ThesisOpen AccessPDF tersedia
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
WIDIA SETIAWATI, NIM. 15300500077, judul skripsi “PENGARUH MATH ANXIETY TERHADAP KEMAMPUAN PEMAHAMAN KONSEP MATEMATIS SISWA BERDASARKAN GENDER KELAS VIII MTsN 07 TANAH DATAR” Jurusan Tadris Matematika Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan Institut Agama Islam Negeri Batusangkar, 2019. Skripsi ini berjumlah 90 halaman. Penelitian ini dilatar belakangi oleh adanya momok yang sudah berkembang dari dahulunya bahwa matematika itu adalah pelajaran yang sangat sulit dan menyeramkan. Kecemasan matematika sering juga disebut dengan math anxiety. Dikarenakan hal tersebut siswa-siswa banyak yang tidak memahami konsep pelajaran matematika tersebut terutama kelas VIII MTsN 07 Tanah Datar, sedangkan kemampuan pemahaman konsep matematis itu merupakan kemampuan matematis yang paling mendasar. Pada perspektif gender pun, dijelaskan bahwa adanya perbedaan pengaruh math anxiety ini terhadap kemampuan pemahaman konsep pada siswa laki-laki dan siswa perempuan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat pengaruh math anxiety terhadap kemampuan pemahaman konsep matematis siswa berdasarkan gender kelas VIII MTsN 07 Tanah Datar. Jenis penelitian yang dilakukan adalah penelitian lapangan (field research). Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIII MTsN 07 Tanah Datar yang berjumlah 59 orang. Teknik penentuan sampel adalah menggunakan teknik simple random sampling. Sampel penelitian adalah 1 kelas yaitu kelas VIII.1 MTsN 07 Tanah Datar yang terdiri dari 20 orang. Data math anxiety berasal dari angket math anxiety dan data kemampuan pemahaman konsep matematis berasal dari tes kemampuan pemahaman konsep matematis siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perbedaan math anxiety berdasarkan gender yang dinyatakan dengan P-value 0,002. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perbedaan kemampuan pemahaman konsep matematis siswa berdasarkan gender yang dinyatakan dengan P-value 0,528. Sedangkan pada uji korelasi didapatkan pearson correllation yaitu -0,698 untuk siswa laki-laki dan -0,963 untuk siswa perempuan, sehingga hipotesis penelitian diterima. Jadi dapat disimpulkan bahwa terdapat korelasi negatif yang signifikan antara math anxiety dengan kemampuan pemahaman konsep matematis siswa berdasarkan gender kelas VIII MTsN 07 Tanah Datar.
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
SITI MAFTUHAH. 2026 NIM, BKPI 222052021, judul Tesis “Hubungan Self-efficacy, Gender dan Suku dengan Pilihan Karir Santri di Pondok Pesantren Modern Darunna’im”. Program Studi Bimbingan dan Konseling Pendidikan Islam, Pascasarjana Universitas Islam Negeri Mahmud Yunus Batusangkar. Kurangnya self-efficacy pada seseorang menimbulkan berbagai permasalahan seperti gangguan akademik, dan psikologis. Bahkan seseorang akan lebih lama mempertimbangkan pilihan karirnya. Gangguan akademik di kalangan remaja sering terjadi dan dipicu oleh tekanan dalam memilih jurusan atau program studi lanjutan, tuntutan prestasi, self-efficacy, serta latar belakang sosial seperti gender dan suku. Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan hubungan antara self efficacy, gender, dan suku dengan pilihan karir. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif korelasional dengan teknik analisis Structural Equation Modeling (SEM) dibantu SmartPLS. Sampel berjumlah 230 santri dari populasi 916 santri Pondok Pesantren Modern Darunna'im, dipilih melalui random sampling. Pengujian hipotesis dilakukan menggunakan Path Coefficient Bootstrapping Direct Effect. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa, self-efficacy terdapat hubungan yang signifikan dengan pilihan karir (P-value 0,000 0,05). Namun, gender dengan pilihan karir terdapat hubungan yang tidak signifikan (P-value 0,313 > 0,05), begitupun suku dengan pilihan karir terdapat hubungan yang tidak signifikan (P-value 0,257 > 0,05). Tetapi jika diuji secara bersamaan self-efficacy, gender dan suku dengan pilihan karir terdapat hubungan yang signifikan, dengan nilai R square 0,660 dengan kategori cukup kuat, temuan ini menunjukkan bahwa meskipun secara parsial atau tidak bersamaan gender dan suku terdapat hubungan yang tidak signifikan, kombinasi ketiga variabel independen secara simultan terdapat hubungan yang cukup kuat dengan pilihan karir. Hal ini konsisten dengan asumsi dasar Social Cognitive Career Theory (SCCT) bahwa faktor person input seperti gender dan latar belakang suku tidak berdiri sendiri terkait hubungan dengan pilihan karir, melainkan bekerja bersama dengan variabel kognitif seperti self-efficacy melalui proses interaksi yang kompleks.
