ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Ezil Gustia, NIM. 15300500014, Judul Skripsi “PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE CREATIVE PROBLEM SOLVING (CPS) TERHADAP KEMAMPUAN LITERASI MATEMATIS SISWA MTsS DI KECMATAN RAMBATAN”, Jurusan Tadris Matematika Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Batusangkar 2019. Penelitian ini didasari observasi peneliti di Kelas VII MTsS Rambatan, fakta yang peneliti temukan menunjukkan bahwa kemampuan literasi matematis siswanya masih rendah hal tersebut terlihat dari ketidakmampuan siswa menyelesaikan dan menganalisis soal. Untuk itu, dilakukan penelitian untuk menganalisis kemampuan literasi matematis siswa dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe CPS. Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk mengetahui lebih dalam kemampuan literasi matematis siswa Kelas VII MTsS Rambatan pada kelompok rendah, kelompok sedang dan kelompok tinggi dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe CPS lebih baik dari pada pembelajaran konvensional di MTsS Al-Harbi. Penelitian ini menggunakan metode penelitian gabungan (mix method) dengan desain concurrent triangulation. Rancangan penelitian adalah randomized control group only design. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas VII MTsS di Rambatan tahun pelajaran 2018/2019 yang terdiri dari 3 Sekolah. Pengambilan sampel dalam penelitian ini dilakukan dengan teknik probability sampling secara simple random sampling, terpilih sebagai sampel kelas VII.1 MTsS Rambatan sebagai kelas eksperimen dan kelas VII di MTsS Al-Harbi sebagai kelas kontrol. Teknik analisis data yang digunakan ada dua yaitu kuantitatif dan kualitatif. Data kuantitatif berupa uji normalitas, uji homogenitas, uji hipotesis, skoring dan menentukan kritria dan predikat kemampuan literasi matematis. Data kualitatif berupa reduksi data, data display dan kesimpulan. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh rata-rata tes kemampuan literasi matematis siswa kelas eksperimen yaitu 65,925 dan kelas kontrol nilai rata-ratanya adalah 47,42. Dengan menggunakan α=0,05 diperoleh thitung > ttabel yaitu 2,83 > 1,70 sehingga H0 ditolak. Dapat disimpulkan bahwa kemampuan literasi matematis siswa menggunakan model pembelajaran CPS lebih baik dari pada kemampuan literasi matematis siswa yang menggunakan pembelajaran konvensional. Kemampuan literasi matematis dengan menggunakan model pembelajaran CPS setelah tes dan hasil wawancara ditemukan hasil bahwa siswa kelompok rendah hanya mampu mencapai 2 level kemampuan literasi matematis. Pada siswa kelompok sedang sudah mampu mencapai 4 level kemampuan literasi matematis. Sedangkan untuk siswa kelompok tinggi sudah mampu mencapai ke-enam level kemampuan literasi matematis.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini didasarkan pada keterbatasan perangkat ajar yang digunakan pendidik dalam proses pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan dan karakteristik peserta didik sehingga berdampak terhadap kualitas pembelajaran. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk menghasilkan modul ajar berbasis Creative Problem Solving (CPS) pada materi ikatan kimia kelas XI di SMAN 1 Padang Ganting yang valid dan praktis. Penelitian ini menggunakan metode penelitian Research and Development dengan model pengembangan 4-D (define, design, develop, dan disseminate). Tetapi tahapan penelitian dengan model 4-D ini hanya dilakukan dari tahap pertama hingga ketiga. Berdasarkan hasil penelitian menunjukan bahwa 1) modul ajar berbasis creative problem solving (CPS) pada materi ikatan kimia memenuhi kriteria sangat valid dengan persentase 89%, 2) modul ajar berbasis creative problem solving (CPS) pada materi ikatan kimia sudah memenuhi kriteria sangat praktis dengan hasil angket respon pendidik memperoleh persentase 93%. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa modul ajar berbasis creative problem solving (CPS) pada materi ikatan kimia yang dikembangkan dapat dijadikan salah satu perangkat ajar bagi pendidik dalam pelaksanaan proses pembelajaran
