untuk ranah kognitif pada kelas eksperimen yaitu 71,56 dengan persentase ketuntasan 54% sedangkan kelas kontrol nilai rata-ratanya yaitu 59,76 dengan persentase ketuntasan 32%. Untuk ranah afektif, nilai rata-ratanya 75,04 untuk kelas eksperimen dan 70,84 untuk kelas kontrol. Sedangkan untuk ranah psikomotor nilai rata-rata untuk kelas eksperimen 72,65 dan untuk kelas kontrol 66,75. Hasil perhitungan dengan uji-t didapat harga thitung untuk ranah kognitif = 2,065 sedangkan ttabel = 1,677. Harga thitung untuk ranah afektif = 1,732 sedangkan ttabel = 1,677, dan harga thitung untuk ranah psikomotor = 1,79 sedangkan ttabel = 1,677 (pada taraf nyata α = 0,05). Dapat dilihat bahwa untuk semua ranah baik kognitif,afektif, psikomotor didapatkan thitung > ttabel sehingga H0 ditolak dan H1 diterima, dengan demikian "terdapat pengaruh yang berarti dengan penerapan model pembelajaran PDEODE berbantukan LKPD terhadap hasil belajar fisika peserta didik pada materi gelombang bunyi dan cahaya di kelas XI IPA MAN 1 Padang Panjang”.
Assesmen dan Evaluasi Pembelajaran Fisika
Belajar Fisika Menggunakan Logika
Demonstrasi dan Eksperimen Fisika
Penggunaan Strategi Pembelajaran aktif Tipe Card sort Berbantuan Media alat Eksperimen Sederhana pada Materi fluida Dinamis Di Kelas XI IPA SMAN 2 Sawah lunto
Hasil belajar fisika siswa khususnya kelas XI IPA SMAN 2 Sawahlunto masih tergolong rendah. Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor salah satunya adalah kurangnya keaktifan peserta didik dalam mengikuti pembelajaran fisika sehingga berdampak pada pencapaian hasil belajar peserta didik yang belum memberikan hasil yang memuaskan. Berdasarkan faktor yang mempengaruhi pencapaian hasil belajar peserta didik, maka penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah hasil belajar dengan penggunaan strategi pembelajaran aktif tipe card sort berbantuan media alat eksperimen sederhana pada materi fluida dinamis dikelas XI IPA SMAN 2 Sawahlunto lebih baik dari pada hasil belajar dengan pembelajaran konvensional Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen semu. Perlakuan yang digunakan adalah strategi pembelajaran aktif tipe card sort berbantuan media alat eksperimen sederhana pada kelas eksperimen dan pembelajaran konvensional pada kelas kontrol. Hipotesis dari penelitian ini menyatakan bahwa,” Hasil belajar fisika siswa XI IPA SMAN 2 Sawahlunto yang dijelaskan dengan strategi pembelajaran aktif tipe card sort berbantuan media alat eksperimen sederhana lebih baik dari pada pembelajaran konvensional. Hasil belajar yang di teliti meliputi aspek kognitif, dan aspek afektif saja. Instrumen dalam pengumpulan data mengunakan lembar observasi untuk aspek afektif dan lembar tes tertulis untuk aspek kognitif. Dari hasil analisis data terlihat bahwa pencapaian hasil belajar peserta didik di kelas eksperimen lebih tinggi dari pada pencapaian hasil belajar peserta didik di kelas kontrol. Hal ini dapat dilihat dari pencapaian hasil belajar yang diperoleh oleh peserta didik, dimana pada kelas eksperimen dengan rata-rata kelas 83.48 dan pada kelas kontrol rata-rata kelasnya adalah 76.04. Uji hipotesis dilakukan dengan uji-t dua pihak. Dari perhitungan diperoleh thitung = 1.87 dan t tabel = 1.67. Karena thitung > ttabel , maka H0 ditolak dan H1 diterima. Aspek afektif kelas eksperimen dengan rata- rata 81,33 sedangkan kelas kontrol dengan rata- rata 78,40. Jadi, dapat disimpulkan bahwa hasil belajar dengan penggunaan strategi pembelajaran aktif tipe card sort berbantuan media alat eksperimen sederhana lebih baik dari pada hasil belajar dengan pembelajaran konvensional pada materi fluida dinamis di SMAN 2 Sawahlunto.
