Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

28 hasil
Subjek: Active Learning
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

PERSEPSI SISWA TERHADAP PENERAPAN STRATEGI RUNNING DICTATION OLEH GURU BAHASA INGGRIS

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

This study aims to determine students' perceptions of the Running Dictation strategy applied by teachers in teaching at SMP IT Darul Hikmah Pasaman Barat for the 2020/2021 academic year. This research is a quantitative descriptive study, using a cross sectional design. The population in this study were students of class VII SMP IT Darul Hikmah, amounting to 65 people. In this study, researchers used a total sampling technique. In data collection, the instrument used was a questionnaire about students' perceptions of the implementation of the running dictation strategy by the English teacher. The results of the validation of this instrument in general are in the range of 61.0% - 80.9%, from the results of the validation of this instrument it is feasible to use and make slight revisions. After that, the researcher distributed the instruments to the research sample to be filled. The results showed that the students' perception of the Running Dictation strategy applied by the teacher in teaching was strongly positive (very positive) with a percentage of 89.23% and an average of 211.05. When viewed from each aspect, students' perceptions of the Running Dictation strategy applied by the teacher in teaching, on the cognitive aspect lies in the category of strongly positive (very positive) with a percentage of 84.61% and an average of 127.43, on the affective aspect lies in the category of strongly positive (very positive) with a percentage of 84.61% and an average of 41.9, in the conative aspect it lies in the category of strongly positive (very positive) with a percentage of 87.69% and an average of 41.71. Of the three aspects of perception, it is more dominant to strongly positive. Based on the results of this study, the Running Dictation strategy is recommended to be used at SMPIT Darul Hikmah West Pasaman

2 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Penerapan Strategi Active Learning Tipe The Firing Line pada Aktivitas dan Hasil Belajar Siswa dalam Pembelajaran Biologi Kelas XI SMAN 1 Rambatan

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penggunaan strategi pembelajaran oleh guru yang kurang bervariasi menyebabkan proses pembelajaran di kelas menjadi kurang menarik, siswa juga kurang berani mengeluarkan ide atau pendapatnya sehingga mengakibatkan suasana kelas cenderung pasif. Hal tersebut akan berdampak pada aktivitas dan hasil belajar siswa yang masih tergolong rendah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui aktivitas dan hasil belajar siswa selama proses pembelajaran dengan menerapkan strategi active learning tipe the firing line. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan metode true experimental. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas XI MIPA SMAN 1 Rambatan tahun ajaran 2019/2020 yang terdiri dari 3 lokal. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik simple random sampling, sampel yang terpilih adalah kelas XI MIPA 3 sebagai kelas eksperimen dan kelas XI MIPA 2 sebagai kelas kontrol. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktivitas siswa dengan menerapkan strategi active learning tipe the firing line pada setiap kali pertemuan meningkat. Hal ini terlihat dari hasil observasi, dimana adanya peningkatan persentase aktivitas yang diperoleh siswa selama tiga kali pertemuan. Rata-rata persentase aktivitas belajar siswa pada pertemuan I adalah 73% dengan kriteria banyak, pertemuan II dengan rata-rata persentase 85.80% dengan kriteria banyak sekali, dan pertemuan III dengan rata-rata persentase 94% dengan kriteria banyak sekali. Hasil belajar biologi siswa kelas eksperimen dengan menerapkan strategi active learning tipe the firing line juga lebih baik dari hasil belajar biologi siswa dengan menggunakan pembelajaran konvensional dengan rata-rata hasil belajar dari kelas eksperimen 79.61 dan kelas kontrol 69.2.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Pengaruh Penggunaan Strategi Pembelajaran Active Learning tipe Learning Start with A Question dengan Bermain Jawaban Terhadap Aktivitas dan Hasil Belajar Matematika Siswa Kelas X SMA Negeri 3 Kota Solok

