Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

42 hasil
Subjek: Metode belajar
DaftarKartu
BookOpen AccessMetadata saja

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN AUDITORY INTELECTUALLY REPETITION (AIR) PADA MATA PELAJARAN AQIDAH AKHLAK KELAS VII DI MTsN 1 TANAH DATAR

2021•Koleksi Perpustakaan

MILA RAHAYU, NIM. 15 300 100 054, Judul Skripsi: “PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN AUDITORY INTELECTUALLY REPETITION (AIR) PADA MATA PELAJARAN AQIDAH AKHLAK KELAS VII DI MTsN 1 TANAH DATAR”.Jurusan Pendidikan Agama IslamFakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan Institut Agama Islam Negeri(IAIN) BatusangkarTahun 2020. Penelitian ini dilatar belakangi oleh hasil belajar Aqidah Akhlak siswa yang masih rendah. Hal ini dapat dilihat dari persentase ketuntasan hasil ulangan Harian semester ganjil kelas VII MTsN 1 Tanah Datar.Rendahnya hasil belajar Aqidah Akhlak siswa dipengaruhi oleh berbagai faktor diantaranya guru lebih mendominasi dalam kegiatan pembelajaran, sehingga membuat siswa pasif dalam belajar sedangkan siswa hanya menerima penjelasan dari guru. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah “apakah hasil belajar kognitif siswa yang menggunakan model pembelajaran Auditory Intelectually Repetition (AIR) pada pembelajaran Akidah Akhlak materi Akhlak Tercela kelas VII di MTsN 1 Tanah Datar lebih baik dari pada hasil belajar siswa yang menggunakan model pembelajaran konvensional”. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hasil belajar siswa dengan penerapan model pembelajaran Auditory Intelectually Repetition (AIR) lebih baik dari pembelajaran konvensional pada Akhlak Tercela mata pelajaran Akidah Akhlak kelas VII di MTsN 1 Tanah Datar . Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian lapangan (field research) dengan pendekatan kuantitatif, sedangkan metode penelitian ini adalah eksperimen semu dengan rancangan penelitian randomized control group only design. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VII di MTsN 1 Tanah Datar Tahun Ajaran 2019/2020 yang terdiri dari 128 siswa. Pengambilan sampel ini diambil dengan cara random sampling sehingga terpilih sampel berjumlah 55 orang siswa,sehingga terpilih kelas VII4 sebagai kelas eksperimen dan kelas VII2 sebagai kelas Kontrol. Teknik pengumpul data yang penulis gunakan adalah menggunakan tes hasil belajar siswa untuk ranah kognitif berupa tes essay sebanyak 5 soal. Berdasarkan hasil penelitian, diperoleh kesimpulan bahwa rata-rata hasil belajar Aqidah Akhlak siswa pada kelas eksperimen adalah 81,9 dengan ketuntasan 78% sedangkkan, rata-rata yang diperoleh pada kelas kontrol adalah 61,2 dengan persentase ketuntassan 32%. Setelah dilakukan uji hipotesis secara statistik dengan menggunakan uji-t didapat harga thitung , sedangkan ttabel = 1, 67412 pada taraf 0,05. Dari semua data didapat thitung> ttabel atau >1, 67412, maka H0 ditolak dan Ha diterima. Dengan demikian dapat dikemukakan bahwa “ hasil belajar siswa yang menggunakan model pembelajaran Auditory Intelectually Repetition (AIR) lebih baik dari pada pembelajaran konvensional materi Akhlak Tercela kelas VII di MTsN 1 Tanah Datar.

2 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

The Emerging Trend of Micro Teaching Research ( Based on Published Articles from 2011 to 2020)