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK Septia Irnanda Saputra, NIM. 242011044. judul Tesis “Analisis Perbedaan Profesionalisme Guru Ditinjau Dari Gender Dan Masa Kerja Di Sd Negeri Gugus 1 Kecamatan Tanjung Gadang Kabupaten Sijunjung”. Manajemen Pendidikan Islam Program Pascasarjana Universitas Islam Negeri (UIN) Muhamad Yunus Batusangkar Profesionalisme guru merupakan faktor kunci dalam peningkatan mutu pendidikan. Namun, dalam praktiknya masih terdapat perbedaan temuan empiris dan asumsi normatif mengenai pengaruh karakteristik demografis guru, khususnya gender dan masa kerja, terhadap profesionalisme guru. Sebagian penelitian menunjukkan adanya perbedaan profesionalisme berdasarkan gender dan pengalaman mengajar, sementara penelitian lain menunjukkan hasil yang tidak konsisten. Ketidakjelasan ini menimbulkan kebutuhan akan kajian empiris untuk menguji secara objektif pengaruh gender dan masa kerja terhadap profesionalisme guru. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis profesionalisme guru ditinjau dari gender dan masa kerja, serta menguji interaksi antara kedua variabel tersebut terhadap profesionalisme guru. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei terhadap 42 guru. Data dianalisis menggunakan uji t, Two Way ANOVA, dan uji nonparametrik Mann–Whitney. Wawancara dilakukan secara terbatas sebagai data pendukung untuk memperkuat dan memperjelas hasil analisis statistik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gender dan masa kerja tidak berpengaruh signifikan terhadap profesionalisme guru, baik secara parsial maupun simultan, serta tidak terdapat interaksi signifikan antara gender dan masa kerja terhadap profesionalisme guru. Temuan statistik ini diperkuat oleh hasil wawancara yang menunjukkan bahwa guru melaksanakan tugas profesional berdasarkan standar kompetensi yang sama tanpa membedakan gender maupun masa kerja. Penelitian ini menyimpulkan bahwa profesionalisme guru lebih dipengaruhi oleh sistem dan budaya sekolah dibandingkan oleh karakteristik demografis individual. Temuan ini memberikan implikasi bagi pengembangan profesional guru yang berbasis kompetensi dan penguatan sistem pembinaan guru di sekolah. Kata Kunci : Profesionalisme Guru, Gender, Masa Kerja
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Roza, NIM 2130307009, Judul Skripsi “Kepemimpinan Perempuan Menurut Pandangan Pemikiran Fatimah Mernissi dan R.A Kartini”. Program Studi Pemikiran Politik Islam, Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah, Universitas Islam Negeri (UIN) Mahmud Yunus Batusangkar. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pemikiran Fatimah Mernissi dan R.A Kartini tentang kepemimpinan perempuan. Dengan menggunakan metode analisis isi (content analysis), penelitian ini mengkaji bagaimana pemikiran kedua tokoh tersebut tentang kepemimpinan perempuan sebagai seorang pemimpin serta relevansi pemikiran tokoh tersebut terhadap keterlibatan perempuan pada demokrasi pada saat ini. Data dikumpulkan dari karya-karya utama kedua tokoh tersebut, surat-surat pribadi, serta kajian sekunder berupa buku, artikel jurnal, dan sumber akademik lainnya. Penelitian ini juga menemukan bahwa pemikiran Fatimah Mernissi dan Kartini, keduanya sama-sama menyuarakan pentingnya peran aktif perempuan dalam ruang publik, termasuk dalam kepemimpinan. Meskipun mereka berasal dari latar sosial dan budaya yang berbeda. Dalam konteks kepemimpinan perempuan, kedua tokoh ini tidak secara langsung menyatakan perempuan boleh menjadi pemimpin negara maupun masyarakat, namun analisis mendalam terhadap tulisan dan gagasan mereka menunjukkan bahwa mereka sama-sama membuka jalan menuju pengakuan terhadap kemampuan dan legitimasi perempuan untuk memimpin pada tingkatan tertinggi. Pemikiran mereka juga sangat relevan dalam konteks keterlibatan perempuan sebagai pemimpin dalam politik di Indonesia pada demokrasi saat ini. Pemikiran kedua tokoh tersebut memiliki hubungan yang kuat sebagai pemimpin negara dalam demokrasi saat ini. Keduanya menyoroti pentingnya kesetaraan gender serta pembebasan perempuan dari tradisi patriarki yang menghalangi mereka untuk terlibat di ruang publik, termasuk dalam posisi kepemimpinan politik.
