Abstrak
Rivaldo. NIM 1830301031. Judul skripsi: :Studi Living Qur`an Tradisi Tolak Bala Setelah Batanam Padi di Korong Bandar Manggis Kecamatan 2x11 Kayutanam Kaupaten Padang Pariaman Provinsi Sumatera Barat.” Program Studi Ilmu Al-Qur`an dan tafsir Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah. Latar belakang penelitian ini adalah kebiasaan masyarakat Korong Bandar Manggis Nagari Kayutanam yang melaksanakan Tolak Bala setelah batanam padi. Adapun fokus penelitian ini adalah: (1) Bagaimana praktik Tolak Bala setelaah batanam padi di Korong Bandar Manggis Kecamatan 2x11 Kayutanam Kabupaten Padang Pariaman Provinsi Sumatera Barat, (2) Bagaimana Pemahaman dan Makna Tolak Bala Setelah batanam padi bagi masyarakat Korong Bandar Manggis Kecamatan 2x11 Kayutanam Kabupaten Padang Pariaman Provinsi Sumatera Barat. Penelitian ini termasuk jenis penelitian lapangan (field reseach), serta studi Living Qur`an yaitu kajian ilmiah tentang berbagai peristiwa sosial terkait dengan kehadiran Al-Qur`an di tengah komunitas muslim tertentu. Pendekatan yang penulis pakai dalam penelitian ini adalah studi kasus. Sedangkan Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, observasi dan dokumentasi. Adapun sumber data utama penelitian ini adalah: alim ulama, tokoh masyarakat yang mengikuti tradisi Tolak Bala ini. Hasil penelitian yang diperoleh di lapangan tentang Tradisi Tolak Bala setelah batanam padi di Korong Bandar Manggis Kecamatan 2x11 Kayutanam Kabupaten Padang Pariaman Provinsi Sumatera Barat menunjukan bahwa: (1) Prosesi pelaksanaan Tradisi Tolak Bala ini diawali dengan dipimpinnya bacaan tawasul oleh urang siak, setelah itu dilanjutkan dengan membaca surah Al-Ikhlas, Al-Falaq, An-Nas dan dilanjutkan membaca surah yang dihafal oleh masing-masing yang hadir dalam kegiatan tolak bala ini. Setelah semuanya selesai membaca surah yang dihafal, selanjutnya urang siak memimpin bacaan surah Al-Baqarah yang diikuti oleh masyarakat yang hadir dengan suara Jahar (suara keras) sampai dengan Al-Baqarah ayat lima, kemudian dilanjutkan Qs Al-Baqarah ayat 163, 255-257, 284-286. Setelah selesai membaca ayat-ayat Al-Qur`an kemudian dilanjutkan dengan tahlil dan diakhiri dengan do’a tolak bala. Setelah pembacaan ayat-ayat Al-Qur`an tersebut, kemudian dilanjutkan dengan pembacaan tahlil yang juga dipimpin oleh urang siak (alim ulama). (2) Adapun pemahaman masyarakat Korong Bandar Manggis tentang Tradisi Tolak Bala ini pada umumnya mengkaitkan dengan ajaran guru-guru mereka yang sudah turun-temurun. Selain itu pelaksanaan tradisi ini sangat penting bagi masyarakat Korong Bandar Manggis, karena tradisi ini adalah sebuah usaha masyarakat yang mengharapkan tanaman yang dimiliki selamat dari musibah atau bala yang akan mengganggu. Kemudian dari Tradisi Tolak Bala ini makna yang terkandung adalah: (a) Sebagai bentuk permohonan hamba kepada sang pencipta, (b)Sebagai bentuk mempertahankan tradisi yang sudah ada sejak zaman nenek moyang, (c)Salah satu bentuk tawakal kepada Allah, (d)Mengingatkan kita bahwa Al-Qur`an adalah acuan dan pedoman hidup bagi umat Islam, dan (e)Tradisi yang bersandi syara’, syarak yang bersandi Kitabullah