2020•Koleksi Perpustakaan

ABSTRAK RIKI JUNI SAPUTRA, NIM 13 104 075, judul skripsi: “THE EMERGING TREND OF MICRO TEACHING RESEARCH based on published articles from 2011 to 2020” Permasalahan dalam penelitian ini adalah peneliti ingin mengetahui kecendrungan yang muncul dalam penelitian micro teaching dalam sepuluh tahun terakhir. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripkan kecendrungan yang timbul dalam penelitian micro teaching dalam sepuluh tahun terakhir. Desain penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan metode yang digunakan adalah penelitian pustaka. Data analisis penelitian ini adalah 20 artikel yang di ambil dari sumber internet. Teknik pengambilan data dilakukan dengan menggunakan teknik dokumentasi. Pada penelitian ini, peneliti berperan sebagai instrumen kunci dan 20 artikel sebagai instrumen pendukung. Teknik pengambilan data pada penelitian ini menggunakan teknik penelitian pustaka. Untuk menguji keabsahan data, peneliti melakukan Triangulation. Selanjutnya untuk menganalisis data, peneliti menggunakan analisis dengan cara mereduksi data, menampilkan data, menyimpulkan dan memverifikasi data. Berdasarkan analisis data hasil penelitian menunjukkan bahwa ada 11 temuan dari 3 indikator yaitu, 1) quantitative research, the percentages 45%. 2) qualitative research, the percentages 40%. 3) mix both beetwen quantitative and qualitative, the percentages 15%. 4) Simple random sampling, the percentages 50%. 5) Total sampling technique, the percentages 35%. 6) volunteer sampling tehnique, the percentages 10%. 7) purposive sampling tehnique, the percentages 5%. 8) questionare, the percentages 40%. 9) Documents, the percentages 15%. 10) pre-test and post- test, the percentages 10%. 11) interview, the percentages 10%.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Pengembangan Media Pembelajaran Kartu Doma (Domino Kimia) pada Kelas X SMAN 2 Rambatan

2020•Koleksi Perpustakaan

Rahayu Nisa Efendy, 1630110016, Judul Skripsi “Pengembangan Media Pembelajaran Kartu Doma (Domino Kimia) Pada Kelas X SMA N 2 Rambatan”. Jurusan Tadris Kimia Fakultas Tarbiyah dan ilmu Keguruan Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Batusangkar 2020. Berdasarkan hasil observasi dan wawancara di sekolah SMA N 2 Rambatan pada tanggal 10 Februari 2020, ditemukan permasalahan yaitu proses pembelajaran yang masih monoton, kurang membantu siswa untuk belajar secara mandiri, dan media pembelajaran yang kurang menarik, membosankan serta kurangnya keaktifan siswa selama proses pembelajaran. Berdasarkan hal tersebut, maka peneliti melakukan penelitian pengembangan media pembelajaran kartu doma pada materi kimia kelas X semester ganjil. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian pengembangan 4-D (define, design, develop, dan desseminate). Rancangan pada penelitian ini terdiri dari 3 tahap saja yaitu (1) Tahap pendefinisian (define) dilakukan untuk melihat kondisi awalatau gambaran umum di sekolah, mengenai bagaimana proses pembelajaran di sekolah.Kegiatan dimulai dari wawancara, menganalisis silabus pembelajaran, menganalisis media pembelajaran yang dipakai guru kimia di kelas X SMAN 2 Rambatan sebagai sumber belajar siswa dan mereview literatur tentang kartu doma. Pada tahap ini diperoleh informasi bahwa kurangnya media yang digunakan oleh guru, serta kurangnya minat dan motivasi siswa dalam proses pembelajaran kimia; (2) Tahap peracangan (design) dilakukan untuk merancang kartu doma pada materi kimia kelas X semester ganjil. Adapun tahapnya yakni pembuatan flowchart, penyusunan desain produk secara keseluruhan (story board), Pengumpulan objek rancangan soal dan jawaban sesuai dengan materi pembelajaran kimia kelas X semester ganjil, serta pembuatan background yang sesuai dengan materi. Setelah semua bahan terkumpul kemudian disatukan menjadi kesatuan yang utuh untuk dibentuk dalam kartu doma pada materi kimia kelas X semester ganjil; (3) Tahap develop, untuk melihat validitas kartu doma. Hasil penelitian yang dilakukan, dengan judul “Pengembangan Media Pembelajaran Kartu Doma (Domino Kimia) Pada Materi Kimia Kelas X SMA N 2 Rambatan” dapat disimpulkan bahwa media pembelajaran yang dikembangkan sangat valid dengan rata-rata daria ketiga aspek penilaian memperoleh persentase 89,78. Tiga aspek penilaian yaitu, aspek kualitas isi dan tujuan memperoleh persentase 89,58%; dan aspek kualitas instruksional memperoleh persentase 89,29; serta aspek kualitas teknis yaitu memperoleh persentase 90,48%.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