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK FAHDRATUL WAHYU ILLAHI, NIM: 14 105 015, Judul Skripsi “Pengaruh Penggunaan Strategi Pembelajaran Active Learning tipe Learning Start with A Question dengan Bermain Jawaban Terhadap Aktivitas dan Hasil Belajar Matematika Siswa Kelas X SMA Negeri 3 Kota Solok”. Jurusan Tadris Matematika Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan. Penelitian ini didasarkan pada permasalahan yang peneliti temukan di SMAN 3 Kota Solok yaitu rendahnya aktivitas dan hasil belajar matematika siswa. Hal ini disebabkan oleh strategi yang digunakan guru cenderung masih menggunakan pembelajaran konvensional, kemudian masih banyak terdapat siswa yang tidak memperhatikan guru dalam mengajar, sering sibuk sendirian di belakang, sehingga pertanyaan-pertanyaan yang diajukan oleh guru jarang sekali dapat respon dari siswa. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana aktivitas belajar matematika siswa dengan menggunakan strategi pembelajaran active lerning tipe learning start with a question dengan bermain jawaban dan untuk mengetahui apakah terdapat pengaruh hasil belajar matematika siswa dengan menggunakan strategi pembelajaran active lerning tipe learning start with a question dengan bermain jawaban. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian eksperimen semu. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas X IPA SMAN 3 Kota Solok tahun ajaran 2019/2020. Pengambilan sampel dalam penelitian ini diambil secara acak, kemudian terpilih kelas X IPA 4 sebagai kelas eksperimen dan X IPA 5 sebagai kelas kontrol. Instrumen yang digunakan adalah lembar observasi aktivitas belajar matematika siswa dan tes hasil belajar matematika siswa. Uji hipotesis yang digunakan adalah uji-t. Setelah melakukan pengamatan pada kelas eksperimen, persentase aktivitas belajar matematika siswa sebesar 68,82%, dengan kriteria keaktifan siswa tinggi. Jadi aktivitas belajar matematika siswa yang menggunakan strategi pembelajaran active learning tipe learning start with a questions dengan bermain jawaban mampu meningkatkan aktivitas elajar matematika siswa. Berdasarkan hasil penelitian, diperoleh rata-rata hasil belajar matematika siswa pada kelas eksperimen adalah 78,15, sedangkan rata-rata yang diperoleh pada kelas kontrol adalah 66,48. Dengan menggunkan α = 0,05 diperoleh thitung (3,437) > ttabel (0,169), sehingga H0 ditolak. Jadi dapat disimpulkan bahwa hasil belajar matematika siswa kelas X IPA SMAN 3 Kota Solok yang menggunakan strategi pembelajaran active learning tipe learning start with a questions dengan bermain jawaban berpengaruh terhadap hasil belajar matematika siswa, dan hasil belajar matematika siswa yang menggunakan strategi pembelajaran active learning tipe learning start with a questions dengan bermain jawaban lebih baik dari pada hasil belajar matematika siswa dengan pembelajaran konvensional.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENERAPAN STRATEGI PEMBELALARAN ACTIVE LEARNING TIPE GROUP RESUME PADA MATERI GERAK LURUS DENGAN KECEPATAN DAN PERCEPATAN KONSTAN DALAM PEMBELAJARAN FISIKA DI KELAS X MIA SMAN 1 RAMBATAN

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

RISMA NEVIKA, NIM. 13 107 024, Judul Skripsi “Penerapan Strategi Pembelajaran Active Learning Tipe Group Resume Pada Materi Gerak Lurus Dengan Kecepatan Dan Percepatan Konstan Dalam Pembelajaran Fisika Di Kelas X MIA SMAN 1 Rambatan”, Jurusan Tadris Fisika Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Batusangkar 2018. Pokok permasalahan dalam skripsi ini adalah hasil belajar fisika siswa khususnya kelas X SMAN 1 Rambatan masih rendah. Rendahnya hasil belajar fisika siswa disebabkan karena dalam proses pembelajaran fisika siswa kurang aktif bertanya, jarang mengemukakan ide, gagasan, dan pendapat pada materi yang diberikan guru, sebagian besar siswa tidak mengikuti proses belajar dengan serius. Strategi pembelajaran yang dipakai oleh guru bersifat konvensional. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah hasil belajar fisika siswa dengan menerapkan model pembelajaran active learning tipe group resume lebih baik daripada hasil belajar fisika siswa yang menerapkan pembelajaran konvensional di kelas X MIA SMAN 1 Rambatan. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu dengan desain randomized control group only. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas X MIA SMAN 1 Rambatan yang terdiri atas 3 kelas dengan jumlah siswa 70 orang. Sampel dipilih dengan menggunakan sample random sampling, sampelnya adalah kelas X MIA 1 sebagai kelas eksperimen dengan jumlah siswa 24 orang dan kelas kontrol adalah kelas X MIA 2 dengan jumlah siswa sebanyak 23 orang. Pengumpulan data dalam penelitian menggunakan tes hasil belajar untuk ranah kognitif dalam bentuk tes pilihan ganda sebanyak 25 soal, kemudian di analisis secara statistik dengan uji-t. Hasil belajar untuk ranah afektif dalam bentuk lembaran obeservasi dan hasil belajar psikomotor (keterampilan) dalam bentuk lembaran observasi unjuk kerja siswa yang dianalisis secara deskriptif kuantitatif. Dari hasil tes akhir diperoleh hasil belajar fisika siswa pada kelas eksperimen lebih baik daripada kelas kontrol. Rata-rata hasil belajar fisika siswa pada ranah kognitif di kelas eksperimen adalah 74,17 dengan persentase ketuntasan sebesar 62,50% sedangkan pada kelas kontrol adalah 64,17 dengan persentase ketuntasan 34,78%. Rata-rata hasil belajar fisika siswa pada ranah afektif di kelas eksperimen adalah 80,44 dan di kelas kontrol adalah 75,79. Rata-rata hasil belajar siswa pada ranah psikomotor di kelas eksperimen adalah 80 dan di kelas kontrol adalah 75. Uji hipotesis hasil belajar pada ranah kognitif dilakukan dengan uji-t. Dari perhitungan diperoleh harga thitung = 2,58, sedangkan ttabel = - 0,00625 (pada taraf nyata α = 0,05). Berarti thitung > ttabel sehingga H0 ditolak dan H1 diterima, maka dapat disimpulkan bahwa hasil belajar fisika siswa yang menerapkan strategi pembelajaran active learning tipe group resume lebih baik daripada hasil belajar fisika siswa yang menerapkan pembelajaran konvensional di kelas X SMAN 1 Rambatan.