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
This study investigates the problems faced by male students in writing argumentative essays. The purpose of this study is to find out the problems faced by male students in writing argumentative essays. This research uses a qualitative approach with phenomenological method. The informants of this research are Male students majoring in English Education Class of 2022 who take Argumentative Writing course in the academic year 2023/2024 and have written argumentative essays during the course. Number of informants in this research were five male fourth semester students who were selected using purposive sampling technique by using a questionnaire made with google form. In this study, the researcher acted as a key instrument and the interview guide as a supporting instrument. In collecting data, the researcher conducted interviews with the informants. Furthermore, in analyzing the data, data reduction, data display, and data verification were used. To test the trustworthiness of the data, triangulation was used to confirm unclear information in previous interviews. The results showed that there are psychological problems and linguistic problems faced by male students in writing Argumentative Essay. Psychological problems include laziness and lack of motivation, feeling anxious when writing, stress when writing, feeling nervous when writing, and lack of confidence when writing. Linguistic Problems include spelling mistakes, grammar problems, difficulty writing down ideas, mechanical problems, and vocabulary problems.
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
MELANI FANDANA SHIFA, BKPI. 222052017. Judul Tesis: Pengaruh Tipe Kepribadian , Status Sosial Ekonomi, Gender, Budaya dan Agama Terhadap Perencanaan Karir Siswa SMA Kelas XI. Program Studi Bimbingan dan Konseling, Pascasarjana Universitas Islam Negeri (UIN) Mahmud Yunus Batusangkar. Era 6.0 adalah era kemajuan teknologi yang mengubah cara hidup dan bekerja individu. Perencanaan karir menjadi hal penting untuk menghadapi perubahan tersebut. Proses perencanaan karir tentu tidak akan terlepas dari faktor-faktor yang mempengaruhi. Gambaran kondisi perencanaan karir dan faktor-faktor yang mempengaruhi membantu siswa dalam memahami pilihan dan tujuan karir di masa depan. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran dan kondisi tipe kepribadian, status sosial ekonomi, gender, budaya dan agama sebagai faktor yang mempengaruhi perencanaan karir siswa. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif, dengan desain penelitian survey. Populasi penelitian sebanyak 1728 siswa SMA Negeri se Kota Payakumbuh dan diambil sampel penelitian sebanyak 204 siswa dengan teknik cluster sampling. Teknik pengumpulan data yang dilakukan adalah data demografi, skala perencanaan karir dan skala tipe kepribadian. Teknik analisis data dengan pendekatan Structural Equation Modeling (SEM) berbasis Partial Least Square (PLS). Berdasarkan hasil dari perolehan data didapat bahwa nilai R square sebesar 0,198 bahwa variabel-variabel tipe kepribadian, status sosial ekonomi, gender, budaya, dan agama secara simultan mempengaruhi sekitar 19,8% dari variasi dalam variabel perencanaan karir. Artinya, kombinasi atau gabungan dari tipe kepribadian siswa-siswi, status sosial ekonomi, gender, budaya, dan agama memiliki pengaruh yang lemah tapi signifikan secara statistik. Hasil hipotesis kedua menunjukkan nilai uji t yang dihasilkan sebesar 5,725 > 1,96. Nilai path coefficient tipe kepribadian terhadap perencanaan karir sebesar 0,352 > 0,1 yang berarti bahwa memiliki arah hubungan berbanding lurus atau dapat dikatakan memiliki pengaruh yang signifikan. Hasil hipotesis ketiga menunjukkan nilai uji t yang dihasilkan sebesar 3,262 > 1,96. Nilai path coefficient status sosial ekonomi terhadap perencanaan karir sebesar 0,215 > 0,1 yang berarti bahwa memiliki arah hubungan berbanding lurus atau dapat dikatakan memiliki pengaruh yang signifikan. Hasil hipotesis keempat menunjukkan nilai uji t yang dihasilkan sebesar 0,300 1,96. Nilai path coefficient gender terhadap perencanaan karir sebesar 0,018 > 0,1 yang berarti bahwa memiliki arah hubungan berbanding terbalik atau dapat dikatakan memiliki pengaruh yang tidak signifikan. Hasil hipotesis kelima menunjukkan nilai uji t yang dihasilkan sebesar 0,635 1,96. Nilai path coefficient budaya terhadap perencanaan karir sebesar 0,051 0,1 yang berarti bahwa memiliki arah hubungan berbanding terbalik atau dapat dikatakan memiliki pengaruh yang tidak signifikan. Hasil hipotesis keenam menunjukkan nilai uji t yang dihasilkan sebesar 1,124 1,96. Nilai path coefficient agama terhadap perencanaan karir sebesar -0,096 0,1 yang berarti bahwa memiliki arah hubungan berbanding terbalik atau dapat dikatakan memiliki pengaruh yang tidak signifikan.