PENGARUH LAYANAN BIMBINGAN KLASIKAL MENGGUNAKAN MEDIA AUDIO VISUAL DALAM MENINGKATKAN MINAT BELAJAR SISWA KELAS VIII SMP NEGERI 4 LINTAU BUO UTARA

2020•Koleksi Perpustakaan

Afdhal Muttaqin, NIM. 14108003, judul skripsi: Pengaruh Layanan Bimbingan Klasikal Menggunakan Media Audio Visual dalam Meningkatkan Minat Belajar Siswa Kelas VIII SMP Negeri 4 Lintau Buo Utara, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan jurusan Bimbingan dan Konseling Institut Agama Islam Negeri Batusangkar, 2020. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya minat belajar siswa pada 3 mata pelajaran, yaitu Matematika, IPS, dan Bahasa Indonesia. Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat pengaruh layanan bimbingan klasikal menggunakan media audio visual dalam meningkatkan minat belajar siswa kelas VIII SMP Negeri 4 Lintau Buo Utara. Jenis penelitian yang digunakan adalah Pre-Eksperiment dengan tipe one group pretest-posttest design. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII, menggunakan teknik pengambilan sampel dengan purposive sampling sebanyak 15 orang. Instrument penelitian yang digunakan adalah skala minat belajar. Teknik analisis data menggunakan uji t dengan cara membandingkan rerata hasil prestest-posttest. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa data hasil prestest minat belajar siswa rata-rata 105,6 % berada pada kategori rendah dan data hasil posttest minat belajar siswa rata-rata 157 % pada kategori tinggi. Terdapat peningkatan skor, artinya pengaruh layanan bimbingan klasikal menggunakan media audio visual berpengaruh signifikan dalam meningkatkan minat belajar siswa dengan nilai t016,3 % > tt2,14.

3 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

PENGARUH PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE FORMULATE-SHARE-LISTEN-CREATE (FSLC) TERHADAP KEMAMPUAN PENALARAN MATEMATIS SISWA KELAS VIII SMP NEGERI 3 BATUSANGKAR

2020•Koleksi Perpustakaan

Reski Vebbyansyah, NIM. 1530050054, Judul Skripsi “Pengaruh Penerapan Model Pembelajaran kooperatif Tipe Formulate-Share-Listen-Create (FSLC) Terhadap Kemampuan Penalaran Siswa Kelas VIII SMP Negeri 3 Batusangkar”, Jurusan Tadris Matematika Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Batusangkar 2020. Pokok permasalahan penelitian ini adalah siswa kelas VIII memiliki kemampuan penalaran matematis sangat rendah. Rendahnya kemampuan penalaran matematis siswa disebabkan karena siswa tidak ingin membiasakan dirinya untuk berpikir lebih dalam menyelesaikan suatu masalah. Tidak ada siswa yang mempunyai inisiatif untuk bertanya, padahal siswa belum mengerti tentang pelajaran yang dijelaskan dan ketika guru memberikan soal kepada siswa dengan langkah yang sama namun soalnya berbeda, siswa tidak dapat mengembangkan, membuat analogi, serta memperkirakan jawaban dan proses solusi dari masalah yang di berikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah kemampuan penalaran matematis siswa dengan penggunaan model pembelajaran FSLC lebih baik dari penggunaan pembelajaran konvensional kelas VIII di SMP N 3 Batusangkar. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu, dengan rancangan penelitian Randomized Control Group Only Design. Populasi dalam penelitian ini adalah semua siswa kelas VIII SMP N 3 Batusangkar tahun ajaran 2019/2020 yang terdiri dari tiga kelas. Pengambilan sampel dilakukan secara probability sampling tepatnya dengan teknik simple random sampling dengan melakukan uji normalitas, homogenitas dan kesamaan rata-rata. Kelas yang dijadikan sampel dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIII1 sebagai kelas eksperimen dan VIII2 sebagai kelas kontrol. Instrumen dalam penelitian ini adalah tes kemampuan penalaran matematis. Teknik analisis data dalam penelitian ini yaitu uji-t karena data berdistribusi normal dan memiliki variansi yang homogen. Hasil penelitian ini diperoleh hasil uji hipotesis yaitu Tolak H0 karena t_hitung>t_tabel, atau 3,63>1,645, maka dapat disimpulkan bahwa kemampuan penalaran matematis siswa yang menggunakan model pembelajaran kooperatif dengan Formulate-Share-Listen-Create (FSLC) lebih baik daripada kemampuan penalaran matematis siswa yang menggunakan pembelajaran konvensional.

