Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

8 hasil
Subjek: Resepsi
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

Implementasi dan Kontribusi Program Waqaf 1000 Hafizh terhadap Budaya Qur`ani Masyarakat Tanah Datar (Studi Living Qur`an)

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Yeni Puspita Sari, NIM. 2230301029 (2026). Judul Skripsi "Studi Living Qur`an, Kontribusi Program Waqaf 1000 Hafizh Terhadap Budaya Qur`ani Masyarakat Tanah Datar". Program Studi Ilmu Al-Qur`an dan Tafsir Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah Universitas Islam Negeri Mahmud Yunus Batusangkar. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh Program Waqaf 1000 Hafizh di Kabupaten Tanah Datar sebagai program keagamaan yang diinisiasi oleh pemerintah daerah untuk meningkatkan minat masyarakat dalam menghafal Al-Qur`an sekaligus mendorong terbentuknya Budaya Qur`ani di tengah masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi Program Waqaf 1000 Hafizh Kabupaten Tanah Datar sebagai bentuk aktualisasi konsep Living Qur`an, mengetahui bentuk resepsi masyarakat terhadap program tersebut, serta menganalisis kontribusinya terhadap Budaya Qur`ani masyarakat Tanah Datar. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dalam bentuk riset lapangan (field research) dengan pendekatan fenomenologi dan perspektif Living Qur`an. Pendekatan fenomenologi digunakan untuk memahami pengalaman dan pemaknaan informan terhadap Program Waqaf 1000 Hafizh, sedangkan perspektif Living Qur`an digunakan untuk memahami interaksi dan resepsi masyarakat terhadap Al-Qur`an melalui program tersebut. Data penelitian diperoleh melalui wawancara dengan melibatkan Pembina dan pelaksana program, guru Rumah Tahfizh, peserta, wali santri, dan masyarakat, serta didukung dengan observasi dan dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan dan verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi Program Waqaf 1000 Hafizh dilaksanakan melalui proses Pembinaan dan penghafalan Al-Qur`an, seleksi hafalan, pemberian penghargaan, serta Wisuda akbar sebagai bentuk apresiasi terhadap capaian peserta. Resepsi masyarakat terhadap program menunjukkan kecenderungan positif dengan bentuk utama berupa resepsi fungsional, yaitu pemanfaatan dan pengamalan Al-Qur`an melalui aktivitas membaca, menghafal, muraja’ah, serta pembentukan kebiasaan keagamaan. Selain itu, ditemukan resepsi estetis melalui prosesi Wisuda akbar dan simbol penghargaan, serta respons evaluatif-reflektif berupa harapan masyarakat terhadap penyempurnaan program agar capaian hafalan diiringi penguatan nilai-nilai keagamaan. Program Waqaf 1000 Hafizh juga memberikan kontribusi terhadap pembentukan Budaya Qur`ani melalui peningkatan interaksi dengan Al-Qur`an, penguatan praktik hafalan dan muraja’ah, pengamalan nilai-nilai Qur`ani, serta pembiasaan sosial berbasis Al-Qur`an. Dengan demikian, Program Waqaf 1000 Hafizh tidak hanya menjadi program Pembinaan hafalan, tetapi juga menjadi ruang sosial bagi hadir dan hidupnya Al-Qur`an dalam kehidupan masyarakat Kabupaten Tanah Datar.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

RESEPSI MASYARAKAT KAMPUNG MUARA TAMBANGAN JORONG SUNGAI BEREMAS TERHADAP SURAH AN-NAML AYAT 30-31 DALAM TRADISI PEMASANGAN JERAT GANJIL: KAJIAN LIVING QUR'AN