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK Rafiq Albar Coffela. NIM 2030108046. Judul Skripsi: “ Tingkat Kecanduan Game Online Berdasarkan Perspektive Gender Di SMAN 1 Pariangan ”. Program Studi Bimbingan dan Konseling, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan Universitas Islam Negeri (UIN) Mahmud Yunus Batusangkar. Pokok permasalahan dalam penelitian ini adalah banyaknya fenomena kecanduan game online pada siswa kelas XI SMAN 1 Pariangan diantaranya yaitu siawa laki laki lebih banyak kecanduan game online ditandai dengan lebih banyak mrnghabiskan waktu di dalam bermain game online di bandingkan siswa perempuan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana gambaran tingkat kecanduan game online berdasarkan perspective gender di SMAN 1 Paringan. Metode penelitian ini adalah penelitian deskriptif kuantitatif dengan metode survey. Populasi dalam penelitian ini adalah kelas IX.F 3 dengan jumlah 32 orang. Jumlah sampel pada penelitian ini 12 orang yang diambil dengan menggunakan teknik total sampling. Berdasarkan penelitian yang penulis lakukan, pengklasifikasian tingkat kecanduan game online siswa perempuan kelas XI.F 3 di SMAN 1 Pariangan, maka dapat diketahui dan dipahami bahwa 2 orang sebanyak 11% berada pada kategori sedang, kemudian 9 orang sebanyak 47% berada pada kategori rendah dan 8 orang sebanyak 42% pada kategori Sangat rendah. Pengklasifikasian tingkat kecanduan game online siswa laki laki kelas XI.F 3 di SMAN 1 Pariangan, maka dapat diketahui dan dipahami bahwa 1 orang sebanyak 7% berada pada kategori Sedang, 10 orang sebanyak 77% berada pada kategori Rendah dan 2 orang sebanyak 15% berada pada kategori Sangat ReNdah. Dari kedua data diatas dapat di pahami bahwa siswa laki laki lebih dominan mengalami kecanduan game online dan siswa laki laki juga lah yang lebih banyak menggunakan game online.
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Lilisriyani. NIM 2030301020 (2020). Judul Skripsi: “Dinamika Terjemahan Ayat-Ayat Gender (Studi Komparatif Al-Qur`an dan Terjemahnya Kemenag RI Edisi 2002 dan Edisi 2019)”. Program Studi Ilmu Al-Qur`an dan Tafsir Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah Universitas Islam Negeri (UIN) Mahmud Yunus Batusangkar Skripsi ini mengkaji terjemahan Al-Qur`an yang diterbitkan oleh Kementerian Agama RI yaitu Al-Qur`an dan Terjemahnya Edisi 2002 dan Edisi Penyempurnaan 2019. Penerjemahan Al-Qur`an merupakan upaya Kementerian Agama sebagai solusi atas meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap pemahaman Al-Qur`an. Al-Qur`an dan Terjemahnya pertama kali diterbitkan pada 17 Agustus 1965. Seiring dengan berkembangnya bahasa Indonesia dan dinamika kehidupan, Al-Qur`an dan Terjemahannya mengalami perbaikan dan penyempurnaan dalam berbagai aspek seperti aspek bahasa, format baca, konsistensi pilihan kata, substansi dan aspek transliterasi. Salah satu dimensi pada Al-Qur`an dan Terjemahnya yang juga mengalami perbaikan dan penyempurnaan adalah terjemahan ayat-ayat gender yang dinilai bias gender dan bersifat partiarkal. Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan kualitatif yang berbasis pada data kepustakaan (library reaserch). Metode penulisan penelitian ini adalah deskriptif-analisis-komparatif, yakni menjelaskan perubahan-perubahan Al-Qur`an dan Terjemahnya dari edisi 2002 ke edisi penyempurnaan 2019 yang berfokus pada ayat-ayat gender pada Qs. An-Nisa`. Hasil Penelitian ini menemukan; Pertama, adanya perubahan pada terjemahan ayat-ayat gender dalam Qs. An-Nisa` dan menyimpulkan adanya kategorisasi perubahan Al-Qur`an dan Terjemahnya edisi 2002 ke edisi 2019 yaitu, perubahan tanda baca, penambahan atau pengurangan kata, struktur kalimat dan perubahan diksi. Kedua, tim penerjemah edisi 2019 menerjemahkan ayat-ayat gender dengan upaya yang lebih inklusif dan sensitif gender seperti terjemahan qawwamun diubah dari pelindung menjadi penanggung jawab, lafal idribuhunna dan nafs wahidah diberi penjelasan pada tanda kurung dan catatan kaki untuk menghindari stereotip gender. Ketiga, perubahan terjemahan memberikan implikasi kepada umat Islam khususnya di Indonesia untuk lebih memahami makna ayat-ayat gender.