2 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Pengaruh pendekatan problem posing berbantuan lkpd terhadap kemampuan berpikir kreatif matematis dan minat belajar matematika siswa kelas vii di mtsn 1 kota sawahlunto

2020•Koleksi Perpustakaan

NENGSI DARLINA, NIM 14 105 050, Judul Skripsi: “Pengaruh Pendekatan Problem PosingBerbantuan LKPDterhadap Kemampuan Berpikir Kreatif Matematis dan Minat BelajarSiswa Kelas VIII MTsN 1 Kota Sawahlunto”. Jurusan Tadris Matematika Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan Institut Agama Islam Negeri Batusangkar. Berdasarkan hasil observasi peneliti dengan guru mata pelajaran MTsN 1 Kota Sawahlunto, peneliti mendapatkan informasi bahwa siswa masih belum mampu menjawab soal lebih dari satu jawaban atau lebih dari satu cara dan tidak mampu mengembangkan gagasan jawaban suatu soal. Sedangkan minat belajar siswa masih kurang, karena siswa banyak yang tidak berpartisipasi aktif dan dari segi kesiapan siswa banyak yang tidak membawa buku matematika.Tujuan penelitian ini untuk membandingkan kemampuan berpikir kreatif matematis siswa yang memperoleh pembelajaran dengan pendekatan problem posingberbantuan LKPDdengan siswa yang memperoleh pembelajaran konvensional serta mendeskripsikan minat belajar siswa selama dan setelah menyelesaikan soal yang memperoleh pembelajaran dengan pendekatan problem posingberbantuan LKPD. Jenis penelitian yang dilakukan adalah Eksperimen Semudengan rancangan penelitian adalah Randomized Control Group Only Design. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIII MTsN 1 Kota Sawahlunto tahun pelajaran 2019/2020. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik Simple Random Sampling, sampel yang dipilih adalah kelas VIII.1 sebagai kelas eksperimen dan kelas VIII.2 sebagai kelas kontrol. Data kemampuan berpikir kreatif matematis siswa diperoleh dari hasil tes akhir berbentuk uraian. Sedangkan data minat belajar diperoleh dari hasil angket yang diberikan pada siswa kelas eksperimen. Teknik analisis data yang digunakan yaitu normalitas, homogenitas, dan uji-t dengan thitung> ttabel dengan sehingga H0 ditolak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, pada taraf signifikan terdapat bahwa atau , maka tolak . Sehingga kemampuan berpikir kreatif matematis siswa pada pelajaran matematika dengan menggunakan pendekatan problem posing lebih baik daripada kemampuan berpikir kreatif matematis siswa kelas konvensional. Hasil angket minat belajar menunjukkan bahwa 8,3% siswa memiliki minat belajarcukup, 37,5% siswa memiliki minat belajartinggi dan 54,17% siswa memiliki minat belajarsangat tinggi. Jadi dapat disimpulkan siswa memiliki minat belajar dengan menggunakan pendekatan problem posingberbantuan LKPD.