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK Alimah Thusya’ Diah, NIM : 17 301 050 03, Judul Skripsi “Pengembangan Media E-Komik Berbasis CPS (Creative Problem Solving) Pada Materi Bangun Ruang Sisi Datar Kelas VIII Di SMPN 5 Bukittinggi”, Program Studi Tadris Matematika Fakultas Tarbiyah Dan Ilmu Keguruan UIN Mahmud Yunus Batusangkar 2023. Penelitian ini dilatar belakangi oleh kurangnya sumber belajar disekolah yang hanya menggunakan 1 buku paket, dimana isi dari buku paket tersebut hanya memuat inti materi dan satu contoh soal. Berdasarkan hasil survei fakta yang diketahui bahwa penyebab siswa kurang memahami materi karena sumber belaja disekolah tersebut terbatas serta kurangnya variasi media pembelajaran yang digunakan disekolah tersebut adalah masalah pada permasalahan soal- soal masih singkat, contoh soal yang masih terlalu sedikit dan ringkasan materi juga terlalu sederhana Jenis penelitian yang digunakan yaitu pengembangan dimana melalui pengembangan media pembelajaran, yaitu berupa media E-Komik. Adapun model pengembangan ini terdiri dari tiga tahap, yaitu tahap Define (Pendefinisian), tahap Design (Perancangan), dan tahap Development (Pengembangan). Instrumen penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah lembar validasi dan angket respon siswa. EKomik ini instrumen validasi oleh 3 pakar, sedangkan intrumen praktikalitas media EKomik berbasis CPS (Creative Problem Solving) dilakukan dengan pengisian angket respon E-Komik diujicobakan secara terbatas pada siswa kelas VIII di SMPN 5 Bukittinggi untuk melihat kegunaan, keterbacaan, kepraktisan penggunaan media yang dikembangkan. Penilaian dari hasil validasi dihasilkan angka dalam bentuk persen, data yang diproleh dari lembar validasi dan angket akan dilakukan perhitungan masing-masing. Hasil penelitian menunjukan bahwa, 1) media E-Komik berbasis CPS (Creative Problem Solving) pada materi bangun ruang sisi datar di SMPN 5 Bukittinggi telah dirancang dan telah valid yaitu dari segi kelayakan isi, kelayakan penyajian, kelayakan bahasa dan kelayakan kegrafikan; 2) media E-Komik Upin dan Ipin materi bangun ruang sisi datar kelas VIII di SMPN 5 Bukittinggi telah praktis dari segi tampilan media, penggunaan media, pengaruh media pada proses pembelajaran dimana presentase validitas media yaitu 87,62%, dengan kriteria sangat valid dengan presentase praktikalitas respon 72,07% dengan kriteria praktis.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Permasalahan yang melatarbelakangi penelitian ini adalah rendahnya hasil belajar siswa pada mata pelajaran PAI dan Budi Pekerti Kelas X di SMA N 2 Solok. Proses pembelajaran masih berpusat pada guru, sehingga belum membuat siswa menjadi subjek belajar. Oleh karena itu, dibutuhkan pembelajaran yang dapat mengaktifkan dan membuat siswa belajar dengan sendirinya, salah satunya yaitu kombinasi model pembelajaran kooperatif tipe creative problem solving (CPS) dan talking chips. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar siswa kelas X di SMA N 2 Solok. Jenis penelitian ini adalah eksperimen semu, dengan rancangan penelitian randomized control group post-test only design. Populasi dalam penelitian ini adalah Siswa Kelas X SMA N 2 Solok Tahun ajaran 2021/2022 yang berjumlah 104 orang. Pengambilan sampel dilakukan dengan Simple random sampling dengan teknik lotting dan diperoleh 35 siswa kelas eksperimen dan 34 siswa kelas kontrol. Teknik pengumpulan data menggunakan tes berupa 10 butir soal essay dan non tes dengan lembar observasi sikap siswa. Berdasarkan hasil penelitian, diperoleh: 1) thitung > ttabel = (1,670), hasil belajar siswa di ranah kognitif kelas eksperimen lebih baik daripada kelas kontrol, 2) thitung > ttabel = (1,670), hasil belajar siswa di ranah afektif kelas eksperimen lebih baik daripada kelas kontrol, 3) r = 0,57, terdapat hubungan yang positif dan signifikan dengan koefisien sedang antara hasil belajar siswa di ranah kognitif dan afektif melalui penerapan kombinasi model pembelajaran kooperatif tipe creative problem solving (CPS) dan talking chips. Oleh karena itu, model pembelajaran ini diharapkan mampu meningkatkan kognitif dan afektif siswa lebih baik dalam proses pembelajaran.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK NOVA ELVA MELIANI, NIM 1730106032 (2021). Judul Skripsi: “Pengembangan LKPD Berbasis Model Creative Problem Solving Dan Pendekatan SAVI (Somatic, Auditory, Visualization, Intellectually) Pada Pembelajaran IPA MTsS Thawalib Tanjung Limau”. Jurusan Tadris Biologi, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK), Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Batusangkar. Penelitian ini dilatarbelakangi dengan permasalahan rendahnya kemampuan berpikir kreatif peserta didik MTsS Thawalib Tanjung Limau dalam pemecahan masalah. Sumber belajar yang digunakan dalam pembelajaran IPA masih terbatas.Untuk mengatasi, maka perlu adanya tambahan sumber belajar yang mampu meningkatkan kemampuan berpikir kreatif peserta didik agar peserta didik mampu memenuhi tuntutan abad 21. Adapun tujuan penelitian ini adalah menghasilkan produk berupa Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) berbasis model Creative Problem Solving (CPS) dan Pendekatan SAVI (Somatic, Auditory, Visualization, Intellectually) pada pembelajaran IPA MTsS Thawalib Tanjung Limau yang valid dan praktis. Jenis penelitian ini adalah penelitian pengembangan (Research and Development) menggunakan model 4-D yang terdiri dari tahap define, design, develop dan disseminate. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah lembar validasi, lembar wawancara dan angket respon pendidik dan peserta didik. Selanjutnya teknik analisis data yang digunakan untuk mengemukakan hasil penelitian yaitu analisis validitas dan analisis praktikalitas. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa LKPD berbasis berbasis model Creative Problem Solving (CPS) dengan Pendekatan SAVI (Somatic, Auditory, Visualization, Intellectually) yang dirancang telah valid dan praktis. Hasil validitas LKPD rata-rata adalah 82,73% dengan kategori sangat valid. Sementara hasil praktikalitas oleh guru dengan rata-rata 81,87% dengan kategori sangat praktis dan oleh peserta didik dengan rata-rata 85,49 dengan kategori sangat praktis.
BookOpen AccessMetadata saja
2021•Koleksi Perpustakaan
Dedi Kurniawan. NIM 1630101088. Judul Skripsi: “Pengembangan LKPD Berbasis Creative Problem Solving Pada Mata Pelajaran PAI dan Budi Pekerti Kelas VIII di SMPN 4 Batusangkar””. Jurusan Pendidikan Agama Islam Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan Institut Agama Islam Negeri Batusangkar 2020.
Penelitian ini dilatar belakangi oleh kurangnya variasi media pembelajaran yang digunakan guru sehingga peserta didik kurang memiliki keterampilan pemecahan masalah. Tujuan penelitian ini adalah untuk menghasilkan media pembelajaran berupa Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) Berbasis Model Creative Problem Solving (CPS) yang valid. Penelitian ini merupakan penelitian pengambangan menggunakan model pengembangan 4-D. Tahap pengembangan menggunakan model 4-D memiliki empat tahap yaitu, tahap pendefinisian (define), tahap perancangan (design), tahap pengembangan (develop) dan tahap penyebaran (disseminate). Namun pada model ini peneliti melakukan penelitian sampai tahap pengambangan (develop). Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini berupa lembar uji validitas untuk Instrumen dan lembar validitas untuk uji validitas LKPD. Analisis data menggunakan analisis deskriptif. Berdasarkan penelitian yang dilakukan, dihasilkan produk berupa LKPD berbasis Creative Problem Solving (CPS). dari hasil validasi oleh validator diperoleh nilai rata-rata 91,36 % dikategorikan sangat valid dari aspek syarat didaktik, syarat kontruk, syarat teknis dan model CPS.
BookOpen AccessMetadata saja
2020•Koleksi Perpustakaan
RIRIN FEBRIANTI, NIM. 15300500061, Judul Skripsi “PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN CREATIVE PROBLEM SOLVING (CPS) DI KELAS VII SMPN 1 BATUSANGKAR UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIS PESERTA DIDIK”, Jurusan Tadris Matematika Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, Institut Agama Islam Negeri Batusangkar (IAIN) Batusangkar 2020.
Penelitian ini dilatar belakangi oleh rendahnya kemampuan pemecahan masalah matematis peserta didik yang ditandai dengan proses pembelajaran yang bersifat konvensional, peserta didik yang belum memiliki sikap, motivasi dan kognisi yang bagus. Hal ini juga dibuktikan dengan pemberian soal kemampuan pemecahan masalah peserta didik yang mana jawaban peserta didik benar akan tetapi tidak memenuhi indikator kemampuan pemecahan masalah secara maksimal. Hal ini dipengaruhi oleh berbagai faktor diantaranya model pembelajaran yang digunakan oleh guru masih konvensional dimana peserta didik tidak dilibatkan secara aktif dalam pembelajaran. Maka perlu dicarikan solusi dimana yang mampu peserta didik menyelesaikan masalah dengan berbagai alternatif. Maka dibutuhkan suatu cara yang mampu membuat peserta didik kreatife dalam menyelesaikan permasalahan yang mana modelnya adalah Creative Problem Solving (CPS). Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah kemampuan pemecahan masalah matematis peserta didik yang mendapatkan model pembelajaran Creative Problem Solving (CPS) lebih baik daripada kemampuan pemecahan masalah matematis peserta didik yang mendapatkan pembelajaran konvensional pada peserta didik kelas VIII SMPN 1 Batusangkar.
Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu (Quasi Experiment), dengan rancangan penelitian The Nonequivalent Posttest-Only Control Group Design. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh peserta didik kelas VIII SMP N 1 Batusangkar tahun ajaran 2019/2020 yang terdiri dari 6 kelas. Pengambilan sampel pada penelitian ini dilakukan dengan cara lotting. Sampelnya adalah kelas VIII.1 sebagai kelas eksperimen dan kelas VIII.3 sebagai kelas kontrol. Data tes kemampuan pemecahan masalah matematis peserta didik diperoleh dari tes akhir kedua kelas sampel dengan penerapan model pembelajaran Creative Problem Solving (CPS) di kelas eksperimen dan pembelajaran konvensional di kelas kontrol. Hipotesis diuji dengan menggunakan uji-t’.
Berdasarkan analisis data tes perhitungan dengan uji-t’ didapat harga t’hitung = sedangkan ttabel pada taraf nyata Berarti yaitu maka ditolak atau terima . Dapat disimpulkan bahwa kemampuan pemecahan masalah matematis peserta didik yang mendapatkan model pembelajaran Creative Problem Solving (CPS) lebih baik daripada kemampuan pemecahan masalah matematis peserta didik yang mendapatkan pembelajaran konvensional.
BookOpen AccessMetadata saja
2020•Koleksi Perpustakaan
Ezil Gustia, NIM. 15300500014, Judul Skripsi “PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE CREATIVE PROBLEM SOLVING (CPS) TERHADAP KEMAMPUAN LITERASI MATEMATIS SISWA MTsS DI KECMATAN RAMBATAN”, Jurusan Tadris Matematika Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Batusangkar 2019.
Penelitian ini didasari observasi peneliti di Kelas VII MTsS Rambatan, fakta yang peneliti temukan menunjukkan bahwa kemampuan literasi matematis siswanya masih rendah hal tersebut terlihat dari ketidakmampuan siswa menyelesaikan dan menganalisis soal. Untuk itu, dilakukan penelitian untuk menganalisis kemampuan literasi matematis siswa dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe CPS. Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk mengetahui lebih dalam kemampuan literasi matematis siswa Kelas VII MTsS Rambatan pada kelompok rendah, kelompok sedang dan kelompok tinggi dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe CPS lebih baik dari pada pembelajaran konvensional di MTsS Al-Harbi.
Penelitian ini menggunakan metode penelitian gabungan (mix method) dengan desain concurrent triangulation. Rancangan penelitian adalah randomized control group only design. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas VII MTsS di Rambatan tahun pelajaran 2018/2019 yang terdiri dari 3 Sekolah. Pengambilan sampel dalam penelitian ini dilakukan dengan teknik probability sampling secara simple random sampling, terpilih sebagai sampel kelas VII.1 MTsS Rambatan sebagai kelas eksperimen dan kelas VII di MTsS Al-Harbi sebagai kelas kontrol. Teknik analisis data yang digunakan ada dua yaitu kuantitatif dan kualitatif. Data kuantitatif berupa uji normalitas, uji homogenitas, uji hipotesis, skoring dan menentukan kritria dan predikat kemampuan literasi matematis. Data kualitatif berupa reduksi data, data display dan kesimpulan.
Berdasarkan hasil penelitian diperoleh rata-rata tes kemampuan literasi matematis siswa kelas eksperimen yaitu 65,925 dan kelas kontrol nilai rata-ratanya adalah 47,42. Dengan menggunakan diperoleh thitung > ttabel yaitu 2,83 > 1,70 sehingga H0 ditolak. Dapat disimpulkan bahwa kemampuan literasi matematis siswa menggunakan model pembelajaran CPS lebih baik dari pada kemampuan literasi matematis siswa yang menggunakan pembelajaran konvensional. Kemampuan literasi matematis dengan menggunakan model pembelajaran CPS setelah tes dan hasil wawancara ditemukan hasil bahwa siswa kelompok rendah hanya mampu mencapai 2 level kemampuan literasi matematis. Pada siswa kelompok sedang sudah mampu mencapai 4 level kemampuan literasi matematis. Sedangkan untuk siswa kelompok tinggi sudah mampu mencapai ke-enam level kemampuan literasi matematis