Abstrak
Siti Nurhayani, NIM 1930104066, Judul skripsi : “REQUEST SPEECH ACT STRATEGIES EMPLOYED BY EFL LAERNERS AT UIN MAHMUD YUNUS BATUSANGKAR”, jurusan Tadris Bahasa Inggris, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, Universitas Islam Negeri (UIN) Mahmud Yunus Batusangkar. Permasalahan dalam penelitian ini adalah terdapatnya variasi penggunaan ungkapan request strategy yang mengukur pragmatic competence yang dimiliki mahasiswa Jurusan Tadris Bahasa Inggris di UIN Mahmud Yunus Batusangkar. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis apa saja request strategy yang di gunakan oleh mahasiswa jurusan Tadris Bahasa Inggris dan apa request strategy yang paling banyak digunakan oleh mahasiswa bahasa Inggris berdasarkan gender dan gender theory. Penelitian ini menggunakan metode quantitative, dengan cross-sectional survey research sebagai design. Populasi dalam penelitian ini adalah mahasiswa jurusan Tadris Bahasa Inggris semester 6 (2020/2021) UIN Mahmud Yunus Batusangkar yang telah mengikuti perkuliahan Linguistik dan Pragmatik sebanyak 55 orang. Peneliti menggunakan teknik stratified random sampling. Instrumen yang digunakan adalah Written Discourse Completion Test (WDCT) dengan hasil validasi 0.80 (High) dengan kesimpulan Valid. Teknik analisis data adalah menggunakan descriptive statistic berdasarkan Blum-Kulka (1989) request strategies dan gender theory. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa jurusan Tadris Bahasa Inggris memiliki variasi dalam pemilihan request strategy yaitu mood derivable, explicit performative, hedged performative, obligation statements, want statements, suggestory formulae, strong hints and mild hints. Strategi yang paling seiring digunakan adalah Query Preparatory (QP) dengan 62%. Strategi ini diminati karena memiliki precondition untuk viability of requester dengan adanya capability dan willingness. Responden juga mempertimbangkan formality dan 3 faktor sosial: power, rank of imposition and degree of social distance dalam situasi yang diberikan. Selanjutnya, strategi yang paling banyak digunakan mahasiswa dari segi gender adalah Query Preparatory dengan 57% untuk mahasiswa laki-laki dan 63% untuk mahasiswa perempuan. Peneliti juga menemukan teori gender yang digunakan mahasiswa dalam menggunakan strategi request yaitu adanya indikasi the deficit theory dan the difference theory. Hal ini dikarenakan pragmatic competence yang dimiliki mahasiswa sebagai EFL learners.