Korelasi Pengetahuan Tentang Alat-alat Praktikum Fisika dengan Keterampilan Esensial Laboratorium Siswa kelas X Semester II SMA N 1 Rambatan
Keterampilan esensial yang dimiliki oleh siswa kelas X di SMA N 1 Rambatan masih tergolong rendah. Rendahnya keterampilan esensial laboratorium siswa dipengaruhi oleh berbagai faktor diantaranya adalah rendahnya pengetahuan siswa tentang alat-alat praktikum yang akan digunakan. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui seberapa besar korelasi antara pengetahuan tentang alat-alat praktikum fisika dengan keterampilan esensial laboratorium siswa kelas X semester II SMA N 1 Rambatan. Penelitian ini merupakan penelitian field research dengan metode ex-post facto dengan subjek penelitian yaitu siswa kelas X SMA Negeri 1 Rambatan tahun ajaran 2015/2016 yang berjumlah 120 orang siswa dengan teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah proportionate random sampling dengan tingkat kesalahan 5%. Metode pengumpulan data dengan metode tes dan lembar obsevasi. Teknik analisa data yang digunakan adalah teknik korelasi product moment dengan tingkat signifikan hasil analisis ditentukan sebesar 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tedapat korelasi positif yang signifikan antara pengetahuan tentang alat-alat praktikum fisika dengan keterampilan esensial laboratorim siswa. Hal ini dibuktikan dengan rhitung (0,598) > rtabel (0,207) dan thitung lebih besar dari ttebel atau 6,68>1,99, sehingga Ha diterima dan Ho ditolak. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan korelasi positif yang signifikan antara pengetahuan tentang alat-alat praktikum fisika dengan keterampilan esensial laboratorium siswa.
PENERAPAN MODEL PROBLEM BASED INTRUCTION (PBI) DENGAN BANTUAN BUKU KERJA SISWA PADA MATERI ALAT-ALAT OPTIK MATA PELAJARAN FISIKA KELAS X IPA DI SMAN 1 LINTAU BUO
persense ketuntasan hasil ujian MID Semester ganjil kelas X IPA SMAN 1 Lintau Buo. Rendahnya hasil belajar fisika diantaranya guru lebih mendominasi kegiatan pembelajaran atau pembelajaran kovensional, sehingga membuat siswa pasif dalam belajar sedangkan siswa hanya menerima penjelasan guru. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah apakah hasil belajar siswa lebih baik dengan penerapan model PBI dengan bantuan buku kerja dari pada hasil belajar siswa yang belajar dengan model konvensional dan tidak memiliki buku kerja pada materi Alat-alat Optik mata pelajaran fisika kelas X IPA di SMA N 1 Lintau Buo?. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah hasil belajar siswa yang belajar dengan model pembelajaran PBI dengan bantuan buku kerja lebih baik dibandingkan dengan hasil belajar siswa yang belajar dengan model konvensional pada materi Alat-alat Optik mata pelajaran fisika kelas X IPA di SMA N 1 Lintau Buo. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X IPA SMA N 1 Lintau Buo tahun ajaran 2015/2016. Teknik pengambilan sampel dengan simple random sampling yang menjadi kelas sampel adalah kelas X IPA1 sebagai kelas eksperimen dan kelas X IPA2 sebagai kelas kontrol. Instrumen yang digunakan adalah tes berbentuk pilihan ganda untuk ranah kognitif dan lembar observasi untuk rahan afektif dan psikomotor. Data hasil belajar fisika siswa diperoleh dari hasil tes akhir dan lembar observasi kedua kelas. Hipotesis diuji dengan menggunakan uji-t dengan data berupa hasil belajar akhir siswa. Berdasarkan hasil penelitian, diperoleh rata-rata hasil belajar fisika pada kelas eksperimen 75,80, sedangkan pada kelas kontrol adalah 70,89. Persentase ketuntasan kelas eksperimen yaitu 75% dan persentase ketuntasan untuk kelas kontrol yaitu 63%. Berdasarkan hasil penelitian kedua kelas berdistribusi normal, memiliki variansi yang homogen dan hipotesis penelitian diterima karena didapat ttabel = 2,00 sedangkan thitung = 2,38, yang berarti thitung ˃ ttabel. maka dapat disimpulkan bahwa hasil belajar fisika siswa dengan penerapan model pembelajaran PBI berbantukan buku kerja pada kelas eksperimen lebih baik dari pada hasil belajar siswa dengan pembelajaran secara konvensional.