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Muhammad Gusti Prayoga, NIM 2230301016, judul skripsi “Resepsi Masyarakat Kampung Muara Tambangan Jorong Sungai Beremas terhadap Surah An-Naml Ayat 30–31 dalam Tradisi Pemasangan Jerat Ganjil: Kajian Living Qur’an.” Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir, Fakultas Ushuluddin, Adab dan Dakwah, Universitas Islam Negeri Mahmud Yunus Batusangkar. Penelitian ini membahas penggunaan Surah An-Naml ayat 30–31 dalam tradisi pemasangan jerat ganjil oleh masyarakat Kampung Muara Tambangan Jorong Sungai Beremas. Ayat tersebut tidak hanya dipahami sebagai bagian dari kisah Nabi Sulaiman AS, tetapi juga digunakan sebagai doa dan ikhtiar dalam aktivitas berburu. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan praktik penggunaan Surah An-Naml ayat 30–31, menganalisis bentuk resepsi masyarakat terhadap ayat tersebut, serta menganalisis faktor yang melatarbelakangi penggunaannya dalam tradisi jerat ganjil. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan dengan pendekatan kualitatif deskriptif berbasis Living Qur’an. Penelitian dilaksanakan pada Mei sampai Juli 2026 di Kampung Muara Tambangan Jorong Sungai Beremas. Informan penelitian berjumlah 14 orang yang terdiri atas enam praktisi jerat ganjil, tiga tokoh agama, dua tokoh masyarakat dan tiga tokoh pemuda. Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, dokumentasi, dan catatan lapangan. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, coding, kategorisasi, penyajian data, interpretasi, dan penarikan kesimpulan, sedangkan keabsahan data diperkuat melalui triangulasi dan member checking. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan Surah An-Naml ayat 30–31 dalam tradisi jerat ganjil dilakukan sebagai doa dan ikhtiar kepada Allah SWT sebelum atau saat pemasangan jerat serta diwariskan secara turun-temurun. Bentuk resepsi masyarakat terdiri atas resepsi eksegetis dan resepsi fungsional. Resepsi eksegetis terlihat dari pemahaman masyarakat terhadap ayat sebagai bagian dari kisah Nabi Sulaiman AS, sedangkan resepsi fungsional terlihat dari penggunaan ayat sebagai doa dalam aktivitas berburu. Faktor yang melatarbelakangi penggunaan ayat meliputi pewarisan tradisi, faktor keagamaan, budaya lokal, pengalaman dan kepercayaan masyarakat, serta kebutuhan ekonomi yang berkaitan dengan aktivitas berburu. Kata Kunci: Resepsi Masyarakat, Surah An-Naml, Jerat Ganjil, Living Qur’an.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Resepsi Masyarakat Jorong Pariangan Terhadap Kaligrafi Masjid Tuo Minangkabau-Pariangan