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Melva Silvira 2030308005 (2024) Judul Skripsi: “PERAN JURNALIS PEREMPUAN DALAM PELIPUTAN BERITA (Studi Fenomenologi Jurnalis Perempuan binews.id)”. Program Studi Jurnalistik Islam Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah Universitas Islam Negeri (UIN) Mahmud Yunus Batusangkar. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya ketimpangan antara jumlah jurnalis perempuan dengan jurnalis laki-laki di media dan diskriminasi gender yang kerap dialaminya baik itu dalam keredaksian maupun dalam pelaksanaan kerja jurnalistik. Tujuan penelitian ini adalah untuk mencari tahu bagaimana keterlibatan jurnalis perempuan media binews.id dalam peliputan, pemberitaan dan manajemen redaksi di media binews.id Jenis penelitian yang peneliti gunakan adalah kualitatif dengan pendekatan fenomenologi yang digunakan untuk mempelajari bagaimana jurnalis perempuan secara subjektif merasakan pengalaman menjadi jurnalis dan memberikan makna dari pengalaman tersebut. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu wawancara mendalam dengan enam orang Informan dari media binews.id. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa di media binews.id, jumlah jurnalis perempuan memang minim, untuk kualitas pemberitaan dan gaya jurnalismenya berperspektif gender. Artinya, dalam proses liputan dan pembuatan berita di media binews.id, tidak ada diskriminasi dan bias gender, semua disetarakan sesuai situasi dan kondisi. Begitupun dalam manajemen redaksinya, sesuai fungsi manajemen yaitu POAC, jurnalis perempuan turut dilibatkan seperti halnya jurnalis laki-laki. Kata Kunci: Jurnalis, Gender, Manajemen, Redaksi, Peliputan
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Siti Nurhayani, NIM 1930104066, Judul skripsi : “REQUEST SPEECH ACT STRATEGIES EMPLOYED BY EFL LAERNERS AT UIN MAHMUD YUNUS BATUSANGKAR”, jurusan Tadris Bahasa Inggris, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, Universitas Islam Negeri (UIN) Mahmud Yunus Batusangkar. Permasalahan dalam penelitian ini adalah terdapatnya variasi penggunaan ungkapan request strategy yang mengukur pragmatic competence yang dimiliki mahasiswa Jurusan Tadris Bahasa Inggris di UIN Mahmud Yunus Batusangkar. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis apa saja request strategy yang di gunakan oleh mahasiswa jurusan Tadris Bahasa Inggris dan apa request strategy yang paling banyak digunakan oleh mahasiswa bahasa Inggris berdasarkan gender dan gender theory. Penelitian ini menggunakan metode quantitative, dengan cross-sectional survey research sebagai design. Populasi dalam penelitian ini adalah mahasiswa jurusan Tadris Bahasa Inggris semester 6 (2020/2021) UIN Mahmud Yunus Batusangkar yang telah mengikuti perkuliahan Linguistik dan Pragmatik sebanyak 55 orang. Peneliti menggunakan teknik stratified random sampling. Instrumen yang digunakan adalah Written Discourse Completion Test (WDCT) dengan hasil validasi 0.80 (High) dengan kesimpulan Valid. Teknik analisis data adalah menggunakan descriptive statistic berdasarkan Blum-Kulka (1989) request strategies dan gender theory. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa jurusan Tadris Bahasa Inggris memiliki variasi dalam pemilihan request strategy yaitu mood derivable, explicit performative, hedged performative, obligation statements, want statements, suggestory formulae, strong hints and mild hints. Strategi yang paling seiring digunakan adalah Query Preparatory (QP) dengan 62%. Strategi ini diminati karena memiliki precondition untuk viability of requester dengan adanya capability dan willingness. Responden juga mempertimbangkan formality dan 3 faktor sosial: power, rank of imposition and degree of social distance dalam situasi yang diberikan. Selanjutnya, strategi yang paling banyak digunakan mahasiswa dari segi gender adalah Query Preparatory dengan 57% untuk mahasiswa laki-laki dan 63% untuk mahasiswa perempuan. Peneliti juga menemukan teori gender yang digunakan mahasiswa dalam menggunakan strategi request yaitu adanya indikasi the deficit theory dan the difference theory. Hal ini dikarenakan pragmatic competence yang dimiliki mahasiswa sebagai EFL learners.