2 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

PROSES REPRESENTASI SISWA DALAM MENYELESAIKAN MASALAH MATEMATIS KONTEKSTUAL DI KELAS VIII SMPN 1 PARIANGAN

2020•Koleksi Perpustakaan

ABSTRAK ANITA MARLINA, NIM. 15300500004. Judul Skripsi: Proses Representasi Siswa dalam Menyelesaikan Masalah Matematis Kontekstual di Kelas VIII SMPN 1 Pariangan, Jurusan Tadris Matematika, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Batusangkar 2020. Pokok permasalahan dari penelitian ini adalah temuan berupa ketidakberhasilan siswa dalam menyelesaikan masalah matematis yang terletak pada ketidakmampuannya dalam merepresentasikan jawaban ke dalam model matematika. Dikarenakan representasi merupakan langkah awal bagi seseorang dalam menyelesaikan masalah matematis maka penelitian ini bertujuan untuk menggali lebih mendalam temuan tentang proses representasi siswa dalam menyelesaikan masalah matematis kontekstual di kelas VIII SMPN 1 Pariangan. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Peneliti mempelajari hakikat dari proses representasi yang diawali dengan meminta subjek menyelesaikan masalah matematis kontekstual secara tertulis, lalu dilanjutkan dengan wawancara tentang representasi yang digunakan subjek. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas VIII.3 SMPN 1 Pariangan yang berjumlah 23 orang. Subjek dikategorikan masing-masing representasi yang digunakan sebagai subjek penelitian. Representasi ini dikategorikan berdasarkan kategori representasi matematis yang dimunculkan subjek dalam menyelesaikan masalah matematis kontekstual. Teknik pengumpulan datanya adalah tes, wawancara dan dokumentasi. Instrumen yang digunakan yaitu lembar tes pemecahan masalah matematis kontekstual dan pedoman wawancara. Hasil penelitian menemukan bahwa proses representasi siswa dalam menyelesaikan masalah matematis kontekstual menggunakan representasi pictorial dan verbal. Kedua aktivitas proses representasi ini muncul pada langkah 2 yaitu: pada representasi pictorial S1 dan S2 mensketsakan jawaban ke dalam bentuk gambar sedangkan representasi verbal S3 dan S4 membuat tahapan penyelesaian kemudian memberikan langkah-langkah penyelesaian secara verbal. Keyword: Proses Representasi, Masalah Matematis Kontektual, Pemecahan Masalah Matematis

2 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Pengaruh Penerapan Model Pembelajaran Probing Prompting terhadap Kemampuan Pemahaman Konsep Matematis Siswa Kelas VII di MTsN 3 Tanah Datar

2020•Koleksi Perpustakaan

Penelitian ini didasarkan pada permasalahan rendahnya kemampuan pemahaman konsep matematis siswa yang peneliti temukan dikelas VII MTsN 3 Tanah Datar. Proses pembelajaran di kelas VII MTsN 3 Tanah Datar masih terpusat kepada guru, dimana seluruh informasi pembelajaran hanya didapatkan dari guru, sehingga siswa memahani konsep matematika dengan menghafal konsep dan rumus yang diberikan guru. Kebanyakan dari siswa tidak memahami konsep matematika mereka hanya menghafal konsep yang telah diberikan oleh guru, sehingga siswa hanya bisa menjawab soal yang sama dengan contoh yang diberikan oleh guru. Salah satu solusi yang ditawarkan dalam mengatasi masalah ini adalah model pembelajaran Probing Prompting. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah kemampuan Pemahaman Konsep matematis siswa yang mendapatkan pembelajaran Probing Prompting lebih baik dari kemampuan pemahaman konsep matematis siswa yang mendapatkan pembelajaran konvensional. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu, rancangan penelitian Randomized Control Group Only Design. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas VII MTsN 3 Tanah Datar Tahun ajaran 2019/2020 terdiri dari lima kelas. Pengambilan sampel dilakukan secara Probability Sampling dengan teknik Simple Random Sampling. Setelah dilakukan uji normalitas dan homogenitas yang hasilnya berdistribusi normal dan homogen maka dilambil sampel melalui lotting dan yang terambil pertama kelas VII.4 sebagai kelas eksperimen dan terambil kedua kelas VII.5 sebagai kelas kontrol. Instrumen dalam penelitian ini adalah tes kemampuan Pemahaman Konsep matematis. Teknik analisis data dalam penelitian ini yaitu uji-t. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh nilai rata-rata kemampuan pemahaman konsep siswa kelas eksperimen adalah 70,28 dan nilai rata-rata kelas kontrol adalah 57,67. Dari uji hopitesis diperoleh 𝑡ℎ𝑖𝑡𝑢𝑛𝑔 > 𝑡𝑡𝑎𝑏𝑒 (7,2137 > 1,645) dengan 𝛼 = 0,05 sehingga H0 ditolak dan H1 diterima. Jadi disimpulkan bahwa Kemampuan pemahaman konsep matematis siswa dengan menerapkan model pembelajaran probing prompting lebih baik dari pada kemampuan pemahaman konsep matematis siswa dengan menerapkan model pembelajaran konvensional.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif tipe Course Review Horay pada Kemampuan Pemahaman Konsep Matematis dan Aktivitas Belajar Siswa Kelas VII SMPN 1 Padang Ganting

