RESEPSI MASYARAKAT KAMPUNG MUARA TAMBANGAN JORONG SUNGAI BEREMAS TERHADAP SURAH AN-NAML AYAT 30-31 DALAM TRADISI PEMASANGAN JERAT GANJIL: KAJIAN LIVING QUR'AN
Muhammad Gusti Prayoga, NIM 2230301016, judul skripsi “Resepsi Masyarakat Kampung Muara Tambangan Jorong Sungai Beremas terhadap Surah An-Naml Ayat 30–31 dalam Tradisi Pemasangan Jerat Ganjil: Kajian Living Qur’an.” Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir, Fakultas Ushuluddin, Adab dan Dakwah, Universitas Islam Negeri Mahmud Yunus Batusangkar. Penelitian ini membahas penggunaan Surah An-Naml ayat 30–31 dalam tradisi pemasangan jerat ganjil oleh masyarakat Kampung Muara Tambangan Jorong Sungai Beremas. Ayat tersebut tidak hanya dipahami sebagai bagian dari kisah Nabi Sulaiman AS, tetapi juga digunakan sebagai doa dan ikhtiar dalam aktivitas berburu. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan praktik penggunaan Surah An-Naml ayat 30–31, menganalisis bentuk resepsi masyarakat terhadap ayat tersebut, serta menganalisis faktor yang melatarbelakangi penggunaannya dalam tradisi jerat ganjil. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan dengan pendekatan kualitatif deskriptif berbasis Living Qur’an. Penelitian dilaksanakan pada Mei sampai Juli 2026 di Kampung Muara Tambangan Jorong Sungai Beremas. Informan penelitian berjumlah 14 orang yang terdiri atas enam praktisi jerat ganjil, tiga tokoh agama, dua tokoh masyarakat dan tiga tokoh pemuda. Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, dokumentasi, dan catatan lapangan. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, coding, kategorisasi, penyajian data, interpretasi, dan penarikan kesimpulan, sedangkan keabsahan data diperkuat melalui triangulasi dan member checking. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan Surah An-Naml ayat 30–31 dalam tradisi jerat ganjil dilakukan sebagai doa dan ikhtiar kepada Allah SWT sebelum atau saat pemasangan jerat serta diwariskan secara turun-temurun. Bentuk resepsi masyarakat terdiri atas resepsi eksegetis dan resepsi fungsional. Resepsi eksegetis terlihat dari pemahaman masyarakat terhadap ayat sebagai bagian dari kisah Nabi Sulaiman AS, sedangkan resepsi fungsional terlihat dari penggunaan ayat sebagai doa dalam aktivitas berburu. Faktor yang melatarbelakangi penggunaan ayat meliputi pewarisan tradisi, faktor keagamaan, budaya lokal, pengalaman dan kepercayaan masyarakat, serta kebutuhan ekonomi yang berkaitan dengan aktivitas berburu. Kata Kunci: Resepsi Masyarakat, Surah An-Naml, Jerat Ganjil, Living Qur’an.