2 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Pengaruh Penerapan Model Active Learning Strategi Card Sort Terhadap Kemampuan Pemahaman Konsep Matematis Peserta Didik Kelas IV di Kelurahan Koto Kociak Kubu Tapak Rajo

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Susi Safitri, NIM: 1930111082 (2023), Judul skripsi “Pengaruh Penerapan Model Active Learning Strategi Card Sort terhadap Kemampuan Pemahaman Konsep Matematis Peserta Didik Kelas IV di Kelurahan Koto Kociak Kubu Tapak Rajo”, Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan Universitas Islam Negeri Mahmud Yunus Batusangkar. Penelitian ini didasari pada permasalahan rendahnya kemampuan pemahaman konsep matematis peserta didik. Kemampuan pemahaman konsep matematis merupakan tujuan utama dalam pembelajaran matematika yang harus dicapai oleh peserta didik di sekolah dasar. Untuk menyikapi hal tersebut model active learning strategi card sort diasumsi mampu meningkatkan kemampuan pemahaman konsep matematis peserta didik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kemampuan pemahaman konsep matematis peserta didik kelas IV dengan menerapkan model active learning strategi card sort lebih baik dari pada pembelajaran konvensional. Jenis penelitian ini quasi eksperiment atau eksperimen semu, dengan desain penelitian randomized control group only design. Populasi dalam penelitian ini adalah peserta didik kelas IV di kelurahan koto kociak kubu tapak rajo tahun pelajaran 2021/2023 yang terdiri atas 4 kelas. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik simple random sampling. Sampel yang terambil sebagai kelas eksperimen adalah kelas IVa dan kelas IVb sebagai kelas kontrol di SDN 66 Payakumbuh. Data kemampuan pemahaman konsep matematis diperoleh dari hasil pemberian soal tes berupa soal kemampuan pemahaman konsep matematis yang diberikan diakhir pembelajaran. Teknik analisis data yang peneliti gunakan adalah uji t. Berdasarkan hasil penelitian, diperoleh rata-rata kelas eksperimen adalah sebesar 75.00 lebih tinggi dari kelas kontrol sebesar 54.26. Berdasarkan pengujian hipotesis t hitung > t tabel yaitu 5.90 > 1.72. Sehingga dapat disimpulkan kemampuan pemahaman konsep matematis dengan menerapkan model active learning strategi card sort lebih baik dari pada pembelajaran konvensional.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGEMBANGAN MODUL MATEMATIKA BERBASIS ACTIVE LEARNING UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN LITERASI NUMERASI SISWA DI SMAN 1 LINTAU BUO

2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

EZY DAWANTI, NIM (1830105014), Matematika Berbasis Active Learning Untuk Meningkatkan Kemampuan Literasi Numerasi Siswa di SMAN 1 Lintau Buo' Latar belakang penelitian ini adalah sumber belajar yang digunakan siswa hanya buku yang terdapat diperpustakaan sekolah dan media pembelajaran yang digunakan guru masih kurang serta belum sesuai dengan karakteristik siswa. Sehingga mengakibatkan rendahnya kemampuan literasi numerasi yang dimiliki siswa. Hal ini juga disebabkan oleh faktor lainnya, seperti model pembelajaran yang digunakan guru belum sesuai dengan karakteristik siswa saat proses Sehingga peneliti mengembangkan sebuah modul berbasis active learning yang bertujuan untuk meningkatkan kemempuan literasi numerasi siswa. Rumusan masalah pada penelitian ini adalah bagaimana validitas dan praktikalitas dari modul yang dikembangkan pada saat proses pembelajaran di SMAN 1 Lintau Buo. Jenis penelitian yang dilakukan adalah peneltian pengembangan dengan model pengembangan 4D. Tahap pelaksanaan yang peneliti lakukan ada tiga tahap, yaitu define (pendefenisian), design (perencanaan), dan development pembelajaran. Subjek penelitian peneliti adalah siswa kelas XII MIPA 2 di SMAN 1 Lintau Buo. Untuk instrumen pada penelitian ini adalah lembar validasi modul dan angket respon siswa serta lembar praktikalitas atau angket respon siswa setelah menggunakan modul ini. Sedangkan teknik analisis data yang digunakan adalah menggunakan rumus analisis validitas dan praktikalitas. Hasil penelitian ini, diperoleh bahwa modul berbasis Active Learning untuk meningkatkan kemampuan literasi numerasi siwa yang dirancang sudah valid dan praktis saat digunakan. Modul ini memuat karakteristik dan langkah- langkah Active Learning , serta memenuhi tagihan modul yang merujuk pada indikator kemampuan literasi numerasi (pengembangan). "Pengembangan Modul

2 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

PENGARUH STRATEGI ACTIVE LEARNING TIPE CARD SORT TERHADAP PENINGKATAN KEMAMPUAN PEMAHAMAN KONSEP MATEMATIS SISWA KELAS VII MTsN 1 KOTA PAYAKUMBUH