2020•Koleksi Perpustakaan

Penelitian ini didasarkan pada permasalahan rendahnya kemampuan pemahaman konsep matematis dan aktivitas belajar siswa yang peneliti temukan di kelas VII SMPN 1 Padang Ganting. Rendahnya kemampuan pemahaman konsep matematis siswa terlihat ketika siswa menjawab soal Ulangan Harian yang diberikan guru. Begitu juga dengan aktivitas belajar siswa, terlihat masih banyak siswa yang tidak mau mendengarkan dan memperhatikan pada saat guru menyajikan materi di depan kelas. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana aktivitas belajar siswa dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Course Review Horay di kelas VII SMPN 1 Padang Ganting, untuk mengetahui apakah kemampuan pemahaman konsep matematis siswa dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Course Review Horay lebih baik daripada kemampuan pemahaman konsep matematis siswa dengan pembelajaran konvensional di kelas VII SMPN 1 Padang Ganting. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VII SMPN 1 Padang Ganting tahun pelajaran 2019/2020 yang terdiri dari 4 kelas. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik simple random sampling dengan cara lotting, yang terambil pertama yaitu kelas VIIB sebagai kelas eksperimen dan yang terambil kedua yaitu kelas VIIC sebagai kelas kontrol. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini yaitu lembar observasi aktivitas belajar siswa dan tes kemampuan pemahaman konsep matematis siswa. Pengujian hipotesis dilakukan dengan uji-t. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh bahwa (1) Aktivitas belajar siswa mengalami peningkatan selama menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe Course Review Horay. (2) Kemampuan pemahaman konsep matematis siswa dengan menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe Course Review Horay lebih baik daripada kemampuan pemahaman konsep matematis siswa dengan menerapkan model pembelajaran konvensional.

3 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Pengembangan Modul Sejarah Kebudayaan Islam Berbasis Al-Qur'an dan Hadits pada Materi Model Kepemimpinan Khulafaur Rasyidin

2020•Koleksi Perpustakaan

ABSTRAK Uswatun Khasanah. NIM 1630101035. Judul Skripsi: “Pengembangan Modul Sejarah Kebudayaan Islam Berbasis Al-Qur’an dan Hadit pada Materi Model Kepemimpinan Khulafaur Rasyidin”. Jurusan Pendidikan Agama Islam, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Batusangkar. Penelitian ini membahas mengenai pendekatan integratif (terpadu). Pegembangan modul SKI menggunakan model integrasi ini dirancang untuk meningkatkan pemahaman siswa terhadap materi yang telah dipelajari dan mengaitkannya dengan cabang ilmu lainnya. Menggunakan model integrasi akan mempermudah siswa untuk memperoleh ilmu lebih banyak. Sebab dilihat dari perkembangan pendidikan saat ini belum adanya modul yang menggunakan model integrasi khususnya mata pelajaran Sejarah Kebudayaan Islam, dan karakteristik isi bahan ajar yang telah ada banyak berisi cerita sehingga siswa hanya hafal konsep dan tidak memahami apa yang telah dipelajarinya. Pengembangan modul ini menggunakan model pengembangan 4-D (define, design, develop dan disseminate). Subyek penilaian dilakukan oleh tiga orang validator diantaranya dua orang dosen dan satu orang guru pengampu. Langkah pokok pada penelitian ini adalah analisis awal, merancang modul, pembuatan modul dan penilaian modul. Teknik pengumpulan data yang digunakan ialah wawancara, angket dan instrumen. Hasil penelitian pengembangan modul ini adalah sebagai berikut: 1) Spesifikasi modul SKI menggunakan model integrasi berbasis Al-Qur’an dan Hadits berupa media cetak. Modul ini dikembangkan dengan mengaitkan ayat Al-Qur’an dan Hadits yang berkaitan dengan materi model kepemimpinan Khulafaur Rasyidin. Hasil belajar yang sesuai dengan pembelajaran modul ini untuk mencapai KI, KD yang ada dalam kurikulum 2013 dan sebagai sarana untuk meningkatkan kecintaan siswa terhadap Al-Qur’an dan keingintahuannya mendalami ilmu hadits sebagai sumber umat Islam dalam menjalani kehidupan di dunia. 2) modul yang dikembangkan menggunakan model integrasi berbasis Al-Qur’an dan Hadits. 3) efektifitas dan kemenarikan modul SKI menggunakan model integrasi berbasisi Al-Qur’an dan Hadits pada materi model kepemimpinan Khulafaur Rasyidin untuk kelas VII di MTsS Puncak Alai menunjukkan bahwa modul ini memiliki tingat kelayakn, efektivitas, dan kemenarikan yang tinggi dan sudah sesuai dengan kebutuhan siswa. Hal ini dibuktikan dari hasil validasi oleh tiga validator yang menunjukkan dalam berbagai aspek yang ada di dalam modul, diantaranya: 1) aspek kelayakan isi dengan persentase 86,3, aspek kelayakan penyajian 93,3, aspek kelayakan bahasa 95%, aspek karakteristik integrasi 91,67%, dan jika dilihat penilaian dari keseluruhan aspek persentase yang diperoleh yaitu 90,67% dengan kategori sangat valid.

2 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Pengembangan Media Pembelajaran Interaktif Berbasis Augmented Reality pada Materi Bentuk Molekul Kelas X SMA N 2 Sawahlunto

2020•Koleksi Perpustakaan

Wilda Yanti, NIM. 1630110020, Judul Skripsi “Pengembangan Media Pembelajaran Interaktif Berbasis Augmented Reality pada Materi Bentuk Molekul Kelas X SMA N 2 Sawahlunto”, Jurusan Tadris Kimia, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Batusangkar, 2020. Permasalahan dalam penelitian ini adalah kurangnya minat belajar siswa karena guru tidak menggunakan media yang interaktif sehingga pada saat pembelajaran berlangsung siswa kurang memperhatikan guru. Media yang digunakan siswa juga terbatas, dan kurang membantu siswa untuk belajar secara mandiri. Berdasarkan hal tersebut, maka peneliti melakukan penelitian pengembangan media pembelajaran interaktif berbasis Augmented Reality. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian pengembangan 4-D (define, design, develop, dan desseminate). Rancangan pada penelitian ini terdiri dari 3 tahap saja yaitu (1) tahap define, dilakukan untuk mendapatkan gambaran umum di sekolah, mengenai bagaimana proses pembelajaran, kendala yang dihadapi di dalam kelas dan karakteristik peserta didik. (2) tahap design, hasil dari tahap define digunakan untuk merancang design media pembelajaran interaktif berbasis Augmented Reality. (3) tahap develop, untuk melihat validitas media pembelajaran interaktif berbasis Augmented Reality. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil validitas media pembelajaran interaktif berbasis Augmented Reality yang diperoleh adalah 82,577% dengan ketegori sangat valid. Dengan ini dapat disimpulkan bahwa media pembelajaran interaktif berbasis Augmented Reality yang dirancang telah valid. Keyword: Media Pembelajaran, Interaktif , Berbasis Augmented Reality, Validitas

2 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

PENGEMBANGAN LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD) BERBASIS PROBLEM BASED LEARNING PADA PELAJARAN KIMIA KELAS XI IPA SMAN 1 BATIPUH

2020•Koleksi Perpustakaan

DESMANOVA, NIM 16 301 100 04. Judul SKRIPSI “PENGEMBANGAN LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD) BERBASIS PROBLEM BASED LEARNING PADA PELAJARAN KIMIA KELAS XI IPA SMAN 1 BATIPUH” Jurusan Tadris Kimia Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan IAIN Batusangkar. Masalah pokok dalam penelitian ini adalah Bagaimana validitas dari LKPD Berbasis Problem Based Learning Pada Pelajaran Kimia Kelas XI IPA SMAN 1 Batipuh. Berdasarkan hasil wawancara dan observasi peneliti dengan guru dan siswa kelas XI IPA SMAN 1 Batipuh yaitu dalam proses belajar mengajar guru menggunakan model pembelajaran langsung (Direct Intruction), siswa sebagai pendengar dan menyimak pembelajaran yang diberikan. Pembelajaran berpusat pada guru. Penunjang bahan ajar yang digunakan guru di sekolah ialah berupa buku paket. Buku paket yang disediakan di sekolah jumlahnya terbatas, digunakan secara bergantian pada setiap lokal. Sedangkan hasil wawancara dari beberapa siswa yaitu mereka mengatakan pelajaran kimia merupakan pelajaran yang sulit dipahami dan juga kurang menarik karena belum sepenuhnya diterangkan secara menarik. Pembelajaran masih terpaku pada guru. Bahan ajar yang digunakan berupa buku paket. Isi dalam buku paket terlalu susah dipahami karena bahasa yang digunakan terlalu tinggi dan kelengkapan materi dengan tujuan kompetensi pembelajaran juga kurang lengkap, serta penggunaan buku yang masih terbatas juga membuat siswa untuk tidak tertarik dalam belajar. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui validitas dari LKPD Berbasis Problem Based Learning Pada Pelajaran Kimia Kelas XI IPA SMAN 1 Batipuh. Penelitian ini menggunakan penelitian pengembangan (Research Development). Terdiri dari empat tahap pengembangan, diantaranya definisi (define), rancangan (design), pengembangan (develop) dan penyebaran (disseminate) . Pada prosedur penelitian ini hanya sampai pada tahap yang ketiga, yaitu pada tahap develop. Pada tahap Define dilakukan beberapa langkah diantaranya: Analisis kebutuhan dilakukan dengan cara wawancara dengan guru mata pelajaran kimia kelas XI SMAN 1 Batipuh, Menganalisis Silabus Mata Pelajaran Kimia Materi Sistem Koloid, Menganalisis buku paket Kimia materi Sistem Koloid sebelum merancang LKPD, Mereview literatur tentang LKPD. Pada Tahap design dilakukan langkah-langkah diantaranya: Mengumpulkan semua bahan yang diperlukan untuk pembuatan LKPD. Pada Tahap develop yang dilakukan adalah validasi oleh validator. Dari hasil penelitian yang dilakukan diperoleh bahwa Secara keseluruhan Lembar Kerja Peserta Didik berbasis Problem Based Learning dinyatakan sangat valid dengan presentase 89,4% dari aspek Tujuan, rasional, cakupan unsur-unsur pembelajaran problem based learning, isi, karakteristik, kesesuaian dan bahasa, bentuk fisik

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

PENGEMBANGAN VLOG (VIDEO BLOG) CHANNEL YOUTUBE BERBASIS STEM PADA MATERI LAJU REAKSI KELAS XI SMA/MA

2020•Koleksi Perpustakaan

Indah Cahyani. NIM 1630110008, (2020). Judul Skripsi: “Pengembangan Vlog (Video Blog) Channel Youtube Berbasis STEM Pada Materi Laju Reaksi Kelas XI SMA/MA”. Jurusan Tadris Kimia, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Batusangkar. Permasalahan dalam penelitian ini yaitu berkaitan dengan kurang kreatifitasnya guru dalam menggunakan berbagai macam teknologi terutama dalam pembuatan dan pengembangan media dalam proses pembelajaran. Adapun penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan vlog (video blog) channel youtube sebagai alternatif pembelajaran kimia berbasis STEM. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian dan pengembangan (Research and Development) dengan model rancangan 4D. Penelitian ini terdiri dari empat tahap yaitu: pendefenisisan (define), perancangan (design), tahap pengembangan (development) dan tahap penyebaran (disseminate). Namun pada penelitian ini hanya sampai pada tahap pengembangan (development) dikarenakan keterbatasan waktu dan biaya. Kelayakan produk dilakukan dengan melakukan validasi pada ahli media dan ahli materi. Setelah itu, peneliti melakukan uji praktikalitas terbatas terhadap produk dengan menggunakan 10 orang siswa. Berdasarkan hasil validasi produk, diperoleh persentase 80% dengan kriteria valid, dan persentase praktikalitas vlog berbasis STEM yang dilihat dari angket respon siswa sebesar 96,13%, sedangkan dari angket respon guru diperoleh persentase 90%.

2 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail