Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis respons penghafal al-Qur'an dari kalangan lansia terhadap kegiatan tahfizh al-Qur'an di Pondok Tahfizh Ma’had An-Nur, Kabupaten Agam. Fokus penelitian meliputi motivasi lansia dalam mengikuti kegiatan tahfizh al-Qur'an, pelaksanaan tahfizh al-Qur'an pada kalangan lansia, dan perubahan sikap yang dialami peserta lansia setelah mengikuti tahfizh al-Qur'an. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan studi kasus sebagai desain penelitian. Data dikumpulkan melalui observasi dan wawancara mendalam dengan dua belas orang informan kunci yaitu Elizarni, Wati, Hj. Ernawati, Zuriati (A), Zuriati (B), Murni, Yarma, Yarni, Mayyar, Mismar, Yulisma, Yusnimar yang merupakan peserta tahfizh lansia di Pondok Tahfizh Ma’had An-Nur. Selama wawancara, peserta diminta untuk mengungkapkan motivasi mereka dalam mengikuti kegiatan tahfizh al-Qur'an, pengalaman pelaksanaan tahfizh, serta perubahan sikap yang mereka alami. Hasil penelitian menunjukkan bahwa motivasi lansia dalam mengikuti kegiatan tahfizh al-Qur'an di Pondok Tahfizh Ma’had An-Nur beragam. Tiga orang peserta tahfizh lansia memiliki motivasi religius untuk mendekatkan diri dengan Allah melalui hafalan al-Qur'an, sementara empat orang lansia yang lain ingin memperoleh pahala dan ridha Allah di akhirat. Motivasi lainnya termasuk ingin mendapatkan ketenangan hidup dari dua orang lansia dan memiliki keinginan yang kuat dari tujuh orang lansia. Sementara itu, terdapat satu orang lansia yang termotivasi untuk menghafal al-Qur`an melalui dakwah guru atau penceramah. Pelaksanaan tahfizh al-Qur'an pada kalangan lansia di Pondok Tahfizh Ma’had An-Nur dilakukan dengan metode yang sesuai dengan kemampuan dan kesehatan para peserta. Metode wahdah (baris per baris), metode tikrar (pengulangan), metode sima’i (mendengarkan) dan metode tasmi’ (memperdengarkan bacaan) digunakan untuk memudahkan proses menghafal al-Qur'an. Setelah mengikuti kegiatan tahfizh al-Qur'an, peserta lansia mengalami perubahan sikap yang positif. Pada umumnya sebagian besar peserta tahfizh lansia merasa lebih tenang, damai, dan harmonis dalam kehidupan sehari-hari. Ketenangan jiwa, keharmonisan hidup, dan keyakinan yang semakin kuat kepada Allah adalah perubahan yang dialami dalam diri mereka. Berbeda dari umumnya, Wati menunjukkan sikap pembelajar yang kuat, berusaha untuk memperbaiki kekurangan dalam menghafal al-Qur'an. Kesimpulannya, tradisi tahfizh al-Qur'an di kalangan lansia di Pondok Tahfizh Ma’had An-Nur memberikan dampak positif terhadap perubahan sikap dan kehidupan mereka. Peserta lansia memiliki beragam motivasi dalam mengikuti tahfizh al-Qur'an dan melaksanakannya dengan metode yang disesuaikan dengan kondisi fisik dan kesehatan mereka. Penelitian ini memberikan pemahaman lebih mendalam tentang respons penghafal al-Qur'an dari kalangan lansia dan mengungkap pentingnya tradisi tahfizh al-Qur'an sebagai sarana spiritual dan kultural yang berarti bagi kelompok lansia.