2020•Koleksi Perpustakaan

ive Learning Tipe Card Sort terhadap Peningkatan Kemampuan Pemahaman Konsep Matematis Siswa Kelas VII MTsN 1 Kota Payakumbuh”. Jurusan Tadris Matematika Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan. Penelitian ini didasarkan pada permasalahan yang peneliti temukan di kelas VII MTsN 1 Kota Payakumbuh, dimana kemampuan pemahaman konsep matematis siswa masih rendah. Hal ini menunjukkan bahwa siswa hanya mampu mengerjakan soal dengan mengikuti langkah-langkah yang diberikan guru dan siswa terbiasa menghafal suatu konsep tanpa tahu bagaimana pembentukan konsep itu berlangsung. Ketika siswa diberikan soal siswa kurang mencermati isi soal, hal ini disebabkan karena siswa tidak bisa menentukan konsep yang tepat pada soal yang diberikan, begitu pula prosedur penyelesaiannya. Tujuan penelitian ini adalah untuk membandingkan peningkatan kemampuan pemahaman konsep matematis siswa yang menggunakan strategi active learning tipe card sort lebih baik daripada siswa yang menggunakan pembelajaran konvensional. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu, dengan rancangan penelitian Randomized Pretes-Postest Control Group Design. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas VII MTsN 1 Kota Payakumbuh tahun ajaran 2018/2019. Pengambilan sampel dalam penelitian ini diambil secara Random Sampling terpilih kelas VII.7 sebagai kelas eksperimen dan VII.9 sebagai kelas kontrol. Instrumen dalam penelitian ini adalah tes kemampuan pemahaman konsep matematis. Teknik analisis data yang dilakukan adalah menentukan N-Gain masing- masing kelas sampel, kemudian uji normalitas, uji homogenitas dan untuk uji hipotesis menggunakan uji-t. Berdasarkan hasil penelitian, diperoleh hasil uji hipotesis kemampuan pemahaman konsep matematis yang dilakukan di dapatkan 𝑡𝑕𝑖𝑡𝑢𝑛𝑔=4,48 dan 𝑡𝑡𝑎𝑏𝑒𝑙=1,645, pada taraf nyata 𝛼=0,05, sehingga 𝐻0 ditolak dan 𝐻1 diterima. Hal ini menunjukkan peningkatan kemampuan pemahaman konsep matematis siswa kelas VII MTsN 1 Kota Payakumbuh yang menggunakan strategi active learning tipe card sort lebih baik daripada peningkatan kemampuan pemahaman konsep matematis siswa dengan pembelajaran konvensional baik secara deskriptif maupun secara inferensial.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

PENERAPAN STRATEGI ACTIVE LEARNING GUIDED NOTE TAKING DENGAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE JIGSAW BERBANTUAN VIDEO PEMBELAJARAN PADA MATERI SISTEM PENCERNAAN PADA MANUSIA KELAS VIII DI MTsN 13 TANAH DATAR

2020•Koleksi Perpustakaan

PUTRI FEBRIYANI, NIM. 14 106 054, Judul Skripsi: “Penerapan Strategi Active Learning Guided Note Taking dengan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Jigsaw Berbantuan Video Pembelajaran pada Materi Sistem Pencernaan Pada Manusia Kelas VIII MTsN 13 Tanah Datar”. Jurusan Tadris Biologi Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan Institut Agama Islam Negeri Batusangkar 2019. Permasalahan dalam penelitian ini berkaitan dengan rendahnya hasil belajar peserta didik pada pelajaran Biologi. Hal ini disebabkan oleh berbagai faktor diantaranya, strategi yang digunakan dalam proses pembelajaran belum mengoptimalkan partisipasi, kemandirian dan keaktifan peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah hasil belajar peserta didik dengan penerapan strategi active learning guided note taking dengan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw berbantuan video pembelajaran pada pembelajaran Biologi lebih baik dari pada hasil belajar yang menggunakan pembelajaran konvensional berbantuan video pembelajaran di MTsN 13 Tanah Datar. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu dengan rancangan penelitian posttest only control group design. Populasi dalam penelitian ini adalah peserta didik kelas VIII di MTsN 13 Tanah Datar yang terdiri dari 2 kelas. Pengambilan sampel yang dilakukan dengan teknik total sampling, sampel yang terpilih adalah kelas VIII A sebagai kelas kontrol dan kelas VIII B sebagai kelas eksperimen. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata hasil belajar peserta didik pada kelas eksperimen adalah 82.92 dengan persentase ketuntasan 80.76% dan rata-rata hasil belajar peserta didik pada kelas kontrol adalah 74.46 dengan persentase ketuntasan 53.84%. Uji hipotesis dilakukan dengan uji-t dari perhitungan diperoleh thitung=1.990 sedangkan ttabel=1.645 pada taraf nyatanya . Karena thitung> ttabel sehingga H1 diterima dan H0 ditolak, dengan demikian hasil belajar Biologi peserta didik dengan penerapan strategi active learning guided note taking dengan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw berbantuan video pembelajaran lebih baik dari hasil belajar Biologi peserta didik dengan menerapkan metode konvensional berbantuan video pembelajaran.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

PENERAPAN STRATEGI ACTIVE LEARNING METODE POSTER SESSION DAN CARD SORT PELAJARAN FIQIH KELAS VII DI MTsN 1 KOTA SAWAHLUNTO

2020•Koleksi Perpustakaan

GUSTI RAHMI, NIM: 15 300 1000 32, Judul skripsi “Penerapan Strategi Active Learning Metode Poster Session dan Card Sort Pelajaran Fiqih Kelas VIIdi MTsN 1 Kota SawahLunto”. Jurusan Pendidikan Agama Islam (PAI) Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK). Penelitian ini dilatar belakangi oleh proses pembelajaran yang masih jauh dari yang di harapkan. Rendahnya hasil belajar Fiqih siswa khususnya kelas VII di MTsN 1 Kota Sawahlunto. Hal inididuga salah satu penyebabnya adalah proses pembelajaran yang terjadi dikelas terpusat pada guru, karena guru kurang memvariasikan strategi, model, metode dalam pembelajaran Fiqih sehingga siswa hanya mencatat untuk menghafal informasi tanpa memahami informasi yang diingatnya,sehinggamenjadikan siswa kurang aktif ketika mengikuti pembelajaran.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah hasil belajar kognitif dalam pembelajaran Fiqih menggunakan Strategi Active Learning Metode Poster Session dan Card Sortlebih baik daripada hasil belajar kognitifdengan siswa yang menggunakan pembelajaran konvensional di kelas VII di MTsN 1 Kota SawahLunto. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian eksperimen semu dengan rancangan penelitian randomized control group only design. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas VII di MTsN 1 Kota SawahLunto tahun ajaran 2019/2020 yang terdiri dari4 kelas. Teknik penentuan sampel adalah menggunakan random sampling (artinya setiap populasi memiliki kesempatan yang sama untuk dipilih menjadi sampel dalam penelitian) dan diperoleh jumlah sampel yang diteliti sebanyak 60 orang, 30 orang kelas eksperimen dan30 orang kelas kontrol. Hasil penelitian diperoleh rata-rata belajar kognitif siswa pada kelas eksperimen 77,7 dengan persentase ketuntasan diperoleh 66% sedangkan rata-rata yang diperoleh padakelas74,2 dengan persentase yang diperoleh63%dan mendapatkan selisih 3,5 Maka uji-t didapat harga thitung = 3,366 sedangkan ttabel1,645 pada taraf berarti thitung>ttabel dan Ho ditolak dan H1 diterima karena t hitung>ttabel (3,366>1,645), maka dapat dikemukakan bahwa hasil belajar siswa dengan “Penerapan Strategi Active Learning Metode Poster Session dan Card Sort lebih baik dari metode konvensional yang dapat dilihat dari hasil belajar kognitif siswa pelajaran Fiqih kelas VII di MTsN 1 Kota Sawahlunto”.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

PENGARUH PENGGUNAAN STRATEGI PEMBELAJARAN ACTIVE LEARNING TIPE LEARNING START WITH A QUESTIONS DENGAN BERMAIN JAWABAN TERHADAP AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS X SMA NEGERI 3 KOTA SOLOK

2020•Koleksi Perpustakaan

FAHDRATUL WAHYU ILLAHI, NIM: 14 105 015, Judul Skripsi “Pengaruh Penggunaan Strategi Pembelajaran Active Learning tipe Learning Start with A Question dengan Bermain Jawaban Terhadap Aktivitas dan Hasil Belajar Matematika Siswa Kelas X SMA Negeri 3 Kota Solok”. Jurusan Tadris Matematika Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan. Penelitian ini didasarkan pada permasalahan yang peneliti temukan di SMAN 3 Kota Solok yaitu rendahnya aktivitas dan hasil belajar matematika siswa. Hal ini disebabkan oleh strategi yang digunakan guru cenderung masih menggunakan pembelajaran konvensional, kemudian masih banyak terdapat siswa yang tidak memperhatikan guru dalam mengajar, sering sibuk sendirian di belakang, sehingga pertanyaan-pertanyaan yang diajukan oleh guru jarang sekali dapat respon dari siswa. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana aktivitas belajar matematika siswa dengan menggunakan strategi pembelajaran active lerning tipe learning start with a question dengan bermain jawaban dan untuk mengetahui apakah terdapat pengaruh hasil belajar matematika siswa dengan menggunakan strategi pembelajaran active lerning tipe learning start with a question dengan bermain jawaban. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian eksperimen semu. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas X IPA SMAN 3 Kota Solok tahun ajaran 2019/2020. Pengambilan sampel dalam penelitian ini diambil secara acak, kemudian terpilih kelas X IPA 4 sebagai kelas eksperimen dan X IPA 5 sebagai kelas kontrol. Instrumen yang digunakan adalah lembar observasi aktivitas belajar matematika siswa dan tes hasil belajar matematika siswa. Uji hipotesis yang digunakan adalah uji-t. Setelah melakukan pengamatan pada kelas eksperimen, persentase aktivitas belajar matematika siswa sebesar 68,82%, dengan kriteria keaktifan siswa tinggi. Jadi aktivitas belajar matematika siswa yang menggunakan strategi pembelajaran active learning tipe learning start with a questions dengan bermain jawaban mampu meningkatkan aktivitas elajar matematika siswa. Berdasarkan hasil penelitian, diperoleh rata-rata hasil belajar matematika siswa pada kelas eksperimen adalah 78,15, sedangkan rata-rata yang diperoleh pada kelas kontrol adalah 66,48. Dengan menggunkan α = 0,05 diperoleh thitung (3,437) > ttabel (1,67), sehingga H0 ditolak. Jadi dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh hasil belajar matematika siswa kelas X IPA SMA Negeri 3 Kota Solok dengan menggunakan strategi active learning tipe learning start with a question dengan bermain jawaban. Hasil belajar matematika siswa yang menggunakan strategi pembelajaran active learning tipe learning start with a questions dengan bermain jawaban lebih baik dari pada hasil belajar matematika siswa dengan pembelajaran konvensional.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