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Juma’ah Aci, Nim 2130301026. Judul Skripsi : “Resepsi Masyarakat Jorong Pariangan terhadap Kaligrafi Masjid Tuo Minangkabau-Pariangan Kabupaten Tanah Datar”. Program Studi Ilmu Al-Qur`an dan Tafsir Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah. Universitas Ilsam Negeri (UIN) Mahmud Yunus Batusangkar. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis respon dan tanggapan masyarakat Jorong Pariangan terhadap kaligrafi Masjid Tuo Minangkabau-Pariangan. Fokus penelitian ini mencakup ; (1) Apa alasan pemilihan ayat pada kaligrafi Masjid Tuo Minangkabau-Pariangan, (2) Apa pesan-pesan yang ingin disampaikan dari ayat kaligrafi Masjid Tuo Minangkabau-Pariangan, dan (3) Bagaimana respon masyrakat Jorong Pariangan terhadap pesan kaligrafi Masjid Tuo Minangkabau-Pariangan, serta pengaruhnya dalam meningkatkan kualitas keislaman mereka. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif lapangan (field reseach) dengan pendekatan simbiotik pada study Living Qur`an. Adapun teknik pengumpulan data yang dilakukan adalah wawancara dan dokumentasi. Sumber data primer yaitu ; Pengurus Masjid Tuo Minangkabau-Pariangan, Tokoh masyarakat, dan Masyarakat (Jama`ah) Masjid Tuo Minangkabau-Pariangan. Data penelitian ini diperoleh melalui wawancara dan dokumentasi yang berasal dari informan yang mencakup Sekretaris Umum dan dua orang garim Masjid Tuo Minangkabau-Pariangan, tiga orang tokoh akademisi dan serta delapan orang masyarakat di Jorong Pariangan. Hasil penelitian yang diperoleh menunjukan bahwa ; (1) Ayat yang dipilih pada kaligrafi Masjid Tuo Minangkabau-Pariangan ini merupakan ayat-ayat yang berkaitan dengan aspek sosial dan ibadah. Hal ini disesuaikan dengan filosofi Minangkabau yaitu Adaik basandi Syara`, Syara` basandi Kitabullah. Selain itu, potongan ayat merupakan hal inti yang akan disampaikan melalui kaligrafi tersebut, (2) Pesan-pesan yang terkandung didalam kaligrafi tersebut terdiri tiga hal utama yang mana pesan tersebut sangat berkaitan dengan kehidupan sehari-hari. Tiga pesan tersebut terdiri dari (a) pesan taqwa dan ibadah, (b) pesan sosial dan moral, (c) serta pesan yang berhubungan dengan larangan dan perintah. (3) Sebagian besar masyarakat berpendapat bahwa mereka senang melihat kaligrafi tersebut, meski sebagian besar masih banyak masyarakat yang tidak bisa membaca secara jelas dan paham akan terjemahan, tafsir dan nama dari potongan ayat yang ada. Dari sekian banyak ayat yang tercantum pada kaligrafi tersebut, masyarakat hanya tau beberapa surah saja seperti Q.S az-Zalzalah, Q.S al-Mau`an, dan Q.S ar-Rahman. Yang mana ayat-ayat tersebut adalah ayat-ayat yang tersemasuk dalam surah bacaan yang sering mereka baca ketika sholat. Selain itu, penelitian ini juga mengungkapkan pengaruh kaligrafi pada peningkatan kualitas ibadah masyarakat, yang mana masyarakat tidak sepenuhnya merasakan hal tersebut. Kebanyakan masyarakat menganggap peningkatan kualitas ibadah didasarkan pada niat dari setiap kepribadian. Kata Kunci : Resepsi Masyarakat, Kaligrafi, Masjid Tuo Minangkabau

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

STUDI LIVING QUR'AN: RESEPSI MASYARAKAT JAWA DI DESA BANGUN JAYA KECAMATAN TAMBUSAI UTARA, KABUPATEN ROKAN HULU, PROVINSI RIAU TERHADAP TRADISI MALAM SATU SURO BERDASARKAN QS. AT-TAUBAH AYAT 36

