Lewati ke konten utama
Beranda / Publikasi / Thesis
ThesisOpen AccessTerbit 2023Versi 1

Studi Living Qur'an Tradisi Pembacaan AL-Qur'an dan Doa Setelah Kematian di Kuburan Pada Nagari Sabu Kecamatan Batipuh Kabupaten Tanah Datar

Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir•Ilmu Alqur'an Dan Tafsir•1 dilihat · 0 unduhan

Abstrak

ABSTRAK Miftahul Jannah, NIM 1930301025 (2023). Judul Skripsi: “Studi Living Qur`an Tradisi Pembacaan Al-Qur`an dan Doa Setelah Kematian di Kuburan Pada Nagari Sabu Kecamatan Batipuh Kabupaten Tanah Datar”. Jurusan Ilmu Al-Qur`an dan Tafsir Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah Universitas Islam Negeri (UIN) Mahmud Yunus Batusangkar. Latar belakang penelitian ini adalah kebiasaan yang dilakukan masyarakat Nagari Sabu dalam menjalankan Tradisi Pembacaan al-Qur`an dan Doa Setelah Kematian di kuburan. Adapun fokus penelitian ini adalah: (1) sejarah tradisi pembacaan al-Qur`an dan doa setelah kematian di kuburan pada Nagari Sabu, (2) praktik pembacaan al-Qur`an dan doa setelah kematian di kuburan pada Nagari Sabu, dan (3) nilai/makna yang terkandung dalam tradisi pembacaan al-Qur`an dan doa setelah kematian di kuburan bagi masyarakat Nagari Sabu. Jenis penelitian ini adalah penelitian lapangan (field research) dengan menggunakan Fenomenologi dan Living Qur`an sebagai pendekatannya. Adapun teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, observasi dan dokumentasi. Sumber data primer yaitu Alim Ulama dan urang Siak/Ustadz Nagari Sabu, serta pelaku yang melaksanakan tradisi pembacaan al-Qur`an dan doa setelah kematian di kuburan. Hasil penelitian yang diperoleh di lapangan mengenai tradisi pembacaan al-Qur`an dan doa setelah kematian di kuburan pada Nagari Sabu Kecamatan Batipuh Kabupaten Tanah Datar menunjukkan bahwa (1) Tradisi pembacaan al-Qur`an dan doa setelah kematian di kuburan pada Nagari Sabu merupakan tradisi yang berasal dari ajaran Tarekat Syattariyah. Sejarahnya ada semenjak Tarekat Syattariyah dibawa oleh Syekh Aluma Koto Tuo (w. 1961 M) ke Koto Tuo, lalu masuk ke Nagari Sabu yang disebarkan oleh Tuanku Labai Sati (w. 2002 M), (2) Praktik pembacaan al-Qur`an dan doa setelah kematian di kuburan pada Nagari Sabu dilakukan selama tujuh hari, pada dini hari menjelang shalat Subuh dan sore hari menjelang shalat Magrib di kuburan, dengan membacakan al-Qur`an dan doa terhindar dari siksa kubur di kuburan, pembacaan al-Qur`an dilakukan oleh keluarga si mayat atau kaum muslimin yang berkenan membacakannya. Adapun doa dibacakan oleh seorang urang Siak/Ustadz, dibacakan sebanyak 44 kali, sebagai pembeda dengan doa dan bacaan lain serta agar mustajab. Pembacaan al-Qur`an dan doa dilakukan dalam waktu yang sama, (3) Tradisi ini memiliki nilai atau makna sebagai bentuk berbakti kepada orang tua yang telah meninggal, sebagai bentuk perbuatan yang bernilai ibadah dan pahala bagi yang membacakan al-Qur`an dan doa, serta sebagai penolong bagi si mayat di dalam kubur agar dapat terhindar dari bentuk azab atau siksa di dalam kubur. Kata Kunci : Living Qur`an, Tradisi, Pembacaan, Al-Qur`an, Kuburan

Kata kunci

Living Qur`an, Tradisi, Pembacaan, Al-Qur`an, Kuburan

Informasi bibliografis

Versi dan riwayat publik

  1. Versi 1Studi Living Qur'an Tradisi Pembacaan AL-Qur'an dan Doa Setelah Kematian di Kuburan Pada Nagari Sabu Kecamatan Batipuh Kabupaten Tanah Datar2023 · oai:ais:skripsi:6818

Publikasi terkait