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Erdila Agustiani, NIM 1730105010, Judul Skripsi “PERBEDAAN KEMAMPUAN BERFIKIR KREATIF MATEMATIS DITINJAU DARI SEGI GENDER PADA SISWA KELAS VIII di MTsN 12 TANAH DATAR”. Jurusan Tadris Matematika Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan Universitas Islam Negeri Mahmud Yunus Batusangkar 2023. Pokok permasalahan dalam skripsi ini yaitu Kelas yang terdapat di sekolah MTsN 12 Tanah Datar dibagi berdasarkan gender atau jenis kelamin , yang mana kelas laki-laki dan kelas perempuan dipisah. Hal ini dapat menyebabkan perubahan kemampuan berpikir kreatif matematis pada siswa, dikarenakan yang biasanya siswa digabung antara laki-laki dan perempuan sekarang dipisah. Kemampuan berpikir laki-laki berbeda dengan kemampuan berpikir perempuan. Siswa cenderung tidak menjawab pertanyaan guru ketika diberi pertanyaan, sehingga hal tersebut belum menunjukan kelancaran siswa dalam mengemukakan gagasan,kurangnya rasa percaya diri, dan kecemasan siswa dalam belajar matematika, Rendahnya kemampuan berpikir kreatif siswa. Jenis penelitian yang peneliti gunakan adalah jenis kuantitatif komperatif. Desain yang digunakan dalam penelitian ini adalah ex post facto atau kasual komperatif. Instrumen penelitian yang digunakan adalah tes kemampuan berpikir kreatif siswa berbentuk tes essay. Pengolahan data dilakukan secara kuantitatif, kemudian dianalisis untuk merumuskan hipotesis penelitian yang diajukan. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh peserta didik kelas VIII di MTsN 12 Tanah Datar tahun ajaran 2022/2023 yang terdiri dari enam kelas. Sampel dalam penelitian ini adalah peserta didik kelas VIII C sebagai kelas bergender perempuan dan VIII E sebagai kelas bergender laki-laki. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah kemampuan berpikir kreatif siswa laki-laki lebih baik dari kemampuan berpikir kreatif siswa perempuan di MTsN 12 Tanah Datar. Hasil penelitian perbedaan kemampuan berpikir kreatif matematis siswa ditinjau dari segi gender. Terdapat perbedaan kemampuan berpikir kreatif matematis siswa antara kelas bergender perempuan dengan kelas bergender laki-laki. Setelah diadakan tes maka diperoleh hasil perhitungan dengan uji-t didapat harga thitung= 2,978 sedangkan ttabel= 1,696 pada taraf kepercayaan α= 0,05. Berarti thitun> ttabel dimana 2,978>1,696 dengan demikian dapat disimpulkan bahwa hipotesis diterima yakni hasil tes kemampuan berpikir kreatif matematis siswa yang bergender perempuan lebih baik dari pada hasil tes kemampuan berpikir kreatif matematis siswa yang bergender laki-laki.
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
RIZKY AZIZ. NIM, 1730105047 judul SKRIPSI “Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis Peserta Didik Dalam Menyelesaikan Soal HOTS Ditinjau Dari Gender di Kelas XI MIPA 3 SMA Negeri 2 Batusangkar”. Jurusan tadris Matematika Universitas Islam Negeri Mahmud Yunus Batusangkar. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya kemampuan peserta didik dalam memecahkan masalah matematis untuk kategori soal HOTS. Namun pada kenyataannya proses pemecahan masalah matematis yang dimiliki peseta didik rata-rata masih rendah. Proses pemecahan masalah setiap peserta didik berbeda-beda, hal tersebut dipengaruhi oleh gender dari peserta didik itu sendiri. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bagaimana kemampuan pemecahan masalah matematis yang dimiliki peserta didik dari masing-masing gender dalam menyelesaikan soal HOTS. Jenis penelitian yang peneliti gunakan adalah penelitian lapangan (Field Research) dengan metode komparatif dan pendekatan kuantitatif. Populasi pada penelitian ini adalah kelas XI MIPA di SMA Negeri 2 Batusangkar sebanyak 75 orang dan sampel yaitu kelas XI MIPA 3 sebanyak 22 orang. Pemilian sampel dilakukan dengan purposive sampling karena kelas ini sebaran peserta didik laki-laki dan perempuan merata, yaitu 11 orag laki-laki dan 11 orang perempuan. Dari kelas tersebut akan dianalisis 2 orang peserta didik dengan kemampuan pemecahan masalah matematis tinggi, 2 orang peserta didik dengan kemampuan pemecahan masalah matematis sedang, dan 2 orang peserta didik dengan kemampuan pemecahan masalah matematis rendah. Masing-masing kategori kemampuan pemecahan masalah terdiri dari 1 orang peserta didik laki-laki dan 1 orang peserta didik perempuan. Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan teknik tes yang dilakukan pada materi turunan. Teknik analisis data yang digunakan yaitu analisis secara statistik deskriptif dan secara statistik inferensial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Secara umum terdapat perbedaan kemampuan pemecahan masalah matematis peserta didik laki-laki dan perempuan dalam menyelesaikan soal HOTS. Perbedaan tersebut bisa dilihat dari rata-rata nilai dari peserta didik laki-laki dan perempuan. Peserta didik laki-laki memiliki rata-rata 66,49 dan peserta didik perempuan 67,83. (2) Setelah dilakukan uji statistik ditemukan hasil perhitungan bahwa H0 diterima dan H1 ditolak, jadi dengan hasil tersebut dikatakan bahwa tidak terdapat perbedaan kemampuan pemecahan masalah matematis peserta didik laki-laki dan peserta didik perempuan dalam menyelesaikan soal HOTS.
