Abstrak
Gita Sahri Rahmadhani. NIM. 1830301018 (2024). Judul Skripsi: “Resepsi Masyarakat Nagari Sungai Dareh Kecamatan Pulau Punjung terhadap Pembacaan Ayat Al-Qur`an dalam Tradisi Turun Mandi Anak di Sungai Batang Hari”. Program Studi Ilmu Al-Qur`andan Tafsir Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah Universitas Islam Negeri (UIN) Mahmud Yunus Batusangkar. Penelitian ini dilatar belakangi oleh adanya ayat-ayat Al-Qur`an yang hidup di tengah masyarakat Kabupaten Dharmasraya. Tradisi ini telah dilaksanakan oleh masyarakat dari masa ke masa, yang mana Tradisi ini berupa Tradisi Turun Mandi Anak, hal ini membuat peneliti tertarik untuk mendalami seputar Tradisi ini, baik itu berupa resepsi fungsional dan resepsi eksegesis ayat-ayat Al-Qur`an dalam tradisi, dan proses pelaksanaan tradisi turun mandi ini. Adapun tujuan penelitian ini adalah: untuk mendeskripsikan resepsi fungsional dan resepsi eksegesis ayat-ayat Al-Qur`an dalam tradisi turun mandi, serta proses pelaksanaan tradisi turun mandi. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian lapangan (field research) yang berbasis pada data-data lapangan yang terkait dengan subjek yang akan diteliti. Kajian ini dapat dimasukkan ke dalam kajian Living Qur`an yang dipahami sebagai Al-Qur`an yang hidup di tengah masyarakat. Metode yang digunakan adalah metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Sumber data yang peneliti gunakan adalah sumber data primer dan sekunder. Teknik pengumpulan data yang penulis gunakan adalah: Wawancara, Observasi, dan Dokumentasi. Dari penelitian yang penulis lakukan, menghasilkan kesimpulan terkait resepsi fungsional dan resepsi eksegesis ayat-ayat Al-Qur`an dalam tradisi turun mandi, dan proses pelaksanaan tradisi turun mandi yaitu: (1) Masyarakat Nagari Sungai Dareh Kecamatan Pulau Punjung meresepsikan Al-Qur`an secara fungsional, dengan menggunakan ayat al-Qur`an pada kegiatan proses tradisi Turun Mandi. Dalam tradisi Turun Mandi ini kemudian ayat-ayat al-Qur`an digunakan sebagai bacaan yang dianggap memiliki kekuatan magis. (2) Al-Qur`an diresepsi secara eksegesis, mulai dari dibaca, dipahami hingga kemudian diajarkan. Salah-satu indikasi konkrit ke arah resepsi eksegesis tersebut yaitu adanya tradisi turun mandi anak sebagai bentuk rasa syukur atas kelahiran bayi yang seringakali para pemuka adat sebagai pelaku tradisi menjadikan ayat-ayat Al-Qur`an sebagai sumber bacaan utama proses tradisi turun mandi ini. (3) Praktik pelaksanaan tradisi Turun Mandi Anak di Sungai Batang Hari di Nagari Sungai Dareh, dilaksanakan ketika tali pusar sang anak sudah putus. Adapun yang dibaca ketika tradisi tersebut ialah membaca surat Al-Fatihah sebanyak 7x, surat Al-Ikhlas, Al-Falaq, An-Nas dan ditutup dengan membaca doa.