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN MENGGUNAKAN APLIKASI MINDJET MINDMANAGER DALAM PEMBELAJARAN FISIKA KELAS VIII SEMESTER SATU
Guru dituntut untuk mampu menyajikan materi pelajaran dengan optimaldi sekolah agar tujuan pembelajaran dapat tercapai, sehingga diperlukankreatifitas dan gagasan baru untuk mengembangkan cara penyajian materipelajaran. Kreatifitas yang dimaksud adalah kemampuan seorang guru dalammemilih media serta bahan ajar yang tepat dalam penyajian materi pelajaran.Kenyataan di lapangan, berdasarkan hasil wawancara peneliti dengan guru Fisikadi SMPN 1 Rambatan, media pembelajaran yang digunakan dalam pembelajaran sangat minim. Guru hanya memanfaatkan media yang ada dalam kelas seperti papan tulis. Keadaan tersebut membuat siswapasif dalam pembelajaran. Untuk mengatasi masalah tersebut maka penelitimengembangkan media pembelajaran menggunakan aplikasi mindjet mindmanager. Penelitian inibertujuan untuk menghasilkan media pembelajaran menggunakan aplikasi mindjet mindmanager dalam pembelajaran fisika kelas VIII semester 1 pada materi gerak lurus. Penelitian ini termasuk penelitian pengembangan (research anddevelopment). Penelitian ini terdiri atas tiga tahap yaitu: pendefinisian (define),perancangan (design), dan pengembangan (develop). Tahap pendefinisian (define) atau tahap analisis kebutuhan dilakukan untuk mendapatkan gambaran dilapangan. Kegiatan ini dimulai dengan wawancara dengan guru Fisika SMP kelas VIII,menganalisis silabus pembelajaran Fisika kelas VIII semester 1, menganalisis buku teks yang dipakai guru Fisika di kelas VIII SMP sebagai sumber belajar siswadan menganalisis media pembelajaran yang digunakan untuk manyampaikan materi pembelajaran. Uji coba terbatas dilakukan di SMPN 1 Rambatan terhadap 18 orang siswa dan dibantu oleh 1 orang guru dan 2 orang dosen. Berdasarkan hasil analisis data yang telah dilakukan dapat disimpulkansebagai berikut: (1) Hasil validasi terhadap media pembelajaran menggunakan aplikasi mindjet mindmanager dalam pembelajaran fisika dikembangkan untuk kelas VIII semester I adalah sangat valid denganpresentase 88%. (2) Hasil uji coba yang dilakukan di kelas VIII SMPN 1 Rambatan telah memenuhi kriteria praktikalitas yang dapat dipakai dan dimanfaatkan dalam proses pembelajaran dengan presentase 83,33% atau dengan kategori sangat valid.
PENERAPAN LKS FISIKA BERBASIS PROBLEM BASED LEARNING TERHADAP HASIL BELAJAR FISIKA SISWA KELAS X SMA N 1 BATIPUH
Hasil belajar Fisika siswa kususnya kelas X di SMA N 1 Batipuh masih belum memuaskan. Randahnya hasil belajar Fisika siswa dipengaruhi oleh berbagai faktor diantaranya proses pembelajaran yang terjadi di kelas hanya berpusat pada guru, kurangnya bahan pembelajaran yang kurang menarik bagi siswa. Untuk mengatasi hal tersebut perlu dilakukan perbaikan dalam proses pembelajaran, salah satunya yaitu dengan menggunakan LKS Berbasis Problem Based Learning. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hasil belajar siswa dengan menggunakan LKS berbasis Problem Based Learning . Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu, dengan rancangan Posttest Only Control Group Design. Populasi dalam penelitian ini adalah semua siswa kelas X SMA N 1 Batipuh yang terdiri dari 9 kelas. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik Random Sampling, sampel yang terpilih adalah kelas X5 sebagai kelas eksperimen dan kelas X7 sebagai kelas kontrol. Pengumpulan data dalam penelitian menggunakan tes hasil belajar ranah kognitif berupa tes pilihan ganda sebanyak 19 butir soal, ranah afektif dan ranah psikomotor penilaiannya menggunakan lembar observasi. Secara umum, hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil belajar fisika siswa dalam pembelajaran pada kelas eksperimen lebih baik dari kelas kontrol, yakni nilai rata-rata hasil belajar kelas eksperimen 73,19 dan kelas kontrol 68,49. Uji hipotesis dilakukan dengan uji-t. Dari perhitungan diperoleh t hitung = 3,26 dan t tabel = 2,00. Karena t hitung > t tabel hipotesis diterima yakni hasil belajar fisika kelas X SMA N 1 Batipuh dengan menggunakan LKS berbasis Problem Based Learning lebih baik dari hasil belajar Fisika siswa yang menggunakan pembelajaran konvensional.
PENERAPAN LEMBAR KERJA SISWA (LKS) FISIKA BERBASIS DISCOVERY LEARNING PADA MATERI FLUIDA STATIS DI KELAS X MAN 1 PAYAKUMBUH
Hasil belajar Fisika siswa khususnya kelas X MAN 1 Payakumbuh masih tergolongrendah. Belum adanya LKS yang sesuai dengan kurikulum 2013 menjadi salah satu penyebab kurangnya semangat siswa dalam belajar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah hasil belajar fisika kelas X jika menggunakan Penerapan Lembar Kerja Siswa (LKS) Fisika Berbasis Discovery Learninglebih baik dari pada tidak menggunakan LKS Discovery Learningpada Materi Fluida Statis di Kelas X MAN 1 Payakumbuh. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu, dengan rancangan Randomized control–group posttest only Design.Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas XMAN 1 Payakumbuh yang terdiri atas2kelas yang terdiri dari 50 orang (25 kelas eksperimen dan 25 kelas kontrol). Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik Lotting, sampel yang terpilih adalahkelasX MIA 2 sebagai kelas eksperimen dan kelas X MIA 1 sebagai kelas kontrol. Pengumpulan data dalam penelitian menggunakan tes hasil belajar untuk ranah kognitif yang terdiri dari tes essay sebanyak 6 soal. Sementara data ranah afektif dan psikomotor siswa di dapatmenggunakan lembar observasi aktivitas siswa yang dianalisis secara deskriptif kuantitatif. Dari hasil tes akhir yang dilakukan hasil belajar fisika siswa pada kelas eksperimen lebih baik daripada kelas kontrol. Rata-rata nilai akhir siswa untuk ranah kognitif pada kelas eksperimen yaitu 75,38 dengan persentase ketuntasan 60% sedangkan kelas kontrol nilai rata-ratanya yaitu 60,06 dengan persentase ketuntasan 40%. Untuk ranah afektif, nilai rata-ratanya 71,20 untuk kelas eksperimen dan 66,56 untuk kelas kontrol. Sedangkan untuk ranah psikomotor nilai rata-rata untuk kelas eksperimen 76,48 dan untuk kelas kontrol 64,64. Uji hipotesis yang dilakukan dengan uji-t didapat harga thitung untuk ranah kognitif= 2,5406 , harga thitung untuk ranah afektif= 1,9360 dan harga thitung untuk ranah psikomotor= 2,9090 sedangkan ttabel= 1,7086 (pada taraf nyata α = 0,05). Dari semua data di dapatkanthitung>ttabelmaka H0 ditolak dan H1 diterima. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa “Hasil belajar siswa yang menggunakan LKS berbasis discovery learning lebih baik dari pada yang tidak menggunakan LKS berbasis discovery learning pada materi fluida statis di kelas X MAN 1 Payakumbuh