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini dilatarbelakangi dengan melihat bagaimana kemampuan berpikir tingkat tinggi siswa berdasarkan gender pada materi sistem gerak pada sekolah Madrasah Aliyah Negeri 2 Tanah Datar yang dalam hal ini melibatkan siswa kelas XI MIPA 1 dan MIPA 2. Pelaksanaan penelitian ini berdasarkan kepada tuntuan abad ke-21 dimana diperlukannya kemampuan berpikir tingkat tinggi siswa dalam menyelesaikan proses pembelajaran dan untuk mengejar ketertinggalan kemampuan sains siswa Indonesia. Adapun tujuan dalam penelitian ini adalah untuk melihat bagaimana kemampuan berpikir tingkat tinggi siswa berdasarkan gender pada materi sistem gerak. Jenis penelitian ini adalah penelitian lapangan (field research) menggunakan metode penelitian deskriptif. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah lembar validasi dan lembar tes siswa berupa soal essai/ uraian. Teknik analisis data yang digunakan uji pearson product moment dan reliabilitas dengan menggunakan cronbach alpha (menggunakan SPSS) serta menguji hipotesis dalam penelitian. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan berpikir tingkat tinggi siswa laki-laki berada pada kemampuan sedang (71%), dan siswa perempuan berada pada kemampuan sedang (63,6). Hal ini berarti kemampuan berpikir tingkat tinggi siswa laki-laki dan perempuan tidak memiliki perbedaan yang signifikan dengan ketentuan Ho diterima dan Ha ditolak.
BookOpen AccessPDF tersedia
2021•Koleksi Perpustakaan
DIAH PARAMITA, NIM :15300500011, Judul Skripsi “Analisis Kemampuan Pemahaman Konsep Matematis Siswa Ditinjau Dari Gender”, Jurusan Tadris Matematika Fakultas Tarbiyah Dan Ilmu Keguruan, Institut Agama Islam Negeri Batusangkar (IAIN) Batusangkar 2021.
Penelitian ini didasari observasi peneliti di Kelas VIII SMPN 1 Batipuh, fakta yang peneliti temukan menunjukkan bahwa peserta didik masih banyak yang tidak memperhatikan materi yang sedang diberikan oleh guru di depan kelas. Salah satu langkah yang harus di lakukan oleh peserta didik untuk mengembangkan pengetahuannya melalui pemahaman konsep. Siswa laki-laki mampu dalam melakukan penyelesaian soal yang menalar namun mereka cendrung malas dalam memperhatikan guru dalam menerangkan pembelajaran di kelas dikarenakan mereka tidak paham dengan konsep yang diberikan jadi mereka menganggap matematika sulit, sedangkan perempuan lebih unggul dalam ketepatan, ketelitian, kecermatan, dan keseksamaan berpikir jadi karena perempuan memiliki sifat seperti itu maka siswa perempuan mampu menyelesaikan pembelajaran permasalahan matematika karena ketekunannya dalam memperhatikan guru menerangkan pembelajaran.
Jenis penelitian ini adalah Penelitian deskriptif kualitatif. Untuk mendeskripsikan kemampuan pemahaman konsep matematis berdasarkan kelompok pada gender. Penelitian ini menggambarkan secara akurat dan sistematis mengenai fakta-fakta dan fenomena-fenomena yang diselidiki, yaitu kemampuan pemahaman konsep matematis siswa dalam proses pembelajaran matematika. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIII SMPN 1 Batipuh. Tahun ajaran 2020/2021 terdiri dari tiga kelas. Pengambilan sampel dalam penelitian ini dipilih berdasarkan ketentuan tertentu yaitu dilihat dari beberapa pertimbangan tertentu. Kelas yang dijadikan sampel dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIII.1 Berdasarkan hasil tes pemahaman konsep matematis peserta didik, penulis hanya memilih 6 peserta didik dari kelompok atas, sedang dan bawah untuk kemudian di wawancara mengenai jawaban soal kemampuan pemahaman konsep matematis siswa. Instrumen dalam penelitian ini adalah tes kemampuan pemahaman konsep matematis dan pedoman wawancara.
Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan persentase ketercapaian kemampuan pemahaman konsep matamatis siswa sebagai berikut siswa perempuan kelompok tinggi termasuk ke dalam kemampuan sedang, dengan rentang pada kemampuan sedang siswa perempuan kelompok sedang termasuk ke dalam kemampuan rendah, dengan rentang pada kemampuan rendah siswa perempuan kelompok rendah termasuk ke dalam kemampuan tinggi, dengan rentang pada kemampuan tinggi siswa laki-laki kelompok tinggi termasuk ke dalam kemampuan sedang, dengan rentang pada kemampuan sedang siswa laki-laki kelompok sedang termasuk ke dalam kemampuan tinggi, dengan rentang pada kemampuan tinggi siswa laki-laki kelompok rendah termasuk ke dalam kemampuan rendah, dengan rentang pada kemampuan rendah .
BookOpen AccessPDF tersedia
2020•Koleksi Perpustakaan
MIRA NOFITA SARI, NIM:14 105 040, Judul Skripsi “Perbedaan Kecemasan Matematika dan Kemampuan Koneksi Matematis Ditinjau dari Segi Gender Siswa Kelas VIII MTsN 12 Tanah Datar”. Jurusan Tadris Matematika Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan.