PENERAPAN STRATEGI ACTIVE LEARNING TIPE THE FIRING LINE PADA AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR SISWA DALAM PEMBELAJARAN BIOLOGI KELAS XI SMAN 1 RAMBATAN

2020•Koleksi Perpustakaan

YANI KAHAR, NIM 15300600080, Judul Skripsi: “PENERAPAN STRATEGI ACTIVE LEARNING TIPE THE FIRING LINE PADA AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR SISWA DALAM PEMBELAJARAN BIOLOGI KELAS XI SMAN 1 RAMBATAN”. Skripsi, Jurusan Tadris Biologi, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Batusangkar 2019. Penggunaan strategi pembelajaran oleh guru yang kurang bervariasi menyebabkan proses pembelajaran di kelas menjadi kurang menarik, siswa juga kurang berani mengeluarkan ide atau pendapatnya sehingga mengakibatkan suasana kelas cenderung pasif. Hal tersebut akan berdampak pada aktivitas dan hasil belajar siswa yang masih tergolong rendah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui aktivitas dan hasil belajar siswa selama proses pembelajaran dengan menerapkan strategi active learning tipe the firing line. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan metode true experimental. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas XI MIPA SMAN 1 Rambatan tahun ajaran 2019/2020 yang terdiri dari 3 lokal. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik simple random sampling, sampel yang terpilih adalah kelas XI MIPA 3 sebagai kelas eksperimen dan kelas XI MIPA 2 sebagai kelas kontrol. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktivitas siswa dengan menerapkan strategi active learning tipe the firing line pada setiap kali pertemuan meningkat. Hal ini terlihat dari hasil observasi, dimana adanya peningkatan persentase aktivitas yang diperoleh siswa selama tiga kali pertemuan. Rata-rata persentase aktivitas belajar siswa pada pertemuan I adalah 73% dengan kriteria banyak, pertemuan II dengan rata-rata persentase 85.80% dengan kriteria banyak sekali, dan pertemuan III dengan rata-rata persentase 94% dengan kriteria banyak sekali. Hasil belajar biologi siswa kelas eksperimen dengan menerapkan strategi active learning tipe the firing line juga lebih baik dari hasil belajar biologi siswa dengan menggunakan pembelajaran konvensional dengan rata-rata hasil belajar dari kelas eksperimen 79.61 dan kelas kontrol 69.2.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

PENERAPAN STRATEGI PEMBELAJARAN AKTIF TIPE LEARNING STARTS WITH A QUESTIONS (LSQ) UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN KOMUNIKASI MATEMATIS SISWA KELAS IX SMP 2 MUNGKA

2018•Koleksi Perpustakaan

Annisa Fauziah, NIM. 13 105 007, Judul Skripsi “Penerapan Strategi Pembelajaran Aktif Tipe Learning Starts With a Question untuk Meningkatkan Kemampuan komunikasi Matematis Siswa Kelas IX SMP Negeri 2 Mungka”, Jurusan Tadris Matematika Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Batusangkar 2017. Kemampuan komunikasi matematis merupakan salah satu yang harus dimiliki oleh siswa dalam belajar matematika yang ditetapkan Permendiknas. Rendahnya kemampuan komunikasi matematis siswa kelas IX SMP Negeri 2 Mungka mengakibatkan persentase ketuntasan hasil nilai semester siswa tergolong rendah. Salah satu solusi yang peneliti sarankan adalah pembelajaran dengan Strategi Active Learning Tipe Learning Starts With a Question (LSQ). Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui kemampuan komuniksai matematis siswa secara lisan yang menggunakan stratei pembelajaran aktif tipe learning starts with a question, untuk mengetahui peningkatan kemampuan komunikasi matematis siswa yang menerapkan strategi LSQ dengan pembelajaran konvensional di SMP Negeri 2 Mungka. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu (Quasi Eksperiment), dengan rancangan penelitian Randomized Pretest-Posttest Control Group Design. Populasi dalam penelitian ini adalah semua siswa kelas IX SMP Negeri 2 Mungka. Tahun Ajaran 2018/2019 yang terdiri dari tiga kelas. Sampel penelitian ini adalah ssiswa kelas IX2 sebagai kelas ekperimen dan IX1 sebagai kelas kontrol. Pengambilan sampel pada penelitian ini menngunakan probability sampling dengan Sampel yaitu siswa kelas IX2 sebagai kelas eksperimen. Data untuk melihat peningkatan kemampuan komunikasi matematis siswa di kelas eksperimen diperoleh dari data pretest sebelum diberi perlakuan dan data posttest setelah penerapan strategi LSQ di kelas eksperimen. Dan pembelajaraan konvensional di kelas kontrol diuji menggunakan N-Gain. Hipotesis diuji menggunakan uji-t satu arah. Berdasarkan hasil analisis data diperoleh hasil penelitian bahwa: (1) terdapat peningkatan kemampuan komunikasi matematis siswa dengan kategori sedang dengan rata-rata N-gain= 0,51 (2) kemampuan komunikasi matematis siswa yang menerapkan strategi pembelajaran learning starts with a question lebih baik dari pada siswa yang menerapkan pembelajaran konvensional. Hal ini terdapat dari hasil uji hipotesis yang dilakukan di dapatkan thitung = 1,775 dan ttabel = 1,645, pada taraf∝=0,05. Berdasarkan kriteria thitung>ttabel, sehingga H0 ditolak dan H1 diterima. Jadi, dapat diambil kesimpulan kemampuan komunikasi matematis siswa, berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa kemampuan komunikasi matematis siswa secara lisan mengalami peningkatan untuk setiap kali pertemuan, sedangkan kemampuan komunikasi matematis siswa dengan penggunaan strategi pembelajaran aktif tipe learning starts with a question dapat meningkatkan kemapuan komunikasi matematis IX SMP N 2 Mungka.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