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Putri Nur Azizah. NIM 2130301031. Judul Skripsi: ”STUDI LIVING QUR'AN: RESEPSI MASYARAKAT JAWA DI DESA BANGUN JAYA KECAMATAN TAMBUSAI UTARA, KABUPATEN ROKAN HULU, PROVINSI RIAU TERHADAP TRADISI MALAM SATU SURO BERDASARKAN QS. AT-TAUBAH AYAT 36”. Program Studi Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah UIN Mahmud Yunus Batusangkar. Latar belakang penelitian ini adalah adanya tradisi Malam Satu Suro yang dilaksanakan oleh masyarakat Jawa di Desa Bangun Jaya, Kecamatan Tambusai Utara, Riau. Adapun fokus penelitian ini adalah: (1) Bagaimana sejarah dan asal usul tradisi Malam Satu Suro di kalangan masyarakat Jawa di Desa Bangun Jaya? (2) Bagaimana praktik pelaksanaan tradisi Malam Satu Suro pada masyarakat Jawa di Desa Bangun Jaya? (3) Bagaimana resepsi masyarakat Jawa di Desa Bangun Jaya terhadap tradisi Malam Satu Suro berdasarkan QS. At-Taubah ayat 36? Penelitian ini adalah jenis penelitian lapangan (field research), dengan studi Living Qur’an yang mengkaji berbagai peristiwa sosial terkait dengan kehadiran Al-Qur’an di dalam suatu komunitas Muslim tertentu. Pendekatan yang penulis gunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Adapun sumber data primer penelitian ini adalah tokoh agama, tokoh adat, dan masyarakat Jawa yang terlibat langsung dalam tradisi. Sumber data sekunder meliputi dokumen tertulis, buku, artikel ilmiah, dan penelitian terdahulu yang relevan. Hasil penelitian yang diperoleh menunjukkan bahwa: (1) Sejarah tradisi Malam Satu Suro di Desa Bangun Jaya dimulai sejak masa transmigrasi tahun 1982–1983, dibawa oleh para sesepuh Jawa. Tradisi ini bertujuan untuk menyambut Tahun Baru Islam (1 Muharram) dan memohon keselamatan. Seiring waktu, tradisi ini mengalami akulturasi dengan ajaran Islam, di mana kegiatan seperti tahlilan dan doa bersama menjadi bagian utamanya, (2) Praktik pelaksanaannya dilakukan secara komunal setelah salat Isya, biasanya di perempatan jalan. Rangkaiannya meliputi doa bersama, pembacaan QS. At-Taubah ayat 36, tahlilan, makan bersama (gendurian), dan dimeriahkan dengan kesenian Reog Ponorogo. Makanan simbolik seperti tumpeng disajikan sebagai wujud syukur kepada Tuhan. Tradisi ini dirasakan membawa manfaat spiritual dan mempererat kekompakan sosial, (3) Resepsi masyarakat terhadap tradisi ini sangat positif dan selaras dengan nilai-nilai Islam. Mereka mengaitkan tradisi ini dengan QS. At-Taubah ayat 36, yang menjelaskan tentang bulan-bulan suci (termasuk Muharram/Suro), sebagai dasar teologis untuk memuliakan bulan tersebut dengan amalan positif seperti doa dan istighosah. Tradisi ini menjadi wujud dari Living Qur'an, di mana nilai-nilai Al-Qur'an dihayati dan diimplementasikan dalam kehidupan sosial-budaya masyarakat.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Resepsi Masyarakat Nagari Siguntur kecamatan Sitiung kabupaten Dharmasraya terhadap Tradisi Pembacaan Al-Qur'an dan Do'a Tolak Bala setelah Batanam Padi (Studi Living Qur'an)