Penelitian ini didasarkan pada permasalahan yang peneliti temukan di kelas VIII MTsN 12 Tanah Datar, dimana dalam proses pembelajaran matematika siswa memiliki kecemasan matematika yang berbeda. Berdasarkan gender siswa perempuan tanpak lebih cemas dari pada siswa laki-laki yang terlihat lebih santai. Sedangkan kemampuan koneksi matematis siswa sebagian besar masih rendah, karena kurang mampu menghubungkan konsep lama dengan yang baru. Setelah pemberian soal tes kemampuan koneksi matematis, berdasarkan gender siswa laki-laki mampu menjawab soal sedangkan siswa perempuan tidak mampu menjawab soal. Tujuan penelitian ini adalah: 1) Untuk mengetahui apakah terdapat perbedaan kemampuan koneksi matematis siswa yang memiliki kecemasan matematika rendah, kecamasan matematika sedang dan kcemasan matematika tinggi. 2) Untuk mengetahui apakah terdapat perbedaan kemampuan koneksi matematis antara siswa laki-laki dan siswa perempuan. 3) Untuk mengetahui apakah terdapat perbedaan kecemasan matematika antara siswa laki-laki dan siswa perempuan. 4) Untuk mengetahui apakah terdapat interaksi antara kecemasan matematika dan gender dengan kemampuan koneksi matematis.
Jenis penelitian yang peneliti gunakan adalah adalah komparatif. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIII MTsN 12 Tanah Datar tahun ajaran 2019/2020. Pengambilan sampel dalam penelitian ini diambil secara simple random sampling terpilih 30 siswa laki-laki dan 30 siswa perempuan berdasarkan kategori kecemasan matematika. instrument yang peneliti gunakan adalah lembar angket kecemasan matematika dan tes kemampuan koneksi matematis. Teknik analisis data yang dilakukan adalah menentukan uji normalitas dan uji homogenitas dan untuk uji hipotesis menggunakan analisis varian dua jalan dan uji Mann-Whitney.
Berdasarkan hasil analisis data diperoleh kesimpulan sebagai berikut: 1) Terdapat perbedaan kemampuan koneksi matematis siswa yang memiliki kecemasan matematika tinggi, kecamasan matematika sedang dan kecemasan matematika rendah ditinjau dari gender dengan P-value lebih kecil dari sehingga hipotesis penelitian diterima. 2) Tidak terdapat perbedaan kemampuan koneksi matematis antara siswa laki-laki dan siswa perempuan dengan P-value lebih besar dari sehingga hipotesis ditolak. 3) Terdapat perbedaan kecemasan matematika antara siswa laki-laki dan siswa perempuan dengan P-value lebih kecil dari sehingga hipotesis diterima. 4) Tidak terdapat interaksi antara kecemasan matematika dan gender terhadap kemampuan koneksi
BookOpen AccessMetadata saja
2018•Koleksi Perpustakaan
Women's empowerment in the public policy in Indonesia.
BookOpen AccessMetadata saja
2018•Koleksi Perpustakaan
BookOpen AccessMetadata saja
2018•Koleksi Perpustakaan
Development of gender equality in public administration in Indonesia; research report.
JOURNAL_SUBMISSIONOpen AccessMetadata saja
2018•
<em>Pada satu periode pergantian estafet kepemimpinan bangsa Indonesia, telah terjadi “inflasi” partisipasi politik perempuan sebesar 0.9%. Penurunan ini bertolak belakang dengan upaya pemerintah yang telah memberikan kuota sebesar 30% bagi perempuan untuk berpartisipasi di parlemen. Sayangnya, kuota tersebut terbuang sia-sia karena berbagai tantangan yang membelenggu partisipasi politik perempuan. Mulai dari rendahnya pengetahuan perempuan tentang politik, kurangnya kesadaran politik perempuan dan minimnya dukungan keluarga, kentalnya budaya patriarki dan penafsiran yang konservatif terhadap ajaran agama. Peluang yang bisa digunakan untuk meningkatkan partisipasi politik perempuan adalah pendidikan yang responsif gender, penataan ulang berbagai kebijakan yang selama ini dianggap membelenggu partisipasi politik perempuan dan penafsiran ulang (reinterpretasi) doktrin-doktrin agama yang selama berabad-abad mencerabut hak politik perempuan. </em>
JOURNAL_SUBMISSIONOpen AccessMetadata saja
2018•
<em>Self efficacy dan hasil belajar matematika antara siswa dan siswi cenderung berbeda. Siswa selama ini dianggap memiliki self efficacy dan hasil belajar matematika yang lebih tinggi dibandingkan dengan siswi. Penulis ingin menguji secara empirik dan mencari hubungan antara self efficacy dengan hasil belajar matematika siswa maupun siswi, sekaligus perbedaan self efficacy antara keduanya. Data dikumpulkan melalui angket self efficacy dan hasil belajar matematika yang dilihat di rapor, lalu dianalisis dengan metode korelasi. Hasil penelitian menunjukkan tidak terdapat hubungan antara self efficacy dengan hasil pembelajaran matematika siswa maupun siswi, dan tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara self efficacy siswa dan siswi</em>