PENERAPAN ACTIVE LEARNING DENGAN METODE INFORMATION SEARCH DAN CROSSWORD PUZZLE TERHADAP KEMAMPUAN PEMAHAMAN KONSEP MATEMATIKA SISWA KELAS X IPA SMAN 1 SUNGAI LIMAU KAB. PADANG PARIAMA

2018•Koleksi Perpustakaan

Amira Nurasita Adila, NIM. 13 105 005. Judul Skripsi “Penerapan ACTIVE LEARNING DENGAN METODE INFORMATION SEARCH DAN CROSSWORD PUZZLE terhadap Kemampuan Pemahaman Konsep Matematika Siswa Kelas X IPA di SMA N 1 SUNGAI LIMAU Kabupaten Padang Pariaman”. Jurusan Tadris Matematika Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, Institut Agama Islam Negeri Batusangkar (IAIN) Batusangkar 2018. Pokok permasalahan yang di temukan dalam penelitian ini adalah kemampuan pemahaman konsep matematis siswa masih rendah. Selain kemampuan pemahaman konsep matematis siswa yang masih rendah, mengakibatkan aktivitas belajar siswa juga masih rendah, seperti kurangnya keinginan siswa dalam mengerjakan soal latihan, kurang aktifnya siswa dalam proses pembelajaran. Hal ini dipengaruhi oleh model dan strategi pembelajaran yang digunakan oleh guru masih teacher center. Salah satu solusi yang peneliti sarankan adalah pembelajaran dengan Model Pembelajaran active learning dengan metode information search dan crossword puzzle. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kemampuan pemahaman konsep matematis siswa yang menerapkan model pembelajaran active learning dengan metode information search dan crossword puzzle lebih baik daripada pemahaman konsep matematis siswa yang menerapkan pembelajaran konvensional di kelas X IPA SMAN 1 Sungai Limau. Jenis penelitian ini adalah penelitian true eksperimen (eksperimen murni) dengan rancangan penelitian Randomized Group Only Design. Populasi dalam penelitian ini adalah semua siswa kelas X IPA SMAN 1 Sungai Limau tahun 2017/2018 yang terdiri dari 5 kelas. Pengambilan sampel dalam penelitian ini di ambil secara acak (random), kelas yang terambil pertama adalah kelas X IPA 5 sebagai kelas eksperimen dan kelas terambil kedua adalah kelas X IPA 4 sebagai kelas kontrol. Hipotesis diuji dengan uji-t . Berdasarkan hasil analisis data yang diolah dengan uji t yaitu harga thitung > ttabel yaitu 1,9663 > 1,67 sehingga H0 ditolak. Hasil analisis juga menunjukkan nilai ratarata kelas eksperimen lebih besar dari kelas kontrol yaitu 65,9259 > 53,6333. Jadi dapat disimpulkan bahwa tes kemampuan pemahaman konsep matematis siswa yang menerapkan model pembelajaran active learning dengan metode information search dan crossword puzzle lebih baik daripada kemampuan pemahaman konsep matematis siswa yang menerapkan pembelajaran konvensional.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

PENGARUH PENERAPAN STRATEGI ACTIVE LEARNINGTIPE PEER LESSON BERBANTUANPOWER POINTTERHADAPHASIL BELAJAR BIOLOGI SISWA

2018•Koleksi Perpustakaan

Widia Suriani Mega Sari NIM. 14 106 074, Judul Skripsi “Pengaruh Penerapan Strategi Active Learnig TipePeer Lesson Berbantuan Power Point Terhadap Hasil Belajar Biologi Siswa”,Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan Jurusan Tadris Biologi Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Batusangkar 2018. Hasil belajar biologi siswa khususnya kelas XI MIA SMAN 3 Kota Solok masih tergolongrendah.Tidak semua peserta didik aktif ketika proses pembelajaran. Siswa cenderung hanya menerima materi yang disampaikan oleh guru, tanpa terlibat aktif dalam proses pembelajaran. Selain itu, kurangnya variasi dalam proses pembelajaran terutama dalam pemanfaatan media menyebabkan kurangnya minat siswa untuk belajar. Sehingga hal ini mengakibatkan siswa tidak paham dengan pembelajaran yang telah mereka lakukan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penerapan strategi active learning tipe peer lesson berbantuanpower point terhadap hasil belajar biologi siswa.Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu, dengan rancangan posttest only control–group design.Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas XI MIA SMAN 3 Kota Solok sebanyak 5 kelasyang terdiri dari 175 orang siswa. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik simple random sampling, sampel yang terpilih adalah kelasXI MIA 4 sebagai kelas eksperimen dan kelas XI MIA 3sebagai kelas kontrol. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan tes hasil belajarpada ranah kognitif yang terdiri dari tes uraian sebanyak 9 soal. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan menunjukkan bahwa hasil belajar biologi siswa kelas eksperimen yang menerapkanstrategi active learning tipe peer lesson berbantuan power point lebih baik dari pada kelas kontrol yang menggunakan metode konvensional berdasarkan analisis secara deskriptif maupun analisis secara inferensial.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

PENERAPAN STRATEGI ACTIVE LEARNING TIPE THREE-STAGE FISHBOWL DECISION PADA MATERI PENCEMARAN LINGKUNGAN DI KELAS VII MTsS PPM DINIYYAH PASIA

2018•Koleksi Perpustakaan

Melisa Oktavia, NIM. 14 106 039, Judul Skripsi: Penerapan Strategi Active Learning Tipe Three Stage Fishbowl Decision pada Materi Pencemaran Lingkungan di Kelas VII MtsS PPM Diniyyah Pasia , Jurusan Tadris Biologi, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Batusangkar Penelitian ini dilatar belakangi oleh pembelajaran disekolah masih bersifat teacher centered. Guru aktif menyampaikan materi sedang siswa pasif menerima materi dan bersifat individual. Hal ini menyebabkan hasil belajar biologi siswa kelas VII di MTsS PPM Diniyyah Pasia masih rendah. Salah satu usaha yang dapat dilakukan guru untuk meningkatkan hasil belajar siswa yaitu dengan menerapkan strategi active learning tipe three stage fishbowl decision. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hasil belajar siswa pada pembelajaran biologi yang diajarkan dengan menggunakan strategi active learning tipe three stage fishbowl decision. Hipotesis penelitian ini adalah hasil belajar biologi siswa yang menerapkan active learning tipe three stage fishbowl decision lebih baik dari pada hasil belajar biologi siswa yang menerapkan pembelajaran konvesional pada siswa kelas VII di MTsS PPM Diniyyah Pasia. Jenis penelitian ini adalah eksperimen semu dengan rancangan penelitian berupa Randomized Control Group Posttest Only Design. Populasi dalam penelitian ini adalah semua siswa kelas VII di MTsS PPM Diniyyah Pasia. Dari hasil perhitungan statistik didapatkan populasi berdistribusi normal dan mempunyai varians yang homogen. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik Simple Random Sampling. Untuk penentuan kelas eksperimen dan kelas kontrol dilakukan dengan lot. Sampel dalam penelitian adalah kelas VII6 sebagai kelas eksperimen dan kelas VII4 sebagai kelas kontrol. Data hasil belajar siswa diperoleh dari hasil tes kedua sampel setelah penerapan model pembelajaran three stage fishbowl decision di kelas eksperimen dan pembelajaran konvensional di kelas kontrol. Hipotesis diuji dengan menggunakan uji-t. Hasil penelitian, diperoleh rata-rata hasil belajar siswa pada kelas eksperimen adalah 72,84, sedangkan kelas kontrol 62,45. Dari uji hipotesis diperoleh thitung > ttabel dimana 3,38 > 1,671 sehingga hipotesis peneliti diterima. Dapat dapat disimpulkan bahwa: ”Hasil belajar biologi dengan penerapan strategi active learning tipe three stage fishbowl decision lebih baik dari pembelajaran konvensional dalam Pembelajaran Biologi kelas VII di MTsS PPM Diniyyah Pasia Tahun ajaran 2017/2018”.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

The Intervention of Active Learning Strategies to Increase Nursing Student Self-directed Learning

2018•Koleksi Perpustakaan

Undergraduate nursing students at a Midwestern community college struggled to understand and retain content presented in long lecture format courses. The Population, Intervention, Comparison, and Outcomes (PICO) for the program are as follows: P—Nursing students at a Midwestern community college in terms 1, 2, 4, and 5 of the LPN and ADN program; I—Use of guided practice as an active learning teaching strategy in the lab setting to enhance nursing student self-directed learning readiness in terms 1 and 4; C— Nursing students in term 2 and term 5 at a Midwestern community college who did not have a lab course that used guided practice; O— Increased student results on a self-directed learning readiness post-test questionnaire compared to the pre-test results. The PICO question was: "In Midwestern community college nursing students enrolled in current lab courses, does using guided practice as an active learning strategy during lab, develop better self-directed learning skills?

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Active Learning Spaces and Technology

2018•Koleksi Perpustakaan

Without effective modern technology, active learning environments will struggle to provide students with the engaging and challenging academic experience that these recent pedagogical developments have been developed to facilitate. This text shows what can be achieved from new learning spaces, and how distributed technological solutions are an integral part of the requirement.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

How to Use Problem-based Learning in the Classroom

2018•Koleksi Perpustakaan

Engaging and motivating students--especially the least motivated learners--is a daily challenge. But with the process of problem-based learning (PBL), any teacher can create an exciting, active classroom where students themselves eagerly build problem-solving skills while learning the content necessary to apply them. With problem-based learning, students' work begins with an ill-defined problem. Key to this problem is how it explicitly links something important in students daily lives to the classroom. This motivational feature is vital as students define the what, where, and how of resolving the problem situation. Problem-based learning may sound potentially chaotic and haphazard, but it rests on the firm foundation of a teacher's work behind the scenes. The teacher develops a problem long before students see it, specifically choosing the skills and content the problem will emphasize and matching those to curriculum and standards. Though a PBL problem will have no "right" answer, the teacher structures the experience so that specific learning takes place as students generate the problem-solving steps, research issues, and produce a final product. The teacher guides without leading, assists without directing.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail