Abstrak
Shantri Ulva Yanti, NIM. 14 107 036, Judul Skripsi “Penerapan Model Pembelajaran CORE (Conecting, Organizing, Reflecting, Extending) Berbantuan Handout Terhadap Hasil Belajar Fisika Siswa Kelas XI IPA SMAN 2 Kota Solok”, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan Jurusan Tadris Fisika Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Batusangkar 2018. Pokok permasalahan penelitian ini adalah siswa kelas XI IPA memiliki hasil belajar yang tergolong cukup rendah. Rendahnya hasil belajar fisika siswa disebabkan karena siswa tidak ingin membiasakan dirinya untuk berpikir lebih dalam menyelesaikan suatu masalah. Tidak ada siswa yang mempunyai inisiatif untuk bertanya, padahal siswa belum mengerti tentang pelajaran yang dijelaskan dan ketika guru memberikan soal kepada siswa dengan langkah yang sama namun soalnya berbeda, siswa tidak dapat mengembangkan, mengeluarkan ide-ide dan pendapat terhadap soal yang diberikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah hasil belajar siswa dengan penggunaan model pembelajaran CORE berbantuan handout lebih baik dari pembelajaran tanpa penggunaan model pembelajaran CORE berbantuan handout pada kelas XI IPA di SMAN 2 Kota Solok. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu, dengan rancangan penelitian yang digunakan adalah The posttest-only Control Group Design yang menghasilkan dua kelas sample yaitu kelas XI IPA 1 sebagai kelas eksperimen dan XI IPA 2 sebagai kelas kontrol. Pengumpulan data menggunakan tes hasil belajar ranah kognitif berupa tes pilihan ganda sebanyak 20 butir soal kemudian data ranah kognitif di analisis secara statistik dengan uji-t. Data ranah afektif dan ranah psikomotor siswa menggunakan lembar observasi aktivitas siswa yang di analisis secara deskriptif kuantitatif. Dari hasil tes akhir yang dilakukan dalam penelitian menunjukkan bahwa rata-rata nilai akhir siswa untuk ranah afektif pada kelas eksperimen adalah 72 dan kelas kontrol 71,25. Untuk rata-rata nilai akhir siswa ranah psikomotor pada kelas eksperimen 74,63 dan kelas kontrol 73,33. Dan rata-rata nilai akhir siswa untuk ranah kognitif pada kelas eksperimen yaitu 71,406 dengan persentase ketuntasan 53 % sedangkan kelas kontrol nilai rata-rata yang diperoleh yaitu 64,027 dengan persentase ketuntasan 31 %. Uji hipotesis dilakukan dengan uji-t. Dari perhitungan diperoleh harga thitung= 2,0668 sedangkan ttabel= 1.645, pada taraf nyata α = 0,05. Berarti thitung>ttabel sehingga H0 ditolak dan H1 diterima, maka dapat disimpulkan bahwa “Hasil belajar fisika siswa yang menerapkan model pembelajaran CORE berbantuan Handout lebih baik dari pada hasil belajar fisika siswa yang tidak menggunakan model pembelajaran CORE berbantuan Handout di kelas XI IPA SMAN 2 Kota Solok.