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Rizky Fajar Nim 210301035 (2025). Judul Resepsi Masyarakat Nagari Siguntur kecamatan Sitiung kabupaten Dharmasraya terhadap Tradisi Pembacaan Al-Qur'an dan Do'a Tolak Bala setelah Batanam Padi (Studi Living Qur'an). Progam Studi Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah Universitas Islam Negeri Mahmud Yunus Batusangkar. Latar belakang penelitian ini adalah Resepsi Masyarakat Nagari Siguntur kecamatan Sitiung kabupaten Dharmasraya terhadap Tradisi Pembacaan Al-Qur'an dan Do'a Tolak Bala setelah Batanam Padi. Fokus utama penelitian ini adalah:1) mendeskripsikan sejarah awal tradisi pembacaan Al Qur'an dan Do'a Tolak Bala setelah Batanam Padi di Nagari Siguntur, 2) mengkaji praktek pembacaan Al Qur'an dan Do'a pada tradisi pembacaan Al-Qur'an dan Do'a Tolak Bala setelah Batanam Padi di Nagari Siguntur, 3) Menjelaskan makna yang terkandung dalam Tradisi pembacaan Al Qur'an dan Do'a Tolak Bala setelah Batanam di Nagari Siguntur. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan yang menggunakan studi Living Qur'an, yaitu kajian ilmiah mengenai berbagai peristiwa yang terkait dengan kehadiran Al-Qur'an di tengah komunitas muslim tertentu. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan fenomenalogi dan pendekatan sosial keagamaan. Teknik pengumpulan data yang digunakan meliputi wawancara, observasi dan dokumentasi. Sumber data primer dalam penelitian ini adalah tetua kampung, alim ulama dan pihak-pihak yang terlibat dalam pelaksanaan Tradisi Pembacaan Al-Qur'an dan Do'a Tolak Bala setelah Batanam Padi. Hasil penelitian yang diperoleh dilapangan mengenai Resepsi Masyarakat Nagari Siguntur kecamatan Sitiung kabupaten Dharmasraya terhadap Tradisi Pembacaan Al-Qur'an dan Do'a Do'a Tolak Bala setelah Batanam Padi menunjukkan bahwa: 1) Sejarah awal muncul nya tradisi pembacaan Al Qur'an dan Do'a Tolak Bala setelah Batanam Padi di Nagari Siguntur sudah ada sejak zaman dahulu yang diwariskan oleh nenek moyang terdahulu. Dasar munculnya tradisi ini adalah sebagai bentuk upaya atau ikhtiar masyarakat Nagari agar padi yang ditanam di jauh kan dari segala bala atau musibah yang dapat merusak nya. 2) Praktik pembacaan Al-Qur'an dan Do'a pada tradisi pembacaan Al-Qur'an dan Do'a Tolak Bala setelah Batanam Padi terdiri kegiatan baureh, makan bersama, berzikir, bertahlil yang dipimpin oleh Imam Nagari dan ayat yang Al-Qur'an yang dibaca adalah QS.Al-Fatihah, QS.Al-Ikhlas, QS. Al-Falaq, QS.An-Nas, QS. Al-Baqarah ayat 1-5 serta ayat kursi dan ditutup dengan Do'a Tolak Bala yang dibaca oleh Imam Nagari. 3) Makna yang terkandung dalam Tradisi pembacaan Al-Qur'an dan Do'a Tolak Bala setelah Batanam di Nagari Siguntur adalah upaya atau ikhtiar masyarakat untuk menolak bala yang dapat merusak tanaman padi, baik itu hama, tikus maupun kekeringan dan segala hal yang dapat membuat gagal panen, selain itu tradisi ini juga bertujuan untuk meningkatkan rasa syukur kepada Tuhan, selain menolak bala tanaman, tradisi ini juga bertujuan untuk mempererat hubungan silaturrahmi antara masyarakat.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Resepsi Masyarakat Nagari Sungai Dareh Kecamatan Pulau Punjung terhadap Pembacaan Ayat Al-Qur`an dalam Tradisi Turun Mandi Anak di Sungai Batang Hari

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Gita Sahri Rahmadhani. NIM. 1830301018 (2024). Judul Skripsi: “Resepsi Masyarakat Nagari Sungai Dareh Kecamatan Pulau Punjung terhadap Pembacaan Ayat Al-Qur`an dalam Tradisi Turun Mandi Anak di Sungai Batang Hari”. Program Studi Ilmu Al-Qur`andan Tafsir Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah Universitas Islam Negeri (UIN) Mahmud Yunus Batusangkar. Penelitian ini dilatar belakangi oleh adanya ayat-ayat Al-Qur`an yang hidup di tengah masyarakat Kabupaten Dharmasraya. Tradisi ini telah dilaksanakan oleh masyarakat dari masa ke masa, yang mana Tradisi ini berupa Tradisi Turun Mandi Anak, hal ini membuat peneliti tertarik untuk mendalami seputar Tradisi ini, baik itu berupa resepsi fungsional dan resepsi eksegesis ayat-ayat Al-Qur`an dalam tradisi, dan proses pelaksanaan tradisi turun mandi ini. Adapun tujuan penelitian ini adalah: untuk mendeskripsikan resepsi fungsional dan resepsi eksegesis ayat-ayat Al-Qur`an dalam tradisi turun mandi, serta proses pelaksanaan tradisi turun mandi. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian lapangan (field research) yang berbasis pada data-data lapangan yang terkait dengan subjek yang akan diteliti. Kajian ini dapat dimasukkan ke dalam kajian Living Qur`an yang dipahami sebagai Al-Qur`an yang hidup di tengah masyarakat. Metode yang digunakan adalah metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Sumber data yang peneliti gunakan adalah sumber data primer dan sekunder. Teknik pengumpulan data yang penulis gunakan adalah: Wawancara, Observasi, dan Dokumentasi. Dari penelitian yang penulis lakukan, menghasilkan kesimpulan terkait resepsi fungsional dan resepsi eksegesis ayat-ayat Al-Qur`an dalam tradisi turun mandi, dan proses pelaksanaan tradisi turun mandi yaitu: (1) Masyarakat Nagari Sungai Dareh Kecamatan Pulau Punjung meresepsikan Al-Qur`an secara fungsional, dengan menggunakan ayat al-Qur`an pada kegiatan proses tradisi Turun Mandi. Dalam tradisi Turun Mandi ini kemudian ayat-ayat al-Qur`an digunakan sebagai bacaan yang dianggap memiliki kekuatan magis. (2) Al-Qur`an diresepsi secara eksegesis, mulai dari dibaca, dipahami hingga kemudian diajarkan. Salah-satu indikasi konkrit ke arah resepsi eksegesis tersebut yaitu adanya tradisi turun mandi anak sebagai bentuk rasa syukur atas kelahiran bayi yang seringakali para pemuka adat sebagai pelaku tradisi menjadikan ayat-ayat Al-Qur`an sebagai sumber bacaan utama proses tradisi turun mandi ini. (3) Praktik pelaksanaan tradisi Turun Mandi Anak di Sungai Batang Hari di Nagari Sungai Dareh, dilaksanakan ketika tali pusar sang anak sudah putus. Adapun yang dibaca ketika tradisi tersebut ialah membaca surat Al-Fatihah sebanyak 7x, surat Al-Ikhlas, Al-Falaq, An-Nas dan ditutup dengan membaca doa.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Analisis Resepsi Remaja Awal Pasar Malalo, Kec. Batipuh Selatan Terhadap Pesan Iklan Rokok SAMPOERNA A MILD Versi “Bukan Main”

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

NURUL AINI PUTRI, NIM 1930303022, judul skripsi “Analisis Resepsi Remaja Awal Pasar Malalo Kec. Batipuh Selatan Terhadap Pesan Iklan Rokok SAMPOERNA A MILD Versi “Bukan Main”. Jurusan Komunikasi Penyiaran Islam konsentrasi Jurnalistik, Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah Universitas Islam Negeri Mahmud Yunus Batusangkar akademik 2024. Iklan rokok umumnya menampilkan adegan yang berhubungan dengan petualang ataupun dunia kerja dan musik, sehingga terkesan unik dari iklan-iklan lainnya. Pokok permasalahan dalam skripsi ini adalah terletak pada pesan yang didapatkan oleh setiap informan melalui iklan rokok SAMPOERNA AMILD versi “Bukan Main”. Iklan tersebut memiliki pesan yang menggambarkan kehidupan bermasyarakat saat ini yang sering seenaknya. Hasil penelitian yang didapatkan yaitu terdapat enam informan yang masingmasing mempunyai pesan yang berbeda-beda dalam pemaknaan iklan rokok SAMPOERNA A MILD di televisi. Dua informan menunjukkan hasil resepsi pada posisi dominant hegemonic, tiga pada posisi negotiated, dan satu pada posisi oppositional. Dari hasil tersebut menandakan bahwa analisis resepsi ini menunjukan bahwa informan ataupun remaja awal yang ada di Pasar Malalo, memberikan pesan berdasarkan kategori yang berbeda-beda dan tidak sepakat seluruhnya dengan apa yang telah diklaim oleh peneliti sebelumnya dan hampir semua informan ini telah menyaksikan iklan rokok SAMPOERNA A MILD versi “Bukan Main” ini di televisi.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Resepsi Masyarakat Sarilamak dalam Pembacaan Ayat-Ayat Al-Qur`an pada Tradisi Shalawat Dala`Il Al-Khairat setelah Kematian (Studi Living Qur`an)

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Toni Firdaus, NIM. 1930301042, Judul Skripsi “Resepsi Masyarakat Sarilamak dalam Pembacaan Ayat-ayat Al-Qur`an pada Tradisi Shalawat Dala`il al-Khairat Setelah Kematian (Studi Living Qur`an)” program Studi Ilmu Al-Qur`an dan Tafsir Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah Universitas Islam Negeri Mahmud Yunus Batusangkar, 2024. Latar belakang masalah dalam penulisan skripsi ini menyoroti kebiasaan dan tanggapan masyarakat Nagari Sarilamak terhadap pembacaan ayat-ayat AlQur`an dalam tradisi shalawat Dala`il al-Khairat. Fokus penelitian ini adalah menggambarkan resepsi masyarakat Sarilamak terhadap pembacaan ayat-ayat AlQur`an dalam konteks tradisi shalawat Dala`il al-Khairat setelah kematian. Rumusan masalah dalam penelitian ini mencakup bagaimana pelaksanaan tradisi pembacaan ayat-ayat Al-Qur`an pada shalawat Dala`il al-Khairat dan bagaimana masyarakat merespons pembacaan ayat-ayat Al-Qur`an pada shalawat Dala`il alKhairat setelah kematian. Penelitian ini bersifat deskriptif dengan menggunakan pendekatan fenomenologi, yang dilaksanakan melalui metode penelitian lapangan atau field research. Pengumpulan data dilakukan dengan mengimplementasikan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Observasi dilakukan secara langsung terhadap praktik pembacaan ayat-ayat Al-Qur`an pada tradisi shalawat Dala`il alKhairat setelah kematian di masyarakat Sarilamak. Wawancara dilakukan untuk mendapatkan pandangan dan pemahaman mendalam dari responden terkait praktik tersebut. Sementara itu, teknik dokumentasi digunakan untuk mengumpulkan data historis terkait perkembangan dan keberlanjutan tradisi ini dari masa ke masa. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan di nagari Sarilamak mengenai resepsi masyarakat terhadap pembacaan ayat-ayat Al-Qur`an dalam tradisi shalawat Dala`il al-Khairat setelah kematian, ditemukan bahwa tradisi ini telah eksis dan terus dilaksanakan secara turun-temurun oleh masyarakat nagari Sarilamak. Pelaksanaan tradisi ini dimulai dengan membaca al-Fatihah, surah alAhzab [33] ayat 56, shalawat Dala`il al-Khairat, Istighfar, Tahlil, surah al-Ikhlas [112], al-Falaq [113], dan An-Naas [114], dan diakhiri dengan Doa. Pembacaan ayat-ayat Al-Qur`an pada tradisi shalawat Dala`il al-Khairat setelah kematian termasuk aplikasi Living Qur`an dalam bentuk praktik yng dilakukan ditengahtengah masyarakat dan merupakan bagian dari tradisi (`Urf) yang terus dilakukan sampai sekarang. Dalam pelaksanaan tradisi ini muncul respon/ resepsi dari masyarakat Sarilamak di antaranya; mereka melakukan tradisi ini memang karena keinginan mereka bahkan ada yang terdesak karena posisi mereka sebagai tokoh masyarakat, kemudian pelaksanaan tradisi ini bisa menumbuhkan rasa cinta kepada Al-Qur`an dan Rasulullah SAW, menenagkan jiwa, bahkan mereka meyakini bahwa tradisi ini dapat memberikan pertolongan kepada orang yang telah meninggal atau mayit, bahkan mereka meyakini bahwa tradisi ini merupakan perbuatan yang baik yang tidak bertentangan dengan ajaran Islam.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail