Abstrak
Fadhilah Iffah. NIM.1830301015 (2023). Judul Skripsi: “Study Living Qur`an: Seni Salawat Dulang di Kabupaten Tanah Datar”. Program Studi Ilmu Al-Qur`an dan Tafsir Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah Universitas Islam Negeri (UIN) Mahmud Yunus Batusangkar. Penelitian ini dilatar belakangi oleh adanya ayat-ayat Al-Qur`an yang hidup di tengah masyarakat Kabupaten Tanah Datar. Kesenian ini telah dibawakan oleh masyarakat dari masa kemasa, yang mana Kesenian ini berupa Kesenian Salawat Dulang, hal ini membuat peneliti tertarik untuk mendalami seputar Kesenian ini, baik itu berupa sejarah, ayat-ayat yang disyarahkan dalam syairnya, dan juga nilai-nilai yang terkandung di dalam Kesenian salawat dulang ini. Adapun tujuan penelitian ini adalah: Untuk mendeskripsikan sejarah salawat dulang, ayat-ayat yang disyarahkan, nilai-nilai yang terkandung dalam salawat dulang. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian lapangan (field research) adalah penelitian yang berbasis pada data-data lapangan yang terkait dengan subjek yang akan diteliti. Kajian ini dapat dimasukkan ke dalam kajian Living Qur’an yang dipahami sebagai Al-Qur`an yang hidup di tengah masyarakat. Metode yang digunakan adalah metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Sumber data yang peneliti gunakan adalah sumber data primer dan sekunder. Teknik pengumpulan data yang penulis gunakan adalah: Wawancara, Observasi, dan Dokumentasi. Dari penelitian yang penulis lakukan, menghasilkan kesimpulan terkait sejarah, ayat-ayat yang disyarahkan, dan nilai-nilai yang terkandung dalam Kesenian salawat dulang adalah: (1) Terdapat perbedaan pendapat tentang sejarah Kesenian salawat dulang ini, baik itu siapa yang membawa Kesenian ini ke Kabupaten Tanah Datar, dan daerah mana yang menjadi daerah persebaran pertama Kesenian ini di Kabupaten Tanah Datar. Hal ini terjadi karena tidak adanya bukti secara tertulis terkait sejarah Kesenian salawat dulang ini, penyampaian hanya dilakukan dari mulut ke mulut. Akan tetapi Kesenian salawat dulang ini merupakan salah satu media yang dipakai oleh para pendahulu untuk mendakwahkan agama Islam di tengah masyarakat Minangkabau dan masih ada hingga saat ini. Kesenian salawat dulang ini sudah sangat membaur di tengah masyarakat Minangkabau, baik mereka yang tinggal di ranah Minang maupun yang tinggal di luar Sumatera Barat. (2) Banyak ayat-ayat Al-Qur`an yang disyarahkan dalam lantunan syair salawat dulang, seperti ayat-ayat yang membahas seputar hakikat ketuhanan, kajian diri atau tasawuf, khamr, hakikat shalat, kematian, jangan sombong dan takabur, dan lainnya. Akan tetapi terdapat beberapa ayat yang sering disyarahkan, yaitu surat Al-A’raf ayat 172, dan surat Al-Hadid ayat 4 dan biasanya tema pembahasan adalah tasawuf dan ada juga seputar kematian. (3) Kesenian salawat dulang memiliki nilai-nilai yang cukup kompleks di dalamnya, diantaranya nilai-nilai keagamaan atau dakwah Islam, nilai-nilai kebudayaan dan tradisi, nilai-nilai akhlak budi pekerti, serta hiburan.